Anda di halaman 1dari 93

Dosa

HATI MANUSIA MENURUT KODRATNYA

Hati Manusia Menurut Kodratnya

Mungkin gambar yang tertera di sebelah ini mengejutkan saudara. Jelas bahwa yan
tergambar di sini bukan hati dalam tubuh jasmani kita. Ini adalah gambar daripad
tabiat kita atau isi hati kita.

Allah menciptakan Adam, manusia yang pertama hatinya bersih tidak bercacat cela
Tetapi kemudian Adam berbuat dosa. Ia mendengar dan mentaati suara iblis Adam
meninggalkan jalan yang benar, yang ditunjukkan Allah.
Iblis senang, ia mendapat tempat dalam hati Adam. Kita semua sama seperti Adam
Kita telah brbuat dosa. Firman Allah dalam Alkitab mengatakan, Dari hati timbul segal
pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat
Itulah yang menajiskan orang.
Dosa dapat dilambangkan sebagai binatang-binantang yang tertera pada gamba
yang terdapat di sebelah ini.
Dosalah yang memisahkan kita dari Allah
Bacalah Kejadian 1-3; Roma 5:12; Matius 15:19-20

KASIH KARUNIA ALLAH

Allah itu Maha kasih. Ia tetap mengasihi manusia sebagai ciptaan-Nya. Tetap
mustahil ia dapat bersekutu dengan manusia yang berdosa, karena Ia Mahasuci. Dalam
firman-Nya ia berkata, Yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segal
kejahatanmu. Manusia dibelenggu oleh dosanya dan oleh kuasa Iblis. Ia tidak mungki
dapat menyelamatkan dirinya sendiri dari keadaannya yang prah itu. Dan tidak mungki
dapat memulihkan hubungannya dengan Allah yang terputus karena dosanya itu.
Allah sendiri, karena kasin-Nya, menyediakan jalan untuk menyelamatkan kita
Kepada kita diberikan-Nya tiga karunia yang tidak ternilai harganya. Dengan ketig
karunia itu hati kita dapat disinari oleh terang Allah, sehingga segala kegelapan lenyap
Ketiga karunia itu ialah :
1. Yesus Kristus Juruselamat kita
2. Roh Kudus Penolong kita dan
3. Alkitab Firman Allah kepada kita
Bacalah Yesaya 59:2; Matius 4:16; Yohanes 3:16; 16:13

YESUS KRISTUS JURU SELAMAT


YANG RELA MATI DAN YANG BANGKIT PULA

Yoh 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga ia
telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang
percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal

Bagaimana kita dapat diselamatkan dari kegelapan dosa dan kuasa Iblis yan
membelenggu kita? Kita perlu diselamatkan oleh orang yang tidak dibelenggu dosa da
kuasa iblis itu. Tetapi siapakah orang itu? Semua orang sudah berbuat dosa da
dibelenggu oleh dosa.
Allah dengan penuh kasih mengaruniakan juruselamat kepada kita. Juruselamat it
ialah Kristus, Anak Allah, manusia satu-satunya yang tidak berdosa. Ia mengorbanka
nyawa-Nya yang suci, mati disalib untuk menanggung hukuman dosa menggantika
kita.
Yesus Kristus mati di kayu salib bagi kita. Dengan mengorbankan nyawa-Nya yan
suci itu. Yesus Kristus menghancurkan belenggu-belenggu dosa kita. Darah Yesus, Ana
Allah itu, menyucikan kita daripada segala dosa.

Yesus Kristus telah mati di kayu salib. Tetapi tubuh-Nya masih juga ditusuk denga
tombak sehingga keluarlah air dan darah. Kemudian ia dikuburkan dan kuburan-Ny
dijaga keras oleh tentara-tentara musuh.
Tetapi pada hari yang ketiga, dengan kuasa Allah Ia dibangkitkan dari antara oran
mati. Ia memperlihatkan diri kepada lebih dari 500 orang yang mengenal-Nya. Ia serin
menemui murid-murid-Nya, Ia berjalan, berbicara dan makan bersama mereka.
Pada hari yang ke-40 setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus membawa murid-murid
Nya ke sebuah gunung. Di situ Ia berjanji akan mengaruniakan Roh Kudus dari sorg
untuk menyertai dan menolong mereka. Tiba-tiba, sedang Ia memberkati mereka, I
terangkat ke sorga di depan mata murid-murid-Nya.
Sekarang Ia duduk di sebelah kanan Allah. Segala kuasa yang ada di bumi da
disorga ada pada-Nya. Kuasa itulah yang melepaskan kita dari kuasa Iblis.
Bacalah Lukas 23:33-47; Rm 6:6,23; I Kor 15:3; I Pet 2:21-24; I Yoh 1:7; Yoh 19:32-37
Mat 27:57-66; 28:1-20; I Kor 15:5-7; Kis 1:4-11

