Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Guru merupakan komponen utama dalam dunia pendidikan dimana
guru berhubungan langsung dengan siswa. Guru adalah sosok manusia yang
patut digugu dan ditiru. Digugu dalam arti segala ucapannya dapat dipercaya.
Ditiru berarti segala tingkah lakunya harus dapat menjadi contoh atau teladan
bagi masyarakat.
Melihat fakta tentang guru menunjukkan bahwa sedikitnya 50 persen
guru di Indonesia tidak memiliki kualitas sesuai dengan standarisasi
pendidikan nasional. Ini menunjukkan bahwa mutu guru di Indonesia belum
memadai untuk melakukan perubahan yang sifatnya mendasar pada
pelaksanaan kurikulum. Fakta lain, minimnya kualitas SDM guru untuk
Pendidikan Anak Usia Dini, baik jenjang pendidikannya maupun kemampuan
mendidik anak. Guru sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional,
memberikan kontribusi yang besar terhadap keberadaan pembangunan
pendidikan di Indonesia secara makro. Begitu pula dengan profesionalisasi
guru PAUD yang menjadi investasi berharga bagi kemajuan bangsa, karena
berbagai studi telah membuktikan bahwa pengembangan dan pendidikan anak
usia dini merupakan investasi yang strategis dalam meningkatkan kualitas
sumber daya manusia. Untuk itu, profesionalisasi guru di bidang Pendidikan
Anak Usia Dini sangat penting.
Diperlukan guru yang memiliki kemampuan yang maksimal untuk
mewujudkan

tujuan

pendidikan

nasional

dan

diharapkan

berkesinambungan mereka dapat meningkatkan kompetensinya,

secara
baik

kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Untuk menguji


kompetensi tersebut, guru harus melalui penilaian sertifikasi karena pada

Profesionalisasi Guru PAUD | 1

kenyataan sekarang masih banyak guru/pamong/kader PAUD yang bukan


pada bidangnya dan tidak memiliki kualifikasi akademik misal S1 atau
Diploma.
B. Rumusan masalah
1. Bagaimana kompetensi paedagogik guru TK Ummul Quro?
2. Bagaimana kompetensi profesional guru TK Ummul Quro?
3. Bagaimana kompetensi pengembangan diri guru di TK Ummul Quro?
C. Tujuan
Tujuan dibuatnya laporan ini adalah agar memperoleh gambaran yang
mendalam dan komprehensif untuk guru khususnya dan mahasiswa
Pendidikan Anak Usia Dini umunya tentang profesionalisasi guru saat
mengajar. Selain itu bagi mahasiswa sebgai calon pendidik PAUD bisa
memperoleh gambaran secara nyata bagaimana harusnya menjadi guru yang
profesional dan dapat mencontoh pada saat mengajar nantinya.
D. Manfaat
1. Manfaat teoritis
Untuk menambah bahan ajar dan pustaka khususnya tentang
profesionalisasi guru dan kompetensi yang harus dimiliki guru PAUD.
2. Manfaat praktis
Memberikan informasi kepada mahasiswa umumnya dan guru
khususnya tentang profesionalisasi guru dan kompetensi yang harus
dimiliki guru PAUD.

Profesionalisasi Guru PAUD | 2

E. Waktu dan tempat


1. Waktu

: Kamis, 2 Desember 2010

2. Tempat

: TK Ummul Quro Kalisegoro

Profesionalisasi Guru PAUD | 3

BAB II
PEMBAHASAN

A. Landasan teori
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia guru diartikan sebagai
seorang yang pekerjaannya mengajar dan dimaknai sebagai sebuah profesi.
Untuk menjadi guru, seseorang harus memenuhi persyaratan profesional
tertentu dan tidak semua orang bisa menjadi guru.
Dalam pandangan Moh. Uzser Usman (1992:4) guru merupakan
profesi, jabatan dan pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus.
Menurutnya, jenis pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang di
luar bidang kependidikan, meskipun kenyataannya maish didapati guru yang
berasal dari luar bidang kependidikan.
Usman (1990:4) mengatakan bahwa guru merupakan suatu profesi
yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus
sebagai guru. Suatu profesi memiliki persyaratan tertentu, yaitu :
1. Menuntut adanya keterampilan yang mendasarkan pada konsep dan
teori ilmu pengetahuan yang mendasar
2. Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan
profesinya
3. Menuntut tigkat pendidikan yang memadai
4. Menuntut adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari
pekerjaan yang dilaksanakan
5. Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupn

Profesionalisasi Guru PAUD | 4

6. Memiliki kode etik sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan


fungsinya
7. Memiliki obyek tetap seperti dokter dengan pasiennya, guru dengan
siswanya
8. Diakui di masyarakat karena memang diperlukan jasanya di
masyarakat
Guru, peserta didik, dan kurikulum merupakan tiga komponen utama
pendidikan. Ketiga komponen ini saling terkait dan saling mempengaruhi,
serta tidak dapat dipisahkan antara satu komponen dengan komponen yang
lainnya. Daari ketiga faktor tersebut, gurulah yang dinilai sebagai faktor yang
paling penting dan strategis, karena di tangan para gurulah proses belajar dan
mengajar dilaksanakan, baik di dalam dan di luar sekolah dengan
menggunakan bahan ajar, baik yang terdapat di dalam kurikulum nasional
maupun kurikulum lokal.
Untuk melaksanakan proses belajar dan mengajar secara efektif, guru
harus memiliki kemampuan profesionalisme yang dapat dihandalkan.
Kemampuan profesionalisme yang handal tersebut tidak dibawa sejak lahir
oleh para calon guru, tetapi harus dibangun, dibentuk, dipupuk dan
dikembangkan melalui satu proses, strategi, kebijakan dan program yang
tepat.
Kompetensi guru
Kompetensi

adalah

pemilikan,

penguasaan,

keterampilan

dan

kemampuan yang dituntut atas jabatan seseorang. Sebagai guru PAUD harus
menguasai kompetensi guru dengan mengikuti pendidikan khusus yang
diselenggarakan oleh LPTK. Dalam Undang-undang guru dan dosen
disebutkan bahwa kompetensi guru mencakup kompetensi pedagogik,
kepribadian, profesional dan sosial sesuai dengan standar Nasional
Pendidikan.

Profesionalisasi Guru PAUD | 5

1. Kompetensi profesional
Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut
keahlian (expertisi) para anggotanya. Artinya pekerjaan itu tidak bisa
dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan
secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. Profesi menunjuk pada
dua hal, yaitu orang yang menyandang profesi dan penampilan
seseorang dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya.
Secara konseptual dan umum penampilan kerja guru itu
mencakup aspek-aspek :

Kemampuan profesional : penguasaan materi pelajaran;


penguasaan
kependidikan

penghayatan
dan

atas

keguruan;

landasan

dan

penguassaan

wawasan

proses-proses

pendidikan

Kemampuan sosial : kemampuan untuk menyesuaikan diri


kepada tuntutan kerja dan lingkunga sekitar pada waktu
membawakan tugasnya sebagai guru.

Kemampuan personal : penampilan sikap positif terhadap


keseluruhan tugas sebagai guru; pemahaman, penghayatan, dan
penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang
guru; penampilan untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan
keteladana bagi peserta didik.

2. Kompetensi kepribadian
Kompetensi kepribadian menurut Suparno (2002:47) adalah
mencakup kepribadian yang utuh, berbudi luhur, jujur, dewasa,
beriman, bermoral; kemampuan mengaktualisasikan diri seperti
disiplin, tanggung jawab, peka, objektif, luwes, berwawasan luas, dapat
berkomunikasi

dengan

orang

lain;

kemampuan

kepribadian

Profesionalisasi Guru PAUD | 6

mengembangkan profesi seperti berpikir kreatif, kritis, reflektif, mau


belajar sepanjang hayat, dapat ambil keputusan, dll.
Yang pertama ditekankan adalah guru itu bermoral dan beriman,
karena salah satu tugas guru adalah membantu anak didik yang
bertaqwa dan beriman serta menjadi anak yang baik. bila guru sendiri
tidak beriman kepada Tuhan dan tidak bermoral, maka menjadi sulit
untuk dapat membantu anak didik beriman dan bermoral. Guru perlu
menjadi teladan dalam beriman dan bertaqwa.
Yang kedua, guru harus mempunyai aktualisasi diri yang tinggi.
Aktualisasi diri yang sangat penting adalah sikap bertanggung jawab.
Seluruh tigas pendidikan dan bantuan kepada anak didik memerlukan
tanggungjawab yang besar. Meskipun tugas guru lebih sebagai
fasilitator,

