Anda di halaman 1dari 8

JOURNAL READING

Emergence of Zika Virus


Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan
Pendidikan Program Profesi Dokter Stase Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
Pembimbing :
dr. Aloysius Septiarko, Sp. A
dr. Hj. Elief Rohana, Sp. A, M.Kes

Diajukan Oleh :
Rezita Oktiana Rahmawati, S.Ked

J 510155079

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT ANAK


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2016

JOURNAL READING
Emergence of Zika Virus
Diajukan Oleh :
Rezita Oktiana Rahmawati, S.Ked (J510155079)

Telah disetujui dan disahkan oleh Bagian Program Pendidikan Profesi Fakultas
Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
Pada hari, tanggal
Pembimbing :
dr. Aloysius Septiarko, Sp.A

(.........................................)

Pembimbing :
dr. Elief Rohana, Sp. A, M.Kes

(.........................................)

Disahkan Ka. Prodi Profesi FK UMS :


dr. D. Dewi Nirlawati

(.........................................)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT ANAK


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2016

BAB I
BAHAN DAN CARA
A. Sumber
Jurnal ini diambil dari Clinical Microbiology 2015.
B. Judul dan Penulis
Judul jurnal ini adalah Emergence of Zika Virus (Kemunculan Virus
Zika).
Jurnal ini ditulis oleh Didier Musso dan Tu-Xuan Nhan.
C. Abstrak
1. Latar Belakang
Virus Zika diuraikan pada sekitar tahun 1940. Selama lebih dari 1 abad,
kurang dari 20 manusia telah dilaporkan terinfeksi. Kemunculan virus zika
dimulai pecah pertama di area Pasifik pada tahun 2007 ( Pusat Federasi
Mikronesia), Pecahnya kedua di Pasifik pada tahun 2013/2014 (Polinesia
Prancis) dan berikutnya virus menyebar di Pulau Pasifik lainnya.
Kemunculan virus Zika di Amerika (Brazil) pada tahun 2015. Kemunculan
virus zika di Pasifik mengakibatkan komplikasi neurologi yang berat.
2. Tujuan
Jurnal ini bertujuan untuk menjelaskan tentang Virus Zika, riwayat,
epidemiologi, klasifikasi, wabah, transmisi, manifestasi klinis, diagnosis,
laboratorium, dan pencegahan.
3. Metode
Dilakukan studi review article data dengan pengambilan sampel dilakukan
meninjau data-data dari beberapa laporan-laporan penelitian pada area pasifik
seperti tahun 2007 di Pulau Yap, tahun 2013/2014 di Polinesia Prancis, tahun

2015 di area Eropa dan Amerika Selatan. Populasi didapatkan dari penduduk
Pulau kecil Yap, Polinesia Prancis, Italia, Norwegia dan Brazil.
4. Hasil
73% populasi, rawat inap dan kasus fatal karena ZIKV di Pulau Kecil Yap,
11% Populasi di Polinesia Prancis, Brazil sebagai daerah co-circulation
arbovirus. Risiko tinggi ZIKV di Italia, risiko rendah ZIKV di Norwegia
5. Kesimpulan
Manifestasi klinis dengan arbovirus lainnya dan kurangnya kapasitas
laboratorium pada area terbanyak wabah yang potensial, insidensi dan
prevalensi infeksi virus Zika mungkin tidak dapat dinilai. ZIKV ke depannya
tidak dapat diprediksikan, tetapi pada ZIKV dapat bertransmisi pada nyamuk
A. Aegypti dan A. albopictus, yang berpotensial muncul sangat besar dan
terdiri dari seluruh daerah tropis dan subtropis. Kasus ZIKV pada penyakit
yang ringan, bisa dilaporkan berdampak pada komplikasi menjadi neurologi
yang berat. Ancaman ZIKV ke depan harus dikurangi dengan prioritas aksi
yang terdiri dari perbaikan menyatupadukan pengawasan penyakit, kekuatan
pencegahan dan program pengendalian untuk arbovirus pada umumnya.
Kapasitas laboratorium infeksi ZIKV harus kuat pada wilayah yang
kompeten untuk vector nyamuk ZIKV.

BAB II
PEMBAHASAN
Jurnal Emergence of Zika Virus dikritisi belum sesuai dengan pedoman
epidemiologi

klinik.

