Anda di halaman 1dari 21

Case Report Session

Tumor Intra Abdomen

Oleh:
Emil Prasetyo Muhammad

1110311020

Pembimbing:
Prof. Dr. dr. H. Azamris, Sp.B K-Onk

BAGIAN ILMU BEDAH RSUP DR M. DJAMIL PADANG


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
2015

BAB 1
TINJAUAN PUSTAKA
1.1

Definisi
Tumor intrra abdomen adalah suatu massa yang padat pada regio abdomen

yang dapat dakaibatkan oleh suatu neoplasma atau keganasan dari organ-organ yang
terdapat di dalam regio abdomen.
Yang termasuk tumor intra abdomen antara lain, tumor hepar, tumor limpa / lien,
tumor lambung, tumor usus halus, tumor colon, tumor ginjal, tumor pankreas. Pada
anak-anak dapat terjadi Tumor wilms (ginjal).
1.2`

Anatomi Abdomen
Bagian abdomen sering dibagi menjadi 9 area berdasarkan posisi dari 2 garis

horizontal dan 2 garis vertikal yang membagi-bagi abdomen.


Pembagian berdasarkan region:
1. Regio hipokondriak kanan
2. Regio epigastrika
3. Regio hipokondriak kiri
4. Regio lumbal kanan
5. Regio umbilicus
6. Regio lumbal kiri
7. Regio iliaka kanan
8. Regio hipogastrika
9. Regio iliaka kiri
Bagian abdomen juga dapat dibagi menjadi 4 bagian berdasarkan posisi dari satu
garis horizontal dan 1 garis vertikal yang membagi daerah abdomen.
1. Kuadran kanan atas
2. Kuadran kiri atas
3. Kuadran kanan bawah
4. Kuadran kiri bawah

Gambar 1.1 Regio Abdomen


Isi abdomen dapat dibagi dalam organ yang terletak retroperitoneal dan intra
peritoneal serta organ yang pada waktu perkembangan menjadi retroperitoneal. Organ
retroperitoneal ialah ren, ureter, glandula supra renalis, pembuluh-pembuluh darah
besar dan trunkus sympathicus. Oleh karena organ intra peritoneal mempunyai
penggantung, yang menggantunginya kepada diafragma dan dinding dorsal abdomen
serta alat-alat retroperitoneal, mereka dapat digerakkan. Organ ini adalah ventriculus,
jejunum, ileum, appendix vermiformis, colon transfersum colon sigmoid dan hepar.
Organ retroperitoneal sekunder ialah duodenum, colon ascendens, colon descendens
dan pancreas.
1.3

Etiologi
Penyebab neoplasma umumnya bersifat multifaktorial. Beberapa faktor yang

dianggap sebagai penyebab neoplasma antara lain meliputi bahan kimiawi, fisik,
virus, parasit, inflamasi kronik, genetik, hormon, gaya hidup, serta penurunan
imunitas. Penyebab terjadinya tumor karena terjadinya pembelahan sel yang

abnormal. Perbedaan sifat sel tumor tergantung dari besarnya penyimpangan dalam
bentuk dan fungsi autonominya dalam pertumbuhan, kemampuannya mengadakan
infiltrasi dan menyebabkan metastasis.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya tumor antara lain:
1.

Karsinogen
a.

Kimiawi
Bahan kimia dapat berpengrauh langsung (karsinogen) atau memerlukan
aktivasi terlebih dahulu (ko-karsinogen) untuk menimbulkan neoplasma.
Bahan

