Anda di halaman 1dari 14

Kamis, 19 Mei 2016

BLOK TUMBUH KEMBANG


LAPORAN TUTORIAL
GANGGUAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

DISUSUN OLEH:

NAMA

: ARDIYANTI

STAMBUK : 13 777 029


TUTOR 1 : dr. Nila Ardila Arief
TUTOR 2 : dr. Maghfira Alamri

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ALKHAIRAAT
PALU
2015/2016

Skenario:
Ibu Asni membawa anaknya ke Puskesmas pada tanggal 15 April 2016 untuk kontrol
rutin. Identitas : lahir tanggal 23 Maret 2015, ditolong oleh dokter usia gestasi 32
minggu. BBL 1800 g, PB 46 cm, LK 28 cm, bayi segera menangis. Mendapat
inkubator, dan mengalami kuning (K4), menurut ibunya sempat diberikan fototerapi.
Pemeriksaan BB 7100 g, PB 70 cm, LK 36 cm, data KMS BB 3 bulan terakhir
bereturut-turut : 6300 g, 6700 g, 6900, saat ini masih mendapat ASI, dan menolak
sufor, bubur susu sejak 6 bulan, saat ini bubur tim halus dan buah.
Perkembangan, dapat duduk dengan pegangan, ngoceh, papapa,mamama,
melambai tangan, belum mampu menjepit, meniru bunyi-bunyian yang didengar.
Dirumah ada baby walker, sepeda roda tiga, bola tenes, kerincingan. Riwayat
imunisasi DPT, Hep B, HiB, Polio 1x waktu usia 2 bulan.

Kata Kunci:

Tngl Pem 15-April- 2016


Tngl lahir 23 maret 2015
Usia gestasi 35 minggu
BBI 1800 gram ,PB 46cm,LK 28cm
Bayi segera menangis
Dapat perawatan incubator
Mengalami ikterus K4
Diberikan foto terapi
HPS: BB 7100gr,PB 70cm,LK 36cm
KMS,BB 3 bulan terakir
Sejak usia 6 bulan diberi bubur susu
Saat ini mendapat bubur tim halus & buah , asi
Imunisasi DPT,HepB,polio 1x waktu usia 2 bulan
Perkembangan
:
duduk
dengan
pegangan,ngoceh
ppapapa,mamamaam melmbai tangan,tangan belum mampu
menjepit.

MIND MAP

Faktor-faktor Pertumbuhan &


Perkembangan

PERTANYAAN
1. FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUH KEMBANG ANAK
A. FAKTOR GENETIK
Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses
tumbuh kembang anak. Melalui instruksi genetik yang terkandung di dalam sel
telur yang telah dibuahi, dapat ditentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan.
B. FAKTOR LINGKUNGAN
1) Lingkungan Pranatal
a. Gizi ibu pada waktu hamil
Gizi ibu yang jelek sebelum terjadinya kehamilan maupun pada waktu
sedang hamil, lebih sering menghasilkan bayi dengan BBLR (Berat Badan
Lahir Rendah) atau lahir mati.
b. Mekanis
Trauma dan cairan ketuban yang kurang dapat menyebabkan kelainan
bawaan pada bayi yang dilahirkan.
c. Toksin/ zat kimia
Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap zat-zat
teratogen. Misalnya obat-obatan anti kanker dsb dapat menyebabkan
kelainan bawaan.
d. Endokrin

Hormone-hormon yang mungkin berperan dalam pertumbuhan janin adalah


somatotropin, hormon plasenta, hormon tiroid dan insulin.
e. Radiasi
Radiasi pada janin sebelum umur kehamilan 18 minggu dapat menyebabkan
kematian janin, kerusakan otak, mikrosefali atau cacat bawaan lainnya.
f. Infeksi
Infeksi intrauterine yang sering menyebabkan cacat bawaan adalah
TORCH>
g. Stress
Stress yang dialami ibu pada waktu hamil dapat mempengaruhi tumbuh
kembang janin antara lain: cacat bawaan dan kelainan kejiwaan.
h. Imunitas
Rhesus ABO inkomtabilitas sering menyebabkan abortus, hidrops fetalis
atau lahir mati.
i. Anoksia Embrio
Menurunnya oksigenasi janin melalui gangguan pada plasenta atau tali
pusat, menyebabkan BBLR (Berat badan Lahir Rendah)
2) Lingkungan Post-natal
a. Lingkungan biologis
Ras/ suku bangsa
Pertubuhan somatic juga dipengaruhi oleh ras/ suku bangsa.
Jenis kelamin
Dikatakan anak laki-laki lebih sering sakit dibandingkan anak perempuan.
Umur
Umur yang paling rawan adalah masa balita, oleh karena pada masa itu

anak mudah sakit dan mudah terjadi kekurangan gizi.