tetapi

tetap

bertanggung

jawab

penuh

terhadap

perkembangan siswa. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang


lain sangat penting bagi seorang guru karena tugasnya memang selalu
berkaitan dengan orang lain seperti anka didik, guru lain, karyawan,
orang tua murid, kepala sekolah, dll. Kemampuan ini sangat penting
untuk dikembangkan karena dalam pengalaman, sering terjadi guru
yang sungguh pandai tetapi karena kemampuan komunikasi dengan
siswa tidak baik, ia sulit membantu anak didik maju.
Kedisiplinan juga menjadi unsur penting bagi seorang guru.
Kedisiplinan memang menjadi kelemahan bangsa Indonesia, yang perlu
diberantas sejak bangku sekolah dasar. Untuk itu guru sendiri harus
hidup dalam kedisiplinan sehingga anak didik dapat meneladaninya.
Yang ketiga adalah sikap mau mengembangkan pengetahuan.
Bila guru tidak ingin ketinggalan jaman dan juga dapat membantu ana
didik terus terbuka terhadap kemajuan pengetahuan, mau tidak mau
harus mengembangkan sikap ingin terus maju dengan terus belajar. Di
zaman kemajuan ilmu pengetahuan sangat cepat seperti sekarang ini,

Profesionalisasi Guru PAUD | 7

guru dituntut untuk terus belajar agar pengetahuannya tetap segar. Guru
tidak boleh berhenti belajar karena merasa sudah lulus sarjana.
3. Kompetensi paedagogik
Kemampuan paedagodik menurut Suparno (2002;52) disebut
juga kemampuan dalam pembelajaran atau pendidikan yang memuat
pemahaman akan sifat, ciri anak didik dan perkembangannya, mengerti
beberapa metodologi mengajar yang sesuai dengan bahan dan
perkembangan siswa, serta menguasai sistem evaluasi yang tepat dan
baik yang pada gilirannya semakin meningkatkan kemampuan siswa.
Pertama, guru perlu mengenal anak didik yang mau dibantunya.
Guru diharapkan memahami sifat-sifat, karakter, tingkat perkembangan
fisik dan psikis anak didik. Kedua guru perlu juga menguasai beberapa
teori tentang pendidikan terlebih pendidikan di jama modern ini.
Dengan mengerti bermacam-macam teori-teori pendidikan, diharapkan
guru dapat memilih teori yang paling baik untuk membantu
perkembangan anak didik. Ketiga, guru jug diharapkan memahami
bermacam-macam model pembelajaran. Dengan semakin mengerti
banyak model pembelajaran, maka dia akan lebih mudah mengajar pada
ank sesuai dengan situasi anak didiknya.
Kompetensi

paedagogik

meliputi

menguasai

landasan

pendidikan, menguasai bahan pembelajaran, menyusun program


pembelajaran, melaksanakan program pembelajaran dan menilai proses
serta hasil pembelajaran.
4. Kompetensi sosial
Kompetensi sosial meliputi : memiliki empati pada orang lain,
memiliki toleransi pada orang lain, memiliki sikap dan kepribadian
yang positif serta melekat pada setiap kompetensi yang lain dan mampu
bekerja sama dengan oang lain. Menurut Gadner (1983) dalam Sumardi

Profesionalisasi Guru PAUD | 8

(kompas, 18 Maret 2006) kompetensi sosial itu sebagai social


Intelegence atau kecerdasan sosial. Kecerdasan sosial merupakan salah
satu dari sembilan kecerdasan (logika, bahasa, musik, raga, ruang,
pribadi, alam, dan kuliner) yang berhasil diidentifikasikan oleh Gardner.
Untuk mengembangkan kompetensi sosial seorang pendidik,
kita perlu tahu target atau dimensi-dimensi kompetensi ini. Beberapa
dimensi ini, misalnya dapat kita saring dari konsep life skills
(www.lifeskills4kids.com). Life skills atau kecerdasan hidup antara lain
: kerja tim, melihat peluang, peran dalam kegiatan kelompok, tanggung
jawab sebagai warga, kepemimpinan, relawan sosial, kewaspadaan
dalam berkreasi, berbagi, berempati, kepedulian terhadap sesama,
toleransi, solusi konflik, menerima perbedaan, kerja sama dan
komunikasi.
Komptensi pendidik PAUD menurut PP No.19 Tahun 2005 bab VI
Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 bab VI
tentang standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada pasal 29
menyatakan :
Pendidikan pada pendidikan anak usia dini memiliki :
Kualifikasi pendidikan akademik minimal diploma IV (D-IV) atau
sarjana (S1)
Latar belakang pendidikan tinggi di bidang pendidikan anak usia dini,
kependidikan lain, atau psikologi, dan
Sertifikasi profesi guru untuk Pendidikan Anak Usia Dini