kimia

ini

dapat

merupakan

bahan

alami

atau

bahan

sintetik/semisintetik. Benzopire suatu pencemar lingkungan yang terdapat


di mana saja, berasal dari pembakaran tak sempurna pada mesin mobil
dan atau mesin lain (jelaga dan ter) dan terkenal sebagai suatu karsinogen
bagi hewan maupun manusia. Berbagai karsinogen lain antara lain nikel
arsen, aflatoksin, vinilklorida. Salah satu jenis benzo (a) piren, yakni,
hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH), yang banyak ditemukan di dalam
makanana yang dibakar menggunakan arang menimbulkan kerusakan
DNA sehingga menyebabkan neoplasia usus, payudara atau prostat.
b. Fisik
Radiasi gelombang radioaktif seirng menyebabkan keganasan. Sumber
radiasi lain adalah pajanan ultraviolet dan iritasi kronis pada mukosa
yang disebabkan oleh bahan korosif atau penyakit tertentu juga bisa
menyebabkan terjadinya neoplasma.
c. Viral
Dapat dibagi menjadi dua berdasarkan jenis asam ribonukleatnya; virus
DNA serta RNA. Virus DNA yang sering dihubungkan dengan kanker
antara human papiloma virus (HPV), Epstein-Barr virus (EPV), hepatiti
B virus (HBV), dan hepatitis C virus (HCV). Virus RNA yang
karsonogenik adalah human T-cell leukemia virus I (HTLV-I) .
2.

Hormon
Hormon dapat merupakan promoter kegananasan.

3.

Faktor gaya hidup


Kelebihan nutrisi khususnya lemak dan kebiasaan makan-makanan yang

kurang berserat. Asupan kalori berlebihan, terutama yang berasal dari lemak binatang,
dan kebiasaan makan makanan kurang serat meningkatkan risiko berbagai keganasan,
seperti karsinoma payudara dan karsinoma kolon.
4.

Parasit
Parasit schistosoma hematobin yang mengakibatkan karsinoma planoseluler.

5.

Genetik, infeksi, trauma, hipersensivitas terhadap obat.

1.4

Klasifikasi Tumor Intra Abdomen


Tumor Intra Peritoneal
A.

Karsinoma Lambung

Insiden
Yang tinggi ditemukan di Cina, Jepang dan Chili. Di Jepang insiden mencapai
70 per 100.000, di Eropa Tengah 40 per 100.000, di Amerika insiden pada laki-laki 10
per 100.000 populasi pertahun.
Etiologi
Sebab timbulnya karsinoma lambung tidak diketahui. Beberapa faktor tertentu
yang menunjukkan factor etiologi :
1. Iritasi berulang
2. Frekuensi lebih tinggi pada orang dengan golongan darah A
Polipus lambung, anemia pernisiosa, ulkus ventriculi dan lain-lain.
Patologi
Secara makroskopis dibagi 5 tipe :
Tipe I Pertumbuhan seperti bunga kol dengan pinggir tajam, permukaannya
mengalami indurasi, kemudian terjadi ulserasi.
Tipe II Ulkus dengan pinggir indurasi yang tidak teratur disekitarnya terdapat
ulkus seperti fistel yang kecil.
Tipe III

Karsinoma koloid

Tipe IV

Leather bottle stomach

Tipe V Karsinoma karena ulkus ventrikuli kronik


Tempat
Tumor lambung dapat berkembang pada banyak bagian lambung,dan mungkin
menyebar

melalui

lambung

dan

organ

lain,

melalui

sepanjang

dinding

lambung,kedalam oesofagus atau usus halus. Tempat yang paling umum adalah regio
pilorik. Yang paling jarang di Fundus atau seluruh lambung.
Penyebaran
1. Penyebaran Langsung
2. Penyebaran Limfatik
3. Penyebaran Melalui Darah
4. Implantasi Transolemik
5. Menyebar melalui kelenjar limfe yang berdekatan dan organ lain seperti,
Hati,pancreas.dan kolon.
B. Tumor Jinak Lambung
Tumor jinak yang sering ditemukan adalah polip dan leiomioma yang dapat
berbentuk adenomatosa,hiperplastik atau fibroid.
Pengobatan
Pembedahan dilakukan dengan maksud kuratif dan paliatif. Untuk tujuan kuratif
dilakukan operasi radikal yaitu gastrektomi subtotal atau total,dengan
mengangkat kelenjar limfe regional dan organ lain yang terkena.Sedangkan
untuk tujuan paliatif hanya dilakukan pengangkatan tumor yang perforasi atau
berdarah atau mungkin hanya sekedar membuat jalan pintas lambung.
C. Neoplasma Hati
Insiden
Karsinoma hepatoseluler banyak didapatkan di Afrika, Asia Timur dan Asia
Tenggara. Perbandingan laki-laki daripada perempuan 3:1
Etiologi
a. Ada hubungan erat antara sirosis hati dan infeksi virus hepatitis B dan C
dengan terjadinya Karsinoma Hepato Seluler.