SINAR YANG MENGGUGAT

Manusia yang hatinya penuh dosa, disebut mati karena pelanggaran-pelanggara


dan dosa-dosa. Tetapi Allah tidak membiarkan kita sesat dalam kegelapan dosa. I
menyediakan kebutuhan jiwa kita. Ia memancarkan terang keselamatan kepada oran
yang berada dalam gelap dan dikelilingi oleh bayang-bayang maut itu.
Yesus Kristus adalah terang dunia. Yesus Kristus pernah mati disalib untu
menanggung hukuman dosa kita. Setelah Tuhan Yesus bangkit dari kematian dan naik k
sorga, Allah mengutus Roh Kudus menerangi mata hati kita, sehingga suara hati mula
menyadarkan kita akan keadaan hati kita yang penuh dosa.
Pada saat inilah kita dihadapkan kepada pilihan yang menentukan seluruh hidup kita
yaitu :
1. MENERIMA semua kasih karunia Allah dengan membuka hati kita untuk disucika

oleh-Nya, dan tetap hidup dalam terang-Nya.


ATAU
2. MENOLAK terang dan semua kasih karunia Allah, dan tetap hidup dalam kegelapa
dosa.

HATI YANG MENERIMA

Besar sekali perubahan yang terjadi di dalam hati yang menerima kasih karunia Allah
Cara menerimanya mudah dan sederhana. Kita hanya perlu mengakui dosa kita da
sungguh-sungguh percaya bahwa Yesus pernah mati disalib untuk menanggun
hukuman dosa kita, dan mengundang Dia masuk ke dalam hati kita.
Pada saat Yesus Kristus masuk ke dalam hati kita, hidup kita disucikan: segala dos
kita dihapuskan dan kegelapan lenyap. Artinya, kita telah dilahirkan kembali oleh Ro
Kudus sehingga menjadi kejadian baru; kita menjadi anak Allah.
Ini tidak berarti bahwa kita bebas dari godaan. Iblis dan dosa-dosa yang dahul
biasa kita lakukan akan selalu mengintai, siap untuk masuk kembali. Tetapi kita tida
perlu takut karena Yesus Kristus jauh lebih berkuasa daripada iblis.
Jika kita menyerahkan seluruh kehidupan dan kehendak kita kepada Tuhan Yesus da
membiarkan Dia menjadi Raja di dalam hati kita Dia akan membimbing dan memelihar
seluruh hidup kita dengan perantaraan Roh Kudus. Persekutuan kita dengan Alla
menjadi demikian erat sehingga dalam kesenangan maupun dalam kesusahan, dama
dan sukacita yang berasal dari Allah senantiasa memenuhi hati kita.
Roh Kudus akan membuat hidup dan kata-kata kita memancarkan kasih Kristu
sehingga kita menjadi saksi yang memuliakan Kristus.
Bacalah II Korintus 5:17; Yoh 1:12; Ibrani 2:14-15; I Yoh 1:9; 3:8; I Tim 6:11-16; Wahyu
7:14

HATI YANG MENOLAK

Perhatikan gambar yang terdapat di sebelah ini!, sangat seram, dahsyat da


menakutkan. Wajah orang itu tampak suram. Dalam hatinya merajalela tabiat-tabia
jahat, dan di luar hatinya kita lihat Alkitab tertutup, salib yang tumbang dan merpa
yang terbang karena ditolak oleh orang itu.
Inilah gambaran hati orang yang dengan penuh kesadaran menolak terang da
semua kasih karunia Allah, orang yang tetap berpegang kepada dosanya.
Ia menolak Yesus Kristus. Itu berarti ia menolak dan kehilangan keselamatan, karen
tidak ada jalan keselamatan yang lain kecuali dalam Dia-Juruselamat yang dikaruniaka
Allan.
Pada waktu penolakan itu terjadi, pada saat itu pula Iblis dengan gembira da
dengan diam-diam menaiki takhta hati orang itu. Dengan bantuan segala hawa nafs
yang jahat, iblis menguasai seluruh hidupnya.
Ini berarti bahwa orang itu tetap hidup dalam kegelapan dosa yang akan berakh
dengan hukuman maut.
Bacalah Roma 1:18-32; 2:5-6; Kis 17:30-31; Wahyu 20:11-15;21:7-8

HATI YANG TIDAK TETAP TAAT

Gambar ini merupakan suatu peringatan. Disini dilukiskan hati seseorang yang suda
percaya dan menerima Yesus sebagai Juruselamat. Tetapi ia tidak mau terus taat kepad
Firman Allah. Lihatlah bagaimana semua binatang itu mencoba masuk kembali. Mat
hati orang ini memang tidak buta, tetapi juga tidak waspada, mulut yang dahulu dipaka
bersaksi tentang Krustus sekarang tertutup rapat.
Alkitabnya tetutup, tidak pernah dibaca lagi. Roh Kudus sedih karena orang ini tida
lagi mengutamakan Tuhan Yesus.
Saudara-saudara, berhati-hatilah. Jika saudara berdosa lagi, akuilah dosa itu kepad
Tuhan Yesus, maka Ia akan mengampuni dan menyucikan Saudara kembali. Meman
hidup sebagai pengikut Kristus itu tidak mudah dan tidak mungkin dilakukan denga
kekuatan sendiri. Tetapi Roh Kudus selalu bersedia menolong kita. Allah tida
membiarkan kita mengalami kesusahan yang tidak sanggup kita tanggung. Ia aka
memberi kekuatan dan jalan keluar asal saja kita tetap berharap dan percaya kepada
Nya.
Bertobatlah! Bacalah kembali Alkitab saudara. Janganlah mendukakan Roh Kudus
Ceritakan kepada orang lain apa yang sudah dilakukan Tuhan Yesus bag
saudara. Biarlah Yesus tetap menjadi Tuhan di dalam kehidupan saudara.
Bacalah I Kor 10:13; Ef 5:14-20; I Tes 5:19; Fil 4:13; I Yoh 1:9

