Anda di halaman 1dari 33

BAB I PENDAHULUAN

  • 1.1. Latar Belakang

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum, yang mengarah kepada terwujudnya generasi penerus yang bermutu.

Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah menyelenggarakan upaya peningkatan kualitas dan kehidupan manusia. Peningkatan dan pengembangan tersebut dapat terwujud apabila ada perbaikan dan peningkatan kesejahteraan mulai dari unit terkecil dalam masyarakat.

Keluarga pada hakekatnya merupakan satuan terkecil sebagai inti dari suatu sistem sosial yang ada di masyarakat. Sebagai satuan terkecil, keluarga merupakan miniatur dan embrio berbagai unsur sistem sosial manusia. Suasana keluarga yang kondusif akan menghasilkan warga masyarakat yang baik karena dalam keluargalah seluruh anggota keluarga belajar berbagai dasar kehidupan masyarakat. Untuk itu, perlu adanya suatu pembinaan bagi keluarga oleh tenaga kesehatan.

Dalam rangka membentuk petugas kesehatan yang terampil dalam upaya promotif dan preventif dengan secara langsung terjun ke masyarakat, Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen menyelenggarakan kegiatan kepaniteraan senior klinik (KKS) di Puskesmas Tanjung Morawa.

1.2.

Tujuan

  • 1.2.1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui kondisi kesehatan keluarga di masyarakat dan untuk memenuhi persyaratan dalam mengikuti kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior (KKS) di Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen.

  • 1.2.2. Tujuan Khusus

    • 1. Untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat di Desa Bandar Labuhan

    • 2. Untuk mengetahui masalah-masalah yang dihadapi keluarga di Desa Bandar Labuhan

    • 3. Untuk memberikan promosi kesehatan pada keluarga di Desa Bandar Labuhan

  • 1.3. Manfaat

Laporan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penulis dan pembaca khususnya pengetahuan mengenai kondisi kesehatan masyarakat dan kegiatan promosi kesehatan di Desa Bandar Labuhan sebagai suatu penggerak upaya yang sama di kelurahan lainnya.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Keluarga

Kata keluarga berasal dari bahasa Jawa Kuno yaitu kawula dan warga dimana kawula berarti hamba dan warga berarti anggota. Menurut Ahmadi (2003), keluarga merupakan unit satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Mnurut Friedman (2003), keluarga merupakan suatu kelompok terdiri dari dua individu atau lebih yang memiliki hubungan darah maupun tidak dan membentuk keluarga yang memiliki fungsinya masing-masing.

Fungsi keluarga adalah afektif (internal keluarga), sosialisasi, reproduksi, ekonomi, dan pemeliharaan kesehatan. Adapun tahap perkembangan keluarga terdiri dari:

  • 1. Tahap I pasangan baru atau keluarga baru: membangun perkawinan yang saling memuaskan, emnghubungkan jaringan persaudaraan secara harmonis, keluarga berencana.

  • 2. Tahap II keluarga dengan “child bearing” (kelahiran anak pertama): membentuk keluarga muda sebagai sebuah unit yang mantap, rekonsiliasi tugas-tugas perkembangan yang bertentangan dan kebutuhan anggota keluarga, mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan, memperluas persahabatan dengan keluarga besar dnegan menambah peran- peran orang tua, kakek, dan nenek.

  • 3. Tahap III keluarga dengan anak pra sekolah (families with preschool): memenuhi kebutuhan anggota keluarga, mensosialisasikan anak, mengintegrasikan anak yang baru sementara tetap memenuhi kebutuhan anak-anak yang lain, mempertahankan hubungan yang sehat dalam keluarga.

  • 4. Tahap IV keluarga dengan anak usia sekolah (families with school children) mensosialisasikan anak-anak termasuk meningkatkan prestasi sekolah dan mengembangkan daya intelektual, mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan, memenuhi kebutuhan kesehatan fisik anggota keluarga.

5.

Tahap

V

keluarga

dengan

anak

remaja

(families

with

teenagers):

menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab ketika remaja menjadi dewassa dan semakin mandiri, memfokuskan kembali hubungan perkawinan, berkomunikasi secara terbuka antara orang tua dan anak.

  • 6. Tahap VI keluarga dengan anak dewasa atau pelepasan (launching center families): memperluas siklus keluarga dengan memasukkan anggota keluarga baru yang didapatkan melalui perkawinan anak-anak. Melanjutkan untuk memperbaharui dan menyesuaikan kembali hubungan perkawinan, membantu orang tua lanjut usia dan sakit-sakitan dari suami ataupun istri.

  • 7. Tahap VII keluarga usia pertengahan (middle age families): menyediakan lingkungan yang meningkatkan kesehatan, mempertahankan hubungan- hubungan yang memuaskan dan penuh arti dengan para orang tua lansia dan anak-anak, memperkokoh hubungan perkawinan.

