Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas kelimpahan
rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul
tentang : PENGAMALAN PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini berkat tuntunan dan doa
oleh Tuhan Yang Maha Esa dan juga berkat kerjasama dalam kelompok kami dapat
menulis makalah ini, dalam kesempatan ini kami mengucapkan rasa hormat dan
banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat
dalam makalah ini.
Sebagai bangsa Indonesia kita tentu mengetahui dasar negara kita yang terkenal
kesakralannya yaitu semboyan Bhineka Tunggal Ika. Di mana simbolnya merupakan
lambang keagungan yang terpancar dalam bentuk Burunng Garuda. Simbol di
dadanya merupakan pengamalan hidup yang menjadikan Indonesia benar-benar
khas ideologi dari bangsa Indonesia. Itulah lambang, pengamalan dan ideologi kita,
Pancasila.
Di dalam pancasila terkandung banyak nilai di mana dari keseluruhan nilai tersebut
terkandung di dalam lima garis besar dalam kehidupan berbangsa negara.
Perjuangan dalam memperebutkan kemerdekaan tak juga lepas dari nilai Pancasila.
Sejak zaman penjajahan hingga sekarang kita selalu menjunjunng tinggi nilai-nilai
Pancasila tersebut.
Indonesia hidup di dalam berbagai macam keberagaman. Baik itu suku, bangsa,
budaya dan agama. Dari semuanya itu Indonesia berdiri dalam suatu keutuhan.
Menjadi satu kesatuan dan bersatu di dalam perssatuan yang kokoh di bawah
naungan Pancasila dan semboyan Bhineka Tunggal Ika.
Tidak jauh dari hal tersebut, Pancasila membuat Indonesia tetap teguh dan bersatu
di dalam keberagaman budaya. Dan menjadikan Pancasila sebagai dasar
kebudayaan yang menyatukan budaya satu dengan yang lain. Karena ikatan yang
satu itulah, Pancasila menjadi inspirasi berbagai macam klebudayaan yang ada di
Indonesia.
Penulis menyadari masih banyak kesalahan atau kekurangan dan masih jauh dalam
kesempurnaannya baik materi maupun penulisan dalam makalah ini. Namun, kami
sudah mengerjakan semampu kemampuan kami. kami berharap makalah ini dapat
bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Sekian

Mataram, 20 oktober 2014

Kelompok IX

DAFTAR ISI
Halaman judul........................................................................... i
Kata pengantar......................................................................... ii
Daftar Isi ................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
A.

Latar belakang................................................................ 1

B.

Rumusan Masalah............................................................2

C.

Tujuan.............................................................................2

BAB II PEMBAHASAN
A.

Pengertian Pancasila........................................................3

B.

Hari Kesaktian Pancasila...................................................4

C.

PengamalanPancasila Dalam KehidupanSehari-hari...........5

D.

