Anda di halaman 1dari 197

Bahan Belajar Mandiri

BAGI GURU
Bahasa Inggris
SMP

Paket Pembelajaran BERMUTU


Better Education Through Reformed Management and
Universal Teacher Upgrading

Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan


Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Pendidikan
Departemen Pendidikan Nasional
Gedung D Lantai 15 Jl. Jendral Sudirman Pintu I Senayan Jakarta
Telp/fax. 021-57974128, 57974129, 57974130, 57974131, 57974132, 57974133
bermutu_diknas@yahoo.com

PB Bahasa Inggris SMP

Pengembang
Drs. Djodi Etman, M.Ed
Penelaah
Nimatulloh, S.Pd, MM
Cipto Margono
Perancang Grafis:
Yance Ferdian
Bagus Dwipayana
Alamsyah
Arief
Rindy Andina

Bahan Belajar Mandiri Bahasa Inggris SMP


2008
Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan
Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga
Pendidikan
Departemen Pendidikan Nasional

Gedung D Lantai 15 Jl. Jendral Sudirman Pintu I Senayan Jakarta


Telp/fax. 021-57974128, 57974129, 57974130, 57974131, 57974132, 57974133
bermutu_diknas@yahoo.com

Program BERMUTU

KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR
Dalam rangka mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005
tentang Guru dan Dosen, Menteri Pendidikan Nasional melalui Direktorat Jenderal
Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) melaksanakan
Program Better Education through Reformed Management and Universal Teacher
Upgrading (BERMUTU) yang dimulai pada tahun 2008 sampai tahun 2013 yang
dilaksanakan di 75 Kabupaten/Kota di 16 provinsi. Program BERMUTU bertujuan untuk
meningkatkan mutu pembelajaran sebagai dampak peningkatan kompetensi, kualifikasi,
dan kinerja guru peserta. Salah satu komponen strategis Program BERMUTU untuk
mencapai tujuan tersebut adalah penguatan peningkatan mutu dan profesional guru
peserta secara berkelanjutan.
Besarnya jumlah guru peserta yang belum memenuhi kualifikasi minimal S1/D4
menjadi dasar pemikiran untuk memberdayakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran
(MGMP) yang mewadahi guru bidang studi di SMP, dalam hal ini adalah MGMP Bahasa
Inggris SMP. Dalam Program BERMUTU, peningkatan kompetensi guru peserta akan
ditingkatkan dengan memberdayakan MGMP sehingga mampu menyelenggarakan
berbagai kegiatan pengembangan profesional guru termasuk pendidikan dan pelatihan
yang terakreditasi bagi guru peserta yang belum memiliki Ijazah S1/D4.
Paket Pembelajaran Model BERMUTU telah dikembangkan untuk dimanfaatkan
sebagai perangkat utama dalam proses pendidikan dan pelatihan terakreditasi bagi guru
peserta di MGMP. Paket Pembelajaran Model BERMUTU yang dirancang dengan
mengintegrasikan pendekatan penelitian tindakan kelas, lesson study, dan studi kasus,
diharapkan dapat memandu guru-guru peserta untuk melakukan kajian kritis terhadap
proses pembelajaran yang dilaksanakan, memperbaiki dan mengembangkan kurikulum
pembelajarannya, serta mempraktekkan pembelajaran yang baik berdasarkan metode
PAKEM dan strategi pembelajaran inovatif lainnya.
Paket Pembelajaran Model BERMUTU dikembangkan dengan melibatkan
sejumlah widyaiswara dari P4TK, dosen LPTK, guru, kepala sekolah dan pengawas
sekolah, serta mengintegrasikan berbagai masukan dari praktisi lapangan dan nara
sumber ahli dari LPTK. Dengan Paket Pembelajaran Model BERMUTU, beragam kegiatan
pengembangan profesional guru di MGMP dapat dilaksanakan secara aktif.
Penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya disampaikan kepada semua
pihak yang telah terlibat dalam pengembangan Paket Pembelajaran Model BERMUTU ini
yang dikoordinasikan oleh Direktorat Pembinaan Diklat, Ditjen PMPTK. Semoga Paket
Pembelajaran Model BERMUTU ini dapat bermanfaat bagi guru-guru dan komunitas
pendidikan pada umumnya, sehingga pada akhirnya dapat tercapai cita-cita luhur
peningkatan kualitas pendidikan di tanah air.
Jakarta, 20 November 2008
Direktur Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan

Sumarna Surapranata, Ph,D.


NIP. 131 470 163

PB/B.INGGRIS/SMP

PANDUAN PENGELOLAAN

PENDAHULUAN
Paket Pembelajaran BERMUTU merupakan program inovatif untuk meningkatkan
kualitas pengajaran melalui kelompok kerja guru, kepala sekolah, dan pengawas.
Program ini akan diadakan di 76 kabupaten/kota di Indonesia dengan harapan
akhirnya program ini dapat dijadikan model pengembangan profesional yang
sistematis bagi KKG dan MGMP di seluruh Indonesia.
Ada dua Paket Pembelajaran BERMUTU, yaitu Paket Pembelajaran Bidang Ilmu
untuk guru dan Paket Pembelajaran Manajemen untuk kepala sekolah dan
pengawas.

Tujuan
Terdapat 3 tujuan utama dari program ini.

Meningkatkan kompetensi guru, kepala sekolah, dan pengawas dalam


memperbaiki kualitas pengajaran.

Memberikan kontribusi pada peningkatan kualifikasi para peserta dengan


adanya angka kredit yang diberikan kepada yang berhasil menyelesaikan
program ini.

Memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas sistem pengembangan


tenaga profesional melalui tersedianya program kelompok kerja guru, kepala
sekolah, dan pengawas yang dapat diterapkan, sistematis, dan berkelanjutan.

Paket Pembelajaran Bidang Ilmu


Paket Pembelajaran Bidang Ilmu diharapkan akan meningkatkan kualifikasi dan
kompetensi guru dalam pembelajaran bidang ilmu secara profesional, serta
diarahkan untuk mencapai peningkatan keterampilan guru dalam:

melakukan kajian sistematis terhadap proses belajar mengajar dari beberapa


aspek, yaitu aspek kurikulum, aspek bidang ilmu, dan aspek praktek
mengajar;

merancang tindakan perbaikan secara cermat dan sistematis;

melaksanakan tindakan perbaikan, dan

melakukan refleksi terhadap proses belajar mengajar yang dilaksanakan,


menganalisis dampak perbaikan yang dijalankan, serta merangkum hasil-nya
untuk menjadi acuan untuk proses belajar mengajar berikutnya.

ii

PB/B.INGGRIS/SMP

PANDUAN PENGELOLAAN

Struktur Paket
Paket Pembelajaran Bidang Ilmu terdiri atas beberapa komponen:
(1) Bahan Belajar Mandiri (BBM) Generik yang memperkenalkan strategi belajar
yang diutamakan dalam Paket Pembelajaran Bidang Ilmu;
(2) Bahan Belajar Mandiri Bidang Studi per jenjang (4 mata pelajaran per SD
Kelas Tinggi dan SMP; satu-tematik-untuk Kelas Awal)
(3) Bahan Belajar Mandiri TIK (ICT) dalam pembelajaran;
(4) Laman (Website) Cakrawala guru sebagai media penyimpan (repository)
sumber belajar pendukung dan fasilitas interaksi, dan
(5) Bahan Belajar Mandiri Pengelolaan Program Belajar Bermutu, yang ditujukan
kepada Dinas setempat dan pengurus program Bermutu di tingkat KKG/MGMP.
Ruang Lingkup Paket Pembelajaran Bidang Ilmu dapat dilihat pada Tabel 1.
Jenjang

TIK

Kajian
Pengajaran

Bidang Ilmu

Bahan Belajar
Mandiri (BBM)
Tematik

Bahan Belajar
Mandiri (BBM)
TIK dalam
Pembelajaran

Bahan Belajar
Mandiri (BBM)
Generik

Tematik

Bahan Belajar
Mandiri (BBM)
SD/MI Kelas tinggi

Bahan Belajar
Mandiri (BBM)
TIK dalam
Pembelajaran

Bahan Belajar
Mandiri (BBM)
Generik

Maths
IPA
IPS
BInd

Bahan Belajar
Mandiri (BBM)
SMP/MTs

Bahan Belajar
Mandiri (BBM)
TIK dalam
Pembelajaran

Bahan Belajar
Mandiri (BBM)
Generik

Maths
IPA
BInd
BIngg

Tabel 1: Ruang Lingkup Paket Pembelajaran Bidang Ilmu


Bahan Belajar Mandiri (BBM) Generik mengembangkan tiga jenis strategi yang
terfokus pada peningkatan kompetensi guru dalam mengevaluasi dan
meningkatkan kemampuan mengajar, serta pengembangan kompetensi guru
menggunakan strategi tersebut. Ketiga strategi tersebut adalah sebagai berikut:
(1) menggunakan dan menuliskan studi kasus pribadi sebagai catatan
pengalaman mengajar;
(2) menggunakan beberapa strategi dalam Studi Pelajaran (Lesson Study),
terutama pengamatan dan pemodelan pengajaran di kelas terbuka,
refleksi kelompok dan perencanaan, serta
(3) menggunakan keterampilan PTK guna peningkatan pengajaran.
Bahan Belajar Mandiri (BBM) Program BERMUTU bertujuan memantapkan
pengetahuan, kapasitas dalam mengembangkan kurikulum, dan praktik mengajar
SI MASALAH/09/IPA

PB/B.INGGRIS/SMP

iii

PANDUAN PENGELOLAAN

para guru. Tiap-tiap aspek digali melalui keterampilan yang dipelajari dalam BBM
Generik untuk diterapkan pada bidang ilmu tertentu.
Bahan Belajar Mandiri TIK dalam Pembelajaran menyediakan kompetensi dasar
komputer yang relevan bagi para guru: dasar pengolah kata, dasar lembar sebar
untuk merekam kemajuan para siswa, dan penggunaan internet untuk pencarian
informasi.

Model Belajar Bermutu


Para guru diharapkan untuk menggunakan bahan-bahan ini secara kolaboratif di
dalam pertemuan-pertemuan KKG/MGMP. Di dalam pertemuan tersebut terjadi
pembelajaran sesama/ sejawat yang dipandu oleh guru pemandu. Sesi tatap
muka dari modul dirancang berdasarkan asumsi bahwa pertemuan KKG/MGMP
biasanya berlangsung selama 4 jam.
Bahan Belajar Mandiri ditujukan bagi guru pemandu yang akan memandu
pembelajaran guru di tingkat KKG/MGMP. Bahan Belajar Mandiri dimaksudkan
pula agar digunakan oleh para peserta KKG/MGMP sebagai paket pembelajaran
mandiri untuk memeriksa kembali yang mereka pelajari dalam sesi tatap muka;
untuk mengerjakan tugas-tugas yang terdapat di dalam paket; dan untuk
menggunakan bahan-bahan yang terdapat di dalamnya guna meningkatkan cara
mereka mengajar.
Pertemuan tatap muka ini ditindaklanjuti dengan kegiatan pembelajaran
terstruktur (Tugas Terstruktur) dan studi bebas (Tugas Belajar Mandiri). Dalam
Tugas Terstruktur setiap guru peserta menerapkan di kelas atau sekolah masingmasing hal-hal yang telah dipelajari. Hasil tugas terstruktur dari masing-masing
guru peserta akan menjadi dasar untuk belajar pada pertemuan KKG/MGMP
berikutnya.
Tugas belajar mandiri dimaksudkan untuk memantapkan, memperluas, dan
memperdalam pemahaman guru. Tugas belajar mandiri dilaksanakan pada setiap
tahap kegiatan. Uraian tugas terstruktur dan mandiri terdapat di dalam BBM.
Guru yang menyelesaikan paket Pembelajaran BERMUTU akan menghasilkan
portofolio belajar yang minimal terdiri atas: satu rancangan atau proposal PTK,
satu laporan PTK, dan 3 buah hasil kajian kritis.

Kerjasama dengan LPTK


Program Pembelajaran BERMUTU dirancang untuk membantu peningkatan
kualifikasi para guru. Sesuai dengan Undang-Undang No 14/2005 tentang Guru
dan Dosen, kesempatan recognition of prior learning (RPL) atau pengakuan hasil
belajar sebelumnya diciptakan melalui program studi yang sesuai yang
disampaikan di dalam kegiatan pengembangan profesional KKG dan MGMP.Bahan
Belajar Mandiri telah dikembangkan agar para guru dapat memperoleh angka
kredit dari program pembelajaran BERMUTU pada KKG dan MGMP. Jumlah jam
tatap muka dan jumlah jam tugas belajar mandiri didasarkan pada jumlah jam
yang diwajibkan pada alokasi SKS.

iv

PB/B.INGGRIS/SMP

PANDUAN PENGELOLAAN

Selain itu LPTK akan berpartisipasi dalam pembimbingan yang diberikan kepada
para guru khususnya dalam aspek PTK. Guna memenuhi persyaratan penjaminan
mutu untuk pengakuan studi para guru oleh LPTK, para dosen perlu menyediakan
pembimbingan setidaknya dua kali dalam 16 (enam belas) kali pertemuan. Sangat
direkomendasikan agar mereka mengunjungi titik-titik proses PTK yang
teridentifkasi di dalam tabel untuk membantu para guru menganalisis temuan
mereka. Para dosen juga akan menjadi asesor portofolio para guru.

Kalender pembelajaran program Bermutu


Setiap Paket Pembelajaran BERMUTU memiliki bobot untuk dipelajari selama 16
minggu dalam waktu 1 semester sampai satu tahun. Meskipun demikian, proses
pertemuan di KKG/MGMP diatur untuk mengakomodasikan peserta mempelajari
beberapa Paket Pembelajaran selama 16 kali pertemuan, sehingga diperoleh pola
pertemuan sebagai berikut.

SI MASALAH/09/IPA

PB/B.INGGRIS/SMP

Generik
Pendahuluan
(Model
BERMUTU

Identifikasi
Masalah

Perencanaan
Tindakan

Pelaksanaan
Tindakan

10

11

TIK/ICT
Analisis
dan
Interpretasi

Reflek
si dan
Tindak
Lanjut

Keterampilan TIK/ICT
1& 2

12

13

14

Bidang Ilmu
Identifika
-si
Masalah

Perencanaan
Tindakan

Penyusunan
Proposal

Tabel 2: Urutan Paket Pembelajaran BERMUTU

Pelaksanaan
Tindakan

15

16

Laporan
Analisis
dan
Interpreta
-si

Refleksi
dan
Perencanaan Siklus 2

Penyusunan
Laporan

PANDUAN PENGELOLAAN

vi
16 x pertemuan dalam waktu 1 tahun

PB/B.INGGRIS/SMP

PANDUAN PENGELOLAAN

Agar pembelajaran terkait bidang studi ini berhasil optimal, guru pemandu dan
guru peserta hendaknya mengikuti urutan belajar sebagaimana tampak dalam
Tabel 2. Dengan urutan ini keterampilan yang dibutuhkan untuk mengikuti BBM
ilmu sudah tercapai.

KESIMPULAN
Program BERMUTU diciptakan untuk membuka era baru pengembangan guru
yang diangkat berdasarkan Undang-Undang Tentang Guru dan Dosen. Program
ini mentransformasikan kelompok kerja guru menjadi sumber pengembangan
mutu profesional yang berkelanjutan.
Selain menggunakan bahan-bahan yang merupakan good practice yang telah
dikembangkan untuk peningkatan mengajar belajar, BERMUTU juga membangun
kompetensi guru ke arah yang lebih tinggi, dalam arti kompetensi untuk
membangun komunitas pembelajaran profesional sebagai sumber utama
peningkatan guru pada masa yang akan datang.

vii

PB/B.INGGRIS/SMP

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ........................................................................ i
Pendahuluan .......................................................................... ii
Daftar Isi .............................................................................. viii
Pedoman Penggunaan Bahan Belajar Mandiri .................................... xi
Pola Umum ............................................................................. xii
Pemetaan Kompetensi ................................................................ xvii
IDENTIFIKASI MASALAH ...............................................................
1. Pengantar ...........................................................................
a. Kedudukan Identifikasi Masalah dalam Pembelajaran ..................
b. Pentingnya Prosedur Identifikasi Masalah .................................
c. Ruang Lingkup.................................................................
d. Petunjuk Kegiatan Pembelajaran ..........................................
2. Kompetensi dan Indikator Pencapaian Kompetensi ...........................
3. Persiapan ............................................................................
4. Sumber Belajar .....................................................................
5. Kegiatan Belajar ...................................................................
6. Penilaian ............................................................................
Lampiran - lampiran ..................................................................

1
2
2
2
3
3
5
6
7
8
12
13

PERENCANAAN .........................................................................
1. Pengantar ...........................................................................
a. Kedudukan Perencanaan dalam Pembelajaran ...........................
b. Pentingya Langkah Perencanaan ...........................................
c. Ruang Lingkup.................................................................
d. Petunjuk Kegiatan Pembelajaran ..........................................
2. Kompetensi dan Indikator Pencapaian Kompetensi ...........................
3. Persiapan............................................................................
4. Sumber Belajar .....................................................................
5. Kegiatan Belajar ...................................................................
6. Penilaian ............................................................................
Lampiran - lampiran ..................................................................

27
28
28
28
28
29
31
32
33
34
39
39

PENYUSUNAN PROPOSAL .............................................................


1. Pengantar ...........................................................................
a. Kedudukan Topik Penyusunan Proposal ...................................
b. Pentingnya Prosedur Penyusunan Proposal ...............................
c. Ruang Lingkup.................................................................
d. Petunjuk Kegiatan ............................................................
2. Kompetensi dan Indikator Pencapaian Kompetensi ...........................
3. Persiapan ............................................................................
4. Sumber Belajar .....................................................................

48
49
49
50
50
50
51
52
53

viii

PB/B.INGGRIS/SMP

DAFTAR ISI

5. Kegiatan Belajar.................................................................... 54
6. Penilaian ............................................................................ 59
Lampiran - lampiran .................................................................. 60
PELAKSANAAN TINDAKAN DAN PENGUMPULAN DATA .............................
1. Pengantar ...........................................................................
a. Kedudukan Pelaksanaan Tindakan dan Pengumpulan Data .............
b. Pentingnya Prosedur Pelaksanaan Tindakan dan Pengumpulan Data .
c. Ruang Lingkup .................................................................
d. Petunjuk Kegiatan ............................................................
2. Kompetensi dan Indikator Pencapaian Kompetensi ...........................
3. Persiapan...........................................................................
4. Sumber Belajar ....................................................................
5. Kegiatan ............................................................................
6. Penilaian ...........................................................................
Lampiran - lampiran .................................................................

65
66
66
66
67
67
69
69
70
71
75
76

ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA ................................................. 93


1. Pengantar .......................................................................... 94
2. Kompetensi dan Indikator Pencapaian Kompetensi .......................... 95
3. Persiapan........................................................................... 96
4. Sumber Belajar .................................................................... 97
5. Kegiatan Belajar .................................................................. 98
6. Penilaian ........................................................................... 104
Lampiran - lampiran ................................................................ 104
REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT .....................................................
1. Pengantar ..........................................................................
a. Kedudukan Refleksi .........................................................
b. Fungsi Refleksi ...............................................................
c. Ruang Lingkup ...............................................................
d. Petunjuk Kegiatan ...........................................................
2. Kompetensi dan Indikator Pencapaian Kompetensi ..........................
3. Persiapan...........................................................................
4. Sumber Belajar ....................................................................
5. Kegiatan Belajar ..................................................................
6. Penilaian ...........................................................................
Lampiran - lampiran .................................................................

114
115
116
116
116
117
117
118
119
120
127
128

PENYUSUNAN LAPORAN ..............................................................


1. Pengantar ..........................................................................
a. Kedudukan Topik Penyusunan Laporan ...................................
b. Pentingnya Topik Penyusunan Laporan ...................................
c. Ruang Lingkup ................................................................
d. Petunjuk Kegiatan ...........................................................

131
132
132
132
132
132

PB/B.INGGRIS/SMP

ix

DAFTAR ISI

2. Kompetensi dan Indikator Pencapaian Kompetensi ..........................


3. Persiapan...........................................................................
4. Sumber Belajar ....................................................................
5. Kegiatan Belajar ..................................................................
6. Penilaian ...........................................................................
Lampiran - lampiran .................................................................

134
134
136
136
139
139

PENYUSUNAN LAPORAN 2 (LANJUTAN) ............................................


1. Pengantar ..........................................................................
a. Kedudukan Topik Penyusunan Laporan.....................................
b. Pentingnya Topik Penyusunan Laporan ....................................
c. Ruang Lingkup .................................................................
d. Petunjuk Kegiatan .............................................................
2. Kompetensi dan Indikator Pencapaian Kompetensi ..........................
3. Persiapan...........................................................................
4. Sumber Belajar ....................................................................
5. Kegiatan Belajar ..................................................................
6. Penilaian ...........................................................................
Lampiran - lampiran .................................................................

162
163
163
163
163
164
166
166
167
167
169
170

PB/B.INGGRIS/SMP

PEDOMAN PENGGUNAAN

PEDOMAN PENGGUNAAN
BAHAN BELAJAR MANDIRI
BIDANG STUDI BAHASA INGGRIS SMP
Bahan Belajar Mandiri (BBM) Bahasa Inggris pada dasarnya ini disusun untuk
menjadi pedoman bagi guru pemandu dan guru anggota MGMP dalam
melaksanakan kegiatan belajar dalam upaya meningkatkan kemampuan diri dan
memperbaiki kualitas pem-belajaran melalui implementasi Program BERMUTU.
Kegiatan belajar guru peserta di MGMP dalam Program BERMUTU menggunakan
pendekatan PTK, Lesson Study, dan Case Study. Melalui penerapan kegiatan
PTK, Lesson Study, dan Case Study, diharapkan guru peserta dapat melakukan
pengkajian dan perbaikan pembelajaran secara komprehensif.
Kegiatan belajar guru peserta di MGMP akan dilakukan minimal 16 kali
pertemuan (tatap muka) masing-masing 4 x 50 menit, ditambah dengan tugastugas terstruktur dan mandiri. Dari 16 kali pertemuan MGMP, 6 kali pertemuan
pertama guru peserta dan pemandu melaksanakan kegiatan belajar
menggunakan BBM Generik, berikutnya 2 kali pertemuan belajar dengan BBM
ICT, dan 8 kali pertemuan berikutnya belajar menggunakan BBM Bidang Studi.
Bahan Belajar Mandiri (BBM) Generik dan BBM ICT digunakan untuk semua guru
peserta dari jenjang SD dan SMP serta untuk semua bidang studi. Sementara itu
BBM Bidang Studi disiapkan spesifik untuk setiap jenjang dan bidang studi.
Alur kegiatan belajar, mulai dari pertemuan pertama sampai pertemuan
terakhir mengikuti alur yang dijelaskan pada Pola Umum Kegiatan Belajar
Guru peserta dalam Program BERMUTU. Pada prinsipnya guru peserta harus
secara aktif mengikuti kegiatan belajar tatap muka, kemudian menyelesaikan
tugas-tugas terstruktur dan tugas mandiri. Tugas-tugas tersebut disusun dengan
pertimbangan tidak terlalu memberatkan guru peserta. Karena pada dasarnya
setiap guru peserta yang mengikuti kegiatan Program BERMUTU tetap
menjalankan tugas mengajar rutin di sekolahnya.
Selain menggunakan BBM para guru peserta juga menggunakan kumpulan
sumber belajar yang disiapkan, dan menggunakan hasil kerjanya dalam Buku
Kerja Guru. Sumber belajar dihimpun dalam dua bentuk, yakni berupa bahan
cetak dan kumpulan file komputer. Kegiatan belajar dalam Program BERMUTU
ini menuntut partisipasi aktif para peserta agar alur kegiatan belajar dapat
dilaksanakan, serta tujuan yang ditetapkan dapat dicapai seperti yang
diharapkan.

PB/B.INGGRIS/SMP

xi

xii
Pertemuan
9

Topik

Kegiatan Pokok dalam Tatap Muka


(Kegiatan Pemandu dan Peserta)

Pertemuan ke 9:
Identifikasi Masalah

Peserta dengan difasilitasi Pemandu:


1) melaksanakan curah pendapat
(brainstorming) mengenai masalahmasalah yang dihadapi guru dalam
pembelajaran,
2) berlatih mengidentifikasi masalah dari
studi kasus (Case Study). Dilanjutkan
dengan menganalisis faktor penyebab
timbulnya masalah dan merumuskan
masalah,
3) berlatih merumuskan masalah
berdasarkan masalah yang dipilih oleh
masing-masing guru peserta belajar di
MGMP, dan
4) berlatih mengklasifikasi masalah ke dalam
aspek pengembangan kurikulum, materi
subjek, dan praktik pembelajaran.

Tugas
Terstruktur
1) Melaksanakan
pembelajaran dan diamati
oleh rekan sejawat
2) Menyusun studi kasus
3) Menentukan masalah dan
kalimat rumusan masalah
yang akan dicari solusinya

Mandiri
Mempelajari buku
sumber yang terkait
dengan topik yang
sudah dipelajari
(Identifikasi Masalah)
dan yang akan
didiskusikan pada
pertemuan
selanjutnya
(perencanaan
tindakan)

POLA UMUM

POLA UMUM KEGIATAN BELAJAR GURU DI MGMP BAHASA INGGRIS SMP DALAM PROGRAM BERMUTU

PB/B.INGGRIS/SMP

Pertemuan ke 10:
Perencanaan

11

Pertemuan ke 11:
Penyusunan Proposal

Peserta dengan difasilitasi Pemandu:


1) berdiskusi tentang rumusan masalah dari
masing-masing guru (dalam kelompok
kecil/ berpasangan),
2) berlatih menyusun rencana tindakan dan
instrumennya (secara pleno, satu masalah
terpilih), dan
3) berlatih menyusun rencana tindakan dan
instrumen (berdasarkan rumusan masalah
dari masing-masing peserta).

Melanjutkan penulisan
rencana tindakan dan
menyusun instrumen untuk
pengambilan data

Mempelajari buku
sumber yang terkait
dengan topik
(Perencanaan
Tindakan) atau yang
dirujuk dalam BBM

Peserta dengan difasilitasi Pemandu:


1) Mendiskusikan tentang rencana tindakan
dari masing-masing guru (dalam kelompok
kecil/berpasangan)
2) Berlatih menyusun proposal (secara
pleno, dari satu masalah terpilih, dan
menetapkan calon guru model)
3) Setiap peserta berlatih menyusun
proposal (berdasarkan rumusan masalah
masing-masing)

Melanjutkan penulisan
Proposal PTK berdasarkan
masalah yang dipilih oleh
masing-masing guru.

1) Mempelajari buku
sumber yang
terkait dengan
topik (Penyusunan
Proposal)
2) Menyiapkan
pelaksanaan open
class (tugas khusus
untuk calon guru
model)

POLA UMUM

PB/B.INGGRIS/SMP

10

xiii

xiv

12

Pertemuan ke 12:

13

Pertemuan ke 13:
Analisis dan
Interpretasi Data

PB/B.INGGRIS/SMP

1) Melaksanakan pelaksanaan
tindakan di sekolah masingmasing (disarankan
berpasangan dengan
peserta lain agar dapat
saling mengobservasi, atau
meminta observer dari
teman guru di sekolahnya.
2) Menyusun Case Study
3) Mengumpulkan data
(kompilasi)

1) Mempelajari buku
sumber yang
terkait dengan
topik (Pelaksanaan
Tindakan) atau
yang dirujuk dalam
BBM.
2) Menpelajari contoh
rencana tindakan
dari laporanlaporan PTK

Peserta dengan difasilitasi Pemandu:


1) berlatih menganalisis dan menginterpretasi
data (secara pleno, dari salah satu
peserta/open class), dan
2) berlatih melakukan analisis dan
interpretasi data (berdasarkan data dari
masing-masing peserta).

1) Melanjutkan analisis dan


interpretasi data.
2) Menuliskan hasil analisis
dan interpretasi data

1) Mempelajari buku
sumber yang
terkait dengan
topik (Analisis dan
Interpretasi Data)
2) Menpelajari contoh
rencana tindakan
dari laporanlaporan PTK.

POLA UMUM

Pelaksanaan Tindakan

Peserta dengan difasilitasi Pemandu:


1) mempersiapkan pelaksanaan open class
di di sekolah tempat kegiatan. Kegiatan
persiapan meliputi klarifikasi kesiapan
kelas dan penjelasan skenario
pembelajaran serta penggunaan
instrumen oleh Pemandu dan Guru
Model,
2) melaksanakan tindakan (open class) oleh
guru model, peserta yang lain
mengobservasi,
3) mlakukan diskusi refleksi berdasarkan
hasil observasi (secara pleno, dipimpin
Pemandu), dan
4) berdiskusi atau membahas draf proposal
dari masing-masing guru (dalam
kelompok kecil /berpasangan).

Pertemuan ke 14:
Refleksi dan

Peserta dengan difasilitasi Pemandu:


1) berdiskusi tentang hasil analisis dan
interpretasi data dari masing-masing guru
(dalam kelompok kecil/berpasangan),
2) berlatih merefleksi hasil pelaksanaan
tindakan berdasarkan hasil analisis dan
interpretasi data serta menyusun rencana
tindakan Siklus II (secara pleno, dari salah
satu hasil terpilih atau dari data open
class, dipimpin oleh Pemandu,

1) Melanjutkan menulis hasil


refleksi dan rencana
tindakan pada siklus II.
2) Melaksanakan tindakan
siklus II di sekolah masingmasing (disarankan
berpasangan atau meminta
observer dari teman di
sekolahnya, diberi waktu 23 minggu)

1) Mempelajari buku
sumber yang
terkait dengan
topik (Refleksi dan
Tindakan Lajut)
2) Mempelajari contoh
hasil refleksi dari
contoh-contoh
laporan PTK

Melanjutkan penulisan
Laporan PTK (sampai
menjadi draf-1)

1) Membaca buku
rujukan untuk
memperoleh
tambahan rujukan
ilmiah untuk
melengkapi
pembahasan.
2) Mempelajari contoh
format penulisan
laporan dari
contoh-contoh
laporan PTK.

3) berlatih melakukan refleksi dan menyusun


rencana tindakan untuk siklus 2
berdasarkan data/hasil tindakan masingmasing peserta, dan
4) berdiskusi tentang rencana tindakan untuk
Siklus II dari masing-masing peserta.
15

PERTEMUAN KE 15:
PENYUSUNAN LAPORAN

xv

Peserta dengan difasilitasi Pemandu:


1) berdiskusi tentang hasil pelaksanaan
tindakan Siklus II yang sudah dianalisis,
diinterpretasi dan direfleksikan dari
masing-masing guru (dalam kelompok
kecil/berpasangan),
2) brlatih menyusun laporan (secara pleno,
dari salah satu hasil PTK terpilih, dipimpin
oleh Pemandu), dan
3) berlatih menyusun laporan PTK
berdasarkan hasil PTK dalam dua siklus dari
masing-masing peserta.

POLA UMUM

PB/B.INGGRIS/SMP

14

xvi

16

PERTEMUAN KE 16:

1) Merampungkan penulisan
laporan akhir (termasuk
penjilidan)
2) Melengkapi Lembar Kerja
Guru/Portofolio.

Membaca buku
rujukan untuk
memperoleh
tambahan rujukan
ilmiah untuk
melengkapi
pembahasan.

POLA UMUM

PENYUSUNAN LAPORAN

Peserta dengan difasilitasi Pemandu:


1) berdiskusi dalam kelas (secara pleno)
untuk membahas contoh hasil penulisan
laporan draf-1 dari salah satu peserta.
2) berdiskusi dalam kelompok
kecil/berpasangan untuk membahas hasil
penulisan laporan draf-1 dari masingmasing peserta, dan
3) melanjutkan penyelesaian penulisan
laporan PTK oleh masing-masing peserta.

