Anda di halaman 1dari 11

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Komponen pendapatan asli daerah yang mempunyai peranan penting
terhadap kontribusi penerimaan adalah pajak daerah. Menurut Lutfi (2004)
pajak daerah merupakan komponen yang sangat menjanjikan dan selama ini
pendapatan yangberasal dari perolehan hasil pajak daerah merupakan
komponen yang memberikan sumbangan besar dalam struktur pendapatan
yang berasal dari pendapatan asli daerah. Salah satu jenis pajak daerah yang
ada pada sebagian pemerintah kota/kabupaten mempunyai kontribusi yang
cukup besar bagi penerimaan pendapatan asli daerah adalah pajak Hotel,
Restoran dan Hiburan. Begitu juga dengan Kota Pontianak sebagai daerah
tingkat II dan sekaligus ibukota Propinsi Kalimantan Batat juga memerlukan
pembiayaan pembangunan dan pemerintahan dalam pelaksanaan otonomi
daerah yang salah satunya diperoleh dengan mengadakan pemungutan pajak
hotel dan pajak restoran.

Kota Pontianak merupakan daerah yang sedang berkembang serta


merupakan

pusat

pemerintahan

dan

pembangunan.

Menjamurnya

pembangunan hotel dan restoran menjadi sorotan saat ini, mengingat


Pontianak menjadi salah satu kota tujuan wisata dan kota persinggahan para
pebisnis baik dalam negeri maupun luar negeri. Sasaran peningkatan sumber
pendapatan daerah yang berasal dari pajak hotel dan restoran memiliki dua
arti strategis yaitu sebagai sumber pembiayaan pembangunan daerah dan
sebagai salah satu komponen dalam melaksanakan otonomi daerah.
Efektivitas penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan terhadap pajak
daerah perlu dilakukan mengingat jumlah target penerimaan yang ditetapkan
setiap tahun anggaran relatif lebih kecil dibandingkan potensi yang dimiliki
dari pajak hotel dan restoran untuk pemerintah kota Pontianak. Menurut Wali
kota Pontianak Sutarmidji, pada kuartal I/2015 masih ada hotel dan restoran
yang belum membayar pajak sesuai dengan omzetnya lebih dari 50%.
Kesenjangan antara potensi dan target yang telah di tentukan menyebabkan
kecilnya jumlah penerimaan Pendapatan Asli Daerah sebagai sumber
pembiayaan pembangunan, yang berimplikasi pada para pengambil keputusan
yang sulit melakukan perencanaan sumber pembiayaan secara lebih baik,
sehingga upaya percepatan pelaksanaan pembangunan dapat terhambat dan
otonomi daerah tidak dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.Upaya
peningkatan Pendapatan Asli Daerah harus dilakukan secara terintegrasi dan
terkordinasi dari keseluruhan sistem penerimaan daerah. Upaya tersebut
efektif apabila diketahui sumber penyebabnya. Oleh sebab itu harus

ditemukan sumber penyebab masalah pokok dari kecilnya penerimaan


pendapatan daerah yang merupakan langkah pertama yang harus dilakukan
untuk memperoleh alternatif pemecahan masalah. Oleh sebab itu perlu suatu
metode perhitungan untuk melihat sejauh mana pajak Hotel, Restoran dan
Hiburan yang merupakan salah satu komponen Pajak Daerah Kota Pontianak,
memberikan sumbangannya bagi Pendapatan Asli Daerah Kota Pontianak.
Sumber-sumber pendapatan asli daerah berdasarkan Undang-Undang
no 25 tahun 1999 terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan
daerah dan lain-lain pendapatan daerah yang sah seperti penjualan asset tetap
daerah dan jasa giro. Menurut Trywilda (2012), diantara sumber-sumber
pendapatan tersebut, hasil pajak daerah merupakan sumber pendapatan yang
sangat potensial dan memegang peranan penting dalam meningkatkan
pendapatan asli daerah.
Pendapatan asli daerah merupakan indikator keberhasilan dalam
penyelengaraan otonomi daerah, karena semakin tinggi PAD maka semakin
tinggi pula kemampuan daerah untuk membiayai kebutuhan pembiayaan
daerah itu sendiri.Hal ini berarti bahwa pemerintahaan daerah telah berhasil
menjalankan otonomi daerah begitupun sebaliknya.
Menurut undang-undang Nomor.23 Tahun 2014 tentang Pokokpokok Pemerintah Daerah, Retribusi Daerah, hasil pengelolaan kekayaan
daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