KEMATIAN ORANG YANG MENERIMA KRISTUS

Hidup mati orang yang sudah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat da
Rajanya sepenuhnya berada di dalam tangan Dia. Bila kematian datang mengakhi
hidupnya, ia tidak mengalami ketakutan apapun, karena baginya hidup adalah Kristus
dan mati adalah keuntungan.
Kematian hanya menceraikan dia dari dunia yang penuh sengsara ini. Kematian it
pulalah yang menyempurnakan persekutuannya dengan Allah selama-lamanya.

Mulai dari saat kematiannya, seseorang yang telah menerima Yesus Kristus menjad
juruselamatnya, akan hidup bersama dengan Allah dalam terang kerajaan sorga, lal
Allah akan menghapuskan segala air mata daripada matanya. Karena seberapa banya
orang yang menerima Dia, kepada mereka sudah diberi-Nya hak akan menjadi anak
anak Allah dan waris Allah yang sewaris dengan Kristus.
Memang bagi orang Kristen yang sejati, mati itu untung, karena berarti hidu
berbahagia selama-lamanya dengan Allah dalam Kerajaan Sorga.
Bacalah Filipi 1:21; Yoh 1:12; Rm 8:17; Wahyu 21:3-4

KEMATIAN ORANG YANG MENOLAK KRISTUS

Kematian itu sangat ditakuti oleh banyak orang. Orang yang menolak Yesus Kristu
sebagai Juruselamat dan Raja dalam hatinya, memang patut takut mati. Siapa yan
diberi hak menguasai hidup kita di dunia ini dialah juga yang berhak menguasa
kematian kita. Kalau Iblis diberi hak menduduki takhta hati kita, maka Iblislah yan
menjadi kawan kita di akhirat.
Orang yang menolak Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya, telah menolak satu
satunya jalan keselamatan untuk memperoleh hidup yang kekal dan kebahagia
sorga. Lalu murka Allah tinggal di atasnya.
Saudara, ingatlah bahwa Allah benar-benar mengasihi saudara. Allah tela
menyediakan jalan keselamatan bagi saudara. Yesus Kristus telah mati dan bangkit pul
untuk mengalahkan Iblis dan menghancurkan belenggu-belenggu dosa saudara.
Terimalah Yesus Kristus, satu-satunya juruselamat yang dapat melepaskan saudar
dari kegelapan dosa dan maut.
Bacalah Mat 25:41-46; II Kor 5:10; Rm 2:5; 14:10-12; Ibrani 9:27

PENGERTIAN GAMBAR

CONGKAK

Burung
merak mempunyai
bulu
yang indah dan sangat menarik. Tidak
ada burung lain yang seindah itu, tetapi
sayang, ia suka sekali memamerkan
keindahannya, sehingga
ia
menjadi
lambang kecongkakan.
Sifat congkak atau sombong biasanya
dianggap sebagai kekurangan yang tidak
berarti, padahal sebenarnya hal itu

merupakan salah satu dosa yang utama.


Kecongkakan
membuat
orang
menganggap dirinya selalu benar. Karena
kecongkakannya orang tidak menyadari
akan dosa-dosanya, sehingga mereka
tidak mau bertobat dan tidak mau
memohon pengampunan.
Dalam
Alkitab
dengan
tegas
dinyatakan, bahwa Allah menentang
orang congkak dan bahwa mata yang
angkuh dibenci-Nya.
Tinggi hati, sombong, congkak dan
angkuh adalah dosa
Baca Amsal 6:16-17;16:5; 21:24; Yakobus
4:6

KERAS
KEPALA

Kambing terkenal sebagai binatang


yang
keras
kepala. Ia
hanya
mau
mengikuti kemauannya sendiri saja. Ia
sangat
sukar
dibimbing,
yang
dipikirkannya
hanya
satu
yaitu
bagaimana memuaskan nafsu makannya.
Sifat manusia yang hanya ingin
menuruti
kemauannya
sendiri
saja
digambarkan sebagai kambing.
Manusia berdosa tidak mau menuruti
jalan Allah, yaitu satu-satunya jalan yang
benar. Seperti difirmankan Allah. Tidak
ada seorang pun yang mencari Allah.
Semua orang telah menyeleweng.
Sering kali kita hanya mempunyai
satu tujuan, yaitu memuaskan keinginankeinginan hati kita. Tetapi jalan manusia
selalu menuju kebinasaan. Ada jalan
yang disangka orang lurus, tetapi
ujungnya menuju maut, demikian firman
Allah.
Keras Kepala, bandel, bebal dan
membangkang adalah dosa.
Bacalah Roma 3:11-12; Amsal 14:12