PB/B.INGGRIS/SMP

PEMETAAN KOMPETENSI

PEMETAAN KOMPETENSI BAHAN BELAJAR MANDIRI BAGI GURU


BAHASA INGGRIS SMP

Kegiatan Pendukung Kompetensi


Kompetensi Guru

Topik

Tatap Muka

Tugas
Terstruktur

Tugas Belajar
Mandiri

A. Pedagogik
1. Mengembangkan
kurikulum yang
terkait dengan
mata pelajaran
yang diampu.

Perencanaan

2. Menyelenggarakan Perencapembelajaran
naan
yang mendidik

Mempelajari
silabus dan
menyusun RPP

Membicarakan
model
pembelajaran
yang sesuai
dengan
topiksyang akan
diajarkan

Membuat
perangkat
pembelajaran
yang meliputi
silabus, RPP,
dan bahan
ajar (LKS)
berdasarkan
rencana
tindakan

Menentukan
media
pembelajaran
yang dapat
membantu siswa
memahami topik
yang akan
diajarkan
Pelaksanaan

3. Mengembangkan
instrumen
penilaian

Perencanaan

Melaksanakan
pembelajaran
sesuai dengan
rencana
tindakan
Menyusun
instrumen
penilaian (alat
pengumpul data
hasil belajar)
Mengembangkan
instrumen
observasi

PB/B.INGGRIS/SMP

xvii

PEMETAAN KOMPETENSI

(mengumpulkan
bukti atau data
proses
pembelajaran)
Pelaksanaan

Mengumpulkan
data tentang
hasil pelaksanaan
dengan
menggunakan
instrumen yang
sesuai

1. Menguasai materi,
struktur, konsep,
dan pola pikir
keilmuan yang
mendukung mata
pelajaran yang
diampu

Identifikasi
Masalah

Menentukan
masalah yang
akan di-PTK-kan
sesuai dengan
hasil yang telah
dibicarakan

2. Mengembangkan
keprofesionalan
secara berkelanjutan
dengan
melakukan
tindakan
reflektif.

Identifikasi
Masalah

Mengidentifikasi
masalah,
menganalisis
masalah, dan
merumuskan
masalah dari
berbagai sumber

Mengidentifikasi masalah
yang
menghambat
proses
pembelajaran
dan solusi
yang
digunakan

Penyusunan
Proposal

Menganalisis
bagian-bagian
proposal

Menyusun
proposal
tindakan
kelas

Menelaah
teknik atau
cara penyusunan proposal

Analisis dan
Interpretasi

Memilah data ke
dalam data
kualitatif dan
data kuantitatif,
mengorganisasikan data,
menganalisis, dan
menginterpretasikannya

Menganalisis
data hasil
tindakan dan
membuat
interpretasinya

Mempelajari
contoh mengorganisasikan
data,

Berlatih
melakukan
refleksi terhadap
tindakan yang
sudah dilakukan
dan menentukan

Membuat
refleksi
tindakan
pertama dan
merancang
tindak lanjut

B. Profesional

Refleksi
dan Tindak
Lanjut

xviii

Menganalisis,
mengintepretasikan,
serta
merefleksikan
hasil PTK

PB/B.INGGRIS/SMP

PEMETAAN KOMPETENSI

Penyusunan
Laporan

tindak lanjutnya

untuk
tindakan
selanjutnya

Menghimpun
data
atau
dokumen hasil
pelaksanaan
tindakan siklus 1
dan 2

Menuliskan
hasil
penelitian
sesuai
sistematika/
komponenkomponen
laporan PTK

Menilai laporan
PTK
sesuai
kriteria
penilaian
laporan
PTK
yang dirujuk
3. Memanfaatkan
teknologi
informasi dan
komunikasi untuk
mengembangkan
diri

PB/B.INGGRIS/SMP

Semua
topik

Menyeminarkan
hasil PTK

Menyusun
kajian kritis
dari sumber
belajar yang
tersedia dan
sumber yang
relevan di
website

xix

IDENTIFIKASI MASALAH

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

BAHAN BELAJAR MANDIRI


Topik

Identifikasi Masalah

Alokasi waktu

4 jam tatap muka(4 x 50


menit), 6 jam tugas
terstruktur (6 x 50
menit) dan 6 jam tugas
mandiri (6 x 50 menit)

Pertemuan

ke-9

Sebelum pertemuan ini dimulai, guru peserta


sebaiknya

telah

memahami

materi

pada

pertemuan sebelumnya, antara lain (1) pengenalan


proses pembelajaran BERMUTU, (2) pengenalan
PTK, Lesson Study, dan Case Study, serta (3)
pelaksanaan PTK model BERMUTU. Pemahaman
materi

tersebut

merupakan

prasyarat

untuk

memulai diskusi prosedur identifikasi masalah.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

IDENTIFIKASI MASALAH

1. PENGANTAR
Bahan Belajar Mandiri (BBM) pada pertemuan ini
ditujukan untuk guru pemandu yang akan memandu
kegiatan belajar di MGMP bahasa Inggris SMP dalam
merefleksi pembelajaran yang telah dilakukan sebagai
dasar untuk memperbaiki kinerja pembelajaran dan
mengidentifikasi masalah sebagai dasar penyusunan
rencana PTK. Sebagai bahan untuk melatih guru, BBM
ini memberikan contoh cara melakukan prosedur awal
Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Selanjutnya, guru
peserta dapat menerapkan contoh tersebut pada
masalah lain.
Sebelum pembelajaran dimulai, agar lebih terarah dan
terfokus, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh
guru pemandu. Hal-hal tersebut di antaranya adalah
berikut ini.

a.

Kedudukan Identifikasi Masalah dalam


Pembelajaran
Identifikasi masalah merupakan topik bahasan pada
pertemuan minggu ke-8 dari 16 pertemuan dalam
proses belajar BERMUTU. Topik yang merupakan bagian
dari tahap perencanaan, yaitu tahap pertama dari
empat tahap utama dalam PTK ini pada dasarnya
adalah aplikasi topik generik yang telah dipelajari
dalam pertemuan sebelumnya.

b.

Pentingnya Prosedur Identifikasi Masalah


Identifikasi masalah merupakan langkah awal dalam
pelaksanaan PTK, karena PTK bertolak dari adanya
permasalahan dalam kegiatan pembelajaran yang
dilakukan guru peserta. Tanpa adanya permasalahan,
langkah berikutnya tidak akan bisa direncanakan dan
PTK tidak dapat dilaksanakan. Setelah menyadari
adanya masalah, guru peserta
memikirkan cara
pememecahannya
untuk
meningkatkan
kualitas
pembelajaran yang dikelolanya. Jadi, tahapan ini
sangat penting dilakukan karena merupakan modal
dasar
untuk
perbaikan
kinerja
guru
dalam
pembelajaran.

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

IDENTIFIKASI MASALAH

c. Ruang Lingkup
Pada pembelajaran Bahasa Inggris, masalah yang
dihadapi guru peserta berkenaan dengan tiga hal,
meliputi pengembangan kurikulum, penguasaan materi,
dan pelaksanaan pembelajaran. Aspek pengembangan
kurikulum meliputi pemahaman tujuan mata pelajaran,
kemampuan menganalisis standar kompetensi dan
kompetensi dasar, pengembangan silabus, RPP, dan
penilaian. Penguasaan materi meliputi pemahaman
dan penguasaan materi dalam aspek mendengarkan,
berbicara, membaca, dan menulis, serta tata bahasa
dan kosakata. Sedangkan, pelaksanaan pembelajaran
mencakup pemilihan strategi/model pembelajaran,
pendekatan,
metode,
media
pembelajaran,
pengelolaan kelas dan penilaian proses dan hasil
belajar. Berdasarkan hal tersebut, ruang lingkup
pembahasan dalam topik ini adalah permasalahan yang
terkait dengan keterampilan mengidentifikasi masalah
tersebut.

d. Petunjuk Kegiatan Pembelajaran


Agar pemahaman terhadap langkah ini lebih baik, ada
dua sesi yang harus ditempuh, yaitu sesi tatap muka di
MGMP (4 x 50 menit), tugas terstruktur (6 x 50 menit)
dan tugas mandiri (6 x 50 menit).

Kegiatan Tatap Muka


Kegiatan pembelajaran pada sesi ini berupa diskusi
prosedur identifikasi masalah. Dalam kegiatan ini guru
pemandu memandu guru peserta untuk melakukan halhal berikut.
Curah pendapat (brainstorming) mengenai
permasalahan yang dihadapi pada waktu
pembelajaran.
Diskusi untuk memahami cara mengidentifikasi
masalah dari berbagai sumber belajar.
Latihan mengidentifikasi masalah, menganalisis
masalah, dan merumuskan masalah berdasarkan
case study yang tersedia.

Kegiatan Mandiri
Setelah kegiatan belajar tatap muka di forum MGMP,
guru peserta diharuskan melakukan kegiatan mandiri,
yaitu mengerjakan tugas terstruktur dan belajar
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

IDENTIFIKASI MASALAH

mandiri. Kegiatan ini sebagai bagian dari kegiatan


tetap muka di MGMP. Hal-hal yang harus dilakukan
untuk
mendukung
kegiatan
tersebut
dapat
dideskripsikan berikut ini.

Tugas Terstruktur
(1) Guru peserta melakukan pembelajaran di kelas.
Proses pembelajaran diamati oleh teman sejawat
dengan menggunakan lembar observasi yang telah
disediakan.
(2) Setelah pembelajaran selesai, guru peserta
merenungkan proses pembelajaran tersebut dan
menuangkannya dalam refleksi tertulis.
(3) Hasil refleksi, hasil observasi dari teman sejawat,
RPP, LKS, dan hasil kerja siswa dibuat dalam
laporan singkat dan dibahas pada pertemuan
berikutnya di forum MGMP.
(4) Laporan tugas terstruktur akan menjadi salah satu
tagihan yang akan dijadikan bukti untuk melihat
ketercapaian indikator hasil belajar dan dijadikan
bahan portofolio guru

Tugas Mandiri
(1) Menugasi guru peserta untuk membaca dan
memahami langkah identifikasi masalah dari
sumber belajar
(2) Membuat identifikasi masalah dan membawanya
dalam pertemuan berikut di forum MGMP.

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

IDENTIFIKASI MASALAH

2. KOMPETENSI DAN INDIKATOR


PENCAPAIAN KOMPETENSI
Kompetensi yang hendak dicapai pada pertemuan ini
ditunjukkan dalam indikator pencapaian kompetensi.
Kompetensi
Mengidentifikasi dan merumuskan
masalah
PTK
dalam
pembelajaran bahasa Inggris di
SMP

Indikator Pencapaian Kompetensi


a. Menentukan
ruang
lingkup
permasalahan
dalam
pembelajaran bahasa Inggris
b. Mengidentifikasi permasalahan
yang bisa dijadikan PTK dalam
pembelajaran bahasa Inggris
c. Mengklasifikasi permasalahan
dalam pembelajaran bahasa
Inggris
d. Menganalisis
permasalahan
dalam pembelajaran bahasa
Inggris
e. Merumuskan
masalah
yang
terkait dengan pembelajaran
bahasa Inggris

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

IDENTIFIKASI MASALAH

3. PERSIAPAN
Untuk melaksanakan pembelajaran topik identifikasi
masalah, diperlukan persiapan seperti berikut ini.
a. Guru pemandu mempelajari topik dan sumber
belajar yang relevan.
b. Guru pemandu menyiapkan bahan ajar dalam
bentuk tayang Bahan Ajar atau bentuk lain.

Bahan Ajar 1

Pengantar Pembelajaran Pertemuan Identifikasi


Masalah

Bahan Ajar 2

Kedudukan Identifikasi Masalah dalam PTK

Bahan Ajar 3

Contoh Daftar Masalah dalam Pembelajaran B.Inggris

Bahan Ajar 4

Format Pengklasifikasian Permasalahan dalam


Pembelajaran Bahasa Inggris

Bahan Ajar 5

Masalah dan Perumusannya

Bahan Ajar 6

Pertanyaan untuk Diskusi

Bahan Ajar 7

Contoh Jawaban Pertanyaan Guru tentang Case Study

Bahan Ajar 8

Contoh Analisis dan Rumusan Masalah

Bahan Ajar 9

Rangkuman

Bahan Ajar 10

Tugas Terstruktur dan Tugas Mandiri

c. Guru pemandu menyiapkan format penilaian untuk


mengukur keberhasilan pembelajaran
d. Guru pemandu menyiapkan case study
e. Guru pemandu menyiapkan alat pembelajaran,
seperti ATK, papan tulis, kertas plano, spidol,
OHP, plastik tranparancies, LCD dan laptop (jika
memungkinkan).

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

IDENTIFIKASI MASALAH

4. SUMBER BELAJAR
Sumber belajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran topik ini
antara lain:

Sumber belajar 1

Handout pembelajaran topik identifikasi masalah

Sumber belajar 2

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata


Pelajaran Bahasa Inggris SMP/MTs (disediakan pada
waktu pelatihan)

Sumber belajar 3

Format Penilaian Proses Pembelajaran

Sumber belajar 4

Format Penilaian Produk

Sumber belajar 5

Format Observasi Kegiatan Pembelajaran

Sumber belajar 6

Contoh case study dalam pelaksanaan pembelajaran


bahasa Inggris Miming, membuat Sedih, Senang dan
Tertawa

5. KEGIATAN BELAJAR
Kegiatan 1

Kegiatan 2

Kegiatan 3

Pengantar

Curah Pendapat

(10 menit)

Diskusi
Kelompok

(30 menit)

Kegiatan 6
Penutup
PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
(10 menit)

(90 menit)

Kegiatan 5
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

Presentasi

(60 menit)

IDENTIFIKASI MASALAH

Kegiatan 1

Pengantar
Langkah
awal
pembelajaran
guru
pemandu
mengucapkan salam dan menginformasikan topik yang
akan dipelajari, kompetensi, indikator pencapaian
kompetensi, ruang lingkup pembelajaran, dan kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan melalui tayangan
Bahan Ajar 1: Pengantar Pembelajaran Identifikasi
Masalah
Langkah selanjutnya, guru pemandu memberikan
penguatan kedudukan identifikasi masalah dalam
tahapan pelaksanaan PTK. Kedudukan identifikasi
masalah dapat dilihat melalui tayangan Bahan Ajar 2:
Kedudukan Identifikasi Masalah dalam PTK. Untuk
mengingatkan, sebelum menanyangkan Bahan Ajar
sebaiknya guru peserta dipandu dengan pertanyaanpertanyaan berikut.
Mengapa identifikasi masalah perlu dilakukan
dalam PTK?
Bagaimana hubungan identifikasi masalah dengan
langkah selanjutnya dalam penelitian tindakan
kelas pembelajaran bahasa Inggris?

Pada saat menayangkan Bahan Ajar 2, guru pemandu


mengingatkan kembali bahwa Identifikasi Masalah
berada pada tahapan Refleksi Awal. Refleksi awal
dilakukan oleh guru peserta berkolaborasi dengan
teman sejawat atau praktisi lain untuk mencari
informasi dalam mengenali dan mengetahui kondisi
awal permasalahan yang akan dicarikan solusinya.
Refleksi awal dapat dilakukan dengan cara menelaah
kekuatan atau kelemahan suatu proses pembelajaran
yang telah dilakukan baik dari aspek diri sendiri, siswa,
sarana atau sumber/lingkungan belajar, aspek
pengembangan kurikulum, materi subjek, dan
pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan temuan awal,
diskusi/kegiatan difokuskan pada identifikasi masalah
yang nyata, jelas, dan mendesak untuk dicarikan
solusinya.

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

IDENTIFIKASI MASALAH

Kegiatan 2

Curah Pendapat (Brainstorming)


Guru pemandu memandu kegiatan curah pendapat
mengenai berbagai masalah yang dihadapi dalam
pembelajaran Bahasa Inggris di SMP. Sebagai langkah
awal agar kegiatan curah pendapat berjalan dengan
baik, guru pemandu dapat menggunakan pertanyaan
pemandu berikut.
-

Apakah Anda pernah mengalami kesulitan dalam


pembelajaran Bahasa Inggris? Coba sebutkan! Apa
yang menyebabkan hal tersebut?

Berdasarkan hasil curah pendapat, guru pemandu


mengumpulkan dan menuliskan di papan tulis
permasalahan yang sering dihadapi para guru peserta.
Sebagai pembanding, guru pemandu menayangkan
Bahan Ajar 3: Contoh Daftar Masalah dalam
Pembelajaran Bahasa Inggris. Selanjutnya, guru
pemandu meminta guru peserta duduk berkelompok.
Satu kelompok terdiri atas
4 orang untuk menelaah
dan mengklasifikasi permasalahan ke dalam aspek
pengembangan kurikulum, materi subjek, dan
pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan
format
terlampir
(Bahan
Ajar
4:
Format
Pengklasifikasian Permasalahan dalam Pembelajaran
Bahasa Inggris).
Selanjutnya, guru pemandu meminta salah satu
kelompok untuk melaporkan hasil diskusinya dan
meminta anggota kelompok lain untuk menyimak dan
menanggapinya. Sebagai penguatan, guru pemandu
mengingatkan guru peserta pada topik sebelumnya
yang telah dipelajari dalam materi generik PTK
mengenai makna masalah dan ciri-ciri rumusan masalah
dengan menggunakan tayangkan Bahan Ajar
5:
Masalah dan Perumusannya

Kegiatan 3

Case Study dan Diskusi Kelompok


Setelah para guru peserta memiliki persepsi yang sama
mengenai makna masalah dan rumusan masalah, guru
pemandu
mengajak
mereka
untuk
berlatih
mengidentifikasi masalah pada case study beberapa
hal yang tak terduga (Sumber Belajar 4). Mintalah
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

IDENTIFIKASI MASALAH

salah seorang guru peserta untuk membacakan case


study tersebut. Selanjutnya, guru pemandu meminta
para guru peserta untuk menanggapi pengalaman yang
direkam dalam case study tersebut secara bebas.
Tujuan diskusi bebas ini adalah menarik rasa empati
dan ownership atas masalah yang mungkin pernah
mereka alami sendiri.
Langkah selanjutnya, guru inti meminta guru peserta
duduk berkelompok kembali untuk menjawab
pertanyaan yang telah dipersiapkan guru inti (Bahan
Ajar 6: Pertanyaan untuk Diskusi). Setelah itu, guru
peserta
diminta
untuk
mengklasifikasikan
permasalahan yang dihasilkan dari case studi dan
diskusi kelompok ke dalam aspek pengembangan
kurikulum,
materi
subjek,
dan
pelaksanaan
pembelajaran dengan menggunakan format terlampir.
Kemudian, guru pemandu minta kelompok untuk
mengidentifikasi salah satu permasalahan yang sangat
penting dan merumuskannya.

Kegiatan 4

Presentasi
Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil
diskusinya dan kelompok lain menanggapinya. Setelah
selesai, guru pemandu memberikan penguatan dengan
menanyangkan Bahan Ajar 7: Contoh jawaban
pertanyaan guru tentang case study. Kemudian, guru
pemandu memperlihatkan bagaimana rumusan masalah
bisa ditarik dari analisis masalah yang dilakukan (Bahan
Ajar 8: Contoh analisis dan rumusan masalah).

Kegiatan 5

Penutup (Tanya Jawab, Rangkuman,


Refleksi, dan Tindak Lanjut)
Guru pemandu memberikan kesempatan kepada guru
peserta untuk mengajukan pertanyaan atau pernyataan
terkait dengan topik identifikasi masalah. Setelah
tanya jawab, guru peserta diminta untuk merangkum
pembelajaran dan diperkuat oleh guru pemandu
dengan menayangkan Bahan Ajar 9: Rangkuman
Pembelajaran Identifikasi Masalah
Pada langkah selanjutnya, guru pemandu dan guru
peserta melakukan refleksi pembelajaran. Kegiatan ini
dilakukan dengan cara mengecek apakah indikator
yang telah ditetapkan dalam mempelajari topik pada
pertemuan
ini telah tercapai. Berdasarkan hal

10

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

IDENTIFIKASI MASALAH

tersebut, guru pemandu memberikan arahan tindak


lanjut pembelajaran dengan memberikan kegiatan
mandiri yang berupa tugas struktur dan tugas belajar
mandiri. Tugas terstrukur yang harus dikerjakan guru
pembelajar sesuai dengan langkah yang disusun pada
Pengantar. Tugas ini dituliskan dalam Buku Kerja. Guru
pemandu
mengingatkan
guru
peserta
dengan
menayangkan Bahan Ajar 9: Tugas Terstruktur dan
Tugas Belajar Mandiri. Kemudian guru pemandu
mengakhiri kegiatan dengan ucapan salam dan
informasikan topik bahasan pertemuan minggu
berikutnya yang akan dibahas, yaitu Perencanaan.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

11

IDENTIFIKASI MASALAH

6. PENILAIAN
Penilaian pencapaian hasil belajar guru peserta
dilakukan melalui pengamatan proses pembelajaran.
Penilaian terhadap guru peserta dalam proses belajar
dapat mencakup aspek afektif, misalnya: keaktifan
dalam diskusi, kontribusi dalam diskusi, kesungguhan
mengikuti kegiatan. Instrumen penilaian yang
digunakan untuk menilai aspek afektif berupa non tes
(Sumber 3: Format Penilaian Proses Pembelajaran).
Selain itu, penilaian hasil belajar dilakukan melalui
produk yang dihasilkan (Sumber 4: Format Penilaian
Produk). Produk yang dapat dinilai adalah : laporan
tugas terstruktur berupa daftar identifikasi masalah,
rumusan masalah pembelajaran, data atau deskripsi
kondisi penyebab timbulnya masalah. Produk peserta
akan dilampirkan dalam portofolio.

12

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

IDENTIFIKASI MASALAH

Lampiran - Lampiran
Bahan Ajar 1:
Pengantar Pembelajaran Identifikasi
Masalah dalam PTK
Kompetensi

Indikator
Pencapaian
Kompetensi

Kegiatan
Belajar

Hasil Belajar
yang
diharapkan

Mengidentifikasi
dan merumuskan
masalah PTK
dalam
pembelajaran
bahasa Inggris
di SMP

Mengidentifikasi
permasalahan yang
dapat dijadikan PTK
dalam pembelajaran
bahasa Inggris

Brainstorming

Daftar
masalah dalam
pembelajaran
bahasa Inggris

Mengklasifikasikan
permasalahan
pembelajaran bahasa
Inggris ke dalam
aspek pengembangan
kurikulum,
penguasaan materi,
dan
praktik/pelaksanaan

Brainstorming

Diskusi
Latihan

Diskusi

Tabel
klasifikasi
masalah

Latihan

pembelajaran
Menganalisis
permasalah dalam
pembelajaran
bahasa Inggris

Brainstorming

Merumuskan masalah
terkait dengan
pembelajaran bahasa
Inggris

Brainstorming

Diskusi
Latihan

Diskusi
Latihan

Tabel
klasifikasi
masalah,
penyebab, dan
solusinya

Rumusan
masalah dalam
pembelajaran
bahasa Inggris

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

13

IDENTIFIKASI MASALAH

Bahan Ajar 2

Kedudukan Prosedur Identifikasi Masalah


Dalam Urutan PTK

Refleksi Awal

Perencanaan
Tindakan I

Revisi
Tindakan I
(Perencanaan
Tindakan II)

Pelaksanaan
Tindakan I

Observasi

Refleksi dan
Evaluasi

Pelaksanaan
Tindakan II

Observasi

Refleksi dan
Evaluasi

Revisi
Tindakan II
(Perencanaan
Tindakan III)

Bahan Ajar 3

Contoh
Daftar
Masalah
Pembelajaran Bahasa Inggris

dalam

Masalah Pengembangan Kurikulum

Guru kurang menguasai pemetaan kurikulum

Guru kurang menguasai penyusunan silabus, RPP, Prota, Promes

Guru menghadapi kesulitan dalam memilih materi yang bervariasi

Guru menghadapi kesulitan memilih metode yang sesuai dengan

14

Kompetensi Dasar
Guru masih memandang pembelajaran Bahasa Inggris sebagai
belajar mengenai struktur bahasa, bukan keterampilan
berbahasa.

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

IDENTIFIKASI MASALAH

Masalah Penguasaan Materi

Guru kurang menguasai penggunaan bahasa Inggris dalam kelas

Guru kurang menguasai penggunaan ungkapan bahasa Inggris yang


tepat

Guru kurang menguasai pembelajaran bermacam-macam jenis


teks

Guru kurang menguasai pelafalan kata dalam bahasa Inggris


dengan baik

Guru kurang menguasai pengelolaan kelas yang baik

Guru kurang menguasai teknik penyajian yang tepat dalam


pembelajaran

Masalah Praktik Pembelajaran

Guru menggunakan strategi pembelajaran yang kurang variatif

Guru kurang menguasai penggunaan TIK

Guru kurang memberdayakan media pembelajaran

Siswa kurang berani mengemukakan pendapat

Siswa tidak mau tampil di depan kelas

Motivasi siswa untuk belajar bahasa Inggris rendah

Siswa tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru

Siswa tidak memperhatikan penjelasan guru

Kemampuan membaca, menulis, berbicara dan mendengar siswa


rendah

Siswa mengalami kesulitan dalam menguasai kosakata dan


penggunaan tenses

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

15

IDENTIFIKASI MASALAH

Bahan Ajar 4

Format Pengklasifikasian Permasalahan


dalam Pembelajaran Bahasa

Area Masalah
No.

Masalah
Pembelajaran

Bahan Ajar 5

Faktor
Pengembangan Materi

Praktik

Kurikulum

Pembelajaran

Subjek

Penyebab

Masalah dan Perumusannya


MASALAH:
SITUASI YANG TIDAK MEMUASKAN/ GANJALAN PIKIRAN
DAN PERASAAN YANG MENDORONG PENELITI UNTUK
MENCARI SOLUSI
RUMUSAN MASALAH:

MERUPAKAN PERTANYAAN YANG AKAN DICARIKAN


JAWABNYA MELALUI PENELITIAN

BERUPA KALIMAT PERTANYAAN


DIRUMUSKAN SECARA RINCI YANG MENUNJUK PADA
PROSES DAN HASIL

16

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

IDENTIFIKASI MASALAH

Contoh
Masalah :
1. Kesulitan siswa dalam penggunaan to be dan to do.
2. Rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan belajar.
3. Rendahnya kemampuan siswa dalam berbicara.
Rumusan masalah:
1. Bagaimanakah cara mengatasi kesulitan siswa dalam
penggunaan be dan do?
2. Strategi pembelajaran apakah yang dapat meningkatkan
partisipasi siswa dalam belajar?
3. Bagaimanakah cara meningkatkan kemampuan berbicara siswa?

Bahan Ajar 6.

Pertanyaan untuk Diskusi

Diskusikan dan jawab pertanyaan berikut:

Permasalahan apakah yang diceritakan dalam case study ?


Miming Membuat Senang, Sedih dan Tertawa
Hal apakah yang menjadi penyebab permasalahan tersebut?
Klasifikasikan permasalahan tersebut ke dalam aspek
pengembangan kurikulum, materi ajar, dan pelaksanaan
pembelajaran dengan menggunakan format terlampir!
Apakah yang menjadi masalah utama dalam case study!
Tuliskanlah rumusan masalahnya dalam bentuk pertanyaan!

Bahan Ajar 7.

Contoh Jawaban Pertanyaan Guru


Tentang Case Study
Permasalahan yang nampak berdasarkan case study:
Siswa belum dikondisikan untuk belajar sehingga
kelas jadi ribut
Pembelajaran
apersepsi

tidak

diawali

dengan

kegiatan

Siswa
masih
melakukan
kesalahan
dalam
penggunaan to be dan to do seperti terlihat
masih ada siswa yang masih menggunakan Are you
feel happy? dan Have you stomachache?
Belum semua
pembelajaran.

anak

Siswa kurang
berbicara.

mendapat

terlibat

dalam

kesempatan

kegiatan
latihan

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

17

IDENTIFIKASI MASALAH

Penyebab timbulnya masalah


Guru kurang mengkondisikan siswa untuk siap
belajar
Guru kurang memahami kemampuan siswa
Guru kurang memberikan bimbingan sewaktu siswa
kerja kelompok
Siswa belum terkondisikan untuk lebih aktif dalam
berbicara.

Contoh Pengklasifikasian Masalah

No.

1.

Masalah
Pembelajaran

Siswa belum
memamahami
cara penggunaan
to be dan to do
dengan baik

Area Masalah
Pengembangan
Kurikulum

Materi
Subjek

Faktor Penyebab
Praktik
Pembelajaran
bimbingan atau
penjelasan guru
kurang menggali
potensi kreatif
siswa dalam
penggunaan to
be dan to
dodalam
berbicara

Masalah esensial dari pembelajaran yang dituangkan


dalam case study
Belum semuanya siswa menguasai penggunaan to
be dan to do dengan benar.
Alokasi waktu yang tersedia belum efektif dan
efisien .
Bimbingan guru pada kegiatan diskusi belum
menggali potensi kreatif siswa dalam penggunaan
to be dan to do dalam berbicara (speaking).

18

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

IDENTIFIKASI MASALAH

Bahan Ajar 8.

Contoh Analisis dan Rumusan Masalah


Masalah

Belum semuanya siswa menguasai penggunaan to


be dan to do dengan benar dalam pembelajaran
keterampilan berbicara (speaking)

Alokasi waktu yang tersedia belum efektif dan


efisien.

Analisis penyebab masalah

Guru kurang mengkondisikan siswa agar siap


belajar

Kegiatan belajar mengajar belum efektif karena


pada kegiatan diskusi guru belum menggali potensi
kreatifitas siswa.

Rumusan Masalah
Berdasarkan analisis penyebab masalah
masalah dapat dirumuskan sebagai berikut.

tersebut,

Apakah strategi sharing ideas (kerja kelompok)


dapat meningkatkan kompetensi berbicara siswa
kelas VIII A SMP Negeri 1 Malang?

Bahan Ajar 9.

Rangkuman

Keterampilan mengidentifikasi masalah merupakan langkah pertama


PTK yang harus dilakukan. Ini dapat dilakukan pada saat merefleksikan
pembelajaran yang telah dilakukan. Dalam refleksi diingat kembali
kejadian, atau hal-hal yang membuat guru tidak puas . Masalah
merupakan kesenjangan antara harapan dan kenyataan, jadi dapat berupa
situasi yang tidak memuaskan. Rumusan masalah dapat dinyatakan dengan
pertanyaan yang akan dicarikan solusinya.
Jika merasakan adanya
ketidakpuasan setelah melaksanakan pembelajaran, tuliskan
dalam
sebuah catatan. Kaji ulang penyebab timbulnya ketidakpuasan tersebut.
Salah satu cara untuk mendokumentasikan proses pembelajaran yang
telah dilakukan adalah dengan membuat case study.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

19

IDENTIFIKASI MASALAH

Bahan Ajar 10.

Tugas Terstruktur dan Tugas Belajar


Mandiri

Tugas Terstruktur
1.

2.
3.

4.

5.

Lakukan pembelajaran Bahasa Inggris di kelas Anda dengan diamati


oleh dua orang guru teman sejawat Anda. Mintalah teman Anda
untuk mencatat hal penting yang terjadi dalam pembelajaran.
Gunakan format yang ada (Sumber Belajar 5: Observasi Kegiatan
Pembelajaran). Mintalah komentar melalui kegiatan refleksi dengan
teman Anda. Jangan lupa tulislah kejadian-kejadian yang Anda
alami, rasakan, dan pikirkan ke dalam sebuah case study.

Identifikasi masalah pembelajaran yang muncul, dan rumusan


masalah pembelajarannya!
Pilih salah satu masalah yang menuntut Anda mendesak untuk segera
ditangani atau carikan solusinya.
Masalah Anda
Rumusan masalah:.......................................................
Berikan alasan mengapa masalah tersebut penting untuk segera
dicarikan
pemecahannya.

Tentukan faktor penyebab munculnya masalah yang Anda rumuskan


tersebut

Tugas Belajar Mandiri


Kajilah bahan bacaan dari sumber belajar 5 tentang identifikasi masalah
dan tuliskan laporannya

20

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

IDENTIFIKASI MASALAH

Sumber Belajar 3
FORMAT PENILAIAN PROSES
Pertemuan ke- : .......
Hari, tanggal : .........................................
Topik
: .........................................
Aspek
No.

Nama

Keaktifan
1

Kontribusi
3

Kedisiplinan
1

Keterangan:
1 = sangat aktif/berkontributif/disiplin
2 = aktif/berkontributif/disiplin
3 = kurang aktif/berkontributif/disiplin

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

21

IDENTIFIKASI MASALAH

Sumber Belajar 4
FORMAT PENILAIAN PRODUK
TOPIK IDENTIFIKASI MASALAH
Nama Guru
Asal Sekolah

: .
: .

No.

Aspek yang Dinilai (Indikator)

1.

Mengidentifikasi
masalah
dalam pembelajaran Bahasa
Inggris

2.

Mengklasifikasi
masalah
dalam pembelajaran Bahasa
Inggris

3.

Mendata faktor penyebab


timbulnya masalah

4.

Menuliskan rumusan masalah


dengan tepat

Nilai A : 85 -100

22

B: 70 84

Nilai
A

C : 55 69

Keterangan
D

D : 0 - 54

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

IDENTIFIKASI MASALAH

Sumber Belajar 5
LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN PEMBELAJARAN

No.

Pengelolaan Kegiatan
Belajar Siswa

1.

Interaksi
siswa

siswa

2.

Interaksi siswa dengan guru

3.

Interaksi
materi

4.

