Anda di halaman 1dari 8
LAPORAN KEGIATAN APLIKASI PERTANIAN PRESISI PADA KEGIATAN PEMUPUKAN DI PERKEBUNAN TEBU ( Saccarum officinarum sp.)

LAPORAN KEGIATAN

APLIKASI PERTANIAN PRESISI PADA KEGIATAN

PEMUPUKAN DI PERKEBUNAN TEBU

(Saccarum officinarum sp.)

114°16' c b PETA KLUSTER d HGU ASSEMBAGOES PTP.NUSANTARA XI (PERSERO) g LEGENDA: e Sungai
114°16'
c
b
PETA KLUSTER
d
HGU ASSEMBAGOES
PTP.NUSANTARA XI (PERSERO)
g
LEGENDA:
e
Sungai
Jalan
k
h
SIMBOL
KLUSTER
KETERANGAN
n
hgu kapas
1
--
s
2
f
--
l
3
i
--
o
m
r
SITUBONDO
p
Utara
Lokasi
0 1
2 Kilometers
114°16'
Oleh:Puslit Sukosari PTPN XI (Persero)
7°44'
7°44'

Diselenggarakan Oleh: Pusat Penelitian Sukosari Tanggal 15-16 Maret 2016

PUSAT PENELITIAN SUKOSARI

PENELITIAN DAN QUALITY CONTROL PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XI

LUMAJANG

2016

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL HALAMAN DAFTAR ISI

1

BAB I. PENDAHULUAN

2

A.Latar Belakang

2

B.Tujuan Diskusi

3

BAB II. PELAKSANAAN DISKUSI

4

A.Waktu dan Tempat

4

B.Peserta

4

C.Prosesi Pelatihan

4

D.Materi Diskusi

5

BAB III. PENUTUP

6

A.Kesimpulan

6

B.Saran-Saran

6

LAMPIRAN

7

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Diskusi adalah sebuah kegiatan bertukar pikiran untuk mendapatkan suatu keputusan maupun untuk memecahkan suatu permasalahan. Semua yang terlibat baik pembicara, moderator, maupun peserta dituntut untuk menanggapi permasalahan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dari diskusi ini diharapkan sebuah permasalahan yang telah dibahas oleh penyaji mampu memberikan manfaat tersendiri bagi seluruh pihak yang terlibat dalam diskusi. Tema mengenai Pemetaan kesuburan tanah yang diangkat oleh puslit sukosari dilatar belakangi oleh ketidakseragaman mengenai pelaksanaan tentang kesuburan tanah, penentuan titik pengambilan sampel baik tanah, daun dan pupuk, pengerjaan pasca sampling contoh, dan pemetaan kesuburan tanah serta pembacaan rekomendasi pemupukan. Tanah merupakan media tumbuh tanaman. Secara geologis tanah dapat disebut bagian dari bumi yang terluar mempunyai ketebalan lapisan yang relatif tipis. Tanah berasal dari hasil pelapukan batuan, dimana dalam proses pembentukannya sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan, seperti bahan induk, iklim, topografi, vegetasi, atau organisme, dan waktu. Dalam proses pembentukan tanah, faktor-faktor tersebut di atas bekerja secara dinamis dan simultan melalui proses fisika, kimia, biologis, maupun proses ketiga-tiganya bekerja secara bersamaan serta saling berinteraksi. Proses pembentukan tanah berjalan terus menerus dan saling mempengaruhi, dominasi dari masing-masing faktor pembentuk tanah sangat beragam. Kesuburan tanah salah satunya adalah kemampuan tanah dalam menyediakan hara bagi tanaman. Kesuburan tanah merupakan suatu nilai kualitas dari kemampuan tanah untuk menyediakan hara bagi pertumbuhan suatu jenis tanaman dalam jumlah yang memadai dan seimbang. Tingkat kesuburan tanah akan mempengaruhi produksi dan hasil tanaman. Untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah suatu lahan dapat dilakukan dengan

