Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN

KEPERAWATAN
JIWA
HALUSINASI
By: Maya Ria
Agustina

Identitas Klien

Nama: Suprapti Ningsih


Umur: 46 Tahun
Alamat: Ds. Kalirejo 03/VII Kec.Lawang Kab.Malang
Jenis Kelamin: Perempuan
No.Rm: 000231
Tanggal Dirawat: 9-oktober-1997
Tanggal Pengkajian: 9-november-2015

Alasan Masuk
Pasien mengatakan tidak tahu kenapa dibawa di UPT
karena tiba-tiba di ajak sama orang yang tidak dikenal sama
pasien ke UPT
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengatakan sering merasa mual dan muntah
Pengobatan sebelumnya
Pasien mengatakan dulu pernah di rawat di RSJ lawang
kemudian dipindahkan ke pasuruan

Riwayat Trauma
pasien mengatakan sering dipukuli ibunya jika dia
melakukan kesalahan
Status Mental
penampilan (tidak rapi): pasien terlihat tidak rapi
pakaiannya, pasien Nampak kotor, rambut berantakan dan
tercium bau tidak sedap
Kesadaran
komposmentis dan gangguan perhatian
Pembicaraan
apatis dan tidak mampu memulai pembicaraan

Afek dan emosi


Cemas
Persepsi sensori
pendengaran dan penglihatan
Proses pikir
koheren dan flight of idea
Interaksi selama wawancara
Tidak kooperatif, kontak mata kurang

Memory
gangguan daya ingat saat ini (<24jam)
Tingkat konsentrasi dan berhitung
mudah beralih, tidak mampu berkonsentrasi, tidak mampu
berhitung sederhana
Pemeriksaan fisik
a. Keadaan umum: pasien terlihat kotor, pasien Nampak tidak
bersih, tercium bau tidak sedap, rambut tidak rapi
b. Tanda-tanda vital
TD: 110/70mMhg, N:85, P:20
. Keluhan fisik
Pasien mengeluh sering merasa mual dan muntah

Pengkajian Psikososial
Konsep diri:
a. citra tubuh b. identitas
c. peran d. ideal diri
d. harga diri
Hubungan social
pasien mengatakan punya teman baik namanya indova
Kebutuhan Persiapan Pulang
kebutuhan ADL pasien semua terpenuhi dengan Mandiri

Data

Diagnosa keperawatan

Do:
Gangguan persepsi sensori :
Pasien mengatakan sering
halusianasi
mendengar dan melihat
bayangan palsu
Pasien mengatakan merinfing
ketika melihat hantu
Do:
Pasien terlihat ngobrol sendiri
Pasien tambak sering menunduk
dan menutup telinga
Pasien terlihat sering menyendiri
Pasien terlihat tersenyum sendiri
Pasien sering ngobrol sendiri
ketika bersama dengan perawat

Rencana Tindakan Keperawatan Klien Dengan Gangguan


Sensori Presepsi : Halusinasi
Diagnosa
Keperawatan
Gagguan sensori
presepsi : halusinasi

Perencanaan
Tujuan

Kriteria Evaluasi

Intervensi

TUM: klien dapat


mengontorl halusiansi
yang dialaminya
TUK1: klien dapat
membina hubungan
saling percaya

Setelah 1x interaksi
klien menunjukkan
tanda-tanda percaya
pada perawat

Bina hubungan saling


percaya dengan
menggunaka prinsip
komunikasi tarapeutik

TUK 2:
Klien dapat mengenal
halusinansinya

Setelah 1x interaksi
Adakan kontak
klien menyebutkan:
sering dan singkat
Isi
secara bertahap
Waktu
Observasi tingkah
Frekuensi
laku klien
Situasi dan kondisi
mengalami
yang menimbulakan
halusinasinya
halusinasi

Diagnosa
Keperawata
n

Perencanaan

Tujuan

Kriteria Evaluasi

Intervensi

Setelah 1x interaksi klien Diskusikan dengan klien


menyatakan perasaan
apa yang dirasakan jika
dan responnya saat
terjadi halusinasi dan beri
mengaalami
kesempatan untuk
halusinasinya:
mengungkapkan
Takut
perasaannya
Cemas
Diskusika dengan klien apa
yang dilakukan untuk
mengatasi perasaan
tersebut
TUK 3:
Klien dapat
mengontrol
halusinasinya

Setelah 1x interaksi
klien menyebutkan
tindakan yang
biasanya dilakukan
untuk mengendalikan
halusinasinya
Setelah 1x interaksi
klien menyebutkan
cara baru mengontrol

Identifikasi bersama klien


cara atau tindakan yang
dilakukan jika terjadi
halusinasinya
Diskusikan cara yang
digunakan klien (jika cara
yang dilakukan adaptif beri
pujian)
Diskusikan cara baru untuk

iagnosa
Keperawata
n

Perencanaan

Tujuan

Kriteria Evaluasi

Intervensi

Setelah 3x interaksi klien dapat


memilih dan memperagakan
cara mengatasi halusinasi
Setelah 3x interaksi klien
melaksanakan cara yangtelah
dipilih untuk mengendalikan
halusinasinya

Bantu klien memilih cara


yang sudah dianjurkan dan
latih untuk mencobanya
Beri kesempatan untuk
melakukan cara yang
dipilih dan dilatih
Pantau pelaksanaaan yang
telah dipilih dan dilatih, jika
berhasil beri pujian

Implementasi dan evaluasi


Tangg
al
/jam

Implementasi

Tangg
al
/jam

9-112015
(9.30)

Sp 1 pasien
Membantu klien mengenal
halusinasinya
Menjelaskan cara mengontrol
halusinasinya
Mengajarkan cara menghardik
halusinasi
Kontrak waktu untuk pertemua
selanjutnya (cara mengontrol
halusinasi ke-2)

10S:
Pasien mengatakan sudah tidak
112015
mendengar suara hantu tapi
(9.30)
sekarang mendengar suara
karnaval
Pasien mengatakan masih melihat
dan ketakutan ketika
mendengar/melihat macan tutul
Pasien mengatakan suaranya masih
sering muncul kapan saja
O:
Pasien mampu menjelaskan kapan
dan apa halusinasinya dating
Pasien mampu membrapktikan cara
menghardik halusinasi
A:
Masalah teratasi sebagian
P:

Evaluasi