Anda di halaman 1dari 17

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Rancangan Penelitian

Jenis dari penelitian ini merupakan analitik kuantitatif. Kemudian

dilakukan analisis dinamika korelasi antara fenomena atau antara faktor resiko

dengan faktor efek. Faktor resiko adalah faktor yang dapat memberikan atau

mengakibatkan efek terhadap suatu hal, dalam penelitian ini yang menjadi

faktor resikonya adalah motivasi, sedangkan faktor efek adalah faktor yang

terjadi akibat dari faktor resiko, dalam hal ini faktor efeknya adalah kinerja

perawat.

Metode cross sectional yaitu gabungan antar model one-shoot dan

longitudinal, untuk memperoleh data yang lebih lengkap yang dilakukan

dengan cepat. Penelitian ini menguji korelasi motivasi kerja perawat dengan

kinerja perawat rawat inap RSUD Tamiang Layang.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di RSUD Tamiang Layang Kabupaten Barito

Timur Kalimantan Tengah pada 26 Juni sampai dengan 6 Juli tahun 2015.

C. Subjek Penelitian

1.

Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek

yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan untuk

dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2011). Dalam

50

51

penelitian ini populasinya adalah seluruh perawat yang bekerja di ruang

rawat inap RSUD Tamiang Layang yaitu sebanyak 77 orang.

Distribusi populasi penelitian di RSUD Tamiang Layang disajikan

dalam Tabel 3.1.

Tabel 3.1 Distribusi Populasi Penelitian

No.

Ruangan

Jumlah

1. VIP

10

Orang

2. Asoka

8

Orang

3. Ruang anak

12

Orang

4. Ruang A

13

Orang

5. Ruang B

15

Orang

6. ICU

12

Orang

7. NICU

7

Orang

 

Total Populasi

77

Orang

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi tersebut (Sugiyono, 2011). Teknik pengambilan sampel dengan

menggunakan teknik sampling jenuh yaitu teknik penentuan sampel bila

semua anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono, 2011).

Sampel dalam penelitian ini adalah semua perawat yang bekerja di ruang

rawat inap. Jadi sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 77

perawat.

3. Sampling

Sampling adalah suatu proses dalam menyeleksi porsi untuk menjadi

sampel dari populasi untuk dapat mewakili populasi (Setiadi, 2013). Pada

penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability

sampling, nonprobability sampling adalah pengambilan sampel yang tidak

didasarkan atas kemungkinan yang dapat diperhitungkan, tetapi semata-

52

mata hanya berdasarkan kepada segi-segi kepraktisan belaka. Teknik

sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling jenuh

(Senses). Menurut Sugiyono (2011) menyatakan bahwa sampling jenuh

jika seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian.

D. Variabel Penelitian

Variabel merupakan ukuran atau ciri yang dimiliki oleh anggota-anggota

suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok lain

(Notoatmodjo, 2010).

Dalam

penelitian

ini

terdiri

dari

dua

variable

yakni

variabel

bebas

(independen) dan variabel terikat (dependen). Variabel bebas merupakan

variabel

yang

mempengaruhi

atau

yang

menjadi

sebab

perubahan

atau

timbulnya variabel dependen. Pada penelitian ini yang merupakan variabel

bebas yaitu motivasi kerja perawat. Variabel terikat merupakan variabel yang

dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Pada

penelitian ini variabel terikatnya adalah kinerja perawat rawat inap di RSUD

Tamiang Layang.

E. Definisi Operasional

Definisi operasional adalah mendefinisikan variabel secara operasional

berdasarkan karakteristik

yang diamati, sehingga memungkinkan peneliti

untuk melakukan observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu

objek atau fenomena. Definisi operasional ditentukan berdasarkan parameter

yang

dijadikan

ukuran

dalam

penelitian.

Sedangkan

cara

pengukuran

53

merupakan cara dimana variabel dapat diukur dan ditentukan karakteristiknya

(Hidayat, 2009).