Interaksi
siswa
dengan
media/sumber belajar/LKS

siswa

Uraian (Deskripsi)

Waktu

dengan

dengan

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

23

IDENTIFIKASI MASALAH

Sumber Belajar 6
Contoh Studi Kasus

Case study
Miming: Membuat Senang, Sedih Dan Tertawa.
Oleh: Kimtafsirah

Saya mendapat tugas untuk melaksanakan model


pembelajaran di SMP oleh ketua prodi bahasa Inggris.
Ini berarti saya mengajar
bahasa Inggris kepada
remaja SMP dan saya senang sekali. Segera saya urus
surat izin untuk kepala sekolah Lab School yang dipilih
sebagai tempat mengajar. Karena hasil pembelajaran
akan dipakai sebagai sumber belajar oleh jurusan,
saya meminta pak Nana untuk merekamnya dengan
video. Bapak kepala sekolah dengan senang hati
menerima saya dan langsung mempertemukan saya
dengan Pak Gema dan pak Saeful yang mengajar di
kelas delapan SMP Lab School yang berlokasi di dekat
kampus UPI Bandung.
Pada hari Kamis bulan Agustus 2008 saya datang dengan
membawa persiapan untuk mengajar seperti lesson
plan atau RPP skenario khusus untuk pembelajaran
Miming sebagai instructional media. Kedua teman
sejawat, Pak Gema dan Pak Saeful sudah siap
membantu baik sebagai pemeran pembantu dalam
Miming
maupun sebagai pengamat ketika siswa
beraktivitas. Agar lebih jelas berikut ini saya uraikan
secara singkat apa yang dimaksud dengan Miming
sebagai salah satu teknik Educational Drama.
Educational Drama bukan seperti drama dalam
panggung tapi lebih merupakan teknik untuk mengajar
di kelas. Ada beberapa bagian dalam educational
drama yang dapat diterapkan sebagai teknik yaitu
miming, role play atau bermain peran,teknik kursi
kosong atau the empty chair technique, dan simulasi
yang akan saya terapkan adalah Miming saja dengan
lampiran RPP nya.
Kegiatan awal saya lakukan dengan salam dan tidak
lupa senyum, berdoa dan perkenalan singkat. Kemudian
saya jelaskan tujuan khusus yang akan dicapai sesuai
dengan kompetensinya. Saya katakan kepada siswa
bahwa kita akan belajar berakting sambil belajar
bahasa Inggris. Horee asyik dong Bu. Kemudian saya

24

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

IDENTIFIKASI MASALAH

minta siswa kerja dalam kelompok kecil yang terdiri


atas lima orang. Skenario yang telah saya siapkan ada
lima contoh scenario sebagai berikut: 1. act out,
perankan bahwa Anda berdua berselisih paham, salah
seorang dari Anda cemburu. 2. Perankan bahwa Anda
sakit perut; 3. Perankan bahwa Anda sedih karena
mendapat berita buruk lewat surat; 4. Perankan Anda
seorang guru yang sedang mengajar ; 5. Perankan Anda
sedang jatuh hati pada seseorang. Untuk kegiatan awal
saya lakukan apersepsi dengan dua pertanyaan saja.
Saya bertanya dalam bahasa Inggris: Do you feel
happy now? siswa menjawab yeees. Are you sad
?. siswa menjawab No. All right smile now.
Kegiatan inti saya awali dengan mengundang wakil
dari tiap kelompok cukup 4 orang ditambah teman
sejawat saya, Pak Gema dan Pak Saeful yang bertugas
awal sebagai contoh. Lalu saya sodorkan skenario yang
sudah saya pilihkan untuk dimainkkan dan minta tunggu
di luar kelas untuk dipanggil. Saya berperan sebagai
presenter dalam satu kontes bermain peran. Saya
berkata: Ladies and gentlemen welcome to the
contest. Now I would invite the first contestant,
please. Siswa bertepuk tangan dengan ramai.
Masuklah Pak Gema dan Pak Saeful langsung bermain
peran sesuai dengan scenario pertama. Siswa terdiam
dan mengamati apa yang diperankan kedua guru
tersebut. Kemudian saya katakan: Allright now each
group must provide one or two yes and no questions
Siswa bertanya dan saya minta pemeran menjawab.
Setelah itu saya persilahkan kedua rekan guru berperan
sebagai pengamat yang mengamati tingkah laku siswa.
Demikian seterusnya sampai pemeran keempat. Ketika
seorang siswa memerankan tokoh yang sedih, siswa
semua berkata: Oooh sedih sekali lalu ada
yes/no questions. Jawaban tiba pada skenario
dimana seseorang harus menirukan seseorang yang
jatuh cinta dimana siswa tersebut mendekati saya.
Saya merespon dengan miming juga pura-pura jadi
siswa. Semua tertawa dan kelas hidup walau jadi
gaduh.
Kegiatan akhir saya isi dengan menyuruh siswa
menuliskan pertanyaan yang sudah dibicarakan,
kemudian yang salah dibahas dan dibetulkan. Sebelum
saya tutup, saya bertanya apa mereka senang dengan
teknik Miming ini. Mereka menjawab senang apalagi di
rekam pakai handicam. Pokoknya Miming bikin sedih
ketawa dan senang. Demikian kata mereka.
Alhamdullilah.
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

25

IDENTIFIKASI MASALAH

REFLEKSi:
Refleksi Pak Gema
Situasi kelas lebih kondusif karena murid lebih terfokus
ke kegiatan yang dilakukan di depan kelas. Anak- anak
juga lebih aktif dalam berbicara, walau tidak semua
anak terlibat.
Pembelajaran bahasa Inggris lebih
menarik untuk siswa.
Refleksi Pak Saeful
Anak anak senang, saya jadi tahu beberapa kelemahan
siswa dalam membuat pertanyaan jadi harus dilatih
lagi penggunaan to be and to do. Kegiatan Miming
dapat mengajak siswa sedih, tertawa, dan gembira.
Refleksi dan komentar: Kimtafsirah
Sebagai guru saya terharu karena para siswa senang
situasi kelas komunikatif dan siswa have fun. Ada
masalah dalam pembelajaran bahasa Inggris di kelas
delapan SMP masalah penggunaan to be dan to do
contoh: Are you feeling happy, Have you stomach
ache? Demikian sedikit refleksi dan komentar dari
saya.

26

PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP

PERENCANAAN

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

BAHAN BELAJAR MANDIRI

Topik

Perencanaan

Jumlah Jam

4 jam (4 x 50 menit)

Pertemuan

ke-10

Agar pembelajaran topik ini dapat berjalan dengan


baik, guru peserta hendaknya telah memahami
topik pertemuan sebelumnya, yaitu identifikasi
masalah dan perumusan masalah.

Bahkan, guru

peserta harus sudah menentukan permasalahan


yang akan diangkat dalam rencana penelitian
tindakan. Hal tersebut merupakan prasyarat untuk
memulai diskusi topik perencanaan.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

27

PERENCANAAN

1. PENGANTAR
a. Kedudukan Perencanaan dalam
Pembelajaran
Pertemuan ini merupakan pertemuan ke-10 dari 16
pertemuan yang direncanakan dalam paket BERMUTU.
Topik pembelajaran pada pertemuan ini merupakan
langkah kedua dari PTK. Setelah pada pertemuan ke -9
sebelumnya peserta mengidentifikasi dan merumuskan
masalah pembelajaran yang ditemukan dalam
pembelajarannya, pada pertemuan ini peserta
menyusun rencana tindakan perbaikan untuk mengatasi
masalah tersebut.

b. Pentingnya Langkah Perencanaan


Modal awal penyusunan rencana adalah adanya
permasalahan.
Berdasarkan
permasalahan
(juga
mencakup penyebab timbulnya masalah), guru peserta
mencoba mencari cara untuk memperbaiki atau
mengatasi masalah tersebut. Dengan perkataan lain,
dalam langkah ini, guru peserta merencanakan
tindakan perbaikan yang akan dilakukan untuk
mengatasi masalah. Langkah ini sangat penting untuk
dilakukan karena melalui perencanaan yang matang,
pelaksanaan tindakan dapat dilaksanakan dengan baik
sehingga dapat diperoleh balikan.

c. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pembahasan pada topik ini meliputi
rencana tindakan perbaikan pembelajaran, penyusunan
perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, RPP,
dan bahan ajar (LKS), serta menentukan dan
penyusunan alat-alat dan teknik yang diperlukan untuk
mengumpulkan bukti atau data.

28

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

PERENCANAAN

d. Petunjuk Kegiatan Pembelajaran


Total alokasi waktu yang dipergunakan dalam topik ini
adalah 16 jam pelajaran (@ 50 menit) dengan perincian
kegiatan tatap muka di MGMP selama 4 jam pelajaran
(@ 50 menit), 6 jam pelajaran @ 50 menit kegiatan
tugas terstruktur dan kegiatan mandiri selama 6 jam
pelajaran (@ 50 menit). Petunjuk untuk masing-masing
kegiatan dijabarkan sebagai berikut.

Kegiatan Tatap Muka


Kegiatan pembelajaran pada sesi ini adalah membuat
perencanaan tindakan. Pada kegiatan ini Guru inti
memandu guru untuk melakukan kegiatan hal-hal
berikut.
a. Curah pendapat (brainstorming) mengenai hal-hal
yang
perlu
dipersiapkan
dalam
membuat
perencanaan dan kesulitan yang dihadapinya.
b. Mengkaji tugas terstruktur
identifikasi masalah.
c. Menentukan
rencana
pembelajaran.

pertemuan

topik

tindakan

perbaikan

d. Menggali sumber belajar untuk


tindakan perbaikan pembelajaran.

menentukan

e. Diskusi untuk menyusun perangkat pembelajaran


(silabus, RPP, LKS).
f. Diskusi untuk menentukan alat dan teknik yang
diperlukan untuk mengumpulkan bukti atau data.

Kegiatan Mandiri
Setelah kegiatan belajar tatap muka di forum MGMP,
guru peserta diharuskan melakukan kegiatan mandiri,
yaitu mengerjakan tugas terstruktur dan belajar
mandiri. Hal yang harus dilakukan untuk mendukung
kegiatan tersebut dapat dideskripsikan sebagai
berikut.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

29

PERENCANAAN

Tugas Terstruktur
1)

Guru peserta menentukan materi yang akan diPTK-kan sesuai dengan rumusan masalah yang
telah ditetapkan.

2)

Guru peserta menentukan


perbaikan pembelajaran.

3)

Guru peserta membuat perangkat pembelajaran


yang meliputi silabus, RPP, dan bahan ajar (LKS)
berdasarkan rencana tindakan.

4)

Guru peserta menentukan alat dan teknik yang


diperlukan untuk mengumpulkan bukti atau data.

rencana

tindakan

Tugas Belajar Mandiri

30

1)

Menugasi guru peserta untuk


memahami topik perencanaan
belajar.

membaca dan
dari sumber

2)

Menyusun laporan kajian kritis dan membawanya


ke dalam pertemuan berikutnya.

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

PERENCANAAN

2. KOMPETENSI DAN INDIKATOR


PENCAPAIAN KOMPETENSI
Kompetensi

Indikator Pencapaian Kompetensi

Membuat
rencana
tindakan
perbaikan pembelajaran bahasa
Inggris di SMP

a. Merencanakan
tindakan
perbaikan pembelajaran
b. Menentukan strategi dan media,
pembelajaran yang tepat
c. Menyusun
perangkat
pembelajaran yang meliputi silabus,
RPP, dan bahan ajar (LKS)
d. Menyusun instrumen penilaian
e. Menyusun instrumen PTK yang
diperlukan untuk mengumpulkan
bukti atau data

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

31

PERENCANAAN

3. PERSIAPAN
Untuk melaksanakan pembelajaran pada langkah ini,
diperlukan persiapan seperti berikut ini.
a. Guru inti mempelajari topik dan sumber belajar
yang relevan.
b. Guru inti menyiapkan bahan ajar dalam bentuk
tayangan PowerPoint atau bentuk lain.

Bahan Ajar 1

Kompetensi Guru Inti terkait dengan Prosedur


Perencanaan

Bahan Ajar 2

Kedudukan Langkah-Langkah Kegiatan Perencanaan


dalam PTK

Bahan Ajar 3

Landasan Pemilihan Masalah

Bahan Ajar 4

Kedudukan Prosedur Perencanaan dalam Urutan PTK

Bahan Ajar 5

Format Silabus dan Komponen-komponen RPP

c. Guru inti
menyiapkan contoh perangkat
pembelajaran
yang meliputi silabus, RPP, dan
bahan ajar (LKS)
d. Guru inti menyiapkan contoh instrumen penilaian
hasil belajar dan contoh instrumen observasi
e. Guru inti menyiapkan alat dan bahan pembelajaran,
seperti ATK, papan tulis, kertas plano, spidol, OHP,
plastik transparan, LCD dan laptop (jika
memungkinkan).

32

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

PERENCANAAN

4. SUMBER BELAJAR
Sumber belajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran topik ini
antara lain:

Sumber belajar 1

Handout topik perencanaan

Sumber belajar 2

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata


Bahasa Inggris SMP/MTs

Sumber belajar 3

Contoh skenario pembelajaran bahasa Inggris (RPP)

Sumber belajar 4

Contoh bahan ajar pembelajaran bahasa Inggris (LKS)

Sumber belajar 5

Contoh lembar observasi

Sumber belajar 7

Depdiknas, Model Penilaian Kelas (Jakarta: Puskur,


Balitbang Depdiknas, 2006),
hlm. 8-27

Sumber belajar 8

web log guru dalam PTK (KTI online)

5. KEGIATAN BELAJAR
Kegiatan 1
(10 menit)

Kegiatan 2
(20 menit)

Pengantar
Kajian
PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS
SMP Tugas
Mandiri
(Penjelasan
topik yang akan
dipelajari)

Kegiatan 3
(30 menit)

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

Diskusi
Kelompok 33
(Menentukan
rencana
tindakan)

PERENCANAAN

Kegiatan 6
(60 menit)
Latihan dan
Penugasan
(Menyusun
perangkat
pembelajaran
dan instrument
pengumpulan
data)

Kegiatan 5
(20 menit)
Diskusi Kelompok
(Mengkaji alat
pengumpulan
data)

Kegiatan 7
(30 menit)

Kegiatan
(10 menit)

Presentasi

Penutup

Kegiatan 1

Kegiatan 4
(30 menit)
Diskusi
Kelompok
(Mengkaji
perangkat
pembelajaran)

Pengantar (Penjelasan topik yang akan


dipelajari)
Guru pemandu mengawali kegiatan pembelajaran
dengan mengucapkan salam, lalu menginformasikan
topik yang akan dipelajari, kompetensi, indikator
pencapaian kompetensi, ruang lingkup pembelajaran,
dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan

34

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

PERENCANAAN

melalui
tayangan
PowerPoint
1:
Pembelajaran Langkah Perencanaan.

Pengantar

Selain itu, guru pemandu memberikan penjelasan


tentang kedudukan langkah perencanaan dalam
tahapan melaksanakan PTK.
(sumber belajar 1).
Informasi
tersebut
dapat
diperjelas
dengan
menayangkan powerpoint 2: Kedudukan Langkah
Perencanaan dalam PTK.
Agar suasana kelas lebih hidup, sebelum menayangkan
powerpoint, sebaiknya guru inti mengajukan beberapa
pertanyaan yang mengarah ke topik pembelajaran.
Pertanyaan guru pemandu:

Mengapa langkah perencanaan harus dilakukan


dalam PTK?

Bagaimana hubungan perencanaan dengan


langkah sebelum dan selanjutnya dalam
penelitian tindakan kelas pembelajaran bahasa
Inggris?

Bagaimana merencanakan tindakan yang baik?

Kegiatan 2

Kajian Tugas (Mengkaji tugas terstruktur


topik identifikasi masalah
Guru pemandu membagi peserta menjadi beberapa
kelompok (4
orang per kelompok) dan meminta
masing-masing anggota kelompok saling mengoreksi
dan menanggapi tugas terstruktur topik identifikasi
masalah. Guru pemandu memonitor tiap kelompok.
Berdasarkan hasil koreksi dan tanggapan, guru peserta
memperbaiki tugasnya. Setelah itu, masing-masing
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

35

PERENCANAAN

kelompok memilih salah satu permasalahan yang paling


urgen. Permasalahan yang terkumpul dari masingmasing kelompok kemudian dipilih kembali secara
klasikal. Permasalahan dipilih berdasarkan tingkat
essensial, kompleksitas, dan prosedural. Untuk lebih
jelasnya guru pemandu menayangkan powerpoint 3:
Landasan Pemilihan Masalah

Kegiatan 3

Diskusi Kelompok (Menyusunan rencana


tindakan)
Berdasarkan perumusan masalah yang sudah dipilih,
guru pemandu meminta masing-masing kelompok untuk
mengembangkan perencanaan terhadap tindakan yang
telah ditetapkan dengan mencermati kesesuaian
pendekatan, strategi, dan metode yang akan
digunakan.
Guru pemandu memantau kegiatan yang berlangsung.
Setelah berdiskusi, guru pemandu meminta salah satu
kelompok mempresentasikannya dan mempersilakan
kelompok lain menanggapinya.

Kegiatan 4

Diskusi Kelompok (Mengkaji perangkat


pembelajaran)
Kegiatan 5 merupakan kegiatan guru peserta dalam
memperoleh wawasan dalam perencanaan pelaksanaan
tindakan dalam hal keterkaitan antara pendekatan,
strategi dan metode yang telah ditetapkan dengan
rancangan pembelajaran yang berupa silabus, RPP
maupun media dan instrumen penilaian belajar yang
harus disiapkan.

36

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

PERENCANAAN

Guru peserta diminta membuka naskah perangkat


pembelajaran yang terdapat pada Lampiran 1, yaitu
tentang : Silabus dan RPP Bahasa Inggris SMP Kelas
VII.
Guru
peserta
mengkaji
contoh
perangkat
pembelajaran bahasa Inggris SMP yang meliputi
silabus, RPP, media pembelajaran, bahan ajar, dan
instrumen penilaian yang terdapat pada lampiran 3
untuk
mendiskusikan
kesesuaian
antara
permasalahan yang ditetapkan dengan rencana
tindakan yang akan dilakukan.
Guru pemandu meminta setiap kelompok untuk
mendiskusikan dan mengomentari hasil kerja
kelompok lain dengan berpedoman pada format
terlampir.

Kegiatan 6

Penutup (Tanya Jawab, Penguatan,


Refleksi, dan Tindak Lanjut)

Guru pemandu memberikan kesempatan kepada


guru peserta untuk mengajukan pertanyaan terkait
dengan alat dan teknik pengumpulan data yang
akan dipergunakan dalam PTK.

Guru pemandu memberikan penguatan terhadap


hal-hal yang telah dipelajari.
Pernyataan penguatan berupa rangkuman

Guru pemandu dan guru peserta


refleksi pembelajaran.

melakukan

Pertanyaan untuk refleksi


Apakah indikator yang telah ditetapkan dalam
mempelajari topik analsis data dan interpretasi ini
telah tercapai

Guru pemandu menginformasikan tugas-tugas


mandiri yang harus dikerjakan guru peserta.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

37

PERENCANAAN

Arahan Tugas Mandiri

38

1.

Pahami kembali hal-hal yang berhubungan


dengan
identifikasi
masalah
dengan
memanfaatkan sumber-sumber yang ada dan
sumber belajar lain yang relevan.

2.

Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4


orang.
Lalu
lakukan
pengamatan
pembelajaran yang dilakukan teman Anda
secara bergantian.

3.

Tulislah case study yang Anda dan teman


Anda lakukan. Kemudian diskusikan dan
identifikasikan masalah yang ada dalam case
study tersebut (pergunakan format pada
lampiran 2).

4.

Tentukan satu masalah yang menurut Anda


paling penting dan sangat memerlukan
tindakan secepatnya (mintalah pertimbangan
dari kelompok Anda). Lalu rumuskan
permasalahannya.

5.

Jelaskan mengapa masalah tersebut penting


dan perlu tindakan secepatnya!

6.

Sebutkan faktor-faktor penyebab munculnya


masalah tersebut!

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

PERENCANAAN

6. PENILAIAN
Penilaian
pencapaian hasil belajar guru peserta
dilakukan melalui pengamatan guru peserta pada saat
proses pembelajaran. Penilaian terhadap guru peserta
dalam proses belajar dapat mencakup aspek afektif.
Misalnya, keaktifan dalam diskusi, kontribusi dalam
diskusi, kesungguhan mengikuti kegiatan. Instrumen
penilaian yang digunakan untuk menilai aspek afektif
adalah non tes (Sumber 3: Format Penilaian Proses
Pembelajaran). Selain itu, penilaian hasil belajar
dilakukan juga melalui produk yang dihasilkan (Sumber
4: Format Penilaian Produk). Produk yang dapat dinilai
adalah: laporan tugas terstruktur berupa rencana
tindakan perbaikan pembelajaran, rumusan masalah
pembelajaran, data atau deskripsi kondisi penyebab
timbulnya masalah. Produk peserta akan dilampirkan
dalam portofolio.

Lampiran - Lampiran
PowerPoint 1: Kompetensi Guru pemandu Terkait
dengan Prosedur Perencanaan
NO.
3.

Kompetensi Inti
Mengembangkan kurikulum
yang terkait dengan mata
pelajaran yang diampu.

Kompetensi Guru Mata Pelajaran


3.1 Memahami prinsip-prinsip
pengembangan kurikulum.
3.2 Menentukan tujuan pembelajaran
yang diampu.
3.3.Menentukan pengalaman belajar
yang sesuai untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang diampu.
3.4 Memilih materi pembelajaran yang
diampu yang terkait dengan
pengalaman belajar dan tujuan
pembelajaran.
3.5 Menata materi pembelajaran secara
benar sesuai dengan pendekatan
yang dipilih dan karakteristik
peserta didik.
3.6 Mengembangkan indikator dan
instrumen penilaian.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

39

PERENCANAAN

4.

Menyelenggarakan
pembelajaran yang mendidik

4.1 Memahami prinsip-prinsip


perancangan pembelajaran yang
mendidik.
4.2 Mengembangkan komponenkomponen rancangan pembelajaran.

4.3 Menyusun rancangan pembelajaran


yang lengkap, baik untuk kegiatan di
dalam kelas, laboratorium, maupun
lapangan.
10

Melakukan tindakan reflektif


untuk peningkatan kualitas
pembelajaran

10.1 Melakukan refleksi terhadap


pembelajaran yang telah
dilaksanakan.
10.2 Memanfaatkan hasil refleksi untuk
perbaikan dan pengembangan
pembelajaran dalam mata
pelajaran yang diampu.

10.3 Melakukan penelitian tindakan


kelas untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran dalam mata
pelajaran yang diampu.

Sumber: Permen no 16,2007, Standar Kompetensi Guru


Mata Pelajaran di SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan
SMK/MAK*

40

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

PERENCANAAN

PowerPoint 2

Kedudukan Langkah Perencanaan


dalam PTK

LANGKAH KEGIATAN DALAM PERENCANAAN


TINDAKAN

LANGKAH KEGIATAN
DALAM PERENCANAAN TINDAKAN
PENYUSUNAN SKENARIO PEMBELAJARAN
PENYIAPAN SARANA PENUNJANG
PENYUSUNAN INSTRUMEN PENGAMATAN PROSES
PEMBELAJARAN DAN PENYUSUNAN INSTRUMEN
PENGUKUR HASIL BELAJAR SISWA
PELAKSANAAN OPEN CLASS

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

41

PERENCANAAN

PowerPoint 3

Landasan Pemilihan Masalah

Landasan Pemilihan
Permasalahan

Seberapa
penting/
esensial
Ada kesesuaian
antara
kompetensi
siswa dan
kesulitan guru
dengan
permasalahan
yang diangkat.
Misalnya,
kompetensi
berbicara
(speaking)
siswa masih
rendah, guru
masihmenghada
pi kesulitan
dalam
membelajarkan
-nya.

42

Prosedur dan
sistematis

Kompleksitas

Perlu
dipertimbangkan
permasalahan
mana dalam
penyampaian
yang menjadi
prioritas

Perlu
dipertimbangkan
permasalahan
mana yang
mempunyai
kompleksitas
atau tingkat
kesukaran
sangat tinggi
atau
sebaliknya.

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

PERENCANAAN

PowerPoint 4: Kedudukan prosedur Perencanaan


dalam urutuan PTK

Refleksi Awal

Perencanaan
Tindakan I

Revisi
Tindakan I
(Perencanaan
Tindakan II)

Pelaksanaan
Tindakan I

Observasi

Refleksi dan
Evaluasi

Pelaksanaan
Tindakan II

Observasi

Refleksi dan
Evaluasi

Revisi
Tindakan II
(Perencanaan
Tindakan III)

Bagan 1

Desain Penelitian Kelas Secara Umum

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

43

PERENCANAAN

PowerPoint 5: Format Silabus dan komponen RPP

Format Silabus
Nama Sekolah

: SMP

Mata Pelajaran

: Bahasa Inggris

Kelas/Semester

: VII / 1

Standar Kompetensi :
Alokasi Waktu

: 4 Jam Pelajaran

Contoh Silabus
Nama Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Standar Kompetensi
Alokasi Waktu

Kompetensi
Dasar

44

Materi Pem
belajaran

:
:
:
:
:

.....................................................
.....................................................
.....................................................
.....................................................
.....................................................

Kegiatan Pem
belajaran

Indikator

Penilaian

Alokasi
waktu

Sumber/
Bahan/ Alat

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

PERENCANAAN

Komponen-komponen RPP
Mata Pelajaran

: ............................................

Kelas/ Program

: ............................................

Materi

: ............................................

Alokasi Waktu

: ............................................

Standar Kompetensi : ............................................


Kompetensi Dasar

: ............................................

Indikator
I.

Tujuan Pembelajaran

II.

Materi Pembelajaran

III. KKM

: -------------------------

IV. Model/Strategi/Pendekatan /Metode


1.
2.
3.
4.

Model
Strategi
Pendekatan
Metode

:
:
:
:

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

V. Langkah-langkah Kegiatan

Pertemuan

No. TP

Rincian Kegiatan

Waktu
(menit)

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

45

PERENCANAAN

Format RPP
Mata Pelajaran
Kelas/ Program
Materi
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator

: ---------------------------------------------------------------: ---------------------------------------------------------------: ---------------------------------------------------------------: ---------------------------------------------------------------: ---------------------------------------------------------------: ---------------------------------------------------------------: ---------------------------------------------------------------1.


2.
3.
4.

5.

Tujuan Pembelajaran
Materi Pembelajaran
KKM
Model/strategi/Pendekatan/Metode
a. Model
b. Strategi
c. Pendekatan
d. Metode
Langkah-langkah Pembelajaran

Pertemuan Rincian Kegiatan

Waktu
(menit)

Pendahuluan
Kegiatan Inti
Penutup

.
VI. Sumber/Alat Bantu
1. Sumber :
- buku teks bahasa Inggris jilid 1
- buku bahasa Inggris lain yang relevan
- Lembar Kerja Siswa
2. Alat Bantu :

46

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

PERENCANAAN

VII. Penilaian
1. Prosedur Penilaian
a. Penilaian Kognitif
Jenis : Pertanyaan lisan dan tulisan
Bentuk : Pilihan Ganda dan Uraian
b. Penilaian Afektif
Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa
2.

Instrumen

6.

Materi Pembelajaran
e. Strategi
f. Pendekatan
g. Metode
Langkah-langkah Pembelajaran

7.

Pertemuan Rincian Kegiatan

Waktu
(menit)

Pendahuluan
Kegiatan Inti
Penutup

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PERENCANAAN/10/B.INGGRIS SMP

47

PENYUSUNAN PROPOSAL

PB/PENYUSUNAN PROPOSAL /11/B.INGGRIS

BAHAN BELAJAR MANDIRI


Topik

Penyusunan Proposal

Jumlah Jam

4 jam (4 x 50 menit)
tatap muka dan 6 jam
(6 x 50 menit) tugas
mandiri

Pertemuan

ke-11

Agar pembelajaran di MGMP pada pembahasan


topik Penyusunan Proposal ini berjalan dengan
baik,

guru peserta belajar di MGMP sebaiknya

membawa laporan hasil tugas terstruktur pada


pertemuan

ke-10,

tentang

rencana

tindakan

masing-masing guru peserta sebagai alternatif


solusi masalah yang mereka pilih.

PB/PENYUSUNAN PROPOSAL/11/B.INGGRIS SMP

48

PENYUSUNAN PROPOSAL

1. PENGANTAR
Pada pertemuan sebelumnya telah didiskusikan
mengenai Penyusunan Proposal tindakan sebagai
alternatif pemecahan masalah pembelajaran. Pada
kegiatan sebelumnya, telah dihasilkan rencana
tindakan yang dItuangkan dalam bentuk perangkat
pembelajaran yang telah didiskusikan. Pada pertemuan
ini, akan didiskusikan penyusunan proposal PTK.
Proposal PTK merupakan paparan rencana kegiatan
yang dituangkan dalam bentuk naratif guna
mengorganisasi seluruh rangkaian
kegiatan PTK.
laporan PTK adalah paparan dari hasil-hasil
pelaksanaan kegiatan. Laporan PTK ditulis secara
naratif dengan menggunakan format tertentu.
Ada beberapa hal yang berhubungan dengan topik
diskusi pada pertemuan ke-11 ini yang harus diketahui
Guru pemandu.

a. Kedudukan Topik Penyusunan Proposal


Topik Penyusunan Proposal berada pada tahap
pertama, yaitu Penyusunan Proposal, dari empat tahap
proses utama pelaksanaan PTK .
Proposal PTK merupakan paparan rencana kegiatan
yang dituangkan dalam bentuk naratif guna
mengorganisasikan seluruh rangkaian kegiatan PTK.
Sementara laporan PTK adalah paparan dari hasil
pelaksanaan kegiatan. Laporan PTK ditulis secara
naratif dengan menggunakan format tertentu.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

49

PB/PENYUSUNAN PROPOSAL/11/B.INGGRIS SMP

PENYUSUNAN PROPOSAL

b. Pentingnya Prosedur Penyusunan Proposal


Topik penyusunan proposal penting dipelajari karena
topik ini merupakan tahap pertama dari empat
rangkaian proses PTK. Melakukan PTK merupakan
implementasi dari kompetensi inti guru peserta, yaitu
melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan
kualitas pembelajaran (Permendiknas no.16). Dengan
menyusun proposal berarti semua paparan tentang
rencana kegiatan pemecahan masalah dapat diketahui.

c. Ruang Lingkup
Ruang lingkup topik Penyusunan Proposal meliputi
kegiatan:

Memfokuskan masalah penelitian yang dituangkan


dalam pertanyaan penelitian

Menilai kelayakan hipotesis tindakan( jika ada),

Menyusun proposal PTK,

d. Petunjuk Kegiatan
Diskusi di MGMP
untuk menyusun proposal
dilakukan guru peserta melalui kegiatan pokok
sebagai berikut.
(1) Mempelajari Sumber belajar yang terkait dengan
bagaimana cara menilai kelayakan hipotesis
tindakan dan membuat usulan PTK.
(2) Latihan secara berkelompok: Setiap guru peserta
berdiskusi dan berkolaborasi menyusun proposal
PTK sesuai dengan rumusan masalah yang dijadikan
contoh.
(3) Latihan
individu
menyusun
proposal
PTK
berdasarkan rumusan masalah masing-masing.

PB/PENYUSUNAN PROPOSAL/11/B.INGGRIS SMP

50

PENYUSUNAN PROPOSAL

2. KOMPETENSI DAN INDIKATOR


PENCAPAIAN KOMPETENSI
Kompetensi dan indikator yang hendak dicapai dalam
sesi pertemuan kedua pembahasan Penyusunan
Proposal ini adalah sebagai berikut.
Kompetensi

Indikator Pencapaian Kompetensi

Guru peserta mampu menyusun


usulan PTK

Guru
peserta
menghasilkan:

mampu

a. Rumusan hipotesis tindakan atau


merumuskan
pertanyaan
penelitian
b. Nilai
kelayakan
tindakan

hipotesis

c. Rancangan
tindakan-tindakan
(penyusunan proposal umum)
yang akan dilakukan,
d. Ketentuan jenis data dan cara
mengumpulkan data
e. Ketentuan
instrumen
pengumpulan data yang sesuai
dengan
data
yang
akan
dikumpulkansi
f. Rencana cara pengolahan data

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

51

PB/PENYUSUNAN PROPOSAL/11/B.INGGRIS SMP

PENYUSUNAN PROPOSAL

3. PERSIAPAN
Agar pelaksanaan kegiatan diskusi di MGMP ini
berjalan lancar, ada beberapa persiapan yang
sebaiknya dilakukan Guru pemandu, yaitu sebagai
berikut.

Guru pemandu mempelajari topik dan sumber


belajar yang disarankan dan relevan.

Guru pemandu menyiapkan BAHAN AJAR, yang


dilampirkan, untuk sesi ini dalam bentuk tayangan
powerpoint berikut:

Bahan Ajar 1

Penjelasan umum kompetensi, indikator pencapaian


kompetensi, kegiatan, dan hasil belajar yang hendak
dicapai

Bahan Ajar 2

Kedudukan topik Penyusunan Proposal dalam urutuan


PTK

Bahan Ajar 3

Pertanyaan arahan untuk menilai kelayakan hipotesis


tindakan

Bahan Ajar 4

Sistematika proposal PTK

Bahan Ajar 5

Contoh Lembar Observasi Pembelajaran

PB/PENYUSUNAN PROPOSAL/11/B.INGGRIS SMP

52

PENYUSUNAN PROPOSAL

4. SUMBER BELAJAR
Sumber belajar 1

Modul PTK

Sumber belajar 2

Hylite Module PTK, Unit 6: Penyusunan Proposal

Sumber belajar 3

Hylite Module PTK, Unit 7: Penyusunan Proposal dan


Pelaksanaan PTK

Sumber belajar 4

Contoh proposal PTK

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

53

PB/PENYUSUNAN PROPOSAL/11/B.INGGRIS SMP

PENYUSUNAN PROPOSAL

5. KEGIATAN BELAJAR
Kegiatan 1
5 menit
Penjelasan
umum
tentang topik
yang akan
dipelajari,
kompetensi,
indikator
pencapaian
kompetensi,
kegiatan belajar
yang akan
dilakukan peserta
diskusi, dan
produk kegiatan
belajar yang
diharapkan dari
kegiatan belajar

Kegiatan 2
10menit
Tanya jawab
Materi yang telah
dibahas pada
pertemuan
sebelumnya. Guru
inti
menanyakan
tugas terstruktur
dan memastikan
guru peserta
MGMP membawa
buku kerja
mereka yang
berisi tugas terstruktur pada
pertemuan ke-10

Kegiatan 5
45 menit
Kegiatan 6
10 menit
Merangkum hasil
belajar dan
memberikan
tugas terstruktur
dan mandiri

Presentasi
proposal PTK hasil
diskusi

PB/PENYUSUNAN PROPOSAL/11/B.INGGRIS SMP

Kegiatan 3
40 menit
Diskusi
kelompok
Tentang
rencana
tindakan dari
masing-masing
guru (kelompok
atau
berpasangan)

Kegiatan 4
90 menit
Latihan
menyusun
Proposal PTK
(secara
bersama
/perorangan)

54

PENYUSUNAN PROPOSAL

Kegiatan 1

Penjelasan gambaran umum topik yang


akan dipelajari, kompetensi, indikator
pencapaian kompetensi, kegiatan belajar
yang akan dilakukan peserta diskusi, dan
produk kegiatan belajar yang diharapkan
dari kegiatan belajar (5 menit).
Mengawali kegiatan belajar, ucapkan salam dan
informasikan topik yang akan dipelajari. Melalui
tayangan PowerPoint 1: Gambaran umum kegiatan
Pembahasan Topik Penyusunan Proposal (2), Guru
pemandu menginformasikan kompetensi, indikator,
kegiatan belajar yang akan dilakukan, dan hasil belajar
yang diharapkan selama guru peserta mempelajari
topik Penyusunan Proposal.

