Anda di halaman 1dari 20

Spesifikasi Teknis

SPESIFIKASI TEKNIS
Spesifikasi teknis disusun oleh panitia pengadaan & pemasangan berdasarkan
jenis pekerjaan yang akan dilelangkan dengan ketentuan:
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)

A1

Tidak mengarah kepada merk/produk tertentu, tidak menutup


kemungkinan digunakannya produksi dalam negeri.
Semaksimal mungkin diupayakan menggunakan standar nasional.
Metoda pelaksanaan harus logis, realistik dan dapat dilaksanakan.
Jadwal waktu pelaksanaan harus sesuai denganmetoda pelaksanaan.
Harus mencabtumkan macam, jenis, kapasitas dan jumlah peralatan
utama minimal yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Harus mencantumkan syarat-syarat bahan yang dipergunakan dlam
pelaksanaan pekerjaan.
harus mencantumkan syarat-syarat pengujian bahan dan hasil produk.
Harus mencantumkan kriteria kinerja produk (output Performance) yang
diinginkan.
harus mencantumkan tata cara pengukuran dan tata cara pembayaran

Pendahuluan
Spesifikasi teknis ini merupakan ketentuan yang harus dibaca bersama-sama
dengan gambar-gambar yang keduanya menguraikan pekerjaan yang harus
dilaksanakan. Istilah pekerjaan mencakup suplai dan instalasi seluruh peralatan
dan material yang harus dipadukan dalam konstruksi-konstruksi, yang
diperlukan menurut dokumen-dokumen kontrak, serta semua tenaga kerja yang
dibutuhkan untuk memasang dan menjalankan peralatan dan material tersebut.
Spesifikasi untuk pekerjaan yang harus dilaksanakan dan material yang harus
disepakati, harus diterapkan baik pada bagian dimana spesifikasi tersebut
ditemukan maupun bagian-bagian lain dari pekerjaan dimana pekerjaan atau
material tersebut dijumpai.

A2

Lokasi Pekerjaan
Lokasi pekerjaan akan ditunjukkan oleh direksi dan dapat dilihat pada gambargambar rencana terlampir.

A3

A4

Ruang Lingkup Pekerjaan


Ruang lingkup pekerjaan sesuai dengan yang setara pada daftar kuantitas (form
rencana anggaran biaya).

Perijinan

Pembangunan WTP Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Sistem Reverse Osmosis Kapasitas 5 l/dtk

Spesifikasi Teknis
Setelah penyedia barang/jasa ditunjuk, bila pekerjaan ini memerlukan ijin dari
instansi lain yang berwenang, maka penyedia barang/jasa yang bersangkutan
harus menyelesaikan perijinan tersebut. Direksi, dalam batas-batas
kewenangannya, akan membantu untuk menyiapkan surat-surat resminya, tetapi
segala biaya yang diperlukan untuk perijinan tersebut merupakan tanggung
jawab penyedia barang/jasa.
Pekerjaan di lapangan tidak diperkenankan dimulai apabila perijinan yang
diperlukan belum diperoleh.
Apabila pada saat melaksanakan pekerjaan terdapat suatu bangunan atau
material
yang
menghalangi
pekerjaan,
jika
harus
membongkar
bangunan/material tersebut akan memerlukan perijinan dan biaya tambahan,
maka hal tersebut terlebih dahulu harus didiskusikan dengan direksi untuk
mencari jalan keluarnya.

A5

Pekerjaan-Pekerjaan Sementara
Jalan masuk ke lokasi, termasuk pada sarana perlengkapan lain seperti
jembatan darurat dan sebagainya, yang bersifat sementara harus disiapkan oleh
penyedia barang/jasa. Jika diperlukan jembatan-jembatan darurat, maka
penyedia barang/jasa harus merencanakannya dengan lebar minimal 3,50 meter
dari kayu yang cukup kuat untuk menahan muatan gandar 5 ton, atau dengan
perencanaan yang disetujui oleh pihak direksi. Penyedia barang/jasa wajib
memelihara sarana tersebut dan semua biaya yang dikeluarkan untuk
pemeliharaan tersebut kalau tidak dipergunakan lagi harus dibongkar,
dirapihkan kembali seperti keadaan semula atau seperti yang disyaratkan oleh
direksi.
Penyedia barang/jasa harus membuat saluran-saluran untuk pembuangan
semua air bekas dan sisa buangan dari pekerjaan-pekerjaan, termasuk
pekerjaan sementara, yang ditimbulkan dimana saja. Cara pembuangan harus
tidak merusak lingkungan setempat dan tidak mengganggu pihak-pihak yang
mempunyai kepentingan terhadap tanah atau saluran/anak sungai dimana air
bekas dan sisa buangan akan dibuang.

A6

Penyediaan Air, Tenaga Listrik dan Lampu Penerangan


Alat yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan harus disediakan oleh
penyedia barang/jasa, termasuk peyediaan peralatan dan perpipaan sementara
untuk mengangkut air ke lokasi pekerjaan, sehingga tidak akan mempengaruhi
kelancaran pekerjaan. Biaya untuk keperluan tersebut menjadi tanggung jawab
penyedia barang/jasa. Kualitas air yang diisyaratkan ditentukan pada bagian lain
dari spesifikasi teknis ini.

A7

Tenaga listrik yang diperlukan bagi pelaksanaan pekerjaan harus disediakan


sendiri oleh penyedia barang/jasa dengan jenis dan kapasitas yang sesuai
dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan dan harus ada persetujuan dari
direksi. Penyediaan tenaga listrik tersebut termasuk pula kabel-kabel, alat-alat
pengukur serta fasilitas pengaman yang diperlukan dan lampu-lampu
penerangan untuk menjamin lancarnya pelaksanaan pekerjaan.

Gambar-Gambar Kerja

Pembangunan WTP Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Sistem Reverse Osmosis Kapasitas 5 l/dtk

Spesifikasi Teknis
Gambar-gambar rencana untuk pekerjaan ini akan diberikan kepada penyedia
barang/jasa dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dokumen kontrak.
Gambar-gambar tersebut adalah gambar-gambar yang paling akhir setelah
diadakan perubahan-perubahan dan merupakan patokan bagi pelaksanaan
pekerjaan. Penyedia barang/jasa wajib melaksanakan pekerjaan sesuai dengan
gambar atau perbedaan ketentuan antar gambar rencana dan spesifikasi yang
berhubungan dengan hal tersebut.
Tidak dibenarkan untuk menarik keuntungan dari kesalahan-kesalahan,
kekurangan-kekurangan pada gambar atau perbedaan ketentuan antar gambar
rencana dan spesifikasi teknis. Apabila ternyata terdapat kesalahan,
kekurangan, perbedaan dan hal-hal lain yang meragukan, penyedia barang/jasa
harus mengajukannya kepada direksi secara tertulis, dan direksi akan
mengoreksi atau menjelaskan gambar-gambar tersebut untuk kelengkapan yang
telah disebutkan dalam spesifikasi teknis. Koreksi akibat penyimpangan
keadaan lapangan terhadap gambar rencana akan ditentukan oleh direksi dan
disampaikan secara tertulis kepada penyedia barang/jasa.
Paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaan pekerjaan, penyedia
barang/jasa harus menyerahkan gambar kerja (shop drawing) kepada pihak
direksi sebanyak 3 (tiga) rangkap, termasuk perhitungan-perhitungan yang
berhubungan dengan gambar tersebut.
Gambar kerja untuk semua pekerjaan harus senantiasa disimpan di lapangan.
Gambar-gambar tersebut harus berada dalam kondisi baik, dapat dibaca dan
merupakan hasil revisi terkahir. Penyedia barang/jasa juga harus menyiapkan
gambar-gambar yang menunjukan perbedaan antara gambar rencana dan
gambar kerja. Semua biaya untuk itu menjadi tanggung jawab penyedia
barang/jasa.