b. Aflatoksin
Patologi
Karsinoma hepatoseluler merupakan 80% dari semua karsinoma hati primer.
Gambaran makroskopis dibagi menjadi tiga macam yaitu bentuk massif
unifokal, bentuk noduler, multifokal dan bentuk difus dengan pertumbuhan
Infiltratif.
Pengobatan
Pada saat ini pengobatan hanya ketika ditemukan pada stadium awal dan jika
kesehatan pasien memungkinkan untuk operasi. Pengobatan yang lain dari
operasi mungkin dapat menolong mengontrol penyakit dan lamanya hidup dan
meningkatkan kualitas hidup. Pembedahan karsinoma hepatoseluler dapat
berupa segmentektomi,lobektomi atau lobektomi yang diperluas. Pengobatan
lain tanpa pembedahan berupa pemberian kemoterapi intraarterial,embolisasi
melalui arteri,radiasi,dan penyuntikan intra tumor.
C. Tumor Ganas Saluran Empedu
Insiden
Antara laki-laki dan perempuan tidak berbeda. Umur kejadian rata-rata 60
tahun dan dapat timbul pada setiap usia.
Patologi
Gambaran histologik tumor dapat murni sebagai adenokarsinoma yang juga
disebut kolangio karsinoma tetapi dapat juga mirip jaringan parut atau
kolangitis.
Jenis tumor kebanyakan adenokarsinoma pada duktus hepatikus atau duktus
koledokus.
Pengobatan
Yang terbaik adalah pembedahan. Adenokarsinoma saluran empedu yang baik
direseksi bila terdapat pada duktus koledokus bagian distal atau papilla vater.
Pembedahan dilakukan dengan cara whipple.

D. Tumor Ganas Kandung Empedu


Insiden
Jarang ditemukan dan biasanya terdapat pada usia lanjut.
Etiologi
Sekitar 8% faktor etiologi adalah kolelitiasis karena resiko transformasi
kearah keganasan.
Patologi
Kebanyakan tumor primer kandung empedu adalah adenokarsinoma, dimana
secara histologik dapat bersifat scirhosis, papilar atau mukoid.
Pengobatan
Pencegahan dilakukan dengan melakukan kolesistektomi pada penderita
kolelitiasis merupakan cara yang paling baik.Apabila sudah ditemukan
karsinoma kandung empedu harus dilakukan kolesistektomi dan reseksi baji
hepar selebar 3-5 cm,disertai diseksi kelenjar limfe regional didaerah
ligamentum hepatoduodenale.
E. Neoplasma Limfa
Tumor limpa primer jarang ditemukan dan telah diklasifikasikan menjadi :
yang timbul dari jaringan fibrosa kapsul dan jaringan trabekularis, unsur
limfoid, jaringan vascular dan sinus, serta jenis lainnya yang jarang timbul
seperti tumor inklusi embrionik.
Tumor limfa jinak dapat merupakan kista, kemangioma atau hamartoma.
F. Usus Halus
a. Tumor Jinak
Lebih dari separuh tumor jinak ditemukan di ileum, sisanya di duodenum dan
yeyunum. Polip adenomatosa menduduki tempat nomor satu, disusul oleh
Lipoma, leiomioma dan hemangioma.
b. Tumor Ganas
Separuh kasus tumor ganas terdapat di ileum, jenis yang ditemukan ialah
limfoma ganas, karsinoid dan adenokarsinoma.

