Anda di halaman 1dari 10

TUGAS KIMIA

D
I
S
U
S
U
N
Oleh :
HAFIS SAPUTRA
XI GEOMATIKA 1

ALKOHOL
Ketika kita berbicara tentang alkohol kebanyakan dari kita mengacu pada alkohol dalam minuman - yang
dikenal sebagai etanol. Dalam ilmu pengetahuan dan industri kata alkohol mengacu pada kelompok
senyawa yang terdiri dari rantai hidrokarbon dengan hidroksil (OH) kelompok terpasang di salah satu
ujung. Etanol adalah anggota dari kelompok alkohol, contoh lainnya adalah metanol, propanol dan
pentanol.
Alkohol sederhana tampaknya menjadi istilah yang sama sekali tidak terdefinisi. Namun, alkohol
sederhana sering disebut dengan nama-nama umum yang diperoleh menambahkan kata alkohol ke
nama gugus alkil yang sesuai. Misalnya, rantai yang terdiri dari satu karbon (gugus metil, CH3) dengan
gugus OH terikat pada karbon disebut metil alkohol sementara rantai dua karbon (gugus etil, CH2CH3)
dengan kelompok OH terhubung ke CH2 disebut etil alkohol. Untuk alkohol lebih kompleks, nomenklatur
IUPAC harus digunakan.
Alkohol merupakan zat yang memiliki titik didih relatif tinggi dibandingkan hidrokarbon yang jumlah atom
karbonnya sama. Hal ini disebabkan adanya gaya antarmolekul dan adanya ikatan hidrogen antarmolekul
alkohol akibat gugus hidroksil yang polar. Alkohol yang memiliki atom karbon kurang dari lima larut dalam
air. Kelarutan ini disebabkan oleh adanya kemiripan struktur antara alkohol (ROH) dan air (HOH). Oleh
karena itu, makin panjang rantai karbon dalam alkohol kelarutan dalam air makin berkurang. Beberapa sifat
fisika alkohol ditunjukkan pada tabel berikut.
Tabel Sifat Fisika Alkohol (Titik Didih dan Kelarutan di Dalam Air)
Nama Senyawa Jumlah C Titik Didih (C) Kelarutan (g 100 mL air) pada 20C
Metanol

64,5

larut sempurna

Etanol

78,3

larut sempurna

1propanol

97,2

larut sempurna

2propanol

82,3

larut sempurna

1butanol

117,0

8,3

2butanol

99,5

12,5

Isobutil alkohol 4

107,9

11,1

terbutil alkohol 4

82,2

larut sempurna

1) Metanol (CH3OH)

Metanol dibuat secara besar-besaran melalui distilasi kayu keras menghasilkan sekitar 225 galon distilat
yang mengandung 6% metanol. Saat ini, sekitar 95% metanol diproduksi melalui hidrogenasi CO dengan
katalis (ZnO, Cr2O3) dan dipanaskan secara bertingkat dengan tekanan tinggi agar terjadi reaksi berikut.
CO(g) + 2H2(g) CH3OH(l)
Di industri, metanol digunakan sebagai bahan baku pembuatan formaldehid, sebagai cairan antibeku, dan
pelarut, seperti vernish. Pada kendaraan bermotor, metanol digunakan untuk bahan bakar mobil formula.
2) Etanol (CH3CH2OH)
Etanol sudah dikenal dan digunakan sejak dulu, baik sebagai pelarut obat-obatan (tingtur); kosmetika;
minuman, seperti bir, anggur, dan whiskey. Etanol dapat dibuat melalui teknik fermentasi, yaitu proses
perubahan senyawa golongan polisakarida, seperti pati dihancurkan menjadi bentuk yang lebih sederhana
dengan bantuan enzim (ragi). Produksi alkohol dari pati (jagung, beras, dan gandum) pertamatama
melibatkan pengubahan pati secara enzimatik menjadi glukosa. Selanjutnya, diubah menjadi alkohol
dengan bantuan zymase, yakni enzim yang diproduksi oleh jamur hidup.
(C6H10O5)x + xH2O xC6H12O6
Pati Glukosa
C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2
Glukosa etanol
Di industri etanol dibuat dengan dua cara, yaitu (1) fermentasi blackstrap molasses dan (2) penambahan
air terhadap etena secara tidak langsung, seperti persamaan reaksi berikut.
CH2=CH2 + H2SO4 CH3CH2HSO4
CH3CH2HSO4 + H2O CH3CH2OH+ H2SO4
Isopropil alkohol adalah obat gosok yang umum digunakan. Adapun larutan 70% isopropil alkohol dalam air
digunakan untuk sterililisasi karena dapat membunuh bakteri.
3) Polialkohol
Senyawa alkohol yang mengandung dua atau lebih gugus hidroksil digolongkan sebagai poliol dan diberi
nama dengan diol, triol, dan seterusnya. Glikol adalah nama trivial untuk 1,2diol. Etilen glikol
merupakan hasil industri yang digunakan sebagai zat antibeku, dan dibuat secara komersial dari etena.
Rumus kimianya:
HOCH2 CH2 OH
IUPAC:1,2-etanadiol; trivial: etilen glikol