Kegiatan 2

Tanya jawab tentang materi yang telah


dibahas pada pertemuan sebelumnya. Guru
pemandu menanyakan tugas terstruktur
dan memastikan guru peserta MGMP
membawa buku kerja mereka yang
berisikan tugas terstruktur pada pertemuan
sebelumnya (10 menit).
Setelah pengkondisian guru peserta untuk mengikuti
diskusi, Guru pemandu menanyakan topik yang telah
dibahas sebelumnya dan selanjutnya mengingatkan
kembali tahapan atau desain penelitian tindakan kelas,
melalui powerpoint 2: Kedudukan Penyusunan Proposal
dalam Tahapan PTK.
Informasikan pula bahwa topik Penyusunan Proposal
ini akan difokuskan pada kemampuan guru peserta
dalam menganalisis alternatif pemecahan masalah dan
mengembangkan alternatif tindakan yang akan
dikembangkan berdasarkan akar penyebab masalah
yang akan dipilih untuk dibahas bersama.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

55

PB/PENYUSUNAN PROPOSAL/11/B.INGGRIS SMP

PENYUSUNAN PROPOSAL

Kegiatan 3

Diskusi kelompok: mempelajari sumber


belajar
yang
berhubungan
dengan
penyusunan proposal PTK (40 menit).
Guru pemandu meminta guru peserta duduk dalam
kelompok-kelompok kecil. Pengelompokan dapat
didasarkan pada kedekatan sekolah atau kelas tempat
guru peserta mengajar. Setiap guru peserta diminta
mempelajari sumber belajar 1 Modul PTK dan Hylite
Module, Unit 6: Penyusunan Proposal atau buku PTK
lainnya. Untuk membantu memfokuskan hasil bacaan,
tayangkan pertanyaan arahan seperti pada PowerPoint
3: Pertanyaan arahan menilai kelayakan hipotesis
tindakan.

Kegiatan 4

Latihan kerja kelompok dan individu


membuat proposal PTK (90 menit).
Selama kira-kira 40 menit, tugasi setiap kelompok
untuk:
Menelaah masalah yang sudah teridentifikasi pada
pertemuan 9. Contoh,
Guru peserta menyimpulkan bahwa siswa kurang
memiliki kesempatan menggunakan bahasa Inggris
dalam pembelajaran berbicara. Siswa belum dapat
menggunakan to be dan to do dengan baik.
Berdasarkan masalah tersebut, ajukan pertanyaan,
Contoh:
Apakah fokus masalah tersebut?
penggunaan to be dan to do).

(yaitu

pada

Membuat rumusan masalah dalam bentuk kalimat


tanya. Contoh.
Strategi pembelajaran apakah yang dapat digunakan
guru peserta untuk meningkatkan kemampuan siswa
dalam pembelajaran berbicara dengan menggunakan
be dan do. di kelas VII SMP?
Rumuskan hipotesis tindakan dari rumusan masalah
tersebut
Untuk membantu guru peserta merumuskan hipotesis
tindakan, mintalah mereka menelaah rumusan
masalah.

PB/PENYUSUNAN PROPOSAL/11/B.INGGRIS SMP

56

PENYUSUNAN PROPOSAL

Jika guru peserta dapat mengidentifikasi variabel yang


akan diteliti, maka hipotesis tindakan dapat
dirumuskan. Contoh,

Contoh hipotesis tindakan:

Jika strategi sharing idea (kerja kelompok) digunakan


secara terarah, maka kemampuan berbicara siswa
dapat meningkat .
Jika guru peserta masih menghadapi kesulitan
merumuskan hipotesis, Guru pemandu dapat meminta
guru peserta untuk menyimak kembali sumber belajar
2: Hylite module PTK, Unit 6 Penyusunan Proposal ,
halaman 6-20 s.d 6-22.
Selanjutnya, setelah contoh rumusan hipotesis
dipahami bersama, Guru pemandu memandu guru
peserta untuk menilai kelayakan hipotesis tindakan.
Gunakan pertanyaan arahan dengan menayangkan
powerpoint 3: pertanyaan arahan untuk menilai
kelayakan hipotesis tindakan.
Dengan mengacu pada sumber belajar 2: Hylite Module
PTK, unit 6: Penyusunan Proposal, halaman 6-23 s.d 625, Guru pemandu meminta guru peserta untuk
menjawab pertanyaan arahan untuk menilai kelayakan
hipotesis tindakan yang dicontohkan.
Setelah latihan menilai kelayakan hipotesis, kegiatan
dilanjutkan dengan mendiskusikan penyusunan usulan
PTK. Guru pemandu meminta setiap kelompok diskusi
untuk menyimak sistematika usulan PTK. Gunakan
tayangan PowerPoint 4: Sistematika usulan PTK.
Selanjutnya bimbinglah kelompok guru peserta untuk
menyusun proposal PTK berdasarkan contoh masalah
dan rumusan masalah yang telah dibahas di atas.
Hasil bimbingan atau diskusi kelas diharapkan
menghasilkan contoh proposal PTK. Lihat lampiran.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

57

PB/PENYUSUNAN PROPOSAL/11/B.INGGRIS SMP

PENYUSUNAN PROPOSAL

Kegiatan 5

Latihan menyusun proposal secara individu


Setelah guru peserta dapat menyusun proposal
bersama, mintalah mereka berlatih menyusun proposal
PTK berdasarkan rumusan masalah masing-masing.
Guru pemandu meminta tiap kelompok untuk
mempelajari
contoh-contoh
instrumen
untuk
pengumpulan data. Untuk membantu, guru diminta
mempelajari Sumber Belajar tentag Metode Penelitian
Tindakan Kelas khususnya Topik Pengumpulan data.
Informasikan pula contoh lembar observasi yang dapat
digunakan ketika mengobservasi pembelajaran yang
biasa digunakan ketika kegiatan lesson study. Gunakan
PowerPoint 5: Lembar Observasi.

Kegiatan 6

Perangkuman
dan
terstruktur (10 menit)

pemberian

tugas

Guru pemandu meminta salah seorang guru peserta


untuk merangkum hal-hal yang telah dipelajari pada
sesi ini.
Selanjutnya, mintalah guru peserta mengeluarkan buku
kerja guru peserta, lalu membaca tugas terstruktur
yang harus dikerjakan.

Tugas Terstruktur
1. Lanjutkan penulisan proposal PTK sesuai dengan
masalah yang telah Anda pilih dan carilah teman
yang akan dijadikan mitra untuk berkolaborasi.
2. Lengkapi usulan PTK tersebut dengan instrumen
penelitian, termasuk perangkat pembelajaran yang
sesuai dengan topik yang dipilih pada masalah PTK.

Tugas Mandiri
Pelajari bacaan (teori-teori) yang
menunjang permasalahan PTK Anda.

PB/PENYUSUNAN PROPOSAL/11/B.INGGRIS SMP

terkait

dan

58

PENYUSUNAN PROPOSAL

6. PENILAIAN
Penilaian terhadap pencapaian hasil belajar peserta
dilakukan melalui produk kegiatan belajar. Produk yang
dapat dinilai adalah: Usulan atau proposal PTK. Produk
peserta akan dilampirkan dalam portofolio guru peserta
diskusi di MGMP.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

59

PB/PENYUSUNAN PROPOSAL/11/B.INGGRIS SMP

PENYUSUNAN PROPOSAL

Lampiran - Lampiran
Bahan Ajar 1.

Kompetensi

Guru peserta
mampu
menyusun
usulan PTK

Penjelasan umum kompetensi, indikator


pencapaian kompetensi, kegiatan, dan
hasil belajar yang hendak dicapai

Idikator Pencapaian
Kompetensi
Guru peserta mampu
menghasilkan:
rumusan hipotesis
tindakan
nilai kelayakan
hipotesis tindakan
rancangan tindakantindakan (Penyusunan
Proposal umum) yang
akan dilakukan,
ketentuan jenis data
dan cara mengumpulkan data
susunan instrumen
pengumpulan data
berupa catatan
lapangan (field notes),
pedoman observasi
rencana cara
pengolahan data

PB/PENYUSUNAN PROPOSAL/11/B.INGGRIS SMP

Kegiatan
Belajar
Diskusi

Hasil yang
Diharapkan
Rumusan
Hipotesis
tindakan

Usulan
PTK/propos
al PTK

60

PENYUSUNAN PROPOSAL

Bahan Ajar 2.

Kedudukan topik Penyusunan Proposal


dalam urutuan PTK

Refleksi Awal

Penyusunan
Proposal
Tindakan I

Revisi
Tindakan I
(Penyusunan
Proposal
Tindakan II)

Pelaksanaan
Tindakan I

Observasi

Refleksi dan
Evaluasi

Pelaksanaan
Tindakan II

Observasi

Refleksi dan
Evaluasi

Revisi
Tindakan II
(Penyusunan
Proposal
tindakan III)

Bahan Ajar 3.

Pertanyaan
Arahan
Untuk
Kelayakan Hipotesis Tindakan

Menilai

1. Apakah saya memiliki pengetahuan yang berkenaan


dengan hal itu?
2. Apakah saya dan siswa saya memiliki kemampuan
untuk melaksanakannya?
3. Apakah tersedia sarana/fasilitas untuk mendukung
kegiatan tersebut?
4. Apakah tersedia waktu yang cukup
melaksanakan rangkaian kegiatan tersebut?

untuk

5. Apakah iklim sekolah dan iklim belajar di kelas


cukup mendukung pelaksanaan tindakan?
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

61

PB/PENYUSUNAN PROPOSAL/11/B.INGGRIS SMP

PENYUSUNAN PROPOSAL

Bahan Ajar 4.

Sistematika proposal PTK


A. Judul Penelitian
B. Pendahuluan (Latar Belakang Masalah)
C. Rumusan Masalah
D. Tujuan Penelitian
E. Manfaat Penelitian
F. Kajian Pustaka
G. Prosedur Penelitian
H. Jadwal Penelitian
I. Personalia Penelitian
J. Daftar Pustaka (sementara)
Lampiran (instrumen observasi)
Silabus
RPP
LKS
Penilaian
Kuesioner
Format Observasi

PB/PENYUSUNAN PROPOSAL/11/B.INGGRIS SMP

62

PENYUSUNAN PROPOSAL

Sumber Belajar 4

Contoh Proposal PTK


A. Judul : Penggunaan Strategi Sharing Ideas (kerja
kelompok) untuk meningkatkan kemampuan
berbicara siswa di Kelas VII SMP
B. Permasalahan dan Rumusan Masalah
Permasalahan pokok yang akan dicarikan solusinya
dalam PTK ini adalah pada umumnya siswa belum
mampu menggunakan bentuk to be dan to do
dengan benar. Berdasarkan masalah tersebut,
rumusan masalahnya adalah:
ApakahTeknik/strategi sharing ideas dapat
digunakan guru peserta untuk meningkatkan
kemampuan siswa dalam penggunaan to be dan
to do?
C. Cara pemecahan masalah
Untuk memecahkan permasalahan sebagaimana
yang dikemukakan tersebut, dalam penelitian ini
akan digunakan strategi sharing ideas (kerja
kelompok).
Bimbingan
yang
diberikan
guru
peserta
memerlukan
waktu
dan
kesabaran
dalam
mengajukan pertanyaan dan juga memerlukan
keterampilan guru peserta untuk dapat menggali
jawaban siswa dengan mengajukan serangkaian
pertanyaan yang sifatnya menggali dari seorang
siswa dengan tujuan meningkatkan respon siswa
menuju peningkatan kemampuan berbicara siswa
dalam pembelajaran.
Berdasarkan hal di atas, maka hipotesis tindakan
yang dapat dirumuskan adalah:
Jika strategi sharing ideas (kerja kelompok)
digunakan secara terarah, maka kemampuan
berbicara siswa akan meningkat.
D. Tujuan dan Manfaat PTK
Tujuan PTK ini adalah :
a. Mengetahui penggunaan strategi sharing ideas
(kerja
kelompok)
untuk
membantu
meningkatkan kompetensi berbicara siswa di
kelas VII.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

63

PB/PENYUSUNAN PROPOSAL/11/B.INGGRIS SMP

PENYUSUNAN PROPOSAL

b. Mengetahui cara guru peserta mengaplikasikan


strategi ini, memonitor serta memotivasi siswa
untuk lebih terlibat dalam pembelajaran
berbicara (speaking).
c. Mendeskripsikan kesulitan-kesulitan yang dialami
siswa dalam pembelajaran.
E.

Manfaat hasil penelitian


Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat
bagi:
a. Guru peserta, sebagai perbaikan pembelajaran
b. Rekan sejawat guru peserta, sebagai alternatif
bahan rujukan untuk membantu siswa dalam
meningkatkan kemampuan berbicara dalam
pembelajaran berbicara (speaking) di kelas VII
SMP.

PB/PENYUSUNAN PROPOSAL/11/B.INGGRIS SMP

64

PELAKSANAAN

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS

BAHAN BELAJAR MANDIRI


Pelaksanaan Tindakan

Topik

dan Pengumpulan Data


Jumlah Jam

4 jam (4 x 50 menit)
tatap muka dan 6 jam
(6 x 50 menit) tugas
mandiri

Pertemuan

ke-12

Pelaksanaan

tindakan

pembelajaran

yang

merupakan

dilakukan

kegiatan

dalam

rangka

memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses


dan hasil belajar. Agar dapat melaksanakan
tindakan
menyusun

yang

berhasil,

rencana

guru

tindakan

peserta
dan

perlu

persiapan

perangkat pembelajaran yang baik. Pemahaman


materi tersebut merupakan prasyarat yang harus
dimiliki

oleh

guru

peserta

untuk

memulai

pembelajaran pada topik ini.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS SMP

65

PELAKSANAAN

1. PENGANTAR
Tindakan pada dasarnya merupakan realisasi dari teori
dan teknik mengajar serta tindakan yang sudah
direncanakan. Pada saat tindakan dilaksanakan itulah
pengumpulan data dilakukan. Data yang dikumpulkan
mencakup semua yang dilakukan oleh siapapun yang
ada dalam situasi terkait, perubahan yang perlu
dilakukan, pola interaksi yang terjadi, dan proses yang
berlangsung. Dalam konteks PTK model BERMUTU ini,
kegiatan pelaksanaan tindakan akan dilakukan dalam
bentuk modeling open class sebagaimana dalam
kegiatan lesson study. Salah satunya, guru peserta
anggota MGMP menjadi guru peserta model yang akan
mengimplementasikan
rencana
pembelajaran
(skenario) di kelasnya, sementara anggota MGMP yang
lain menjadi pengamat. Hal ini pun sudah dilakukan
pada pertemuan sebelumnya (pertemuan ke-4)

a. Kedudukan Pelaksanaan Tindakan dan


Pengumpulan Data
Topik pelaksanaan tindakan dan pengumpulan data
merupakan topik bahasan pertemuan minggu ke-10 dari
16 pertemuan dalam proses belajar BERMUTU. Topik ini
merupakan tahap kedua dari empat tahap utama dalam
PTK

b. Pentingnya
Prosedur
Pelaksanaan
Tindakan dan Pengumpulan Data
Tahap implementasi rencana tindakan merupakan
bagian yang terpenting dari PTK karena pada tahap
inilah peneliti
dapat memperoleh data yang
diperlukan. Data dapat diperoleh melalui observasi
pelaksanaan pembelajaran atau dengan melakukan
cara pengumpulan data yang lain, misalnya dengan
wawancara terhadap siswa, atau melalui tes hasil
belajar. Dengan diperoleh data, guru peserta
pembelajar akan dapat melihat atau mengevaluasi
keberhasilan rencana tindakan atau dampak dari
tindakan yang dilakukan guru peserta.

66

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS

PELAKSANAAN

c. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pembelajaran pada topik ini adalah
persiapan praktik pelaksanaan tindakan yang meliputi
penjelasan tentang skenario pembelajaran serta
penggunaan instrumen pengambilan data kepada semua
anggota; pelaksanaan pembelajaran oleh guru peserta
model; obsevasi pembelajaran oleh anggota untuk
memperoleh data; dan diskusi refleksi bersama.

d. Petunjuk Kegiatan
Pembelajaran dilakukan dalam dua tahap, yaitu
kegiatan tatap muka di MGMP selama 4 jam pelajaran
(@ 50 menit) dan kegiatan mandiri (belajar mandiri dan
tugas terstruktur) selama 6 jam pelajaran (@ 50
menit).

Kegiatan Tatap Muka


Kegiatan pembelajaran pada sesi ini adalah kegiatan
pelaksanaan tindakan dalam bentuk modeling open
class sebagaimana dalam kegiatan lesson study. Pada
kegiatan ini guru pemandu memandu guru peserta
untuk melakukan kegiatan hal-hal berikut.
Penjelasan skenario pembelajaran serta penggunaan
instrumen pengambilan data kepada semua anggota.
Pelaksanaan pembelajaran oleh guru model.
Observasi pembelajaran oleh anggota untuk
memperoleh data obsevasi pembelajaran oleh
anggota untuk memperoleh data
Diskusi untuk merefleksi kegiatan pembelajaran
yang sudah dilakukan

Kegiatan Mandiri
Setelah kegiatan belajar tatap muka di forum MGMP,
guru peserta diharuskan melakukan kegiatan mandiri,
yaitu mengerjakan tugas terstruktur dan belajar
mandiri.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS SMP

67

PELAKSANAAN

Tugas Terstruktur
1)

Guru peserta melaksanakan tindakan dan


mengumpulkan data sesuai dengan perencanaan
yang telah dibuat pada tugas pembelajaran
sebelumnya. Proses pembelajaran tersebut diamati
oleh teman sejawat dengan menggunakan lembar
observasi yang telah disediakan.

2)

Setelah pembelajaran selesai, guru peserta


langsung merenungkan proses tersebut dan
menuangkannya dalam refleksi tertulis atau case
study.

3)

Hasil refleksi atau case study, hasil observasi dari


teman sejawat, RPP, LKS, dan hasil kerja siswa
dibawa pada pertemuan berikutnya di forum
MGMP.

Tugas Belajar Mandiri

68

1)

Menugasi guru peserta untuk menelaah lebih lanjut


langkah pelaksanaan tindakan dan pengumpulan
data dari sumber belajar yang tersedia dan sumber
yang relevan.

2)

Menyusun laporan kajian kritis hasil penelaahannya


dan membawanya dalam pertemuan berikut.

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS

PELAKSANAAN

2. KOMPETENSI DAN INDIKATOR


PENCAPAIAN KOMPETENSI
Kompetensi dan indikator yang ingin dicapai pada
pertemuan ini adalah sebagai berikut
Kompetensi

Indikator Pencapaian Kompetensi

Terampil melaksanakan rencana


tindakan
perbaikan
pembelajaran dalam bentuk
open class dan mengobservasi
pembelajaran
untuk
mengumpulkan data

a. Melaksanakan
pembelajaran
sesuai dengan rencana tindakan
b. Melaksanakan
observasi
pembelajaran
dengan
menggunakan lembar observasi
c. Mengumpulkan data tentang
hasil
pelaksanaan
dengan
menggunakan instrumen yang
sesuai

3. PERSIAPAN
Untuk melaksanakan pembelajaran topik pelaksanaan
tindakan dan pengumpulan data ini diperlukan
persiapan seperti berikut.
a. Guru pemandu mempelajari topik dan sumber
belajar yang relevan.
b. Guru pemandu menyiapkan bahan ajar dalam bentuk
PowerPoint
atau
bentuk
lain
jika
tidak
memungkinkan.

Bahan Ajar 1

Pengantar Pembelajaran Pertemuan Pelaksanaan


Tindakan dan Pengumpulan Data

Bahan Ajar 2

Kedudukan Pelaksanaan Tindakan dan Pengumpulan


Data dalam PTK

Bahan Ajar 3

Rangkuman Pembelajaran Topik Pelaksanaan Tindakan


dan Pengumpulan Data

Bahan Ajar 4

Tugas Terstruktur dan Tugas Belajar Mandiri

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS SMP

69

PELAKSANAAN

c.

Guru pemandu menyiapkan lembar observasi


pembelajaran

d.

Guru pemandu menyiapkan BBM tentang


penggunaan lembar observasi

e.

Guru pemandu menyiapkan alat pembelajaran,


seperti ATK, papan tulis, kertas plano, spidol,
OHP, plastik tranparancies, LCD dan laptop (jika
memungkinkan).

4. SUMBER BELAJAR
Sumber belajar 1

Handout pembelajaran topik pelaksanaan tindakan


dan pengumpulan data.

Sumber belajar 2

Format Penilaian Proses Pembelajaran

Sumber belajar 3

Format Penilaian Produk

Sumber belajar 4

Lembar Observasi Pembelajaran

Sumber belajar 5

Bahan Belajar Mandiri tentang Penggunaan Lembar


Observasi

Sumber belajar 6

Contoh RPP

5. KEGIATAN BELAJAR
Kegiatan 1
(10 menit)
Pengantar
(Penjelasan
tentang topik
yang akan
dipelajari)

70

Kegiatan 3
(90 menit)
Demonstrasi
Melaksanakan
Presentasi
pembelajaran
(Penjelasan
di kelas sesuai
tentang skenario
dengan
pembelajaran
rencana
yang openclass
tindakan
dan penjelasan
untuk
penggunaan
perbaikan
instrumen untuk
pembelajaran
pengumpulan

Observasi
data)
PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B.
INGGRIS
pelaksanaan
pembelajaran
menggunakan
istrumen yang
Kegiatan 2
(30 menit)

PELAKSANAAN

Kegiatan 4
(60 menit)
Kegiatan 5
(10 menit)
Penutup
(Merefleksi
pembelajaran
yang sudah
dilakukan dan
program tindak
lanjut dalam
bentuk tugas
mandiri)

Kegiatan 1

Diskusi
(Mengumpulkan dan
memvalidasi
data hasil
observasi,
hasil refleksi
atau case
study, dan
hasil belajar
siswa)

Pengantar
Pada awal pembelajaran, guru pemandu mengucapkan
salam dan menginformasikan topik yang akan
dipelajari,
kompetensi,
indikator
pencapaian
kompetensi, ruang lingkup pembelajaran, dan kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan melalui tayangan
powerpoint 1: Pengantar Pembelajaran Topik
Pelaksanaan Tindakan dan Pengumpulan Data
Selanjutnya, guru pemandu memberikan penguatan
kedudukan langkah pelaksanaan tindakan dan
pengumpulan data
dalam tahapan melaksanakan
Penelitian Tindakan Kelas. Penjelasan mengenai hal ini
dapat dibantu dengan memperlihatkan tayangan
powerpoint 2: Kedudukan Pelaksanaan Tindakan dan
Pengumpulan Data dalam PTK. Untuk mengingatkan,
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS SMP

71

PELAKSANAAN

sebelum menanyangkan PowerPoint


dipandu dengan pertanyaan berikut.

guru

peserta

Bagaimana hubungan pelaksanaan tindakan dan


pengumpulan data dengan langkah sebelum dan
setelahnya
dalam
penelitian
tindakan
kelas
pembelajaran bahasa Inggris?

Pada saat menayangkan PowerPoint 2, guru pemandu


mengingatkan dan mengiformasikan kembali bahwa
tahap pelaksanaan tindakan dan pengumpulan data
sebenarnya berjalan bersamaan. Pengumpulan data
dilakukan pada waktu tindakan sedang berjalan, jadi
keduanya berlangsung dalam waktu yang sama.

Kegiatan 2

Presentasi
Sebelum praktik pelaksanaan rencana tindakan dimulai,
guru pemandu meminta guru model atau guru yang
akan melaksanakan rencana tindakan yang telah
ditetapkan pada pertemuan sebelumnya menjelaskan
terlebih dahulu skenario pembelajaran open class. Hal
ini penting agar guru peserta yang bertindak sebagai
observer dapat mengikuti alur pembelajaran dengan
baik. Skenario pembelajaran dikondisikan dengan
menggunakan Sumber Belajar 6: Contoh RPP. Selain
itu, guru model juga menjelaskan penggunaan
instrumen untuk pengumpulan data yang telah dipilih,
termasuk lembar observasi (Sumber Belajar 4: Lembar
Observasi Pembelajaran dan Sumber Belajar 5:
Penggunaan Lembar Observasi).
Selanjutnya, guru pemandu mempersilakan guru
peserta mengungkapkan tanggapan terhadap informasi
yang diterimanya.

Kegiatan 3

Demonstrasi (Praktik Pelaksanaan Rencana


Tindakan)
Sebagai persiapan awal sebelum pelaksanaan rencana
tindakan, guru pemandu meminta kepada guru model
untuk memilih kelas dan mempersiapkannya untuk
kegiatan open class. Persiapan yang dimaksud meliputi
pengelolaan kelas, misalnya menyangkut pengaturan
tempat duduk dengan disertai denah yang berisikan

72

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS

PELAKSANAAN

posisi dan nama siswa. Hal ini akan memudahkan


pengamat untuk mengidentifikasi nama siswa yang
menjadi fokus pengamatannya. Penting juga penting
disampaikan kepada siswa bahwa dalam pembelajaran
yang akan dilaksanakan
akan ada beberapa guru
pengamat. Disarankan kepada siswa agar mereka tidak
perlu takut, cemas, atau berbuat yang aneh-aneh.
Mereka harus belajar sebagaimana biasa. Jika ada
kesulitan dalam belajar, tidak perlu tanya kepada
pengamat, tetapi langsung pada guru yang mengajar.
Langkah selanjutnya, guru pemandu mempersilahkan
guru model melaksanakan pembelajaran. Sebagaimana
pembelajaran reguler yang biasa dilakukan oleh guru
peserta, pada saat melaksanakan tindakan, guru
peserta juga melakukan kegiatan belajar mengajar
sebagaimana biasa, hanya dalam kesempatan ini kelas
diikuti oleh beberapa orang pengamat. Guru model
diharapkan dapat melaksanakan pembelajaran di kelas
sesuai dengan rencana tindakan untuk perbaikan
pembelajaran. Walaupun demikian, bukan berarti guru
peserta harus secara kaku melaksanakan langkahlangkah pembelajaran. Guru peserta dapat melakukan
modifikasi yang dianggap sangat perlu untuk
kelancaran pelaksanaan pembelajaran.
Pada waktu yang bersamaan guru pemandu pun
meminta guru peserta yang lain untuk melakukan
pengamatan. Guru pemandu
mengingatkan bahwa
selama pelaksanaan pembelajaran para guru peserta
yang bertindak sebagai pengamat melakukan tugasnya
untuk mengobservasi pelaksanaan pembelajaran
dengan menggunakan instrumen yang telah ditentukan.
Walaupun fokus pengamatan sudah dituangkan dalam
lembar observasi, para pengamat diharapkan dapat
membuat catatan anekdotal sebagai tambahan data
yang dianggap perlu. Selain itu, para pengamat
diharapkan mematuhi rambu-rambu sebagai pengamat
yang baik, antara lain dengan tidak mengganggu
pelaksanaan pembelajaran, seperti mengintervensi
guru peserta atau siswa.

Kegiatan 4

Mengumpulkan dan Memvalidasi Data


Setelah pembelajaran selesai, guru pemandu meminta
semua guru peserta, baik yang bertindak sebagai guru
model maupun para pengamat untuk kembali ke ruang
pertemuan. Kemudian, guru pemandu mempersilakan
guru model untuk menuliskan refleksi pembelajarannya
dalam bentuk case study dan mempersilakan para
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS SMP

73

PELAKSANAAN

pengamat
untuk
melengkapi
catatan
hasil
observasinya.
Selanjutnya,
guru
pemandu
mengumpulkan data tersebut dan juga meminta data
hasil belajar siswa.
Case study, data hasil observasi, dan data hasil belajar
siswa akan menjadi modal utama untuk keperluan
selanjutnya, yaitu analisis data, interpretasi data, dan
refleksi.

Kegiatan 5

Penutup (Refleksi, dan Tindak Lanjut)


Guru pemandu memberikan kesempatan kepada
peserta untuk mengajukan pertanyaan atau pernyataan
yang terkait dengan topik pelaksanaan tindakan dan
pengumpulan data. Setelah tanya jawab, beberapa
guru peserta diminta untuk merangkum pembelajaran
dan diperkuat oleh guru pemandu dengan menayangkan
PowerPoint 3: Rangkuman Pembelajaran Topik
Pelaksanaan Tindakan dan Pengumpulan Data.
Selanjutnya, guru pemandu dan peserta didik
melakukan refleksi pembelajaran. Guru pemandu
mempersilakan setiap guru peserta menuliskan hasil
refleksi diri tentang pengalaman melaksanakan rencana
tindakan, observasi pembelajaran, dan pengumpulan
data dalam buku kerja.
Guru pemandu memberikan arahan tindak lanjut
pembelajaran dengan memberikan kegiatan mandiri
berupa tugas struktur dan tugas belajar mandiri. Tugas
terstrukur yang harus dikerjakan guru pembelajar
sesuai dengan langkah yang disusun di Pengantar. Guru
pemandu
mengingatkan guru peserta dengan
menayangkan powerpoint 4: Tugas Terstruktur dan
Tugas Belajar Mandiri. Kemudian guru pemandu
mengakhiri kegiatan dengan ucapan salam dan
informasikan topik bahasan pertemuan minggu
berikutnya yang akan dibahas, yaitu analisis dan
interpretasi data.

6. PENILAIAN
Penilaian pencapaian hasil belajar peserta dilakukan
melalui pengamatan selama proses pembelajaran.
Penilaian mencakup aspek afektif, misalnya: keaktifan,
toleransi, kesungguhan mengikuti kegiatan. Instrumen
penilaian yang digunakan untuk menilai aspek afektif

74

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS

PELAKSANAAN

berupa non tes (Sumber 2: Format Penilaian Proses


Pembelajaran). Selain itu, penilaian hasil belajar
dilakukan juga melalui produk yang dihasilkan (Sumber
3: Format Penilaian Produk). Produk yang dapat dinilai
adalah: laporan tugas terstruktur berupa hasil refleksi
atau case study, hasil observasi dari teman sejawat,
dan hasil kerja siswa. Produk peserta akan dilampirkan
dalam portofolio.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS SMP

75

PELAKSANAAN

Lampiran - Lampiran
Bahan Ajar 1.

Kompetensi

Melaksanakan
rencana
tindakan
perbaikan
pembelajaran
dalam bentuk
open class dan
mengobservasi
pembelajaran
untuk
mengumpulkan
data

76

Pengantar
Pembelajaran
Topik
Pelaksanaan Tindakan dan Pengumpulan

Idikator
Pencapaian
Kompetensi

Kegiatan
Belajar

Hasil yang
Diharapkan

Melaksanakan
pembelajaran
sesuai dengan
rencana
tindakan
Melaksanakan
observasi
pembelajaran
dalam bentuk
open class
dengan
menggunakan
lembar
observasi

Demonstrasi

Case study
dan nilai hasil
belajar siswa

Penugasan

Data hasil
observasi

Mengumpulkan
data tentang
hasil
pelaksanaan
dengan
menggunakan
instrumen yang
sesuai

Diskusi

Case study,
data hasil
observasi dan
nilai hasil
belajar siswa

Penugasan

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS

PELAKSANAAN

Bahan Ajar 2.

Kedudukan Prosedur Identifikasi Masalah


Dalam Urutan PTK

Refleksi Awal

Perencanaan
Tindakan I

Revisi
Tindakan I
(Perencanaan
Tindakan II)

Pelaksanaan
Tindakan I

Observasi

Refleksi dan
Evaluasi

Pelaksanaan
Tindakan II

Observasi

Refleksi dan
Evaluasi

Revisi
Tindakan II
(Perencanaan
Tindakan III)

Bahan Ajar 3.

Rangkuman
Pembelajaran
Topik
Pelaksanaan Tindakan dan Pengumpulan
Data
1.

Tindakan yang dimaksud dalam PTK adalah


tindakan yang dilakukan secara sadar dan
terkendali, yang merupakan variasi praktik yang
cermat dan bijaksana.

2.

Tindakan mengandung inovasi atau pembaruan,


sekecil apapun, yang berbeda dengan yang biasa
dilakukan sebelumnya.

3.

Pengumpulan
data
berfungsi
untuk
mendokumentasikan pengaruh tindakan terkait
bersama prosesnya. Untuk itu, perlu dilakukan
pengamatan (observasi).
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS SMP

77

PELAKSANAAN

4.

Aspek yang diamati dalam PTK adalah

5.

Proses tindakannya

6.

Pengaruh tindakan (baik yang disengaja maupun


tidak disengaja)

7.

Keadaan dan kendala tindakan

8.

Bagaimana keadaan dan kendala tersebut


menghambat atau mempermudah tindakan yang
direncanakan dan pengaruhnya

9.

Persoalan lain yang timbul selama kegiatan PTK.

10. Pengumpulan data dilakukan pada waktu tindakan


sedang berjalan, jadi keduanya berlangsung dalam
waktu yang sama.

Bahan Ajar 4.

Tugas Terstruktur dan Tugas Mandiri


Tugas Terstruktur
1.

2.
3.

Laksanakan tindakan pembelajaran Bahasa


Inggris di kelas Anda sesuai dengan rencana
tindakan yang sudah dibuat! Mintalah teman
sejawat Anda untuk melakukan observasi
dengan menggunakan lembar observasi!
Susun case study pembelajaran yang sudah
Anda lakukan!
Kumpulkan hasil observasi, hasil belajar siswa,
dan case study untuk dijadikan data dan bahan
pertemuan selanjutnya!

Tugas Belajar Mandiri


Kaji bahan bacaan dari
tuliskanlah laporannya

78

sumber belajar 5 dan

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS

PELAKSANAAN

Sumber Belajar 2
FORMAT PENILAIAN PROSES
Pertemuan ke- : .......
Hari, tanggal : .........................................
Topik

: .........................................

