Anda di halaman 1dari 13

BAB II

TINJAUAN UMUM

2.1 Sejarah Perusahaan


Gagasan didirikannya lembaga penelitian perminyakan di Indonesia dimulai
setelah pengesahan Undang-undang No. 44 Tahun 1960, tentang pengolahan
pertambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. Undang-undang tersebut
dikeluarkan berdasarkan UUD 1945 pasal 33, yang menyatakan bahwa kekayaan
alam dikelola oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran
rakyat. PPPTMGB LEMIGAS pada awalnya disebut Lembaga Minyak dan Gas
Bumi (LEMIGAS). Berdasarkan Surat Keputusan Menteri No. 17/M/MIGAS/65
tanggal 11 Juni 1965, LEMIGAS merupakan salah satu organisasi eksekutif dalam
lingkungan Departemen Urusan Minyak dan Gas Bumi. LEMIGAS memiliki tiga
tugas

pokok,

berdasarkan

Surat

Keputusan

Menteri

MIGAS

Nomor

208a/M/MIGAS/65 tanggal 16 Desember 1965 yaitu riset, pendidikan, dan


pelatihan, serta dokumentasi dan publikasi dibidang perminyakan.
Berdirinya Lembaga Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS ini merupakan
perwujudan dari keinginan pemerintah untuk memiliki suatu badan yang
menghimpun pengetahuan teknik serta menyediakan data dan informasi tentang
perminyakan. Hampir semua pengetahuan, data, dan tenaga ahli dibidang
perminyakan dikuasai atau menjadi monopoli perusahaan-perusahaan asing,
sedangkan lapangan maupun cadangan minyak dan gas bumi merupakan milik
negara. Pemerintah menyadari bahwa kebutuhan minyak dan gas bumi akan
6

berkembang dengan pesat. Hal ini harus disikapi dengan kemajuan kemampuan
teknis ilmiah serta teknologi agar minyak dan gas bumi benar-benar dapat
dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Berdasarkan Keputusan Menteri Pertambangan No. 646 Tahun 1977, tanggal
26 Desember 1977 Organisasi Lembaga Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS)
diubah menjadi Pusat Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi
PPTMGB. PPTMGB LEMIGAS ini adalah unit pelaksana teknis pendidikan
dan pelatihan, penelitian dan pengembangan, serta dokumentasi dan informasi
teknologi minyak dan gas bumi termasuk pelayanan jasa guna pengembangan
usaha dan industri pertambangan minyak dan gas bumi di lingkungan Direktorat
Jendral Minyak dan Gas Bumi. PPTMGB LEMIGAS berubah menjadi
PPPTMGB LEMIGAS berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertambangan
dan Energi Nomor 1092 Tahun 1984, tanggal 5 November 1984. Perubahan ini
seiring dengan berkembangnya industri minyak dan gas bumi di dunia. Para
pendiri Lembaga Minyak dan Gas Bumi mempelajari kebutuhan suatu lembaga
dari pihak-pihak luar yang melakukan penelitian dan pengembangan di bidang
minyak dan gas bumi untuk disesuaikan dan diterapkan.
Untuk

menyikapi

perkembangan

industri

migas

nasional,

Menteri

Pertambangan dan Energi menetapkan Surat Keputusan Nomor 17/M/Migas/65


tanggal

11

Juni

tahun

1965

dan

Surat

Keputusan

Menteri

Nomor

208a/M/Migas/65, yang berisi tugas pokok PPPTMGB LEMIGAS. Tugas-tugas


pokok tersebut ialah melakukan penelitian dan pengembangan, dokumentasi, dan
publikasi di bidang perminyakan, serta pelayanan jasa teknologi di bidang minyak

dan gas bumi. Selain itu juga berfungsi dalam pengusahaan panas bumi yang
berada di bawah Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi, dengan lingkup
teknologi eksplorasi, teknologi eksploitasi, teknologi proses, teknologi aplikasi,
serta sistem dan informasi. Berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber
Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tanggal 23 Juli 2001, PPPTMGB
LEMIGAS pindah dari Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi ke Badan
Penelitian Energi dan Sumber Daya Mineral merupakan peraturan terbaru yang
mengatur Organisasi dan Tata Kerja PPPTMGB LEMIGAS sampai saat ini.