Gizi
Makanan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak,
dimana kebutuhan anak berbeda dengan dewasa, karena makanan bagi
anak dibutuhkan juga untuk pertumbuhan, diman dipengaruhi oleh

ketahanan makanan keluarga.


Perawatan kesehatan
Perawatan kesehatan yang teratur, tidak saja kalau anak sakit, tetapi
pemeriksaan kesehatan dan menimbang anak secara rutin setiap bulan,

akan menunjang pada tumbuh kembang anak.


Kepekaan terhadap penyakit
Dengan memberikan imunisasi, maka diharapkan anak terhindar dari

penyakit-penyakit yang sering menyebabkan cacat atau kematian.


b. Faktor fisik
Cuaca, musim dan keadaan geografis suatu daerah

Musim kemarau yang panjang/ adanya bencana alam, dapat berdampak


pada tumbuh kembang anak, antara lain :

akibat gagalnya panen,

sehngga banyak anak yang kekurangan gizi.

Sanitasi
Sanitasi lingkungan memiliki peranan penting yang cukup dominan dalam
penyediaan lingkungan yang mendukung kesehatan anak dan tumbuh

kembangnya.
Keadaan rumah
Keadaan perumahan yang layak dengan konstruksi bangunan yang tidak
membahayakan penghuninya, serta tidak penuh sesak akan menjamin

kesehatan penghuninya.
c. Faktor psikososial
Stimulasi
Anak yang mendapat stimulasi terarah dan teratur akan lebih cepat

berkembang dibandingkan anak yang kurang/ tidak mendapat stimulus.


Stress
Stress pada anak akan berpengaruh pada anak berpengaruh pada

tumbuh kembangnya.
Cinta dan kasih sayang
Salah satu hak anak adalah hak untuk dicintai dan dilindungi. Anak

memerlukan kasih sayang dan perlakuan yang adil dari orang tuanya.
Kualitas interaksi anak dan orang tua
Interaksi timbale balik antara anak dan orang tua, akan menimbulkan

keakraban dalam keluarga.


d. Faktor keluarga
Pekerjaan dan pendapatan keluarga
Pendapatan keluarga yang baik akan menunjang tumbuh kembang anak

karena orang tua akan menyediakan segala kebutuhan anak.


Pendidikan orang tua.
Merupakan salah satu faktor yang penting dalam tumbuh kembang anak.
Jumlah saudara
Jumlah anak yang banyak pada keluarga yang keadaan sosial
ekonominya cukup akan mengakibatkan berkurangnya perhatian dan

kasih saying yang diterima anak.


Stabilitas rumah tangga
Tumbuh kembang anak akan berbeda pada keluarga yang harmonis
dibandingkan dengan mereka yang kurang harmonis.
Kepribadian orang tua

Kepribadian orang tua yang terbuka tentunya berpengaruh berbeda


tehadap tumbuh kembang anak, bila dibandingkan dengan mereka yang
yang kepribadiannya tertutup.
2. TAHAPAN TUMBUH KEMBANG ANAK
A. PERKEMBANGAN
1. LAHIR-3 BULAN
Belajar angkat kepala & mengikuti objek
Tersenyum
Bereaksi dengan suara
Mengenal pengasuhnya
Mengoceh spontan
2. 3-6 BULAN
Mengangkat kepala 90 derajat & mengangkat dada dengan bertopang dagu
Belajar meraih benda disekitarnya
Menaruh benda di mulutnya
Memperluas lapangan pandang
Tertawa
3. 6-9 BULAN
Dapat duduk tanpa dibantu
Dapat tengkurap bolak balik
Merangkak meraih benda, mendekati seseorang
Memindahkan benda dari tangan yang satu ke tangan yang lain
Memegang benda kecil dengan ibu jari & telunjuk
Bergembira melempar suatu benda
Mengenal wajah keluarga, takut dengan orang asing
Berpartisipasi dalam gerak tepuk tangan
4. 9-12 BULAN
Dapat berdiri sendiri tanpa dibantu, berjalan dengan dituntun
Menirukan suara
Mengulang bunyi yang didengar
Belajar satu atau dua kata
Mengerti perintah/larangan yang sederhana

Berpartisipasi dalam permainan


B. PERTUMBUHAN
1) BERAT BADAN
Penambahanberatbadanbayipadatahunpertamaberkisarantara:

700 1000 gr/blnpdtriwulan I

500 600 gr/blnpdtriwulan II

350 450 gr/blnpdtriwulan III

250 350 gr/blnpdtriwulan IV


2) PANJANG BADAN
Penambahanpanjangbadanbayipadatahunpertamaberkisarantara:

