Anda di halaman 1dari 3

Nama

: Wahyu Jati Kusuma

NIM

: 061440420836

Kelas

: 4.KI.A
Alat Penukar Kalor

Alat penukar kalor adalah suatu alat yang memungkinkan perpindahan


panas dan bisa berfungsi sebagai pemanas maupun sebagai pendingin. Biasanya,
medium pemanas dipakai uap lewat panas (super heated steam) dan air biasa
sebagai air pendingin (cooling water). Penukar panas dirancang sebisa mungkin
agar perpindahan panas antar fluida dapat berlangsung secara efisien. Pertukaran
panas terjadi karena adanya kontak, baik antara fluida terdapat dinding yang
memisahkannya maupun keduanya bercampur langsung begitu saja. Perpindahan
panas pada alat penukar kalor biasanya melibatkan konveksi masing-masing
fluida dan konduksi sepanjang dinding yang memisahkan kedua fluida. Laju
perpindahan panas antara kedua fluida pada alat penukar kalor bergantung pada
besarnya perbedaan temperatur pada lokasi tersebut, dimana bervariasi sepanjang
alat penukar kalor. Berdasarkan kontak dengan fluida, alat penukar kalor tersebut
dapat dibedakan menjadi dua macam, antara lain :

a. Alat penukar kalor kontak langsung Pada alat ini fluida yang panas akan
bercampur secara langsung dengan fluida dingin (tanpa adanya pemisah)
dalam suatu bejana atau ruangan. Salah satu contohnya adalah deaerator.
b. Alat penukar kalor kontak tak langsung Pada alat ini fluida panas tidak
berhubungan langsung (indirect contact) dengan fluida dingin. Jadi proses
perpindahan panasnya itu mempunyai media perantara, seperti pipa, plat,
atau peralatan jenis lainnya. Salah satu contohnya adalah kondensor.

Berdasarkan tipe aliran di dalam alat penukar panas ini, ada 4 macam aliran yaitu :
a. Counter current flow (aliran berlawanan arah)

b. Paralel flow/co current flow (aliran searah)


c. Cross flow (aliran silang)
d. Cross counter flow (aliran silang berlawanan)
1. Shel and Tube
Alat penukar panas jenis ini merupakan jenis yang paling banyak
digunakan dalam industri perminyakan. Alat ini terdiri dari sebuah shell
(tabung/slinder besar) dimana didalamnya terdapat suatu bandle (berkas) pipa
dengan diameter yang relative kecil. Satu jenis fluida mengalir didalam
pipa-pipa sedangkan fluida lainnya mengalir dibagian luar pipa tetapi masih
didalam shell. Alat penukar panas cangkang dan buluh terdiri atas suatu bundel
pipa yang dihubungkan secara parallel dan ditempatkan dalam sebuah pipa
mantel (cangkang ). Fluida yang satu mengalir di dalam bundel pipa,
sedangkan fluida yang lain mengalir di luar pipa pada arah yang sama,
berlawanan, atau bersilangan. Kedua ujung pipa tersebut dilas pada penunjang
pipa yang menempel pada mantel. Untuk meningkatkan effisiensi pertukaran
panas, biasanya pada alat penukar panas cangkang dan buluh dipasang sekat
(buffle). Ini bertujuan untuk membuat turbulensi aliran fluida dan menambah
waktu tinggal (residence time), namun pemasangan sekat akan memperbesar
pressure drop operasi dan menambah beban kerja pompa, sehingga laju alir
fluida yang dipertukarkan panasnya harus diatur.
2. Double Pipe (Pipa Ganda)
Salah satu jenis penukar panas adalah susunan pipa ganda. Dalam jenis
penukar panas dapat digunakanberlawanan arah aliran atau arah aliran, baik
dengan cairan panas atau dingin cairan yang terkandung dalam ruangan nular dan
cairan lainnya dalam pipa.
Alat penukar panas pipa rangkap terdiri dari dua pipa logam standart yang
dikedua ujungnya dilas menjadi satu atau dihubungkan dengan kotak penyekat.
Fluida yang satu mengalir di dalam pipa, sedangkan fluida kedua mengalir di
dalam ruang anulus antara pipa luar dengan pipa dalam. Alat penukar panas jenis
ini dapat digunakan pada laju alir fluida yang kecil dan tekanan operasi yang

tinggi. Sedangkan untuk kapasitas yang lebih besar digunakan penukar panas
jenis selongsong dan buluh ( shell and tube heat exchanger ).
Pada jenis ini tiap pipa atau beberapa pipa mempunyai shell sendirisendiri. Untuk menghindari tempat yang terlalu panjang, heat exchanger ini
dibentuk menjadi U. pada keperluan khusus, untuk meningkatkan kemampuan
memindahkan panas, bagian diluar pipa diberi srip. Bentuk siripnya ada yang
memanjang, melingkar dan sebagainya.
3. Plate Heat Exchanger
Plate Heat Exchanger adalah salah satu jenis alat penukar panas yang
terdiri atas paket pelat-pelat tegak lurus bergelombang atau dengan profil lain,
yang dipisahkan antara satu dengan lainnya oleh sekat-sekat lunak. Pelat-pelat ini
dipersatukan oleh suatu perangkat penekan dan jarak antara pelat-pelat ditentukan
oleh sekat-sekat tersebut. Pada setiap sudut dari pelat yang berbentuk empat
persegi panjang terdapat lubang. Melalui dua di antara lubang-lubang ini media
yang satu disalurkan masuk dan keluar pada satu sisi, sedangkan media yang lain
karena adanya sekat mengalir melalui ruang antara disebelahnya. Dalam hal itu
hubungan ruang yang satu dan yang lainnya dimungkinkan. pelat-pelat yang
dibentuk sesuai kebutuhan dan umumnya terbuat dari baja (stainless steel type
304, 316, 317) atau logam lainnya. Alat penukar panas pelat dan bingkai terdiri
dari paket pelat pelat tegak lurus, bergelombang, atau profil lain. Pemisah antara
pelat tegak lurus dipasang penyekat lunak ( biasanya terbuat dari karet ). Pelat
pelat dan sekat disatukan oleh suatu perangkat penekan yang pada setiap sudut
pelat 10 ( kebanyakan segi empat ) terdapat lubang pengalir fluida. Melalui dua
dari lubang ini, fluida dialirkan masuk dan keluar pada sisi yang lain, sedangkan
fluida yang lain mengalir melalui lubang dan ruang pada sisi sebelahnya karena
ada sekat.