  • 8. Tahap VIII keluarga lanjut usia: mempertahankan pengaturan hidup yang memuaskan, menyesuaikan terhadap pendapatan yang menurun, mempertahankan hubungan perkawinan, menyesuaikan diri terhadap kehilangan pasangan, mempertahankan ikatan keluarga antar generasi, meneruskan untuk memahami ekstensi mereka.

  • 2.2. Pembinaan Keluarga

Pembinaan adalah suatu usaha, tindakan, dan kegiatan yang dilakukan dalam hal ini mewujudkan perubahan, kemajuan, peningkatan, pertumbuhan, evaluasi, atau berbagai kemungkinan atas sesuatu guna untuk memperoleh hasil yang lebih baik (KBBI, 2002). Sasaran upaya pembinaan kesehatan keluarga

adalah keluarga itu sendiri sebagai suatu kesatuan dari tiap individu atau anggota keluarga tersebut atau yang disebut sebagai sistem keluarga.

Sistem keluarga merupakan sistem yang kompleks, yang memerlukan adaptasi, interaksi, proses pengambilan keputusan dan kelanjutan pertumbuhan yang terdiri dari:

  • 1. Input yang meliputi anggota keluarga; organisasi keluarga; sarana dan prasarana dalam keluarga; dana.

  • 2. Proses yang meliputi perencanaan dan pengorganisasian keluarga; peran ayah sebagai suami, sebagai ayah dari anak-anaknya, sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung, kepala keluarga, anggota masyarakat; peran ibu sebagai istri, sebagai ibu dari anak-anaknya, pengurus rumah tangga, pengasuh dan pendidik, kadang-kadang ditambah sebagai pencari nafkah, anggota masyarakat dan lain-lain; peran anak dalam melaksanakan tugas- tugas/peran psiko-sosial sesuai dengan perkembangan fisik dan mental berdasarkan usianya; kegiatan keluarga untuk pemenuhan kebutuhan hidup masing-masing anggota keluarga; pengawasan keluarga.

  • 3. Output yang meliputi tujuan yang hendak dicapai oleh keluarga tersebut.

Keluarga yang membutuhkan pembinaan adalah terutama keluarga pra sejahtera dan sejahtera tahap I. Pembinaan keluarga dapat dilakukan dengan melakukan kunjungan ke rumah demi rumah secara berkala dalam hal promosi kesehatan. Pembinaan kesehatan keluarga ditujukan kepada upaya menumbuhkan kemampuan keluarga itu sendiri untuk mengatasi masalah kesehatan dengan dukungan dan bimbingan tenaga profesional menuju terwujudnya kehidupan keluarga yang sehat. Juga kesehatan keluarga diselenggarakan untuk mewujudkan keluarga sehat, kecil, bahagia, dan sejahtera.

Kunjungan rumah adalah kedatangan petugas kesehatan ke rumah pasien untuk lebih mengenal kehidupan pasien atau memberikan pertolongan kedokteran sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan pasien. Yang dilakukan saat kunjungan

adalah observasi keadaan rumah, kegiatan anggota keluarga, identifikasi masalah kesehatan, pelayanan kesehatan, serta pencatatan dan pelaporan.

Pelayanan kesehatan meliputi kegiatan upaya-upaya antara lain:

  • 1. Upaya promotif dapat berupa kegiatan penyuluhan dalam kesehatan, PHBS, diet seimbang, pembinaan mental, dan menanamkan sikap akan pentingnya skrining kesehatan.

  • 2. Upaya preventif dapat berupa kegiatan penyuluhan akan program penanggulangan penyakit menular dan tidak menular yang membutuhkan partisipasi masyarakat dan kegiatan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan teratur.

  • 3. Upaya kuratif berupa pelayanan kesehatan dasar dan spesifikasi melalui sistem rujukan.

  • 4. Upaya rehabilitatif berupa kegiatan penyuluhan dan mengembalikan rasa percaya diri pada penderita suatu penyakit, nasihat cara hidup yang sesuai dengan penyakit yang diderita, dan perawatan fisioterapi.

BAB III

HASIL KEGIATAN

  • 1 Identitas Keluarga Binaan Keluarga yang akan dibina dalam Keluarga Binaan ini adalah keluarga Bapak Ismail. Keluarga Bapak Ismail merupakan satu keluarga yang terdiri atas Bapak Ismail (36 tahun) sendiri, istrinya Siti Hamidah (35 tahun), anaknya Nazla Asifa (6 tahun), dan Naura Zaneeta (6 bulan), dan orang tua istri bapak Ismail ibu Haminatun Syahro (74tahun). Berikut ini adalah identitas anggota keluarga yang diperoleh pada saat kunjungan pertama ()

