Anda di halaman 1dari 8

Moral, Akhlaq

dan Etika dalam Islam

MORAL, AKHLAQ DAN ETIKA


DALAM ISLAM

A. Pengertian
a) Etika : Ajaran yang membahas kebaikan dan keburukan berdasarkan
ukuran akal
b) Moral : Ajaran kebaikan dan keburukan dengan ukuran tradisi yang
berlaku di suatu masyarakat tertentu
c) Akhlak: Ajaran yang membahas kebaikan dan keburukan, terpuji dan
tercela, baik perkatan maupun perbuatan manusia lahir dan
batin berdasarkan Al_Quran dan Sunnah
d) Taqwa : Melakukan perbuatan baik dan menjauhi perbuatan jahat
e) Tasawuf : Ajaran tentang proses mendekatkan diri kepada Allah cara
mensucikan hati
f) Sufi : Orang yang mendekatkan diri kepada Allah dengan cara
mensucikan hati
AKHLAQ

Menurut Ibn Maskawih :


keadaan jiwa yang karenanya menyebabkan munculnya
perbuatan-perbuatan tanpa pemikiran atau pertimbangan
yang mendalam

ETIKA

sebagai sistem nilai :


nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan
bagi seseorang atau kelompok dalam mengatur tingkah
lakunya
sebagai kode etik :
asas atau nilai moral
Franz Magnis Suseno mendefinisikan etika :
Sebagai keseluruhan norma dan penilaian yang digunakan
oleh masyarakat untuk mengetahui bagaimana seseorang
seharusnya menjalankan kehidupannya

Ayat-ayat Al_Qurn yang membahas tentang Akhlaq.

Artinya

: Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi


pekerti yang agung (adalah wujud akhlak yang agung yang
ada dalam diri manusia) (QS. Al-Qalam : 4)

Moral, Akhlaq
dan Etika dalam Islam

Artinya

: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri


teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan
dia banyak menyebut Allah (QS. Al-Ahzab : 21)

Sabda Rosulullah saw :

Artinya

: Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan


akhlak yang mulia (HR Ahmad dan Abu Huroiroh)

B. Pokok Persoalan Etika


Pangkal persoalan etika adalah perbuatan manusia, tidak semua
perbuatan manusia itu menjadi pangkal persoalan etika. Berikut macammacam perbuatan manusia :
a) Valuntary actions; yaitu perbutan yang dilakukan dengan kehendak atai
ikhtiar. Perbuatan ini dilakukan dengan penuh kesadaran dan pikiran.
Perbuatan ini yang memiliki nilai etis atau dapat dinilai dari sisi baik dan
buruk.
b) Involuntary actions; yaitu perbuatan yang dilakukan tanpa kehendak atau
ikhtiar. Contoh, denyut jantung, aliran darah, bernafas. Perbuatan ini tidak
memiliki dimensi etik.
c) Perbuatan semu; yakni perbuatan yang berdimensi etik, tetapi dilakukan
diluar kesadarannya atau hanya kehendaknya (ikhtiar).
Etika

: Kajian yang mencari standart ukuran bagi tingkah laku manusia


dan untuk mengetahui bagaimana seharusnya manusia bertindak.
Obyek forma etika adalah baik dan buruk dari tingkah laku manusia serta
benar dan salah.
Karakteristik dari Etika :
1) Mengikuti kecenderungan hati nurani manusia;
2) Rasional (bisa diterima akal sehat);
3) Kontekstual (berdasarkan situasi, waktu dan tempat yang bisa berubah);
4) Berdasarkan norma sosial (hasil dari konsensus/kesepakatan anggota
masyarakat untuk kepentingan dan kebaikan bersama)
Fungsi etika dalam masyarakat mengacu pada S. Jack Odell bahwa
Prinsip-prinsip etika adalah prasyarat wajib bagi keberadaan sebuah
komunitas sosial. Tanpa adanya prinsip etika maka mustahil bagi manusia bisa

Moral, Akhlaq
dan Etika dalam Islam

hidup harmonis, dan tanpa ketakutan, kecemasan, keputusasaan, kekecewaan


dan ketidakpastian.
Sebuah masyarakat tanpa etika adalah masyarakat yang menjelang
kehancurannya (R. Johannesen, 1996 : 6)

C. Faedah Mempelajari Etika


1) Memberikan arah atau orientasi ketika harus menentukan baik atau
buruknya perbuatan;
2) Orang yang mempelajari etika ibarat seorang dokter. Dia mampu
mendiagnosis penyakit seseorang. Dalam batasan-batasan tertentu dia
dapat menyembuhkannya, tetapi tidak menjamin yang diobatinya itu
sembuh, termasuk dirinya sendiri. Etika tidak dapat menjadikan manusia
baik, tetapi dapat membukakan matanya untuk melihat yang baik dan
buruk.