HAWA NAFSU

Babi adalah binatang yang paling


rakus, najis dan kotor, kesenangannya
menggali-gali
lumpur
dengan
moncongnya, sehingga seluruh tubuhnya

berlumur kotoran.
Disini
babi
digunakan
untuk
menggambarkan kekotoran, kenajisan
dan kerakusan manusia.
Umumnya manusia yang berdosa suka
mengucapkan kata-kata yang kotor,
menceritakan cerita-cerita cabul, serakah
terhadap harta, kekuasaan dll, dan sering
melakukan
perkara-perkara
yang
menajiskan hidupnya.
Allah
berfirman,
Percabulan,
kecemaran, hawa nafsu, penyembahan
berhala, sihir, perseteruan, perselisihan,
iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri,
percideraan, roh pemecah, kedengkian,
kemabukan, pesta pora dan sebagainya
barang siapa melakukan hal-hal yang
demikian, ia tidak akan mendapat bagian
dalam Kerajaan Allah.
Ini
semua
adalah
dosa
yang
menajiskan kita di hadapan Allah.
Bacalah Keluaran 20:14; Galatia 5:19-21;
Efesus 4:29

MALAS

Kura-kura adalah
binatang
yang
sangat lambat. Ia tidak suka dinasihati.
Kalau ia didorong untuk lebih cepat
bergerak, ia mendongkol lalu berhenti
dan memasukkan kepalanya ke dalam
batoknya.
Disini kura-kura digunakan untuk
menggambarkan sifat manusia yang
malas dan acuh tak acuh. Orang malas
sering menunda-nunda pekerjaannya,
seharusnya ia segera mengerjakannya,
supaya selesai tepat pada waktunya. Ia
melalaikan kewajibannya, tidak dapat
dipercaya dan tidak mau bertanggung
jawab. Segala dorongan dan nasihat tidak
dipedulikannya.
Allah berfirman dalam Alkitab, Jika
seorang tahu bagaimana ia harus berbuat
baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia
berdosa
Malas, acuh tak acuh, lalai dan lengah

adalah dosa.
Baca Amsal 6:6-11; 19:15-16; Matius
25:24-30; Yakobus 4:17

MARAH

BOHONG

Harimau adalah binatang buas yang


sangat kejam. Ia tidak mempunyai belas
kasihan terhadap mangsanya. Karena itu
amarah, kebencian, dendam, kekejaman,
baik yang dinyatakan maupun yang
dipendam di dalam hati, tepat sekali
kalau digambarkan sebagai harimau.
Dalam hati kita ada sifat marah,
cemburu dan benci. Bila sifat itu tetap
kita pendam dalam hati, sewaktu-waktu
hal itu dapat meletus, lalu kita marah
seperti harimau yang mengamuk, yang
setiap saat dapat menerkam dan
mengoyak-ngoyak mangsanya.
Perasaan marah, cemburu dan benci
keluar dari dala hati kita. Dalam alkibta
kita baca bahwa orang yang marah dan
benci kepada sesamanya akan mendapat
hukuman.
Kemarahan
yang
tak
mau
mengampuni,
cemburu,
kebencian,
dendam dan kekejaman adalah dosa.
Bacalah Amsal 19:19;27:4; Matius 5:22;
Efesus 4:31
Ular adalah binatang yang tidak
mempunyai kaki, tangan, sayap atau pun
sirip. Sepintas lalu tampaknya tidak
berbahaya, bahkan seolah-olah dapat
dijadikan mainan, warna kulitnya bagus,
licin mengkilap.
Tapi bila ular menjalar mencari
mangsanya,
maka
tampaklah
kelicikannya. Kekuatan yang luar biasa
terletak pada batang tubuhnya yang
tampaknya lemah itu, serta bisa yang
dapat mematikan yang tersimpan dalam
mulutnya.
Maka
tepatlah
bila
ular
menggambarkan manusia yang dengan
kata-kata
manis
menipu
dan
mengkhianati sesamanya, semata-mata