Standar profesionalisasi pendidik PAUD menurut NAEYC

Profesionalisasi Guru PAUD | 9

National assosiation For The Young Of Children (NAEYC) sebagai


organisasi penjamin mutu pendidikan anak usia dini terbesar di dunia, yang
menjadi payung internasional bagi perkembangan dan penyelenggaraan
PAUD di Indonesia mengeluarkan beberapa kriteria profesional pendidikan
PAUD diantaranya ialah :
1. Menunjang perkembangan dan pendidikan anak-anak : memahami apa
dan bagaimana anak usia dini, memahami hal-hal yang mempengaruhi
perkembangan

mereka,

menggunakan

pemahaman

ini

untuk

menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak.


2. Membangun hubungan keluarga dan masyarakat : memahami dan
menghargai keluarga dan masyarakat dimana anak berada; menciptakan
hubungan saling menghargai; melibatkan semua keluarga dari anak.
3. Mengobservasi, mendokumentasikan dan mengevaluasi : memehami
pentingnya evaluasi, menggunakan strategi evaluasi yang efektif,
menggunakan tanya jawab evaluasi ini untuk menunjang perkembangan
dan pendidikan.
4. Mengajar dengan maksud memberikan dukungan kegiatan belajar
anak : membangun hubungan yang erat dengan anak dan keluarga anak;
menggunakan strategi belajar yang efektif; memiliki pengetahuan yang
memadai;

menggabungkan

kesemuanya

untuk

memberikan

pengalaman.
5. Menjadi seorang profesional : kenali profesional anak, berpegang pada
standar etika dan profesional, menjadi seorang pelajar yang senantiasa
belajar dan berkolaboratif, senantiasa berfikir reflektif dan kreatif,
senantiasa memajukan anank-anak, keluarga dan profesi.

B. Hasil observasi

Profesionalisasi Guru PAUD | 10

Observasi kami lakukan di TK Ummul Quro pada hari kamis 2


Desember 2010 pada pukul 07.00 sampai dengan 10.30 WIB. TK Ummul
Quro terletak di Kalisegoro. TK ini merupakan lembaga yang baru beberapa
tahun ini berdiri, kurang lebih 3 tahunan TK ini berdiri. Sebelumnya TK ini
merupakan asrama dan sekolah untuk anak yang kurang mampu, namun
sejalan dengan waktu diubah menjadi lembaga pendidikan Taman Kanakkanak. Lahannya pun sangat luas dan bagi anak yang bersekolah di TK
tersebut saya rasa akan merasa sangat senang karena luasnya halaman untuk
bermain, alat permainan yang ada diluar kelas misalnya ayunan, plorotan,
jongkat-jongkit dan lain-lain masih banyak lagi. Selain itu media, sarana dan
prasarana yang digunakan sudah cukup lengkap misalnya kantor, ruang guru,
dapur, saung, beberapa kelas, dll. Keadaan cukup kondusif untuk anak belajar
karena suasana yang tenang dan ketertiban sangat terjaga, misalnya jarak
antara pengantar anak maupun

penjemput anak, orang tua tidak

diperbolehkan mengantar anak sampai ke dalam kelas.


Guru menyambut kami dengan baik dan memberi pengarahan tentang
observasi dan mengantar kami ke kelas yang akan kami observasi. Kelas yang
kami observasi adalah TK A yang muridnya berjumlah delapan anak dan satu
guru kelas serta dua guru lain yang mengampu. Guru-guru yang mengampu
di TK Ummul Quro memakai pakaian yang rapi, sopan dan enak dipandang.
Ketiga guru yang mengampu kelas A tersebut saling bekerjasama dalam
memberikan pelajaran dan membimbing anak. Guru saling bergantian dalam
memberi pelajaran untuk anak. Guru kelas terlebih dahulu membuka
pelajaran setelah itu guru lain masuk pada kegiatan inti. Pada hari tersebut
tidak ada tema khusus dalam pelajaran, hanya pengulangan dan pengulasan
tentang tema dan pelajaran yang lalu. Kegiatan tersebut misalnya membuat
bentuk origami bunga dari kertas lipat, menggambar, mewarnai dan
pengulasan kegiatan manasik haji.
Berikut adalah hasil observasi kompetensi profesional dan kompetensi
pedagogik guru di TK Ummul Quro :

Profesionalisasi Guru PAUD | 11

No
1.