A8

Ukuran-ukuran
Ukuran-ukuran yang tertera pada gambar adalah ukuran sebenarnya dan
gambar tersebut adalah gambar berskala. Jika terdapat perbedaaan antara
ukuran dan gambarnya, maka penyedia barang/jasa harus segera meminta
pertimbangan dari para ahli untuk menetapkan mana yang benar.

A9

Peralatan
Semua peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan ini harus
disediakan oleh penyedia barang/jasa. Sebelum suatu tahapan pekerjaan
dimulai, penyedia barang/jasa harus mempersiapkan seluruh peralatan yang
dibutuhkan untuk pelaksanaan tahap pekerjaan tersebut. Penyediaan peralatan
di tempat pekerjaan, dan persiapan peralatan pekerjaan harus terlebih dahulu
mendapat penelitian dan persetujuan dari direksi.
Tanpa persetujuan direksi, penyedia barang/jasa tidak diperbolehkan untuk
memindahkan peralatan yang diperlukan dari lokasi pekerjaan.
Kerusakan yang timbul pada sebagian atau keseluruhan peralatan yang akan
mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan harus segera diperbaiki atau
diganti hingga direksi menganggap pekerjaan dapat dimulai.

A10 Penyediaan Material

Pembangunan WTP Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Sistem Reverse Osmosis Kapasitas 5 l/dtk

Spesifikasi Teknis
Penyedia barang/jasa harus menyediakan sendiri semua material seperti yang
disebutkan dalam daftar kuantitas (daftar rencana anggaran biaya) kecuali
ditentukan lain di dalam dokumen kontrak.
Untuk material-material yang disediakan oleh direksi, penyedia barang/jasa
harus mengusahakan transportasi dari gudang yang ditentukan ke lokasi
pekerjaan. Penyedia barang/jasa harus memeriksa dahulu material-material
tersebut dan harus bertanggung jawab atas pengangkutan sampai di lokasi
pekerjaan. Penyedia barang/jasa harus mengganti material yang rusak atau
kurang akibat oleh cara pengangkutan yang salah atau hilang akibat kelalaian
penyedia barang/jasa.
Semua peralatan dan material yang disediakan dan pekerjaan yang
dilaksanakan harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan dalam
dokumen kotrak. Nama produsen material dan peralatan yang digunakan,
termasuk cara kerja, kemampuan, laporan pengujian dan informasi penting
lainnya mengenai hal ini harus disediakan bila diminta untuk dipertimbangkan
oleh direksi. Bila menurut pendapat direksi hal-hal tersebut tidak memuaskan
atau tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan dalam dokumen
kontrak, maka harus diganti oleh penyedia barang/jasa tanpa biaya tambahan.
Semua peralatan dan material harus disuplai dengan urutan dan waktu
sedemikian rupa sehingga dapat menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan
dengan memperhitungkan jadwal untuk pekerjaan lainnya.

A11 Contoh Contoh Material


Contoh-contoh material harus segera ditentukan dan diambil dengan cara
pengambilan contoh menurut Acuan Normatif yang disetujui direksi. Contohcontoh harus menggambarkan secara nyata kualitas material yang akan dipakai
pada pelaksanaan pekerjaan.
Contoh-contoh yang telah disetujui direksi harus disimpan terpisah dan tidak
tercampur atau terkotori yang dapat mengurangi kualitas material tersebut.
Penawaran penyedia barang/jasa harus sudah termasuk biaya yang diperlukan
untuk pengujian material.
Jika dalam spesifikasi teknis ini tidak disebutkan harus menggunakan materialmaterial dari jenis atau merk tertentu, maka penyedia barang/jasa harus meminta
petunjuk direksi untuk menentukan jenis atau merk material yang baik dan dapat
diperbolehkan untuk digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Penyedia
barang/jasa dapat mengganti dengan produk atau merk material yang baik dan
diperbolehkan untuk digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Penyedia
barang/jasa dapat mengganti dengan produk atau merk lain yang sekurangkurangnya mempunyai kualitas yang sama dengan kualitas yang ditentukan oleh
direksi.

A12 Perlindungan Terhadap Cuaca


Penyedia barang/jasa dengan tanggungan sendiri dan dengan persetujuan
direksi terlebih dahulu harus mengusahakan langkah-langkah dan peralatan
yang diperlukan untuk melindungi pekerjaan dan bahan-bahan serta peralatan
yang digunakan agar tidak rusak atau berkurang mutunya karena pengaruh
cuaca.

A13 Pematokan
Pembangunan WTP Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Sistem Reverse Osmosis Kapasitas 5 l/dtk

Spesifikasi Teknis
Penyedia barang/jasa harus mengerjakan pematokan untuk menentukan kedudukan
dan peil bangunan sesuai dengan gambar rencana. Pekerjaan ini seluruhnya harus
mendapat persetujuan direksi terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan
selanjutnya. Direksi dapat melakukan revisi pemasangan patok tersebut bila
dipandang perlu. Penyedia barang/jasa harus mengerjakan revisi tersebut sesuai
dengan petunjuk direksi.
Sebelum memulai pekerjaan pemasangan patok, penyedia barang/jasa harus kan
kepada direksi sekurang-kurangnya 2 (dua) hari sebelumnya, sehingga direksi dapat
mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk melakukan pengawasan.
Pekerjaan pematokan yang telah selesai, diukur oleh penyedia barang/jasa untuk
mendapat persetujuan direksi. Hanya hasil pengukuran yang telah disetujui direksi
yang dapat digunakan sebagai dasar untuk pembayaran pekerjaan. Penyedia
barang/jasa wajib menyediakan alat-alat ukur dengan perlengkapannya, juru ukur
serta pekerjaan lain yang diperlukan oleh direksi untuk melakukan pemeriksaan
untuk melakukan pemeriksaan/pengujian hasil pengukuran.
Semua tanda-tanda dilapangan yang diberikan oleh direksi atau dipasang sendiri
oleh penyedia barang/jasa harus tetap dipelihara dan dijaga dengan baik oleh
penyedia barang/jasa. Apabila ada yang rusak harus segera diganti dengan yang
baru dan meminta kembali persetujuan dari direksi. Bila terdapat penyimpangan dari
gambar rencana, penyedia barang/jasa harus mengajukan 3 (tiga) rangkap gambar
penampang dari daerah yang dipatok tersebut. Direksi akan membubuhkan tanda
tangan persetujuan dari pendapat/revisi pada satu copy gambar tersebut dan
mengembalikannya kepada penyedia barang/jasa. Setelah diperbaiki, penyedia
barang/jasa harus mengajukan kembali gambar hasil revisinya. Gambar-gambar
tersebut harus dibuat pada kertas kalkir agar memungkinkan untuk diproduksi.
Semua gambar-gambar yang telah disetujui harus diserahkan kepada direksi dalam
kalkir asli dan 2 (dua) copy hasil reproduksinya. Ukuran dan huruf yang digunakan
pada gambar tersebut harus sesuai dengan ketentuan direksi.