Butir-butir Dalam Pancasila.............................................9

BAB III PENUTUP


DAFTAR PUSTAKA....................................................................................19

BAB I
PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum yang ada di Negara Kesatuan
Republik Indonesia, merupakan Maha karya pendahulu bangsa yang tergali dari jati
diri dan nilai-nilai adi luhur bangsa yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Dengan
berbagai kajian ternyata didapat beberapa kandungan dan keterkaitan antara sila
tersebut sebagai sebuah satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan dikarenakan
antar sila tersebut saling menjiwai satu dengan yang lain. Ini dengan sendirinya
menjadi ciri khas dari semua kegiatan serta aktivitas desah nafas dan jatuh
bangunnya perjalanan sejarah bangsa yang telah melewati masa-masa sulit dari
jaman penjajahan sampai pada saat mengisi kemerdekaan.
Ironisnya bahwa ternyata banyak sekarang warga Indonesia sendiri lupa dan sudah
asing dengan pancasila itu sendiri. Ini tentu menjadi tanda tanya besar kenapa dan
ada apa dengan kita sebagai anak bangsa yang justru besar dan mengalami pasang
surut masalah negari ini belum bisa mengoptimalkan tentang pengamalan nilai-nilai
Pancasila tersebut. Terlebih lagi saat ini dengan jaman yang disepakati dengan
nama Era Reformasi yang terlahir dengan semangat untuk mengembalikan tata
negara ini dari penyelewengan-penyelewengan sebelumnya.
Arah dan tujuan reformasi yang utama adalah untuk menanggulangi dan
menghilangkan dengan cara mengurangi secara bertahap dan terus-menerus krisis
yang berkepanjangan di segala bidang kehidupan, serta menata kembali ke arah
kondisi yang lebih baik atas system ketatanegaraan Republik Indonesia yang telah
hancur, menuju Indonesia baru.
Sebagai warga negara yang baik, setia kepada nusa dan bangsa, seharusnyalah
mempelajari dan menghayati pandangan hidup bangsa yang sekaligus sebagai
dasar filsafat negara, seterusnya untuk diamalkan dan dipertahankan. Pancasila
selalu menjadi pegangan bersama bangsa Indonesia, baik ketika negara dalam
kondisi yang aman maupun dalam kondisi negara yang terancam. Hal itu tebukti
dalam sejarah dimana pancasila selalu menjadi pegangan ketika terjadi krisis
nasional dan ancaman terhadap eksistensi bangsa indonesia.
Pancasila merupakan cerminanri karakter bangsa dan neg indonesia yang beragam.
Semua itu dapat diterlihat dari fungsi dan kedudukan pancasila, yakni sebagai; jiwa

bangsa indonesia, keribadian bangsa, pandangan hidup bangsa, sarana tujuan


hidup bangsa indonesia, dan pedoman hidup bangsa indonesia.
Oleh karena itu, penerapan pancasila dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan
bernegara sangat penting dan mendasar oleh setiap warga negara, dalam segala
aspek kenegaraan dan hukum di Indonesia. Pengamalan pancasila yang baik akan
mempermudah terwujudnya tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia.

B.

Rumusan Masalah

1.

Apa pengertian dari pancasila?

2.

Apa pangamalan pancasila yang dapat kita lakukan di kehidupan sehari-hari?

3.

Apa saja butir-butir pancasila tersebut?

C.

Tujuan

Mengetahui tentang :
1.

Pengertian pancasila

2.

Pengamalan pancasila di kehidupan sehari-hari

3.

Butir-butir pancasila

BAB II
PEMBAHASAN

A.

PENGERTIAN PANCASILA

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua
kata dari Sanskerta: paca berarti lima dan la berarti prinsip atau asas. Pancasila
merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi
seluruh rakyat Indonesia.
Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa,
kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan
keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4
Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.

Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang
berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun
1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.
Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia ditetapkan pada tanggal 18
Agustus 1945. sebagai dasar negara maka nilai-nilai kehidupan bernegara dan
pemerintahan sejak saat itu haruslah berdasarkan pada Pancasila, namun
berdasarkan kenyataan, nilai-nilai yang ada dalam Pancasila tersebut telah
dipraktikan oleh nenek moyang bangsa Indonesia dan kita teruskan sampai
sekarang.
Rumusan Pancasila yang dijadikan dasar negara Indonesia seperti tercantum dalam
pembukaan UUD 1945 adalah:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
as perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
Kelima sila tersebut sebagai satu kesatuan nilai kehidupan masyarakat
Indonesia oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dijadikan Dasar
Negara Indonesia.

B.

HARI KESAKTIAN PANCASILA

Pada tanggal 30 September1965, terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30


September (G30S). Insiden ini sendiri masih menjadi perdebatan di tengah
lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan apa motif dibelakangnya.
Akan tetapi otoritas militer dan kelompok reliji terbesar saat itu menyebarkan kabar
bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasila menjadi
ideologi komunis, untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia dan membenarkan
peristiwa Pembantaian di Indonesia 19651966.
Pada hari itu, enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh oleh oknumoknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta. Gejolak yang timbul
akibat G30S sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia.
Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari
Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai
Hari Kesaktian Pancasila.

C.