Tabel 3.2 Definisi Operasional

 

Definisi

 

Alat

Variabel

Operasional

Indikator

Ukur

Hasil Ukur

Skala

Bebas (X):

Motivasi

Dorongan

1. Kebutuhan

Kuesioner

1. Tinggi:

Ordinal

kerja

yang

timbul

akan

jika

skor

pada

diri

prestasi

39-52

perawat

(need

for

2.

Sedang:

 

untuk

achievemen

 

jika

skor

berperilaku

t)

26-38

dalam

2. Kebutuhan

 

3.

Rendah:

 

mencapai

akan

jika

skor

tujuam

yang

kekuasaan

 

13-25.

telah

(need

for

ditentukan.

power)

 

3. Kebutuhan

 

akan afiliasi

(need

for

affiliation)

 

Terikat (Y)

Kinerja

Output

yang

1. Prestasi

Kuesioner

1. Baik: jika

Ordinal

dihasilkan

kerja

skor

78-

oleh perawat

2. Tanggung

104

dalam

jawab

2. Cukup

melayani

3. Kejujuran

baik:

jika

pasien

yang

4. Ketaatan

skor

52-

didasarkan

5. Kerjasama

77

pada prestasi

3. Kurang

kerja,

baik:

jika

tanggung

skor

26-

jawab,

51

kejujuran,

ketaatan

dan

kerjasama.

F. Instrumen Penelitian

Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran, maka harus

ada alat ukur yang baik. Alat ukur yang dipakai dalam sebuah penelitian

disebut instrumen. Menurut Sugiyono (2011) instrumen penelitian adalah

suatu alat ukur yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun

 

54

sosial yang diamati.

 

Pada

penelitian

ini

instrumen

yang

digunakan

adalah

kuesioner.

Kuesioner merupakan alat ukur berupa angket dengan beberapa pertanyaan.

Responden diminta untuk memberikan tanda centang atau ceck list () pada

pilihan dengan alternatif jawaban kuesioner diperlukan untuk mengumpulkan

data-data mengenai tingkat pendidikan dan pelatihan dengan kinerja perawat

di ruang rawat inap.

1. Angket (kuesioner) pendahuluan untuk mengetahui indentitas responden

untuk

mengetahui

gambaran

secara

umum

subjek

penelitian

sebagai

pemberi

jasa

pelayanan,

yang

terdiri

dari:

Inisial,

jenis

kelamin,

pendidikan, dan lama bekerja.

2. Instrumen tentang motivasi terdiri dari 13 pernyataan. Kinerja perawat

(variabel

terikat

terdiri

dari

26

item

pertanyaan.

Pengukuran

item

pernyataan dengan menggunakan rating scale (skala bertingkat), yaitu

sebuah pertanyaan diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkat-

tingkatan misalnya mulai dari sangat setuju sampai tidak setuju (Arikunto,

2006). Dengan rencana pertanyaan/pernyataan sebagai berikut:

Tabel 3.3 Kisi-Kisi Kuesioner

Jenis Pernyataan

Jumlah

No.

Variabel

Indikator

Favorabel

Unfavorabel

Pernyataan

1.

1, 2, 3, 4, 5

- 5

Motivasi 4. Kebutuhan akan prestasi (need for achievement)

5. Kebutuhan akan kekuasaan (need for power)

1, 2, 3, 4

- 4

6. Kebutuhan akan afiliasi (need for affiliation)

 

1, 2, 3, 4

- 4

13

55

2.

Kinerja

1. Prestasi kerja

1, 3, 4, 5,

2

5

perawat

2. Tanggung

 

jawab

6, 8, 9,

7

4

3. Kejujuran

 

10, 11, 12,

17

8

13, 14, 15,

 

4. Ketaatan

16

 

18, 19, 20,

-

6

 

5. Kerjasama

21, 22, 23 24, 25, 26

-

3

 

26

Menghitung skor kinerja perawat digunakan skala likert dengan derajat

empat skala dengan nilai jawaban: Tidak pernah (TP) dengan bobot nilai 1,

Pernah (P) dengan bobot nilai 2, Sering (SR) dengan bobot nilai 3, dan Selalu

(SL) dengan bobot nilai 4. Sedangkan untuk menghitung skor motivasi

digunakan skala likert empat tingkat dengan alternatif jawaban: Sangat Tidak

Setuju (STS) dengan bobot nilai 1, Tidak Setuju (TS) dengan bobot nilai 2,

Setuju (S) dengan bobot nilai 3, dan Sangat Setuju (SS) dengan bobot nilai 4.