A14 Rambu-rambu
Di tempat-tempat yang dipandang perlu, penyedia barang/jasa harus menyediakan
rambu-rambu untuk keperluan kelancaran lalu lintas. Tanda-tanda tersebut harus
cukup jelas untuk menjamin keselamatan lalu lintas. Apabila pekerjaan harus
memotong/menyeberangi jalan dengan lalu lintas padat, penyedia barang/jasa harus
melaksanakan pekerjaan secara bertahap atau apabila dipandang perlu
dilaksanakan pada malam hari. Segala biaya untuk keperluan tersebut harus sudah
termasuk di dalam penawaran penyedia barang/jasa.

A15 Program Kerja


Penyedia barang/jasa harus menyiapkan rencana kerja secara detail dan harus
diserahkan kepada direksi paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaan suatu
tahapan pekerjaan dimulai.
Rencana kerja tersebut harus mencakup :
a. Usulan waktu untuk pengadaan, pembuatan dan suplai berbagai bagian
pekerjaan.
b
c

Usulan waktu untuk pengadaan dan pengangkutan bagian-bagian lain ke


lapangan.
Usulan waktu dimulainya serta rencana selesainya setiap bagian pekerjaan
dan/atau pemasangan berbagai bagian pekerjaan termasuk pengujiannya.

Pembangunan WTP Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Sistem Reverse Osmosis Kapasitas 5 l/dtk

Spesifikasi Teknis
d
e
f
g

Usulan jumlah jam kerja bagi tenaga-tenaga yang disediakan oleh penyedia
barang/jasa.
Jumlah tenaga kerja yang dipakai pada setiap tahapan pekerjaan dengan
disertai latar belakang pendidikan, pengalaman serta penugasannya.
Jenis serta jumlah mesin-mesin dan peralatan yang akan dipakai pada
pelaksanaan pekerjaan.
Cara pelaksanaan pekerjaan.
Program kerja tersebut antara lain dituangkan dalam bentuk Kurva-S beserta
lampiran penjelasan.

A16 Pemberitahuan Untuk memulai Pekerjaan


Penyedia barang/jasa diharuskan untuk memberikan penjelasan tertulis selengkapnya
apabila direksi memerlukan penjelasan tentang tempat-tempat asal mula material yang
didatangkan untuk suatu tahap pekerjaan sebelum mulai pelaksanaan tahapan
tersebut. Dalam keadaan apapun, penyedia barang/jasa tidak dibenarkan untuk
memulai pekerjaan yang sifatnya permanen tanpa mendapat persetujuan terlebih
dahulu dari direksi.
Pemberitahuan yang jelas dan lengkap harus terlebih dahulu disampaikan kepada
direksi sebelum memulai pekerjaan, agar direksi mempunyai waktu yang cukup untuk
mempertimbangkan persetujuannya.
Pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang menurut direksi penting, harus dihadiri dan
diawasi langsung oleh direksi atau wakilnya. Pemberitahuan tentang akan
dilaksanakannya pekerjaan-pekerjaan tersebut harus sudah diterima oleh direksi
selambat-lambatnya 2 (dua) hari sebelum pekerjaan dilaksanakan.

A17 Rapat-Rapat
Apabila dipandang perlu, direksi dan/atau penyedia barang/jasa dapat mengadakan
rapat-rapat dengan mengundang penyedia barang/jasa dan konsultan serta pihakpihak tertentu yang berkaitan dengan pembahasan dan permasalahan pelaksanaan
pekerjaan. Semua hasil/risalah rapat merupakan ketentuan yang bersifat mengikat bagi
penyedia barang/jasa.

A18 Prestasi Kemajuan Pekerjaan


Prestasi kemajuan pekerjaan ditentukan dengan jumlah prosentasi pekerjaan yang
telah diselesaikan penyedia barang/jasa dan disetujui oleh direksi. Prosentase
pekerjaan ini dihitung dengan membandingkan nilai volume pekerjaan yang telah
diselesaikan terhadap nilai kontrak keseluruhan.
Pembayaran akan dilakukan sesuai dengan prestasi kemajuan pekerjaan berdasarkan
harga satuan yang tercantum dalam kontrak.

A19 Penyelesaian Pekerjaan


Pekerjaan harus mencakup seluruh elemen yang diperlukan walaupun tidak
diuraikan secara khusus dalam spesifikasi teknis dan gambar-gambar, namun
Pembangunan WTP Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Sistem Reverse Osmosis Kapasitas 5 l/dtk

Spesifikasi Teknis
tetap diperlukan agar hasil pelaksanaan pekerjaan dapat berfungsi dengan baik
secara keseluruhan sesuai dengan kontrak.
Penyedia barang/jasa harus menguji hasil pekerjaan setiap tahap dan/atau
secara keseluruhan sesuai dengan ketentuan spesifikasi teknisnya. Apabila dari
hasil pengujian terdapat bagian pekerjaan yang tidak memenuhi syarat,
penyedia barang/jasa dengan biaya sendiri harus melaksanakan perbaikan
sampai dengan hasil pengujian ulang berhasil dan dapat diterima oleh direksi.

A20 Laporan-Laporan
Selama periode pekerjaan di lapangan, penyedia barang/jasa harus membuat
laporan harian dan laporan mingguan yang menggambarkan kemajuan
pekerjaan. Laporan tersebut memuat sekurang-kurangnya informasi yang
mencakup :
a. Uraian mengenai kemajuan kerja yang sesungguhnya dicapai menjelang
akhir minggu.
b. Jumlah personil yang bertugas selama minggu tersebut.
c. Material dan barang-barang serta peralatan yang disediakan.
d. Kondisi cuaca.

B.

SPESIFIKASI TEKNIS PAKET INSTALASI PENGOLAHAN AIR

B1

UMUM.

