Anda di halaman 1dari 28

KELOMPOK 4

ATONIA UTERI
Ayu Lestri
Ening Imas
Fenny Cahya
Fine Nurida
Nela Nurhayati
Raodatul Jannah
Sarah Widiandari
Sindhia Sari
Wayan Sumantri

PENGERTIAN ATONIA UTERI


Atonia uteri (relaksasi otot uterus) adalah uteri tidak
berkontraksi dalam 15 detik setelah dilakukan
pemijatan fundus uteri(plasenta telah lahir).
Atonia uteri adalah kegagalan serabut-serabut otot
myometrium
uterus
untuk
berkontraksi
dan
memendek.
Atonia
Uteri adalah suatu kondisi dimana
Myometrium tidak dapat berkontraksi dan bila ini
terjadi maka darah yang keluar dari bekas tempat
melekatnya plasenta menjadi tidak terkendali. (Apri,
2007).

ETIOLOGI
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Overdistention uterus seperti: gemeli, makrosomia,


polihidramnion, atau paritas tinggi.
Umur yang terlalu muda atau terlalu tua
Multipara dengan jarak keahiran pendek
Partus lama / partus terlantar
Malnutrisi
Dapat juga karena salah penanganan dalam usaha
melahirkan plasenta, sedangkan sebenarnya belum
terlepas dari uterus.

FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA


ATONIA UTERI
1. Uterus membesar lebih dari normal selama
kehamilan, diantaranya :
Jumlah

air ketuban yang berlebihan


(Polihidramnion)
Kehamilan gemelli
Janin besar (makrosomia)

2. Kala satu atau kala 2 memanjang


3. Persalinan cepat (partus presipitatus)
4. Persalinan yang diinduksi atau
dipercepat dengan oksitosin

LANJUTAN...
5.
6.
7.

8.

Infeksi intrapartum
Multiparitas tinggi
Magnesium
sulfat
yang
digunakan
untuk
mengendalikan kejang pada preeklamsia atau
eklamsia.
Umur yang terlalu tua atau terlalu muda (<20 tahun
dan >35 tahun)
Atonia Uteri juga dapat timbul karena salah
penanganan kala III persalinan, dengan memijat
uterus dan mendorongnya ke bawah dalam usaha
melahirkan plasenta, sedang sebenarnya belum
terlepas dari uterus.

MANIFESTASI KLINIS
Uterus tidak berkontraksi dan lembek
Perdarahan segera setelah anak lahir (post partum
primer)

TANDA DAN GEJALA ATONIA


UTERI

Perdarahan pervaginam
Perdarahan

yang sangat banyak dan darah tidak


merembes. Peristiwa sering terjadi pada kondisi ini
adalah darah keluar disertai gumpalan disebabkan
tromboplastin sudah tidak mampu lagi sebagai anti
pembeku darah

Konsistensi rahim lunak


Gejala ini merupakan gejala terpenting/khas
atonia dan yang membedakan atonia dengan
penyebab perdarahan yang lainnya.

LANJUTAN...
Fundus uteri naik
Terdapat tanda-tanda syok
Nadi cepat dan lemah (110 kali/ menit atau
lebih)
Tekanan darah sangat rendah : tekanan sistolik
< 90 mmHgpucat
Keringat/ kulit terasa dingin dan lembap
Pernafasan cepat frekuensi30 kali/ menit atau
lebih
Gelisah, binggung atau kehilangan kesadaran
Urine yang sedikit ( < 30 cc/ jam)

PENCEGAHAN ATONIA UTERI

Pemberian oksitosin rutin pada kala III dapat


mengurangi risiko perdarahan pospartum lebih
dari 40%, dan juga dapat mengurangi kebutuhan
obat tersebut sebagai terapi. Manajemen aktif
kala III dapat mengurangi jumlah perdarahan
dalam persalinan, anemia, dan kebutuhan
transfusi darah.

MANAJEMEN ATONIA UTERI


(PENATALAKSANAAN)

Resusitasi
Apabila terjadi perdarahan pospartum
banyak, maka penanganan awal yaitu resusitasi
dengan oksigenasi dan pemberian cairan cepat,
monitoring tanda-tanda vital, monitoring jumlah
urin,
dan
monitoring
saturasi
oksigen.
Pemeriksaan golongan darah dan crossmatch
perlu dilakukan untuk persiapan transfusi
darah.

