Anda di halaman 1dari 6

RIFDAH YURI KHAIRUNNISA

135020300111050

RINGKASAN MATERI KULIAH TEORI AKUNTANSI


CHAPTER 1
INTRODUCTION TO FINANCIAL ACCOUNTING THEORY

DEFINISI TEORI
Terdapat berbagai perspektif yang membentuk penjelasan definisi teori.
Menurut The Macquarie Dictionary, teori adalah sekumpulan proposisi
umum logis yang digunakan sebagai prinsip untuk menjelaskan suatu
fenomena.
Sedangkan

menurut

seorang

peneliti

bernama

Hendriksen,

teori

didefinisikan sebagai sekumpulan hipotesis, konseptual, dan prinsip


pragmatis logis yang membentuk kerangka umum sebagai referensi
dari penelitian.
US Financial Accounting Standards Board mendefinisikan teori sebagai
sistem logis yang saling berhubungan dan dapat menjadi dasar prinsip
suatu standar yang konsisten.
Jika diperhatikan dari penjelasan-penjelasan tentang definisi teori dari
berbagai sumber tersebut, dapat disimpulkan bahwa teori haruslah
berdasarkan suatu prinsip yang logis.
Teori-teori merupakan hasil dari perkembangan-perkembangan yang
didasarkan pada penelitian-penelitian sebelumnya. Perkembangan ini
juga dapat memperkirakan kejadian apa yang akan terjadi dan
menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi.

Teori

Akuntansi

kebutuhan

Keuangan

informasi

mempertimbangkan

akuntansi

keuangan

serta

kebiasaan
alasan

dan

mengapa

organisasi mempertimbangkan untuk memberikan informasi tertentu


kepada kelompok pemegang saham tertentu.

TEORI AKUNTANSI
Banyaknya teori akuntansi menyebabkan tidak adanya satu teori
ataupun perspektif akuntansi yang benar-benar dapat diterima secara
universal.

Ini

dikarenakan

peneliti-peneliti

memiliki

tujuan

atau

perspektif teori akutansi yang berbeda.


Perkembangan teori akuntansi bergantung pada proses perkembangan
ide-ide serta teori yang mendasari observasi atau penelitian tersebut.
Perkembangan teori pun berbeda-beda di era masing-masing.
Pada

tahun

1920

sampai

1960,

teori

akuntansi

berkembang

berdasarkan observasi praktek yang dilakukan akuntan, misalnya


doktrin konservatisme.
Pada tahun 1960an, penelitian berdasarkan kritik isu-isu akuntansi yang
sedang menjadi topik bahasan badan regulasi akuntansi.
Pada pertengahan hingga akhir tahun 1970, lebih berfokus pada
penelitian dan perkembangan teori akuntansi.
Terdapat banyak penelitian akuntansi yang berlabel penelitian positif
ataupun penelitian normatif. Penelitian positif merupakan penelitian
yang bertujuan untuk memprediksi dan menjelaskan fenomena tertentu
atau khusus.
Teori yang berhubungan dengan penelitian positif disebut sebagai teori
positif. Teori positif ini biasanya berdasarkan observasi. Teori-teori
tersebut kemudian dikembangkan untuk diuji dan diobservasi lebih
lanjut.

Teori akuntansi positif ini awalnya dikembangkan oleh Watts dan


Zimmerman dengan tujuan memprediksi dan menjelaskan mengapa
akuntan-akuntan

memilih

mengadpsi

metode

akuntansi

tertentu

dibandingkan dengan metode yang lain.


Sedangkan pada teori akuntansi normatif tidak didasarkan pada
penelitian.

Sehingga

teori

ini

tidak

dapat

dievaluasi

apakah

merefleksikan praktek akuntansi yang sebenarnya atau tidak.


Teori akuntansi normative dapat diklasifikasian menjadi true income
theories dan decision usefulness theories.
True

income

theories

membuat

asumsi

tertentu

tentang

peran

akuntansi dan mencari ukuran terbaik dari keuntungan.


Decision usefulness theories bersumber pada tipe informasi tertentu
untuk kelas penggunan tertentu sebagai dasar asumsi kebutuhan
pembuatan keputusan. Teori ini dibagi menjadi dua, yaitu berfokus pada
pembuat keputusan dan berfokus pada model keputusan.
Teori yang berfokus pada pembuat keputusan bergantung pada usaha
meneliti informasi apa yang dibutuhkan pengguna laporan keuangan,
sehingga model dari penelitian ini kebanyakan berupa kuisioner.
Teori yang berfokus pada model keputusan mengembangkan model
berdasarkan

persepsi

peneliti

atas

apa

yang

dibutuhkan

untuk

mengefesiensikan pembuatan keputusan.

EVALUASI TEORI AKUNTANSI


Karena banyaknya teori akuntansi, penelitian serta argument, maka
akuntan dapat mempertanyakan atupun menerima atau menolak teoriteori tersebut.
Menrut Deegan (1997), terdapat serangkaian kutipan dihasilkan dari
kesimpulan penelitian berbagai peneliti yang menentang validitas Teori

Akuntansi Positif Watts dan Zimmerman. Berikut adalah beberapa


oponen teori akuntansi positif:

Merupakan gerakan folosofis yang mati (Christenson, 1983, p.7)


Tidak adanya pencapaian teori (Sterling, 1990, p.7)
Dirusak oleh kekeliruan, inkonsistensi dan paradoks (Chambers,

1993, p.1)
dsb.

