Anda di halaman 1dari 2

Resume Auditing

2. jasa perpajakan, perencanaan perpajakan, dan jasa perpajakan lainnya.


3. konsultasi manajemen.
4. jasa akuntansi dan pembukuan.
Struktur KAP:
1. rekan/partner
2. manajer
3. penyelia
4. senior
5. asisten
Setiap jenjang harus bekerja selama 2-3 tahun sebelum mencapai kedudukan sebagai
rekan.
Tugas AICPA (American Institute of Certified Public Accountant) atau IAI (Ikatan
Akuntan
Indonesia):
1. Penetapan standar dan aturan (Standar audit, Standar kompilasi dan penelaahan
laporan keuangan, Standar atestasi lainnya, Kode etik profesi).
2. Penelitian dan publikasi (menghasilkan jurnal).
3. Pelaksanaan ujian sertifikasi akuntan publik.
4. Pendidikan lanjutan.
Standar Auditing yang Berlaku Umum (General Accepted Auditing
Standard)
merupakan pedoman bagi auditor dalam melaksanakan tanggung jawab
profesionalnya.
Standar umum (general standard)
1. Keahlian dan pelatihan tekis yang memadai.
2. Independensi dalam sikap mental.
3. Kemahiran profesional yang cermat dan seksama.
Standar Pekerjaan Lapangan (operasional standard)
1. Perencanaan dan supervisi audit.
2. Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern.
3. Bukti audit yang cukup dan kompeten.
Standar Pelaporan (reporting standard)
1. Peryataan apakah laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
2. Pernyataan mengenai ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
3. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan
4. Pernyataan pendapat atas laporan keuangan secara keseluruhan.
Pengendalian
Mutu
adalah prosedur yang digunakan KAP untuk membantu menaati standar secara konsisten dalam
setiap kontrak kerja yang mengikatnya.
Sembilan elemen mutu pengendalian mutu menurut
IAI:
1. Independensi
2. Penugasan para auditor
3. Konsultasi
4. Supervisi
5. Pengangkatan auditor
6. Pengembangan profesional
7. Promosi
8. Penerimaan dan pemeliharaan hubungan dengan klien
9. Inspeksi
Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh KAP (menurut AICPA dan
IAI):
1. Taat pada standar pengendalian mutu.
2. Peer review dari KAP lain.
3. Pendidikan lanjutan.
4. Rotasi partner.
5. Review oleh partner lain.
6. Larangan pemberian atas jasa tertentu.
7. Pelaporan ketidaksepakatan.
8. Pelaporan atas jasa konsultasi.
Peer Review (review sejawat) atau review
mutu
merupakan tinjauan yang dilakukan oleh akuntan publik terhadap sistem pengendalian mutu KAP lain.
Tujuannya adalah untuk menilai apakah KAP tersebut telah memiliki kebijakan dan prosedur yang

layak untuk melaksanakan sembilan elemen pengendalian mutu dan apakah KAP tersebut telah
melaksanakannya dengan baik.