Indikator

Instrumen

Kompetensi

Apakah guru menguasai materi

profesional :

pelajaran?

a. Kemampuan

Apakah guru berlatar belakang

profesional
b. Kemampuan

pendidikan tinggi di bidang

sosial
c. Kemampuan

diploma IV (D-IV) atau sarjana (S1)?

personal

pendidikan anak usia dini, minimal

Ket.
S

Apakah guru mampu menyesuaikan


diri kepada tuntutan kerja dan
lingkungan sekitar pada waktu

membawakan tugasnya sebagai


guru?
Apakah guru bersikap positif
terhadap keseluruhan tugasnya?

Apakah guru memahami,


menghayati nilai-nilai yang
seyogyanya dianut oleh seorang

guru?
Apakah guru berpenampilan untuk
menjadikan dirinya sebagai panutan

dan keteladanan bagi peserta didik?


2.

Kompetensi

Apakah guru memahami sifat, ciri

pedagogik :

anak didik dan perkembangannya?

kemampuan
dalam
pembelajaran atau
pendidikan

Apakah guru memahami tentang


konsep pendidikan yang berguna

untuk membantu siswa?


Apakah guru menguasai metodologi
mengajar yang sesuai dengan bahan
dan perkembangan siswa?
Apakah guru menguasai sistem

v
v

evaluasi yang tepat dan baik?

Profesionalisasi Guru PAUD | 12

Apakah guru mampu


mengembangkan potensi peserta

didik?

Keterangan :
S = sudah memnuhi kriteria
B = belum memnuhi kriteria

C. Analisis dan pembahasan


1. Kompetensi profesional
Sebagian besar guru yang mengajar di TK Ummul Quro sudah
memiliki kualifikasi akademik yaitu diploma IV dimana menurut praturan
pemerintah tentang kompetensi pendidik PAUD harus memiliki kualifikasi
pendidikan akademik minimal diploma IV atau Sarjana 1 dan mendapat
srtifikasi. Sebagian besar guru yang mengajar berlatar belakang diploma III
PG-TK. Namun, ada guru tyang bukan berlatar belakang dari pendidikan
tinggi di bidang pendidikan anak usia dini yaitu sarjana 1 tarbiah. Beliau
mengampu pembelajaran agama di TK tersebut.
Pada pelaksanaan pembelajaran, semua guru sudah dibagi-bagi
menurut tugasnya, misalnya pada saat pembukaan diampu oleh guru kelas
masing-masing, pada kegiatan inti diampu oleh guru lain misalnya pada
kegiatan menggambar dan pengulasan kegiatan manasik haji, kegiatan
penutup kembali diampu oleh guru kelas masing-masing namun semua guru
tetap mendampingi anak di kelas. Guru mampu menyesuaikan diri kepada
tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya
sebagai guru yaitu dengan melaksanakan pembagian tugas mengajar dan
saling menghargai guru lain yang sedang mengajar.

Profesionalisasi Guru PAUD | 13

Guru berpenampilan untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan


keteladanan bagi peserta didik dengan cara berpenampilan menarik,
berpakaian sopan dan rapi. Selain itu guru juga saling menghormati dan
bersikap ramah tamah kepada orang lain misalnya, teman sesama guru, tamu,
ornag tua murid, dll. Saya melihat bahwa guru yang mengampu kelas A sudah
mengetahui dan menguasai materi pelajaran. Semua pelajaran sesuai dengan
SKH dan SKM yang sudah dibuat.
2. Kompetensi poedagogik
Berdasarkan observasi yang saya lakukan di TK Ummul Quro saya
melihat guru kurang memahami sifat, ciri anak didik dan perkembangannya.
Misalnya saja pada saat kegiatan mewarnai. Semua kegiatan anak diharuskan
oleh guru terfokus pada kegiatan mewarnai dan harus selesai pada waktu
yang ditentukan, guru menentukan warna yang harus dipakai anak untuk
mewarnai dan cara mewarnainya pun harus sama dengan guru yang memberi
contoh di papan tulis. Dalam hal ini guru kurang membebaskan anak memilih
warna dan mengembangkan kreativitas anak dengan cara harus mengikuti
dengan benar apa yang guru perintahkan. Dengan demikian secara tidak
langsung anak akan terpaksa dalam melaksanakan perintah yang diberikan
oleh guru dan anak tidak bisa mengembangkan kreativitasnya. Begitu pula
dengan potensi yang dimiliki anak akan hilang jika terus-menerus dikekang
dan tidak dibebaskan untuk melakukan apa yang anak inginkan.
Merurut analisis saya, guru juga kurang menguasai metodologi
mengajar yang sesuai dengan bahan dan perkembangan siswa. Bahwasannya
anak yang berumur kurang lebih 4-5 tahun suka melakuka apa yang dia
inginkan dan sebagian besar anak tidak mau diatur-atur dan merupakan anak
yang pembangkang terhadap perintah orang dewasa. Anak lebih suka
mengikuti kata hati dan keinginan mereka maisng-masing.
3. Kompetensi pengembangan diri