Aspek
No. Nama Keaktifan Kerja sama Kedisiplinan
1

Keterangan:
1 = sangat aktif/berkontribusi/disiplin
2 = aktif/berkontribusi/disiplin
3 = kurang aktif/berkontribusi/disiplin

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS SMP

79

PELAKSANAAN

Sumber Belajar 3
FORMAT PENILAIAN PRODUK
TOPIK PELAKSANAAN TINDAKAN DAN PENGUMPULAN
DATA

Nama Guru

: .

Asal Sekolah

: .
Nilai

No.

Aspek yang Dinilai (Indikator)

Keterangan

1 2 3 4

1.

Data pelaksanaan
rencana tindakan
pembelajaran bahasa Inggris

Keterangan

80

Lengkap dan jelas

Lengkap, tetapi kurang jelas

Jelas, tetapi kurang lengkap

Kurang lengkap dan kurang jelas

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS

PELAKSANAAN

Sumber Belajar 4

: Lembar Observasi Pembelajaran

LEMBAR OBSERVASI PEMBELAJARAN

Mata
Pelajaran/Topik

Kelas/Sekolah

Nama Pengajar

TAHAP/

PERTANYAAN

HASIL OBSERVASI

ASPEK
KEGIATAN AWAL

1.

Apa yang dilakukan


guru untuk menggali
pengetahuan awal
atau memotivasi
siswa?

2.

Bagaimana respon
siswa? Apakah siswa
bertanya tentang
masalah yang terkait
dengan sajian guru
peserta pada kegiatan
awal?

3.

Apakah guru peserta


memberikan
penjelasan umum
tentang materi ajar
atau prosedur
kegiatan yang harus
dilakukan oleh siswa?

Apersepsi dan motivasi

KEGIATAN INTI

Materi ajar:

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS SMP

81

PELAKSANAAN

TAHAP/

PERTANYAAN

HASIL OBSERVASI

ASPEK

Pengelolaan sumber
belajar/media

Strategi pembelajaran

82

4.

Bagaimana kaitan
antara pembelajaran
dengan realita
kehidupan, lingkungan
dan pengetahuan
lainnya?

5.

Apakah guru peserta


terampil dalam
memanfaatkan dan
mampu memanipulasi
media pembelajaran?

6.

Bagaimana interaksi
siswa dengan sumber
belajar/media?

7.

Apakah proses
pembelajaran
dilaksanakan dengan
strategi yang sesuai
secara lancar?

8.

Apakah siswa dapat


mengikuti alur
kegiatan belajar?

9.

Bagaimana guru
peserta memberikan
arahan yang
mendorong siswa
untuk bertanya,
berpikir, dan
beraktivitas?

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS

PELAKSANAAN

TAHAP/

PERTANYAAN

HASIL OBSERVASI

ASPEK
10. Apakah siswa aktif
melakukan kegiatan
fisik dan mental
(berpikir)? Berapa
banyak siswa yang
aktif belajar?
KEGIATAN PENUTUP
Penguatan/
konsolidasi

11. Bagaimana guru


peserta memberikan
penguatan, dengan
mereviu, merangkum
atau menyimpulkan?
12. Apakah guru
pesertamemberi tugas
rumah untuk remidi
atau penguatan?

Evaluasi

13. Bagaimana guru


pesertamelakukan
evaluasi
pembelajaran?
14. Bagaimana ketuntasan
belajar siswa?

KOMENTAR OBSERVER

Pelaksanaan skenario pembelajaran


(berdasarkan RPP):
Pelajaran berharga yang dapat dipetik oleh
pengamat:
Lain-lain:

, .200 ,
Observer,

(.)
Jabatan/Posisi:

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS SMP

83

PELAKSANAAN

Bahan Ajar 5.

Panduan Penggunaan Lembar Observasi


A. RASIONAL
Salah satu komponen aktivitas dalam Program
BERMUTU adalah melakukan upaya perbaikan
kualitas pembelajaran melalui pendekatan PTK,
lesson study dan case study, dengan basis MGMP.
Pendekatan yang dimaksud adalah memperbaiki
kualitas pembelajaran dengan cara melaksanakan
PTK dan mengadopsi teknik tertentu dari lesson
study dan case study. Teknik-teknik yang diambil
dari praktik lesson study, antara lain, ketika
melaksanakan identifikasi masalah pembelajaran
(untuk PTK) dilakukan melalui observasi dan refleksi
pembelajaran secara kolaboratif, melaksanakan
penyusunan
rencana
pembelajaran
secara
kolaboratif, kemudian melaksanakan pembelajaran
dengan observasi oleh anggota MGMP, yang
kemudian dilanjutkan dengan diskusi refleksi
bersama. Observasi pembelajaran dalam lesson
study lebih difokuskan pada aktivitas belajar siswa,
namun tanpa mengabaikan peran dan aktivitas guru
peserta dalam mengajar. Sementara itu, diskusi
refleksi membahas proses pelaksanaan dan hasil
pembelajaran yang dilakukan bersama dan terfokus
pada bahasan diskusi tentang aktivitas belajar siswa,
dan menghindari kritik terhadap guru peserta.
Pendekatan case study yang dimaksud dalam
program ini adalah pemanfaatan salah satu teknik
dalam case study, yakni guru peserta atau pengamat
harus dapat menuangkan segala temuannya yang
berkaitan dengan aktivitas pembelajaran kedalam
uraian naratif. Dengan cara ini,
akan dapat
diungkapkan berbagai permasalahan dan kelebihan
dari suatu kasus pembelajaran. Selain itu, cara ini
akan dapat mengatasi kesulitan umum yang dialami
sebagian besar guru peserta selama ini, yakni
menuangkan gagasannya dalam tulisan berbentuk
narasi ilmiah.
Panduan observasi ini diharapkan dapat membantu
guru (pengamat pembelajaran) dalam konteks
kegiatan MGMP, untuk dapat merekam berbagai
aspek pembelajaran dan akhirnya dapat menemukan
berbagai permasalahan yang dapat diangkat sebagai
salah satu masalah pembelajaran, yang akan
diperbaiki melalui PTK. Lembar diobservasi ini
semata-mata untuk menjadi sualtu cara alternatif
sederhana bagi guru peserta untuk melakukan
pengamatan dan mengidentifikasi permasalahan

84

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS

PELAKSANAAN

dalam pembelajaran. Di samping itu, lembar


observasi ini bukan dimaksudkan sebagai alat
mengevaluasi atau menilai baik dan buruknya suatu
kegiatan pembelajaran yng dilakukan oleh guru
peserta dan murid. Tentu saja lembar observasi
pembelajaran lain dapat digunakan sesuai dengan
keperluan masing-masing.

B. RAMBU-RAMBU PENGGUNAAN
Agar penggunaan lembar observasi ini sesuai dengan
yang diharapkan, perlu disusun rambu-rambu
penggunaannya.
1.

Agak berbeda dengan lembar observasi yang


biasa digunakan dalam lesson study, lembar
observasi
pembelajaran
dalam
Program
BERMUTU ini memberikan peluang untuk
merekam hasil pengamatan yang menyangkut
aspek guru peserta selain aspek murid yang
biasanya lebih diutamakan dalam lesson study.

2.

Sebagaimana kelaziman pembagian tahapan


pembelajaran, untuk memudahkan penemuan
alur pembelajaran dalam lembar observasi ini,
proses pembelajaran dibagi menjadi 3 tahap,
yakni kegiatan awal, kegiatan inti, dan penutup.
Di dalam masing-masing tahap terdapat
beberapa aspek utama yang perlu dicermati oleh
pengamat dalam pembelajaran.

3.

Di bagian akhir lembar observasi ini, observer


diminta untuk menuliskan komentarnya secara
obyektif
tentang
keterlaksanaan
skenario
pembelajaran, pelajaran berharga yang dapat
dipetik oleh observer dari kegiatan observasi
pembelajaran, serta komentar lain yang
dianggap berguna untuk pengingat diri sendiri
dan juga guru pengajar.

4.

Penjelasan tiap aspek pengamatan:


a. Pada kegiatan awal, guru peserta biasanya
melakukan
kegiatan
apersepsi
atau
memotivasi siswa. Uraikan secara singkat
butir kegiatan apersepsi atau motivasi yang
dilakukan oleh guru peserta. Selanjutnya,
perhatikan dan uraikan tentang respon yang
tampak pada siswa. Jika mungkin, hitung
atau perkirakan jumlah/frekuensi siswa
yang memberikan respon. Namun, dapat
jadi guru peserta tidak melakukan tahap
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS SMP

85

PELAKSANAAN

tersebut. Misalnya, setelah mengucapkan


salam guru peserta langsung menjelaskan
materi ajar atau masuk langsung ke
kegiatan inti.

86

b.

Apersepsi dapat dilakukan oleh guru peserta


dengan cara menyampaikan pertanyaan
untuk menggali pengetahuan awal siswa.

c.

Pada akhir langkah apersepsi/motivasi,


apakah timbul konflik kognitif atau masalah
pada diri siswa? Hal ini dapat diungkapkan
oleh siswa dalam bentuk pertanyaan kepada
guru. Misalnya, mengapa terjadi demikian
...? Seharusnya demikian ...? Bagaimana
jika ...? dst.

d.

Dalam mengawali kegiatan inti, apakah guru


peserta memberikan penjelasan umum
tentang garis besar materi ajar, atau
menjelaskan langkah kerja yang akan
dilakukan
siswa?
Apakah
penjelasan
diberikan telah cukup jelas dan maksudnya
mudah dipahami siswa? Perhatikan, apakah
siswa memerhatikan dengan baik dan dapat
memahami maksud penjelasan tersebut?
Berapa frekuensi siswa yang memperhatikan
dan memahaminya? Berikan komentar
singkat tentang hal tersebut. Apakah
kegiatan sudah cukup baik dilakukan oleh
guru peserta? Adakah yang perlu diperbaiki?

e.

Apakah materi ajar atau kegiatan yang


dilakukan
dikaitkan
dengan
realita
kehidupan di sekitar siswa, sehingga
menjadi bermakna dan membangkitkan
minat siswa? Hal ini berkaitan dengan nilai
kontekstual
pembelajaran.
Tuliskan
penjelasan singkat tentang hal ini.

f.

Apakah untuk pelaksanaan pembelajaran


tersebut tersedia sumber belajar, media,
peralatan yang memadai (jumlah dan
kualitas)? Bagaimana pengelolaan oleh guru
peserta dan pemanfatannya oleh siswa?
Apakah sumber belajar/media cukup efisien
membantu
siswa
menemukan
atau
memahami konsep materi ajar? Uraikan
temuan Anda tentang hal ini.

g.

Secara umum, apakah


menggunakan
strategi

guru peserta
pembelajaran

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS

PELAKSANAAN

tertentu dengan alur yang sesuai, dan


dilakukannya secara lancar? Apakah siswa
mengikuti alur belajar tersebut dengan baik
atau tampak menjadi bingung?
h.

Bagaimana cara guru peserta membimbing


dan mengarahkan siswa, atau memberikan
pertanyaan arahan? Apakah pertanyaanpertanyaan
tersebut
efektif
dalam
mengarahkan kerja dan cara perpikir siswa?

i.

Apakah siswa beraktivitas secara fisik dan


mental (berpikir) dalam belajar? Berapa
frekuensi siswa yang telah benar-benar
belajar dan berapa yang tidak?

j.

Apakah ada siswa yang bertanya atau


menyampaikan pendapat secara langsung
kepada guru peserta? Berapa orang? Apakah
guru
pembelajar rmemberikan respon
terhadap pertanyaan atau komentar siswa?

k.

Pada kegiatan penutup, apakah guru


peserta melakukan penguatan terhadap
hasil belajar siswa. Misalnya, dengan
membuat rangkuman atau kesimpulan,
mengajak siswa mereviu proses dan hasil
belajar, atau memberikan tugas rumah
untuk remidi bagi siswa yang kurang
berhasil atau untuk penguatan bagi yang
telah berhasil?

l.

Apakah tampak adanya kepuasan pada siswa


setelah kegiatan belajar selesai? Hal ini
ditandai dengan kegembiraan pada siswa,
tidak ada siswa yang terlihat lesu atau
murung, tidak tanpak siswa yang masih
bingung atau bertanya-tanya tentang materi
pelajaran atau pekerjaan rumah yang
diberikan?

m. Apakah guru peserta melakukan evaluasi


terhadap hasil belajar? Bagaimana dengan
capaian hasil belajar siswa (jika mungkin
dilihat)?
5. Setelah melakukan observasi pembelajaran, para
pengamat diharapkan dapat menuliskan komentar
yang obyektif dan terkait dengan keterlaksanaan
skenario pembelajaran yang telah disusun atau
direncanakan? (harus lihat RPP guru peserta).
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS SMP

87

PELAKSANAAN

6. Selain itu, pengamat diharapkan dapat menemukan


atau menidentifikasi pelajaran berharga dari
observasi
pembelajaran
tersebut.
Nantinya
pelajaran berharga tentang teknik pengajaran ini
dapat dicoba-terapkan di sekolah atau di kelasnya
sendiri. Tentunya, setiap orang akan dapat memetik
pelajaran yang berbeda-beda.
7. Pengamat juga dapat menuliskan komentar lain yang
memang dianggap perlu atau berguna bagi pengamat
sendiri ataupun sebagai pengingat bagi guru peserta
yang menyajikan pembelajaran.

C. SARAN
1.

Setelah melakukan observasi pembelajaran,


menuliskan hasil pengamatannya dalam lembar
observasi ini, dan dengan melakukan diskusi
refleksi,
para pengamat
dianjurkan
untuk
menguraikan hasil observasi tersebut dalam bentuk
case study.

2.

Dalam melakukan observasi pembelajaran, para


observer diharapkan dapat: melakukan observasi
secara cermat, utamanya terhadap semua siswa
dan tidak melakukan intervensi terhadap guru
peserta yang sedang mengajar maupun siswa yang
sedang belajar. Dalam melakukan pengamatan,
pengamat hendaknya menempatkan diri pada posisi
yang tegas sehingga dapat melihat gerak-gerik
siswa dan juga ekspresi wajah siswa pada saat
proses pembelajaran.

Sumber Belajar 6 :

Contoh RPP
MODEL PEMBELAJARAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Mata Pelajaran
Kelas / Semester
Materi Pokok
Alokasi Waktu

:
:
:
:

Bahasa Inggris
VII/1
Teks Procedure
2 x 40 menit

STANDAR KOMPETENSI
Mengungkapkan makna dalam teks tulis fungsional
pendek, esei sederhana berbentuk recount, narrative
dan procedure dalam konteks kehidupan sehari-hari.

88

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS

PELAKSANAAN

KOMPETENSI DASAR
Mengungkapkan makna dan langkah-langkah retorika
secara akurat, lancar dan berterima dengan
menggunakan ragam bahasa tulis dalam konteks
kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk recount,
narrative , dan procedure.
INDIKATOR
Menggunakan
kalimat
imperative
memberikankan petunjuk
Menghasilkan teks berbentuk procedure

dalam

I.TUJUAN PEMBELAJARAN
1.

Siswa mampu menghasilkan


berbentuk procedure

teks

tertulis

II.MATERI AJAR
Teks procedure
Gambar
III. METODE PEMBELAJARAN
Tanya Jawab
Diskusi

IV. LANGKAH PEMBELAJARAN


A.Pre Activity
1. Guru menunjukkan gambar hand phone (HP) dan
memberikan pertanyaan kepada siswa.
2. Guru memperkenalkan beberapa kata kunci
seperti: rub, press, button, seal, wrap, scratch.
B.While Activity
1. Guru meminta siswa mendiskusikan gambar HP
yang diperlihatkan
2. Guru meminta salah seorang siswa maju ke depan
kelas untuk mempraktekkan cara memasukkan
pulsa
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS SMP

89

PELAKSANAAN

3. Guru meminta siswa yang lain untuk menuliskan


langkah-langkah yang telah dipraktekkan dengan
menggunakan kalimat perintah
4 Guru memberikan feedback atas kalimat-kalimat
siswa
5. Guru memberikan leading questions untuk
membantu siswa menulis teks procedure.
6. Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap
kelompok terdiri atas 4 siswa.
7. Masing-masing
kelompok
berdiskusi
untuk
menghasilkan sebuah teks procedure tertulis.
C.Post Activity
Wakil masing-masing kelompok membacakan hasil
karya mereka.
V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
1.Hand Phone
2.Voucher
3.Pictures
4.Text Book
VI. Penilaian
A.Tugas
1. Siswa
diminta
melengkapi
teks
procedure dengan kalimat imperative
2. Siswa membuat teks procedure dengan
menggunakan
kalimat
kalimat
imperative
B. Pedoman Penilaian:
1.Task 1: 2x14
2.Task 2:
a. Grammar and Vocabulary
b. Manajemen wacana genre
c. Kejelasan makna
d. Hubungan antar gagasan
Skor maksimal
Nilai maksimal
Mengetahui Kepala Sekolah,

..............................

90

=28
=18
=18
=18
=18
_______+
100

100

Guru Mata Pelajaran,

.......................

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS

PELAKSANAAN

Pre activity
During pre activity, the teacher asks the leading
questions to attract the students attention to the
topic.
1.How do you contact your friends? What means of
communication do you use?
2.What phone do you use if you are away?
3.What should you do if you run out of money in your
account?
4.How do you refill your account?
Activity
During the activity the teacher asks the following
questions to help the students write a procedure text.
1.What must a handphone be provided with?
2.What should you do if you run out of money in your
account or its duration validity is overdue?
3.What do we need to refill the account?
4.Do we keep the voucher wrapped in plastics? What
should we do to take it out from the plastic
wrapping case?
5.Which part of the card do we scratch?
6.What is hidden behind the strip?
7.What is the next stage to refill the account?
8. How do we know that our handphones account has
been refilled?

How to Refill Your Phone Cards Account


The Handphone is one of the means of
communication. Unlike a telephone, a mobile phone
must be provided with a card. We have to be sure
that we do not run out of money in the account and its
duration is not over. Here are the steps we have to
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS SMP

91

PELAKSANAAN

follow to refill the account your handphone or mobile


phone (for example an IM3 Card). First, open the seal
of the card you have just bought. Then, take out the
card from the plastic wrap. You will see a silver strip
on the back of the card. Scratch the silver strip by
using a coin. You will see a 14 digit-number. The next
step is press *556* on your handphone or mobile phone
followed by the 14 digit-number as shown on your
card. After that, press OK or YES. Check the account
of your card by dialling *388#. Now you can use your
mobilephone as the account has been refilled.

92

PB /PELAKSANAAN TINDAKAN/12/B. INGGRIS

ANALISIS DAN INTERPRETASI

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA/13/B.INGGRIS SMP

BAHAN BELAJAR MANDIRI


Topik

Analisis dan
Interpretasi Data

Jumlah Jam

4 jam (4 x 50 menit)

Pertemuan

ke-13

Proses pembelajaran

dengan topik analisis data

dan interpresentasi data ini akan berjalan baik bila


guru peserta belajar di MGMP memahami semua
informasi yang diberikan dalam pembelajaran
generik. Sebaiknya,
memahami materi :

guru peserta juga telah


(1) pengenalan

proses

pembelajaran BERMUTU, (2) pengenalan PTK,


lesson study, dan case study, serta (3) pelaksanaan
PTK model BERMUTU. Pemahaman materi yang
telah dibahas sebelumnya merupakan prasyarat
untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya.
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

93

ANALISIS DAN INTERPRETASI

1. PENGANTAR
Analisis data merupakan usaha untuk memilih,
memilah, membuang, menggolongkan, dan mengatur
urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu
pola, kategori, dan satuan uraian dasar. Langkah ini
sangat penting dilakukan agar data yang terkumpul
dapat bermakna dan menjawab keberhasilan tindakan
yang telah dilakukan. Kegiatan ini sebagai tindak
lanjut dari kegiatan pengumpulan data. Jika kegiatan
pengumpulan data sebagai jantungnya penelitian
tindakan, maka analisis data akan memberikan
kehidupan dalam kegiatan penelitian tersebut. Oleh
karena itu, peneliti perlu memahami teknik analisis
data yang tepat agar manfaat penelitiannya memiliki
nilai ilmiah yang tinggi .
Ruang lingkup pembahasan dalam topik ini adalah
permasalahan yang terkait dengan pengolahan atau
analisis data dan interpretasinya. Pembahasan tentang
analisis data difokuskan pada masalah menganalisis
data kuantitatif dan menganalisis data kualitatif
(deskriptif kualitatif). Pembahasan tentang interpretasi
data difokuskan pada masalah pemaknaan terhadap
hasil analisis data. Hasil analisis dapat dikatakan masih
bersifat faktual sehingga perlu diberi arti atau makna.
Interpretasi hendaknya mencerminkan jawaban dari
permasalahan yang diajukan. Usahakan agar masalah
penelitian, tujuan penelitian, landasan teori, data,
analisis data, dan interpretasi selalu ditulis secara
runtut.
Agar pemahaman terhadap topik ini lebih baik,
terdapat beberapa kegiatan yang harus dilakukan.
Kegiatan tersebut meliputi hal-hal berikut ini.

94

a.

Curah pendapat (brainstorming).

b.

Diskusi untuk memahami cara menganalisis dan


menginterpretasi data dari berbagai sumber
belajar.

c.

Latihan menganalisis dan menginterpretasi data

d.

Penugasan
mencari
sumber
berhubungan dengan topik.

e.

Menganalisis dan menginterpretasi data yang sudah


dikumpulkan sebelumnya.

belajar

yang

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

ANALISIS DAN INTERPRETASI

2. KOMPETENSI DAN INDIKATOR


PENCAPAIAN KOMPETENSI
Menganalisis
dan
menginterpretasi
data
pelaksanaan pembelajaran bahasa Inggris
Kompetensi
Mengidentifikasi masalah dalam
pembelajaran bahasa Inggris,
merumuskan
masalah,
dan
mendeskripsikan
faktor
penyebab timbulnya masalah
dalam pembelajaran bahasa
Inggris SMP kelas VII.

hasil

Indikator Pencapaian Kompetensi


a. Menganalisis data kuantitatif
b. Menganalisis
data
(deskriptif kualitatif)

kualitatif

c. Validasi data berdasarkan teknik


triangulasi: pengamat triangulasi
ini dilakukan oleh lebih dari satu
pengamat yang dilakukan kelas
yang sama atau latar yang sama.
Hal ini akan membantu peneliti
untuk menghilangkan biasa dan
menunjang kepastian reliabilitas
sehingga observasi PTK berjalan
dengan baik (Burns, 2003:164).
Lihat Sumber Belajar 4.
d. Menginterpretasi hasil analisis
data
kuantitatif
dengan
menggunakan teknik analisis
e. Menginterpretasi
data kualitatif

hasil

analisis

f. Melihat reliabilitas PTK

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

95

ANALISIS DAN INTERPRETASI

3. PERSIAPAN
Untuk melaksanakan pembelajaran topik Analisis Data
dan Interpretasi, diperlukan persiapan seperti berikut
ini.

96

a.

Guru pemandu mempelajari topik dan sumber


belajar yang relevan.

b.

Guru pemandu
menyiapkan contoh data
kuantitatif dan data kualitatif, contoh analisis
data kuantitatif dan kualitatif, contoh interpretasi
hasil analisis data kuantitatif dan kualitatif.

c.

Alat dan bahan pembelajaran, seperti ATK, papan


tulis, kertas plano, spidol, OHP, plastik
tranparancies,
LCD
dan
laptop
(jika
memungkinkan).

d.

Guru peserta menyiapkan data hasil pelaksanaan


pembelajaran sesuai dengan masalah dan rencana
PTK.

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

ANALISIS DAN INTERPRETASI

4. SUMBER BELAJAR
Sumber belajar 1

Kompetensi dan Indikator Pencapaian untuk Topik


Analisis Data dan Interpretasi Indikator Pencapaian
Kompetensi

Sumber belajar 2

Kedudukan Analisis Data dan Interpretasi dalam


Prosedur PTK

Sumber belajar 3

Definisi Data Kualitatif, Data Kuantitatif dan


Triangulasi Pengamat

Sumber belajar 4

Validasi dengan Triangulasi Pengamat (lebih dari


satu pengamat)

Sumber belajar 5

Handout contoh analisis data kualitatif

Sumber belajar 6

Handout contoh analisis data kuantitatif

Sumber belajar 7

Handout contoh interpretasi data

Sumber belajar 8

Contoh laporan PTK

Sumber belajar 9

web log guru dalam PTK (KTI online)

5. KEGIATAN BELAJAR
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

97

ANALISIS DAN INTERPRETASI

Kegiatan 1
Pengantar
(10 menit)

Kegiatan 2
Curah Pendapat
(30 menit)

Kegiatan 5
Latihan dan
Penugasan
(60 menit)

Kegiatan 3
Disukusi
Kelompok
(50 menit)

Kegiatan 4
Studi Kasus
(40 menit)

Kegiatan 6
Penutup
(10 menit)

98

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

ANALISIS DAN INTERPRETASI

Kegiatan 1

Pengantar

Guru pemandu menginformasikan topik yang akan


dipelajari,
kompetensi,
indikator
pencapaian
kompetensi, ruang lingkup pembelajaran, dan kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan melalui tayangan
power point (sumber belajar 1)

Guru pemandu memberikan penguatan kedudukan


topik Analisis Data dan Interpretasi dalam tahapan
melaksanakan PTK. Kedudukan Analisis Data dan
Interpretasi dapat diperlihatkan melalui tayangan
PowerPoint (sumber belajar 1).

Pertanyaan guru pemandu:


Mengapa analisis dan interpretasi data perlu dilakukan
dalam PTK?
Bagaimana hubungan langkah analisis data dan
interpretasi dengan langkah sebelumnya dalam PTK
pembelajaran bahasa Inggris?

Refleksi Awal

Perencanaan
Tindakan I

Revisi Tind. I
(Perencanaan
Tindakan II)

Pelaksanaan
Tindakan I

Pelaksanaan
Tindakan II

Revisi Tind. II
(Perencanaan
Tindakan III)

Observasi

Refleksi
dan

Evaluasi

Observasi

Refleksi
dan

Evaluasi

dan seterusnya

Bagan Desain Penelitian Tindakan Kelas


PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

99

ANALISIS DAN INTERPRETASI

Pada saat menanyangkan bagan di atas, pendamping


menginformasikan bahwa analisis data diwakili oleh
momen refleksi putaran penelitian tindakan kelas.
Dengan melakukan refleksi, peneliti akan memiliki
wawasan autentik yang dapat membantu dalam
menafsirkan data. Informasikan pula bahwa penjelasan
lebih lanjut tentang refleksi ada dalam topik
tersendiri.

Kegiatan 2

Curah Pendapat (Brainstorming)

Pendamping memandu kegiatan curah pendapat


untuk mengetahui pemahaman peserta didik
mengenai
cara-cara
menganalisis
dan
menginterpretasikan data.

Pertanyaan Pemandu
Pernahkah Anda menganalisis data? Apakah data
tersebut berhubungan dengan pembelajaran bahasa
Inggris? Data apa sajakah yang Anda analisis?
Bagaimanakah cara Anda menganalisis data? Tahukah
Anda teknik-teknik analisis data? Apakah data yang
sudah dianalisis Anda interpretasi? Bagaimanakah
cara menginterpretasinya?

100

Guru
pemandu
meminta
guru
peserta
berkelompok (4 orang per kelompok) lalu
memandunya
untuk
mengemukakan
permasalahan yang pernah dialami dalam analisis
dan interpretasi data. Setiap kelompok secara
bergantian menyebutkan dan menuliskan di
papan tulis atau kertas plano permasalahan yang
pernah dialami.

Guru pemandu meminta setiap kelompok


menelaah dan menanggapi pemasalahan yang
dialami kelompok lain. Selanjutnya, guru
pemandu
mengingatkan
peserta
topik
sebelumnya yang telah dipelajari dalam materi
generik PTK mengenai teknik analisis data
(sumber belajar 1).

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

ANALISIS DAN INTERPRETASI

Kegiatan 3

Diskusi Kelompok

Secara berkelompok guru peserta mendiskusikan


hal yang berhubungan dengan analisis dan
interpretasi data yang dipandu oleh guru
pemandu.

Pertanyaan Guru Pemandu


Diskusikanlah hal-hal berikut:
- Analisis data kuantitatif
bahasa Ingris dan tekniknya

dalam

pembelajaran

- Analisis data kualitatif dalam pembelajaran bahasa


Inggris dan tekniknya
- Teknik interpretasi hasil analisis data kuantitatif
dan kualitatif dalam pembelajaran bahasa Inggris

Guru peserta menggunakan sumber belajar


(sumber belajar 8 dan 9) pada saat diskusi
kelompok.

Salah satu kelompok mempresentasikan hasil


diskusi dan kelompok lain menanggapinya.

Guru pendamping memberikan penguatan dengan


menayangkan PowerPoint tentang teknik analisis data,
dan contoh analisis data kualitatif, contoh analisis data
kuantitatif, dan contoh interpretasi pembelajaran
Bahasa Inggris (sumber belajar Bahasa Inggris)

Kegiatan 4

Study Kasus

Guru pemandu membagikan studi kasus dalam


bentuk RPP (sumber belajar) dan meminta guru
peserta untuk mendiskusikan cara mendapatkan
dan menganalisis data dari perencanaan atau RPP
tersebut.

Guru pemandu memandu tanya jawab tentang


permasalahan yang ditemukan guru peserta
berdasarkan studi kasus tersebut
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

101

ANALISIS DAN INTERPRETASI

Pertanyaan pemandu

Kegiatan 5

Hal-hal apa sajakah yang dianalisis dalam contoh


sumber 2?

Bagaimanakah tahapan-tahapan menganalisisnya?

Bagaimanakah cara menganalisisnya?

Latihan dan Penugasan

Guru pemandu membagikan data kuantitatif dan


data kualitataif dari hasil pengumpulan data
dalam pembelajaran Bahasa Inggris (sumber
belajar 2 dan 3) dan meminta guru peserta untuk
menganalisis
data
tersebut
dan
menginterpretasinya.

Data berikut (sumber belajar 2 dan 3) merupakan data


hasil observasi pembelajaran Bahasa Inggris. Menurut
Anda dapatkah data tersebut dianalisis? Jika dapat,
analisislah data tersebut dan buat interpretasinya.

Guru pemandu memandu guru peserta dalam


berlatih menganalisis data kualitatif dan
kuantitatif

Guru pemandu memandu guru peserta dalam


berlatih menginterpretasi hasil analisis data.
Pernyataan pemandu
Terdapat peningkatan aktivitas belajar dan perhatian
siswa membaik terhadap pembelajaran Bahasa Inggris
setelah guru peserta mengajar menggunakan metode
miming. Hal ini terbukti dari data hasil wawancara
dan observasi di kelas, yaitu dengan banyaknya siswa
yang bertanya secara tepat dan terarah. Selain itu,
dari hasil tes prestasi belajar siswa diketahui tingkat
kemajuan dalam belajar Bahasa Inggris.

102

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

ANALISIS DAN INTERPRETASI

Kegiatan 6

Penutup
(Tanya
Jawab,
Refleksi, dan Tindak Lanjut)

Penguatan,

Guru pemandu memberikan kesempatan kepada


guru peserta untuk mengajukan pertanyaan terkait
dengan topik analisis data dan interpretasinya.

Guru pemandu memberikan penguatan terhadap


hal-hal yang telah dipelajari.

Pernyataan penguatan berupa rangkuman


Dalam pelaksanaan, ada dua jenis data yang dapat
dikumpulkan dan dianalisis peneliti
1.

Data kuantitatif yaitu data yang dapat dianalisis


secara deskriptif. Dalam hal ini, peneliti
menggunakan
analisis
statistik
deskriptif.
Misalnya, mencari nilai rata-rata, persentase
keberhasilan belajar, dan lain-lain.

2.

Data kualitatif yaitu data yang berupa informasi


berbentuk kalimat yang memberikan gambaran
tetang ekspresi siswa tingkat pemahaman
terhadap
suatu
pembelajaran
(kognitif),
pandangan atau sikap siswa terhadap metode
belajar yang baru (afektif), aktivitas siswa
mengikuti pembelajaran, perhatian, antusias
dalam belajar, kepercayaan diri, motivasi belajar,
dan sejenisnya.

Guru pemandu dan


refleksi pembelajaran

guru

peserta

melakukan

Pertanyaan untuk refleksi


Apakah indikator yang telah ditetapkan dalam
mempelajari topik analsis data dan interpretasi ini
telah tercapai?

Guru pemandu
menginformasikan tugas-tugas
mandiri yang harus dikerjakan guru peserta.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

103

ANALISIS DAN INTERPRETASI

Arahan Tugas Mandiri


1.

Pelajari dan cek kembali data yang telah


diperoleh, organisasikan data sesuai dengan
jenisnya dan tentukan cara menganalisisnya.

2.

Buat laporan hasil pengorganisasian data, analisis


dan interpretasi data hasil pembelajaran yang
telah dilakukan sesuai dengan masalah dan rencana
pembelajaran yang telah dibuat pada pertemuan
sebelumnya.

3.

Pelajari cara lain dalam mengolah data dari


berbagai sumber belajar yang relevan.

6. PENILAIAN
Penilaian pencapaian hasil belajar guru peserta
dilakukan melalui pengamatan peserta waktu proses
pembelajaran dan produk yang dihasilkan. Proses yang
dinilai dapat mencakup aspek afektif, misalnya:
keaktifan dalam diskusi, kontribusi dalam diskusi,
kesungguhan mengikuti kegiatan. Produk yang dapat
dinilai adalah laporan hasil pengorganisasian, analisis,
dan interpretasi data. Produk peserta akan dilampirkan
dalam portofolio

Lampiran - Lampiran
Sumber Belajar 1
Kompetensi dan Indikator Pencapaian untuk
topik Analisis Data dan Interpretasi
Indikator Pencapaian Kompetensi

104

Menganalisis data kuantitatif

Menganalisis data kualitatif (deskriptif kualitatif)

Validasi data berdasarkan teknik triangulasi:


triangulasi pengamat yaitu triangulasi yang
dilakukan oleh lebih dari satu pengamat pada kelas
yang sama atau latar yang sama. Hal ini akan
membantu peneliti untuk menghilangkan bias dan
menunjang kepastian reliabilitas observasi PTK
tersebut berjalan dengan baik (Burns, 2003:164).
Lihat Sumber Belajar 4.