D. Moral Dalam Al-Quran


Term baik dan buruk yang menjadi pembahasan dalam kaitan ini lebih
menyangkut pada upaya pengungkapan baik dan buruk sebagai bagian
terpenting dari moral. Toshiko Isutzu memaparkan term baik dan buruk, yaitu:
a) Ungkapan baik terekspresi melalui term-term :
Sahih (kebajikan)
Birr (berbakti dan sopan)
Maruf (sesuatu yang baik)
Khair (kebaikan) baik dari Allah maupun dari manusia.
Hasan
Tayyib
Halal
b) Ungkapan buruk terekspresi melalui term-term :
Fasad (keburukan)
Munkar (sesuatu yang buruk)
Sharr (kejelekan)
Fahishah
Khabith
Haram

E. Moral Dalam Kehidupan Manusia


Dalam dunia kehidupan modern manusia dihadapkan pada paling tidak
tiga persoalan dalam moral, yaitu :
1) Kita menyaksikan adanya pluralisme moral. Dalam masyarakat yang
berbeda sering terlihat nilai dan norma yang berbeda;
2) Timbul banyak masalah moral baru yang dulu tidak terduga;
3) Dalam dunia modern tampak makin jelas adanya kepedulian terhadap
wacana-wacana moral universal.

Moral, Akhlaq
dan Etika dalam Islam

F. Hubungan Tasauf dengan Akhlak


Tasawuf adalah proses pendekatan diri kepada Allah dengan cara
mensucikan hati (tashfiat al-qalbi). Hati yang suci bukan hanya bisa dekat
dengan Tuhan malah dapat melihat Tuhan (al-Marifah). Dalam tasawuf
disebutkan bahwa Tuhan Yang Maha Suci tidak dapat didekati kecuali oleh
hati yang suci. Menurut Zun Nun al-Misri, ada tiga macam pengetahuan
tentang Tuhan, yaitu :
1) Pengetahuan awam : Tuhan satu dengan perantaraan ucapan syahadat
2) Pengetahuan ulama : Tuhan satu menurut logika akal
3) Pengetahuan kaum sufi : Tuhan satu dengan perantaraan hati sanubari
Menurut Harun Nasution, pengetahuan yang disebut pertama dan kedua
belum merupakan pengetahuan hakiki tentang Tuhan, keduanya masih disebut
ilmu. Pengetahuan dalam arti ketigalah yang merupakan pengetahuan hakiki
tentang Tuhan (marifah)

G. Ruang Lingkup Ajaran Akhlaq


Ruang lingkup ajaran akhlak, yaitu meliputi bagaimana :
a) Akhlak kita terhadap diri sendiri;
1) Al-Taubah (kembali kepada Allah);
2) Al-Muraqabah (kesadaran diri bahwa Allah mengintai kita);
3) Al-Muhasabah (selalu intropeksi terhadap diri sendiri);
4) Al-Mujahadah (terus menerus mendekati Allah).
b) Akhlak kita terhadap Allah;
c) Akhlak terhadap kalam Allah (al-Kitab);
d) Akhlak terhadap Rasulullah;
Empat Sifat Nabi
Sidiq.
Shiddiq mempunyai arti BENAR. Lawan kata dari shiddiq
adalah KIZIB (DUSTA). Dengan demikian, jika kita merujuk dari arti
kata shiddiq, maka seorang Nabi dan Rasul akan selalu berkata dan
berbuat yg benar, yakni selalu merujuk/berdasar ajaran ALLOH SWT.
Dalil Quran yg menjadi rujukan bahwa para Nabi dan Rasul
selalu dalam keadaan shiddiq adalah surat Maryam(19):50,Dan Kami
anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami
jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi.
Amanah.
Amanah diterapkan para Nabi dan Rasul dalam bentuk SELALU
menyampaikan SEMUA ajaran yg diterimanya. TIDAK ADA satupun
yg disembunyikan. Dengan demikian, MUSTAHIL mereka
menyelewengkan atau berbuat curang atas ajaran ALLOH SWT.
Apabila saat ini banyak orang (tidak cuma orang kafir, bahkan
kaum muslim sekalipun) yg memperdebatkan ajaran yg dibawa
Rasululloh SAW, yg menyatakan bahwa Rasululloh SAW
menyembunyikan atau berbuat curang dalam menyampaikan ajaran-