B1.1 Ruang Lingkup


Spesifikasi ini bagian dari kontrak yang merupakan syarat-syarat untuk unit
paket instalasi pengolahan air (IPA), material, pabrikasi dan pemasangan
pekerjaan konstruksi.
Pekerjaan yang harus dilaksanakan adalah :
a. Merencanakan secara rinci proses pengolahan & konstruksi lengkap sesuai
kebutuhan terkait kuantitas dan kualitas air baku yang datanya telah
disediakan oleh pengguna barang/jasa.
b. Kapasitas IPA paket yang ditawarkan maksimum 5 l/det, bila lebih besar
dari 5 l/det. Maka ditawarkan secara modular.
c. Pengadaan unit paket IPA yang terdiri dari bahan-bahan yang dilindungi
dengan anti karat dan perlengkapan-perlengkapannya.
e. Disarankan untuk mengasuransikan unit paket IPA selama transportasi dari
pabrik ke lokasi proyek
f.
Pengadaan dan pemasangan instalasi perpipaan unit paket IPA, peralatan
listrik (kabel-kabel), valve dan lain-lain.
g. Trial run dan commisioning sampai dengan hasil produksi memenuhi
standar kualitas air minum yang termasuk di dalamnya pemeriksaan hasil
kualitas air baku dan air olahan di laboratorium selama masa uji coba.
B1.2 Acuan Normatif
SNI 06-0112-1987, Pipa polister serat gelas untuk saluran air bertekanan dan
saluran air buangan
Pembangunan WTP Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Sistem Reverse Osmosis Kapasitas 5 l/dtk

Spesifikasi Teknis
SNI 06-0162-1987, Pipa PVC untuk saluran air buangan di dalam dan di luar
bangunan.
SNI 07-0070-1987, Mutu dan cara uji baja siku sama kaki bertepi bulat canai
panas hasil reroling.
SNI 07-0071-1987, Mutu dan cara uji pipa baja las spiral.
SNl 07-2295-1988, Sambungan profil dengan profil menggunakan sistem las
atau baut .
SNl 07-2225-1991, Pipa baja saluran air.
SNI 05-0141.2-1996, Unjuk kerja pompa sentrifugal
SNI 04-0225-2000, Persyaratan umum instalasi listrik 2000 (PUIL 2000).
SNI 06-0084-2002, Pipa PVC untuk saluran air minum.
RSNI 19-6774-2002, Tata cara perencanaan paket instalasi pengolahan air (!
PA).
SNI 19-6775-2002, Tata Cara Pengoperasian dan Pemeliharaan Unit Paket IPA
Kapasitas 5 lpd Ke atas
RSNI 1906773-2004 sbg revisi SNI 19-6773-2002, Spesifikasi Unit Paket
Instalasi Pengolahan Air Konstruksi Baja
B1.3 Dokumen Gambar
Peserta pelelangan harus melampirkan gambar beserta brosur asli dari pabrik
dalam dokumen penawarannya, yang menggambarkan ukuran dan spesifikasi
teknis dari unit paket Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang ditawarkan.
B1.4 Keselamatan kerja
Penyedia barang/jasa harus menjamin keselamatan dan kesehatan para pekerja
maupun masyarakat sekeliling workshop dan lokasi pemasangan, mengikuti
peraturan keselamatan yang dikeluarkan oleh Pemerintah, antara lain:
a.
b.
c.

Lokasi pemasangan harus diberi pagar/jaring untuk mencegah bendabenda jatuh yang bisa menyebabkan jatuhnya korban.
Dibuat jeruji sementara di tempat yang berisiko tinggi orang dapat jatuh.
Menjaga keamanan hal-hal yang berhubungan dengan listrik.

B1.5 Rencana Kerja / Time Schedule


Segera setelah Surat Perintah Mulai Kerja diterbitkan, penyedia barang/jasa
harus menyerahkan rencana kerja (time schedule) untuk disetujui direksi.
Penyedia barang/jasa tidak diperbolehkan mengubah rencana kerja tanpa
persetujuan pengguna barang/jasa.
Jika kemajuan pekerjaan tidak sesuai dengan time schedule, maka pengguna
barang/jasa dapat menginstruksikan kepada penyedia barang/jasa untuk
meninjau kembali jadwal yang ada.
B1.6 Gambar Pelaksanaan / Shop Drawing
Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan, penyedia barang/jasa harus
menyerahkan shop drawing kepada direksi. Shop drawing harus dapat
memberikan informasi yang lengkap mengenai komponen-komponen yang ada
dalam suatu instalasi, meliputi lokasi, tipe, ukuran-ukuran baut dan pekerjaan
pengelasan, yang seluruhnya harus disediakan oleh Penyedia barang/jasa
sesuai dengan kemajuan pelaksanaan pekerjaan.

Pembangunan WTP Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Sistem Reverse Osmosis Kapasitas 5 l/dtk

Spesifikasi Teknis
Shop drawing harus dibuat sesuai dengan kondisi yang ada dan dalam
pelaksanaan pekerjaannya dibuat secara efektif dan ekonomis. Simbol-simbol
pengelasan yang digunakan pada shop drawing harus sesuai dengan ISO 2553.
Selama waktu yang ditentukan di dalam time schedule, Penyedia barang/jasa
harus mengajukan shop drawing untuk disetujui oleh pengguna barang/jasa.
Gambar yang disetujui akan ditanda tangani atau ditandai oleh pengguna
barang/jasa.
Setiap shop drawing yang tidak disetujui oleh pengguna barang/jasa, harus
segera diperbaiki oleh Penyedia barang/jasa sesuai dengan keinginan
pengguna barang/jasa dan harus segera diserahkan kembali.
Penyedia barang/jasa bertanggung jawab terhadap kesalahan atau kelalaian
dalam shop drawing.
B1.7 Lokasi Instalasi
Penyedia barang/jasa harus memeriksa rute transportasi dari workshop ke lokasi
pemasangan dan melaporkan kepada pengguna barang/jasa unit-unit apa saja
yang membutuhkan perubahan ukuran dan juga unit-unit yang akan dimodifikasi
jika ada. Penyedia barang/jasa dapat memanfaatkan fasilitas listrik dan air yang
ada di lokasi dan untuk semua ini penyedia barang/jasa harus membayar
kepada pihak PDAM atau pihak yang terkait dan apabila tidak ada fasilitas
tersebut maka Penyedia barang/jasa harus sudah memperhitungkan dan
membiayai sendiri semua pengeluaran tersebut. Setelah pekerjaan selesai,
Penyedia barang/jasa harus membenahi semua perlengkapannya dan lokasi
proyek harus sudah bersih dan siap untuk digunakan sesuai dengan keinginan
pengguna barang/jasa.

B2

KRITERIA UMUM UNIT PAKET INSTALASI PENGOLAHAN


AIR (IPA)
Secara garis besar Unit Paket Instalasi Pengolahan Air (IPA) ini harus memenuhi
beberapa kriteria secara umum sebagai berikut :
a. Perlu diperhatikan kekuatan, umur dan kesesuaian jenis material bahan
Instalasi pengolah Air di lapangan terhadap kualitas air baku dan atau lokasi
daerah.
b.