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

ANALISIS DAN INTERPRETASI

Menginterpretasi hasil analisis data kuantitatif


dengan menggunakan teknik analisis

Menginterpretasi hasil analisis data kualitatif

Melihat reliabilitas PTK

Sumber Belajar 2
PowerPoint Kedudukan Analisis Data dan
Interpretasi dalam Prosedur PTK
Refleksi Awal
Identifikasi
Masalah

Perencanaan
Tindakan I

Refleksi
Ren Tindakan
Siklus 2

Penyusunan
Proposal

Penyusunan
Laporan 1

Pelaksanaan
Tindakan I

Analisis Data
dan
Interpretasi
(validasi)

Penyusunan
Laporan 2

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

105

ANALISIS DAN INTERPRETASI

Sumber Belajar 3
Definisi Data Kualitatif, Data Kuantitatif
dan Triangulasi Pengamat
Data kuantitatif berhubungan dengan angka atau bilangan, baik yang
diperoleh dari hasil pengukuran maupun diperoleh dengan cara
mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif.
Contoh data kuantitatif, nilai tes awal dan tes akhir, nilai ulangan
harian.
Data kualitatif berhubungan dengan informasi yang berbentuk kalimat,
atau data yang dikategorikan berdasarkan kualitas objek yang diteliti.
Contoh data kualitatif, aktivitas siswa, perhatian siswa, dan
Jawaban siswa atas soal atau lembar kerja siswa.
Validasi data dilakukan dengan menggunakan pendekatan triangulasi
pengamat oleh lebih dari satu orang. Observasi pengamat lebih dari
satu orang dilaksanakan pada kegiatan di kelas yang sama pada waktu
yang sama.

106

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

ANALISIS DAN INTERPRETASI

Sumber Belajar 3: Tayangan PowerPoint Contoh Data Kuantitatif


Yang diolah
TABEL 1:

Daftar nama siswa diganti dengan pengkodean nomor


urut.
Nama siswa

Nomor urut

Achmad Mustofa

Adhitya Muslim Syahput

Ahmad Jauharul Fuady

Alfina Savitri

Amallia Della Santi

Arga Prastyio Putra

Ari Wibowo

Asromi Zahrotul Maulidy

Ayu Agustin Pratiwi

Bayu Herdian Pranata

10

Bhayangkara Tiwo

11

Dian Krisnawati

12

Edo Febrianto

13

Eka Leha Fridaningtyas

14

Erwin Ardhiansyah

15

Fajar Setiono

16

Fani Saputri Lestari

17

Faradina Dwi Permatasa

18

Hami Aziz

19

Heru Prasetyo

20

Kartika Ayu Wardhani

21

Kausarin Diawan Putri

22

Kujaeni Jami'u

23

Mega Nur Anita

24

Mifta Wahyu Widyawati

25

Mohamad Amrullah Kus

26

Much Rizki Kurniawan

27

Mulyono

28

Nanda Arianti

29
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

107

ANALISIS DAN INTERPRETASI

108

Nur Maslichah

30

Nur Ulah Utami

31

Panggi Lubianto

32

Pinky Sandra Bonita

33

Rendra Kusuma

34

Ria Ambarwati

35

Robert Hari Prasetyo

36

Sandika Puspitasari

37

Serly Tri Wulandari

38

Syafrulah Yunan

39

Sya'roni Rahmad Hiday

40

Tri Wahyu Novitasari

41

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

ANALISIS DAN INTERPRETASI

Tabel 2: Tes awal dan Tes akhir siswa


No. Siswa Tes awal Tes akhir

No. Siswa Tes awal Tes akhir

68.00

87.00

21

54.00

74.00

50.00

55.00

22

44.00

89.00

61.00

79.00

23

49.00

73.00

53.00

84.00

24

65.00

79.00

50.00

85.00

25

66.00

87.00

44.00

81.00

26

52.00

59.00

45.00

83.00

27

60.00

77.00

54.00

81.00

28

70.00

88.00

56.00

59.00

29

70.00

90.00

10

58.00

83.00

30

72.00

93.00

11

57.00

77.00

31

59.00

72.00

12

45.00

79.00

32

50.00

79.00

13

40.00

83.00

33

46.00

54.00

14

52.00

74.00

34

43.00

69.00

15

61.00

77.00

35

64.00

69.00

16

55.00

86.00

36

40.00

82.00

17

62.00

79.00

37

56.00

79.00

18

68.00

92.00

38

74.00

96.00

19

55.00

58.00

39

59.00

79.00

20

60.00

89.00

40

53.00

88.00

41

59.00

88.00

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

109

ANALISIS DAN INTERPRETASI

Berdasarkan Tabel 2 di atas dapat disimpulkan:


-

Secara individual:
Jumlah siswa = 41
Siswa tuntas belajar 36 orang
Persentase siswa yang telah tuntas = 36:41
x 100% = 87,80%
Siswa yang belum tuntas
8 orang,
persentase siswa yang belum tuntas = 8:38
x 100% = 21,05%.

Secara klasikal
Siswa dinyatakan belum tuntas belajar
karena menurut standar ketuntasan
belajar secara klasikal mereka harus
mencapai 90%. Pencapaian hasil belajar
setelah siklus 1 baru mencapai 87,80%,
sehingga untuk mencapai ketuntasan
klasikal masih dibutuhkan 2,20%.
Rata-rata skor sebelum perbaikan 56,07
Rata-rata skor setelah perbaikan 78,78
Gain skor
22,71

110

(perolehan

nilai)

rata-rata

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

ANALISIS DAN INTERPRETASI

Sumber Belajar 4
PowerPoint
Validasi dengan Triangulasi Pengamat (lebih dari satu Pengamat)
TAHAP/
ASPEK
KEGIATAN
AWAL
Apersepsi dan
motivasi

KEGIATAN
INTI
Materi ajar:

INDIKATOR

Refleksi diri

1. Apa yang
dilakukan
guru
peserta
untuk
mengetahui
kemampuan
siswa dalam
berkomunik
asi dengan
menggunakan
kalimat
yang
memakai
to be dan
to do
dalam
bentuk
lisan.

Setelah saya
membaca naskah
case study
tentang
pembelajaran
Bahasa Inggris
lisan tentang
kondisi diri
misalnya kalau
sakit gigi,
gembira, sedih,
dll. Saya merasa
siswa termotivasi
untuk secara aktif
ikut serta
berinteraksi
walaupun mereka
masih
mendapatkan
kesulitan dalam
mengekspresikan
ide mereka dalam
bentuk lisan.

2.
Bagaimana
respons
siswa
dengan
teknik
miming?

Komentar
Pengamat 1
(sesama guru)

Komentar
Pengamat 2
(sesama guru)

Ada lima siswa


yang diminta
bermain peran.
Pada saat
seorang murid
bermain
peran/pantomim
memperaga-kan
orang yang sakit
gigi, teman
sekelas
bertanya
menggunkan
Yes/No
questions.
Contoh: Are you
have? Ternyata
ada 10 murid
menggunakan
bentuk to be
dan to do
yang salah.

Salah seorang
siswa pada
waktu
memainkan
peran sedang
jatuh cinta,
siswa tersebut
sangat
menghayati
perannya.
Sehingga
membuat
suasana kelas
menjadi ramai
dan sangat
menyenangkan.
Dianjurkan pada
guru peserta
untuk
menerapkan
teknik
pembelajaran
yang bisa
membuat
suasana kelas
lebih
komunikatif.

Sebaiknya, guru
peserta
mengingatkan
kembali
penggunaan
bentuk to be
dan to do
secara benar
dalam bentuk
lisan.

Pengamat 1
berpendapat
bahwa teknik
miming
bagian dari
Educational
Drama direspon
positif oleh 36
siswa dan pasif
oleh 5 siswa.

Pengamat 2
melihat bahwa
siswa perlu
diberi banyak
llatihan karena
masih banyak
yang salah
menerapkan
to be dan to
do dalam
kalimat Mungkin
karena
pengaruh
bahasa Ibu /L1

Hasil kerja
siswa
(qualitative)
Sebagian
besar siswa
mengatakan mereka
senang
sekali
dengan
teknik
miming/
panto-mim
bagian dari
Educational
Drama.

Point
Penting
Pengamat
menggarisbawahi
pentingnya
guru peserta
melatih
siswa
menggunakan to be
dan to do
karena
merupakan
dasar
pembelajar=
an bahasa
Inggris.

Guru peserta
perlu
menguasai
berbagai
macam
teknik dan
metode
pembelajaran. Juga
pemahaman
pemerolehan
bahasa serta
pengaruhnya
kemampuan

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

111

ANALISIS DAN INTERPRETASI

TAHAP/
ASPEK

INDIKATOR

Refleksi diri

Komentar
Pengamat 1
(sesama guru)

Komentar
Pengamat 2
(sesama guru)

Hasil kerja
siswa
(qualitative)

Point
Penting

bahasa
Indonesia.
Misalnya: Saya
sakit.

menggunakan to be
dan to do.

Pengelolaan
sumber
belajar/media

3. Apakah
guru
peserta
terampil
dalam
memanfaatkan dan
mampu memanipulasi
media
pembelajar
an?

Dalam
pembelajaran
ini, penggunaan
skenario dalam
pembelajaran
miming sangat
menunjang
kegiatan siswa.

Media
pembelajaran
yang digunakan
tidak sulit bagi
sebagian besar
siswa kecuali
bagi siswa yang
pemalu yang
mempunyai
kesulitan dalam
menirukan
tingkah laku
seseorang,
mengekspresikan
rasa sakit, dll.

Guru peserta
tidak
mendapat
kesulitan
dalam
menyiapkan
media
karena hanya
berupa
perintah
tertulis
untuk
diperankan
oleh siswa.

Strategi
pembelajaran

4. Apakah
proses
pembelajar
an
dilaksanakan dengan
strategi
yang sesuai
secara
lancar?

Pembelajaran
dilaksanakan
sesuai dengan
RPP, yaitu
menekankan
pada upaya
visualisasi
materi yang
bersifat abstrak
dan kinerja
siswa untuk
bekerjasama
dalam kegiatan
kerja kelompok.
Siswa dapat
mengikuti alur
pembelajaran
setelah LKS
dibagikan,
walaupun pada
awalnya
kelihatam agak
kurang aktif

Pembelajaran
dengan kerja
kelompok pada
kegiatan inti
berjalan lancar.
Siswa mulai
bekerja sesuai
dengan LKS.

Pembelajaran sudah
sesuai
dengan
rencana,
namun masih
perlu lebih
mendorong
siswa utuk
lebih aktif.

5. Apakah
siswa dapat
mengikuti
alur
kegiatan
belajar?

112

Siswa dapat
mengikuti
kegiatan belajar
yang
direncanakan
guru peserta,
setelah
melaksanakan
mencermati
kegiatan
sosiodrama dan
kemudian
mendiskusikan
jawaban
pertanyaan pada
LKS

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

ANALISIS DAN INTERPRETASI

TAHAP/
ASPEK

INDIKATOR

Refleksi diri

Hasil kerja
siswa
(qualitative)

Komentar
Pengamat 1
(sesama guru)

Komentar
Pengamat 2
(sesama guru)

Guru peserta
melakukan
penilaian
terhadap
aktivitas siswa
selama kegiatan
pembelajaran
secara individu
maupun
kelompok.

Penilaian
dilakukan
selama
pembelajaran
dan hasil dari
verja kelompok.

Melakukan
penilaian
proses dan
hasil
pembelajaran
menggunakan
authentic
assessment.

Guru peserta
mengusulkan
untuk dilakukan
remedial
teaching pada
lima siswa yang
tidak lulus bagi
pendekatan
klasikal.

Guru peserta
mengusulkan
untuk
melakukan tes
kembali bagi
yang tidak lulus
dan pengayaan
bagi yang sudah
lulus.

Perlakuan
yang sama
bagi yang
lulus maupun
yang tidak
lulus.
Artinya
semua
diberikan
perhatian
yang sama.

Point
Penting

6. Apakah
siswa aktif
melakukan
kegiatan
fisik dan
mental
(berpikir)?
Berapa
banyak
siswa yang
aktif
belajar?
Evaluasi

Komentar
pengamat
tentang
sejauh mana
perencanaan
perbaikan ini
berhasil
memecahkan
masalah?

7. Bagaimana guru
peserta
melakukan
evaluasi
pembelajaran?

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/ANALISIS DAN INTERPRETASI/13/B.ING/SMP

113

REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT

PB/REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT/14/B.INGGRIS SMP

BAHAN BELAJAR MANDIRI


Refleksi dan Tindak

Topik

Lanjut
Jumlah Jam

4 jam (4 x 50 menit)

Pertemuan

ke-14

Topik ini

berhubungan dengan tugas terstruktur

yang telah dilakukan oleh guru dalam pertemuan


minggu sebelumnya. Para peserta diwajibkan
membawa contoh data

hasil observasi dan

penemuan data lain yang sudah terkumpul.

PB/REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT/14/B.INGGRIS SMP

114

REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT

1. PENGANTAR
Refleksi adalah kegiatan mengulas secara kritis
(reflective) tentang perubahan yang terjadi pada siswa,
suasana kelas, dan guru (Arikunto, dkk., 2008:133).
Pada tahap ini, guru peserta sebagai peneliti menjawab
pertanyaan mengapa (why), bagaimana (how), dan
seberapa jauh (to what extent) intervensi telah
menghasilkan perubahan. Berdasarkan hal tersebut
lewat refleksi kita berusaha untuk:
memahami proses, masalah, persoalan, dan kendala
yang nyata dalam tindakan strategik, dengan
mempertimbangkan ragam perspektif yang mungkin
ada dalam situasi pembelajaran kelas
memahami persoalan pembelajaran dan keadaan
kelas di tempat pembelajaran dilaksanakan
Dalam melakukan refleksi, kolaborasi dengan teman
(termasuk para ahli) akan berperan penting dalam
memutuskan judging the value, menghasilkan
rekonstruksi makna situasi pembelajaran kelas
(seberapa jauh action telah membawa perubahan,
apa/di mana perubahan terjadi, mengapa demikian,
apa kelebihan/kekurangan), dan memberikan dasar
perbaikan rencana siklus berikutnya.
Refleksi merupakan tahap akhir dari sebuah PTK, yaitu
setelah tahap perencanaan, tindakan, dan observasi.
Tahap ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui
apakah masalah PTK sudah tuntas diatasi atau belum.
Jika sudah, kegiatan PTK dihentikan pada siklus itu,
sedangkan jika belum tuntas harus diteruskan ke siklus
berikutnya. Siklus ini merupakan perbaikan dari siklus
sebelumnya.
Peneliti
mencoba
mengatasi
kekurangan/kelemahan yang terjadi akibat tindakan
yang telah dilakukan.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

115

PB/REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT/14/B.INGGRIS SMP

REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT

a. Kedudukan Refleksi
Topik ini merupakan topik ke 13 setelah terkumpul
data.
Topik Refleksi dibahas pada pertemuan setelah peserta
berlatih menganalisis data.
Ini dilakukan setelah guru melakukan tindakan dan ini
sangat penting karena tahap refleksi merupakan
kegiatan evaluasi.

b. Fungsi Refleksi
Refleksi mempunyai fungsi penting sebagai penentu
atau alat evaluasi apakah tindakan yang dilakukan
sudah mencapai hasil yang diharapkan. Ungkapan
bahwa
refleksi merupakan jiwa pelaksanaan PTK
sedangkan
tindakan
merupakan
jantung
PTK
mengandung makna bahwa refleksi dilakukan setelah
tindakan dan tahap akhir refleksi adalah penentuan
tindakan selanjutnya.

c. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pembahasan dalam topik ini adalah
permasalahan yang terkait dengan kemampuan
merefleksi dan tindak lanjut. Pembahasan difokuskan
pada hal-hal yang harus ada dalam refleksi dan tindak
lanjut, langkah-langkah refleksi, dan menyusun
program tindak lanjut. Agar pemahaman terhadap
topik ini lebih baik, terdapat beberapa kegiatan yang
harus dilakukan. Kegiatan tersebut meliputi hal-hal
berikut.
a.

Curah pendapat (brainstorming)

b.

Diskusi kelompok

c.

Penugasan
mencari
sumber
berhubungan dengan topik

d.

Latihan membuat refleksi dan tindak lanjut

e.

Penugasan untuk menulis refleksi dan tindak lanjut


PTK yang sudah dilakukan.

PB/REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT/14/B.INGGRIS SMP

belajar

yang

116

REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT

d. Petunjuk Kegiatan
Kegiatan pembelajaran Refleksi dilaksanakan pada
saat tatap muka di MGMP dan diluar MGMP, baik
sebagai tugas terstruktur maupun mandiri. Pada waktu
berada oi MGMP, guru pemandu memberikan kuis yang
berhubungan dengan refleksi mengapa disebut jiwanya
PTK. Kemudian, kapan analisis data dilakukan secara
deskriptif dan kuantitatif. Diskusi kelompok juga
diadakan. Guru pemandu menyiapkan skenario untuk
simulasi sementara guru peserta bermain peran
mendiskusikan hasil temuan dan menginterpretasikan
data. Untuk lebih memahami arti refleksi dalam
kaitannya dengan pembelajaran bermutu, guru peserta
wajib mampu menjelaskan kata kunci yang dipakai
dalam PTK.

2. KOMPETENSI
DAN
INDIKATOR
PENCAPAIAN KOMPETENSI
Setelah pembahasan refleksi ini, guru peserta di MGMP
dapat mencapai kompetensi dan indikator berikut ini:
Kompetensi

Indikator Pencapaian Kompetensi

Guru peserta mampu merefleksi


yang berarti mengevaluasi data
dan
menginterpretasi sesuai
dengan data yang
telah
dianalisis Mereka sanggup dan
mampu
menguraikan,
menghubungkan
dan
menginterpretasi
data
kemudian menyimpulkannya.

a. Guru peserta mampu


melaksanakan kegiatan
kelompok mendiskusikan data
yang diperoleh untuk dievaluasi
b. Guru peserta mampu menjawab
pertanyaan dalam kuis yang
dirancang oleh guru pemandu
c. Guru peserta mampu
memutuskan apakah hasil
refleksi perlu direvisi karena
dampaknya kurang signifikan
d. Guru peserta mampu
menentukan rencana tindakan
berikut setelah menginterpretasi
data.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

117

PB/REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT/14/B.INGGRIS SMP

REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT

3. PERSIAPAN
a. Memahami isi Bahan Belajar Mandiri (BBM) tentang
Refleksi dengan membaca BBM generik atau bahan
yang disediakan dalam lampiran
b. Memahami isi hand out/tayangan PowerPoint
tentang Refleksi sebagai jiwa dalam PTK
c. Mempelajari kembali cara menginterpretasi data
dalam Bahasa Inggris
d. Menyiapkan contoh data yang diperoleh dalam
Bahasa Inggris
e. Menyiapkan kuis bagi peserta untuk pemantapan
f. Menyiapkan skenario untuk simulasi dalam upaya
lebih memahami Refleksi
g. Menyiapkan

kelas dengan media yang sesuai


dengan situasi dan kondisi; kalau tidak ada LCD
ada OHP atau White board Flip chart atau papan
tulis biasa guru pemandu dapat menyesuaikan
dengan keadaan

[Guru pemandu dapat menggunakan transparansi atau


foto kopi bila PowerPoint tidak dimungkinkan].
PowerPoint 1

Penjelasan tentang kompetensi dan


indikator pencampaian kompetensi,
kegiatan, dan hasil belajar yang
diharapkan untuk dicapai

PowerPoint 2

Mengapa
Guru-guru
melaksanakan PTK

PowerPoint 3

Refleksi

PB/REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT/14/B.INGGRIS SMP

harus

118

REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT

4. SUMBER BELAJAR
Sumber belajar 1

Sumber belajar yang terkait dengan refleksi dan


tindak lanjut

5. KEGIATAN BELAJAR
Kegiatan 1
(5 menit)

Kegiatan 2
(25 menit)

Kegiatan 3
(90 menit)

PENDAHULUAN :
setelah salam,
doa,
menjelaskan
topik,
,kompetensi
serta indikator
pencapaian
kompetensi.
Kemudian guru
pemandu
mengadakan
apersepsi atau
memberikan
pertanyaan
untuk
menimbulkan
minat.

Pemberian kuis
sehubungan
dengan topik
Guru
pemandu
menyiapkan
kelas
dan
media
pembelajaran

Mempraktekkan
Refleksi
Peserta
bekerja dalam
kelompok
mendiskusikan
hasil
temuan
yang
berhubungan
dengan bahasa
Inggris,
menganalisis
data
dan
mendiskusikannya
serta
menginterpresentasi
-nya
Kemudian
setiap
kelompok
melaporkan
hasil
interpretasi
data.

Kegiatan 6
(5 menit)
Pemberian
Tugas
Setelah
119pertemuan MGMP
guru
pemandu
meminta peserta
membaca tugas

Kegiatan 5
(60 menit)

Kegiatan 4
(90 menit)

Menuliskan
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA
definisi kata
Pendalaman
kunciDAN
dalam
PB/REFLEKSI
TINDAK LANJUT/14/B.INGGRIS
SMP
materi
dengan
PTK,
simulasi
khususnya
Skenario
refleksi dan
simulasi
menyusun
disiapkan oleh

REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT

Kegiatan 1

Pendahuluan [5menit]
Setelah pembukaan, guru pemandu menumbuhkan
minat para peserta sesuai dengan topik Refleksi. Tentu
saja guru pemandu harus menyebutkan kompetensi dan
indikator pencapaian kompetensi sebelum persepsi
atau pemberian pertanyaan untuk menumbuhkan minat
peserta.
Selanjutnya
gunakan
tayangan
PowerPoint/tayangan
1:
Penjelasan
tentang
kompetensi dan indikator pencapaian kompetensi.

Kegiatan 2

Pemberian
kuis
sehubungan
dengan
Refleksi dan Tindak lanjut [25menit]

Guru pemandu melakukan tanya jawab tentang


topik refleksi dan tindak lanjut PTK pembelajaran
bahasa Inggris dengan peserta didik
Pertanyaan pemandu:
Apa Refleksi dan tindak lanjut itu?
Mengapa perlu ada refleksi dan tindak lanjut
dalam PTK?
Apa hubungan refleksi dengan langkah
sebelumnya dalam PTK pembelajaran Bahasa
Inggris?
Bagaimana
lanjut?

melakukan

refleksi

dan

tindak

Hal-hal apa saja yang perlu direfleksi dan


ditindak lanjuti?

PB/REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT/14/B.INGGRIS SMP

120

REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT

Guru pemandu menyiapkan kuis yang berkenaan


dengan PTK dan khususnya refleksi.
Contoh:
1.
2.
3.
4.

Sebutkan langkah langkah PTK sebelum Refleksi !


Refleksi berhubungan dengan data yang terhimpun.
Berikan contoh data yang diperoleh dalam
pembelajaran Bahasa Inggris !
Jelaskan apa yang dimaksud dengan refleksi adalah
jiwa dari PTK !
Apa pentingnya diskusi dalam menginterpretasi
data?
Kapankah Anda menentukan untuk merencanakan
tindakan berikutnya?

Kegiatan 3

Mempraktekkan Refleksi [90 menit]


Guru pemandu mengingatkan bahwa guru peserta
sudah mempelajari bagaimana menganalisis data dan
menginterpretasikannya. Dalam kegiatan ke 3 ini
peserta berlatih mengevaluasi dan menginterpretasi
hasil temuan yang telah dianalisa. Selanjutnya, guru
peserta mendiskusikan
tindakan yang akan
dilaksanakan berdasarkan hasil refleksi. Pada tahap
akhir peserta harus mempresentasikan hasil kesimpulan
mereka beserta alasannya.

Kegiatan 4

Pendalaman materi dengan simulasi [90


menit]
Guru pemandu membagi kelas dalam 5 kelompok setiap
kelompok diberi skenario berbeda yang harus
diperankan oleh tiap kelompok. Contoh skenario:
Perankan: Salah seorang dari anggota kelompok
menjadi guru pemandu yang harus berbicara tentang
pentingnya refleksi dalam PTK Salah seorang bertanya
tentang data yang berupa catatan mengenai bagaimana
harus menginterpretasikannya.Yang berperan sebagai
guru pemandu harus mampu menjelaskan. Waktu
Persiapan 15 menit sebelum tampil.
1.

Perankan seolah-olah Anda sedang menghadapi


masalah tentang cara menganalisis hasil temuan
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

121

PB/REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT/14/B.INGGRIS SMP

REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT

tentang hasil tes pelafalan [pronunciation] siswa


yang belum mencapai target yang diharapkan.
Diskusikan dengan anggota kelompok lain. Anda
harus berakting seperti Anda betul-betul dalam
diskusi kelompok [guru pemandu mencatat dan
pada akhir sesi ini memberikan komentar yang
membangun]

Kegiatan 5

[60 menit] Setiap peserta wajib menuliskan


dengan kata kata sendiri definisi kata kunci
sebagai berikut:
Class room action research [PTK], masalah nyata,
intervensi, langkah PTK, achievement test, Refleksi,
reduksi data penyimpulan. Setelah selesai, peserta
menyerahkan hasil tulisan kepada guru pemandu.
Kemudian, jawabannya didiskusikan secara klasikal.
Setelah itu, guru peserta menyusun rencana tindakan
siklus 2.

Kegiatan 6
Tugas terstruktur :
Rekam suara sepuluh siswa sebagai perwakilan dari
tiap kelompok untuk mencari tahu kemauan pelafalan
mereka [pilih dua orang dari tiap kelompok]. Siapkan
teks berupa news agar dibaca siswa seolah-olah
mereka sedang membaca berita. Analisis hasil
rekaman sebagai kegiatan refleksi Anda.

Tugas mandiri :
Silakan baca informasi tentang action research
terutama tentang refleksi dan buatlah ringkasannya.
Guru pemandu melakukan tanya jawab tentang
topik refleksi dan tindak lanjut PTK pembelajaran
Bahasa Inggris dengan siswa
Pertanyaan pemandu:

Apa refleksi dan tindak lanjut itu?

Mengapa perlu ada refleksi dan tindak lanjut


dalam PTK?

PB/REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT/14/B.INGGRIS SMP

122

REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT

Apa
hubungan
refleksi
dengan
langkah
sebelumnya dalam PTK pembelajaran bahasa
Inggris?

Bagaimana melakukan refleksi dan tindak lanjut?

Hal apa sajakah yang perlu direfleksi dan ditindak


lanjuti?

Guru pemandu menyajikan informasi tentang halhal yang berhubungan dengan topik refleksi dan
tindak lanjut PTK dalam pembelajaran bahasa
Inggris di SMP. Penyajian dilengkapi dengan
penggunaan tayangan PowerPoint (sumber
belajar) dan tayangan video atau foto
pembelajaran (jika ada).

Diskusi Kelompok

Guru peserta dibagi dalam kelompok


masing-masing beranggotakan 4 orang.

Guru pemandu membagikan contoh hasil refleksi


(sumber belajar) dan meminta tiap kelompok
untuk
mendiskusikan
kelengkapan
refleksi
tersebut.

yang

Pertanyaan pemandu
Hal-hal apa sajakah yang terdapat dalam contoh
refleksi ?
Bagaimanakah
cara
penyampaian
sistematika penulisannya?

atau

Cocokkah tindak lanjut yang akan dilakukannya?


Mengapa?

Hasil diskusi dapat berupa temuan, hikmah


(lesson learned) untuk dijadikan bahan masukan
atau pengalaman dalam menyusun refleksi.

Salah satu kelompok mempresentasikan hasil


diskusi dan kelompok lain menanggapinya.

Kegiatan Kerja Kelompok


PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

123

PB/REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT/14/B.INGGRIS SMP

REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT

Guru pemandu membagikan studi kasus dalam


bentuk hasil analisis dan interpretasi data
(sumber belajar) dan meminta tiap kelompok
untuk membuat refleksi dan tindak lanjut.

Guru pemandu memandu guru peserta dalam


berlatih membuat refleksi dan tindak lanjut
berdasarkan studi kasus tersebut.

Kunjung Karya

Setiap kelompok memajang hasil kerja kelompok


masing-masing.

Setiap kelompok menugaskan salah satu wakilnya


untuk menanggapi pertanyaan dan komentar
pengunjung dari kelompok lain.

Masing-masing kelompok melihat karya kelompok


lain dan melakukan tanya jawab.

Kegiatan Kerja Mandiri

Guru peserta diharapkan membawa dokumen


atau tugas pada pertemuan sebelumnya (hasil
analisis data dan interpretasi)

Guru pemandu dan tiap guru peserta mengkaji


ulang kejelasan dan kelengkapan tugas

Tiap guru peserta membandingkan hasil kerjanya


dengan hasil kerja rekannya dan saling
menanggapi (dilakukan dalam kelompok)

Tiap guru peserta menyempurnakan hasil


kerjanya dengan bimbingan guru pemandu.

Tiap guru peserta membuat rancangan refleksi


dan tindak lanjut berdasarkan hasil analisis data
dan interpretasi tersebut dengan bimbingan guru
pemandu.
Pertanyaan guru pemandu
1.

Apakah kegiatan yang saya lakukan melalui PTK


telah mampu memperbaiki proses belajar
mengajar di kelas?

PB/REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT/14/B.INGGRIS SMP

124

REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT

2.

Apa perubahan
penelitian?

yang

diperoleh

melalui

3. Seberapa jauh perubahan ke arah perbaikan itu


terjadi?
4. Apa tindakan yang dapat dilakukan untuk
mencapai indikator keberhasilan yang sudah
ditetapkan?

Penutup (Tanya Jawab, Penguatan,


Refleksi, dan Tindak Lanjut)

Guru pemandu memberikan kesempatan kepada


guru peserta untuk mengajukan pertanyaan yang
terkait dengan topik refleksi dan tindaklanjut PTK.

Guru pemandu memberikan penguatan terhadap


hal-hal yang telah dipelajari.
Pernyataan penguatan berupa rangkuman
Refleksi adalah mengingat dan merenungkan
kembali suatu tindakan persis seperti yang telah
dicatat dalam lembar observasi. Refleksi berusaha
memahami proses, masalah, persoalan,atau
kendala yang dihadapi dan meminta peneliti PTK
untuk menimbang-nimbang pengalamnnya lalu
mencari dan menemukan saran-saran tentang cara
untuk meneruskan tindakannya. Refleksi biasanya
dibantu oleh diskusi di antara para peserta

Guru pemandu dan


refleksi pembelajaran

guru

peserta

melakukan

Pertanyaan untuk refleksi


Apakah indikator yang telah ditetapkan dalam
mempelajari topik ini telah tercapai

Guru pemandu menginformasikan tugas mandiri


yang harus dikerjakan guru peserta
Arahan Tugas Mandiri
1.

Pelajari dan cek kembali rancangan refleksi dan


tindak lanjutnya.

2.

Buat refleksi dan tindak lanjut PTK yang telah


Anda lakukan.
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

125

PB/REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT/14/B.INGGRIS SMP

REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT

3.

Pelajari cara lain atau contoh dalam membuat


refleksi dan tidak lanjut.

PB/REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT/14/B.INGGRIS SMP

126

REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT

6. PENILAIAN
Penilaian terhadap pencapaian hasil belajar guru
peserta dilakukan melalui pengamatan peserta waktu
proses pembelajaran dan produk yang dihasilkan.
Proses yang dapat dinilai dapat mencakup aspek
afektif, misalnya: keaktifan dalam diskusi, kontribusi
dalam diskusi, kesungguhan mengikuti kegiatan. Produk
yang dapat dinilai adalah hasil refeksi dan rancangan
tindak lanjut PTK pada siklus berikutnya. Produk guru
peserta akan dilampirkan dalam portofolio.

Refleksi Awal

Perencanaan
Tindakan I

Revisi
Tindakan I
(Perencanaan
Tindakan II)

Pelaksanaan
Tindakan I

Observasi

Refleksi dan
Evaluasi

Pelaksanaan
Tindakan II

Observasi

Refleksi dan
Evaluasi

Refleksi dan
Evaluasi

Bagan Rancangan Penelitian Tindakan Kelas

Pada saat menayangkan bagan di atas, guru pemandu


menginformasikan bahwa analisis data diwakili oleh
momen refleksi putaran PTK. Dengan melakukan
refleksi, peneliti memiliki wawasan autentik yang
dapat membantu menafsirkan datanya. Informasikan
pula bahwa penjelasan lebih lanjut tentang refleksi ada
dalam topik tersendiri.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

127

PB/REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT/14/B.INGGRIS SMP

REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT

LAMPIRAN LAMPIRAN
Lampiran 1
PowerPoint 1: Penjelasan tentang kompetensi,
indikator pencapaian kompetensi,kegiatan,dan hasil
belajar yang diharapkan dicapai.
kompetensi

Indikator dan
pencapaian
kompetensi

Guru peserta mampu


merefleksikan data dan
menginterpretasikannya
kemudian
menyimpulkannya.

1.Melaksanakan 1.Guru
interpretasi
pemandu
hasil penemuan melaksanakan
pre activity
2.Menyimpulkan kemudian
hasil penemuan apersepsi
dan
menentukan
2.Guru
tindakan
pemandu
melaksanakan
3.Mendiskusikan kuis tentang
makna kata
pembelajaran
kata kunci
bermutu.
dalam PTK dan
menuliskannya
3.Guru
dengan kata
pemandu
kata sendiri.
menyiapkan
skenario
untuk melatih
guru peserta
lebih
memahami
pembelajaran
bermutu
dengan
simulasi.