2.2 Visi, Misi, Tugas dan Fungsi Lemigas


Visi
Terwujudnya LEMIGAS sebagai lembaga penelitian dan pengembangan
yang unggul, profesional, dan bertaraf internasional di bidang minyak dan gas
bumi.
Misi
-

Meningkatkan peran LEMIGAS dalam memberikan masukan bagi


penyusunan kebijakan pemerintah guna meningkatkan iklim yang kondusif

bagi pengembangan industri minyak dan gas bumi.


Meningkatkan kualitas jasa penelitian dan pengembangan untuk

memberikan nilai tambah bagi pelanggan.


- Menciptakan produk unggulan dan mengembangkan produk andalan
berbasis minyak dan gas bumi.
- Meningkatkan iklim kerja yang kondusif melalui sinergi, koordinasi, serta
penerapan sistem manajemen yang konsisten.

Tugas
Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi
(PPPTMGB) LEMIGAS mempunyai tugas untuk melaksanakan penelitian
dan pengembangan, dokumentasi dan informasi ilmiah, serta pelayanan jasa
litbang di bidang pertambangan minyak dan gas bumi.
Fungsi
Adapun fungsi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak
dan Gas Bumi (PPPTMGB) LEMIGAS adalah sebagai berikut :
-

Perumusan pedoman dan prosedur kerja.


Perumusan rencana dan program penelitian, dan pengembangan teknologi

berbasis kinerja.
Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi minyak dan gas
bumi serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan

teknologi.
Pengelolaan kerjasama kemitraan, penerapan hasil penelitian, dan
pelayanan jasa teknologi serta kerjasama penggunaan sarana dan prasarana

penelitian dan pengembangan teknologi.


- Pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi, serta sosialisasi dan
-

dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi.


Penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual, serta
pengembangan sistem mutu kelembagaan, penelitian, dan pengembangan

teknologi.
Pembinaan kelompok jabatan fungsional pusat.
Pengelolaan ketatausahaan, rumah tangga, administrasi keuangan, dan

kepegawaian pusat.
- Evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang
minyak dan gas.

2.3 Lokasi dan Kesampaian Daerah


Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi
(PPPTMGB) LEMIGAS merupakan Lembaga Minyak dan Gas Bumi yang
berada dibawah Badan Penelitian dan Pengembangan (balitbang) Departemen
Energi dan Sumber Daya Mineral yang terletak di Jl.Cileduk Raya Kav. 109
Cipulir,

Kebayoran

Lama,

Jakarta

Selatan.

Wilayah

kerja

PPPTMGB

LEMIGAS berada diatas tanah 12,4 Hektar dengan total luas gedung
laboratorium dan gedung penunjang 54,534 m2. Denah dari Komplek Perkantoran
PPPTMGB LEMIGAS dapat dilihat pada Gambar 2.1 berikut ini.

Gambar 2.1 Denah Komplek Perkantoran PPPTMGB LEMIGAS

10

2.4 Tenaga Kerja dan Struktur Organisasi


Sebagai lembaga penelitian dan pengembangan milik pemerintah yang
langsung dibawahi oleh Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Pusat
Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB)
LEMIGAS memiliki tenaga kerja yang handal baik yang telah berstatus
pegawai negeri maupun honorer dan dipimpin oleh seorang kepala pusat, serta
terbagi dalam beberapa bidang-bidang seperti Struktur Organisasi PPPTMGB
LEMIGAS yang dapat dilihat pada Gambar 2.2 berikut ini.