menganalisis tanah di laboratorium, maupun pengujian penjajagan hara yang dilakukan di lapangan maupun dalam pot di rumah kaca. Sebagai pewakil contoh tanah, maka prosedur pengambilan contoh harus menggunakan kaidah-kaidah ilmiah dan batasan-batasan yang dikehendaki dalam proposal penelitian. Contoh yang diambil ini nantinya akan digunakan sebagai sarana untuk pengambilan kesimpulan penelitian, sehingga sangat penting untuk memahami filosofi contoh tanah pewakil ini. Salah satu faktor yang dominan dalam mempengaruhi keragaman hasil analisis tanah adalah pengambilan contoh tanah di lapangan. Untuk itu, dalam setiap pengambilan contoh tanah baik untuk dianalisis di laboratorium maupun untuk suatu percobaan di kamar kaca harus dilakukan dengan metode yang benar. Mengingat pentingnya pengambilan contoh, maka buku ini diharapkan dapat menjadi pegangan bagi pemula teknisi litkayasa atau petugas pengambil contoh.

B. Tujuan Diskusi Pelaksanaan diskusi kali ini bertujuan untuk :

a. Memberikan informasi mengenai kesuburan tanah, kebutuhan unsur hara bagi tanaman, defisiensi unsur hara.

b. Memberikan informasi langkah-langkah persiapan pra survai (persiapan alat dan bahan, pengumpulan peta dan pembuatan peta kerja, pembuatan peta kerja (satuan peta lahan), teknik sampling tanah, teknik sampling jaringan tanaman (daun), teknik sampling pupuk, tabel harkat rekomendasi pemupukan.

c. Memberikan informasi mengenai pemetaan kesuburan tanah

d. Pemupukan masa lalu dan pemupukan masa depan

BAB II. PELAKSANAAN DISKUSI

A. Tempat dan Waktu

Tempat :Ruang Pertemuan C1 Pusat Penelitian Sukosari

Hari, tanggal

PT.Perkebunan Nusantara XI

: Hari 1 Selasa, 15 Maret 2016

Hari 2 Rabu, 16 Maret 2016

Waktu : Pkl. 07.00 – 16.00 WIB

B. Peserta

Asisten Manager Quality Control dan Mandor Pelaksanan se-Pabrik Gula PT.

Perkebunan Nusantara XI. Rincian pelaksanaan sebagai berikut:

Selasa, 15 Maret 2016

Rabu, 16 Maret 2016

PG. Soedono PG.Poerwodadie PG. Redjosari PG. Pagottan PG.Kanigoro PG. Kedawung PG. Wonolangan PG. Gending

PG. Pajarakan PG. Jatiroto PG. Semboro PG. Prajekan PG. Wringinanom PG. Panji PG. Olean PG. Asembagoes

C. Prosesi Pelatihan

Dalam diskusi kali ini ini dibuka oleh Dani B.S selaku moderator. Sebelum

acara dimulai, menyampaikan susunan acarasebagai berikut:

NO

JAM

MATERI

PEMBICARA

1 07.00 - 08.00

Makan pagi

2 08.00 - 09.00

Pembukaan & Over View

3 09.00 - 11.00

Pemetaan Kesuburan

4 11.00 - 11.15

Coffe Break

5 11.15 - 13.15

Teknis sampling & analisa

6 13.15 - 14.00

ISHOMA

7 14.00 - 15.30

Presisi Farming

8 15.30 - 16.00

Penutupan

Kadiv PQC/ yang mewakili Sugiarto (Dosen Unej) - Basuki - Aryo Basuki Nanik

D. Materi Presentasi Adapun materi yang disampaikan ketika presentasi adalah sebagai

berikut:

Materi 1 ( Disampaikan Ir. Sugiarto, M.S.) Pada materi pertama mendiskusikan tentang kesuburan tanah sangat penting bagi pertumbuhan tanaman mulai dari kebutuhan unsur hara bagi tanaman sampai mengetahui tingkat defisiensi unsurhara tanaman secara fisiologis kenampakan dari luar. Pada pemateri pertama ini disinggung pula tentang tahapan-tahapan kegiatan survai dan pentingnya pemetaan kesuburan tanah. tahapan survai meliputi tahapan persiapan; tahapan pelaksanaan survai; dan tahapan analisis laboratorium, pembatan peta dan pelaporan. (isi keseluruhan berada di lampiran pada makalah dan pawerpoint berjudul “ Pemetaan Kesuburan Tanah”).