Unit Paket Instalasi Pengolahan Air (IPA) harus memiliki kapasitas Q 5 l/det
(sesuai kebutuhan)

c.

Harus dipasang di atas tanah yang stabil, bila kondisi tidak memungkinkan
wajip diberi pondasi khusus sesuai kebutuhan untuk menopang bangunan
Unit Paket Instalasi Pengolahan Air (IPA)

d.

Harus dioperasikan secara mudah, tidak memerlukan penanganan operasi


oleh tenaga ahli dengan ketrampilan khusus / pendidikan khusus yang
tinggi.

e.

Unit Paket Instalasi Pengolahan Air (IPA) ini harus terdiri dari unit untuk
pengolahan koagulasi, flokulasi, sedimentasi dan filtrasi, terbuat dari bahanbahan yang dilindungi anti karat, mudah dipasang, mudah untuk dikontrol
dan mudah pemeliharaannya.

Pembangunan WTP Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Sistem Reverse Osmosis Kapasitas 5 l/dtk

Spesifikasi Teknis
f.

Permukaan bagian luar dan dalam tidak cacat dan kedap air

g.

Hendaknya menggunakan perlengkapan-perlengkapan yang memerlukan


energi listrik sesedikit mungkin sehingga biaya operasi tidak mahal (hemat
energi).

h.

Zat-zat kimia yang diperlukan untuk pengolahan air tersebut harus mudah
didapatkan di pasaran dalam negeri dan harganya relatif murah.

i.

Diharuskan untuk mengikuti ketentuan-ketentuan Pemerintah dalam


pengadaan/ pemakaian bahan-bahan bangunan produksi dalam negeri,
kecuali beberapa bagian yang memang belum dapat diproduksi dalam
negeri.

m. Perlengkapan-perlengkapan
tersebut
hendaknya
sesuai
dengan
standarisasi yang ada sehingga mudah diperluas atau diperbaiki, suku
cadang diusahakan untuk mudah didapatkan dipasaran dalam negeri.
n.

B3

Untuk memberikan hasil yang sebaik-baiknya, maka harus ada


jaminan/garansi dari Pabrikan, bahwa Unit Paket Instalasi Pengolahan Air
(IPA) tersebut berjalan dengan baik dengan kualitas pengolahan air sesuai
dengan yang diharapkan, minimal 2 (dua) tahun sejak Unit Paket Instalasi
Pengolahan Air (IPA) tersebut dioperasikan.

BAHAN DAN PERALATAN

B3.1 Pelat baja


Pelat Baja harus memenuhi ketentuan berikut :
a)

Pelat baja Mild Steel SS-400, harus dibersihkan dengan pasir bertekanan
sesuai ketentuan yang berlaku

b)

Pelat baja harus diberi pelapisan, Pelapisan dilakukan dengan cara


sebagai berikut:

Tabel 1

(1)

Pelapisan bagian dalam


Pelapisan ini menggunakan jenis epoxy yang diperuntukan untuk air
minum (food grade) dengan ketebalan lapisan epoxy, minimal 100
mikron.

(2)

Pelapisan bagian luar


a). Pelapisan yang digunakan adalah cat dasar zinchromat dengan
ketebalan 50 mikron,
b) pelapisan akhir (Finished coat) menggunakan email coat
dengan ketebalan 50 mikron dan diwarnai biru.
Ketebalan dari pelat baja dapat dilihat pada tabel 5-13.

Tebal pelat IPA Baja dinding rata, corrugated dan


kapasitas IPA

Pembangunan WTP Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Sistem Reverse Osmosis Kapasitas 5 l/dtk

10

Spesifikasi Teknis
Ketebalan pelat IPA dinding
rata (mm)
Bentuk
Bentuk
Kontak
Bulat/Konus
4
4
6
6

No

Kapasitas
IPA
(L/detik)

Ketebalan pelat
IPA dinding
corrugated (mm)

10

20

50

Minimal 10

5
5

B3.2 Fibreglass Reinforce Plastic (FRP)


Pelat Fibreglass harus memenuhi ketentuan berikut :
Menggunakan bahan dan material sebagai berikut (acuan komposisi bahan yang
diuji laboratorium terakreditasi harap dilampirkan):
1.

Material Utama
a)
Polyester Resin Unsaturated Tipe ORTHO dan ISO (atau setara)
b)
Chopped Strand Mat
c)
Roving Cross Mat

2.

Material Pendukung
a)
Pasta pigment/warna
b)
Filler
c)
Katalisator
d)
Cobalt
Ketebalan dari dinding unit paket IPA adalah sebagai berikut:

Tabel 2

Tebal pelat IPA Fibreglass

1
2

Kapasitas IPA
( L/detik)
2,5
5

Ketebalan Pelat Dinding IPA


(mm)
5-8
4-8

10

5-12

No

B3.3 Pelat pengendap


Pelat pengendap dari bahan fiber glass, PVC dan stainless steel dengan
lendutan (defleksi) tidak melebihi 5 % pada beban 1285 N/m2 .
B3.4 Perpipaan dan perlengkapan
Perpipaan dan Perlengkapan vang digunakan :
Pembangunan WTP Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Sistem Reverse Osmosis Kapasitas 5 l/dtk

11

Spesifikasi Teknis
a)
b)
c)

Pipa PVC, harus sesuai SNI 06-0084-2002 tentang Pipa PVC untuk saluran
air minum, SNI 06-0162-1987 tentang Pipa PVC untuk saluran air buangan
di daiam dan diluar bangunan;
Pipa baja saluran air, harus sesuai SNl 07-2225-1991 dan harus di finished
print;
Katup terdiri dari :
(1)

(2)
(3)

Butterfly valve
Butterfly valve harus digunakan untuk mengatur debit.
Untuk ukuran butterfly valve > 100 mm, harus menggunakan 2
piringan (flens).
Gate valve
Gate valve sebagai isolating valve, harus memenuhi ketentuan :
Dilengkapi cincin penutup (seal) anti bocor.
Check valve

B3.5 Tangki pembubuh dan pengaduk


Tangki pembubuh dan pengaduk dari fiberglass atau sejenisnya yang tahan
terhadap larutan kimia. Dimensi, kapasitas dan bentuk sesuai dengan SNI 196774-2002, tata cara perencanaan paket unit IPA
B3.6 Peralatan pelengkap
a)

Pompa air baku dengan ketentuan sebagai berikut (sesuai dengan SNI 196774-2002, tata cara perencanaan paket unit IPA) :
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)

Pompa air baku harus dipilih dari jenis submersible, centrifugal dan
yang tidak mudah tersumbat (non clogging);
Bila menggunakan pompa centrifugal harus memperhitungkan jarak
dari pompa terhadap muka air terendah (net positif suction head).
Pompa air baku sampai head 30 m harus mempunyai impeller tunggal
(single stage);
Bearing pompa menggunakan pelumas (lubrication air);
Elektromotor yang dapat dipakai dalam air dengan ketentuan sebagai
berikut itu :
a)
b)
c)
d)

Dapat dioperasikan dengan daya yang tersedia 220/380 volt, 3


phase, 50 Hz; atau sesuai daya PLN
Pole : 2 atau 4 pole;
Putaran maksimal 2900 rpm.;
Mesin listrik minimal 5 HP dengan starting sistern Start Delta
dan mampu bekerja selama 15 jam per hari dengan suhu
lingkungan (ambient temperatur ) 50 C, khusus.
untuk pompa submerbsible ambient temperatur maksimum
22 oC.

