Anda di halaman 1dari 15

PENGERTIAN ARSITEKTUR TROPIS

Arsitektur tropis hingga saat ini belum ada pengertian yang bakutentang arsitektur
tropis itu sendiri, Pengertian umumnya adalah sebuah konsep desain yang
beradaptasi dengan lingkungan yang tropis Tetapi bukan berarti melupakan sisi
estetika.
Hanya disini hal yang paling utama adalahsebuah respon positif dari efek iklim
tropis itu sendiri. Tentunya ada beberapahal yang harus diperhatikan dari segi
material, sirkulasi udara, danpenchayaan alami. Karena lingkungan yang tropis
memilikin iklim dengan panas yang menyengat, pergerakan udara, dan curah hujan
yang cukup tinggi. Oleh sebab itu dalam konsep arsitektur tropis ini juga ada upaya
yang harus dicegah dari timbulnya efek iklim tropis. Seperti faktor
kelembaban,perubahan suhu, kesehatah udara.Menurut max well fry and jane drew
dalam buku tropical architecturein the humid zone,arsitektur tropis yaitu karya seni
manusia yang dapat memberikan respon alami terhadap iklim
Pada bangunan arsitektur tropis juga didukung dengan materialnya yang banyak
dengan material lokal dan alami. seperti kayu, bambu, dll.
Bukaan untuk bangunan arsitektur tropis harus memperhatikan arah pencahayaan
matahari pagi dan sore. Agar tercipta suhu dalam bangunan yang cukup nyaman
dan sehat. Juga sirkulasi udara yang dirasa akan cukup sebagai udara yang sehat.
PARAMETER ARSITEKTUR TROPIS
Faktor kenyamanan dalam bangunan du daerah beriklim tropislembab merupakan
hal terpenting, kendala utama pada iklim tropislembab adalah temperatur dan
kelembaban udara yang tinggisepanjang tahun, maka perlu antisipasi untuk
mencapai kenyamananthermal yang ideal.
Temperatur efektif sekitar 20C - 26CT
kelembaban udara sekitar 60%
Pergerakan udara 0,25 0,5 m/s
Beberapa parameter yang juga perlu diperhatikan selain kenyamanan thermal:

1. Orientation
Orientasi bangunan terhadap mata angin
mempengaruhiperletakan lubang - lubang permukaan dinding, perencanaanyang
tepat dapat menghinadari masuknya sinar dan panasmatahari tapi dapat
menggunakan sky light sebagai pencahayaanalami dan aliran udara sebagai
penetralisir kelembaban udara.
2. Isolasi
Isolasi terhadap panas, hujan dan partikel partikel yangdibawa oleh angin
sangatlah diperlukan bagi bangunan di daerahtropis
3. Shading
Shading atau pembayangan adalah upaya mematahkan sinarmatahari, karna sinar
matahari membawa panas yang tidak baikuntuk thermal bangunan
4. High cross ventilation
Aliran udara yang baik dalam bangunan selain menetralisirudara juga dapat
menetralisir kelembaban udara
5. Pemanfaatan tanaman
Tanaman biasanya juga dapat berfungsi sebagai barier,pemecah udara maupun
filter debu, pemilihan tanaman yang tepatdapat mempengaruhi iklim mikro dan
dapat menciptakanlingkungan yang lebih baik karena hasil dari fotosintesisnya
PENDAHULUAN

Arsitektur tropis adalah suatu perancangan bangunan yang di rancang untuk


memecahkan permasalahan permasalahan yang terdapat di daerah tropis, dimana
permasalah
permasalahan tersebut ditentukan oleh iklim yang hanya terdapat 2 musim, yaitu
musim hujan

dan musim kemarau. Salah satu alasan mengapa manusia membuat bangunan
adalah karena
kondisi alam iklim tempat manusia berada tidak selalu baik menunjang aktivitas
yang
dilakukannya. Aktivitas manusia yang bervariasi memerlukan kondisi iklim sekitar
tertentu yang
bervariasi pula. Untuk melangsungkan aktivitas kantor, misalnya, diperlukan ruang
dengan
kondisi visual yang baik dengan intensitas cahaya yang cukup; kondisi termis yang
mendukung
dengan suhu udara pada rentang-nyaman tertentu; dan kondisi audial dengan
intensitas gangguan
bunyi rendah yang tidak mengganggu pengguna bangunan. Karena cukup banyak
aktivitas
manusia yang tidak dapat diselenggarakan akibat ketidaksesuaian kondisi iklim
luar, manusia
membuat bangunan. Dengan bangunan, diharapkan iklim luar yang tidak
menunjang aktivitas
manusia dapat dimodifikasidiubah menjadi iklim dalam (bangunan) yang lebih
sesuai. Usaha
manusia untuk mengubah kondisi iklim luar yang tidak sesuai menjadi iklim dalam
(bangunan)
yang sesuai tropis, manusia di daerah tropis seringkali gagal menciptakan kondisi
termis yang
nyaman di dalam bangunan. Ketika berada di dalam bangunan, pengguna
bangunan justru

seringkali merasakan udara ruang yang panas, sehingga kerap mereka lebih
memilih berada di
luar bangunan.
Arsitektur tropis diartikan sebagai suatu karya aritektur yang mengarah pada
pemecahan problematic iklim tropis, iklim tropis dicirikan oleh barbagai
karakteristik, seperti :
kelembaban udara yang tingggi (dapat mencapai angka diatas 90%), suhu udara
relative tinggi
(18 hingga 35 C), radiasi yang menyengat dan mengganggu, serta curah hujan
yang tinggi
(dapat mencapai angka diatas 3000 mm/tahun). Factor factor iklim tersebut
berpengaruh sangat
besar terhadap aspek kenyamanan fisik manusia terutama aspek kenyamanan suhu
(termis).
Standar Intrnasional untuk kenyamanan suhu (termis) ISO 7730 : 1994
menyatakan bahwa sensasi termis yang dialami manusia merupakan fungsi dari
empat factor
iklim yaitu suhu udara, suhu radiasi, kelembaban udara,kecepatan angina serta dua
factor
individu yakni tingkat aktifitas yang berkaitan dengan laju metabolisme tubuh, serta
jenis
pakaian yang dikenakan.
Dari teori Fanger menghasilkan suatu rumusan bahwa kenyamanan suhu
merupakan fungsi dari 4 (empat) factor iklim (climatic factors) yaitu :
suhu udara ( C ), suhu radiasi ( C ), kelembaban udara (% ) dan kecepatan angina
( m/s ).

Dalam buku standart tata cara perencanaan teknis konservasi energi pada
bangunan
gedung yang diterbitkan oleh yayasan LPMB PU menyatakan bahwa suhu nyaman
untuk orang
Indonesia adalah sebagai berikut :

sejuk nyaman antara 20,5 22,8 C ET (suhu efektif)

suhu nyaman oftimal antara 22,8 25,8 C ET

hangat nyaman antara 25,8 27,1 C ET

orientasi

IKLIM
Indonesia adalah Negara yang dilalui oleh garis katulistiwa, dimana Negara
Negara yang dilalui oleh garis katuistiwa akan mendapat dua musim, yaitu musim
panas
(kemarau) dan musim hujan.
Musim kemarau dan musim hujan di Negara Indonesia hampir seimbang , dimana
pada musim kemarau biasanya dimulai dari bulan januari - bulan juni, sedangkan
musim
penghujan dari bulan juli bulan desember.
Dari kondisi iklim di Indonesia ini terlihat jelas bahwa kedua musim ini sangat
berpengaruh dalam merancang bangunan tropis, karena arsitektur tropis adalah
arsitektur yang
dapat memecahkan masalah yang berhubungan dengan kenyamanan termis
manusia. Oleh

