Anda di halaman 1dari 12

UJIAN AKHIR SEMESTER

KEWIRAUSAHAAN
BENTUK-BENTUK KEPEMILIKAN BISNIS

Oleh :
Mentariasih Maulida
1318011105

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2016

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb.
Puji syukur Kehadirat Allah SWT, sehingga dengan rahmatnya dan
ijinnya saya dapat menyelesaikan Ujian Akhir Semester yang telah diberikan
kepada saya. Makalah Bentuk bentuk Kepemilikan Bisnis saya ditujukan untuk
melengkapi dan menyelesaikan Ujian Akhir Semester yang diembankan kepada
kami oleh Ibu Dr. Mahrinasari MS, S.E., M.Sc selaku pengampu matakuliah
Kewirausahaan.
Semoga apa yang di tulis ini dapat bermanfaat dan menjadi refresensi
materi dari matakuliah Kewirausahaan yang telah di ajarkan kepada saya. Kritik
dan saran yang membangun sangat saya harapkan sebagai bahan penyempurnaan
pada makalah ini.
Wasalamualaikum Wr.Wb.

Bandar Lampung, 16 Januari 2016


Penulis

BAB I
Pendahuluan

1.1.

Latar Belakang
Ketika seorang wirausahawan telah memutuskan untuk membuka suatu
usaha, salah satu dari beberapa masalah awal yang akan dihadapi adalah untuk
memilih bagaimanakah bentuk kepemilikan bisnis yang akan dibangunnya.
Sering kali para wirausahawan ttidak dapat meluangkan waktu nya untuk
mengevaluasi berbagai macam jenis bentuk kepemilikan bisnis dan bagaimana
dampak nya bagi bisnis yang akan mereka jalani. Mereka hanya memilih salah
satu bentuk kepemilikan bisnis berdasarkan kebiasaan yang sudah merek
lakukan. Memilih suatu bentuk kepemilikan bisnis adalah hal yang penting
karena keputusan ini memiliki pengaruh yang cukup besar bagi seorang
wirausahawan. Walaupun keputusan seperti ini dapat diubah, tetapi terkadang
untuk mengubah suatu kepemilikan bisnis dibutuhkan waktu yang panjang
serta memakn biaya yang tidak sedikit
Biasanya, mengubah suatu kepemilikan bisnis dari satu jenis ke jenis yang
lain akan memicu berbagai macam konsekuensi bagi para wirausahawan. Oleh
karena itu, sebaiknya para wirausahawan harus memikirkan dengan benar
sejak awal tentang kepemilikan bisnis seperti apa yang akan dijalaninya. Tidak
ada bentuk kepemilikan bisnis yang terbaik, semua tergantung bagaimana para
wirausahwan menjalankannya. Memilih bentuk kepemilikan bisnis yang
terbaik, berarti para wirausahawan harus memahami benar bagaimana
karakteristik bentuk kepemilikan bisnis yang telah dipilih untuk membangun
usaha mereka.

1.2.

Identifikasi masalah
Beberapa persoalan terpenting

yang

harus

dipirkan

oleh

para

wirausahawan sebelum mereka mengevaluasi berbagai bentuk kepemilikan


bisnis adalah pertimbangan pajak, jumlah laba bersih yang menurut
perkiraan wirausahawan akan dihasilkan olah usahanya dan tagihan pajak

yang harus dibayar oleh sipemilik tersebut merupakan factor-faktor yang


penting ketika memilih bentuk kepemilikan. Tarif pajak bertingkat yang
berlaku untuk setiap bentuk kepemilikan, perubahan yang terus-menerus dari
pihak pemerintah atas undang-undang perpajakan, dan fluktuasi laba
perusahaan dari tahun ke tahun akan membuat beberapa bentuk kepemilikan
lebih menarik dari bentuk lainnya. Kemampuan menyelesaikan kewajiban,
bentuk-bentuk kepemilikan tertentu memberkan perlindungan lebih tinggi
terhadap kewajiban pribadi sehubungan dengan masalah keuangan, produk
cacat, dan masalah-masalah lain. Wirausahawan harus memutuskan sejauh
mana kesediaan mereka untuk bertanggung jawab secara pribadi terhadap
kewajiban keuangan perusahaan.
Kebutuhan modal awal dan masa depan, setiap bentuk kepemilikan
memiliki kemampuan yang berbeda dalam mendapatkan modal pendirian
perusahaan. Bentuk mana yang lebih unggul, semua itu bergantung pada
banyaknya modal yang diperlukan oleh wirausahawan dan tempat ia
merencanakan

untuk

memperolehnya.