Kepala Pusat
Dr. Ir. Bambang Widarsono,
M.sc. <MMm
WAKIL MANAJEMEN

Komite LK3

Ir. Murachmad Dwi A


Atmanto, M.Si.
BAGIAN TATA USAHA

KP3T EKSPLORASI

Yuli Wahono, S.Sos., M.M.

Drs. Panuju, M.T.

BIDANG PENYELENGGARAAN
DAN SARANA LITBANG

KP3T EKSPOLITASI

Abdul Haris, S.Si., M.Si.


BIDANG PROGRAM
BIDANG AFILIASI DAN
Dr. Ir.INFORMASI
Usman, M.Eng

Ir. Daru Siswanto

Ir. Sugeng Riyono, M.Phil.


11

KP3T PROSES

Zulkifliani, S.Si.,M.Si.

KP3T GAS

Drs. Taryono, M.T.


KP3T APLIKASI DAN
PRODUK

Ir. Maymuchar, M.T.


Gambar 2.2 Struktur Organisasi PPPTMG LEMIGAS

Pada bidang KPPP Teknologi Proses unit Kelompok Kimia Analitik dan
Terapan , Struktur Organisasinya tertera pada Gambar 2.3 berikut ini.

Gambar 2.3 Struktur Organisasi Kelompok Analitik dan Kimia Terapan


12

2.5 Fasilitas Perusahaan


Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi
LEMIGAS telah berkiprah dalam penelitian dan pengembangan teknologi
minyak dan gas bumi lebih dari 40 tahun. Hingga saat ini telah memiliki lebih dari
60 laboratorium untuk menunjang penelitian di sektor hulu maupun hilir. Sarana
dan fasilitas yang terdapat pada Lemigas adalah :
1.

Gedung-gedung laboratorium penunjang seluas 54.534 m2 diatas tanah seluas

2.

12,4 Hektar.
Kelompok Penyelenggara Penelitian dan Pengembangan.
Kelompok Penyelenggara Penelitian dan Pengembangan Teknologi (KPPP)

yang mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa dan


pengembangan di bidang teknologi minyak dan gas bumi. KPPP ini dibagi
menjadi beberapa kelompok, yaitu :
A.KPPP Teknologi Eksplorasi terdiri dari :
a. Kelompok Teknologi, memiliki Laboratorium Statigrafi, Laboratorium
Petrografi dan Sedimentologi, serta Laboratorium Kartografi dan
Topografi.
b. Kelompok

Teknologi

Geologi,

memiliki

Laboratorium

Seismik;

Laboratorium Potensial; Laboratorium Panas Bumi; serta Laboratorium


Pengolahan Data dan Instrumen.
c. Kelompok Lahan dan Migas, melaksanakan penelitian dan pengembangan,
pengolahan data, dan informasi ilmiah, memberikan pelayanan jasa litbang
di bidang geologi cekungan sedimen.
d. Pencitraan Bawah Permukaan Migas, melaksanakan penelitian dan
pengembangan, pengolahan data, dan informasi ilmiah, memberikan
pelayanan jasa litbang di bidang Pencitraan Bawah Permukaan.
13

e. Sistem Hidrokarbon Migas, melaksanakan penelitian dan pengembangan,


pengolahan data, dan informasi ilmiah, memberikan pelayanan jasa litbang
laboratorium, lapangan, konsultasi, serta petunjuk teknis di bidang sistem
hidrokarbon.
f. Pengindraan Jauh dan SIG, melaksanakan dan pengembangan, pengolahan
data, dan informasi ilmiah, memberikan pelayanan jasa litbang
laboratorium, lapangan, konsultasi, serta petunjuk teknis di bidang
Pengindraan Jauh dan SIG.
g. Unit Administrasi KPPP Teknologi Eksplorasi.
h. Unit Mutu KPPP Teknologi Eksplorasi.
i. Unit LK3 KPPP Teknologi Eksplorasi.
j. Unit Pemasaran Teknologi KPPP Teknologi Eksplorasi.
B. KPPP Teknologi Eksploitasi, terdiri dari :
a. Kelompok Evaluasi Formasi, memiliki Laboratorium Routine Core;
Laboratorium Integrated Special Core; Laboratorium Kerusakan Formasi;
dan Laboratorium Mekanika Batuan.
b. Kelompok Produksi, memiliki Laboratorium Uji Peralatan Produksi dan
Laboratorium Teknologi Produksi.
c. Kelompok Reservoir, memiliki