Tujuan

dari

epidemiologi

klinik

adalah

untuk

mengembangkan dan menerapkan metode epidemiologi berdasarkan pengamatan


klinik yang akan menghasilkan kesimpulan yang sahih.
1. Kritisi Jurnal Faktor Risiko dari Sudut Pandang Epidemiologi Klinik
a. Apakah desain studi yang digunakan cukup kuat?
Tidak Cukup.
Penelitian ini memiliki kekuatan yang paling rendah. Perlu diketahui
urutan desain studi dengan urutan kekuatan yang paling tinggi sampai
yang paling rendah dalam menilai faktor risiko atau prognosis adalah
sebagai berikut :
1) Cohort
2) Case Control
3) Case Series
4) Review article
b. Apakah penilaian paparan dan keluaran bebas dari bias?
Tidak. Banyak bias karena hanya berupa tinjauan dari beberapa data-data
penelitian dan tidak dikelompokkan jumlah populasi dan sampelnya serta
tidak ada follow up dan hasil yang bermakna.
c. Apakah ada hubungan yang bermakna secara statistik?
Tidak, karena tidak bisa dihitung dengan cara statistik
d. Apakah hubungan yang diteliti konsisten dengan peneliti lain?
Tidak, karena jurnal tersebut tidak menyiratkan penelitian yang jelas dan
bermakna sebelumnya.

2. The PICO Principle


a. What is the question of the study?
Population / problem
Kemunculan virus Zika pada populasi di Pulau kecil Yap, Polinesia
Prancis, Italia, Norwegia dan Brazil.
Intervention / indicator
Tidak ada
Comparator / control
Tidak ada
Outcome
73% populasi, rawat inap dan kasus fatal karena ZIKV di Pulau
Kecil Yap, 11% Populasi di Polinesia Prancis, Brazil sebagai
daerah co-circulation arbovirus. Risiko tinggi ZIKV di Italia, risiko
rendah ZIKV di Norwegia
Reseach Question:
Apakah ZIKV dapat berisiko tinggi menjangkit dareah tropis atau
subtropis?
b. What is the purpose of the study?
untuk menjelaskan tentang Virus Zika, riwayat, epidemiologi, klasifikasi,
kegawatdaruratan, transmisi, Manifestasi klinis, diagnosis, laboratorium,
dan pencegahan.
c. Which primary study type would give the highest quality evidence to
answer the question?
Randomized Control Trial (RCT)
d. Which is the best study type is also feasible?
Cohort Retrospective
e. What is the study type used?
Review article

3. Validitas Internal
a. Apakah subyek penelitian cukup representatif?
Tidak, karena tidak ada subyek sebagai intervensi dan kontrol sehingga
bisa menimbulkan bias dalam penelitian
b. Allocation / Adjustment
Penelitian ini merupakan penelitian review article. Pada penelitian ini
pengambilan sampel dilakukan dengan meninjau data-data dari beberapa
laporan-laporan penelitian pada tahun-tahun tertentu.
c. Maintenance
Subjek penelitian yang didapatkan dari penduduk Pulau Kecil Yap,
Polinesia Prancis, Afrika, Amerika, Eropa, Asia dan Pasifik
d. Measurement
Jurnal bentuk review article harus tegas dalam hal sampel inklusi dan
eksklusi. Hasil penelitian harus saling berhubungan dan bermakna. Harus
terdapat prognosis di dalam penelitian untuk membantu dalam kekuatan
penelitian, harus terdapat follow up untuk sampel penelitian dan
ditunjukkan penelitian sebelumnya tentang ZIKV
4. Validitas Eksternal
a. Apakah hasil dapat diterapkan pada subjek dan terjangkau?
Tidak.
b. Apakah hasil dapat diterapkan pada populasi yang lebih luas?
Ya.

BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
1. Jurnal yang berjudul Emergence of Zika Virus tidak sesuai dengan pedoman
epidemiologi klinik.
2. Kurang sahih jurnal Emergence of ZIka Virus karena kesahihan penelitian
dipengaruhi oleh kekuatan dan kelemahan dalam penelitian ini.
3. Virus Zika merupakan self limiting disease, tidak ada gejala spesifik di
dalamnya, dan sudah tersebar di daerah Pasifik dan Asia tahun 2015
2. Saran
1. Harus ada kejelasan metode penelitian jurnal yang sesuai dengan epidemiologi
klinik
2. Harus ada kejelasan sampel dan populasi penelitian
3. Harus ada penelitian dari peneliti lain yang menguatkan kesahihan jurnal
penelitian tersebut
4. Harus ada penjelasan cara pencegahan zika virus di daerah tropis dan

subtropis