Selain

itu,

sejalan

dengan

perkembangan usaha, akan berkembang pula kebutuhan akan modal, dan


beberapa bentuk kepemilkan akan mempermudah usaha tersebut daripada
bentuk kepemilikan lainnya. Pengendalian, dengan memilih bentuk
kepemilikan tertentu, wirausahawan secara otomatis melepaskan beberapa
wewenang

untuk

mengendalikan

perusahannya.

Wirausahawan

harus

memutuskan sejak awal, seberapa banyak wewenang yang rela ia lepaskan


kepada orang lain untuk mendapatkan bantuan dari orang lain dalam
mengembangkan usaha yang sukses.
Kemampuan manajerial, para wirausahawan harus menilai berbagai
keahlian dan kemampuan mereka untuk mengelola suatu usaha secara efektif.
Jika mereka kurang mampu atau kurang berpengalaman dalam beberapa
bidang yang penting, mereka harus memilih suatu bentuk kepemilikan yang
memungkinkan mereka memasukkan pemilik yang lain yang dapat
memberikan berbagai keahlian yang dibutuhkan demi suksesnya perusahaan
itu. Tujuan bisnis, seberapa besar dan seberapa menguntungkan bisnis yang
direncanakan oleh wirausahawan akan memengaruhi bentuk kepemilikan

sejalan dengan pertumbuhannya, tetapi pindah dari stu bentuk ke bentuk lain
dapat sangat rumit dan mahal.
Rencana suksesi manajemen, sewaktu menentukan kepemilikan, pemilik
perusahaan harus melihat ke depan sampai ke suatu hari dimana mereka akan
menyerahkan perusahaannya pada generasi penerus atau pada seorang
pembeli. Biaya pembentukan, beberapa bentuk kepemilikan lebih mahal dan
memerlukan lebih banyak keterlibatan dalam pembentukannya. Untuk itu,
wirausahawan harus mempertimbangan manfaat dan biaya dari bentuk-bentuk
kepemilikan yang mereka pilih.
Rumusan Masalah :
1. Apakah pengertian kepemilikkan bisnis?
2. Bagaimakah konsep dari kepemilikkan bisnis?
3. Bagaimanakah unsur unsur dari kepemilikkan bisnis?
4. Apa saja keunggulan dan kelemahan dari kepemilikan bisnis?
5. Bagaimanakah masalah dan solusi dari kepemilikkan bisnis?

1.3.

Tujuan Makalah
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui apa saja konsep kepemilikan bisnis
2. Untuk mengetahui unsur-unsur kepemilkan bisnis
3. Untuk mengetahui masalah dan solusi kepemilikan bisnis