Trimester I
: 2,8 4,4 cm / bulan

Trimester II : 1,9 2,6 cm / bulan

Trimester III
: 1,3 1,6 cm / bulan

Trimester IV
: 1,2 1,3 cm / bulan
3) LINGKAR KEPALA
Penambahanukuranlingkarkepalabayipadatahunpertamaberkisarantara:

0 - 3 bln = 2 cm/bln

4 - 6 bln = 1 cm/bln

6 12 bln = 0,5 cm/bln


3. KURVA PERTUMBUHAN

Umur bayi
a) Umur bayi berdasarkan keterangan tanggal lahir yang ibu sebutkan dan di
kurangkan dengan tanggal atau waktu pemeriksaan yaitu 1 tahun 22 hari
atau 1 tahun 1 bulan, umur ini di sebut juga sebai usia kronologis
b) Untuk mengetahui proses tumbuh kembang anak apakah sesuai dengan
usia maka perlu di ketahui usia koreksi, usia koreksi hanya di perlukan
untuk anak yang premature atau lahir kurang dari 42 minggu masa
kehamilan dan hanya berlaku untuk anak yang datang saat umur kurang
dari 2 tahun. Usia koreksi bayi tersebut yaitu 1 tahun 1 bulan di kurangkan
dengan 2 bulan, 2 bulan di dapatkan dari selisih masa kehamilan 32
minggu dengan ketetapan 40 minggu. Jadi usia koreksi baby tersebut
adalah 11 bulan.

Nilai normal bayi baru lahir


- Berat badan normal yaitu 2500 gram 4000 gram
- Panjang badan normal yaitu 48cm 53cm
- Lingkar kepala norma yaitu 33cm 35cm

Berdasarkan data di atas maka dapat kita golongkan bayi yang bersangkutan
mengalami berat bayi lahir rendah (BBLR) karena merupakan bayi kurang bulan
(BKB) (<37 munggu gestasi).

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi


baru lahir dan gangguannya
1. Prenatal period, yaitu meliputi karakteristik ibu mulai dari umur ibu saat
melahirkan, faktor personal, kondisi kesehatan ibu dan riwayat kehamilan
serta kondisi janin

2. Intranatal period, yaitu gambaran kondisi proses persalinan, seperti


premature, persalinan cepat, prolaps tali pusat dan SC serta kelainan
plasenta
3. Postnatal period, yaitu kondisi bayi segera setelah lahir, seperti asfiksia,
cairan ketuban berbau (infeksi), hipoglikemi dan hiperbilirubinemia

.Efaluasi pertumbuhan dan perkembangan anak berdasarkan growth chart


WHO 2006

CARA MENGGUNAKAN GRAFIK PERTUMBUHAN GROWTH CHART WHO


1.

Tentukan umur, panjang badan (anak di bawah 2 tahun)/tinggi badan


(anak di atas 2 tahun), berat badan.

2.

Tentukan angka yang berada pada garis horisontal / mendatar pada kurva.
Garis horisontal pada beberapa kurva pertumbuhan WHO menggambarkan
umur dan panjang / tinggi badan.

3.

Tentukan angka yang berada pada garis vertikal/lurus pada kurva. Garis
vertikal pada kurva pertumbuhan WHO menggambarkan panjang/berat
badan, umur, dan IMT.

4.

Hubungkan angka pada garis horisontal dengan angka pada garis vertikal
hingga mendapat titik temu (plotted point). Titik temu ini merupakan
gambaran perkembangan anak berdasarkan kurva pertumbuhan WHO.

CARA MENGINTERPRETASIKAN KURVA PERTUMBUHAN WHO


1. Garis 0 pada kurva pertumbuhan WHO menggambarkan median, atau ratarata
2. Garis yang lain dinamakan garis z-score. Pada kurva pertumbuhan WHO garis
ini diberi angka positif (1, 2, 3) atau negatif (-1, -2, -3). Titik temu yang
berada jauh dari garis median menggambarkan masalah pertumbuhan.
3. Titik temu yang berada antara garis z-score -2 dan -3 diartikan di bawah -2.
4. Titik temu yang berada antara garis z-score 2 dan 3 diartikan di atas 2.