Anggota Keluarga

Keterangan

Nama

Ismail

Umur

36tahun

Alamat

Jl. Tengku Bergalit Dusun I

Agama

Islam

Kepala Keluarga

Pendidikan

SD

Pekerjaan

Buruh Pakan

Status

Menikah

Anggota Keluarga

Nama

Siti Hamidah

Umur

35 tahun

Alamat

Jl. Tengku Bergalit Dusun I

Agama

Islam

Pendidikan

SMK

Istri

Pekerjaan

Ibu Rumah Tangga

Status

Menikah

 

Anggota Keluarga

Nama

Nazla Asifa

Umur

6 tahun

Alamat

Jl. Tengku Bergalit Dusun I

Agama

Islam

Anak

Pendidikan

-

Pekerjaan

-

Status

-

Anggota Keluarga

Nama

Nela Zaneeta

Anak

Umur

6 bulan

Alamat

Jl. Tengku Bergalit Dusun I

Agama

Islam

Pendidikan

-

Pekerjaan

-

Status

-

Anggota Keluarga

Nama

Haminatu Syahro

Umur

74 tahun

Alamat

Jl. Tengku Bergalit Dusun I

Agama

Islam

Mertua

Pendidikan

SMP

Pekerjaan

-

Status

Janda

Keluarga Bapak Ismail secara skematis dapat digambarkan dalam pohon keluarga / ikhtisar keluarga sebagai berikut :

Bapak ismail

 

Ibu Siti Hamidah

 
Pendidikan - Pekerjaan - Status - Anggota Keluarga Nama Haminatu Syahro Umur 74 tahun Alamat Jl.
Nazla
Nazla
Naura
Naura
Haminatun
Haminatun
  • : Perempuan

  • : Laki-laki

DATA STATUS KESEHATAN KELUARGA

Data kesehatan, diambil saat kunjungan pertama ke rumah keluarga binaan (Tanggal 21 Desember 2015):

No

Nama Anggota

Usia

BB

TB

Keluhan

Status

TD

Ket

Keluarga

(kg)

(cm)

gizi

(mmHg)

  • 1 36 tahun

Ismail

65

167

Cukup

130/90

-

  • 2 Siti Hamidah

35 tahun

50

148

Cukup

110/90

-

  • 3 6 tahun

Nezla

26

112

-

Cukup

-

-

  • 4 6 bulan

Naura

6

62,6

Cukup

-

-

  • 5 Haminatun

74 tahun

52

153

-

Cukup

120/70

-

KONDISI FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN, SOSIAL, EKONOMI, DAN BUDAYA KELUARGA

Keadaan Lingkungan

Keluarga bapak Ismail tinggal di Jl. Tengku Bergalit Dusun I, Kecamatan Tnjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Tempat tinggal tersebut merupakan tempat tinggal tetap keluarga bapak Ismail sejak menikah. Bangunan rumah beratapkan seng dan tidak memiliki asbes, lantai terbuat dari semen dengan permukaan yang tidak rata dan ¼ dinding rumah terbuat dari bahan-bahan yang terdiri dari batu bata yang belum di plester dan di cat, sedangkan ¾ lagi terbuat dari anyaman bambu (tepas). Rumah ini terdiri atas ruang tamu, dua kamar tidur, dapur dan 1 kamar mandi. Bagian depan rumah ini adalah ruang tamu, dimana pada ruang meja kecil untuk meletakkan TV kecil, lemari tempat menyimpan barang- barang yang sudah tidak dipakai lagi, tumpukan barang-barang tidak diakai lagi, dan terdapat dua buah jendela yang dibuka dan ditutup dengan menggunakan gorden. Rumah Bapak Ismai ini memiliki dua kamar tidur dengan ukuran kamar tidak terlalu besar dimana keadaan kedua kamar

9

tidur sangat berantakan. Pada kedua kamar tidur masing-masing terbuat dari batu bata dan anyaman bambu (tepas). Lantai kamar tidur terbuat dari semen dengan permukaan yang tidak rata. Di setiap kamar tidur hanya memiliki satu jendela. Keluarga bapak Ismail tidur menggunakan kasur dan memakai kelambu.

Pada bagian belakang Rumah Bapak Ismail terdapat dapur yang digunakan untuk memasak makanan dan kamar mandi dengan jarak yang berdekatan. Pada bagian belakang ini terdapat kompor gas, meja untuk meletakkan alat-alat memasak dengan keadaan yang sangat berantakan, rak untuk meletakkan alat-alat makanan, lemari untuk menyimpan barang- barang, meja makan, dan meja untuk meletakkan dispenser dan pada dapur ini banyak terdapat barang-barang yang sudah tidak dipakai lagi. Dinding dapur terbuat dari anyaman bambu (tepas). Pada dapur juga terdapat barang-barang bekas yang tidak dipakai lagi.