Materi 2 ( Disampaikan Basuki., SP.,MSc.) Pada pemateri kedua mendiskusikan tentang teknik pengambilan sampling tanah, teknik pengambian sampling jaringan tanaman (daun), dan teknik pengambilan sampling pupuk. Mengingat pentingnya cara sampling tanah dan jaringan tanaman yang tepat disinggung pula langkah pembuatan SPL (satuan peta lahan) yang merupakan dasar penentuan batas dan jumlah sampling yang harus diambil dalam luasan dan skala tertentu yang diinginkan (output). Pengambilan sampling pupuk sangat penting, mengingat hampir 60% sarana produksi bersumber dari pupuk dan pupuk yang datang ke gudan dalam jumlah banyak, sehingga perlu diketahui kualitasnya baik dari segi fisik maupun konsentrasi didalamnya. Dari permasalahan tersebut perlu langkan pengmbilan sampling yang tepat berdasarkan SNI 19-0428-1998. (isi keseluruhan berada di lampiran pada makalah dan pawerpoint berjudul “Sampling Tanah, Sampling Jaringan Tanaman (Daun), Sampling Pupuk Sebagai Dasar Analisis Dan Pemetaan Kesuburan Tanah Dalam Rekomendasi Pemupukan Untuk Tanaman Tebu”.

Materi 3 ( Disampaikan Ir. Aryo Basuki) Pada materi ketiga mendiskusikan tentang pertanian jaman dahulu dengan pertanian jaman sekarang yang berkaitan dengan fungsi bagian Quality Control. Jaman sekarang, terdapat bagian quality control yang mempunyai fungsi sebagai satpam atau selektor dari berbagai kegiatan produksi on dan off farming sehingga kesemuanya kegiatan dapat tepat sasaran.

BAB III. PENUTUP

A. Kesimpulan Dalam penyelenggaraan presentasi pemaparan dan diskusi berjalan dengan lanjar dan baik, dalam pelaksanaannya semua elemen dari penyaji, moderator, panitia, maupun peserta diskusi telah melaksanakan tugasnya masing-masing. Semoga dari diskusi kali ini semua pihak bisa sadar akan pentingnya kesuburan tanah dan teknik pengambilan sample yang dapat mewakili serta perak bagian QC pabrik Gula sebagai selektor sehingga semua kegiatan tepat tempat dan waktu serta kualitas.

B. Saran-Saran Dari diskusi terakhir, peserta diskusi memberi saran antara lain:

1. Waktu yang dibutuhkan kurang lama, minimal 2 hari

2. Usulan pelatihan juru ukur, gambar yang terkait dengan pekerjaan sehari- hari

3. Usulan pelatihan tentang penilaian kesesuaian lahan tanaman tebu

4. Usulan pelatihan off farm

5. Sarana dan prasarana dilengkapi (Sound system, pendingin ruangan)

6. Pelatihan berikutnya disertai dengan praktek, tidak hanya sekedar teori.

Sebagai manusia biasa, kami dari panitia memiliki banyak sekali kekurangan dalam melaksanakan penyelenggaraan presentasi dan diskusi maupun dalam pembuatan laporan ini. Oleh karena itu, kami berharap kritik maupun saran yang membangun.

LAMPIRAN

1.

Proposal Kegiatan “Aplikasi Pertanian Presisi Pada Kegiatan Pemupukan Di Perkebunan Tebu (Saccarum officinarum sp.)

2.

Makalah disampaikan oleh Ir. Sugiarto MP. Tema”Pemetaan Kesuburan Tanah”.

3.

makalah presentasi 1 oleh Ir. Sugiarto MP. Tema”Pemetaan Kesuburan Tanah”.

4.

Makalah disampaikan oleh Basuki SP.MSc.Tema “Sampling Tanah, Sampling Jaringan Tanaman (Daun), Sampling Pupuk Sebagai Dasar Analisis Dan Pemetaan Kesuburan Tanah Dalam Rekomendasi Pemupukan Untuk Tanaman Tebu “

5.

makalah presentasi 2 oleh Basuki SP.MSc. Tema “Sampling Tanah, Sampling Jaringan Tanaman (Daun), Sampling Pupuk Sebagai Dasar Analisis Dan Pemetaan Kesuburan Tanah Dalam Rekomendasi Pemupukan Untuk Tanaman Tebu “

6.

Fotokopi daftar hadir

7.

Foto Kegiatan