Pengobatan
Berupa pengangkatan tumor.Pada tumor jinak pasase usus harus dipulihkan
kembali,sedangkan pada tumor ganas sedapat mungkin dilakukan reseksi
radikal.
G. Kolon
Bagian asenden dan desenden terutama retroperitoneum sedangkan kolon
sigmoideum dan transversum terletak intra peritoneal.
a. Neoplasma Jinak

Polip
Polip berasal dari epitel mukosa dan merupakan Neoplasma jinak
terbanyak di kolon.

Poli Posis Kolon


Merupakan penyakit herediter yang jarang ditemukan.

Lipoma

leiomioma

b. Neoplasma Ganas
Insiden
Kejadian karsinoma kolon cukup tinggi di Indonesia, juga angka kematiannya.
Insiden pada pria sebanding dengan wanita dan lebih banyak pada orang
muda.Di AS tempat kedua tersering bagi neoplasma ganas primer dengan
140.000 kasus baru dan 60.000 kematian.
Etiologi
Berbagai polip kolon dapat berdegenerasi maligna. Radang kronik kolon juga
beresiko tinggi.
Letak
Sekitar 70-75% terletak pada sigmoid. Keadaan ini sesuai dengan lokasi polip,
colitis ulserosa dan colitis amuba kronik.

Patologi
Secara maskroskrospis terdapat tiga tipe Ca.Colon. Tipe polipoid terutama di
sekum dan kolon asenden, tipe skirne, terutama ditemukan di kolon desendens
sigmoid dan ulceratif.
Klasifikasi
Derajat keganasan karsinoma kolon berdasarkan gambaran histologik dibagi
menurut klasifikasi Dukes, berdasarkan dalamnya infiltrasi di dinding usus.
Pengobatan
Tiga pengobatan utama dari kanker kolon adalah opersai,radiasi,dan
kemoterapi,tergantung dari staging kanker. Operasi adalah terapi utama untuk
kanker kolon,biasanya reseksi segmental. Reseksi kadang menyebabkan
gangguan pada saluran cerna. Jika tumor besar dan menyebabkan obstruksi
diperlukan

colonostomi

temporer.Tapi

jika

tumor

tidak

biasa

dibuang,dilakukan kolonostomi permanen.Pengobatan dengan radiasi energi


tinggi menghancurkan sel-sel tumor.Radiasi sesudah operasi dapat membunuh
sel-sel tumor yang mungkin tidak dilihat selama operasi.Penggunaan
kemoterapi setelah operasi meningkatkan harapan hidup pasien.Fluourasil
(5FU) adalah obat yang paling sering digunakan untuk terapi Ca kolon.
Tumor Retroperitoneal
A. Ginjal
Insiden
Di RS insidensi tumor ginjal menempati urutan ketiga dari tumor saluran
kemih, setelah tumor kandung kemih dan prostat.
Tumor Jinak
Tumor ginjal padat jinak ialah adenoma, onkositoma, leiomioma, lipoma,
hemangioma dan hamartoma

10

Tumor Ganas
Tumor ginjal ganas biasanya berupa tumor padat yang berasal dari urotelium,
yaitu karsinoma sel transisional atau berasal dari sel epitel ginjal atau
adenokarsinoma yaitu tumor Grawitz atau dari sel nefroblasi, yaitu tumor
wilus.
Adenokarsinoma ginjal
Dilaporkan pertama kali oleh Grawitz pada tahun 1883 sehingga dikenal juga
dengan tumor Grawitz.
Insidensi
Tumor ini tersering mengenai penderita pada usia enam puluhan dan dua atau
tiga kali dijumpai lebih sering pada laki-laki
Etiologi
Penyebab pasti dari tumor