Banyaknya

kritikan mengindikasikan teori akuntansi positif telah

mendorong kalangan kritikus, terutama yang melihat peran teori


akuntansi menyediakan preskripsi daripada deskripsi.
Teori akuntansi merupakan abstrak dari realita, dan pilihan atau
preferensi atas sebuah teori berdasarkan pada pertimbangan nilai
tertentu.

MENGAPA PERLU MEMPELAJARI TEORI AKUNTANSI KEUANGAN?


Karena dengan mempelajari teori akuntansi keuangan, maka dapat
mengetahui dan memahami berbagai penyelesaian masalah:

bagaimana berbagai elemen-elemen akuntansi seharusnya diukur


apa yang menyebabkan organisasi menyediakan tipe-tipe

informasi akuntansi tertentu


apa yang menyebabkan seseorang mendukung regulator untuk

beberapa metode akuntansi dibandingkan metode yang lain


apa implikasi dari tipe organisasi tertentu dan pemegang
sahamnya atas pilihan satu metode akuntansi dibandingkan

dengan metode lain


bagaimana dan mengapa pasar saham bereaksi atas informasi

akuntansi tertentu
adanya perhitungan yang benar atas pendapatan

Akutansi merupakan suatu pekerjaan penting yang berpengaruh pada


masyarakat. Banyak keputusan penting yang didasarkan pada informasi
akuntansi yang disediakan.

CONCEPTUAL FRAMEWORK SFAC #1, 2, 5, 6, 7, 8


SFAC No. 1 Objectives of Financial Reporting by Business
Enterprises (1978)
Statement

ini

menekankan

pada

tujuan

pelaporan

keuangan

perusahaan yaitu untuk menyediakan informasi yang berguna dalam


proses pengambilan keputusan bisnis dan ekonomi. Statement ini
mengakui adanya heterogenitas kelompok pengguna eksternal. Namun
diasumsikan bahwa pengguna laporan keuangan memiliki kemampuan
dalam membaca informasi yang terdapat didalamnya. Tujuan pelaporan
keuangan perusahaan didefinisikan secara umum dan tidak menyasar
pada kepentingan satu kelompok pengguna saja.

SFAC

No.

Qualitative

Characteristics

of

Accounting

Information (1980)
Menjelaskan
perhatian.

kepentingan
Manfaat

menyediakannya.

pengambil

informasi

Dengan

keputusan

haruslah

demikian

melebihi

sebagai

pusat

biaya

untuk

understandability

merupakan

kualitas penting yang harus dipenuhi, sekaligus menjadi hambatan


besar. Manfaat informasi akuntansi tercermin pada besarnya manfaat
yang diperoleh pengguna untuk mengambil keputusan.

SFAC

No.

Recognition

and

Measurement

in

Financial

Statement of Business Enterprises (1984)


Statement ini berkaitan dengan isu pengakuan dan pengukuran. Ruang
lingkup statement ini meliputi format dalam menyajikan laporan
keuangan. SFAC ini juga mengatur mengenai kriteria pengakuan dimana
untuk mengakui atau mencatat revenue dan gain, asset yang diterima

harus realized or realizable atau revenue tersebut sudah dihasilkan


(earned).

SFAC No. 6 Elements of Financial Statements; A Replacement of


FASB

Concepts

Statement

No.3

Also

Incorporating

an

Amendment of FASB Concepts Statement No. 2 (1985)


Merupakan pengganti dari SFAC No. 3 dengan sedikit perubahan pada
definisi 10 elemen laporan keuangan (Aset, Liabilities (Kewajiban),
Ekuitas, Investasi Pemilik, Distribusi kepada pemilik, Comprehensive
Income, Revenues, Biaya, Gain, Rugi)

SFAC No. 7 Using Cash Flow Information and Present Value in


Accounting Measurement (2000)
Statement No. 7 lebih menekankan pada isu pengukuran spesifik
daripada isu konseptual yang lebih luas, karena itu statement ini dapat
dilihat sebagai bagian dari Statement No. 5. SFAC No. 7 digunakan pada
situasi dimana current market value tidak tersedia sehingga harus
menggunakan estimasi aliran kas di masa mendatang.

SFAC

No.8

Kerangka

kerja

untuk

pelaporan

keuangan

(Conceptual framework for financial reporting)


SFAC No.8 merupakan salah satu dari serangkaian publikasi di FASB
untuk akuntansi dan pelaporan keuangan yang mencakup dua bab
kerangka konseptual baru yang menggantikan SFAC No.1, tujuan
pelaporan

keuangan

oleh

Business

Enterprises,

dan

SFAC

No.2,

karakteristik kualitatif informasi akuntansi. SFAC No.8 dimaksudkan


untuk menetapkan tujuan-tujuan dan konsep-konsep fundamental yang
akan menjadi dasar untuk pengembangan akuntansi keuangan dan
pedoman pelaporan.