Kamar mandi Bapak Ismail berada satu lokasi dengan dapur yang

memiliki jarak yang berdekatan dengan tempat untuk memasak. Kamar mandi memiliki atap berupa seng dan dinding kamar mandi terbuat dari anyaman bambu (tepas), tenda berwarna oranye dan batu bata. Pada kamar mandi Bapak Ismail terdapat bak mandi dan kamar mandi ini memiliki jamban. Air yang digunakan berasal dari sumur bor dengan kondisi air yang berwarna kuning.

S

a

m

p

i

m

a

h

Pada bagian samping rumah bapak Ismail digunakan untuk menjemur pakaian dan keadaan lingkungan lumayan bersih.

Sumber

air

minum

yang

digunakan

keluarga

Bapak

Ismail

menggunakan air isi ulang.

10

Denah rumah Bapak Ismail:

n

g

R

u

Belakang Rumah

tidur sangat berantakan. Pada kedua kamar tidur masing-masing terbuat dari batu bata dan anyaman bambu (tepas).
Dapur Kamar Mandi RUANGAN TAMU Kamar Tidur Kamar Tidur Depan Rumah
Dapur
Kamar Mandi
RUANGAN
TAMU
Kamar
Tidur
Kamar
Tidur
Depan Rumah

Sosial Ekonomi

Bapak Ismail adalah kepala keluarga, dan yang bekerja di dalam

keluarga tersebut adalah bapak Ismail sendiri. Bapak Ismail sudah melakukan pekerjaan tersebut kurang lebih 6 tahun. Dari pengakuan istri bapak Ismail tersebut rata-rata penghasilannya tidak bisa ditafsirkan jumlahnya dalam perbulan. Penghasilan Bapak Ismail adalah sebesar Rp.2.000.000/bulan. Dari penghasilan tersebut ia memenuhi kebutuhan hidupnya beserta keluarganya.

Budaya

Keluarga bapak Ismail di lingkungan rumahnya biasa-biasa saja. Mayoritas agama di lingkungan keluarga bapak Ismail beragama islam dan mayoritas bersuku melayu. Masing-masing masyarakat setempat membersihkan lingkungannya sendiri. Istri bapak Ismail mengatakan bahwa dilingkungan tempat mereka tinggal tidak pernah dilakukannya gotong royong oleh masyarakat atau warga setempat dan masih kurangnya

kesadaran masyarakat tersebut akan kesehatan lingkungan dan perilaku hidup sehat di lingkungan tempat tinggal mereka.

MASALAH KESEHATAN KELUARGA BINAAN

Identifikasi Masalah Kesehatan Keluarga

Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari kunjungan pertama dan kedua terhadap keluarga binaan yang akan dibina, maka dapat dirumuskan beberapa masalah kesehatan dalam keluarga bapak Ismail tersebut beserta dengan kemungkinan penyebab masalah kesehatannya

yang disajikan dalam tabel sebagai berikut:

No

Anggota

Masalah

Kemungkinan Penyebab Masalah

Ket

Keluarga

Kesehatan

Kesehatan

1.

Bapak Ismail

Batuk-batuk

  • - Merokok sudah sejak lama dan kira- kira 1 bungkus dalam 1 hari

 
  • - Udara yang tercemar asap dan debu yang banyak

  • - Keadaan kondisi rumah

2.

Ibu Siti

-

-

 

Hamidah

3.

Anak: Nezla

-

-

Asifa

4.

Anak : Naura

-

-

 

Zaneeta

5.

Mertua :

Asam

  • - Makan tidak teratur

Haminatun

Lambung -

  • - Makan makanan yang pedas dan

 

banyak mengandung bahan pengawet.

12

-

Jika dilihat dari aspek kesehatan masyarakat, maka masalah- masalah kesehatan yang dialami oleh anggota keluarga bapak Ismail

tersebut di atas terkait dengan determinan kesehatan yang ada yaitu aspek biologis/genetic, lingkungan, aspek perilaku/gaya hidup, dan aspek pelayanan kesehatan, dapat diuraikan sebagai berikut :

  • 1. Bapak Ismail Berdasarkan determinan kesehatan, masalah kesehatan yang muncul terutama disebabkan oleh aspek perilaku dan lingkungan.

  • 2. Ibu Haminatum

Berdasarkan determinan kesehatan, masalah kesehatan yang

muncul terutama disebabkan oleh aspek perilaku.

Dari kunjungan tersebut. Pembina mulai mengidentifikasi masalah kesehatan keluarga Bapak Ismail yang diperoleh melalui kunjungan kerumah pasien pada tanggal 28 Maret 2016. Dari kunjungan rumah pertama tersebut mulai diperoleh masalah kesehatan masing-masing anggota keluarga dan memperkirakan rencana upaya intervensi yang akan dilakukan

Rencana Upaya Intervensi yang Akan Dilakukan

No.

Anggota

Masalah

 

Rencana Upaya

 

Ket

Keluarga

Kesehatan

Intervensi

Anggota Keluarga

 

1.