BAB II
Dasar Teori

A. Pengertian kepemilikan bisnis

Kepemilikan bisnis adalah suatu bentuk kegiatan usaha atau bisnis


yang dilihat dari segi pemilik /pendirinya, sumber modalnya, dan tujuan
pendiriannya, sehingga terdapat berbagai macam bentuk kepemilikan
suatu bisnis. Dengan demikian setiap bentuk kepemilikan bisnis, sesuai
dengan visi dan misi yang dibawa oleh masing-masing bisnis tersebut.
Secara umum, kepemilikan suatu bisnis dapat digolongkan menjadi
beberapa bentuk, seperti perusahaan persorangan.
Perusahaan Perseorangan yaitu usaha komersial yang dimiliki dan
dioperasikan oleh satu orang. Persekutuan didefinisikan sebagai kerjasama
antara dua orang atau lebih yang bersama-sama memiliki perusahaan
dengan tujuan untuk menghasilkan laba. Persekutuan terbatas maksudnya
yaitu persekutuan yang terdiri atas setidaknya seorang sekutu umum dan
paling sedikit seorang sekutu terbatas. Persekutuan Komanditer (CV)
adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh
dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat
keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya.
Terdapat juga Perseroan S maksudnya Entitas hukum buatan
yang distrukturasikan seperti perseroan C, tetapi dikenakan pajak oleh
pemerintah federal sama persekutuan. Dan yang terakhir yakni Usaha
Patungan (Joined Venture), usaha ini sangat mirip dengan persekutuan,
dalam sebuah usaha dimana tidak ada pihak yang dapat mencapai tujuan
secara efektif sendirian, usaha patungan menjadi bentuk umum
kepemilikan.
B. Konsep Kepemilikan Bisnis
Kepemilikan, merupakan penggunaan dan penjualan aset produktif
telah menjadi hak individu daripada hak istimewa. Konteks dari mana
keputusan dibuat tentang kepemilikan telah direduksi menjadi sebuah
ketegangan antara niat baik individu maupun perusahaan. Kepedulian
untuk ekonomi yang lebih besar, ekologi global atau isu-isu lintas negara
lainnya adalah fungsi dari tekanan lain, seperti kesadaran politik
lingkungan.
Seorang

wirausahawan

yang

sudah

memutuskan

untuk

meluncurkan usahanya, salah satu dari beberapa masalah awal yang

dihadapinya adalah memilih bentuk kepemilikan. Sering kali para


wirausahawan tidak cukup banyak meluangkan waktu untuk dan usaha
untuk mengevaluasi dampak dari berbagai jenis bentuk kepemilikan atas
diri mereka dan usahanya. Mereka hanya memilih begitu saja salah satu
bentuk kepemilikan berdasarkan kebiasaan atau memiliki bentuk bentuk
yang paling banyak digunakan dalam waktu tersebut.
Memilih suatu bentuk kepemilikan adalah hal yang penting karena
ini adalah keputusan yang memilki pengaruh jangka panjang bagi seorang
wirausahawan maupun usahanya. Walaupun keputusan tersebut dapat
diubah, mengubah suatu bentuk kepemilikan menjadi bentuk kepemilkan
yang lain dapat dapat menjadi hal yang meyulitkan, memakan waktu,
rumit, serta mahal.
C. Unsur-unsur Kepemilikan Bisnis
Berdasarkan jumlah kepemilikannya, badan usaha dapat dibedakan

menjadi dua yaitu :


1. Perusahaan Perorangan atau Usaha Kepemilikan Tunggal Pada
umumnya perusahaan perseorangan bermodal kecil, jenis serta jumlah
produksinya terbatas, memiliki tenaga kerja/buruh yang sedikit dan
masih menggunakan alat produksi teknologi yang sederhana
2. Perusahaan Persekutuan (Partnership) atau Usaha Kemitraan dan
mempunai unsur unsur sebagai berikut:
a) Selalu menyelenggarakan perusahaan

(Pasal

16

KUH

Dagang).Misal : membuat Pembukuan, Pendaftaran Perusahaan,


dll.
b) Mempunyai nama bersama (Pasal 16 KUHDagang).
c) Pertanggungjawabannya tanggung-menanggung atau

bersifat

pribadi untuk keseluruhan


3. Untuk Perseroan Terbatas mempunyai unsur sebagai berikut :
a) Kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi.
b) Modal dan ukuran perusahaan besar.
c) Kelangsungan hidup perusahaan PT ada di tangan pemilik saham.
d) Dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham.
e) Kepemilikan mudah berpindah tangan.
f) Mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai.
g) Keuntungan dibagikan kepada pemilik modal (saham) dalam
bentuk deviden.

h) Kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang


saham.
i) Pajak berganda pada Pajak Penghasilan (PPH) dan pajak deviden

D. Keunggulan dan Kelemahan Kepemilikan Bisnis


Terdapat beberapa persoalan yang harus diperhatikan oleh para
wirausahawan yaitu Pertimbangan Pajak, kemampuan menyelesaikan
masalah, pengendalian, kemampuan manajerial, tujuan bisnis, rencana
suksesi manajemen, dan biasa pembentukannya. Dan tak dapat kita
hindari, semua bentuk kepemilikan bisnis memiliki keunggulan dan
kelemahannya masing masing, yakni :
1. Perusahaan Perseorangan. Keunggulannya yaitu mudah dibentuk,
bentuk kepemilikan paling murah untuk dimulai, Insentif laba,
kewenagan penuh untuk mengambil keputusan, tidak ada pembatasan
hukum khusus, dan mudah dihentikan. Kelemahan Perusahaan
Perseorangan yaitu kewajiban pribadi tak terbatas, keahlian dan
kemampuan yang terbatas, perasaan terisolasi, keterbatasan akses ke
modal, dan kurangnya kesinambungan bisnis.
2. Persekutuan. Keunggulannya yaitu mudah didirikan, keahlian yang
saling melengkapi, pembagian laba, pengumpulan modal yang lebih
besar, kemampuan menarik sekutu terbatas, sekutu terbatas, tidak
banyak peraturan pemerintah, fleksibilitas, dan pajak. Kelemahannya
yaitu kewajiban tidak terbatas pada setidaknya seorang sekutu,
akumulasi modal, kesulitan untuk menyingkirkan kepentingan
persekutuan

tanpa

membubarkan

persekutuan,

kurangnya

kesinambungan, potensi konflik pribadi dan wewenang, dan sekutu


yang terikat dengan hukum keagenan.
3. Perseroan. Keunggulannya yaitu kewajiban terbatas dari pemegang
saham, kemampuan mengumpulkan modal, kemampuan untuk
berlangsung selamanya dan kepemilikan yang dapat dipindahkan.
Kelemahannya yaitu biaya waktu yang diperlukan dalam proses
pendirian perseroan, pajak ganda, kemungkinan merosotnya insentif

manajerial, persyaratan hukum dan peraturan pemerintah dan


kemungkinan pendiri kehilangan kendali perusahaan.
4. Perseroan S. Keunggulan perseroan s yaitu keberadaan yang terus
berlanjut, pemindahan hak kepemilikan dan kewajiban pribadi yang
terbatas terhadap pemiliknya, laba dan rugi langsung menjadi
tanggungan pemegang saham, pajak pendapatan hanya dibebankan
satu kali pada tariff pajak perseorangan, dan pemilik dapat
menggunakan kerugian dari satu perusahaan lain untuk meminimalkan
tagihan mereka. Kelemahan perseroan s yaitu biaya untuk banyak jenis
tunjangan diberikan pada pemegang saham yang besarnya lebih dari 2
persen dari nilai sahamnya tidak dapat dibebankan sebagai
pengeluaran perusahaan untuk kepentingan pajak.
5. LLC. Keunggulannya yakni memberikan kewajiban pribadi yang
terbatas kepada para pemiliknya atas utang utang bisnisnya, tidak
membatasi kemampuan anggota anggotanya untuk terlibat dalam
mengelola perusahaan, adanya pencegahan pajak ganda, dan
fleksibilitas.Kelemahannya yang utama yaitu kepemilikan bisnis ini
umurnya terbatas.

E. Masalah dan Solusi Kepemilikan Bisnis


Berikut beberapa persoalan terpenting yang harus dipirkan oleh
para wirausahawan sebelum mereka mengevaluasi berbagai bentuk
kepemilikan. Pertimbangan pajak, Jumlah laba bersih yang menurut
perkiraan wirausahawan akan dihasilkan olah usahanya dan tagihan pajak
yang harus dibayar oleh sipemilik tersebut merupakan faktor-faktor yang
penting ketika memilih bentuk kepemilikan. Kemampuan menyelesaikan
kewajiban, Bentuk-bentuk kepemilikan tertentu memberkan perlindungan
lebih tinggi terhadap kewajiban pribadi sehubungan dengan masalah
keuangan, produk cacat, dan masalah-masalah lain
Kebutuhan modal awal dan masa depan. Setiap bentuk
kepemilikan memiliki kemampuan yang berbeda dalam mendapatkan
modal pendirian perusahaan. Bentuk mana yang lebih unggul, semua itu

bergantung pada banyaknya modal yang diperlukan oleh wirausahawan


dan tempat ia merencanakan untuk memperolehnya
Pengendalian, Dengan memilih bentuk kepemilikan tertentu,
wirausahawan secara otomatis melepaskan beberapa wewenang untuk
mengendalikan

perusahannya.

