Anda di halaman 1dari 6

MOTOR LISTRIK / EL - 2501

LAPORAN PRAKTIKUM 1
Adi Rukun P.M / KBK MEKATRONIKA

3211401038

1.

Pyroelectric Sensor / PIR (Passive Infra Red)


A. Dasar Teori
Sensor Passive Infra Red merupakan alat elektronik yang mengukur radiasi
sinar infra merah dari suatu objek dalam cakupan tertentu.Berbeda dengan sensor
biasa yang menggunakan modul transmitter unutk memancarkan gelombang
tersebut, sensor Passive Infra red hanya terdiri dari 1 modul penerima saja.Sesuai
dengan sifatnya yang pasif, sensor ini hanya merespon energi dari pancaran sinar
inframerah pasif yang dimilki setiap benda yang terdeteksi.
Pancaran infra merah masuk melalui lensa Fresnel dan mengenai sensor
pyroelektrik, karena sinar infra merah mengandung energi panas maka sensor
pyroelektrik akan menghasilkan arus listrik. Sensor pyroelektrik terbuat dari bahan
galium nitrida (GaN),cesium nitrat (CsNo3) dan litium tantalate (LiTaO3). Arus
listrik inilah yang akan menimbulkan tegangan dan dibaca secara analog oleh
sensor. Kemudian sinyal ini akan dikuatkan oleh penguat dan dibandingkan oleh
komparator dengan tegangan referensi tertentu (keluaran berupa sinyal 1-bit). Jadi
sensor PIR hanya akan mengeluarkan logika 0 dan 1, 0 saat sensor tidak
mendeteksi adanya pancaran infra merah dan 1 saat sensor mendeteksi infra
merah. Sensor PIR didesain dan dirancang hanya mendeteksi pancaran infra merah
dengan panjang gelombang 8-14 mikrometer. Diluar panjang gelombang tersebut
sensor tidak akan mendeteksinya. Untuk manusia sendiri memiliki suhu badan
yang dapat menghasilkan pancaran infra merah dengan panjang gelombang antara
9-10 mikrometer (nilai standar 9,4 mikrometer), panjang gelombang tersebut dapat
terdeteksi oleh sensor PIR. Pada umumnya sensor PIR memiliki jangkauan
pembacaan efektif hingga 5 meter, dan sensor ini sangat efektif digunakan sebagai
human detector.
B. Hasil Pengamatan
Dari arah kanan ke kiri
Perubahan Tegangan saat Tangan Melewati Sensor (V)
1
2
3
4
5
1.082
1.082
1.083
1.083
1.082
1.089
1.09
1.084
1.085
1.085
1.095
1.101
1.086
1.089
1.09
1.104
1.104
1.089
1.084
1.085
1.097
1.095
1.084
1.082
1.071
1.086
1.086
1.071
1.071
1.069
1.066
1.069
1.069
1.069
1.063
1.064
1.077
1.075
1.075
1.079
1.076
1.079
1.079
1.079
1.081
1.086
1.083
1.083
1.085
1.086

Dari arah kiri ke


kanan

MOTOR LISTRIK / EL - 2501


LAPORAN PRAKTIKUM 1
Adi Rukun P.M / KBK MEKATRONIKA

3211401038

Perubahan Tegangan saat Tangan Melewati Sensor (V)


1
2
3
4
5
1.082
1.082
1.081
1.085
1.085
1.076
1.079
1.084
1.077
1.081
1.073
1.068
1.079
1.07
1.079
1.077
1.074
1.075
1.073
1.076
1.083
1.081
1.08
1.084
1.086
1.09
1.091
1.094
1.088
1.094
1.096
1.108
1.103
1.094
1.106
1.094
1.1
1.098
1.099
1.1
1.09
1.097
1.093
1.095
1.092
1.083
1.091
1.091
1.087
1.086