Moral, Akhlaq
dan Etika dalam Islam

Nya. Naudzubillah.jangan sampai kita termasuk orang2 yg


berpikiran demikian (menganggap Rasululloh SAW berbuat curang).
Dengan demikian, Rasululloh SAW bukan termasuk orang yg sulit
dipercaya
Tabligh.
Tabligh mempunyai arti MENYAMPAIKAN WAHYU
KEPADA UMATNYA. Sifat ini terkait dengan sifat Amanah, yg tidak
akan berbuat curang dalam menyampaikan ajaran ALLOH SWT
kepada umat. Dengan demikian, Nabi dan Rasul MUSTAHIL
KITMAN (menyembunyikan wahyu).
Maksud dari sifat ini, Nabi dan Rasul akan senantiasa
menyampaikan wahyu, apapun bahaya/ancaman yg datang kepada
mereka. Kita barangkali sudah pernah dan sering mendengar cerita
Nabi Ibrahim yg dibakar, kemudian Nabi Yahya yg dibunuh, bahkan
Rasululloh SAW sendiri diancam akan dibunuh serta mendapat
perlakuan diasingkan oleh kaumnya.
Hal ini menjelaskan bahwa tugas Nabi dan Rasul sangatlah
beratnamun, mereka tidak akan menganggap berat, karena mereka
selalu yakin bahwa ALLOH SWT akan senantiasa membantu
Fathonah.
Fathonah, yg artinya CERDAS/PANDAI. Dengan demikian,
seorang Nabi dan Rasul MUSTAHIL JAHLUN (BODOH).
Kita sudah ketahui bahwa Rasululloh SAW adalah manusia yg
buta huruf dan tidak bisa membaca serta tidak bisa menulis. Istilah
lainnya adalah UMMI. Namun, kenyataan membuktikan bahwa beliau
mempunyai kecerdasan yg luar biasa. Banyak kasus pelik, sebelum
dan sesudah beliau menjadi Rasul, yg berhasil beliau dapatkan
solusinya.
Rasululloh SAW yg UMMI juga membuktikan bahwa
Rasululloh SAW TIDAK MUNGKIN mengarang ayat-ayat Al Quran.
Sehingga gugurlah teori para orientalis yg menyatakan bahwa Al
Quran adalah kitab buatan Muhammad SAW.
Kecerdasan dimiliki oleh Nabi dan Rasul, agar mereka tidak
dipengaruhi orang lain. Setiap tindakan yg mereka lakukan adalah
hasil kecerdasan beliau, yg dianugerahi oleh ALLOH SWT, bukan
pengaruh dari orang yg ada di sekitar mereka, termasuk istri/anak
beliau sendiri.
e) Akhlak makhluk (sesama manusia), meliputi :
1) Akhlak (etika) terhadap kedua orang tua;
2) Akhlak (etika) terhadap anak dan istri;
3) Akhlak (etika) terhadap kerabah;
4) Akhlak (etika) terhadap tetangga;
5) Akhlak (etika) terhadap sesama muslim;
6) Akhlak (etika) kepada orang kafir (non-muslim);
f) Akhlak terhadap binatang; dan
g) Akhlak terhadap alam dalam arti luas

Moral, Akhlaq
dan Etika dalam Islam

Dari ruang lingkup akhlak tersebut, maka manusia berakhlak adalah :


manusia yang suci dan sehat hatinya sedang manusia tidak berakhlak (amoral) yaitu manusia yang kotor dan sakit hatinya.

H. Pentingnya Akhlaq
QS. Surat Al-Anfal, ayat : 25

Artinya : Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus
menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan
ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.
Dari ayat diatas dapat diketahui bahwa kesengsaraan atau kehancuran
mulia dari keluarga, masyarakat banyak sampai kepada suatu bangsa atau
negara pada dasarnya karena mereka sudah rusak akhlaknya.
QS. Surat Al-Isro, ayat : 16

Artinya : Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami
perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu
(supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan
dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya
perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu
sehancur-hancurnya

Moral, Akhlaq
dan Etika dalam Islam

TAFSIR AL-MISBAH
Surat al-Ahzab : 21

Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang
baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan
(kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah
Tafsir :
Kata teladan dalam ayat ini menurut Az-Zamakhsyari mengemukakan ada dua
kemungkinan tentang maksud keteladanan yang terdapat pada diri Rasul :
(1) Dalam arti kepribadian beliau secara totalitasnya adalah teladan;
(2) Dalam arti terdapat dalam kepribadian beliau hal-hal yang patut
diteladani. Pendapat ini lebih kuat dan merupakan pilihan banyak ulama;
Abbas Mahmud al-Aqqad menjelaskan ada empat tipe manusia, yaitu :
Pemikir, Pekerja, Seniman, dan yang jiwanya larut dalam ibadah. Yang
keempat-empatnya ada pada diri Rasulullah, sehingga manusia dapat
meneladani sifat-sifat terpuji pada pribadi ini.
Imam al-Qarafi mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw dapat berperan
sebagai :
a) Nabi dan Rasul, sehingga ucapan dan sikapnya pasti benar, karena
bersumber langsung dari Allah SWT;
b) Mufti, fatwa-fatwa beliau berkedudukan setingkat dengan butir pertama di
atas, karena fatwa beliau adalah berdasarkan pemahaman atas teks-teks
keagamaan, dimana beliau diberi wewenang oleh Allah SWT untuk
menjelaskannya;
c) Hakim, ketepatan hukum yang beliau putuskan secara formal pasti benar,
tetapi secara material ada kalanya keliru akibat kemampuan salah satu
pihak yang berselisih menyebunyikan kebenaran atau kemampuannya
berdalih dan mengajukan bukti-bukti palsu; dan
d) Pemimpin masyarakat, petunjuk-petunjuk beliau dalam hal
kemasyarakatan
diseuaikan
dengan
kondisi
masyarakat
dan
perkembangannya.

Moral, Akhlaq
dan Etika dalam Islam

QS. Surat Al-Anfal, ayat : 25

Artinya : Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus
menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan
ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.