Skor tersebut untuk pernyataan

favourable, sedangkan untuk pernyataan

unfavourable sebaliknya. Kemudian dikategorikan ke dalam skala interval

yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut (Sugiyono, 2011):

a. Motivasi kerja

Skor tertinggi ideal

: 13 x 4 = 52

Skor terendah ideal

: 13 x 1 = 13 -

Range

: 39

Banyaknya kelompok = 3

Isi kelas =

39

= 3

Berdasarkan

ketentuan

tersebut,

sebagai berikut:

= 13

maka

motivasi

kerja

dikelompokan

2)

Sedang: jika skor 25 - 37

3)

Rendah: jika skor 13 - 24.

b. Kinerja perawat

Skor tertinggi ideal

: 26 x 4 = 104

Skor terendah ideal

: 26 x 1 =

26 -

Range

: 78

Banyaknya kelompok = 3

Isi kelas =

78

= 3

Berdasarkan

ketentuan

tersebut,

sebagai berikut:

= 26

maka

1)

Tinggi: jika skor 78 - 104.

2)

Sedang: jika skor 52 - 77

3)

Rendah: jika skor 26 - 51.

G. Uji Validitas dan Reliabilitas

1. Uji Validitas

Instrumen

yang

valid

berarti

alat

 

56

motivasi

kerja

dikelompokan

ukur

yang

digunakan

untuk

mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrument tersebut

dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono,

2011). Validitas berasal dari kata validity yang memiliki arti ketepatan dan

kecermatan. Secara sederhana yang dimaksud dengan valid ialah sahih,

alat ukur itu dikatakan sahih atau valid bila alat ukur itu benar-benar

mengukur apa yang hendak diukur (Machfoedz, 2007). Dalam penelitian

ini peneliti melakukan Uji validitas di Rumah Sakit Jaraga Sasameh

 

57

Buntok.

Uji

validitas

yang

dilakukan

menggunakan

rumus

korelasi

product moment dari pearson yaitu:

r xy

Keterangan:

 

n

XY



 

X

Y

{ n  X 2    X  2 }{ n  Y

{ n

X

2

X

2

}{

n

Y

2

Y

2

}

X : Skor item instrumen yang digunakan

Y : Skor total instrumen dalam variabel tersebut

r xy

:

Koefisien

korelasi

pearson

antara

item

instrumen

yang

akan

digunakan dengan variabel yang bersangkutan

n : Jumlah Responden

Uji validitas sebaiknya dilakukan pada setiap butir pertanyaan.

Hasilnya jika dibandingkan dengan r tabel dimana df = n dengan α = 5%:

Jika

Jika

r hitung ≤ r tabel = tidak valid

r hitung > r tabel = valid

Karakteristik dari r Product moment untuk jumlah responden 30

perawat dengan tingkat kepercayaan 95%. Pertanyaan akan valid apabila

hasil r hitung 0,361. Hasil uji valid butir pertanyaan motivasi pada tahap 1

diketahui butir pertanyaan M6 (r hitung = 0,035) dan M11 (r hitung = 0,115)

memiliki nilai r hitung lebih kecil dari r tabel serta memiliki nilai signifikansi

lebih besar dari 0,05. Hal tersebut dapat dinyatakan kedua butir pernyataan

tidak

valid

dan

dikeluarkan

dalam

penelitian.

Selanjutnya

peneliti

melakukan uji tahap 2 didapat nilai masing-masing butir pertanyaan

memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel dan nilai signifikansi lebih kecil

dari

0,05.

Dengan

demikian butir peranyaan

yang digunakan

dalam

58

penelitian ini untuk mengukur motivasi kerja perawat sebanyak 13 butir

pertanyaan dengan rentang nilai r hitung mulai dari 0,392 sampai dengan

0,682.