Dari berbagai alternatif sumber penerimaan yang mungkin dipungut


oleh pemerintah daerah.Pajak dan retribusi daerah menjadi salah satu sumber
penerimaan yang berasal dari dalam daerah dan dapat dikembangkan sesuai
dengan kondisi daerah masing-masing.
Dalam otonomi daerah bagi setiap daerah, salah satu sumber PAD
yang paling dapat diandalkan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan
dan pemerintahannya yang tetntunya tidak mengesampingkan sumber-sumber
yang lainnya adalah pajak daerah.
Pajak daerah sebagai salah satu komponen pendapatan asli daerah
yang meiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan, oleh sebab itu
pajak daerah harus dikelola secara professional dan transparan dalam rangka
optimalisasi dan usaha meningkatkan kontribusinya terhadap anggaran
pendapatan daerah (Halim, 2004)
Adapun jenis pajak kabupaten/kota menurut undang-undang Nomor
28 tahun 2009 , tentang pajak daerah dan retribusi daerah pasal 2 ayat (2)
terdiri dari :
1. Pajak hotel
2. Pajak restoran
3. Pajak hiburan
4. Pajak reklame
5. Pajak penerangan jalan
6. Pajak mineral bukan logam dan batuan
7. Pajak parkir
8. Pajak ait tanah
9. Pajak sarang burung wallet
10. Pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan
11. Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan
4

Dari berbagai jenis pajak yang dipungut oleh kota Pontianak , Pajak
hotel dan restoran merupakan pajak yang potensial untuk dipungut yang dapat
menyumbang pada pendapatan asli daerah kota Pontianak. Hal ini dapat
dilihat dari realisasi pajak hotel dan restoran yang termasuk dalam salah satu
pajak dengan tingkat realisasi tinggi sebagai berikut.
Tabel 1.1
Target dan realisasi pajak daerah Kota Pontianak tahun 2014
Jenis pajak
Target
Realisasi
Pajak hotel
16.000,000,000.00
16,392,258.617.00
Pajak restoran
33,800,000,000.00
34,808,626,710.00
Pajak hiburan
10,000,000,000.00
10,079,852,545.00
Sumber : Dispenda Kota Pontianak (diolah)

%
102,45
102,39
100,80

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa pajak hotel, restoran


dan hiburan merupakan pajak yang potensial hal ini terlihat dari tingkat
realisasi yang tergolong tinggi setelah BPHTB.
Salah satu jenis pajak daerah yang ada pada sebagian pemerintahan
kota/kabupaten yang memilki kontribusi cukup besar bagi penerimaan asli
daerah adalah pajak hotel dan restoran. Berdasarkan data Badan Pusat
Statistik kota Pontianak, stuktur perekonomian Kota Pontianak tiga tahun
terakhir masih ditopang sector perdagangan, hotel dan restoran. Kontribusi
sector tersebut terhadap produk domestic regional bruto kota Pontianak
mencapai 26.7 persen.
Tabel 1.2

Penerimaan pajak hotel di Kota Pontianak 2010-2014


Tahun
Target
2010
7.300.000.000,00
2011
10.456.000.000,00
2012
11.400.000.000,00
2013
14.200.000.000,00
2014
16.000.000.000,00
Sumber : Dispenda Kota Pontianak (diolah)

Realisasi
7.650.415.781,00
10.615.085.573,00
12.276.548.006,00
14.836.614.399,00
16.392.246.617,00