PENGAMALAN PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Pancasila. Yang kita tau pancasila adalah dasar dari negara kita, tapi apakah kita
sudah tau makna dari pancasila itu sendiri? Pancasila tidak akan memiliki makna
tanpa pengamalan. Pancasila bukan sekedar simbol persatuan dan kebanggaan
bangsa. Tetapi, Pancasila adalah acuan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara. Oleh karena itu, kita wajib mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari. Tingkah laku sehari-hari kita harus mencerminkan nilai-nilai
luhur Pancasila. Untuk mengamalkan Pancasila kita tidak harus menjadi aparat
negara. Kita juga tidak harus menjadi tentara dan mengangkat senjata. Kita dapat
mengamalkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Kita dapat memulai dari hal-hal kecil dalam keluarga. Misalnya melakukan
musyawarah keluarga. Setiap keluarga pasti mempunyai masalah. Nah, masalah
dalam keluarga akan terselesaikan dengan baik melalui musyawarah. Kalian dapat
belajar menyatukan pendapat dan menghargai perbedaan dalam keluarga.
Biasakanlah melakukannya dalam keluarga.
Dalam lingkungan sekolah pun kita harus membiasakan bermusyawarah. Hal ini
penting karena teman-teman kita berbeda-beda. Pelbagai perbedaan akan lebih
mudah disatukan bermusyawarah. Permasalahan yang berat pun akan terasa
ringan. Keputusan yang diambil pun menjadi keputusan bersama. Hal itu akan
mempererat semangat kebersamaan di sekolah. Tanpa musyawarah, perbedaan
bukannya saling melengkapi. Tetapi, justru akan saling bertentangan. Oleh karena
itu, kita harus terbiasa bermusyawarah di sekolah. Kerukunan hidup di lingkungan
sekolah akan terjaga. Dengan demikian, kalian tidak akan kesulitan menghadapi
dalam lingkungan yang lebih luas. Berawal dari keluarga kemudian meningkat
dalam sekolah, masyarakat, bangsa, dan negara.
1.

Pengamalan Pancasila dalam Rangka Menghargai Perbedaan

Pancasila dirumuskan dalam semangat kebersamaan. Salah satunya terwujud


dalam sikap menghargai perbedaan. Perbedaan pendapat tidak menjadi hambatan
untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Hal itu merupakan sikap yang harus
kita tiru. Pada waktu itu bangsa Indonesia belum memiliki dasar negara. Tetapi,
sikap para tokoh telah mencerminkan semangat kebersamaan dan jiwa ksatria.
Mereka bersedia menerima perbedaaan apa pun ketika proses perumusan dasar
negara berlangsung. Nah, sekarang kita telah memiliki Pancasila sebagai dasar
negara yang kuat. Kekuatan Pancasila telah terbukti selama berdirinya negara
Indonesia. Pancasila mampu menyatukan seluruh bangsa Indonesia. Pancasila juga
mampu bertahan menghadapi rongrongan pemberontak. Oleh karena itu, kita harus
bangga memiliki dasar negara yang kuat. Kita harus dapat mengamalkan nilai-nilai
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah menghargai
perbedaan. Kita harus memiliki sikap menghargai perbedaan seperti dalam

perumusan Pancasila. Kita harus menyadari bahwa negara kita terdiri atas beragam
suku bangsa. Setiap suku Bangsa memiliki ragam budaya yang berbeda. Perbedaan
suku bangsa dan budaya bukan menjadi penghalang untuk bersatu. Tetapi, justru
perbedaan itu akan menjadikan persatuan negara kita kuat seperti Pancasila.
2.

Pengamalan Pancasila dalam Wujud Sikap Toleransi

Mengamalkan pancasila sebagai pandangan hidup bangsa (falsafah hidup bangsa)


berarti melaksanakan pancasila dalam kehidupan sehari-hari , menggunakan
pancasila sebagai petunjuk hidup sehari-hari , agar hidup kita dapat mencapai
kesejahteraan dan kebahagian lahir dan batin.

Pengamalan pancasila dalam kehidupan sehari-hari ini adalah sangat penting


karena dengan demikian diharapkan adanya tata kehidupan yang serasi (harmonis).

Bahwa pengamalan pancasila secara utuh (5 sila) tersebut adalah merupakan


menjadi syarat penting bagi terwujudnya cita-cita kehidupan berbangsa dan
bernegara.