Berdasarkan hasil uji validitas butir pertanyaan kinerja pada tahap 1

sebagaimana

diketahui

butir

pertanyaan

K4

(r hitung

=

0,131),

K8

(r hitung = 0,191), K13 (r hitung = 0,102) dan K15 (r hitung = 0,082) memiliki

nilai r hitung lebih kecil dari r tabel serta memiliki nilai signifikansi lebih besar

dari 0,05. Hal tersebut dapat dinyatakan kedua butir pernyataan tidak valid

dan dikeluarkan dalam penelitian. Selanjutnya peneliti melakukan uji

tahap 2 didapat nilai masing-masing butir pertanyaan memiliki nilai r hitung

lebih besar dari r tabel dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Dengan

demikian butir peranyaan yang digunakan dalam penelitian ini untuk

mengukur kinerja perawat sebanyak 26 butir pertanyaan dengan rentang

nilai r hitung mulai dari 0,392 sampai dengan 0,625.

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas

dapat

dilihat

pada

output

statistic,

apabila

nilai

Cronbach’s Alpha di atas 0,6 maka dapat disimpulkan bahwa alat ukur

tersebut reliabel (Priyatno, 2010).

Reliabilitas ialah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat

pengukur

dapat

dipercaya

atau

dapat

diandalkan,

yang

berarti

menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran itu tetap konsisten bila

dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama,

dengan menggunakan alat ukur yang sama (Notoatmodjo, 2010).

59

Instrumen lembar kuesioner peneliti ini dilakukan uji reabilitas di

Rumah

Sakit

Jaraga

Sasameh

Buntok.

Uji

reliabilitas

peneliti

menggunakan Cronbach Alpha. Alpha cronbach dapat digunakan untuk

menguji reliabilitas instrument skala likert (1 sampai 5) atau instrumen

yang itemitemnya dalam bentuk esai. Rumus Cronbach Alpha, yaitu

(Usman dan Setiadi Akbar, 2006):

r 11

 

 

k

k

1

 

1

2

b

2

t

Keterangan:

r 11

= Reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir pertanyaan / banyaknya soal

b

t

2

2

= jumlah varians butir

= varians total

Menurut

Djemari

(2003)

cit

Riwidikdo

(2007)

menyatakan

kuesioner atau angket dikatakan reliabel jika memiliki nilai Alpha minimal

0,7. Sehingga untuk mengetahui sebuah angket dikatakan reliabel atau

tidak

kita

tinggal

melihat

besarnya

nilai

Alpha.

Pengujian

ini

menggunakan salah satu program komputer. Hasil uji reliabilitas dengan

metode Cronbach Alpha diketahui koefisien reliabilitas motivasi kerja

sebesar 0,794 dan kinerja perawat sebesar 0,883. Nilai-nilai tersebut lebih

besar dari

0,7

sebagai

taraf

yang telah

ditetapkan

untuk

reliabilitas

instrument penelitian. Dengan demikian dapat dinyatakan instrumen yang

digunakan

dalam

penelitian

ini

reliabel

mengambil data penelitian.

dan

dapat

digunakan

untuk

H. Teknik Pengumpulan Data

1. Tahap Persiapan Pengumpulan data

60

Dalam tahap persiapan pengumpulan data dilakukan sesuai dengan

prosedur administrasi yang berlaku dimulai dengan mendapatkan surat

pengantar permohonan izin penelitian dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan

Suaka

Insan

Banjarmasin.

Setelah

mendapatkan

surat

pengantar

permohonan ijin penelitian dari STIKES Suaka Insan, kemudian surat

tersebut

diajukan

kepada

Direktur

RSUD

Tamiang

Layang

untuk

mendapatkan persetujuan Direktur Rumah Sakit agar dapat melakukan

penelitian. Setelah surat izin penelitian dikeluarkan, barulah peneliti mulai

melakukan pengumpulan data.

Dalam pelaksanaan pengumpulan data kuantitatif, peneliti terlebih

dahulu mengumpulkan data dengan menyebarkan kuesioner penelitian

yang di dalamnya berisi tentang kinerja perawat RSUD Tamiang Layang.