C. Grafik dari Hasil Pengamatan


Dari arah kanan ke kiri
1.11
1.1
1.09

1.08

1.07

3
5

1.06
1.05
1.04

Dari arah kiri ke kanan

3211401038

MOTOR LISTRIK / EL - 2501


LAPORAN PRAKTIKUM 1
Adi Rukun P.M / KBK MEKATRONIKA

1.12
1.11
1.1
1.09

1
2

1.08

1.07

1.06

1.05
1.04

D. Analisa
Pada saat tangan pada posisi dari kanan ke kiri, maka tegangan pada saat
sensor belum mendeteksi tangan masih stabil yaitu pada 1,082 volt kemudian
pada saat tangan mulai dideteksi oleh sensor maka tegangan mulai naik menjadi
1,089 vol sampai pada 1,104 volt. Kemudian tegangan akan turun pada saat tangan
mulai menjauh dari sensor menjadi 1,086 volt .
Sedangkan pada saat tangan dari kiri ke kanan, maka tegangan akan
mengalami penurunan yang awalnya nilai tegangan 1,082 volt menjadi 1,073 volt
ini merupakan posisi pada saat tangan belum terdeteksi oleh sensor. Kemudian
pada saat tangan terdeteksi oleh sensor maka tegangan akan naik dari 1,077-1,096
volt, dan tegangan akan turun kembali jika sensor mulai tidak mendeteksi tangan.
E. Kesimpulan
Sensor akan memberikan sinyal tegangan pada saat tangan mulai terdeteksi
oleh sensor, dan sinyal tersebut akan menjadi kuat apabila posisi tangan tepat pada
depan sensor. Kemudian pada saat tangan mulai menjauh dari sensor maka sinyal
tegangan yang dihasilkan akan melemah.

2.

Pt Resistance Temperature Detector (Pt 100)


a. Dasar Teori
PT100 merupakan salah satu jenis sensor suhu yang terkenal dengan
keakurasiannya.PT100 termasuk golongan RTD (Resistive Temperature Detector)
3

3211401038

MOTOR LISTRIK / EL - 2501


LAPORAN PRAKTIKUM 1
Adi Rukun P.M / KBK MEKATRONIKA

dengan koefisien suhu positif, yang berarti nilai resistansinya naik seiring dengan naiknya
suhu.PT100 terbuat dari logam platinum.Oleh karenanya namanya diawali dengan
PT.Disebut PT100 karena sensor ini dikalibrasi pada suhu 0C pada nilai resistansi 100
ohm.Ada juga PT1000 yang dikalibrasi pada nilai resistansi 1000 ohm pada suhu 0C.
Menurut keakurasiannya, terdapat dua jenis PT100, yakni Class-A dan Class-B. PT100
Class-A memiliki akurasi 0,06 ohm dan PT100 Class-B memiliki akurasi 0,12 ohm.
Keakurasian ini menurun seiring dengan naiknya suhu.
Akurasi PT100 Class-A bisa menurun hingga 0,43 ohm (1,45C) pada suhu
600C, dan PT100 Class-B bisa menurun hingga 1,06 ohm (3,3C) pada suhu 600C.
PT100 tipe DIN (Standard Eropa) memiliki resolusi 0,385 ohm per 1C. Jadi
resistansinya akan naik sebesar 0,385 ohm untuk setiap kenaikan suhu 1C. Untuk
mengukur suhu secara elektronik menggunakan sensor suhu PT100, maka kita
harusmengeksitasinya dengan arus yang tidak boleh melebihi nilai 1mA. Hal ini karena
jika dialiri arus melebihi 1 mA, maka akan timbul efek selfheating. Jadi, seperti layaknya
komponen resistor, maka kelebihan arus akan diubah menjadi panas. Akibatnya hasil
pengukuran menjadi tidak sesuai lagi.

b.
Suhu
(C)
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70

Hasil Pengamatan
Output Hambatan pada
Kenaikan Suhu ()
110.3
118.5
122.3
125.1
130.2
133.2
133.3
138
139.5
143.5

Output Hambatan pada


Penurunan Suhu ()
110.5
112.3
114.5
117.7
120.6
124.1
128.5
133.4
138.8
143.5

c. Grafik Pengamatan

Keterangan

3211401038

MOTOR LISTRIK / EL - 2501


LAPORAN PRAKTIKUM 1
Adi Rukun P.M / KBK MEKATRONIKA
160
140
120
100

Output Hambatan ()

80

Saat Kenaikan Suhu60


40

Saat Penurunan Suhu

20
0
20

30

40

50

60

70

80

Suhu (C)

d. Analisa
Pada suhu 25 C maka nilai hambatan pada sensor 110,3 dan akan naik
menjadi 118,5 pada saat suhu 30 C, lalu pada suhu 35 C hambatan naik
menjadi 122,3 dan begitu seterusnya seiring bertambahnya suhu maka
hambatannya pun akan semakin besar.
Tetapi akan berbanding terbalik jika suhunya menurun, maka hambatan
yang munculpun akan turun juga dan dan begitu seterusnya seiring berkurangnya
suhu maka hambatannya pun akan semakin kecil.
e. Kesimpulan
Pada pratikum ini dapat disimpulkan bahwa nilai resistansi sensor akan naik seiring
dengan naiknya suhu. Jika suhu turun maka nilai resistansi atau hambatan pada sensor
pun akan turun juga.

3211401038

MOTOR LISTRIK / EL - 2501


LAPORAN PRAKTIKUM 1
Adi Rukun P.M / KBK MEKATRONIKA