karena itu bangunan tropis khususnya di Indonesia selalu memakai atap plana,
karena atap plana
selain untuk mempermudah mengalirnya air hujan, atap plana juga dapat
mengatasi tekanan
angin yang terlalu kencang didaerah tropis. Atap plana juga berfungsi untuk
mengatasi
tampyasnya air hujan dengan cara memperlebar overstek.
Arsitektur tropis (basah) pada umumnya mengarah pada dominasi bentuk atap
yang lebar yangnberfungsi sebagaipenahan cucuran hujan dan radiasi langsung
sinar matahari.
Dimana keduanya dianggap sebagai factor factor dominan iklim tropis basah
(lembab).
Pemikiran ini tidaklah terlalu keliru meskipun belum cukup memberikan
pengertian menyeluruh tentang arsitektur tropis. Arsitektur tropis harus diartikan
sebagai
rancangan spesifik suatu karya arsitektur yang mengarah pada pemecahan
problematic iklim
tropis, dimana iklim tropis sendiri dicirikan oleh berbagai karakteristik, misalnya
kelembaban
udara yang tinggi / dapat mencapai angka diatas 90%, suhu udara relative tinggi /
18higga 35 C.
radiasi matahari langsug, serat curah hujan tinggi dapat mencapai angka diatas
3000 mm/tahun.
Dimana factor fakto iklim teresebut berpengaruh sangat besar terhadapaspek
kenyamanan manusia terutama aspek kenyamanan suhu / termal.

ROOF COLOUR
Warna yang biasanya dipakai pada bangunan tropis adalah warna warna lembut,
seperti biru muda, hijau, coklat dll. Karena warna juga bisa mengakibatkan /
mengganggu
kenyamanan manusia. Misalnya untuk material yang terkena sinar matahari
langsung berwarna
kontras seperti hijau stabile, maka material itu akan membuat silau kemudian akan
mengesankan
panasnya daerah tropis sehingga membuat kenyamanan manusia itu akan
terganggu.
Pewarnaan atap atau dinding yang terkena sinar matahari langsung seharusnya
berwarna yang dapat menyejukan suasana didaerah tropis, selain itu juga harus
dapat
menanggulangi masalah sinar matahari langsung, sehingga panas yang dihasilkan
oleh sinsr
matahari langsung terseit dapat di redam dan dipantulkan kembali, sehingga panas
matahari
tersebut tidak dapat merambat melalui dinding bangunan ataupun dari atap

Dari brbagai penelitian kenyamanan suhu didaerah beriklim tropis basah


memperlihatkan rentang suhu antara 24 C - 30 C yang dianggap nyaman bagi
manusia yang
berdiam pada daerah yang beriklim tersebut, sedangkan hasil penelitian karyono
dijakarta
memperlihatkan angka suhu nyaman optimal (netral) pada 25,3 CTeq (suhu
ekuivalen), dimana

sekitar 95 % responden diperkirakan Nyman. Sedangkan rentang suhu nyaman


(antara sejuk
Nyaman hingga hangat nyaman adalah antara 23,6 CT hingga 27,0 CTeq.

Pendekatan yang dapat dilakukan dalam kaitannya dengan modifikasi iklim secara
alamiah adalah sebagai berikut :
Melakukan penanaman pohon lindung disekitar bangunan sebagai upaya
menghalangi radiasi matahari langsung pada material keras seperti halnya atap,
dinding, halaman
parker dan halaman yang ditutup dengan material keras seperti beton atau aspal
akan sangat
membantu untuk menurunkan suhu lingkungan. Dari berbgai penelitian yang
dilakukan oleh
akabri dan parker memperlihatkan bahwa penurunan suhu hingga 3 C bukan
merupakan suatu
hal yang mustahil dapat dicapai dengan cara penanaman pohon lindung disekitar
bangunan.
Selain itu juga penanaman pohon lindung di sekitar bangunan dapat mengatasi
masalah yang
disebabkan oleh polusi, baik polusi udara maupun suara.
Dengan adanya pohon lindung disekitar bangunan dapat mengatasi polusi udara
yang
diakibatkan oleh kendaraan bermotor dan juga dapat mengatasi masalah
kebisingan akibat dari

kendaraan bermotor atau mesin mesin lainnya.