Tabel 1.3
Penerimaan pajak Restoran Kota Pontianak 2010-2014
Tahun
Target
2010
14.542.200.000,00
2011
19.459.000.000,00
2012
24.800.000.000,00
2013
29.600.000.000,00
2014
33.800.000.000,00
Sumber : Dispenda Kota Pontianak (diolah)

Realisasi
15.088.696.119,00
19.704.282.923,00
25.600.393.023,00
30.305.454.983,00
34.608.626.710,00

Tabel 1.3
Penerimaan pajak Hiburan Kota Pontianak 2010-2014

Tahun

Target

Realisasi
6

2010
2011
2012
2013
2014

3.915.000.000,00
4.128.460.000,00
5.800.000.000,00
9.400.000.000,00
10.000.000.000,00

4.078.788.196,00
4.279.267.214,00
5.465.287.423,00
9.412.437.398,00
10.079.952.545,00

Dilihat dari data di atas dapat disimpulkan bahwa hampir setiap tahun
terjadi pertumbuhan jumlah hotel dan restoran sehingga berpengaruh terhadap
realisasi penerimaan yang selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Realisasi penerimaan dai pajak hotel dan restoran memenuhi target bahkan
lebih dan hasil ini memberikan indikasi yang baik akan tetapi, dalam
pelaksanaan pemungutan pajak hotel dan restoran, petugas dinas pelayanan
pajak berorientasi pada target yang telah disusun sebelumnya, target ini telah
dibuat perbulan, dengan patokan berdasarkan penerimaan bulan yang sama
pada tahun sebelumnya.
Target yang telah dibuat ini pelaksanaannya selalu melebihi yang telah
ditentukan, ini menunjukan secara umum tingkat efektivitas pemungutan
baik, akan tetapi tingkat efektivitas ini akan kembali dipertanyakan jika pada
kenyataannya realisasi penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan itu masih
di bawah potensi sebenarnya.
Menurut Halim(2004) menyatakan bahwa untuk menilai efektivitas
dapat diperoleh dengan membandingkan antara realisasi dengan target
derdasarkan potensi riil. Dengan demikian, salah satu cara yang mungkin
dilakukan untuk meningkatkan pajak daerah di Kota Pontianak adalah dengan

mengefektifkan pemungutan pajak Hotel, Restoran dan Hiburan berdasarkan


dengan potensi rill atau potensi yang seharusnya didapat.
Penelitian mengenai pajak daerah ini pernah dilakukan oleh Agi
Mulyadi (2013), dengan mengambil judul Analisis pengaruh efekivitas
pemungutan pajak hotel dan restoran terhadap penerimaan pajak daerah kota
Bandung. Dengan lokasi penelitian pada dinas pendapatan daerah
(DISPENDA) kota Bandung. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan
bahwa untuk pajak hotel berdasarkan target masuk dalam standar sangat
efektif namun bedasarkan potensi sebenarnya masuk dalam standar sangat
efektif. Sedangkan untuk pajak restoran berdasarkan target masuk dalam
standar sangat efektif sedangkan berdasarkan

potensi sebenarnya masuk

dalam standar kurang efektif.


Icha Trestiyana Putri (2012), juga pernah melakukan penelitian
mengenai Analisis efektivitas dan kontribusi peneriamaan pajak bumi
dan bangunan terhadap pendapatan daerah kabupaten Bandung.
Dengan lokasi penelitian pada dinas pendapatan dan pengelolaan keuangan
daerah kabupaten Bandung. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
pnerimaan pajak bumi dan bangunan tahun 2000-2013 berdasar target yang
diperoleh nilai tertinggi pada tahun 2004 dengan kiteria sangat efektif dan
terendah pada tahun 2008 dengan kriteria cukup efektif. Kontribusi terbesar
pada tahun 2000 dengan kategori sangat kurang, dengan rata-rata kontribusi
pajak bumi dan bangunan adalah hanya 4,49% terhadap pendapatan daerah.