Profesionalisasi Guru PAUD | 14

Sebagian besar guru di TK Ummul Quro yang saya observasi sudah


memiliki kompetensi pengembangna diri yang baik. berpenampilan baik, rapi,
sopan dan menarik merupakan daya tarik tersendiri bagi orang tua yang akan
menyekolahkan anak mereka di sekolah tersebut yang baru beberapa tahun ini
berdiri. Sebagian besar guru juga mengembangkan kemampuan untuk
berkomunikasi dengan semua orang misalnya teman sesama guru, atasan,
orang tua murid dan tamu serta kami yang melakukan observasi disambut
dengan baik untuk melakukan observasi. Kemampuan ini sangat penting
dikembangkan oleh guru karena guru merupakan elemen pendidikan yang
langsung berhubungan dengan murid. Selain itu juga sebagian besar guru
sudah mengembangkan pengetahuan agar tidak ketinggalan jaman terhadap
kemajuan pengetahuan, dan terus ingin maju dengan terus belajar.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Profesionalisasi Guru PAUD | 15

Komponen pendidikan yang paling utama dan menjadi andalan adalah


guru baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu, mutu
pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru. Brant(1993) dalam fasli Jalal
dan Dedi Supriadi (2001) menyatakan bahwa setiap usaha peningkatan mutu
pendidikan seperti pembaharuan kurikulum, pengembangan metode-metode
mengajar, dan penyediaan sarana dan prasarana hanya akan berarti apabila
melibatkan guru.
Setelah melakukan observasi dan membandingkan dengan teori dan
peraturan pemerintah tentang kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini,
guru-guru di TK Ummul Quro sudah memenuhi sedikitnya 70 persen dari
kompetensi yang harusnya dimiliki oleh seorang guru. Diantara adalah
kompetensi profesional yang meliputi kompetensi sosial dan kompetensi
personal dan kompetensi pedagogik yang merupakan kemampuan dalam
pembelajaran atau pendidikan. Selain itu juga guru-guru di TK tersebut sudah
mulai mengembangkan kompetensi pengembangan diri misalnya dalam
berpenampilan,

berperilaku,

berkomunikasi

dan

mengembangkan

pengetahuan.
B. Saran
Menurut kami setelah melakukan observasi dan membandingkannya
dengan teori yang ada bahwa kompetensi yang dimiliki oleh seorang guru
sangat berpengaruh terhadap mutu pendidikan dan perkembangan anak.
Namun ada beberapa kompetensi yang harus lebih di pahami dan di
laksanakan oleh guru sebab seorang guru akan dikatan profesional apabila
memenuhi kompetensi guru. Sebagai guru yang profesional seperti yang
disebutkan pada kompetensi pedagogik yaitu memahami sifat, ciri dan
perkembangan anak guru tidaklah memaksaan kehendak dan keinginan
sendiri namun tetap membebaskan melilih dan melakukan kegiatan yang
mereka inginkan namun tetap pada pemantauan dan guru hanya mengarahkan

Profesionalisasi Guru PAUD | 16

apabila ada tindakan yang dilakukan oleh anak yang itu seharusnya tidak
boleh dilakukan oleh anak.

DAFTAR PUSTAKA

Profesionalisasi Guru PAUD | 17

Dewanti, Sri S, (2009). Pengembangan Profesi Pendidik AUD (Bahan ajar.


Semarang : -.

Profesionalisasi Guru PAUD | 18