Peneliti memberi penjelasan tentang informend consent. Setiap perawat

yang setuju menjadi responden dapat menandatangani informend consent,

namun terlebih dahulu peneliti memberikan penjelasan tentang pengisian

kuesioner,

bila

responden

telah

mengerti,

responden

diminta

untuk

mengisi kuesioner dengan jujur, jelas, dan lengkap. Setiap responden

diminta untuk mengisi kuesioner dalam waktu ± 45 menit, kemudian

semua

kuesioner

yang

telah

diisi

dikumpulkan

kembali.

Setelah

pengumpulan data dilakukan, maka dilakukan observasi untuk melihat

kinerja perawat di ruang rawat inap. Hal ini didapatkan agar tidak bias.

Semua hasil pengumpulan data dan hasil observasi dikumpulkan lalu

 

61

dianalisis

setelah

itu,

dilanjutkan

dengan

pembahasan,

perumusan,

kesimpulan

dan

penyusunan

laporan

hasil

penelitian

dalam

bentuk

presentasi dan narasi.

I. Jalannya Penelitian

1. Tahap Persiapan

Peneliti

Koordinator

terlebih

dahulu

Riset

STIKES

mendapatkan

Suaka

Insan

surat

persetujuan

dari

Banjarmasin.

Setelah

mendapatkan surat persetujuan dari pihak Rumah Sakit, maka persiapan

selanjutnya adalah persiapan responden.

2. Tahap pelaksanaan

Penelitian

dilakukan

di

Rumah

Sakit

Umum

Daerah

Tamiang

Layang.

Data

diambil

dengan

disebarkan

kepada

responden

menggunakan

kuesioner

yang

telah

yang

telah

menandatangani

informed

consent. Pembagian kuesioner dilakukan langsung oleh peneliti. Peneliti

terlebih dahulu menjelaskan cara pengisian kuesioner setelah dijelaskan,

para responden mengisi dengan jujur, jelas, dan lengkap. Untuk pengisian

kuesioner diberikan waktu ± 45 menit. Setelah kuesioner terkumpul

peneliti memeriksa kelengkapan apakah memenuhi syarat atau tidak.

Adapun kuesioner yang memenuhi syarat adalah pengisian sesuai

petunjuk pada format pengisian kuesioner. Keseluruhan data yang sudah

terkumpul tersebut kemudian ditabulasikan sesuai dengan skor yang telah

ditetapkan

pada

setiap

pilihan

jawaban.

Setelah

itu

barulah

peneliti

mengklasifikasikan serta menganalisis data.

J. Teknik Pengolahan Data

1. Pengolahan Data

62

Langkah-langkah pengolahan data meliputi (Notoatmodjo, 2010):

a. Editing (pengelompokan data)

Memeriksa kelengkapan data dan menyesuaikan data yang telah

terkumpul

dari

lembar

hasil

kuesioner

karakteristik

perawat

dan

observasi sesuai dengan rencana yang diinginkan.

b. Tabulating (Memasukan data ke table)

Memasukan data hasil kuesioner dan hasil observasi dalam bentuk

kode ke dalam table untuk memudahkan peneliti dalam menganalisis

data yang diperoleh.

c. Scoring (Menentukan skor atau nilai)

Data dipilih dengan skor yang telah ditentukan, untuk menilai

setiap kinerja perawat dalam bentuk persen.

Skoring untuk setiap jawaban pertanyaan favorable:

1)

Tidak pernah = 1

2)

Pernah = 2

3)

Sering = 3

4)

Selalu = 4

Skoring untuk setiap jawaban pertanyaan unfavorable:

1)

Tidak pernah = 4

2)

Pernah = 3

3)

Sering = 2

4)

Selalu = 1

d. Coding (Pemberian Kode)

63

Pengumpulan dan pengelompokan data menurut variabel-variabel

yang diteliti agar lebih mudah dalam menganalisa data dan memberi

kode responden.

e. Entri Data

Kegiatan memasukkan data sudah benar-benar valid, tidak ada

kesalahan. Data yang diperoleh melalui penelitian ini akan diolah dan

dianalisis menggunakan Spearman Rank.

f. Cleaning

Mencek kembali data dari setiap responden yang sudah dimasukan

untuk melihat kemungkinan-kemungkinan adanya kesalahan-kesalahan

kode dan ketidaklengkapan. Setelah dilakukan cleaning ternyata tidak

ada-kesalahan

dalam

(Notoatmodjo, 2012).