MENCURI

IBLIS

untuk mendapat keuntungan bagi dirinya


sendiri. Tampaknya seperti sahabat yang
setia, padahal hatinya penuh akal busuk
tipu muslihat.
Dalam alkitab dikatakan, bahwa
barangsiapa yang cinta dusta dan
berbuat dusta akan tinggal di luar
kerajaan Allah.
Bohong,
tipu
muslihat,
fitnah,
munafik, saksi dusta, dan mengadudomba adalah dosa.
Bacalah Keluaran 20:16; Amsal 19:9;
Yakobus 3:2-10; Efesus 5:3; Wahyu 22:15
Serigala adalah sejenis anjing liar
yang sifatnya sangat licik, ganas, kejam,
rakus dan suka mencuri. Serigala sering
mencuri domba dan segala macam
ternak. Ia juga sering menerkam manusia,
membawanya ke gunung-gunung dan
menyantapnya.
Sifat-sifat ini ada di dalam hati
manusia. Manusia sangat pandai mencuri,
bukan
hanya
barang-barang
saja,
melainkan hak dan jabatan orang lain.
Manusia suka mengingini milik orang lain.
Mencuri itu sangat bertentangan
dengan firman Allah. Allah berfirman,
Jangan mencuri dan jangan mengingini
rumah sesamamu; jangan mengingini
istrinya, atau hambanya laki-laki, atau
hambanya perempuan, atau lembunya
atau keledainya, atau apa pun yang
dipunyai sesamamu.
Mencuri,
mencopet,
memeras,
merampas, curang dan kurupsi adalah
dosa.
Bacalah
Keluaran
20:15,17;
21:16;
Yohanes 3:19-20
Masih banyak lagi sifat-sifat orang
berdosa yang dapat digambarkan dengan
binatang. Tetapi semuanya itu dinyatakan
di sini dengan gambar iblis, yang
mengendalikan sifat-sifat jahat itu.
Iblis adalah musuh manusia yang
terbesar dan yang terutama. Dengan
segala tipu muslihat ia tidak henti-hentinya

MATA HATI

SUARA HATI

berusaha menjerumuskan manusia, agar


tetap menjadi budah dosa. Iblis dengan tipu
muslihat
dan
kelicikannya
berhasil
merampas kepercayaan dan ketaatan Adam
kepada Allah. Mulai dari saat itu hingga kini
dan terus sampai pada akhir zaman, iblis
berusaha mati-matian agar dapat tetap
menguasai hidup setiap orang.
Dalam alkibat dinyatakan bahwa iblis
adalah pembunuh, pembohong dan seteru
yang menyesatkan segala isi dunia.
Barangsiapa yang tetap berbuat dosa,
berasal dari Iblis
Betapa parah keadaan orang yang
dibelenggu oleh dosa serta dikuasai iblis!
Bacalah Yoh 8:44: Mat 13:39; Ef 4:27; 1 Yoh
3:8; Wah 12:9; 21:6-8
Mata yang buta tidak dapat melihat
sesuatu. Hanya orang yang sadar dan
celik matanya, dapat melihat keadaan
sekelilingnya. Tetapi mata, biarpun celik,
tidak dapat melihat apa-apa dalam
tempat yang gelap.
Begitulah keadaan mata hati kita,
kalau hati kita gelap karena dosa. Kita
memerlukan
cahaya
terang
untuk
menyinari hati kita yang gelap itu, supaya
kita
menyadari
keadaan
yang
sebenarnya.
Bukan hanya kegelapan dosa yang
membutakan mata hati kita, iblis juga
berusaha sekuat-kuatnya untuk menutup
atau membutakan mata hati orang agar
cahaya dari Allah tidak dapat masuk
untuk meneranginya.
Bacalah Matius 6:22; Roma 1:21; II
Korintus 4:3-4; 1 Yohanes 2:11

Bintang melambangkan hati nurani


atau hati kecil kita. Dalam hati kita, sering
timbul suatu suara yang menyadarkan
kita akan apa yang benar dan yang patut
kita perbuat. Suara itu dinamakan suara
hati.
Kalau
kita
sering
mengabaikan
teguran atau nasihat suara hati kita dan

ALKITAB

ROH KUDUS

kalau kita membiarkan dosa tetap


bercokol di dalam hati dan hidup kita,
suara hati kita akan dibungkamkan. Suara
hati kita berhenti memberi peringatan
tentang apa yang benar dan apa yang
salah. Keadaan yang demikian berbahaya
sekali, karena orang yang hatinya sudah
dibungkamkan
oleh
dosa
akan
menyangka
dirinya
tidak
berdosa. Padahal pada akhir hidupnya ia
harus menanggung hukuman atas dosadosanya.
Bacalah Roma 6:23; 2:5-6,15; Titus 1:15;
Efesus 2:1-2; Efesus 4:17-19 (Perasaan
hati dalam Alkitab berarti suara hati).
Kitab yang terbuka ini, namanya
Alkitab, isinya ialah firman Allah kepada
kita.
Dalam Alkitab Allah menyatakan
segala kebenaran tentang Yesus Kristus
dan keselamatan yang berasal daripadaNya.
Tetapi Alkitab menerangkan bukan
hanya
tentang
kebenaran
dan
keselamatan. Alkitab juga menyatakan
jalan kehidupan yang benar. Di dalamnya
kita mendapat santapan rohani dan
pedoman untuk hidup sehari-hari.
Dengan pertolongan Roh Kudus, kita
dapat mengerti dan dapat hidup sesuai
dengan kehendak Allah sebagai mana
yang dinyatakan kepada kita di dalam
Alkitab.
Berapa baiknya kalau menyimpan
firman Allah di dalam hati, supaya jangan
kita berdosa terhadap Allah!
Bacalah
Mazmur
119:11:89:104:105;
Matius 5:18-19; II Petrus 1:20-21; 1
Korintus 15:3-4
Roh
Kudus dikaruniakan
kepada
Murid-murid Tuhan Yesus sebagaimana
dijanjikan-Nya sebelum Ia naik ke
sorga. Sampai sekarang ini Roh Kudus
masih tetap bekerja di dunia ini.