LANJUTAN...

Masase dan kompresi bimanual


Pemijatan fundus uteri segera setelah
lahirnya plasenta (max 15 detik),Jika uterus
berkontraksi maka lakukan evaluasi, jika uterus
berkontraksi
tapi
perdarahan
uterus
berlangsung, periksa apakah perineum / vagina
dan serviks mengalami laserasi dan jahit atau
rujuk segera.

LANJUTAN...

1.

2.

3.

Jika uterus tidak berkontraksi maka :


Bersihkanlah bekuan darah atau selaput ketuban dari
vagina & lobang serviks. Pastikan bahwa kandung kemih
telah kosong,Lakukan kompresi bimanual internal (KBI)
selama 5 menit.
Jika uterus berkontraksi, teruskan KBI selama 2 menit,
keluarkan tangan perlahan-lahan dan pantau kala empat
dengan ketat.
Jika uterus tidak berkontraksi, maka : Anjurkan
keluarga untuk mulai melakukan kompresi bimanual
eksternal; Keluarkan tangan perlahan-lahan; Berikan
ergometrin 0,2 mg LM (jangan diberikan jika hipertensi);
Pasang infus menggunakan jarum ukuran 16 atau 18 dan
berikan 500 ml RL + 20 unit oksitosin. Habiskan 500 ml
pertama secepat mungkin; Ulangi KBI

LANJUTAN...

1.

Pemberian Uterotonika
Oksitosin dapat diberikan secara IM atau IV,
untuk perdarahan aktif diberikan lewat infus
dengan ringer laktat 20 IU perliter, jika
sirkulasi kolaps bisa diberikan oksitosin 10 IU
intramiometrikal
(IMM).
Efek
samping
pemberian oksitosin sangat sedikit ditemukan
yaitu nausea dan vomitus, efek samping lain
yaitu intoksikasi cairan jarang ditemukan.

LANJUTAN...
2.

Metilergonovin maleat merupakan golongan


ergot alkaloid yang dapat menyebabkan tetani
uteri setelah 5 menit pemberian IM. Dapat
diberikan secara IM 0,25 mg, dapat diulang
setiap 5 menit sampai dosis maksimum 1,25
mg, dapat juga diberikan langsung pada
miometrium jika diperlukan (IMM) atau IV
bolus 0,125 mg

LANJUTAN...
3.

Prostaglandin
dapat
diberikan
secara
intramiometrikal, intraservikal, transvaginal,
intravenous,
intramuscular,
dan
rectal.
Pemberian secara IM atau IMM 0,25 mg, yang
dapat diulang setiap 15 menit sampai dosis
maksimum 2 mg. Pemberian secara rektal
dapat dipakai untuk mengatasi perdarahan
pospartum (5 tablet 200 g = 1 g).

LANJUTAN...
Operatif

Untuk

melakukan ini diperlukan jarum


atraumatik yang besar dan benang
absorbable yang sesuai. Arteri dan vena
uterina diligasi dengan melewatkan jarum
2-3 cm medial vasa uterina, masuk ke
miometrium keluar di bagian avaskular
ligamentum latum lateral vasa uterina.

LANJUTAN...
Ligasi

arteri Iliaka Interna


Teknik B-Lynch
Teknik B-Lynch dikenal juga dengan
brace
suture,
ditemukan
oleh
Christopher B Lynch 1997, sebagai
tindakan operatif alternative untuk
mengatasi perdarahan pospartum akibat
atonia uteri.

LANJUTAN...
Histerektomi

Histerektomi

peripartum
merupakan
tindakan yang sering dilakukan jika
terjadi perdarahan pospartum masif yang
jmembutuhkan
tindakan
operatif.
Insidensi mencapai 7-13 per 10.000
kelahiran, dan lebih banyak terjadi pada
persalinan
abdominal
dibandingkan
vaginal.

TEKNIKKOMPRESI BIMANUAL
INTERNA (KBI)
1.