2. Analisis Data

a. Analisis Univariat

pengkodean

dan

semua

data

sudah

lengkap

Analisis Univariat digunakan untuk melihat distribusi frekuensi

dan presentase nilai statistik deskriptif tiap variabel yang diteliti.

Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

f P  x100 n Keterangan: P = Prosentase yang dicari
f
P 
x100
n
Keterangan:
P = Prosentase yang dicari

f = Frekuensi yang didapat

n = Skor maksimal

b. Analisis Bivariat

64

Analisis bivariat adalah analisis untuk menguji hipotesis dengan

menganalisis hubungan antara variabel independen dan dependen. Uji

yang

dilakukan

adalah

Spearman

Rank.

Adapun

rumus

Statistik

Spearman Rank adalah sebagai berikut:

Keterangan:

ρ = 1

6

2

n

( n 2

1)

ρ : Koefisien korelasi Spearman Rank

b i

: selisih setiap pasangan Rank

n : jumlah pasangan Rank untuk Spearman

Analisa Spearman Rank, digunakan untuk menguji ada tidaknya

hubungan antara motivasi dengan kinerja perawat ruang rawat inap.

Uji Spearman Rank digunakan untuk menilai:

a. Kriteria hubungan variabel ditentukan oleh nilai p value. Apabila

nilai p < α (0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada

hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen.

b. Kekuatan hubungan (r) dibandingkan dengan skala Colton antara

lain: 0 - 0,25 =Lemah/rendah; 0,26 0,50 = Sedang; 0,51 0,75 =

Kuat; 0,76 1,00=Sangat kuat/sempurna.

c. Arah hubungan positif (+) jika variabel independen semakin baik

maka

berakibat

sebaliknya.

Arah

variabel

dependen

hubungan

negatif

semakin

baik

jika

variabel

juga,

atau

independen

semakin baik maka berakibat variabel dependen semakin tidak

baik, atau sebaliknya.

K. Etika Penelitian

65

1. Lembar persetujuan penelitian (informed consent)

Maksud dan tujuan serta prosedur pelaksanaan penelitian dijelaskan

kepada responden agar mereka mengetahui. Lembar persetujuan penelitian

diperlihatkan

dan

atau

dijelaskan

kepada

responden.

bersedia

untuk

diikutsertakan

dalam

penelitian

maka

Bila

responden

diminta

untuk

menandatangani lembar persetujuan. Jika responden tidak bersedia untuk

diikutsertakan dalam penelitian maka peneliti akan menghormati haknya.

2. Nama tidak dituliskan (anonymity)

Responden yang diikutsertakan dalam penelitian dijamin dengan cara

tidak mencantumkan namaya pada lembaran alat ukur/ceklis pengumpul

data dan penyajian data hasil penelitian, hanya dituliskan nama kode

tertentu.

3. Kerahasian (confidentiality)

Kerahasian informasi yang dikumpulkan dari hasil penelitian dijamin

oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada

hasil penelitian.

L. Hambatan dan Keterbatasan Penelitian

1. Saat penelitian berjalan, peneliti menyebarkan kuesioner terlebih dahulu

sehingga, perawat Ruang rawat inap Rumah sakit Umum Daerah Tamiang

Layang sudah mengetahui bahwa peneliti akan melakukan penelitian dan

dapat memanipulasi jawaban sehingga mempengaruhi hasil penelitian

66

2. Beberapa responden tidak turun bekerja sesuai dengan jadwal sehingga

peneliti harus menunggu responden sampai responden tersebut turun

bekerja.

3. Hambatan yang dialami peneliti ada perawat yang kurang lengkap mengisi

kuesioner, sehingga peneliti harus mencari hari lain untuk bisa menemui

perawat yang bersangkutan.

4. Keterbatasan dari peneliti adalah kurangnya pengetahuan penelit tentang

penelitian dan adanya keterbatasan peneliti dalam mencari literatur.