Dan melakukan pendinginan malam hari, simulasi kompeter terhadap efek
pendinginan malam hari (night passive cooling) yang dilakukan oleh Cambridge
architectural
reserceh limited memperlihatkan bahwa penurunan suhu sampai 3C (pada siang
hari) dapat
dicapai oleh bangunan yang menggunakan material dengan masa berat (beton,
batu bata) apabila
perbedaan suhu antara siang dan malam tidak kurang dari 8C (perbedaan suhu
siang dan malam
dikota kota di Indonesia umumnya berkisar sekitar 10C.
Dan juga dapat meminimalkan perolehan panas (heat gain) dari matahari pada
bangunan, hal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara , pertama menghalangi
radiasi
mataharilangsung pada dinding dinding transparan yang dapat mengakibatkan
efek rumah
kaca, yang berarti dapat menaikan suhu dalam bangunan, kedua , mengurangi
transmisi panas
dari dinding dinding massif yang terkena radiasi matahari langsung , denan
melakukan
melakukan penyelesaian rancangan tertentu, misalnya membuat dinding lapis
(berongga) yang
diberi ventilasi pada rongganya, menempatkan ruang ruang servis (tangga, toilet,
pantry

gudang dll) pada sisi sisi jatuhnya radiasi matahari langsung (sisi timur dan sisi
barat). Kemudian dengan memberikan ventilasi pada ruang antara atap dan langit
langit (pada
bangunan rendah) agar tidak terjadi akumulasi panas pada ruang tersebut.
Seandainya tidak maka
panas yang terkumpul pada ruang ini akan ditransmisikan kebawah, kedalam
ruangan di
bawahnya sehingga ruangan dibawahnya akan terasa lebih panas.
Memaksimalkan pelepasan panas dalam bangunan, hal ini dapat dilakukan dengan
pemecahan rancangan arsitektur yang memungkinkan terjaidnya aliran udara
silang secara
maksimum didalam bangunan, aliran udara sangat berpengaruh dalam
menciptakan efek dingin
pada tubuh manusia, sehingga dapat membantu dalam pencapaian kenyamanan
suhu.
Rancangan kota tropis, dengan karakter iklim yang berbeda, setiap tempat didunia
seharusnya memiliki rancangan kota yang berbeda, yang disesuaikan dengan
kondisi iklim
setempat. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi kebutuhan manusia terhadap
kenyamanan
fisik, terutama kenyamanan suhu. Suhu udara, radiasi matahari serta kelembaban
yang tinggi
perlu diatasi karena tidak diharapkan bagi pencapaian kenyamanan suhu manusia
tropis. Kota
tropis memerlukan banyak ruang terbuka yang hijau untuk menurunkan suhu kota
dan sekaligus

meningkatkan aliran udara (umumnya kecepatan angina diwilayah kota tropis basah
atau
rendah). Bangunan perlu diatur tata letaknya agar udara dapat bergerak (untuk
menciptakan
angina ) disekitar bangunan.penempatan masa masa bangunan secara rapat tidak
mencirikan
pemecahan problematic iklim tropis, karena pada akhirnya akan memperkecil
terjadinya aliran
(sirkulasi) udara secara silang didalam bangunan. Ruas ruas jalan (yang
didominasi oleh
perkerasan bahan aspal dan beton) perlu dilindungi dari radiasi matahari langsung
yakni dengan
cara penenaman pohon di sepanjang tepi jalan. Hal ini dimaksudkan untuk
mengurangi
terjadinya pemanasan udara disekitarnya, yang akhirnya akan menaikan suhu
udara di kotatersebut.
Demikian pula halaman halaman parkir yang perlu di beri perlindungan serupa,
bil
hal tersebut diatas dapat diwujudkan, maka suhu kota tropis diharapkan dapat
menjadi rendah.
Hal ini akan membantu pada penurunan suhusuhu udara di sekitar bangunan yang
secara langung
atau tidak langsung akan mempermudah pencapaian suhu nyaman didalam
bangunan tropis.

BAYANGAN MATAHARI

Perencanaan bayangan pada bangunan tropis bermula pada orientasi bangunan,


dimana orientasi tersebut menentukan bayangan matahari. Sinar matahari
langsung akan ditahan
oleh dinding dinding massif dooble atau ditempatkan untuk area servis, sehingga
panas
matahari tidak akan merambat masuk ke dalam bangunan, sehingga suhu didalam
akan tetap
sejuk dan mencapai angka kenyamanan manusia.
Untuk menutupi / menjaga permukaan bangunan yang terbuat dari bahan keras
seperti beton dan aspal dari sinar matahari langsung, maka bisa diatasi dengan
cara penanaman
pohon lindung, selaindapat melindungi pekerasan pada bangunan, pohon lindung
ini juga dapat
berfungsi sebagai peredam polusi yang diakibatkan dari asap asap pabrik dan
asap kendaraan
bermotor. Dan juga dapat menanggulangi kebisingan. Poon lindung ini juga dapat
membantu
menyalurkan udara kedalam bangunan, sehingga udara didalam bangunan akan
tetap bersih dan
aliran udara tersebut akan menejukan suasana didalam ruangan. Untuk mengatasi
masalah udara yang lembab karena tidak mendapat cahaya
matahari, maka cara mengatasinya perlu diberikan atap trasnparan yang berfungsi
untuk
memaskan cahaya kedalam ruangan, sehingga suhu udara didalam ruangan terebut
tidak menjadi

lembab. Material transparan untuk memasukan cahaya juga harus dapat menangkal
sinar
matahari langsung, kemudian dipantulkan keluar ruangan, dengan begini maka
ruangan akan
tetap sejuk dan dapat memberikan kenyamanan pada manusia.
Material tranparan seperti kaca merupakan material yang harus terlindungi dari
sinar matahari langsung, karena kaca apabila terkena matahari akan membiaskan
sinar sinar
tersebut menjadi gelombang pendek yang masuk kedalam bangunan sehingga
akam menaikan
suhu didalam ruangan akan menjadi panas.
Bukaan bukaan seperti jendela, pintu, lobang angin untuk di atap memang sanga
dibutuhkan dalam bangunan tropis, karena bukaan bukaan itu dapat berfungsi
sebagai jalan
keluar masuk angin (sirkulasi udara) sehingga udara didalam bangunan akan selalu
segar dan
juga dapat menyejukan ruangan yang dilaluinya.
Selain itu bukaan bukaan itu juga berfungsi untuk memasukan cahaya matahari
kedalam ruangan sehingga suhu udara didalam ruangan tidak akan menjadi
lembab.

PENGHIJAUAN

Dalam arsitektur tropis penghijauan juga tidak kalah penting dengan yang

lainnya, karena penghijauan pada area bangunan akan dapat menurunkan suhu
panas sampai 3%.
Pada penghijauan membantu untuk memberikan kesejukan dan keteduhan pada
bengunan. Selain itu penghijauan juga dapat mengatasi beberapa masalah , seperti
masalah
pencemaran polusi udara, yang biasanya didapat dari asap kendaraan bermotor
dan polusi suara,
yang mendapat kebisingan dari mesin mesin yang ada disekitas bangunan.
Penghijauan disekitas bangunan juga dapat menahan aliran angin kemudian
disalurkan kedalam bangunan secara perlahan lahan, sehingga udara dalam
bangunan akan terjaga kebersihannya dan perputaran sirkulasi udara itu membuat
ruangan menjadi lebih fress.

Karena pohonan dapat mengeluarkan gas O2 (oksigen) yang dibutuhkan oleh


manusia maupun hewan, sedangkan CH2O (karbon) diserap oleh pohonan, maka
penghijaunan
pada sekitar bangunan akan sangat membantu dalam memberikan kenyamanan
yang dibutuhkan
manusia.

PERLINDUNGAN BANGUNAN

Dalam melakukan perlindungan bangunan dari sinar matahari dan air hujan, maka

perlu dilakukan analisa. Bagian mana dinding / jendela yang langsung terkena sinar
dan hujan
diharap dapat diberi perlindungan.
Memberikan perlindungan pada bagian bagian yang terkena sinar matahari dan
hujan dapat diatasi seperti, memberikan halangan yang dapat menghalangi sinar
matahari atau air
hujan yang langsung terkena pada bagian bangunan.
Dalam memberikan perlindungan pada bagian bangunan yang terkena sinar
matahari langsung juga bisa dengan cara memberi perlindungan dengan mengecat
permukaan
yang teerkena panas dan hujan. Dalam pengecatan perlu diperhatikan beberapak
ketentuannya,
seperti membersihkan permukaan , memplitur dan mengecat 2 3 kali, sehingga
akihir finishing
mendapat hasil yang terbaik.