(6)

Bahan pompa air baku terdiri dari :


a)
b)

Casing terbuat dari cast iron;


Kipas (Impeller) pompa terbuat dari stainless steel, high crome
steel, cast iron special dan bronze;

Pembangunan WTP Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Sistem Reverse Osmosis Kapasitas 5 l/dtk

12

Spesifikasi Teknis
c)
(7)

As pompa ( shaft) terbuat dari stainless steel;

Perlengkapan pompa air baku terdiri atas:


a)
b)

Satu set pressure gauge, 0,50 -5kg/cm2;


Perlengkapan pompa air baku ada 2 tipe yaitu:
1. Tipe 1, pompa air baku dilengkapi dengan rantai dan pipa
discharge flexible lengkap dengan fitting untuk sambungan ke
pipa tranmisi air baku;
2. Tipe 2, pompa air baku dilengkapi dengan sistem guinding bar
dan pipa GIP untuk discharge lengkap dengan fitting dan bend
90 medium untuk sambungan ke pipa tranmisi air baku;

c)

Harus menyediakan kabel khusus pompa submersible yang


sesuai dengan uluran dan daya motor pompa terpasang. Bila
memerlukan penyambungan dalam air , harus diberi isolasi
khusus

Spesifikasi Mesin Pompa Submersible / Pompa Celup :


Merk
:Type
: 100 DL511
Cap.
: 5 Ltr/ Detik
Head
: 60 m
Material
: Stainless Steel ( Anti Karat )
Power
: 11 KW/ 15 HP/ 380 V/ 3 Phase/ 50 Hz/ 1500 Rpm
b)

Pompa Air Minum


Pompa Air Minum dengan ketentuan sebagai berikut (sesuai dengan SNI
19-6774-2002, tata cara perencanaan paket unit IPA):
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)

Pompa air baku harus dipilih dari jenis centrifugal horizontal/vertical ;


Dapat dipakai single stage atau multi stage dengan casing dari besi
tuang (cast iron ) dan kipas dari kuningan atau baja tahan
karat/stainless steel;
Ball bearing memakai bahan pelumasnya dari gemuk;
Dapat dioperasikan dengan daya yang tersedia 220/380 Volt, 3
phase, 60 Hz;
Pole : 2 atau 4 pole;
COS phi : 0,80
Putaran maksimal 1500 rpm atau 2900 untuk head tinggi.;
Mesin listrik diatas 5 HP dengan starting sistern Start Delta dan
mampu bekerja selama 15 jam per hari dengan temperatur ambien
50 C.
Mesin listrik minimal 5 HP dengan starting sistern Start Delta.

Spesifikasi Mesin pompa :


Merk
Type
Cap.

:: 65X50 SSJA
: 5 ltr/ det.

Pembangunan WTP Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Sistem Reverse Osmosis Kapasitas 5 l/dtk

13

Spesifikasi Teknis
Head
Sealling
Power
c)

Perlengkapan pompa Air Minum (sesuai dengan SNI 19-6774-2002, tata


cara perencanaan paket unit IPA):
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

d)

Satu set pressure gauge, sampai 10,0 kg/cm2 dilengkapi dengan


three way valve/tee;
Float level control valve dan pressure switch;
Reducer, gate valve, non return valve, air valve, riser pipe untuk pipa
discharge;
Fitting pipa terrmasuk steel bend untuk pipa discharge dan support
kabel;
Kabel dan alat sambungnya dari motor ke panel pompa;
Brosur/ buku mengenai:
a) Petunjuk operasi dan pemeliharaan;
b) Kurva Kinerja.

Pompa pembubuh, yaitu (sesuai dengan SNI 19-6774-2002, tata cara


perencanaan paket unit IPA) :
Pembubuh larutan kimia harus menggunakan pompa dengan ketentuan
sebagai berikut:
(1)
(2)
(3)
(4)

e)

: 60 M
: Gland Paking
: 11 KW/ 15 HP/ 380 V/ 50 HZ/ 2 Pole/ 2950 RPM C/W

Stroke dapat diatur;


Jenis piston atau membrane, bila dengan membran harus sesuai
dengan bahan kimia yang dipompakan;
Pompa dapat bekerja baik dan terus menerus pada beban penuh;
Ketentuan lain mengikuti spesifikasi pabrik.

Alat Ukur Aliran (sesuai dengan SNI 19-6774-2002, tata cara perencanaan
paket unit IPA):
IPA dilengkapi dengan alat ukur aliran (flow meter) dengan Diameter tidak
melebihi dari ukuran diameter pipa atau Dia. 100 sampai dengan 150 mm
1. Flow meter inlet tipe magnetic untuk mengukur debit masuk
2. Flow meter outlet untuk mengukur debit olahan pada daerah inlet.
3. water meter

B3.7 Diesel generator set


Diesel generator set terdiri dari (sesuai dengan SNI 19-6774-2002, tata cara
perencanaan paket unit IPA) :
Sebagai tertera dalam gambar-gambar rencana, pemborong pekerjaan Diesel
Genset ini harus melakukan pengadaan dan pemasangan serta
menyerahkannya dalam keadaan baik dan siap dipergunakan.
Genset ini direncanakan untuk memberikan supply listrik ke Bangunan apabila
sumber listrik dari PLN terhenti atau dioperasikan pada saat waktu beban
puncak untuk menghemat biaya listrik. Lingkup pengadaan genset adalah
sebagai berikut.:
Pembangunan WTP Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Sistem Reverse Osmosis Kapasitas 5 l/dtk