ganas ini belum diketahui

walaupun secara

eksperimen dilaporkan adanya hubungan denagn cycasin, aflatoksin,


antibiotika, zat kimia, virus, dan radiasi.
Pengobatan
Pada tumor stadium I,II,IIIA,nefrektomi radikal memberi kemungkinan
sembuh. Pengobatan pilihan untuk tumor yang belum menunjukan tandatanda metastasis adalah radikal nefrektomi,yaitu pengangkatan en bloc ginjal
beserta tumornya dan kapsul gerota secara intak. Bila sudah metastasis maka
pengobatan yang dianjurkan adalah nefrektomi,itupun bila harapan hidup
diperkirakan lebih dari 6 bulan.
B. Tumor Ureter
Hampir semua tumor ureter adalah karsinoma sel transisional. Kira-kira 2/3
terdapat pada bagian distal ureter.
C. Tumor Pankreas
Keganasan yang paling umum ditemukan, adenokarsinoma duktulus,
merupakan penyakit yang tidak memberikan gejala dan terus berlanjut dengan

11

prognosis yang buruk dan angka kelangsungan hidup pasien 5 tahun dari
pasien kurang dari 1%.
Tumor Jinak
Tumor jinak yang berasal dari sel eksokrin jarang ditemukan dan mencakup
adenoma sel duktulus dan sel asinus serta tumor jaringan ikat seperti
hemangioma, limfangioma dan tumor dermoid.
Tumor Ganas
Tumor eksokrin ganas mencakup spektrum luas sel duktulus. Asinus dan
tumor jaringan ikat, tetapi lebih dari 90% timbul sebagai adenokarsinoma
duktulus.
Adenokarsinoma Pankreas
Ada tendensi insidens tumor pankreas ganas meningkat di AS dan Eropa. Di
Indonesia karsinoma pankreas, tidak jarang ditemukan dan merupakan tumor
ganas ketiga terbanyak pada pria setelah tumor paru dan tumor kolon. Insiden
tertinggi pada usia 50-60 tahun.
Etiologi
Merokok berat, diit daging, diabetes mellitus dan gastrektomi.
Tempat
Dua pertiga tumor pancreas ditemukan pada hulu pankreas dan sisanya di
korpus dan ekor pankreas.
Pengobatan
Terapi dari kanker pancreas sebagaimana semua kanker mungkin melibatkan
kombinasi dari operasi,radioterapi,dan kemoterapi.Untuk menentukan pilihan
terbaik dari terapi di evaluasi lagi staging dari kanker.Untuk stadium awal
keganasan tanpa metastasis penyakit,reseksi melalui prosedur yang disebut
Pankreaticduodenoktomi atau whipple prosedur.

12

1.5

Gejala Klinis
Kanker dini sering kali tidak memberikan keluhan spesifik atau menunjukan

tanda selama beberapa tahun. Umumnya penderita merasa sehat, tidak nyeri dan tidak
terganggu dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Pemeriksaan darah atau
pemeriksaan penunjang umumnya juga tidak menunjukkan kelainan.
Oleh karena itu, American Cancer Society telah mengeluarkan peringatan
tentang tanda dan gejala yang mungkin disebabkan kanker. Tanda ini disebut 7danfer warning signals CAUTION.
C = Change in bowel or bladder
habit
A = a sore that does not heal
U = unusual bleding or discharge
T = thickening in breast or
elsewhere