Perbedaan penelitian ini dengan yang sebelumnya adalah peneliti


lebih memfokuskan kepada efektifitas pemungutan dan kontibusi pajak Hotel
dan Restoran terhadap pendapatan asli daerah. Selain itu tingkat efektivitas
yang digunakan berdasarkan potensi riil yang ada di Kota Pontianak sehingga
dapat

menunjukan

seberapa

upaya

pemerintah

untuk

mendapatkan

pendapatan bagi daerahnya dengan mempertimbangkan potensi yang


dimilikinya dan periode yang diambil oleh penulis 2010-2014
Berdasarkan beberapa alasan yang telah dikemukakan diatas, maka
perlu adanya suatu metode perhitungan untuk melihat sejauh mana pajak
Hotel, Restoran dan Hiburan yang merupakan salah satu komponen pajak
daerah Kota Pontianak memberikan kontribusinya bagi pendapatan asli
daerah Kota Pontianak. Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
mengenai Analisis efektivitas dan kontribusi pajak hotel, restoran dan
hiburan terhadap penerimaan asli daerah Kota Pontianak untuk
mengetahui lebih lanjut seberapa efektif dan besarnya kontribusi pajak hotel
dan restoran bagi pendapatan asli daerah Kota Pontianak.

1.2.

Identifikasi masalah
Dalam uraian pada latar belakang dapat diperoleh gambaran mengenai

perkembangan pajak daerah khususnya pajak hotel, restoran dan hiburan


serta perkembangan pendapatan asli daerah di Kota Pontianak selama 5 (lima)
tahun terakhir yaitu dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. Realisasi
9

penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan terlihat mengalami peningatan dan
efektifitas yang bervariasi setiap tahun. Apabila dibandingkan dengan penerimaan
pajak secara keseluruhan, kelihatan bahwa pajak daerah setiap tahunnya
juga

mengalami peningkatan. Dengan melihat masalah tersebut diatas, dalam

penulisan ini akan dibahas dan di analisis mengenai peranan, pengelolaan pajak
hotel dan restoran dari sudut pandang konstribusi
pengaruhnya
tersebut,

terhadap PAD

maka

permasalahan

Kota Pontianak.

dan efektifitasnya dan


Berdasarkan

pemaparan

dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai

berikut Bagaimana efektifitas, dan kontribusi pajak hotel, restoran dan hiburan
dalam peningkatan PAD di Kota Pontianak ?
1.3.

Tujuan penelitian
Sehubungan dengan masalah yang diidentifikasikan dan keadaan yang
menjadi latar belakang, maksud dan tujuannya adalah untuk :
1. Mengetahui dan menganalisis efektifitas penerimaan pajak hotel, restoran
dan restoran di Kota Pontianak.
2. Mengetahui dan menganalisis kontribusi

pajak

hotel, pajak dan

restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Pontianak.

1.4.

Kegunaan penelitian
Dengan dilakukannya penelitian ini, penulis berharap agar hasil yang
diperoleh dapat berguna bagi :
1. Memenuhi salah satu syarat strata 1 program studi Akuntansi pada
Universitas

Tanjungpura

dan

menambah

wawasan

dan
10

pengetahuan serta pemahaman mengenai efektivitas pemungutan


dan kontribusi pajak hotel, restoran dan hiburan terhadap
pendapatan asli daerah
2. instansi
hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai suatu bentuk
masukan dan pertimbangan bagi instansi terkait untuk menunjang
efisisensi dan efektivitas dalam kegiatan pengelolaan pajak daerah
dan pendapatam asli daerah.
3. Pihak-pihak lain
Duharapakan penelitian ini

dapat

memberikan

informasi,

tambahan pengetahuan dan dapat digunakan sebagai bahan


referensi untuk penulisan karya ilmiah selanjutnya.

1.5.

Lokasi dan waktu penelitian


Dalam menyusun skripsi ini penulis melakukan penelitian di
DISPENDA Kota Pontianak yang berlokasi di Jalan Gusti Sulung
Lelanang No. 1B provinsi Kalimantan Barat.Penelitian ini dilakukan
muali bulan November hingga selesai.

11