2.

3.

Pakai sarung tangan disinfeksi tingkat tinggi


atau steril, dengan lembut masukkan tangan
(dengan cara menyatukan kelima ujung jari) ke
intraktus dan ke dalam vagina itu.
Periksa vagina & serviks. Jika ada selaput
ketuban atau bekuan darah pada kavum uteri
mungkin uterus tidak dapat berkontraksi secara
penuh.
Letakkan kepalan tangan pada fornik anterior
tekan dinding anteror uteri sementara telapak
tangan lain pada abdomen, menekan dengan
kuat dinding belakang uterus ke arah kepalan
tangan dalam.

TEKNIK KOMPRESI BIMANUAL


EKSTERNA (KBE)
Tekan uterus dengan kedua tangan secara kuat.
Kompresi uterus ini memberikan tekanan
langsung pada pembuluh darah di dalam dinding
uterus dan juga merang sang miometrium untuk
berkontraksi.
Evaluasi keberhasilan:

Jika

uterus berkontraksi dan perdarahan berkurang,


teruskan melakukanKBl selama dua menit,
kemudian perlahan-lahan keluarkan tangan dari
dalam vagina. Pantau kondisi ibu secara melekat
selama kala empat.

LANJUTAN...
Jika

uterus berkontraksi tapi perdarahan terus


berlangsung, periksa perineum, vagina dari serviks
apakah terjadi laserasi di bagian tersebut. Segera
lakukan si penjahitan jika ditemukan laserasi.
Jika kontraksi uterus tidak terjadi dalam waktu 5
menit, ajarkan keluarga untuk melakukan kompresi
bimanual eksternal (KBE) kemudian terus kan
dengan langkah-langkah penatalaksanaan atonia
uteri selanjutnya. Minta tolong keluarga untuk mulai
menyiapkan rujukan.
Alasan:
Atonia uteri seringkali bisa diatasi
denganKBl, jikaKBl tidak berhasil dalam waktu 5
menit diperlukan tindakan-tindakan lain.

LANJUTAN...
Berikan 0,2 mg ergometrin IM (jangan berikan
ergometrin kepada ibu dengan hipertensi). Alasan :
Ergometrin yang diberikan, akan meningkatkan
tekanan darah lebih tinggi dari kondisi normal.
Menggunakan jarum berdiameter besar (ukuran 16
atau 18), pasang infus dan berikan 500 ml larutan
Ringer Laktat yang mengandung 20 unit oksitosin.
Alasan:
Jarum
dengan
diameter
besar,
memungkinkan pemberian cairan IV secara cepat, dan
dapatlangsung digunakan jika ibu membutuhkan
transfusi darah. Oksitosin IV akan dengan
cepatmerangsang kontraksi uterus. Ringer Laktat
akan membantu mengganti volume cairan yanghiking
selama perdarahan.

LANJUTAN...
Pakai sarung tangan steril atau disinfeksi
tingkat tinggi dan ulangiKBI. Alasan:KBI
yang digunakan bersama dengan ergometrin dan
oksitosin dapat membantu membuat uterusberkontraksi.
Jika uterus tidak berkontraksi dalam waktu
sampai 2 menit, segera lakukan rujukan Berarti
ini bukan atonia uteri sederhana. Ibu
membutuhkan perawatan gawat-darurat di
fasilitas kesehatan yang dapat melakukan
tindakan pembedahan dan transfusi darah.

LANJUTAN...

Dampingi ibu ke tempat rujukan. Teruskan


melakukanKBI hingga ibu tiba di tempat
rujukan. Teruskan pemberian cairan IV hingga
ibu tiba di fasilitas rujukan:

Infus 500 ml yang pertama dan habiskan dalam


waktu 10 menit.
Kemudian berikan 500 ml/jam hingga tiba di tempat
rujukan atau hingga jumlah cairan yang diinfuskan
mencapai 1,5 liter, dan kemudian berikan 125 ml/jam.
Jika cairan IV tidak cukup, infuskan botol kedua
berisi 500 ml cairan dengan tetesan lambat dan
berikan cairan secara oral untuk asupan cairan
tambahan.

LAMPIRAN...

TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai