Anda di halaman 1dari 2

PEMBAHASAN

Pengkorelasian 4 buah sumur minyak, dengan depth structure dan litostratigrafi


didapatkan hasil sebagai berikut ini :
Depth structure :
Peletakan sumur 4 berada di ujung paling kanan,kemudian ke arah sebelah kiri
diisi oleh sumur 1,2,dan 3. Litologi yang didapatkan berdasarkan dari nilai gama
ray berupa batupasir,shale dan coal. Pada sumur 4 dengan kedalaman 6430 feet6570 feet diisi oleh litologi berupa shale dengan sisipan batupasir dan dijumpai
adanya cross over kurva RHOB dan NPHI yang menunjukan adanya akumulasi
gas atau minyak, dilihat dari kurva resistivitasnya menunjukan angka yang relatif
sedang , maka kemungkinan terdapat minyak pada lapisan batupasir tersebut.
Kemudian pada kedalaman 6570 feet-6790 feet diisi oleh litologi berupa
perlapisan antara shale dengan batupasir, dengan batupasir yang tebal dan kurva
RHOB,NPHI yang saling cross over, ditunjang pula dengan resistivitas yang
relatif sedang-tinggi maka sangat dimungkinkan terdapat minyak dan gas dan
merupakan potensial reservoir. Pada kedalaman 6790 feet-6920 feet diisi oleh
litologi berupa perselingan antara shale dan batupasir kemudian di kedalaman
6920 feet-7236 diisi oleh litologi berupa perlapisan antara shale dengan batupasir,
pada lapisan batupasir yang cukup tebal terjadi cross over pada kurva RHOB dan
NPHI dan resistivitas yang tergolong sedang,mengindikasikan adanya minyak
bumi sehingga zona ini juga merupakan zona potensial sebagai reservoir. Struktur
geologi yang lebih berperan mengontrol petroleum system pada sumur ini setelah
dilakukan korelasi dengan sumur pertama,lebih mengarah pada struktur primer
yang terbentuk dari proses depositional sedimen,pinchout dan dapat diasumsikan
sebagai jebakan stratigrafi.
Pada sumur 1 didapatkan litologi berupa shale,batupasir dan coal.Pada kedalaman
6950 feet- 7096 feet diisi oleh litologi berupa perlapisan shale dengan batupasir,
kemudian pada kedalaman 7096 feet-7100 feet terdapat litologi berupa coal.
Kemudian pada kedalaman 7100 feet- 7350 feet diisi dengan litologi berupa shale
dengan sisipan batupasir, terjadi cross over pada kurva RHOB dan NPHI pada
litologi batupasir mengindikasikan adanya minyak ataupun gas, sehingga
dimungkinkan merupakan zona potensial reservoir. Pada sumur 2 didapatkan
litologi berupa shale,batupasir dan coal. Pada kedalaman 6540feet-6980 feet diisi
oleh litologi berupa perlapisan antara shale dengan batupasir. Di kedalaman 6644
feet- 6670feet litologi berupa batupasir, kedalaman 6696feet- 6710 feet litologi
berupa batupasir dan kedalaman 6870 feet- 6906 feet litologi berupa batupasir ,
ketiganya menunjukan adanya cross over antara kurva RHOB dan NPHI,
sehingga dimungkinkan adanya minyak ataupun gas dan berpotensi menjadi

reservoir. Struktur geologi yang berperan lebih mengarah pada struktur primer
yaitu depositional sedimen, setelah dilakukan korelasi dengan sumur-2.
Pada sumur 3 dijumpai litologi berupa shale,batupasir dan coal.Pada kedalaman
6520 feet- 6704 feet diisi oleh litologi perlapisan antara shale dan sisipan coal.
Kemudian pada kedalaman 6704 feet diisi oleh litologi shale sisipan batupasir.
Pada lapisan batupasir terjadi cross over antara kurva RHOB dan NPHI serta
resistivitas yang tergolong sedang,mengindikasikan adanya minyak bumi
sehingga zona ini juga merupakan zona potensial sebagai reservoir.
Litostratigrafi