Ismail

Batuk-batuk

Penyuluhan tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) Penyuluhan tentang bahaya rokok bagi kesehatan dan menyarankan untuk mengurangi merokok

 

Menyarankan

untuk

memakai

masker pada saat pergi keluar

13

     

Menyarankan agar keluarga ini rajin untuk membuka jendela

 

Menyarankan

 

agar

rajin

membersihkan rumah terkhususnya kamar

Menyarankan

untuk

memeriksakan

diri

ke

puskesmas

untuk

pengontrolan penyakit.

 

Menyarankan

untuk

memeriksakan

diri ke Puskesmas atau Rumah Sakit

bila terjadi masalah kesehatan.

 
 

2.

Ibu

Asam Lambung

Penyuluhan tentang Efek Samping

 

Haminatum

makanan yang berbahan pengawet

Menyarankan agar makan dengan

teratur Memberikan penyuluhan mengenai

makanan

yang

tidak boleh

dikonsumsi terlalu banyak Menyarankan untuk memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit bila terjadi masalah kesehatan

Upaya Kesehatan yang Telah Dilakukan Keluarga

Upaya kesehatan yang telah dilakukan oleh keluarga bapak Ismail bila terdapat anggota keluarga yang mengalami sakit adalah mencari pengobatan ke bidan-bidan yang dekat dengan tempat tinggal atau ke puskesmas terdekat. Bagi bapak Ismail agar mau mengurangi jumlah rokok perhari dan ibu Haminatum agar merubah perilaku untuk lebih teratur makan dan mengurangi mengonsumsi makanan yang terlampau pedas.

14

  • 1.1 MASALAH PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT KELUARGA BINAAN

    • 1.1.1 Identifikasi Masalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari kunjungan terhadap keluarga binaan yang dibina maka ditemukan juga beberapa masalah perilaku hidup bersih dan sehat.

No

Nama

Umur

 

Indikator Perilaku Sehat

 

Klasifi

 

kasi

 
PHBS

PHBS

Per-

ASI

Timbang

Air

Cuci

Gunakan

Berantas

Makan

Aktivitas

Tdk

 

salinan

Eks-

balita

Bersih

Tangan

Jamban

Jentik

buah &

fisik

merokok

Klusif

sayur

dirumah

1.

Ismail

  • 36 thn

X
X
X
X
X
X
X
X
√
√
X
X
√
X
X
X
X
 

Siti

  • 35 thn

√
√
√
X
X
√
√
X
X
√
X
X
√

2.

Hamidah

3.

Haminatum

  • 74 thn

X
X
X
X
X
X
X
X
√
√
X
X
√
X
X
√

15

Nezla Asifa 6 thn Tidak 4. X X X X X X X √ X X
Nezla Asifa
6 thn
Tidak
4.
X
X
X X
X
X
X
X
X
Sehat
Naura
5.
Zaneeta
5 thn
X
X X
X
X
X
X
X
X

16

Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari kunjungan terhadap keluarga binaan yang dibina, maka dapat dirumuskan beberapa masalah PHBS dalam rumah tangga yang ditemukan dalam keluarga ini adalah:

Anak bapak Ismail dilahirkan bukan di Rumah Sakit/Puskesmas ataupun

di Bidan Desa melainkan dirumah sendiri dengan bantuan bidan. Hal ini tidak sesuai dengan salah satu indikator rumah tangga sehat yang seharusnya persalinan yang aman dilakukan di Rumah Sakit/Puskesmas ataupun di Bidan Desa. Sumber air untuk minum diperoleh keluarga bapak Ismail dari air isi

ulang. Air yang ada didalam sumur hanya digunakan untuk mandi serta mencuci alat-alat makanan serta pakaian yang dimiliki oleh keluarga bapak Ismail sendiri dimana air tersebut berwarna kekuningan dan sedikit berbau. Kebanyakan dari keluarga bapak Ismail tidak membiasakan diri untuk

mencuci tangan dahulu sebelum makan ataupun sehabis bekerja. Keluarga bapak Ismail memiliki jamban pada kamar mandinya.

Keluarga bapak Ismail juga tidak membiasakan diri untuk membersihkan

tumpukan barang-barang yang dapat menjadi sumber pertumbuhan nyamuk Bapak Ismail telah merokok sejak masih muda sebelum menikah dan bapak Ismail sering merokok di dalam rumah mereka. Hal ini tidak sesuai dengan salah satu indikator rumah tangga sehat yang seharusnya tidak boleh ada anggota keluarga yang merokok terutama merokok di dalam rumah, terutama karena adanya anak-anak didalam rumah.