Tumor intra abdomen merupakan salah satu tumor yang sangat sulit untuk
dideteksi. Berbeda dengan jenis tumor lainnya yang mudah diraba ketika mulai
mendesak jaringan di sekitarnya. Hal ini disebabkan karena sifat rongga tumor
abdomen yang longgar dan sangat fleksibel. Tumor abdomen bila telah terdeteksi
harus mendapat penanganan khusus. Bahkan, bila perlu dilakukan pemantauan
disertai dukungan pemeriksaan secara intensif. Bila demikian, pengangkatan dapat
dilakukan sedini mungkin.
Biasanya adanya tumor dalam abdomen dapat diketahui setelah perut tampak
membuncit dan mengeras. Jika positif, harus dilakukan pemeriksaan fisik dengan
hati-hati dan lembut untuk menghindari trauma berlebihan yang dapat mempermudah
terjadinya tumor pecah ataupun metastasis. Dengan demikian mudah ditentukan pula
apakah letak tumornya intraperitoneal atau retroperitoneal. Tumor yang terlalu besar
sulit menentukan letak tumor secara pasti. Demikian pula bila tumor yang berasal dari
rongga pelvis yang telah mendesak ke rongga abdomen.

13

Berbagai pemeriksaan penunjang perlu pula dilakukan, seperti pemeriksaan


darah tepi, laju endap darah untuk menentukan tumor ganas atau tidak. Kemudian
mengecek apakah tumor telah mengganggu sistem hematopoiesis, seperti pendarahan
intra tumor atau metastasis ke sumsum tulang dan melakukan pemeriksaan USG atau
pemeriksaan lainnya.
Tanda dan Gejala :
-

Hiperplasia.

Konsistensi tumor umumnya padat atau keras.

Tumor epitel biasanya mengandung sedikit jaringan ikat, dan apabila


tumor berasal dari masenkim yang banyak mengandung jaringan ikat
elastis kenyal atau lunak.

Kadang tampak Hipervaskulari di sekitar tumor.

Bisa terjadi pengerutan dan mengalami retraksi.

Edema sekitar tumor disebabkan infiltrasi ke pembuluh limfa.

Konstipasi.

Nyeri.

Anoreksia, mual, lesu.

Penurunan berat badan.

Pendarahan.

.
1.6

Pemeriksaan Klinis
Pemeriksaan klinik di sini adalah pemeriksaan rutin yang biasa dilakukan

dengan cara anamnesis dan pemeriksaan fisik, yaitu:


-

Inspeksi

Palpasi

Perkusi

Auskultasi

Pemeriksaan ini sangat penting, karena dari hasil pemeriksaan klinik yang dilakukan
secara teliti, menyeluruh, dan sebaik-baiknya dapat ditegakkan diagnosis klinik yang

14

baik pula. Pemeriksaan klinik yang dilakukan harus secara holistik, meliputi biopsiko-sosio-kulturo-spiritual.
Anamnesis seorang pasien, dapat bermacam-macam mulai dari tidak ada
keluhan sampai banyak sekali keluhan, bisa ringan sampai dengan berat. Semakin
lanjut stadium tumor, maka akan semakin banyak timbul keluhan gejala akibat tumor
ganas itu sendiri atau akibat penyulit yang ditimbulkannya.
Apabila ditemukan tumor ganas di dalam atau di permukaan tubuh yang
jumlahnya banyak (multiple), maka perlu ditanyakan tumor mana yang timbul lebih
dahulu. Tujuannya adalah untuk memperkirakan asal dari tumor tersebut.
Pemeriksaan fisik ini sangat penting sebagai data dasar keadaan umum pasien dan
keadaan awal tumor ganas tersebut saat didiagnosa. Selain pemeriksaan umum,
pemeriksaan khusus terhadap tumor ganas tersebut perlu dideskripsikan secara teliti
dan rinci. Untuk tumor ganas yang letaknya berada di atau dekat dengan permukaan
tubuh, jika perlu dapat digambar topografinya pada organ tubuh supaya mudah
mendeskripsikannya. Selain itu juga perlu dicatat :
1. Ukuran tumor ganas, dalam 2 atau 3 dimensi,
2. Konsistensinya
3. Ada perlekatan atau tidak dengan organ di bawahnya atau kulit di
atasnya.