Dalam mengamalkan butir-butir Pancasila ini ada berbagai jalur yang dapat kita
lalui, sebagai berikut:

Jalur Pendidikan

Pendidikan memegang peranan penting bagi pengamalan pancasila dalam


kehidupan sehari-hari, pendidikan dapat di bagi menjadi dua yaitu pendidikan
formal (resmi) dan pendidikan yang nonformal (tidak resmi). Pendidikan formal
(resmi) conohnya adalah sekolah dan organisasi, pendidikan formal cenderung
mengajarkan kita materi-materi. Selainitu pendidikan nonformal (tidak resmi)
mempunyai contoh seperti pendidikan dalam keluarga dan pendidikan dalam
masyarakat, pendidikan non formal lebih cenderung mengajarkan kita bersosialisasi
di masyarakat dan adat istiadat dalam keluarga maupun masyarakat.

Jalur Media Massa

Media Massa merupakanjalur penting untuk mengamalkan pancasila, peran media


massa ini juga sangat penting bagi seluruh masyarakat. Media massa ini sangat
menjanjikan karena pengaruh media massa ini sangatlah kuat di masyarakat, media
massa dapat membentuk karakter positif atau negatif di masyarakat, sasaran
media massa sangat luas di kalangan anak-anak dan dewasa.

Jalur Organisasi Politik

Dalam jalur organisasi politik ini organisasi sosial politik merupakan wadah bagi
para pemimpin-pemimpin bangsa dalam bidangnya masing-masing menurut
keahlian, peran dan tanggung jawab. Pengamalan pancasila harus di terapkan
dalam berbagai element bangsa.

Ada juga Penciptaan suasana yang menunjang yaitu:


1. Kebijaksanaan pemerintah dan peraturan perundang-undangan
Penjabaran kebijaksanaan pemerintah dan perundang-undangan merupakan salah
satu jalur yang dapat memperlancar pelaksanaan pedoman pengamalan pancasila
dimana aspek sanksi atau penegakan hukm mendpat penekanan khusus.
2. Aparatur negara
Rakyat hendaklah berpartisipasi aktif di dalam menciptakan suasana dan keadaan
yang mendorong pelaksanaan pedoman pengamalan Pancasila. Dan aparatur
pemerintah sebagai pelaksana dan pengabdi kepentingan rakyat harus memahami
dan mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di dalam masyarakat. Sarana
dan prasarana dalam pelaksanaan pengamalan Pacasila perlu disediakan dan
memfungsikan lembaga-lembaga kenegaraan, khususnya lembaga penegak hukum
dalam menjamin hak-hak warga negaranya dan melindungi dari perbutanperbuatan tercela.
3. Kepemimpinan dan pemimpin masyarakat
Peranan kepemimpinan dan pemimpin masyarakat, baik pemimpin formal maupun
informal sangat penting dalam pelaksanaan pedoman pengamalan. Mereka dapat
menyampaikan bagaimana pola Dengan pelaksanaan pedoman pengamalan
Pancasila dan menyuruh bawahan atau umatnya untuk mengikuti pola pedoman
pelaksanaan Pancasila. begitu Pengamalan pancasila akan tetep lestari.

D.

BUTIR-BUTIR DALAM PANCASILA

1.

Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila pertama dalam pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, Sila ini dalam
lambang garuda mempunyai lambang yang bergambarkan BINTANG. Nilai religius
adalah nilai yang berkaitan dengan keterkaitan individu dengan sesuatu yang
dianggapnya memiliki kekuatan sakral, suci, agung dan mulia. Memahami
Ketuhanan sebagai pandangan hidup adalah mewujudkan masyarakat yang
berketuhanan, yakni membangun masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa maupun
semangat untuk mencapai ridha Tuhan dalam setiap perbuatan baik yang
dilakukannya.Dalam sila ini kita di ajak untuk bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha

Esa,seperti yang kita ketahui indonesia mempunyai 5 macam agama yang di anut
yaitu hindu, islam, kristen, katolik, budha. Di dalam sila ini kita juga di ajak untuk
saling menghormati dan menghargai sesama agama yang berbeda. Walaupun kita
berbeda agama kita seharusnya tetap rukun untuk tetap menjaga kenyaman setiap
penganut agamanya masing-masing. Setiap orang mempunyai agama, keyakinan
dan kepercayaan masing-masing. Kita hanya tinggal melaksanakan dan
menjalankannya saja. Di dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa inilah beberapa butirbutir pancasila , sebagai berikut

Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap


Tuhan Yang Maha Esa.

Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai
dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan
yang adil dan beradab.

Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara


pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan
Yang Maha Esa.

Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan


terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang
menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah


sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa kepada orang lain.

2.

Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Sila kedua dalam pancasila adalah kemanusiaan yang adil dan beradab. di dalam
lambang Garuda, sila ini mempunyai lambang yang bergambar seperti RANTAI.
Kemanusiaan yang adil dan beradab, adalah pembentukan suatu kesadaran tentang
keteraturan, sebagai asas kehidupan, sebab setiap manusia mempunyai potensi
untuk menjadi manusia sempurna, yaitu manusia yang beradab. Manusia yang maju
peradabannya tentu lebih mudah menerima kebenaran dengan tulus, lebih mungkin
untuk mengikuti tata cara dan pola kehidupan masyarakat yang teratur, dan
mengenal hukum universal.Di dalam sila ini mengajak kita untuk saling
menghormati dan menghargai sesama manusia, dan untuk mengakui dan

memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabatnya masing-masing sebagai


ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Di sini juga kita di ajak untuk saling mengakui
persamaan derajat dan hak-hak asasi manusia, serta menjunjung nilai-nilai
kemanusiaan. Kita juga harus saling membantu jika ada seseorang yang kesusahan
kita harus membantunya. Apalagi saudara-saudara kita yang terkena bencana di
daerah lain, kita harus minimal memberikan bantuan kepada mereka. Di indonesia
sudah banyak organisasi-organisasi yang saling membantu dan membantu
mengamalkan sila kedua ini seperti organisasi HAM yang sanga menjunjung nilai
kemanusiaan dan hak asasi manusia, kita dapat melaporkannya ke lembaga ini jika
kita merasa seseorang berbuat tidak adil kepada kita. Berikut butir-butir Pancasila
yang dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan


martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap


manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis
kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.

Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.

Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.

Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.

Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

Berani membela kebenaran dan keadilan.

Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.

Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa


lain.

3.

Persatuan indonesia

Sila Ketiga dalam Pancasila adalah Persatuan Indonesia. Sila ini di dalam lambang
Garuda mempunya lambang yang bergambar POHON BERINGIN. Persatuan adalah
gabungan yang terdiri atas beberapa bagian, kehadiran Indonesia dan bangsanya di
muka bumi ini bukan untuk bersengketa. Bangsa Indonesia hadir untuk
mewujudkan kasih sayang kepada segenap suku bangsa dari Sabang sampai
Marauke. Persatuan Indonesia, bukan sebuah sikap maupun pandangan dogmatik
dan sempit, namun harus menjadi upaya untuk melihat diri sendiri secara lebih
objektif dari dunia luar.Indonesia, indonesia adalah negara seribu pulau yang
memiliki berjuta penduduk, bermacam-macam adat istiadat dan budaya, seperti
juga Bhineka tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tapi tetap satu. Dalam sila ini
mengajak kita untuk tetap bersatu walupun kita mempunyai banyak perbedaan,
kita harus tetap satu jika ada yang yang berani menghancurkan kita dan
memusnahkan kita, kita harus berani melawan negara lain yang ingin
menghancurkan kita. Di zaman yang era modern ini kita tidak perlu repot-repot
untuk berperang dengan menggunakan bambu runcing dan peralatan perang
lainnya, dan wawasan yang kita punya kita dapat melawan negara lain dan
mengharumkan nama negara kita. Kita juga harus mementingkan kesatuan dan
persatuan bangsa indonesia dengan mementingkan kepentingan bersama daripada
kepentingan diri sendiri atau kelompok. Berikut butir-butir dari sila Persatuan
Indonesia.

Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan


keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan
pribadi dan golongan.

Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila
diperlukan.

Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.

Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air


Indonesia.

Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian


abadi, dan keadilan sosial.

Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.

Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa

4.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan
Sila keempat dalam Pancasila adalah Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat
Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Di dalam lambang Garuda, sila

ini mempunyai lambang dengan gambar KEPALA BANTENG. Prinsip-prinsip


kerakyatan yang menjadi cita-cita utama untuk membangkitkan bangsa Indonesia,
mengerahkan potensi mereka dalam dunia modern, yakni kerakyatan yang mampu
mengendalikan diri, tabah menguasai diri, walau berada dalam kancah pergolakan
hebat untuk menciptakan perubahan dan pembaharuan. Hikmah kebijaksanaan
adalah kondisi sosial yang menampilkan rakyat berpikir dalam tahap yang lebih
tinggi sebagai bangsa, dan membebaskan diri dari belenggu pemikiran berazaskan
kelompok dan aliran tertentu yang sempit.
Dalam sila ini banyak menyangkut tentang permusyawaratan yang menuju
mufakat, artinya jika kita mempunyai perkara jangan selalu di selesaika dengan adu
fisik atau apapun, karena tidak ada gunanya untuk melakukan tersebut. Kita
seharusnya bermusyawarah dan memikirkan jalan keluar dari suatu permasalahan
tersebut, dan akhirnya sampailah kita pada hasil dari musyawarah yang di sbut
dengan mufakat dan semua masalah pasti akan baik-baik saja. Kita tidak boleh
memaksakan kehendak kita maupun orang lain, kita juga harus menghormati dan
menghargai pendapat orang lain. Dan berhati besar dalam menerima apapun
keputusan akhir dari suatu masalah, serta bersedia bertanggung jawab atas
keputusan yang di hasilkan, dan bersangkut dengan sila ketiga kita harus
mementikan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi atau individu.
Berikut butir-butir dari sila keempat yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat
Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia


mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.

Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.

Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan


bersama.

Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.

Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai


hasil musyawarah.

Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan
hasil keputusan musyawarah.

Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan


pribadi dan golongan.

Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang
luhur.

Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral


kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia,

nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi


kepentingan bersama.

Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk


melaksanakan pemusyawaratan.

5.

Keadilan yang Adil dan Beradab

Sila kelima dari Pancasila adalah Keadilan yang Adil dan Beradab, di dalam lambang
Garuda , sila ini mempunyai lambang yang bergambarkan PADI dan KAPAS. Nilai
keadilan adalah nilai yang menjunjung norma berdasarkan ketidak berpihakkan,
keseimbangan, serta pemerataan terhadap suatu hal. Mewujudkan keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan cita-cita bernegara dan berbangsa. Segala
usaha diarahkan kepada potensi rakyat, memupuk perwatakan dan peningkatan
kualitas rakyat, sehingga kesejahteraan tercapai secara merata.Keadilan, suatu kata
yang sudah mulai langka di jaman sekarang ini. Yang salah dibela, yang benar
ditinggalkan. Yang punya salah besar dihukum sebentar, yang punya salah sedikit
saja dipenjara bertahun tahun. Banyak yang diinjak injak hanya karena miskin
atau tidak berpendidikan. Banyak orang yang sudah tidak membela keadilan,
mungkin karena materi atau mungkin memang karena sudah tidak peduli.. Biarpun
sekarang sudah jaman emansipasi, namun masih banyak juga yang memandang
rendah terhadap kemampuan wanita. Kita harus belajar untuk menghargai orang
lain. Selain itu, untuk diri sendiri, kita juga harus bisa menyeimbangkan hak dan
kewajiban untuk diri kita. Dalam sila ini ada beberapa buti-butirnya yaitu:

Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan


suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.

Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Menghormati hak orang lain.

Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.

Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan


terhadap orang lain.


Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan
gaya hidup mewah.

Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan


kepentingan umum.

Suka bekerja keras.

Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan
kesejahteraan bersama.

Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata


dan berkeadilan sosial.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN :
Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik
Indonesia. Pancasila juga merupakan sumber kejiwaan masyarakat dan negara
Republik Indonesia. Maka manusia Indonesia menjadikan pengamalan Pancasila
sebagai perjuangan utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kehidupan
kengaraan. Karena itulah kita harus menerapkan butir-butir Pancasila di dalam
kehidupan sehari-hari.