14

Spesifikasi Teknis
1. Kapasitas Genset 1 x 300 KVA (Continuous Prime).
2. Pengadaan, pemasangan dan pengujian 1 (satu) unit Panel Kontrol Genset
lengkap dengan peralatan AMF (Automatic Main Failure).
3. Pengadaan, pemasangan dan pengujian 1 (satu) unit tangki solar harian
dengan kapasitas sesuai gambar lengkap dengan isinya dan pemipaan,
pompa listrik, pompa tangan dan peralatan bantunya dan flow meter untuk
mencocokan volume tangki.
4. Pengadaan, pemasangan dan pengujian Instalasi pengkabelan ke Panel
Kontrol Genset dan kabel-kabel kontrolnya.
5. Pengadaan, pemasangan dan pengujian instalasi Grounding System.
6. Pengadaan, pemasangan dan pengujian 1 (satu) unit Tangki Solar mingguan
kapasitas 20.000 liter dan Tangki solar harian dengan kapasitas 3.000 liter
dan 9.000 liter, beserta isi dan accessoriesnya (agar dilengkapi sertifikat
lulus
test pressure tank dan x ray dari badan instansi pemerintah/ Tera)
7. Pengadaan dan pemasangan pipa exhaust genset.
8. Pengadaan operation, maintenance, manual-book dan as built drawing.
9. Melakukan training operator.
10. Pekerjaan sipil (Sparing & opening, bobokan dan perapian kembali dll.).
11. Peredam suara ruang genset.
12. Pengadaan dan pemasangan Exhaust Fan ruang Genset, sound attenuator,
fresh air intake duct, fresh air duct dan combustion fan.
13. Marking/identifikasi/labeling/cat/finishing dari pada pemipaan, pengkabelan,
breaker, instrumentasi, valve, pompa, dst.
KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN
Diesel Generating Set
Kapasitas On Site :
- Kapasitas
- Putaran Max.
- Starting
- Jumlah
- Governor
- Jam operasi perhari

: 300 KVA
: 1500 RPM
: Battery 24 V
: Multi-silinder 4 langkah
: Tipe Electronic
: 12 jam c)

selain itu juga sebagai bagian komponen yang tidak terlepas adalah Panel
kontrol mesin harus mempunyai:
(1) Satu panel untuk mati hidup switch;
(2) Satu panel untuk pengukur tekanan oli;
(3) Satu panel untuk pengukur temperatur air;

Pembangunan WTP Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Sistem Reverse Osmosis Kapasitas 5 l/dtk

15

Spesifikasi Teknis
(4)

(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
d)

Satu panel darurat untuk mematikan mesin, bilamana temperatur air


pendingin naik, tekanan oli turun, voltage naik berlebihan, putaran
naik;
Satu panel tekanan bahan bakar;
Satu panel ammeter arus pengisi accu:
Satu panel penunjuk jam operasi mesin;
Satu panel penunjuk putaran ( tacho meter);
Satu set panel indikator kerja ;

Panel generator harus mempunyai:


(1) Satu panel Volt meter;
(2) Satu tombol pemilih tegangan (selector switch);
(3) Satu tombol pengatur tegangan;
(4) Satu panel Watt meter;
(5) Satu panel frekuensi meter;
(6) Satu tombol, reset lampu panel.

B3.8 Pengkabelan dan metode instalasi


Pengkabelan dan metode instalasi yaitu kabel berisolasi PVC, memenuhi
ketentuan (sesuai dengan SNI 19-6774-2002, tata cara perencanaan paket unit
IPA):
a) Jenis kabel terdiri dari NYA, kabel berisolasi karet dan NYA, kabel
berisolasi PVC;
b) Shaft terbuat dari baja
c) Perlengkapan Listrik :
(1) Main Swicth Gear (ECI)
Terletak dipower house dan tenaga listrik yang diperoleh dari tenaga
diesel genset diatur dan dimonitor didistribusikan melalui main switch
charger, dialirkan ke panel EC2, box lampu penerangan luar, box
lampu penerangan dalam dan sekaligus untuk panel penggerak
pompa air bersih.
Main swicth gear ini dilengkapi dengan automatic triping device untuk
under voltage, under frequency, theonal dan single phasing. Resisting
dilakukan dengan manual. Panel free standing.box yang berisi bus
bar.
(2) Panel Pompa Air Baku (WC2)
Masing-masing terletak di intake dan berisi antara lain :
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)
(3)
(4)

Ampere meter
Volt meter
Tombol untuk menjalankan pompa
Relay non bimetal
On/Off swicth
Lampu indikator untuk run, ready dan trip
Fuse dan MCB
20 watt heater

Grounding masing-masing panel


Penerangan di dalam Ruangan

Pembangunan WTP Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Sistem Reverse Osmosis Kapasitas 5 l/dtk

16

Spesifikasi Teknis
Penerangan secukupnya untuk di dalam bangunan pelengkap,
lighting fixture disediakan lampu-lampu T.L dilengkapi dengan stop
kontak, receptacle dan normal standard accessories.
(5)

(6)

Penerangan di luar ruangan


Untuk penerangan halaman dan bangunan instalasi pengolahan air
bersih serta intake harus disediakan lamou luar dengan tiang lampu,
masing-masing tiang dibuat dari steel pipe. Lampu yang dipasang
dan jenis yang tahan terhadap pengaruh panas dan hujan.
Kabel-kabel
Semua kabel harus memenuhi 7.10 PUIL 2000 SNI 04-0225-2000;
dan pemasangannya harus dilindungi dengan konduit. Untuk kabel
yang ditanam langsung harus dari jenis NYF GBY sedangkan kabel
yang terpasang dalam air harus jenis submerine. Rekanan harus
menghitung sendiri ukuran kabel yang dipergunakan dan sebelum
dipasang harus ada persetujuan terlebih dahulu dari petugas proyek.

B3.9 Pembumian (Grounding)


Pembumian terdiri dari(sesuai dengan SNI 19-6774-2002, tata
perencanaan paket unit IPA) :
a) Panel, transformator, generator dan elektromotor perlu pembumian;
b) Tahanan tanah tidak boleh dari 5 Ohm;
c) Persyaratan harus sesuai dengan SNI 04-0225- 2000, PUIL 2000.

cara

B3.10 Lemari hubung bagi


Lemari hubung bagi memenuhi ketentuan sebagai berikut (sesuai dengan SNI
19-6774-2002, tata cara perencanaan paket unit IPA) :
a) Panel harus merupakan jenis indoor, dapat berdiri tegak tanpa penopang,
dengan penghantar bagi daya jenis penampang persegi empat (bush bar);
b) Jumlah phase: 3 (tiga) phase, 4 (empat) kabel;
c) Frekuensi : 50 Hz;
d) Kapasitas isolasi untuk Voltage penghantar utama: 600 V AC; dan untuk
Voltage penghantar kontrol :250 V AC;
e) Voltage kerja untuk penghantar utama : 380 V AC; dan untuk penghantar
kontrol :220 V AC dan 100 V DC;
f)
Pabrikasi, dibuat oleh pabrik yang mempunyai sertifikat PLN;
g) Tebal pelat baja, 2,0 mm untuk dinding dan 3,0 mm untuk pintu;
h) Pada sisi penghantar masuk minimal harus dipasang satu pengaman arus
yang tidak kurang dari arus nominal penghantar masuk tersebut dan
minimal 10 A;
i)
Sakelar masuk pada MDP (Main Distribution Panel) harus diberi tanda
pengenal khusus, sehingga mudah dikenal dan dibedakan dari sakelar lain;
j)
Pada sisi penghantar keluar harus dipasang sakelar keluar, bilamana
mensuplai 3 buah atau lebih MDP : atau 3 atau iebih motor-motor yang
dayanya lebih dari1,5 KW : atau dihubungkan ke tiga atau lebih kontakPembangunan WTP Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Sistem Reverse Osmosis Kapasitas 5 l/dtk