Rencana Upaya Intervensi yang Akan Dilakukan

Anggota

Masalah Perilaku Hidup

Rencana Upaya

Keluarga

Bersih dan Sehat Keluarga Binaan

Intervensi

Ismail

Siti Hamidah

Haminatum

Nezla Asifa

Naura Zaneeta

Persalinan

Gunakan Air

Bersih Cuci Tangan

Berantas Jentik

Aktivitas Fisik

Tidak Merokok di

dalam rumah

Penyuluhan tentang

pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di dalam rumah tangga Menjelaskan kepada keluarga

bapak

Ismail

tentang

persalinan

yang

aman

dan

menyarankan

agar

ketika

melahirkan

dilakukan

di

Rumah Sakit/Puskesmas/Bidan Desa dan tidak boleh dilakukan di rumah sendiri. Menjelaskan kepada keluarga

bapak Ismail tentang pentingnya penggunaan air bersih yang digunakan sebagai air minum dan menyarankan untuk pembuatan sarana air bersih, namun hal ini terbentur dengan masalah biaya Menyarankan kepada keluarga

bapak Ismail agar mencuci tangan dahulu sebelum makan ataupun sesudah bekerja dan mengajarkan ke semua keluarga bapak Abdul Rahman cuci tangan yang baik dan benar dengan sabun dan air yang mengalir. Menyarankan kepada keluarga

bapak

Ismail

untuk

rajin

melakukan

aktivitas

fisik

seperti berolahraga

Menyarankan

kepada

bapak

Ismail agar tidak merokok di dalam rumah dan menjelaskan tentang bahaya merokok bagi kesehatannya sendiri dan bagi kesehatan anggota keluarganya. Menyarankan kepada keluarga

bapak Ismail

agar

sering

membersihkan dan

menjaga

kebersihan

rumah

dan

lingkungan

tempat

tinggal

mereka

dengan

cara

gotong

royong. Menyarankan kepada keluarga bapak Ismailagar mau mengajak atau menyarankan kepada masyarakat lingkungan tempat tinggal mereka agar bersama-sama melakukan gotong royong dan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka.

Upaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang Telah Dilakukan Keluarga

Upaya perilaku hidup bersih dan sehat yang telah dilakukan oleh keluarga bapak Ismail bila terdapat anggota keluarga yang sakit adalah mencari pengobatan di Rumah Sakit/Puskesmas terdekat atau ke bidan-bidan yg dekat dengan tempat tinggal keluarga ini. Dan bagi bapak Ismail agar mau mengurangi jumlah rokok perhari ataupun berhenti merokok.

PENGKAJIAN MASALAH KESEHATAN PASIEN Determinan Masalah Kesehatan BIOLOGIS Bapak Ismail (36 tahun)  Kurangnya  pengetahuan
PENGKAJIAN MASALAH KESEHATAN PASIEN Determinan Masalah Kesehatan BIOLOGIS Bapak Ismail (36 tahun)  Kurangnya  pengetahuan

PENGKAJIAN MASALAH KESEHATAN PASIEN

Determinan Masalah Kesehatan

BIOLOGIS
BIOLOGIS
Bapak Ismail (36 tahun)
Bapak Ismail (36
tahun)
PENGKAJIAN MASALAH KESEHATAN PASIEN Determinan Masalah Kesehatan BIOLOGIS Bapak Ismail (36 tahun)  Kurangnya  pengetahuan

Kurangnya

pengetahuan mengenai bahaya rokok bagi kesehatan Kurangnya

kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri, dan tidak memakai masker pada saat pergi keluar rumah Kurangnya kesadaran untuk berobat puskesmas terdekat dan membiarkan

en

akitn a

PENGKAJIAN MASALAH KESEHATAN PASIEN Determinan Masalah Kesehatan BIOLOGIS Bapak Ismail (36 tahun)  Kurangnya  pengetahuan
 Batuk-batuk  Kurangnya kesadaran akan pola hidup yang sehat Masih banyaknya yang berpendapat bahwa dengan
Batuk-batuk
Kurangnya kesadaran
akan pola hidup yang
sehat
Masih banyaknya yang
berpendapat bahwa
dengan merokok dapat
menghilangkan beban
pikiran (stress)
PELAYANAN
KESEHATAN

Kurangnya kesadaran keluarga untuk membawa keluarga berobat ke puskesmas terdekat jika ada salah satu keluarga yang terkena penyakit

20

 Kurangnya pengetahuan mengenai pola  makan yang teratur Kurangnya pengetahuan mengenai makanan apa saja yang

Kurangnya

pengetahuan

mengenai

pola

makan yang teratur Kurangnya pengetahuan mengenai makanan apa saja yang dapat dikonsumsi

 Kurangnya pengetahuan mengenai pola  makan yang teratur Kurangnya pengetahuan mengenai makanan apa saja yang

Ibu Huminatum (74 tahun)

Asam Lambung

 Kurangnya pengetahuan mengenai pola  makan yang teratur Kurangnya pengetahuan mengenai makanan apa saja yang
 Kurangnya pengetahuan mengenai pola  makan yang teratur Kurangnya pengetahuan mengenai makanan apa saja yang