15

BAB 2
LAPORAN KASUS
IDENTITAS
Nama

: Ny. D

Usia

: 55 tahun

Jenis kelamin : Perempuan


Agama

: Islam

Status

: Menikah

Pendidikan

: SLTA

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Alamat

: Dharmasraya

Masuk RS

: 03 September 2015

No. RM

: 00.92.04.11

ANAMNESIS
a. Keluhan Utama:
Nyeri pada perut sebelah kiri yang semakin meningkat sejak 2 bulan yang lalu
b. Riwayat Penyakit Sekarang :.
Nyeri pada perut sebelah kiri yang semakin meningkat sejak 2 bulan yang lalu
Nyeri pertama kali dirasakan sejak 6 bulan yang lalu, nyeri terasa hilang
timbul kira-kira setiap 3 menit, kadang nyeri menjalar sampai ke dada, lipat
paha kanan dan ke pinggang. Kadang nyeri terasa berkurang dengan perubahan

posisi.
Benjolan di perut kiri yang semakin lama semakin membesar dan mengeras.
Benjolan pertama kali muncul sejak 2 tahun yang lalu, awalnya berukuran
sebesar bola pingpong dan sekarang berukuran sebesar telur itik. Benjolan

terasa mendesak perut.


Buang air besar kecil-kecil seperti tahi kambing. BAB tidak berlendir dan tidak
berdarah.

16

Mual dan muntah ada dengan frekuensi sekitar 5 kali sehari dengan isi muntah

hanya air liur.


Buang air kecil seperti biasa. Warna kuning jernih, tidak berdarah dan tidak

berpasir.
Riwayat mensturasi berhenti sejak 3 tahun yang lalu, biasanya mensturasi

teratur tiap bulan, mensturasi pertama umur 16 tahun.


Demam tidak ada.
Penurunan berat badan ada. Awalnya berat badan 52 kg, sekarang menjadi

40kg.
Riwayat anemia sejak 5 bulan yang lalu dan telah mendapatkan transfusi darah
total 8 kantong.

c. Riwayat penyakit dahulu


Pasien belum pernah mengalami sakit seperti ini sebelumnya
Riwayat diabetes Melitus tidak ada
Riwayat hipertensi tidak ada
Riwayat penyakit kandungan tidak ada
d. Riwayat penyakit keluarga
Tidak ada anggota keluarga pasien yang mengalami sakit seperti ini atau tumor
lainnya.
PEMERIKSAAN FISIK
a.
b.
c.

d.

Keadaan umum
Kesadaran
Vital sign

: tampak sakit sedang


: composmentis GCS 15 (E4M6V5)

- Tekanan darah
- Nadi
- Pernafasan
- Suhu
- VAS

: 110/70 mmHg
: 80 x/ menit
: 20 x/ menit
: 37,2 oC
:2

Status Generalisata
- Kepala
:Tidak ada kelainan (normocephal, deformitas tidak ada).
- Mata
: Konjungtiva tidak anemis dan sklera tidak ikterik. Pupil bulat
- Kulit

isokor, 3mm/3mm, reflek cahaya (+/+).


:Tidak ada kelainan (Turgor kulit baik).

17

- Hidung

:Tidak ada kelainan (Deviasi septum tidak ada, pernapasan


cuping hidung tidak ada, mukosa tidak hiperemis, sekret tidak

- Telinga
- Mulut

ada).
:Tidak ada kelainan (otore tidak ada).
:Tidak ada kelainan (bibir tidak sianosis, gusi tidak ada

- Leher

perdarahan, lidah kotor tidak ada, faring tidak hiperemis).