Trihidroksi alkohol yang penting adalah gliserol, yaitu suatu turunan propana. Rumus kimianya:

Gliserol sebagai hasil samping pada pembuatan sabun dari lemak dan natrium hidroksida cair.
Eter/ Alkoksi Alkana
Pengertian Eter, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia - Eter adalah
senyawa yang memiliki dua residu hidrokarbon yang dapat sama atau berbeda, seperti ditunjukkan berikut
ini.
CH3OCH3
CH3OCH2CH3
CH3CH2OCH2CH3
Berdasarkan ketiga contoh tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa rumus umum eter adalah RO
R'.
Sifat dan Kegunaan Eter
Tidak seperti alkohol, eter tidak memiliki ikatan hidrogen antar molekul sehingga titik didih eter di bawah
titik didih alkohol untuk jumlah atom karbon yang sama, misalnya etanol dan dimetil eter. Etanol berisomer
dengan dimetil eter (C2H6O), tetapi wujudnya berbeda. Pada suhu kamar, dimetil eter berwujud gas,
sedangkan etanol berwujud cair.
Eter kurang larut di dalam pelarut air dibandingkan alkohol. Hal ini disebabkan eter memiliki kepolaran
rendah. Walaupun sesama molekul eter tidak terjadi antaraksi, tetapi eter dapat berantaraksi dengan air
dan alkohol. Makin tinggi rantai alkil dalam eter makin kurang kelarutannya di dalam air.

Eter tidak bereaksi dengan hampir semua oksidator maupun reduktor. Demikian juga dalam asam dan
basa, eter cenderung stabil, kecuali pada suhu tinggi. Karena itu, eter sering digunakan sebagai pelarut
untuk reaksi-reaksi organik.
Tabel 3. Sifat Fisika Eter (Titik Didih dan Kelarutan)
Nama
Dimetil eter
Dietil eter
Oksirana

Titik Didih (C)


24,0
34,5
13,5

Kelarutan (g 100 mL)


Larut sempurna
8,0
Larut sempurna

Di samping kegunaannya sebagai anestetik, dietil eter secara luas dipakai sebagai pelarut untuk lemak,
lilin, atau zat-zat lain yang kurang larut dalam air. Divinil eter (CH2=CHOCH=CH2) memiliki kemampuan
anastetik tujuh kali lebih besar daripada dietil eter.
Pada umumnya eter bersifat racun, tetapi jauh lebih aman jika dibandingkan kloroform untuk keperluan
obat bius.
Gambar 1. Pembuatan eter dari alkohol.
Penggunaan eter harus hati-hati karena mudah terbakar. Umumnya eter dibuat dari dehidrasi alkohol. Dietil
eter dapat dibuat melalui pemanasan etanol dengan asam sulfat pekat pada suhu sekitar 140 C hingga
reaksi dehidrasi sempurna. Perhatikan Gambar 1.

H2SO4

CH3CH2OH + HOCH2CH3

CH3CH2OCH2CH3 + H2O

Sintesis eter secara besar-besaran dengan metode illiamson, yaitu reaksi antara alkil halida dengan alkoksi
atau fenoksi, persamaan reaksinya secara umum:
RO + R'X ROR' + X
Keterangan :
R = Karbon primer; sekunder, dan tersier; atau aril.
R' = Karbon primer atau metil.
Anda sekarang sudah mengetahui Eter. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.
Referensi :
Sunarya, Y. dan A. Setiabudi. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia 3 : Untuk Kelas XII Sekolah Menengah
Atas / Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 298.

Alkanal (Aldehid)
Sifat-Sifat Alkanal (Aldehid)
Aldehid C1 C5 mudah larut dalam air.
Dapat direduksi (+H2) menghasilkan alkohol primer.
Dapat mengadisi HCN.
Dapat mereduksi larutan fehling membentuk endapan merah dan mereduksi pereaksi tollens membentuk
endapan perak Ag.
Dioksidasi menghasilkan asam karboksilat.
Kegunaan Alkanal Alkanal (Aldehid)
Larutan 40% formaldehid dalam air disebut formalin digunakan untuk mengawetkan benda-benda anatomi.
Formaldehid digunakan untuk bahan baku damar buatan, plastik, dan insektisida.

Etanal digunakan untuk bahan karet, damar buatan, zat pewarna, dan zat organik yang lain (asam astetat,
aseton, etil asetat, dan 1 butanol).

