Anda di halaman 1dari 7

3.

3 Fakta Survei
3.3.1 Koridor Braga-Balaikota-Gedung Sate
Dalam melakukan kegiatan evaluasi pembangunan jalur sepeda di Kota
Bandung, kegiatan survei lapangan sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi
jalur sepeda di lapangan atau kondisi eksistingnya dan mengetahui tingkat
pencapaian pembangunan jalur sepeda dengan membandingkan target yang ada
di dalam data rencana atau Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Pada kondisi di
lapangan, terdapat temuan-temuan pada jalur sepeda yang menjadi bukti
pencapaian atau tidak tercapainya rencana pembangunan jalur sepeda. Berikut ini
merupakan fakta yang ditemukan saat kegiatan survei di lapangan terhadap jalur
sepeda di Kota Bandung, khususnya Koridor Braga-Balaikota-Cilamaya.
a) Koridor Balaikota

Gambar 1. Bekas Cat Marka Biru jalur sepeda di Balaikota Bandung

Gambar 2. Gambar Sepeda yang telah pudar di Jalur Sepeda Koridor


Balaikota Bandung
Kedua Gambar di atas merupakan kondisi jalur sepeda yang ada di
Koridor Balaikota. Pada koridor ini sudah banyak penanda, pembatas jalur sepeda
yang pudar seperti warna cat marka biru yang membatasi jalur sepeda dengan
badan jalan dan garis putus-putus putih yang juga berfungsi sebagai pembatas
(dapat dilihat pada Gambar 1) dan gambar jalur sepeda yang terdapat pada jalur
sepeda (dapat dilihat pada Gambar 2). Hal tersebut menandakan bahwa
pencapaian pembangunan jalur sepeda tidak sesuai dengan target, dimana
penanda jalur sepeda telah pudar warnanya sehingga tidak terlihat jelas. Hal
tersebut disebabkan oleh desain rencana yang kurang tepat, bisa saja dikarenakan
kurangnya biaya yang ada di dalam RAB (Rancangan Anggaran Biaya) sehingga
tidak cukup untuk membeli cat dengan kualitas yang baik dan tahan lama, atau
dikarenakan tidak sesuainya penggunaan anggaran biaya yang tersedia.
b) Koridor Braga

Gambar 3. Marka Hijau Jalur Sepeda di Koridor Braga


Fakta yang ditemukan di Koridor Braga adalah temuan jalur sepeda
dengan warna marka hijau. Warna marka hijau pada jalur sepeda ini tidak sesuai
dengan rencana, yaitu pewarnaan jalur sepeda dengan cat marka biru. Berdasarkan
sumber yang ditemukan, warna hijau digunakan supaya jalur sepeda lebih mudah
dikenali keberadaannya karena warna hijau yang lebih mencolok jika dibandingkan
dengan warna biru muda.

c) Koridor Gedung Sate

Gambar 4. Rambu Jalur Sepeda di Koridor Gedung Sate


Salah satu bagian dalam pembangunan jalur sepeda adalah tersedianya
rambu jalur sepeda. Pada Koridor Braga-Balaikota-Gedung Sate, rambu-rambu jalur
sepeda hanya terdapat di Koridor Gedung Sate. Selain memiliki rambu jalur

sepeda, koridor Gedung Sate juga memiliki penunjuk arah (direksi) pada jalur
sepedanya (dapat dilihat pada Gambar

Gambar 5. Penunjuk Arah (Direksi) di Jalur Sepeda Koridor Gedung Sate

LAMPIRAN
FOTO-FOTO SURVEI LAPANGAN
a) Koridor Balaikota

b) Koridor Braga

c) Koridor Gedung Sate