Kurangnya kesadaran akan pola hidup yang

sehat Kurangnya kesadaran akan pengaruh makanan bahan pengawet dan efek

makanan yang terlampau pedas Kurangnya kepedulian

Kurangnya kesadaran keluarga untuk membawa keluarga berobat ke puskesmas terdekat jika ada salah satu keluarga yang terkena penyakit

21

Diagnostik Holistik

Bapak Ismail

Aspek Personal

Pasien datang ke bidan desa dengan keluhan batuk-batuk yang

dialami bapak Ismail kurang lebih 5 hari

Aspek Klinik

Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

Aspek Resiko Internal

Pasien merupakan bapak Ismail 36 tahun, pola hidup yang dijalani oleh pasien selama ini menjadi aspek risiko bagi pasien dimana pasien memiliki kebiasaan merokok dan menghabiskan 1 bungkus dalam satu hari dan faktor pekerjaan serta lingkungan juga menjadi aspek risiko bagi penyakit yang dialaminya saat ini.

Aspek Psikososial keluarga

Kurangnya pengetahuan mengenai bahaya penyakit yang disebabkan oleh rokok dan udara yang tercemar asap, kurangnya pengetahuan mengenai lingkungan udara yang baik dikarenakan keluarga juga jarang membuka jendela yang ada didalam rumah mereka serta kurang pahamnya keluarga mengenai pola hidup sehat ..

Diagnostik Holistik

Ibu Huminatum

Aspek Personal

Ibu Huminatum merupakan mertua dari Bapak Ismail. Pada kunjungan pertama ke rumah Ismail pembina melakukan wawancara, maka didapati ternyata Ibu Huminatum menderita asam lambung yang telah lama, sekitar 2 tahun belakangan ini dan jarang melakukan pengontrolan ke puskesmas

Aspek Klinik

Dispepsia

Aspek Resiko Internal

Pasien merupakan Ibu huminatum berumur 74 tahun. Pola hidup yang dijalani oleh pasien selama ini menjadi aspek risiko bagi penyakit yang dialaminya saat ini.

Aspek Psikososial keluarga

Kurangnya pengetahuan keluarga mengenai penyakit yang disebabkan oleh asam lambung dan faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan asam lambung, dan kurang pahamnya keluarga mengenai pola hidup sehat

Tindak Lanjut Dan Hasil Intervensi Pasien

Tanggal

Kegiatan dan Hasil

Kedatangan

 

Kegiatan :

Pertama

Pada kedatangan pertama ini, dilakukan perkenalan dan

(28 Maret 2016)

pendataan setiap anggota keluarga Menelaah lingkungan rumah dan perilaku dari pasien dan setiap

anggota keluarga Menelaah masalah kesehatan dari setiap anggota keluarga

Mengevaluasi apakah terdapat perbaikan gejala klinis dari pasien

sepulang dari bidan desa Mengukur tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan

Hasil :

Didapatinya masalah-masalah kesehatan pada setiap anggota dan keluhan bapak Ismail sudah mulai berkurang Intervensi :

Pada kedatangan pertama ini, intervensi yang dilakukan adalah edukasi kepada bapak Ismail mengenai bahaya rokok bagi kesehatan diri sendiri dan bagi keluarganya serta menyarankan pasien untuk mengurangi jumlah merokok dalam 1 hari serta

23

 

memakai masker pada saat keluar rumah dan pada saat bekerja Edukasi mengenai pola makan yang sehat dan makanan yang

boleh dikonsumsi Edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Edukasi mengenai pentingnya dari ventilasi

Kedatangan

Kegiatan :

Pertama (28 Maret 2016)

Wawancara untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan munculnya masalah kesehatan di setiap anggota keluarga Mengevaluasi perbaikan gejala klinis dari keluarga yang

mengalami keluhan Menyarankan kepada bapak Ismail agar berobat ke puskesmas jika ada keluhan dan tidak membiarkannya, serta kepada ibu Huminatum untuk pengontrolan penyakit, mengatur pola makan dan tidak mengonsumsi makanan yang mengandung bahan

pengawet Menelaah lingkungan rumah dan perilaku dari pasien serta setiap

anggota keluarga Mengajak keluarga untuk membersihkan rumah, kamar tidur,

kamar mandi dan lingkungan sekitar agar terhindar dari penyakit Hasil :

Faktor resiko yang menyebabkan munculnya masalah kesehatan

Mengingatkan kembali mengenai bahaya rokok dan makanan

pada anggota keluarga adalah pola perilaku yang buruk, PHBS dan lingkungan rumah yang buruk Masih kurangnya kepedulian keluarga mengenai kebersihan di

dalam rumahnya sendiri Bapak Ismail mengaku sudah mulai mengurangi jumlah merokok

dalam satu hari Ibu Huminatum mengaku sudah mulai memperbaiki pola

makannya Intervensi :

yang dapat dikonsumsi Edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Mengingatkan kembali agar lebih peduli terhadap kebersihan

didalam rumah sendiri

24

 