17

Spesifikasi Teknis

k)
l)
m)
n)

o)
p)

q)
r)
s)

t)

kontak yang masing-masing mempunyai arus nominal lebih dari I6 A; atau


mempunyai arus nominal 100 A atau lebih;
Pada sisi penghantar masuk, dipasang pengaman lebur sebelum sakelar;
Pengaman lebur untuk penerangan harus di pasang secara terbuka;
Dalam pemasangan rel dan penghantar didalam MDP harus diperhitungkan
agar tidak terjadi panas yang berlebihan;
Pemasangan bagian telanjang yakni bagian yang bersifat penghantar,
tetapi tidak termasuk sirkuit arus atau bagian bertegangan lain dengan
polaritas atau phase berbeda atau sama, harus mempunyai jarak minimal 5
cm;
MDP harus diberi penghantar pembumian tersendiri;
Alat ukur dan indikator yang dipasang pada MDP harus terlihat jelas dan
harus ada petunjuk tentang besaran apa yang dapat diukur dan gejala apa
yang ditunjukan;
Penghantar rel
Penghantar rel harus terbuat dari tembaga yang memenuhi pesyaratan
sebagai penghantar listrik;
Besar arus yang mengalir diperhitungkan sesuai kemampuan rel dan tidak
akan menyebabkan suhu lebih dari 65C. Ukuran rel pada 35C menurut
Table 6.6-1, Tabel pembebanan penghantar yang diperbolehkan untuk
tembaga, PUIL 2000, SNI 04-0225-2000;
Komponen gawai kendali seperti tombol, sakelar, lampu sinyal, sakelar
magnit dan kawat penghubung harus mempunyai kemampuan yang sesuai
dengan penggunaannya dan harus mempunyai tanda atau warna yang
memudahkan operator untuk melayaninya.
(1)

Perangkat kendali
a)
b)
c)

d)
(2)

B4

Setiap motor harus dilengkapi dengan kendali tersendiri;


Tiap kendali motor arus bolak-balik harus mampu memutuskan
arus motor macet;
Sarana pemutus arus harus dapat memutuskan hubungan
antara motor serta kendali dan semua penghantar suplai yang
dibumikan, sehingga tidak ada kutub yang dapat dioperasikan
tersendiri;
Pemutus arus harus mempunyai kemampuan sekurangkurangnya 115% dari jumlah arus beban penuh;

Peralatan laboratorium minimal harus tersedia peralatan untuk


pemeriksaan kekeruhan, pH, sisa Chlor, direkomendasikan untuk
dilengkapi dengan pemeriksaan : warna, jar test, tabung Imhoff,
kepekatan Iarutan, timbangan dan peralatan gelas.

KINERJA
Paket Unit IPA harus mempunyai kinerja untuk kualitas, kuantitas air baku dan
air yang diolah, memenuhi ketentuan yang berlaku.

Pembangunan WTP Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Sistem Reverse Osmosis Kapasitas 5 l/dtk

18

Spesifikasi Teknis

B5

PEMASANGAN

B5.1

Pengiriman, Penyimpanan dan Pemeliharaan


Komponen-komponen penting harus ditangani dan ditumpukkan sedemikian rupa
sehingga tidak terjadi kerusakan permanen pada komponen, artinya kerusakan
harus diminimalkan.
Selama berlangsungnya pemasangan juga dilindungi dari timbulnya kerusakankerusakan.
Pemeliharaan khusus agar ujung-ujung yang bebas tetap keras/ kaku, mencegah
kerusakan permanen dan mampu melindungi mesin-mesin. Semua baut, mur,
washer, sekrup dan pelat-pelat kecil dan benda-benda harus dipak dengan baik dan
mudah diindentifikasikan.

B5.2

Pemasangan Kerangka / Konstruksi Baja


Hanya tenaga kerja yang terampil dan dapat diandalkan, peralatan dan atat-alat
yang aman yang dapat digunakan untuk pekerjaan pemasangan. Pelaksanaan
pekerjaan baja harus direncanakan dan dijalankan dalam kondisi yang dapat
menjamin keselamatan setiap waktu.
Selama pemasangan kerangka, baja-baja harus dibaut atau dikencangkan dengan
baik untuk menjamin agar mampu menahan semua beban yang ada selama
pemasangan, termasuk beban pemasangan instalasi dan pengoperasian. Penahan/
penguat atau pengekang sementara tetap dibiarkan pada posisinya sampai kondisi
tertentu hingga aman untuk dilepaskan.
Semua sambungan untuk penguat, baut, dan lain-lain yang bersifat sementara pada
waktu digunakan tidak boleh memperlemah struktur permanen atau mempengaruhi
kemampuan pelayanannya.

B5.3

Site Welding (Tempat Pengelasan)


Pengelasan, perencana pengelasan, tukang las dan pemeriksaan dilokasi instalasi
sesuai dengan Syarat-syarat Pengelasan.

B6

LAIN-LAIN

B6.1

Trial Run dan Comimisioning


Penawar diharuskan untuk menawarkan biaya untuk trial run termasuk training untuk
operator, supervisor dan bahan kimia yang digunakan untuk masa 120 jam (5 hari).

B6.2 Masa Pemeliharaan


Masa pemeliharaan dihitung untuk masa 180 hari kalender setelah penyerahan
pertama, dimana penawar diharuskan untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan
yang terjadi pada waktu masa pemeliharaan atas beban sendiri terkecuali kalau
kerusakan tersebut disebabkan oleh salah operator dalam pengolahannya.
B6.3 Garansi ( Jaminan )
Penawaran harus dapat memberikan jaminan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun
kepada Pengguna barang/jasa bahwa alat yang ditawarkan mampu mengolah air
baku menjadi air bersih seperti syarat yang diketuarkan oleh Departemen
Pembangunan WTP Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Sistem Reverse Osmosis Kapasitas 5 l/dtk

19

Spesifikasi Teknis
Kesehatan RI, dengan kapasitas produksi dibuktikan dengan performance test
pada trial run (pemeriksaan di laboratorium).
Selain itu harus ditakukan mutu kualitas air bersih yang dihasilkan oleh pihak
ketiga yang ditunjuk atas nama bersama. Pada Performance test trial run, semua
hasil harus disaksikan oleh Pengguna barang/jasa dan harus ada persetujuan
tertulis atas performance test tersebut.
B6.4 Petunjuk Operasional dan Pemeliharaan
Petunjuk operasional untuk menjalankan instalasi pengolahan air ini harus
dibuat dengan rincian, jelas dan dilengkapi dengan skematik/ gambar-gambar
yang mudah dipahami.Buku ini terdiri dari:
Buku manual masing-masing peralatan (dari pabrikan)
Buku Manual Sistem IPA
Buku Petunjuk Mengatasi Masalah (Trouble Shooting)
Buku Petunjuk Perawatan

Pembangunan WTP Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Sistem Reverse Osmosis Kapasitas 5 l/dtk

20