Anda di halaman 1dari 2

KEPEMIMPINAN UNGGUL UNTUK PELAYANAN UNGGUL

Lingkungan stratejik organisasi, baik organisasi yang berorientasi pada profit maupun
non profit, senantiasa mengalami perubahan yang dinamis dan terus tumbuh berkembang.
Peluang dan ancaman yang berada di lingkungan eksternal (external environment), akan
mempengaruhi lingkungan internal organisasi (internal environment), baik berupa kekuatan
maupun kelemahan yang ada dalam organisasi tadi. Perubahan baik, terjadi pada lingkungan
internal maupun eksternal ini, menuntut kepiawaian para penyelenggara atau pelaku
organisasi untuk bisa menyingkapi dan mengantisipasinya, manakala menginginkan
organisasi tetap eksis atau bahkan menjadi organisasi yang secara terus menerus berkembang.
Organisasi terdiri dari berbagai unsur sumber daya yang harus dikelola dan
dimanfaatkan dengan baik demi tercapainya tujuan organisasi. Diantara unsur-unsur
organisasi yang terdiri dari bahan-bahan, peralatan/mesin, metoda kerja dan pembiayaan,
sumber daya manusia merupakan unsur yang paling dinamis dan kompleks karena
pengelolaan organisasi pada dasarnya merupakan proses pengelolaan manusia dengan
perbedaan sifat-sifat individual yang dimilikinya. Sikap dan perilaku sumber daya manusia
dalam lingkungan tempatnya bekerja, sangat dipengaruhi oleh lingkungan.
Perubahan dan perkembangan lingkungan (eksternal maupun internal) akan membawa
dampak bagi perilaku para anggota organisasi dan organisasi itu sendiri. Penilaian terhadap
kondisi lingkungan eksternal merupakan hal yang sangat penting bagi suatu organisasi,
karena secara langsung atau tidak langsung, akan membantu organisasi dalam melakukan
pengamatan atau penelitian untuk memahami perilaku organisasi. Untuk menghadapi
lingkungan eksternal tersebut organisasi harus telah meletakkan dasar-dasar konsep
pelayanan unggul terhadap yang dilayaninya sehingga apapun keinginan pelanggan (yang
dilayaninya) dapat terpenuhi dengan baik. Sebaliknya, pemahaman yang baik mengenai
perilaku organisasi sangat dibutuhkan sebagai langkah awal bagi organisasi untuk
mengantisipasi perubahan lingkungan. Dengan pemahaman tersebut, organisasi dapat
mempersiapkan diri untuk menghadapi perkembangan yang terjadi di lingkungan tempat
organisasi tersebut beroperasi.
Menghadapi situasi seperti itu Peter F. Drucker mengingatkan bahwa : the greatest
danger in times of turbulence is not the trubulence, it is to act with yesterdays logic.
Gejolak permasalahan yang sudah berkembang menjadi kompleksitas permasalahan yang
dinamis (dynamic complexity), akan sangat berbahaya bila masih menggunakan pikiranpikiran dengan logika masa lalu yang sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman.

Organisasi yang tidak mau atau tidak dapat berubah dirinya mengikuti tuntutan perubahan
tersebut akan tertinggal dan kalah dalam persaingan.. Dalam keadaan yang merupakan
kompleksitas yang dinamis, perubahan yang sangat cepat dan ketidakpastian yang sangat
besar, organisasi birokratik yang cenderung rule driven, sentralistik, dan kepemimpinan
yang memusatkan kekuasaan pada pemimpin, sangat sukar untuk dapat berhasil mencapai
tujuan organisasinya. Para pelaku organisasi harus memiliki kompetensi tidak saja dalam
menemukenali (scanning) kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman yang terus
mengalami perubahan, tapi juga mampu mencari langkah-langkah stratejik untuk menyikapi
dan mengatasinya.