:Tidak ada kelainan (deviasi trakea tidak ada, tidak ada
pembesaran kelenjar tiroid dan getah bening, JVP tidak

meningkat).
- KGB
:Tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening.
- Pemeriksaan Thorax
1. Paru-paru :
Inspeksi
: bentuk dinding dada normal, dinding dada
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

simetris

kanan kiri saat statis dan dinamis


: Fremitus simetris kanan-kiri
: Sonor pada seluruh lapang paru
: Suara nafas vesikuler pada seluruh lapangan paru,
wheezing (-/-), ronkhi (-/-)

2. Jantung :
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

: Iktus kordis tidak terlihat


: Iktus kordis teraba pada 1 jari medial LMCS RIC V
: Batas jantung normal
: Irama teratur, Bunyi jantung I-II murni, murmur (-)

- Pemeriksaan Abdomen :
(Status Lokalis)
- Pemeriksaan Genital : Tidak ada kelainan
- Pemeriksaan Anus :
RT : Anus tenang, tonus sfingter ani menjepit, mukosa rectum licin
tidak terdapat benjolan, ampula rekti lapang dan tidak kolaps. Tidak
terdapat darah dan lendir.
- Ekstremitas : Edema tidak ada. Refilling kapiler <2 detik, akral hangat,
perfusi baik.
e. Status lokalis
Regio abdomen:

18

Inspeksi

: distensi, protrusio, venerktasi, jaringan parut, dan kelainan


kulit dinding perut lainnya tidak ada. Perut tidak tampak

Palpasi

Perkusi
Auskultasi

membuncit. Umbilikus tertarik ke dalam.


: teraba massa di regio lumbal kanan-umbilikus, ukuran 5x4
cm, jumlah satu, permukaan licin, konsistensi keras, nyeri
tekan (+)
: Timpani, redup pada daerah benjolan
: Bising usus (+) normal, frekuensi 5 kali/menit

DIAGNOSIS KERJA
Suspek Tumor Intra Abdomen ec Suspek Tumor Kolon Sigmoid
DIAGNOSIS BANDING
Suspek Tumor Intra Abdomen ec Suspek Kista Ovarium
Suspek Tumor Intra Abdomen ec Tumor Mesentrium
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan laboratorium
Hb

: 10,7 gr%

Leukosit

: 10.500 /mm3

Trombosit

: 387.000/mm3

Hematokrit

: 23 %

Ureum

: 25 mg/dl

Gula Darah Sewaktu : 105 mg/dl

Kreatinin

: 0,2 mg/dl

Natrium

: 135 mmol/L

Kalium

: 4,3 mmol/L

Klorida

: 103 mmol/L

Pemeriksaan USG Ginekologi


Kesan : Tidak ada kelainan pada organ ginekologi

19

Pemeriksaan Penunjang yang disarankan:


CT Scan Abdomen, FNAB

TINDAKAN
Bergantung hasil pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis.
PROGNOSIS
Quo ad vitam

: dubia et bonam

Quo ad functionam

: bonam

Quo ad sanam

: bonam

GAMBAR

20

DAFTAR PUSTAKA
Sjamsuhidajat R, De Jong W. Saluran kemih dan alat kelamin laki-laki. Dalam: Buku
ajar ilmu bedah. Edisi ke-3. Cetakan 2011. Jakarta: EGC. 2010: 848-933.
Radiopuetro. Anatomi Klinik. Cetakan-I. Penerbit Erlangga. Jakarta.1981.
Sachdeva. Catatan Ilmu Bedah. Edisi-9. Penerbit Hipokrates. Jakarta.
Sabiston. Buku Ajar Bedah Bagian 2. Penerbit EGC. Jakarta.
Schwartz, Shines, Spencer. Principle of Surgery, fifth edition. Mc.Graw Hill. London.
National Cancer Institut:Stomach Cancer,2002.
Liver Cancer in Diagnose-Me,2004.
National Cancer Institut: Colorectal Cancer treatment,2002
Umbas,R: Tumor Ganas dalam Bidang Urologi ; dalam kumpulan kuliah ilmu
bedah .bagian bedah FKUI.1995
Copper,J.Willms tumor.Cancer news com.1999
Pankreatic Cancer.Cyber Knife Streotactic Radio Surgery System.www.Stanford
hospital.com.
Rosalyn;Diagnosis and Prognosis of Pancreatic Cancer.Health Gate 2004

21