Edukasi terhadap pasien untuk menghindari faktor resiko

 

Edukasi terhadap pasien untuk tetap menjaga pola makan yang

 

teratur, menghindari makanan yang dapat menyebabkan asam

lambung kembali

 

Kedatangan ketiga (5 April 2016)

Kegiatan Mengevaluasi perbaikan klinis dari gejala penyakit pasien

 

Mengamati PHBS pasien dan keluarganya

 
 

Mengamati keadaan rumah bapak Ismail

Mengajak keluarga untuk membersihkan rumah, kamar tidur,

kamar mandi dan lingkungan sekitar agar terhindar dari penyakit Menyarankan bapak Ismail beserta istri dan mertuanya ataupun

keluarganya yang lain untuk datang berobat ke puskesmas dan mengingatkan apabila ada anggota keluarga yang sakit segera dibawa ke puskesmas Hasil

Bapak Ismail mengaku keluhannya sudah mulai berkurang

Ibu Huminatum sudah mulai mengatur pola makan dan

mengurangi konsumsi makanan yang banyak pengawet. PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) pasien dan anggota

keluarga lain masih sangat kurang Kepedulian terhadap kebersihan didalam rumah sendiri masih

sangat kurang. Intervensi :

 

Mengingatkan kembali untuk mengurangi jumlah rokok dan

memotivasi pasien agar sebaiknya berhenti merokok Mengingatkan kembali kepada ibu Huminatum untuk terus

mengatur pola makan dan mengetahui makanan yang sebaiknya dihindari Edukasi dan memotivasi pasien mengenai PHBS pada keluarga

Menyarankan kepada pasien untuk meminta berobat ke

puskemas atau pustu jika mengalami gangguan kesehatan Edukasi dan motivasi kepada pasien untuk menghindari faktor resiko

Dan

kembali

mengingatkan

mengenai

kepedulian

terhadap

rumah sendiri agar kesehatan tetap terjaga.

 

25

BAB IV

KESIMPULAN

Kesimpulan Penatalaksanaan Pasien Keluarga Binaan:

Faktor pendukung terselesaikannya masalah kesehatan pasien:

Faktor pendukung terselesaikannya masalah kesehatan pasien :

  • a. Pasien dan keluarga terbuka terhadap edukasi dan motivasi yang

diberikan Pembina

 
  • b. Adanya

kemauan

dari pasien untuk mulai mengikuti setiap

pembelajaran yang diberikan Pembina

Faktor penghambat terselesaikannya masalah pasien :

  • a. Kondisi sosio-ekonomi yang kurang mendukung sehingga menjadi alasan bagi pasien tidak bisa menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dengan baik.

  • b. Kurangnya kesadaran keluarga dalam hal kebersihan rumah dan

lingkungan sekitar

 

  • c. Kebiasaan pasien untuk merokok dan pola hidup yang tidak sehat Rencana penatalaksanaan penderita selanjutnya :

  • a. Edukasi kepada penderita untuk menghindari faktor risiko

  • b. Mengajak keluarga untuk terus bergaya hidup sehat serta menjalani hidup sehat agar anggota keluarga lainnya tidak memiliki kecenderungan penyakit seperti yang diderita pasien.

  • c. Mengajak keluarga untuk lebih peduli lagi terhadap kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.

LAMPIRAN GAMBAR

Dokumentasi rumah Bapak Ismail :

Kunjungan I (28 Maret 2016)

Tampak depan rumah keluarga Bapak Ismail

Kunjungan I (28 Maret 2016) Tampak depan rumah keluarga Bapak Ismail Tampak samping rumah bapak Ismail

Tampak samping rumah bapak Ismail

Kunjungan I (28 Maret 2016) Tampak depan rumah keluarga Bapak Ismail Tampak samping rumah bapak Ismail

Tampak ruang tamu rumah bapak Ismail

Tampak kamar tidur bapak Ismail dan keluarga 28

Tampak kamar tidur bapak Ismail dan keluarga

Tampak kamar tidur bapak Ismail dan keluarga 28
Tampak dapur keluarga Baak Ismail 29

Tampak dapur keluarga Baak Ismail

Tampak dapur keluarga Baak Ismail 29

Tampak kamar mandi keluarga bapak Ismail

Tampak kamar mandi keluarga bapak Ismail Kunjungan II ( 1 April 2016 ) 30

Kunjungan II ( 1 April 2016 )

Tampak kamar mandi keluarga bapak Ismail Kunjungan II ( 1 April 2016 ) 30
31
31
32
32

Kunjungan III ( 5 April 2016)

Kunjungan III ( 5 April 2016) 33