Kegiatan
belajar

Hasil yang
diharapkan
Menjelaskan
dengan jelas
apa makna
refleksi.

Interpretasi
data dan
kesimpulannya

Menentukan
tindakan
selanjutnya.

4.Guru
peserta
menuliskan
definisi kata
kata kunci
terkait
dengan PTK,
terutama
refleksi.

PB/REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT/14/B.INGGRIS SMP

128

REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT

Lampiran 2
Mengapa Guru guru
harus melaksanakan
[diterjemahkan dari Anne Burns,1999]

PTK

Menurut Ross, [dalam Burns A 1999],PTK secara


kolaborasi adalah bentuk perkembangan staf yang kuat
karena kegiatan PTK melakukan praktek dulu bukan
dari teori ke praktek. Guru diberi dorongan untuk
mencari jalan keluar atau solusinya sendiri kemudian
menyimpulkan sendiri. Pengalaman Ross membuktikan
bahwa setelah dia melakukan penelitian PTK secara
kolaborasi dikelas yang terdiri dari para emigrant di
New South Wales dia melakukan penelitian berdasar
pada studi kasus. Dia menjadi bagian dari kelompok
penelitian kolaboratif ,yang terdiri dari guru guru yang
berasal dari berbagai pusat pengajaran yahg berbeda.
Namun dalam wadah organisasi yang sama. Ross dan
kawan kawan guru membuktikan bahwa PTk adalah alat
transformasi untuk menjawab masalah dalam kelas
dan mengembangkan strategi dan teori mengajar untuk
memenuhi kebutuhan siswa yang heterogin.
Dia menganjurkan dengan sangat agar guru guru
mengadakan penelitian tindakan .
Selanjutnya menurut Supardi[2007], PTK dapat
meningkatkan kualitas pembelajaran dikelas bila
permasalahan yang dijadikan fokus penelitian adalah
masalah yang diangkat dari kondisi nyata yang terjadi
dikelas Salah satu srategi untuk meningkatkan kualitas
pendidikan adalah dengan memberikan kepada para
pendidik
atau
tenaga
kependidikan
untuk
menyelesaikan masalah pembelajaran dan lainnya
secara profesiomal dan kolaboratif melalui PTK.
Berikut beberapa hal yang perlu dipahami tentang PTk
yang dapat memperjelas jawaban mengapa guru perlu
mengadakan penelitian tindakan kelas.[Supardi,2007]:
1.

PTK adalah suatu pendekatan untuk meningkatkan


pendidikan dengan melakukan perubahan kearah
Perbaikan
terhadap
hasil
pendidikan
dan
pembelajaran.

2.

PTK
adalah
penelitian
partisipatori
yang
melibatkan orang yang melakukan kegiatan untuk
meningkatkan prakteknya sendiri;

3.

PTK dikembangkan melalui self reflective spiral; a


spiral of cycles of planning,acting observing
reflecting the replanning;
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

129

PB/REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT/14/B.INGGRIS SMP

REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT

4. PTK adalah penelitian yang kolaboratif, melibatkan


partisipan bersama sama bergabung untuk mengkaji
praktek pembelajaran dan mengembangkan tentang
makna tindakan.
5. PTK menumbuhkan kesadaran diri mereka yang
berpartisipasi dan berkolaborasi dalam seluruh
tahapan PTk;
6. PTK adalah proses belajar yang sistimatis,dalam
proses tersebut menggunakan kecerdasan kritis
membangun komitmen melakukan tindakan;
7. PTK memerlukan orang untuk membangun teori
tentang praktek mereka [guru].
8. PTK memerlukan gagasan dan asumsi kedalam
praktik untuk mengkaji secara sistimatis bukti yang
menantang [memberikan hipotesis tindakan].
9. PTK memungkinkan kita untuk memberikan rasional
justifikasi Rasional tentang pekerjaan kita terhadap
orang lain dan membuat orang menjadi kritis dalam
analisis [Mc taggart,1997]

Lampiran 3
Refleksi [disarikan dari Susilo,2007]
Refleksi dilakukan untuk mengadakan upaya evaluasi
yang dilakukan guru dan tim pengamat dalam PTK.
Refleksi dilakukan dngan cara berdiskusi mengenai
berbagai masalah yang muncul di kelas penelitian yang
diperoleh dari analisis data sebagai bentuk dari
tindakan yang dirancang.
Pada kegiatan refleksi ini juga ditelaah aspek
mengapa, bagaimana dan sejauh mana tindakan yang
dilakukan mampu memecahkan masalah secara
bermakna. Berdasarkan masalah-masalah yang muncul
pada refleksi hasil perlakuan tindakan pada siklus
pertama,maka akan ditentukan oleh peneliti apakah
tindakan yang dilaksanakan sebagai pemecahan
masalah sudah mencapai tujuan .

PB/REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT/14/B.INGGRIS SMP

130

PENYUSUNAN LAPORAN 1

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS

BAHAN BELAJAR MANDIRI


Topik

Jumlah Jam

Penyusunan Laporan 1

4 jam ( 4 x 50 menit)
tatap muka dan 8 jam
(8 x 50 menit) tugas
mandiri

Pertemuan

ke-15

Laporan PTK menjadi lebih mudah disusun apabila


guru peserta telah memiliki proposal yang disusun
di awal pelaksanaan PTK. Selain itu, untuk dapat
menyusun laporan PTK, guru peserta harus
memiliki bahan-bahan yang diperlukan, seperti
seperangkat rencana tindakan dan data hasil
observasi. Artinya setiap tahapan pelaksanaan PTK
harus didokumentasikan dengan baik oleh guru
peserta.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

131

PENYUSUNAN LAPORAN 1

1. PENGANTAR
a. Kedudukan Topik Penyusunan Laporan
Topik Penyusunan Laporan dalam Bahan Belajar Mandiri
(BBM) ini merupakan kegiatan ke-15 dari 16 kegiatan
dalam pembelajaran berbasis PTK.

b. Pentingnya Topik Penyusunan Laporan


Laporan PTK adalah paparan dari hasil pelaksanaan
kegiatan. Laporan PTK ditulis secara naratif dengan
menggunakan format tertentu. Laporan merupakan
bukti fisik dari suatu kegiatan yang memaparkan
pelaksanaan dan hasilnya. Jadi, penyusunan laporan
merupakan langkah terakhir dari PTK. Pada dasarnya,
laporan ditulis dengan maksud sebagai sarana untuk
mengkomunikasikan atau mempublikasikan hasil suatu
kegiatan. Dengan bukti berupa laporan inilah kegiatan
PTK dapat diakui oleh pihak terkait. Jika PTK tersebut
mendapat dukungan pendanaan dari pihak donor atau
instansi terkait pendidikan, maka laporan akan menjadi
salah satu bentuk pertanggungjawaban. Pada Program
BERMUTU, laporan PTK yang akan dibuat oleh peserta
selain menjadi alat publikasi ilmiah juga menjadi bukti
fisik untuk pengakuan nilai SKS tertentu dari perguruan
tinggi.

c. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pembahasan materi penyusunan laporan
adalah mengkaji dan menyusun laporan berdasarkan
sistematika penyusunan laporan PTK.

d. Petunjuk Kegiatan
Kegiatan yang akan dilakukan dalam bagian ini antara
lain:
Mendiskusikan hasil pelaksanaan tindakan siklus 2
yang sudah dianalisis dan diinterpretasi oleh
masing-masing guru peserta.
Latihan menyusun laporan bersama-sama untuk
PTK yang dilakukan melalui tindakan Open Class.
Menyusun laporan hasil tindakan siklus 1 dan siklus
2 masing-masing guru peserta.
Memberikan tugas terstruktur dan tugas mandiri.

132

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

PENYUSUNAN LAPORAN 1

Kegiatan Terstruktur dan Mandiri


Setelah kegiatan belajar (tatap muka) di MGMP,
guru peserta melakukan beberapa kegiatan
terstruktur serta belajar mandiri. Para guru peserta
disiapkan untuk melaksanakan kedua tugas tersebut
sebagai bagian dari kegiatan Belajar BERMUTU.

Tugas Terstruktur
Pelaksanaan Tugas Terstruktur untuk penyusunan
laporan adalah melanjutkan dan menyempurnakan
hasil penyusunan laporan masing-masing guru
peserta.

Tugas terstruktur dialokasikan 6 x 50 menit


Laporan tugas terstruktur
menjadi salah satu
tagihan yang dijadikan bukti untuk melihat
ketercapaian indikator hasil belajar pada pertemuan
di MGMP.

Tugas Mandiri
Tugas Mandiri adalah tugas yang dilakukan guru
peserta di luar tatap muka untuk meningkatkan
kompetensi penyusuan laporan dengan membaca
dan mengkaji ulang penyusunan laporan dengan
menggunakan sumber yang dirujuk dalam BBM ini.

Penilaian: Penilaian
pencapaian
kompetensi
dilakukan oleh guru peserta selama proses maupun
hasil. Penilaian proses terhadap guru peserta mencakup
aspek afektif dan psikomotor. Penilaian hasil dilakukan
terhadap produk yang dihasilkan guru peserta yng
berupa hasil penyusunan laporan.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

133

PENYUSUNAN LAPORAN 1

2. KOMPETENSI DAN INDIKATOR


PENCAPAIAN KOMPETENSI
Kompetensi dan Indikator pencapaian kompetensi dari
penyusunan laporan adalah:
Kompetensi

Indikator Pencapaian Kompetensi

Guru peserta mampu menyusun


laporan Penelitian Tindakan
Kelas.

a. Menghimpun data atau dokumen


hasil pelaksanaan tindakan siklus
1 dan 2
b. Menganalisis dan
menginterpretasikan data
c. Menyusun laporan PTK

3. PERSIAPAN
Untuk memfasilitasi guru peserta berdiskusi di MGMP
dalam topik penyusunan laporan, diperlukan persiapan
sebagai berikut.
a.

Guru pemandu mempelajari materi yang terkait


dengan penyusunan laporan PTK dan sumber
belajar yang akan digunakan

b.

Guru pemandu menyiapkan alat dan bahan yang


akan digunakan:
1)

Kertas plano/papan tulis, kapur/spidol,

2)

Contoh laporan PTK Bahasa Inggris

3)

Format/Sistematika Penyusunan Laporan PTK

4)

Hasil analisis data dan interpretasi serta


refleksi tindakan siklus 1 dan 2

5)

Lap top, LCD

134

PowerPoint/tayangan 1: Kedudukan
Penyusunan Laporan dalam Proses PTK

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

PENYUSUNAN LAPORAN 1

PowerPoint/tayangan 2: Kompetensi,
Indikator, Pencapaian Kompetensi, Kegiatan
Belajar, dan Hasil Belajar yang Diharapkan

PowerPoint/tayangan 3: Format Sistematika


Laporan PTK

PowerPoint/tayangan 4: Contoh Kriteria


Penilaian Laporan PTK

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

135

PENYUSUNAN LAPORAN 1

4. SUMBER BELAJAR
Sumber belajar 1

Hylite Modul PTK. Unit 10. Penyusunan Laporan PTK.

Sumber belajar 2

Contoh Laporan PTK

5. KEGIATAN BELAJAR
Kegiatan 1
(5 menit)
Pendahuluan:
1.Penyampaian
Kompetensi dan
Indikator
Pencapaian
kompetensi
2.Penjelasan
kedudukan
Penyusunan
Laporan dalam
prosedur PTK

Kegiatan 2
(60 menit)
DISKUSI:
1.Mendiskusikan
hasil analisis dan
interpretasi data
tindakan siklus 2

Kegiatan 3
(120 menit)
LATIHAN DAN
DISKUSI:
1.Latihan
menyusun
laporan PTK
dari tindakan
siklus 1 dan 2
Open class.
2.Menyusun
laporan PTK
masing-masing
guru peserta

Kegiatan 4
(10 menit)
Penutup:
1.Menyimpulkan
hasil kegiatan
2.Pemberian
tugas Mandiri

136

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

PENYUSUNAN LAPORAN 1

Kegiatan 1

Pendahuluan
Guru pemandu menanyakan kepada guru peserta
tentang tugas terstruktur pada pertemuan sebelumnya
yang harus dibawa, yaitu seluruh dokumen siklus 1 dan
2.
Guru pemandu menjelaskan kompetensi, indikator dan
kegiatan yang akan dilaksanakan.
Guru pemandu
menjelaskan kedudukan
penyusunan laporan dalam prosedur PTK
lampiran 1).

Kegiatan 2

topik
(lihat

Diskusi Hasil Pelaksanaan Tindakan Siklus 2


Guru pemandu meminta guru peserta untuk
mempersiapkan hasil tugas terstruktur pada pertemuan
sebelumnya.
Guru pemandu memfasilitasi guru peserta untuk
mendiskusikan hasil pelaksanaan tindakan siklus 2 yang
telah dianalisis dan diinterpretasi serta direfleksi
secara berpasangan untuk saling melengkapi atau
memperbaiki.
Guru pemandu meminta salah satu hasil guru peserta
untuk dibahas secara klasikal.

Kegiatan 3

Latihan menyusun Laporan PTK


Guru pemandu memberikan lembar copy sistematika
penyusunan laporan dan meminta guru peserta secara
singkat melakukan brainstorming tentang sistematika
laporan yang telah dipelajari pada materi generik.
Jika diperlukan kegiatan brainstorming dapat dibantu
dengan penayangan sistematika tersebut melalui
tayangan PowerPoint (lihat lampiran 2)
Guru pemandu meminta guru peserta untuk latihan
menyusun laporan dengan menggunakan sistematika
penyusunan laporan PTK yang disediakan. Penyusunan
laporan menggunakan dokumen proposal PTK, hasil
analisis, interpretasi data dan refleksi tindakan siklus
1 dan 2 pada kegiatan Open class. Kegiatan latihan ini
dapat dilakukan dengan dua tahap kegiatan, yaitu:
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

137

PENYUSUNAN LAPORAN 1

Tahap pertama, mendistribusikan pembagian tugas dari


komponen-komponen laporan yang harus dituangkan
yang akan disusun secara berkelompok. Tahap kedua
melakukan penyamaan persepsi dari masing-masing
komponen yang dihasilkan oleh beberapa kelompok.

Kegiatan 4

Menyusun Laporan PTK


Guru pemandu meminta guru peserta untuk menyusun
laporan PTK dari tindakan siklus 1 dan 2 yang dihasilkan
oleh masing-masing guru peserta.
Guru pemandu
memfasilitasi guru peserta dalam menyusun laporan
PTK .

Kegiatan 5

Penutup dan Pemberian Tugas Mandiri


Sebelum mengakhiri kegiatan dalam MGMP, guru inti
meminta
salah
seorang
guru peserta
untuk
merefleksikan atau merangkum apa yang telah
dipelajari pada pertemuan hari ini. Guru peserta lain
dapat menambahkannya apabila masih diperlukan.
Selanjutnya, Guru
pemandu memberikan tugas
terstruktur.
Tugas terstruktur yang diberikan kepada guru peserta
sesuai dengan yang ada pada buku kerja guru. Untuk
topik penyusunan laporan PTK, tugas terstrukturnya
adalah:
Melanjutkan penyusunan laporan PTK masing-masing
guru peserta
Meminta
salah
satu
guru
peserta
untuk
mempersiapkan hasil penyusunan laporannya untuk
dibuatkan tayangan dan/atau digandakan
Meminta seluruh guru pembelajar mempersiapkan
kegiatan pleno untuk pembahasan hasil penyusunan
laporan PTK.
Untuk tugas mandiri, guru peserta diminta untuk
mempelajari contoh-contoh laporan PTK.
Dari sumber belajar yang dirujuk.
Guru pemandu mengucapkan terima kasih dan salam
sebagai penutup pada pertemuan tersebut.

138

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

PENYUSUNAN LAPORAN 1

6. PENILAIAN
Penilaian terhadap pencapaian hasil belajar guru
peserta dilakukan melalui produk yang dihasilkan.
Produk yang dapat dinilai adalah laporan PTK masingmasing guru peserta. Produk guru peserta akan
dilampirkan dalam portofolio guru.

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1
PowerPoint

1:

Kedudukan Penyusunan
dalam Proses PTK

Laporan

Refleksi Awal

Perencanaan
Tindakan I

Pelaksanaan
Tindakan I

Revisi Tind. I
(Perencanaan
Tindakan II)

Penyusunan
Laporan 1

Analisis
data dan
interpretasi

Observasi

Refleksi
dan
Evaluasi

Penjilidan dan
Penyerahan

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

139

PENYUSUNAN LAPORAN 1

Powerpoint 2:

Kompetensi

Guru peserta
mampu:
Menyusun
Laporan PTK

Kompetensi, indikator pencapaian kompetensi,


kegiatan belajar, dan hasil belajar yang diharapkan

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Kegiatan
Belajar

Guru
peserta Diskusi
mampu:
kelompok
Dan
Menuliskan
abstrak penelitian latihan
Menuliskan hasil
penelitian sesuai
sistematika/
komponen
laporan PTK .
Menilai
laporan
PTK
sesuai
kriteria

Hasil Belajar
yang diharapkan
Draft
PTK

laporan

PowerPoint 3:

Format sistematika laporan PTK


JUDUL (Halaman Judul)
Memuat judul penelitian, nama-nama peneliti,
nama institusi dan tahun.
LEMBAR PENGESAHAN
Berisi pengesahan oleh Guru Pemandu, Pembimbing
dan Kepala Sekolah tempat penelitian.
KATA PENGANTAR
ABSTRAK
Berisi sari unsur-unsur penelitian: permasalahan,
tujuan, prosedur penelitian, hasil penelitian,
kesimpulan, dan saran yang, ditulis tidak melebihi satu
halaman.

140

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

PENYUSUNAN LAPORAN 1

DAFTAR ISI
Berisi daftar sub-sub judul-judul di dalam laporan dan
nomor halamannya
Bab I: PENDAHULUAN
A. Latar Belakang: uraian masalah pembelajaran,
identifikasi dan analisis masalah, akar penyebab
masalah, pentingnya masalah tersebut untuk
diatasi
B. Perumusan Masalah: berisi hasil identifikasi dan
analisis masalah sebagai rumusan masalah ditulis
dalam kalimat tanya, yang akan dipecahkan
melalui penelitian
C. Tujuan Penelitian: ditulis sesuai dengan rumusan
masalah dan tindakan perbaikan. Tujuan
Penelitian berbeda dengan tujuan pembelajaran.
D. Manfaat Penelitian: penjelasan tentang manfaat
penelitian bagi guru, siswa, lembaga dan
pengembangan pembelajaran
E. Definis
Operasional:
penjelasan
tentang
pengertian atau maksud atau batasan dari istilah
utama yang digunakan, khususnya dalam judul
penelitian.

BAB II: KAJIAN PUSTAKA


Uraian kajian konsep, teori, pendapat pakar,
pengalaman nyata, hasil-hasil penelitian yang
relevan dengan masalah dan menjadi landasan
tindakan yang dirancang dalam bentuk kerangka
pikir untuk meyakinkan tindakan perbaikan yang
direncanakan dapat mengatasi masalah. Dari
kajian pustaka ini harus menghasilkan hipotesis
tindakan, yaitu hasil pemecahan masalah
sementara yang didasarkan pada kajian pustaka.
BAB III: PELAKSANAAN PENELITIAN
Uraian tentang subjek penelitian, tempat
penelitian, waktu penelitian, prosedur setiap
siklus (perencanaan, pelaksanaan & pengumpulan
data, refleksi)

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

141

PENYUSUNAN LAPORAN 1

BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN


Uraian tentang data hasil penelitian, mulai dari
hasil observasi awal, pelaksanaan pada siklus I,
dst.
Sajian hasil analisis data diurutkan sesuai rumusan
masalah.
Pembahasan dapat ditulis terpadu dengan sajian
hasil penelitian, dapat pula ditulis terpisah
setelah sajian hasil penelitian Setiap sajian hasil
disertai pembahasan, argumentasi mengapa
hasilnya seperti itu, dikaitkan dengan pengalaman
praktis, teori, pendapat pakar, atau penelitian
lain dalam kajian pustaka.

BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN


Berisi uraian singkat tentang kesimpulan dan saran.
Kesimpulan mengacu pada rumusan masalah,
sedangkan saran mengacu pada hasil penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Daftar semua referensi (buku, artikel, jurnal,
dokumen resmi, dll) yang digunakan sebagai acuan
penelitian, ditulis secara konsisten mengikuti
aturan tertentu (biasanya mencakup nama penulis,
tahun penerbitan, judul buku, nama jurnal dan
nomor/edisi/volume, nama kota penerbit, nama
penerbit).
LAMPIRAN
RPP, lembar observasi, instrumen penelitian, hasil
kegiatan belajar, hasil tes, foto-foto kegiatan,
dokumen lain yang dianggap perlu dilampirkan

142

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

PENYUSUNAN LAPORAN 1

Powerpoint 4:

Contoh Kriteria Penilaian Laporan PTK


Kriteria Penilaian Laporan PTK

NO.
1

KRITERIA
Abstrak

ASPEK YANG DINILAI


Terlihat jelas unsur pokok berikut.
a.

latar belakang, tujuan

b. prosedur
c.
2.

3.

Pendahuluan

Kajian
Teori/pustaka

hasil

Terlihat unsur-unsur berikut.


a.

latar belakang yang memuat deskripsi masalah,


data awal yang menunjukkan akar terjadinya
masalah, deskripsi lokasi dan waktu, serta
pentingnya masalah dipecahkan

b.

rumusan masalah

c.

tujuan

d.

manfaat

a. Ada
teori-teori
terkait
yang
arah/petunjuk pada pelaksanaan PTK

memberi

b. Ada usaha-usaha penulis membangun argumen


teoritis bahwa tindakan tertentu dimungkinkan
bisa meningkatkan mutu pembelajaran

4.

Pelaksanaan
Penelitian

a. Deskripsi tahapan siklus penelitian


b. Penggunaan instrumen, usaha validasi hipotesis
tindakan, dan cara refleksi
c.

Tindakan yang dilakukan bersifat:


Rasional, berbasis
masalah

pada

akar

penyebab

Dapat dilaksanakan, tindakan didukung oleh


faktor waktu, biaya dan sarana prasarana
Adanya kerja sama dala bentuk kolaborasi
dengan guru lain
Jumlah siklus lebih dari satu

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

143

PENYUSUNAN LAPORAN 1

NO.
5.

KRITERIA
Hasil penelitian

ASPEK YANG DINILAI


Disajikan dalam bentuk siklus dengan data lengkap
Siklus I
Perencanaan: diuraikan tindakan khas yang
dilakukan terlihat bedanya dengan pembelajaran
biasa
Pelaksanaan: diuraikan pelaksanaan tindakan
Pengamatan: disajikan hasil pengamatan dari
berbagai instrumen. Hasil autentik disajikan
Refleksi: berisi penjelasan tentang aspek
keberhasilan,
kelemahan,
dan
rencana
berikutnya. Mengapa berhasil atau tidak, apa
yang perlu dilakukan berikutnya
Siklus II dan III: idem

6.

Kesimpulan dan a. Hasil penelitian sesuai tujuan


rekomendasi
b. Ada saran untuk penelitian, tujuan, selanjutnya
(potret kemajuan)
c. Ada saran untuk penerapan hasil

7.

Daftar Pustaka

a. Penulisan
konsisten

daftar

pustaka

sesuai

aturan

dan

b. Kelengkapan lampiran
Sumber: Suhardjono, (2006:89-90)

144

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

PENYUSUNAN LAPORAN 1

Lampiran 2:
Sumber Belajar 3 Contoh Laporan PTK
Ringkasan dari Laporan Penelitian Tindakan Kelas:
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA KELAS
VII D SMPN 1 SEMANU GUNUNGKIDUL DALAM
MENGGUNAKAN EJAAN DAN TANDA BACA SECARA
BENAR MELALUI LATIHAN IDENTIFIKASI DAN KOREKSI
KESALAHAN SECARA INTENSIF PADA SEMESTER GENAP
TAHUN PELAJARAN 2007/2008 (Ngadiman, 2008)

1. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Masalah

Latar belakang masalah


menjelaskan bahwa ada
masalah otentik yang
dialami guru di kelas.
Untuk mencari solusi,
guru mencari informasi
teoritis yang
menjelaskan penyebab
terjadinya masalah
serupa. Kemudian, guru
belum mengetahui
solusi pemecahan
masalahnya.

Dari observasi kelas dan


refleksi guru, diperoleh
kenyataan bahwa siswa
belum memahami penggunaan ejaan dan tanda
baca dengan benar.
Menurut Hastuti (1976),
ada
berbagai
kemungkinan
penyebab
terjadinya
kekurangpahaman siswa dalam
menggunakan ejaan dan
tanda baca.
Mungkin
karena
kurangnya
pemberian latihan yang
cukup. Atau barangkali
siswa secara sengaja
tidak
peduli
akan
pentingnya pengetahuan aturan penulisan
ejaan dan tanda baca
yang benar. Kemungkinan lain disebabkan ada
di antara para guru
yang
salah
dalam
menggunakan ejaan dan
tanda baca di dalam
menyampaikan pelajaran sehingga dicontoh
oleh para siswa.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

145

PENYUSUNAN LAPORAN 1

- Identifikasi masalah
Permasalahan pokok yang
dibahas dalam penelitian ini
adalah Apakah penggunaan
metode latihan identifikasi
dan
koreksi
kesalahan
secara
intensif
dapat
meningkatkan keterampilan
siswa kelas VII D SMP Negeri
I
Semanu
Gunungkidul
dalam menggunakan ejaan
dan tanda baca secara
benar?
Berdasarkan permasalahan
tersebut, perlu dilakukan
upaya untuk meningkatkan
keterampilan siswa dalam
menggunakan ejaan dan
tanda baca secara benar
melalui penelitian tindakan
kelas. Diharapkan, dengan
menggunakan
metode
latihan
identifikasi
dan
koreksi kesalahan secara
intensif, keterampilan siswa
dalam menggunakan ejaan
dan tanda baca secara benar
akan meningkat.

Masalah dan tujuan


dirumuskan dengan
spesifik
menggambarkan
masalah, solusi (strategi
perbaikan yang dipilih
guru), sasaran dan
lokasi sekolah.

Pilihan terhadap solusi


pemecahan masalah,
yaitu metode latihan
secara intensif, harus
didasarkan pada kajian
pustaka dan hasil
observasi guru.

- Rumusan Masalah
Dalam melakukan penelitian
tindakan kelas, peneliti
dapat merumuskan masalah
sebagai berikut:
Apakah melalui latihan
identifikasi dan koreksi
kesalahan secara intensif
dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas VII D
SMPN 1 Gunung Kidul dalam
menggunakan ejaan dan
tanda baca secara benar
pada semester genap tahun
pelajaran 2007/2008?

146

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

PENYUSUNAN LAPORAN 1

1.2. Tujuan
Penelitian
Tindakan Kelas
Tujuan penelitian ini adalah
Untuk meningkatkan keterampilan siswa kelas VII D
SMPN 1 Semanu Gunung Kidul
dalam menggunakan ejaan
dan tanda baca secara benar
melalui latihan identifikasi
dan koreksi kesalahan secara
intensif.
1.3. Manfaat
Penelitian
Tindakan Kelas
Adapun manfaat penelitian
tindakan kelas adalah sebagai
berikut.
a. Bagi siswa, penelitian ini
diharapkan dapat meningkatkan keterampilan
menulis,
mengasah
imajinasi,
memupuk
kreativitas,
dan
meningkatkan
prestasi
belajar.

Menjelaskan bagaimana
penelitian tindakan kelas
yang dilakukan dapat
berkontribusi terhadap
peningkatan kualitas
belajar mengajar, dan
dapat membantu guru
atau praktisi lain di
lapangan yang
menghadapi masalah
sama.

b. Bagi guru, penelitian ini


diharapkan
dapat
memberikan pengalaman
dalam
meningkatkan
keterampilan siswa dalam
menggunakan ejaan dan
tanda baca secara benar
dan
meningkatkan
kemampuan dasar guru
dalam
menerapkan
pembelajaran
Bahasa
Inggris.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

147

PENYUSUNAN LAPORAN 1

2. Pelaksanaan Perbaikan
Pembelajaran
2.1. Subjek Penelitian
Siswa yang diteliti adalah
siswa kelas VII D SMPN 1
Gunungkidul semester 2
tahun
pelajaran
2007/2008. Kelas VII D
SMPN
1
Semanu
Gunungkidul berjumlah
38 siswa, terdiri dari 19
putra dan 19 putri.
Kemampuan
menulis
rata-rata masih rendah.
Bahasa sehari-hari yang
digunakan adalah Bahasa
Jawa.
Keadaan sosial
ekonomi orangtua siswa
rata-rata menengah ke
bawah. Tempat tinggal
siswa kebanyakan berasal
dari luar kota atau
pelosok yang umumnya
orang tuanya bekerja
sebagai petani.
Hal
inilah yang menyebabkan
motivasi belajar siswa
juga rendah.

Dalam subjek penelitian


dijelaskan tentang siapa
yang akan menjadi
responden penelitian,
konteks di mana
penelitian dilakukan,
kondisi internal dan
eksternal tempat
penelitian yang
berpengaruh terhadap
subjek, fasilitas yang
tersedia di tempat
penelitian, serta profil
peneliti sendiri
(pengalaman mengajar,
dll.)

Sekolah kami terletak di


sebelah barat Kantor
Kecamatan
Semanu
Gunungkidul.
Sekolah
kami berada di jalur
Wonosari Baran, km. 7.
Letaknya
sangat
strategis. Sebelah barat
pasar Munggi, selatan
Kali Jirak yang terkenal
dengan nasi merahnya,
sebelah timur Kantor
Polsek
dan
Koramil
Kecamatan
Semanu
Gunungkidul
dan
Puskesmas Semanu.

148

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

PENYUSUNAN LAPORAN 1

Fasilitas sekolah kami


cukup
memadai
di
antaranya adalah Lab.
Komputer,
Lab.
IPA,
Internet, dan sebentar
lagi Lab. Bahasa yang
baru
dalam
proses
pengusulan.
Semua
bangunan terdiri dari
gedung yang masih baru,
ruang kelas representatif
dan diampu oleh guruguru mata pelajaran yang
sudah
berpengalaman
dan berijazah sarjana
yang
relevan
di
bidangnya.

Peneliti adalah guru mata


pelajaran Bahasa Inggris
yang sudah mengajar
selama 14 tahun. Pernah
mengajar di SMPN 1
Saptosari
Gunungkidul
selama 6 tahun (19942000), kemudian pindah
ke SMPN 1 Semanu
Gunungkidul dari tahun
2000 sampai sekarang.
Pendidikan
terakhir
adalah DIII Pendidikan
Bahasa dan Sastra Inggris.

2.2. Prosedur Penelitian


Prosedur penelitian ini
mengikuti model PTK
klasikal
yang
telah
disesuaikan
untuk
perbaikan
pengajaran
dalam
Model
Belajar
BERMUTU.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

149

PENYUSUNAN LAPORAN 1

a.

Identifikasi Masalah dan


Perencanaan Tindakan

Masalah
diidentifikasi
bersama-sama dengan rekan
sejawat guru berdasarkan
studi kasus yang ditulis guru.
Studi kasus ini secara naratif
dan
detil
menjelaskan
perencanaan dan pelaksanaan
kegiatan belajar mengajar
yang dilaksanakan oleh guru,
serta refleksi oleh guru. Dari
studi kasus, diidentifikasi
bahwa guru merasa kesulitan
dalam mengajarkan ejaan dan
tanda baca kepada siswa, dan
pencapaian
hasil
belajar
siswa rendah. Berdasarkan
diskusi dengan rekan sejawat
guru dan juga dari beberapa
pustaka, tindakan yang dipilih
guru
untuk
memperbaiki
proses
belajar
mengajar
tersebut
adalah
dengan
memberikan latihan yang
lebih banyak kepada siswa.

Prosedur penelitian
mengikuti model Belajar
BERMUTU
Hasil observasi dan
refleksi diri terhadap
pengajaran yang
dilakukannya dituliskan
dalam bentuk studi
kasus.
Studi kasus kemudian
didiskusikan bersama
rekan sejawat untuk
mengidentifikasi
masalah pembelajaran
yang potensial untuk
diperbaiki. Solusi
pemecahan masalah
juga dipilih bersama.
Selanjutnya, berbagai
persiapan untuk
perbaikan pembelajaran
dilakukan bersama
dengan rekan sejawat.

Selanjutnya guru membuat


perencanaan tindakan, terdiri
dari penyusunan RPP untuk
kegiatan belajar mengajar
(lampiran 1), mempersiapkan
bahan belajar dari berbagai
sumber
(lampiran
2),
mengembangkan latihan dan
butir soal untuk evaluasi hasil
belajar
(lampiran
3),
menyiapkan lembar observasi
(lampiran 4), meminta dua
orang rekan guru untuk
melakukan observasi kegiatan
belajar,
serta
membuat
denah kelas (lampiran 5)
untuk
memudahkan
pelaksanaan observasi.

150

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

PENYUSUNAN LAPORAN 1

b. Pelaksanaan
Tindakan
dan Observasi
Pelaksanaan
kegiatan
perbaikan
pembelajaran
dilakukan dalam dua siklus
dalam waktu satu minggu (2
jam pelajaran) berdasarkan
RPP perbaikan pembelajaran
yang telah dibuat.