Kemampuan

manajerial,

Para

wirausahawan harus menilai berbagai keahlian dan kemampuan mereka


untuk mengelola suatu usaha secara efektif.

BAB III
Pembahasan

Wirausahawan secara umum adalah orang-orang yang mampu menjawab


tantangan-tantangan dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada, ide adalah hal
yang utama. Dengan demikian maka pengetahuan berwirausaha adalah segala
sesuatu yang diketahui seseorang tentang berwirausaha. Setiap orang pasti punya
pikiran, tapi hanya sedikit yang punya ide, sehingga dalam berwirausaha
diperlukan pengetahuan sehingga ide-ide/gagasan yang kreatif dan inovatif dapat
memunculkan bentukbentuk wirausaha yang terus aktual dan memiliki trend
dalam kebutuhan konsumen.
Sebelum memulai berwirausaha maka seseorang perlu mengetahui atau
menambah pemahamannya tentang berwirausaha, agar dalam pelaksanaannya
seseorang tidak salah dalam membuat keputusan. Sama halnya dengan jenis usaha
yang akan dia jalankan, seorang calon wirausahawan harus menpunyai
pengetahuan tentang jenis-jenis usaha dan kelebihan serta kelemahan dari masingmasing jenis usaha tersebut.

Bisnis terdiri dari berbagai macam tipe, dan, sebagai akibatnya, bisnis
dapat dikelompokkan dengan cara yang berbeda-beda. Satu dari banyak cara yang
dapat digunakan adalah dengan mengelompokkan bisnis berdasarkan aktivitas
yang dilakukannya dalam menghasilkan keuntungan.

BAB IV
Penutup

A. Simpulan
Kepemilikan adalah kekuasaan yang didukung secara sosial untuk
memegang kontrol terhadap sesuatu yang dimiliki secara eksklusif dan
menggunakannya untuk tujuan pribadi. Suatu bentuk kegiatan bisnis
berganti dari segi pemilik atau pendirinya, sumber modalnya, dan tujuan
pendiriannya, sehingga terdapat berbagai macam bentuk kepemilikan
suatu usaha. Dengan demikian setiap bentuk kepemilikan bisnis, sesuai
dengan visi dan misi yang dibawa oleh masing-masing usaha tersebut.
Memilih suatu bentuk kepemilikan adalah hal yang penting karena ini
adalah keputusan yang memilki pengaruh jangka panjang bagi seorang
wirausahawan maupun usahanya.
B. Saran
Tidak ada bentuk kepemilikan yang terbaik, bentuk kepemilikan yang
terbaik yang akan dipilih hendaknya disesuaikan dengan :

a.
b.
c.
d.

Kemampuan modal
Lokasi pendirian
Kemampuan menangani usaha
Keahlian pendiri

Dengan menyesuaikan dengan kemampuan yang dimliki kita baru bisa


memilih bentuk perusahaan yang mana yang terbaik

DAFTAR PUSTAKA
Alam, P. D. (2010). Pengantar Bisnis. In P. D. Alam, Pengantar Bisnis.
Jakarta: Alfabeta.
Dewika, Y. R. (2015, February 20). Retrieved January 16, 2016, from
Slideshare.net:

http://www.slideshare.net/yunisarosa/memilih-bentuk-

kepemilikan-bisnis-44923481
Fahrizal. (2013, October 14). Retrieved January 16, 2016, from
Bersosial.com:

https://www.bersosial.com/threads/bentuk-bentuk-

kepemilikan-bisnis.3444/
Thomas W. Zimmerer, N. M. (2009). Kewirausahaan dan Manajemen
Usaha Kecil. In N. M. Thomas W. Zimmerer, Kewirausahaan dan
Manajemen Usaha Kecil. Jakarta: Salemba Empat.