5. Untuk menginterpretasikan arti titik temu ini pada kurva pertumbuhan WHO
dapat menggunakan tabel berikut ini.
TABEL Z-SCORE

1.panjang badan / tinggi menurut umur (anak perempuan)


(usia 0 6 bulan)
PB 46 CM, 0 BULAN
Kesimpulan berdasarkan Z-score adalah normal

2.panjang badan / tinggi menurut umur (anak perempuan)


(usia 6 bulan 2 tahun)
PB 70CM, 11 BULAN
Kesimpulan berdasarkan Z-score adalah normal

3.berat badan menurut usia (anak perempuan)


(usia 0 6 bulan)
BB 1800 gram, 0 bulan
Kesimpulan berdasarkan Z-score adalah berat badan sangat kurang

4.berat badan menurut usia (anak perempuan)


(usia 6 bulan 2 tahun)
BB 7100 gram, 11 bulan
Kesimpulan berdasarkan Z-score adalah normal (efaluasi rutin untuk perbaikan)

5.grafik berat badan menurut panjang badan (anak perempuan)


(usia 0 2 tahun) BB 7100 gram, PB 70 cm
Kesimpulan berdasarkan Z-score adalah kurus

4. DENVER II

Dari informasi yang didapatkan, didapatkan dua pass dan 3 fail. Sehingga
interpretasi untuk kasus ini adalah suspek. Karena terdapat 2 F pada motorik
kasar disebelah kiri garis umur. Untuk selanjutnya, dapat dilakukan tes DENVER
dalam 2 minggu kedepan dengan syarat anak diberi stimulasi. Namun bila pada tes
2 minggu berikutnya anak belum dapat berkembang maka dapat dirujuk ke dkter
spesialis.
5. IMUNISASI
Untuk anak 0-11 bulan imunisasi yang telah didapatkan adalah
BCG
Pentabion (DPT, HiB, Hepatitis B)
Polio
Campak

1) Vaksin hepatitis B. Paling baik


Diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian
suntikan vitamin K1. Bayi lahir dari ibu HBsAg positif, diberikan vaksin
hepatitis B dan imunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstremitas yang
berbeda. Vaksinasi hepatitis B selanjutnya dapat menggunakan vaksin
hepatitis B monovalen atau vaksin kombinasi.
2) Vaksin polio.
Pada saat lahir atau pada saat bayi dipulangkan harus diberikan vaksin
polio oral (OPV-0). Selanjutnya, untuk polio-1, polio-2, polio-3 dan polio
booster dapat diberikan vaksin OPV atau IPV, namun sebaiknya paling
sedikit mendapat satu dosis vaksin IPV.
3) Vaksin BCG.
Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum 3 bulan, optimal umur 2
bulan. Apabila diberikan sesudah umur 3 bulan, perlu dilakukan uji
tuberkulin.
4) Vaksin DTP.
Vaksin DTP pertama diberikan paling cepat pada umur 6 minggu. Dapat
diberikan vaksin DTwP atau DTaP atau kombinasi dengan vaksin lain. Untuk
anak umur lebih dari 7 tahun diberikan vaksin Td, dibooster setiap 10 tahun.
5) Vaksin campak.
Vaksin campak kedua tidak perlu diberikan pada umur 24 bulan, apabila
MMR sudah diberikan pada 15 bulan.
6) Vaksin pneumokokus (PCV).
Apabila diberikan pada umur 7-12 bulan, PCV diberikan 2 kali dengan
interval 2 bulan; pada umur lebih dari 1 tahun diberikan 1 kali, namun
keduanya perlu Booster 1 kali pada umur lebih dari 12 bulan atau minimal 2
bulan setelah dosis terakhir. Pada anak umur di atas 2 tahun PCV diberikan
cukup satu kali.
7) Vaksin rotavirus. Vaksin rotavirus
Monovalen diberikan 2 kali, vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali.
Vaksin rotavirus monovalen dosis I diberikan umur 6-14 minggu, dosis ke-2
diberikan dengan interval minimal 4 minggu. Sebaiknya vaksin rotavirus
monovalen selesai diberikan sebelum umur 16 minggu dan tidak melampaui
umur 24 minggu. Vaksin rotavirus pentavalen : dosis ke-1 diberikan umur 614 minggu, interval dosis ke-2 dan ke-3, 4-10 minggu; dosis ke-3 diberikan
pada umur kurang dari 32 minggu (interval minimal 4 minggu).

8) Vaksin varisela.
Vaksin varisela dapat diberikan setelah umur 12 bulan, terbaik pada umur
sebelum masuk sekolah dasar. Apabila diberikan pada umur lebih dari 12
tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.
9) Vaksin influenza.
Vaksin influenza diberikan pada umur minimal 6 bulan, diulang setiap
tahun. Untuk imunisasi pertama kali (primary immunization) pada anak umur
kurang dari 9 tahun diberi dua kali dengan interval minimal 4 minggu. Untuk
anak 6 - < 36 bulan, dosis 0,25 mL.
10)Vaksin human papiloma virus (HPV).
Vaksin HPV dapat diberikan mulai umur 10 tahun. Vaksin HPV bivalen
diberikan tiga kali dengan interval 0, 1, 6 bulan; vaksin HPV tetravalen
dengan interval 0,2,6 bulan.

Referensi :
1. www.idai.or.id/wp-content/uploads/2014/.../Jadwal-Imunisasi-2014lanscape-Final.pd...