Roh Kudus adalah Roh Allah yang


dikaruniakan Allah kepada kita untuk
menyucikan kita dan mencurahkan kasih
Allah ke dalam hati kita. Ia dikaruniakan
untuk menjadi penolong kita, yang
senantiasa menyertai kita dan untuk
membuka akal pikiran kita agar kita
mengerti tentang Allah.
Roh Kudus dilambangkan dengan
merpati, karena dalam Alkitab, merpati
adalah lambang kesucian dan kesetiaan.
Hati yang penuh dosa dan yang senang
kepada dosa tidak akan dapat menerima
Roh Kudus. Tetapi pada saat kita
membuka hati kita untuk menerima Yesus
Kristus, yang menyelamatkan kita dari
dosa kita. Ia akan tetap menyertai kita
dan menguatkan kita agar kita menuruti
kehendak Allah dalam hidup kita seharihari.
Bacalah Kisah Para Rasul 2:1-41; Yohanes
14:16-17; 16:13-14; Roma 5:5
Diposkan 24th April 2014 oleh Netti sri dewi

Meruntuhkan Jembatan Dosa: PORNOGRAFI


10 Juli 2011dedewijayaTinggalkan komentarGo to comments

3 Votes

Tetapi Aku berkata kepadamu bahwa siapa saja yang memandang seorang perempuan
dan bernafsu kepadanya,
sudahlah berzinah dengan
dia
di dalam
hatinya. (Matius
5:28, KJI=King James Indonesia, Diglot Wasiat Baru KJV-KJI)
Sekarang perbuatan-perbuatan daging telah nyata, yaitu: perzinaan, percabulan, kecemaran,
hawa nafsu (Galatia 5:19,KJI)
I. DEFINISI.

Definisi yang umum, hampir semua orang sudah tahu. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa
Indonesia), Pornografi ialah 1. penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau
tulisan untuk membangkitkan nafsu berahi; 2. bahan bacaan yang dengan sengaja dan sematamata dirancang untuk membangkitkan nafsu berahi dalam seks.
Kita perlu definisi dari segi rohani, sebab definisi untuk pengadilan manusia berbeda disetiap
daerah dan negara. Pornografi adalah semua yang berhubungan dengan ketelanjangan. Tuhan
tidak menghendaki ketelanjangan (kecuali diantara suami isteri sendiri). Barang pertama yang
diberikan Tuhan untuk manusia adalah baju (dari binatang korban) supaya tidak telanjang. Kej
3:21. Manusia harus pakai baju tetapi jangan memakai mode perempuan sundal yang
merangsang nafsu perzinaan.
Ams 7:10 dan lihatlah, seorang perempuan dengan dandanan seorang sundal dan berhati licik
(KJI)
Dalam hidup sehari-hari hampir semua sudah mengerti apa itu Pornografi, yang penting
bagaimana kita bisa mencegah dan terlepas. Sebab banyak orang terikat dan dirusakkan oleh
pornografi, baik kanak-kanak sampai dewasa dan tua bahkan sampai mati. Juga orang beriman
dan hamba-hamba Tuhan tidak kebal terhadap dosa ini, kecuali mengerti kebenaran Firman
Tuhan tentang pokok ini dan tetap tinggal dalam Kristus, artinya mau menyangkal diri pikul
salib.
Yoh 8:32 Dan kamu akan mengenal kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan
kamu. (KJI)

Hampir sama seperti Goliat begitu pornografi ini; tidak ada tentara Israel yang berani
menghadapinya, mereka sudah lari dahulu terang-terangan atau sembunyi-sembunyi. Ini
disebabkan karena Saul sudah ditinggalkan Roh Kudus (1Sam 16:14; 17:11). Daud tidak lari,
sebab ada Roh Tuhan padanya.
Pornografi adalah salah satu algojo yang membunuh rohani banyak orang beriman, sebab itu
kita harus mengerti kebenaran Firman Tuhan tentang pornografi supaya bisa menghadapi
Goliat-goliat pornografi ini.
Sebetulnya kemenangan orang Kristen sudah termasuk atas pornografi dan itu sudah disediakan
Tuhan, asalkan kita mau berjalan dalam Roh dan punya pedang Roh (kebenaran Firman Tuhan
tentang pornografi) untuk menumpas Goliat pornografi ini.
II. AKIBATNYA

Dengan singkat akibat dari pornografi adalah Neraka.