Laboratorium

PVT; Laboratorium

Komposisi Fluida; dan Laboratorium Pemodelan Reservoir.


d. Kelompok Peningkatan Pengurasan, memiliki Laboratorium Gas Flooding
dan Laboratorium Thermal dan Chemical Flooding.
e. Kelompok Pemboran, memiliki Laboratorium Material Pemboran dan
f.
g.
h.
i.

Laboratorium Teknologi Pemboran.


Unit Administrasi KPPP Teknologi Eksplorasi.
Unit Mutu KPPP Teknologi Eksplorasi.
Unit LK3 KPPP Teknologi Eksplorasi.
Unit Pemasaran Teknologi KPPP Teknologi Eksplorasi.

C. KPPP Teknologi Proses, terdiri dari :


a. Teknologi Separasi, memiliki Laboratorium Uji Sifat Alir, Laboratorium
Oksidasi dan Penguapan; dan Laboratorium Pemisahan.

14

b. Kelompok Analitik dan Kimia Terapan, memiliki Laboratorium Kimia


Umum dan Limbah; Laboratorium Spektroskopi dan Laboratorium
Kromatografi.
c. Kelompok Teknologi Konversi dan Katalisa, memiliki Laboratorium
Preparasi dan Karakterisasi Katalis; Laboratorium Uji Aktivitas dan
Pengembangan Proses; dan Sub-unit Produksi Biodiesel.
d. Kelompok Bioteknologi, memiliki Laboratorium Mikrobiologi dan
Laboratorium Bioproses.
e. Kelompok Lingkungan, memiliki Laboratorium Lingkungan.
f. Kelompok Teknologi Engineering dan Pemodelan.
g. Unit Administrasi.
h. Unit Mutu.
i. Unit LK3
j. Unit Pemasaran Teknologi.
D. KPPP Teknologi Aplikasi Produk, terdiri atas :
a. Kelompok Kerja Pelumas, memiliki Laboratorium Unjuk Kerja Pelumas;
Laboratorium Kimia Fisika Pelumas Otomotif; Laboratorium Kimia Fisika
Pelumas Industri; Laboratorium Minyak Rem.
b. Kelompok Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi, memiliki Laboratorium
Fisika Kimia; Laboratorium Semi Unjuk Kerja; dan Laboratorium Unjuk
Kerja.
c. Unit LOBP (Lube Oil Blending Plant) mempunyai tugas memberikan
pelayanan jasa litbang, konsultasi, serta petunjuk teknis dibidang blending
pelumas.
d. Unit Administrasi.
e. Unit Mutu.
f. Unit LK3.
g. Unit Pemasaran Teknologi.
E. KPPP Teknologi Gas, terdiri dari :
a. Kelompok Teknologi Pemanfaatan Gas.
b. Kelompok Teknologi Analisis Gas.
c. Kelompok Teknologi Separasi Gas.
d. Kelompok Transportasi Gas.
e. Kelompok Teknologi Ekonomi.
f. Unit Administrasi KPPP Teknologi Gas.
15

g. Unit LK3 KPPP Teknologi Gas.