Siklus 1 dimulai dengan


pembukaan
oleh
guru,
kemudian guru meminta
siswa
untuk
duduk
berpasang-pasangan dengan
teman
yang
telah
ditentukan
guru.
Selanjutnya
guru
menjelaskan
tentang
penggunaan ejaan dan tanda
baca, dan memberi latihan
untuk menyalin catatan
wawancara menjadi wacana
naratif untuk penggunaan
ejaan dan tanda baca secara
berurutan. Siswa terlibat
dalam rembug sejoli untuk
saling
memeriksa
hasil
kerjanya. Kemudian, hasil
kerja siswa dibahas secara
umum oleh guru dalam
kelas.
Selanjutnya,
kegiatan
belajar
ditutup
dengan
postes 1 yang dikerjakan
oleh siswa.
Siklus 2 dilaksanakan kurang
lebih sama dengan siklus
satu.
Untuk
siklus
2,
penjelasan yang diberikan
guru berfokus pada teknik
merumuskan masalah dari
satu catatan wawancara,
dan membuat narasi dari
catatan wawancara tersebut
berdasarkan
topik
permasalahan.
Kemudian,

Kegiatan pelaksanaan
tindakan dilakukan
dalam bentuk modeling
open class., yaitu salah
seorang guru menjadi
guru model yang akan
mengimplementasikan
rencana pembelajaran
(skenario) di kelas,
sementara guru yang
lain menjadi observer.
Pelaksanaan tindakan
tidak hanya satu kali
pertemuan
pembelajaran, tetapi
mungkin dua atau tiga
kali kegiatan
pembelajaran,
tergantung pada topik
yang dibelajarkan dan
rencana pembelajaran
yang disusun (untuk
setiap siklus)
Persiapan pelaksanaan
tindakan meliputi
penjelasan tentang
skenario pembelajaran
serta penggunaan
instrumen pengambilan
data kepada semua
guru; pelaksanaan
pembelajaran oleh guru
model; obsevasi oleh
anggota untuk
memperoleh data; dan
diskusi refleksi
bersama.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

151

PENYUSUNAN LAPORAN 1

siswa
berlatih
untuk
menarasikan
catatan
wawancara
berdasarkan
topik permasalahan yang
telah diidentifikasi dengan
menggunakan ejaan dan
tanda baca yang benar.
Siklus 2 ditutup dengan
postes 2 dan rangkuman
oleh guru dan siswa tentang
hal-hal
yang
telah
dipelajari.
Sementara siklus 1 dan 2
berlangsung, 2 orang rekan
guru melakukan observasi
dengan menggunakan lembar
observasi yang telah tersedia.
Hasil observasi berupa datadata tentang proses belajar,
situasi kelas, dan masalah
yang dihadapi siswa (secara
otentik berdasarkan nama
siswa).
Setelah
kegiatan
belajar
berakhir, guru menuliskan
refleksi dari pelaksanaan
kegiatan belajar mengajar
yang dilakukannya.

c. Pengumpulan
analisis data

data

dan

Data dikumpulkan dari


hasil observasi rekan guru
dengan
menggunakan
lembar observasi yang
tersedia, dan dari tes hasil
belajar (pretes dan postes)
pada saat pelaksanaan
tindakan selama 2 siklus,
serta refleksi diri yang
dilakukan guru terhadap
kegiatan belajar mengajar
yang telah dilaksanakan
sebanyak 2 siklus.

152

Perhatikan jenis data


dan jumlah data yang
diperoleh. Kumpulkan
dan dokumentasikan
semua data secara rapi.

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

PENYUSUNAN LAPORAN 1

Analisis data dilakukan


terhadap dua jenis data,
yaitu
data
kualitatif
berupa
catatan
hasil
observasi
guru
serta
catatan refleksi guru, dan
data kuantitatif berupa
skor pretes dan postes
hasil belajar siswa.

Untuk data kualitatif dicari


key point dan juga informasi
tambahan
dari
hasil
observasi,
kemudian
dirangkum hal-hal inti yang
perlu memperoleh perhatian
dalam proses pembelajaran.
Untuk data kuantitatif dicari
gain score (skor perolehan
antara) postes 1 dan 2. Hasil
analisis keduanya kemudian
dirangkum dan disimpulkan.

d. Refleksi
Lanjut

dan

Kumpulan data
kemudian dipilah
berdasarkan jenisnya,
selanjutnya dianalisis
dengan cermat.
Gunakan metode
analisis yang sederhana
yang dapat
menggambarkan
hubungan antara
permasalahan dan
perbaikan pembelajaran
secara tepat.

Tindak

Hasil
analisis
data
kualitatif dan kuantitatif
beserta
kesimpulannya
didiskusikan
guru
dan
rekan
sejawat
dalam
pertemuan refleksi untuk
mengkilas balik hal-hal
yang
sudah
terjadi,
kendala, dan faktor-faktor
yang
berpengaruh
terhadap kegiatan belajar
mengajar
yang
sudah
dilaksanakan.

Proses refleksi
berlangsung dua tahap,
secara berkelompok
dengan rekan sejawat,
dan secara individual
untuk refleksi mendalam
dan mengintegrasikan
masukan ke dalam
rencana perbaikan
pembelajaran
berikutnya.

Guru mencatat masukan


dan
saran
yang
didiskusikan,
kemudian
membuat
rencana
perbaikan
pembelajaran
berikutnya
berdasarkan
masukan.
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

153

PENYUSUNAN LAPORAN 1

e. Pelaporan
Dengan mengacu pada
proposal,
penulisan
laporan dilakukan dengan
mengintegrasikan berbagai
aspek dan kegiatan yang
sudah dilaksanakan dalam
proses
perbaikan
pembelajaran,
pengumpulan data, serta
analisis data.
Laporan
ditulis
menggunakan
format yang ditetapkan,
dan menjelaskan secara
rinci
permasalahan,
rencana
perbaikan,
pelaksanaan
perbaikan,
hasil
yang
diperoleh,
dampak
dari
solusi
pemecahan masalah, serta
kesimpulan dan saran.

3. Hasil dan Pembahasan


3.1. Hasil Analisis Data
Analisis data dilakukan
terhadap tiga kelompok
data, yaitu data hasil
observasi rekan sejawat,
data refleksi guru, dan dan
hasil
belajar
siswa
difokuskan pada dua hal
utama, yaitu situasi kelas
dan prestasi belajar siswa.

a. Situasi Kelas

Gunakan format laporan


yang telah ditetapkan.
Jadikan proposal
sebagai acuan, jelaskan
beda antara yang
diusulkan dalam
proposal, yang
dilaksanakan, serta yang
dihasilkan.

Ada tiga jenis data yang


diperoleh dan telah
didokumentasi
(dikumpulkan) guru
dengan baik.

Sementara itu, analisis


dilakukan untuk dua
dimensi dari tiga jenis
data tersebut, yaitu
situasi kelas dan
prestasi belajar siswa.

Selama
pelaksanaan
kegiatan belajar mengajar,
dengan mengacu pada RPP
dibandingkan dengan hasil
observasi,
dicatat

154

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

PENYUSUNAN LAPORAN 1

beberapa
kejadian
penting, antara lain:
-

Pada saat pembentukan


kelompok
siswa
tidak
segera melaksanakan tugas
tapi
malah
membuat
kegaduhan,
mondarmandir,
mengobrol,
sehingga menyita waktu 10
menit.

Selama
pelaksanaan
kegiatan belajar mengajar
kegaduhan kelas mulai
berkurang, tetapi masih
ada kekurangan, yaitu
aktivitas
siswa
tidak
merata,
kerjasama
kelompok sebagaian ada
yang belum kompak, masih
ada siswa yang pasif dan
masa bodoh.

Data yang rinci dan detil


seperti ini hanya dapat
diperoleh jika ada rekan
sejawat yang melakukan
observasi proses
pembelajaran secara
cermat.

Hasil
observasi
kelas
menyatakan
bahwa
ada
kelebihan
dari
tindakan
perbaikan ini antara lain:
siswa mulai termotivasi untuk
belajar, siswa secara aktif
dan
penuh
kesungguhan
mengerjakan
tugas
yang
diberikan guru, bila diberi
kesempatan
untuk
mempresentasikan
hasil
diskusi atau hasil pelaksanaan
latihan siswa berlomba-lomba
mengacungkan jari terlebih
dahulu, siswa mulai berani
tampil di depan kelas, siswa
mulai berani mengajukan
usul, pertanyaan dan saran.

b. Prestasi Belajar Siswa


Dalam
penelitian
ini
diterapkan ketuntasan belajar
secara individual, dengan
kriteria
minimal
65.
Sementara itu, secara klasikal
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

155

PENYUSUNAN LAPORAN 1

dinyatakan tuntas apabila


siswa yang nilainya sudah
tuntas mencapai 85% dari
jumlah keseluruhan siswa.

Kriteria ketuntasan
belajar ditetapkan pada
saat dilakukan
perencanaan perbaikan
pembelajaran.

Data prestasi belajar siswa


diperoleh dari nilai yang
siswa pada postes 1 dan
postes 2.

Jelaskan darimana data


diperoleh.

Perbandingan nilai postes 1


dan postes 2 dari 2 siklus
perbaikan
pembelajaran
sebagai berikut.

Jelaskan analisis yang


dilakukan, tahap demi
tahap, sampai dilakukan
interpretasi.

Tabel 1. Perolehan Nilai

Nilai Postes 1
No.

156

Nilai

Nilai Postes 2
n

No.

Nilai

1.

100

1.

100

2.

95

2.

95

3.

90

3.

90

4.

85

4.

85

5.

80

5.

80

6.

75

6.

75

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

PENYUSUNAN LAPORAN 1

Nilai Postes 1
No.

Nilai

Nilai Postes 2
n

No.

Nilai

7.

70

7.

70

8.

65

8.

65

9.

60

9.

60

10.

55

10.

55

11.

50

11.

50

Jumlah siswa

38

Jumlah
siswa

38

Rata-rata skor

72,50

Rata-rata
skor

83,03

Berdasarkan tabel tersebut,


dapat disimpulkan:
- Secara individu:

Banyaknya siswa = 38

Siswa tuntas belajar ada


30 siswa

Persentase siswa yang


telah tuntas = 30:38 x 100%
= 78,94%

Siswa yang belum tuntas


ada 8 siswa, persentase
siswa yang belum tuntas =
8:38 x 100% = 21,05%.

Secara klasikal

Interpretasi dari hasil


analisis data disampaikan
secara sistematis, untuk
dua jenjang, yaitu jenjang
individu siswa dan jenjang
klasikal.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

157

PENYUSUNAN LAPORAN 1

Siswa belum tuntas belajar


karena menurut standar
ketuntasan belajar secara
klasikal harus mencapai
85%,
sedangkan
pencapaian hasil belajar
setelah siklus 1 baru
mencapai 78,94%, sehingga
untuk
mencapai
ketuntasan klasikal masih
kurang 6,06%.

Rata-rata skor sebelum


perbaikan = 72,50

Rata-rata skor
perbaikan = 83,03

Gain skor (perolehan nilai)


rata-rata = 10.53

setelah

Dari data tersebut diperoleh


informasi
bahwa
terjadi
peningkatan pencapaian hasil
belajar oleh siswa, tetapi
belum
mencapai
tingkat
ketuntasan
sebagaimana
telah ditetapkan.
Proses
pembelajaran
kemudian
dikaji
ulang
untuk
menentukan
sebab-sebab
ketidaktuntasan,
padahal
terjadi peningkatan hasil
belajar siswa.

Kesimpulan dilakukan
berdasarkan data, dan
ternyata timbul
masalah baru. Untuk
mencari penyebab
masalah secara lebih
detil, dilakukan kaji
ulang terhadap proses
pembelajaran, dengan
menganalisis data
tambahan.

Data tambahan: dari 3 latihan


menggunakan ejaan, yaitu
mengubah teks wawancara
menjadi teks narasi, terlihat
kesalahan
siswa
sebagai
berikut.

158

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

PENYUSUNAN LAPORAN 1

Tabel 2. Kesalahan Siswa

Kesalahan sebelum
perbaikan

Kesalahan sesudah
perbaikan

No.

Jumlah
kesalahan

1.

Tidak ada 2
yang salah

1.

Tidak ada 13
yang salah

2.

1
kesalahan

2.

1
kesalahan

3.

2
kesalahan

3.

2
kesalahan

4.

3
kesalahan

4.

3
kesalahan

5.

4
kesalahan

5.

4
kesalahan

6.

5
kesalahan

6.

5
kesalahan

7.

6
kesalahan

7.

6
kesalahan

8.

7
kesalahan

8.

7
kesalahan

9.

8
kesalahan

9.

8
kesalahan

10.

9
kesalahan

10.

9
kesalahan

11.

10
kesalahan

11.

10
kesalahan

12.

11
kesalahan

12.

11
kesalahan

13.

12
kesalahan

13.

12
kesalahan

14.

14.

13
kesalahan

Jumlah No.
Siswa

Jumlah
kesalahan

13
kesalahan

Jumlah
Siswa

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

159

PENYUSUNAN LAPORAN 1

3.2. Refleksi
- Perbaikan
pembelajaran
sudah
tercapai
karena
diperoleh gain skor rata-rata
10,53
dari
sebelum
perbaikan pembelajaran dan
sesudah
perbaikan
pembelajaran.
- Namun, belum diperoleh
ketuntasan pembelajaran,
karena ada 8 siswa yang
belum
tuntas
secara
individual, yaitu 21,05%.
- Diperkirakan
ketidaktuntasan disebabkan
karena kurangnya latihan,
dan terlalu banyak waktu
yang
digunakan
untuk
membagi kelompok.

Dalam refleksi, peneliti


dituntut kejujurannya
untuk mengakui apakah
tindakan perbaikan
pembelajaran yang
dilakukan telah berhasil
atau belum, faktor-faktor
yang menjadi kendala,
serta solusi yang
disarankan untuk
perbaikan pembelajaran
berikutnya.

- Untuk
pembelajaran
berikutnya, latihan akan
diperbanyak menjadi 5 soal,
dan
waktu
pembagian
kelompok dikurangi menjadi
5 menit saja.

4. Kesimpulan dan
Rekomendasi
4.1. Kesimpulan
Metode mengajar dengan
menerapkan pola latihan
dan
koreksi
kesalahan
secara intensif ternyata
dapat
meningkatkan
prestasi belajar siswa.
Terjadi
peningkatan
perolehan
nilai
siswa
setelah
dilakukan
perbaikan pembelajaran.

160

Kesimpulan dituliskan
secara ringkas dan jelas
tentang apa yang
dihasilkan dari proses
perbaikan pembelajaran.

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

PENYUSUNAN LAPORAN 1

4.2. Saran
Dalam melakukan pola
latihan
dan
koreksi
kesalahan perlu diberikan
porsi latihan yang cukup,
sehingga
dapat
meningkatkan
perolehan
nilai siswa juga mencapai
ketuntasan belajar.

Saran dituliskan secara


ringkas, menjelaskan
kontribusi penelitian ini
terhadap penelitian atau
perbaikan pembelajaran
berikutnya, atau
konfirmasi terhadap
teori.

Pengelolaan waktu untuk


pendahuluan dan hal-hal
administratif,
misalnya
membagi kelompok, dalam
kelas perlu memperoleh
perhatian, sehingga waktu
belajar tidak habis untuk
hal-hal administratif.

5. Daftar Kepustakaan

Hastuti, S. 1976. Metodologi Pengajaran Bahasa.


Yogyakarta: Gajah Mada University

Kartowagiran, B. 2005. Pengertian dan Prinsipprinsip Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta:


Satker Pembinaan PLP.

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1980.


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan. Jakarta: Balai Pustaka.

Wardani, IGAK. 2001. Sistem Pembelajaran Bahasa


Indonesia. Jakarta, Universitas Terbuka

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 1/15/BAHASA INGGRIS/SMP

161

PENYUSUNAN LAPORAN 2

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 2/16/BAHASA INGGRIS

BAHAN BELAJAR MANDIRI


Topik

Penyusunan Laporan 2

Jumlah Jam

4 jam (4 x 50 menit)
tatap muka dan 8 jam
(8 x 50 menit) tugas
mandiri

Pertemuan

Laporan

PTK

ke-16

yang

telah

disusun

perlu

dipertanggungjawabkan baik dalam hal teknis


maupun isinya agar dapat dikatakan ilmiah. Proses
pertanggungjawaban tersebut dilakukan dalam
bentuk pleno atau seminar hasil PTK.

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 2/16/BAHASA INGGRIS

162

PENYUSUNAN LAPORAN 2

1. PENGANTAR
a. Kedudukan Topik Penyusunan
Laporan
Topik Penyusunan Laporan 2 dalam Bahan Belajar
Mandiri (BBM) ini merupakan kegiatan ke-16 dari 16
kegiatan dalam pembelajaran berbasis PTK.

b. Pentingnya Penyusunan
Laporan
Laporan PTK adalah paparan dari hasil-hasil
pelaksanaan kegiatan. Laporan PTK ditulis secara
naratif dengan menggunakan format tertentu.
Laporan merupakan bukti fisik dari suatu kegiatan
yang memaparkan pelaksanaan dan hasilnya.
Jadi, penyusunan laporan merupakan langkah
terakhir dari PTK. Pada dasarnya laporan ditulis
dengan
maksud
sebagai
sarana
untuk
mengkomunikasi atau mempublikasikan hasil-hasil
suatu kegiatan. Dengan bukti berupa laporan
inilah kegiatan PTK dapat diakui oleh pihak-pihak
terkait. Jika PTK tersebut mendapat dukungan
pendanaan dari pihak donor atau instansi terkait
pendidikan, maka laporan akan menjadi salah satu
bentuk pertanggungjawaban. Pada Program
BERMUTU, laporan PTK yang akan dibuat oleh
peserta selain menjadi alat publikasi ilmiah juga
akan menjadi bukti fisik untuk pengakuan nilai SKS
tertentu dari perguruan tinggi.
Untuk dapat
diakui keilmiahannya dan nilai SKS, maka laporan
penelitian ini perlu diplenokan atau diseminarkan
terlebih dahulu.

c. Ruang Lingkup
Laporan

Penyusunan

Ruang lingkup pembahasan materi penyusunan


laporan adalah mengkaji hasil penelitian tindakan
kelas melalui kegiatan pleno.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

163

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 2/16/BAHASA INGGRIS

PENYUSUNAN LAPORAN 2

d. Petunjuk Kegiatan
Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dalam
bagian ini antara lain:

Melakukan pleno terhadap hasil laporan PTK dari


seorang guru peserta

Mendiskusikan
secara
berkelompok
untuk
memvalidasi laporan PTK masing-masing guru
peserta

Melakukan
revisi
terhadap
laporan
PTK
berdasarkan masukan selama kegiatan pleno atau
diskusi kelompok.

Kegiatan Terstruktur dan Mandiri


Setelah kegiatan belajar (tatap muka) di MGMP, guru
peserta akan melakukan beberapa kegiatan terstruktur
serta belajar mandiri. Para guru peserta akan disiapkan
untuk melaksanakan kedua tugas tersebut sebagai
bagian dari kegiatan Belajar BERMUTU.

Tugas Terstruktur
Pelaksanaan Tugas Terstruktur untuk penyusunan
laporan adalah menyempurnakan laporan masingmasing guru peserta berdasarkan masukan selama
kegiatan pleno dan diskusi kelompok.
Menjilid dan menyerahkan laporan PTK kepada guru
pemandu
Tugas terstruktur dialokasikan 6 x 50 menit
Laporan tugas terstruktur menjadi salah satu tagihan
yang akan dijadikan bukti untuk melihat ketercapaian
indikator hasil belajar pada pertemuan di MGMP.

Tugas Mandiri
Tugas Mandiri adalah tugas yang dilakukan guru peserta
di luar tatap muka untuk meningkatkan kompetensi
penyusuan laporan dengan membaca dan mengkaji
ulang
tentang
penyusunan
laporan
dengan
menggunakan sumber yang dirujuk dalam BBM ini.

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 2/16/BAHASA INGGRIS

164

PENYUSUNAN LAPORAN 2

Penilaian:

Penilaian terhadap pencapaian kompetensi


yang dilakukan oleh guru peserta selama
proses maupun hasil. Penilaian proses
terhadap guru peserta mencakup aspek
afektif maupun psikomotor. Penilaian hasil
dilakukan terhadap produk yang dihasilkan
guru peserta berupa: laporan PTK yang
telah divalidasi.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

165

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 2/16/BAHASA INGGRIS

PENYUSUNAN LAPORAN 2

2. KOMPETENSI DAN INDIKATOR


PENCAPAIAN KOMPETENSI
Kompetensi dan Indikator pencapaian kompetensi dari
penyusunan laporan adalah:
Kompetensi

Indikator Pencapaian Kompetensi

Guru peserta mampu menyusun


laporan Penelitian Tindakan
Kelas
yang
dapat
dipertanggungjawabkan.

a. Mendiskusikan
secara pleno

laporan

b. Merevisi
laporan
berdasarkan
masukan
pleno/diskusi kelompok

PTK
PTK
hasil

3. PERSIAPAN
Untuk memfasilitasi guru peserta berdiskusi di MGMP
dalam topik penyusunan laporan diperlukan persiapan
sebagai berikut.
a.

Pendamping mempelajari materi-materi yang


terkait dengan penyusunan laporan PTK dan
sumber belajar yang akan digunakan

b.

Pendamping menyiapkan alat dan bahan yang akan


digunakan:
1)

Kertas plano/papan tulis, kapur/spidol,

2)

Contoh laporan PTK Bahasa Inggris

3)

Laporan PTK Masing-masing guru peserta

4)

Lap top, LCD

PowerPoint/tayangan 1: Kedudukan
Penyusunan Laporan dalam Proses PTK

PowerPoint/tayangan 2: Format Sistematika


Laporan PTK

PowerPoint/tayangan 3: Contoh Kriteria


Penilaian Laporan PTK

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 2/16/BAHASA INGGRIS

166

PENYUSUNAN LAPORAN 2

4. SUMBER BELAJAR
Sumber belajar sebagai bahan pendukung yag
dapat digunakan dalam kegiatan diskusi adalah
sebagai berikut:
a. Hylite Modul PTK. Unit 10. Penyusunan
Laporan PTK.

5. KEGIATAN BELAJAR
Kegiatan 1
(5 menit)
Pendahuluan:

Kegiatan 2
(60 menit)
PLENO:

Kegiatan 3
(120 menit)
DISKUSI:

1.Penyampaian
Kompetensi dan
Indikator
Pencapaian
kompetensi
2.Penjelasan
kedudukan
Penyusunan
Laporan 2 dalam
prosedur PTK

1. Mendiskusikan
tentang
laporan PTK
seorang guru

1. Melakukan
diskusi
kelompok
untuk
membahas/
memvalidasi
laporan PTK
masingmasing guru
2. Merevisi
laporan PTK
berdasarkan
masukan
kegiatan
pleno/diskusi
kelompok.

Kegiatan 4
(10 menit)
Penutup:
1. Menyimpulkan
hasil kegiatan
2. Pemberian
tugas Mandiri

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

167

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 2/16/BAHASA INGGRIS

PENYUSUNAN LAPORAN 2

Kegiatan 1

Pendahuluan
Guru pemandu menanyakan kepada guru peserta
tentang tugas terstruktur pada pertemuan sebelumnya
yang harus dibawa, yaitu laporan PTK hasil Open Class
dan hasil masing-masing guru peserta.
Guru pemandu menjelaskan tentang kompetensi,
indikator dan kegiatan yang akan dilaksanakan.
Guru pemandu
menjelaskan kedudukan topik
penyusunan laporan 2 dalam prosedur PTK (lihat
lampiran 1).

Kegiatan 2

Pleno Laporan PTK


Guru pemandu meminta semua guru peserta untuk
mempersiapkan hasil tugas terstruktur pada pertemuan
sebelumnya.
Guru pemandu memfasilitasi guru peserta untuk
mendiskusikan (pleno) hasil laporan PTK salah satu guru
peserta.
Guru pemandu menjadi moderator selama kegiatan
pleno
Guru pemandu mengklarifikasi hasil pleno.

Kegiatan 3

Kelompok Untuk Validasi Laporan PTK


masing-Masing Guru
Guru peserta berdiskusi dalam kelompok untuk
membahas laporan masing-masing. Guru peserta dapat
memberikan masukan berdasarkan analog pada
kegiatan pleno.
Jika diperlukan guru pemandu menjadi nara sumber
pada tiap-tiap kelompok. Masing-masing guru peserta
diminta mencatat masukan dari guru peserta lain.

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 2/16/BAHASA INGGRIS

168

PENYUSUNAN LAPORAN 2

Kegiatan 4

Menyusun Laporan PTK Berdasarkan Hasil


Masukan Pleno dan Diskusi Kelompok
Guru pemandu meminta guru peserta untuk merevisi
laporan PTK masing-masing berdasarkan catatan
masukan selama pleno maupun diskusi kelompok

Kegiatan 5

Penutup dan Pemberian Tugas Mandiri


Sebelum mengakhiri kegiatan dalam MGMP, guru
pemandu meminta salah seorang guru peserta untuk
merefleksikan atau merangkum apa yang telah
dipelajari pada pertemuan hari ini. Guru peserta lain
dapat menambahkannya apabila masih diperlukan.
Selanjutnya, Guru pemandu memberikan tugas
terstruktur.
Tugas terstruktur yang diberikan kepada guru peserta
sesuai dengan yang ada pada buku kerja guru. Untuk
topik penyusunan laporan PTK, tugas terstrukturnya
adalah:
Melanjutkan revisi terhadap laporan PTK masingmasing guru peserta.
Mengkonsultasikan hasil revisi akhir kepada guru
pemandu atau nara sumber jika diperlukan
Menjilid laporan PTK masing-masing guru peserta
dan menyerahkannya kepada guru pemandu.
Guru pemandu mengucapkan terima kasih dan salam
sebagai penutup pada pertemuan tersebut.

6. PENILAIAN
Penilaian terhadap pencapaian hasil belajar peserta
dilakukan melalui produk yang dihasilkan. Produk yang
dapat dinilai adalah laporan PTK hasil validasi.. Produk
peserta akan dilampirkan dalam portofolio guru.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

169

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 2/16/BAHASA INGGRIS

PENYUSUNAN LAPORAN 2

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1.
PowerPoint

1:

Kedudukan Penyusunan
dalam Proses PTK

Laporan

Refleksi Awal

Perencanaan
Tindakan I

Pelaksanaan
Tindakan I

Revisi Tind. I
(Perencanaan
Tindakan II)

Penyusunan
Laporan 1

Analisis
data dan
interpretasi

Observasi

Powerpoint 2:

Penyusunan
Laporan 2

Refleksi
dan
Evaluasi

Penjilidan
dan
Penyerahan

Kompetensi, indikator pencapaian


kompetensi, kegiatan belajar, dan
hasil belajar yang diharapkan

Kompetensi

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Guru peserta
mampu:
Menyusun
Laporan PTK

Guru
peserta
mampu:
Menuliskan abstrak
penelitian
Menuliskan
hasil
penelitian
sesuai
sistematika/
komponenkomponen laporan
PTK .
Menilai laporan PTK
sesuai kriteria

Kegiatan
Belajar
Diskusi
kelompok

Hasil Belajar
yang
diharapkan
Draft
PTK

laporan

Dan
latihan

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 2/16/BAHASA INGGRIS

170

PENYUSUNAN LAPORAN 2

PowerPoint 2: Format sistematika laporan PTK


JUDUL (Halaman Judul)
Memuat judul penelitian, nama-nama peneliti,
nama institusi dan tahun.
LEMBAR PENGESAHAN
Berisi pengesahan oleh Guru Pemandu, Pembimbing
dan Kepala Sekolah tempat penelitian.
KATA PENGANTAR
ABSTRAK
Berisi
saripati
unsur-unsur
penelitian:
permasalahan, tujuan, prosedur penelitian, hasil
penelitian, kesimpulan, dan saran, ditulis tidak
melebihi satu halaman.
DAFTAR ISI
Berisi daftar judul-judul di dalam laporan dan
nomor halamannya
Bab I: PENDAHULUAN
A. Latar Belakang: uraian masalah pembelajaran,
identifikasi dan analisis masalah, akar penyebab
masalah, pentingnya masalah tersebut untuk
diatasi
B. Perumusan Masalah: berisi hasil identifikasi dan
analisis masalah sebagai rumusan masalah ditulis
dalam kalimat tanya, yang akan dipecahkan
melalui penelitian
C. Tujuan Penelitian: ditulis sesuai dengan rumusan
masalah dan tindakan perbaikan. Tujuan
Penelitian berbeda dengan tujuan pembelajaran.
D. Manfaat Penelitian: penjelasan tentang manfaat
penelitian bagi guru, siswa, lembaga dan
pengembangan pembelajaran
E. Definis
Operasional:
penjelasan
tentang
pengertian atau maksud atau batasan dari istialah
utama yang digunakan, khususnya dalam judul
penelitian.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

171

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 2/16/BAHASA INGGRIS

PENYUSUNAN LAPORAN 2

BAB II: KAJIAN PUSTAKA


Uraian kajian konsep, teori, pendapat pakar,
pengalaman nyata, hasil-hasil penelitian yang relevan
dengan masalah dan menjadi landasan tindakan yang
dirancang dalam bentuk kerangka pikir untuk
meyakinkan tindakan perbaikan yang direncanakan
dapat mengatasi masalah. Dari kajian pustaka iniharus
menghasilkan
hipotesis
tindakan,
yaitu
hasil
pemecahan masalah sementara yang didasarkan pada
kajian pustaka.
BAB III: PELAKSANAAN PENELITIAN
Uraian tentang subjek penelitian, tempat penelitian,
waktu penelitian, prosedur setiap siklus (perencanaan,
pelaksanaan & pengumpulan data, refleksi)
BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN

Uraian tentang data hasil penelitian, mulai dari


hasil observasi awal, pelaksanaan pada siklus I,
dst.

Sajian hasil analisis data diurutkan sesuai rumusan


masalah.

Pembahasan dapat ditulis terpadu dengan sajian


hasil penelitian, dapat pula ditulis terpisah
setelah sajian hasil penelitian Setiap sajian hasil
disertai pembahasan, argumentasi mengapa
hasilnya seperti itu, dikaitkan dengan pengalaman
praktis, teori, pendapat pakar, atau penelitian
lain dalam kajian pustaka

BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN


Berisi uraian singkat tentang kesimpulan dan saran.
Kesimpulan mengacu pada rumusan masalah,
sedangkan saran mengacu pada hasil penelitian.

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 2/16/BAHASA INGGRIS

172

PENYUSUNAN LAPORAN 2

DAFTAR PUSTAKA
Daftar semua referensi (buku, artikel, jurnal,
dokumen resmi, dll) yang digunakan sebagai acuan
penelitian, ditulis secara konsisten mengikuti aturan
tertentu (biasanya mencakup nama penulis, tahun
penerbitan,
judul
buku,
nama
jurnal
dan
nomor/edisi/volume, nama kota penerbit, nama
penerbit)

LAMPIRAN
RPP, lembar observasi, instrumen penelitian, hasil
kegiatan belajar, hasil tes, foto-foto kegiatan,
dokumen lain yang dianggap perlu dilampirkan

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

173

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 2/16/BAHASA INGGRIS

PENYUSUNAN LAPORAN 2

PowerPoint 3: Contoh Kriteria Penilaian Laporan PTK


Kriteria Penilaian Laporan PTK
NO.
1

KRITERIA
Abstrak

ASPEK YANG DINILAI


Terlihat jelas unsur pokok berikut.
a.

latar belakang, tujuan

b. prosedur
c.
2.

3.

Pendahuluan

hasil

Terlihat unsur-unsur berikut.


a.

latar belakang yang memuat deskripsi masalah,


data awal yang menunjukkan akar terjadinya
masalah, deskripsi lokasi dan waktu, serta
pentingnya masalah dipecahkan

b.

rumusan masalah

c.

tujuan

d.

manfaat

Kajian
a. Ada teori-teori terkait yang memberi arah/petunjuk
Teori/pustaka
pada pelaksanaan PTK
b. Ada usaha-usaha penulis membangun argumen
teoritis bahwa tindakan tertentu dimungkinkan bisa
meningkatkan mutu pembelajaran

4.

Pelaksanaan
Penelitian

a. Deskripsi tahapan siklus penelitian


b. Penggunaan instrumen, usaha validasi hipotesis
tindakan, dan cara refleksi
c.

Tindakan yang dilakukan bersifat:


Rasional, berbasis pada akar penyebab masalah
Dapat dilaksanakan, tindakan didukung oleh
faktor waktu, biaya dan sarana prasarana
Adanya kerja sama dalam bentuk kolaborasi
dengan guru lain
Jumlah siklus lebih dari satu

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 2/16/BAHASA INGGRIS

174

Paket Pembelajaran BERMUTU


Better Education Through Reformed Management and
Universal Teacher Upgrading

PENYUSUNAN LAPORAN 2

NO.
5.

KRITERIA
Hasil
penelitian

ASPEK YANG DINILAI


Disajikan dalam bentuk siklus dengan data lengkap
Siklus I
Perencanaan: diuraikan tindakan khas yang
dilakukan terlihat bedanya dengan pembelajaran
biasa
Pelaksanaan: diuraikan pelaksanaan tindakan
Pengamatan: disajikan hasil pengamatan
berbagai instrumen. Hasil autentik disajikan

dari

Refleksi:
berisi
penjelasan
tentang
aspek
keberhasilan, kelemahan, dan rencana berikutnya.
Mengapa berhasil atau tidak, apa yang perlu
dilakukan berikutnya
Siklus II dan III: idem
6.

Kesimpulan
dan
rekomendasi

a. Hasil penelitian sesuai tujuan


b. Ada saran untuk penelitian, tujuan, selanjutnya
(potret kemajuan)
c. Ada saran untuk penerapan hasil

7.

Daftar
Pustaka

a. Penulisan daftar pustaka sesuai aturan dan konsisten


b. Kelengkapan lampiran

Sumber: Suhardjono, (2006:89-90)

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

175

PB/PENYUSUNAN LAPORAN 2/16/BAHASA INGGRIS