Keton / Alkanon
Sifat Sifat Alkanon
Beberapa sifat yang dimiliki senyawa-senyawa Alkanon antara lain :
1) Alkanon dengan jumlah C 1 s/d 5 berupa cairan tak berwarna
2) Pada umumnya larut dalam air
3) Alkanon seperti aldehide mempunyai titik didih yang relatif lebih tinggi dari pada senyawa non polar.
4) Alkanon dapat direduksi oleh gas H2 menghasilkan alkohol sekundernya.
Contoh :

dengan dasar sifat ke-4 ini, maka pada umumnya alkanon dibuat dengan cara mengoksidasi alkohol
sekundernya.
Contoh :

4. Kegunaan Alkanon

Senyawa alkanon yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah aseton (propanon).
Aseton banyak digunakan sebagai :
1) Pelarut senyawa karbon misalnya : sebagai pembersih cat kuku
2) Bahan baku pembuatan zat organik lain seperti klaroform yang digunakan
sebagai obat bius.
3) Selain aseton, beberapa senyawa alkanon banyak yang berbau harum sehingga digunakan sebagai
campuran parfum dan kosmetika lainnya.
Asam Karboksilat
Dua asam karboksilat paling sederhana adalah asam metanoat dan asam etanoat, masing-masing memiliki
titik didih 101 C dan 118 C. Tingginya titik didih ini disebabkan oleh adanya tarik menarik antar molekul
asam membentuk suatu dimer.

Ditinjau dari gugus fungsionalnya, asam karboksilat umumnya bersifat polar, tetapi kepolaran berkurang
dengan bertambahnya rantai karbon. Makin panjang rantai atom karbon, makin berkurang kepolarannya,
akibatnya kelarutan di dalam air juga berkurang.
Sebagaimana alkohol, empat deret pertama asam karboksilat (format, etanoat, propanoat, dan butanoat)
dapat larut baik di dalam air. Asam pentanoat dan heksanoat sedikit larut, sedangkan asam karboksilat
yang rantai karbonnya lebih panjang tidak larut.

Gambar 1. Kegunaan asam karboksilat.

Asam karboksilat juga dapat larut di dalam pelarut yang kurang polar, seperti eter, alkohol, dan benzena.
Kelarutan di dalam pelarut kurang polar ini makin tinggi dengan bertambahnya rantai karbon. Oleh karena
itu, lemak dapat larut di dalam benzena dan eter (lemak adalah ester dari asam karboksilat).
Akibat kepolaran dan struktur dimer dari molekul asam karboksilat menimbulkan titik didih dan titik beku
lebih tinggi dibandingkan alkohol dengan massa molekul yang relatif sama. Titik beku dan titik didih dari
asam karboksilat ditunjukkan pada Tabel 3.
Tabel 3. Titik Beku dan Titik Didih Asam Karboksilat
Senyawa
Format
Asetat
Propionat
Butirat
Valerat
Kaproat
Laurat
Miristat
Palmitat
Stearat

Titik Beku (C)


8
16,6
22
6
34
3
44
54
63
70

Titik Didih (C)


100,5
118
141
164
187
205
225
251
269
287

Senyawa utama asam karboksilat yang dibuat secara besar-besaran adalah asam metanoat, asam
etanoat, dan asam propanoat (Gambar 6.19). Asam metanoat berwujud cair dan berbau tajam. Asam ini
dapat mengakibatkan kulit melepuh, kayu menjadi lapuk, dan besi mudah berkarat. Asam metanoat
digunakan untuk peracikan obat (aspirin), menggumpalkan getah karet (lateks), dan membasmi hama.
Asam metanoat atau asam asetat berbau menyengat. Dengan bertambahnya panjang rantai, bau asam
karboksilat menjadi lebih tidak disukai. Contohnya, asam butirat ditemukan dalam keringat manusia yang
berbau tidak sedap.
Asam asetat (cuka) berwujud cair dan berbau menyengat. Wujud asam asetat murni menyerupai es,
disebut sebagai asam asetat glasial. Asam asetat digunakan untuk selulosa, bumbu dapur, penahan warna
agar tidak mudah luntur, pembuatan cat, dan pelarut. Asam benzoat (asam karboksilat aromatik) digunakan
sebagai bahan pengawet pada makanan, seperti kecap, saos tomat, dan minuman dari buah-buahan.
Jeruk mengandung asam sitrat dapat digunakan untuk membersihkan karat pada besi.

ESTER (ALKIL ALKANOAT)


A. Sifat-sifat ester

Bersifat nonpolar tetapi agak larut dalam air


Volatil
Satu-satunya senyawa turunan alkana yang bisa mengalami hidrolisis
Cocok untuk pembuatan sabun (reaksi saponifikasi)
B. Kegunaan ester
Ester banyak digunakan sebagai esens karena mempunyai aroma khas. Nah, aroma-aroma tersebut
biasanya terdapat dalam buah. Berikut tabelnya.