Akibat sebelumnya atau akibat langsung dari pornografi adalah perzinaan/ percabulan yang
mengakibatkan orang yang melakukannya ditolak dari Sorga 1Kor 6:9, Gal 5:19-21, Wah 22:15
dll (semua penyakit itu kalau tidak sembuh akibatnya adalah mati, begitu juga Pornografi itu
dosa dan upah dosa itu maut Rom 6:23).
Mula-mula terjadi perzinaan/ percabulan dalam pikiran lalu dalam perbuatan.
Yak 1:15 Kemudian, setelah hawa nafsu itu mengandung, ia melahirkan dosa, dan ketika dosa
itu sudah matang, menghasilkan maut. (KJI)
Karena kesukaan yang sesaat dan tipu daya iblis, lebih-lebih lewat budaya zaman modern,
banyak orang tidak mau mengakui bahwa akibat pornografi adalah Neraka, mereka
mengatakan tidak apa-apa, alamiah, tidak ada akibat-akibatnya, ini hanya lihat-lihat.
Ibr 11:25 Ia lebih suka memilih menderita
daripadamenikmati kesukaan dosa sesaat. (KJI)

sengsara bersama-sama

umat

Allah,

Sebetulnya semua orang tahu bahwa telanjang itu tidak baik. Tetapi mengapa masih mau? Sebab
ada kesukaan zina yang sesaat didalamnya, yaitu kesukaan daging, apalagi kalau sudah kena
tipu daya iblis lewat budaya-budaya modern ini; pornografi dianggap biasa, bukan Neraka,
bahkan untuk mode, sedikit atau banyak buka-bukaan itu laku.

Memang dosa itu mula-mula tidak apa-apamalah


manis, tahu-tahu mabuk dan telanjang (sebab seperti Nuh), bahkan seperti Simson matinya
mengerikan dalam tangan sang kekasih hawa nafsu. Racun anggur Sodom(kesukaan dari
Sodom Gomora, yaitu kesukaan sex bebas, tanpa kendali). Lot suka kesukaan Sodom, katakata-nya tidak apa-apa, sedikit-sedikit boleh, bahkan segar, tetapi Lot binasakarena cinta
Sodom istimewa kesukaan dosa Sodom. Sekalipun mulainya sedikit-sedikit, itu sudah keracunan
(tandanya: Tidak lagi suka membaca Alkitab, tidak suka berdoa, malas ke Gereja, bicaranya jadi
kasar, mudah berdosa dll), dan sebab pornografi ini sangat mengikat, akhirnya mati rohaninya,
kadang-kadang jasmaninya juga ikut cepat mati (seperti Amnon, atau karena zina dan sebabsebab lain seperti Aids dll).

Ul 32:32-33 Karena pokok anggurnya itu pokok anggur Sodom dan dari
ladang-ladang Gomora. Buah anggurnya adalah anggur empedu, tandannya itu pahit. Air
anggurnya itu racun naga dan bisa ular tedung yang ganas. (KJI)
Oleh kemajuan zaman (kemajuan elektronik), maka gambar-gambar ini ada dima-na-mana dan
terpaksa banyak orang ikut melihat gambar-gambar pornografi. Memang kalau 1 atau 2 kali
tampaknya tidak apa-apa, tetapi daya tarik dan daya ikatnya kuat sekali, sehingga orang-orang
kembali berkali-kali sampai tidak bisa dihentikan, sudah terikat dan arahnya sudah jelas, ini
jalan lebar ke Neraka, yaitu cara hidup Sodom Gomora yang menarik hukuman Allah.
III. KELEPASAN
1. PRINSIPNYA SAMA

seperti dosa lain meskipun ada faktor adiksi atau ikatan yang kuat, tetapi semua dosa sudah
dilepaskan oleh Yesus. Arti kata Yesus itu berarti Pelepas dosa.
Mat 1:21 Maka ia* akan melahirkan seorang putra dan hendaklah engkau menamakan Dia
Yesus**, karena Dialah yang akan melepaskan umatNya dari dosa-dosanya. (KJI)