h. Unit Pemasaran Teknologi KPPP Teknologi Gas.
3. Bagian Tata Usaha
Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian,
keuangan, rumah tangga, dan ketatausahaan pusat. Bagian Tata Usaha dibagi
menjadi dua sub bagian, yaitu :
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.
Sub Bagian Rumah Tangga dan Keuangan.
4. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan
Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan ini mempunyai tugas
melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan
teknologi pusat. Bidang ini terdiri dari sub bidang, yaitu :
- Sub Bidang Pengembangan Sarana.
- Sub Bidang Pengeroperasian Sarana.
5. Bidang Program dan Afiliasi
Bidang ini mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program, kerjasama
penelitian dan pengembangan, pengelolaan dokumentasi dan publikasi di bidang
teknologi minyak dan gas bumi. Bidang Program dibagi menjadi dua sub bidang
yaitu :
- Sub Bidang Penyiapan Rencana.
- Sub Bidang Analisis dan Evaluasi.
Sedangkan, untuk Bidang Afiliasi dibagi menjadi dua sub bidang, yaitu :
- Sub Bidang Afiliasi Jasa Teknologi.
- Sub Bidang Informasi dan Publikasi.
6. Laboratorium PPPTMGB LEMIGAS
Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi
(PPPTMGB) LEMIGAS telah diakui oleh perindustrian minyak dan gas bumi
untuk menerapkan system mutu berdasarkan SNI 19-9001-2001 dan ISO/IEC
17025-2005. Laboratorium yang ada di PPPTMGB LEMIGAS adalah sebagai
berikut :
Laboratorium Aplikasi Produk
Laboratorium aplikasi produk mampu melaksanakan pengujian dan analisis
baik sifat fisik maupun kimia serta unjuk kerja dari produk-produk hasil minyak

16

bumi dan produk olahannya maupun bahan baku pembantu industri minyak dan
gas bumi. Laboratorium aplikasi produk memiliki dua bagian yaitu:
1) Kelompok Kerja Pelumas, terdiri dari:
a) Laboratorium Unjuk Kerja Pelumas.
b) Laboratorium Minyak Rem.
c) Laboratorium Kimia Pelumas.
d) Laboratorium Fisika Pelumas.
2) Kelompok Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari:
a) Laboratorium Fisika Kimia.
b) Laboratorium Semi Unjuk Kerja.
c) Laboratorium Unjuk Kerja.
Laboratorium Proses
Laboratorium Proses LEMIGAS terdiri atas beberapa laboratorium uji yang
mampu melakukan pengujian atau analisis terhadap komoditas minyak dan gas
bumi, produk-produk hasil olahannya, serta bahan-bahan pelengkap di bidang
industri minyak dan gas bumi (pelarut, katalis, aditif, dan sebagainya). Lingkup
pengujian meliputi : sifat-sifat fisika, analisis kimia dan biologi, serta uji proses
separasi dan konversi katalisa. Laboratorium proses terdiri dari:
Laboratorium Proses Separasi.
Laboratorium Analitik dan Kimia Terapan.
Laboratorium Proses Konversi dan Katalis.
Laboratorium Bioteknologi.
Laboratorium Lingkungan.
Laboratorium Eksplorasi
Laboratorium Eksplorasi memiliki beberapa laboratorium uji yang melakukan
jasa pengujian sample batuan berupa komposisi mineral, besar butir, kandungan
fosil, kandungan bahan organic, minyak bumi, gas bumi, pengukuran sifat fisik
batuan.
Laboratorium Eksploitasi
Laboratorium KPPP Eksploitasi melakukan pengujian sample pengeboran
yang diperoleh di lapangan. Laboratorium Eksploitasi sering bersinergi dengan
laboratorium Eksplorasi untuk memperoleh hasil penelitian atau pengujian yang
maksimal.
Laboratorium Teknologi Gas
17

Laboratorium Teknologi Gas memiliki kompetensi pengujian korosi, uji


tabung, kromatografi gas sifat fisik dan kimia gas kondensat, transmisi, dan
distribusi gas, dan uji pipa.
Laboratorium Kalibrasi
Laboratorium Kalibrasi mampu melakukan kalibrasi peralatan pengukuran
suhu, tekanan, massa, volume. Hal ini dilakukan mengingat ketatnya persyaratan
pengujian percontoh di lingkungan industri minyak dan gas bumi sehingga
kalibrasi peralatan harus dilakukan secara rutin atas peralatan yang digunakan.

18