* = perempuan
** = no strong 2424, berarti: saviour, deliverer (=Yosua).
Semua macam dosa sudah dilepaskan, termasuk juga dosa pornografi sudah dibereskan
(diampuni dan dimerdekakan) oleh Tuhan Yesus di atas salib.
Semua dosa sudah dilepaskan oleh darah Yesus. Misalnya benci (Saul), tamak (Zakheus), bengis
(Musa) dll bisa lepas dengan percaya pada Tuhan Yesus, begitu juga dosa pornografi dan
zinakalau mau, bisa dilepaskan oleh Kristus! Ada seorang majelis gereja, setiap kali ke luar
negeri (ini pegawai tinggi) selalu mencari gambar-gambar porno sebab zaman dulu (kurang lebih
sebelum 1968) di sini jarang dan mahal. Akibatnya lahir dosa-dosa zina. Hubungan dengan
istrinya jadi rusak. Kalau dalam hati seorang suami sudah ada perempuan lain, cintanya pada istri
sendiri jadi bocor (sisa bosan, muak, sudah tidak senang meskipun dahulunya tergila-gila). Justru
yang membuat hidup nikah itu indah adalah cinta. Kalau cinta habis, bocor, kalau dekat-dekat
dengan isterinya banyak ributnya. Dosa itu tanda khas dari neraka. Di mana ada dosa, suasana
neraka juga ada disitu. Begitu juga rumah tangga orang ini. Tetapi pada satu kali ia diinjili
temannya, maka majelis gereja ini bertobat, lalu penuh Roh Kudus dan ia merdeka dari pada
dosa zinah dan pornografi (semua gambar-gambar yang mahal dan dahulu hoby dan
kesayangannya dibakar habis). Lalu ia melayani Tuhan Fulltime, menjadi seorang penginjil yang
menjadi berkat diseluruh nusantara.
Pornografi dan zina bisa lepas kalau mau, sudah dimerdekakan oleh Kristus dan yang percaya
akan mengalaminya.
Perempuan Samaria yang terikat (atau kecanduan) dosa zina bisa dilepaskan. (Baca
pengalamannya dalam Yoh 4). Sampai sekarang, bagi siapa saja yang mau percaya, pornografi
dan zina tetap bisa dicegah dan bisa dilepaskan! Kalau seorang dari kecil percaya Tuhan Yesus
dan imannya terpelihara, istimewa ia mau dipimpin dan dikuatkan oleh Roh Kudus, ia bisa hidup
suci dan merdeka dari pornografi dan zina seumur hidupnya sampai mati. Sampai mati ia hanya
mengenal apa perempuan itu, hanya dari isterinya sendiri (ia tidak tahu perempuan lain, ia hanya
menikmati seorang perempuan yaitu isterinya sendiri, sampai mati) dan apakah laki-laki itu,
hanya suaminya sendiri (ia hanya pernah merasakan seorang laki-laki hanya dengan suaminya
sendiri!).
Hati-hati dengan statistik yang menceritakan seolah-olah seluruh dunia, semua sudah pernah
berzinah dengan orang lain. Ada data-data statistik yang diberitakan di mana-mana bahwa 90%
sudah bukan gadis lagi dst. Ini tergantung dari mana data-data (sampling) itu diambil. Kalau di
Sodom, bisa sampai 100%.
Seorang dosen psiko-logi Ubaya membuat penyelidikan di 6 Gereja Surabaya pada tahun 2010.
Ternyata dari 267 orang yang mengisi angket, premarital sex hanya 4,5% (range dari 6 Gereja, 07,9%) (dibandingkan statistik di salah satu kota lain di Jawa, diatas 90%. Juga extra marital sex
3% (range 0-5,3%). Pada saat-saat menjelang pengangkatan, pada waktu dosa meningkat sampai
puncak-puncaknya, jumlah ini akan bertambah sampai hampir 100% di jalan lebar Mat 7:13,
tetapi di jalan sempit justru makin berkurang dari sekarang! Dari semua angka-angka ini, kita

bisa melihat, bahwa kalau mau percaya Tuhan Yesus, lebih-lebih kalau penuh dan dipimpin Roh,
kita bisa merdeka dari dosa pornografi dan zina dan sekali merdeka tetap merdeka.
Gal 5:1 Karena itu, berdirilah teguh di dalam kemerdekaan, karena dengan kemerdekaan itu
Kristus sudah memerdekakan kita, dan jangan kamu terjerat kembali oleh kuk perhambaan
itu. (KJI)
Tetapi jangan lupa selama masih hidup, kita masih hidup dalam daging, yang mengajak dan
mendorong berbuat dosa termasuk pornografi, percabulan/ zina, dan juga masih terus ada godaan
dari luar (bahkan meningkat) dan kemungkinan jatuh masih ada. Sebab itu pemeliharaan
rohani sesudah dilepaskan dari dosa, itu sangat penting! Oleh karena itu orang Kristen yang
seperti domba perlu penggembalaan Mrk 6:34, supaya ada yang menolong
mempertanggungjawabkan keselamatannya (yaitu gembalanya), jangan sampai batal masuk
Surga Ibr 13:17. Dalam penggembalaan yang baik (diberi makan Firman Tuhan yang Alkitabiah
dan limpah, minum dari sungai air hidup yaitu pekerjaan Roh Kudus Maz 23:2), bisa pikul salib
dan hidup di jalan sempit, tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan, tekun berdoa lebih-lebih
dalam Roh (bahasa lidah) dan kebenaran (hidup benar, tidak simpan dosa apapun), ibadah,
pelayanan dengan tulus dan suci, per-sekutuan tubuh Kristus dan bersaksi, sehingga tetap hidup
suci dan tumbuh makin seperti Kristus.
2. SI PELEPAS SUDAH LEPAS DAN TETAP LEPAS.

Untuk melepaskan anak (atau orang lain) dari dosa pornografi, orangtua sendiri harus sudah
lepas dan terus dipelihara dalam kesukaan dan kesucian nikah dari Tuhan. (Orang yang bebas
dari dosa pornografi dan zina, bisa bersukacita dan menikmati pernikahannya, sekalipun sampai
tua). Jangan orang yang melepaskan dari dosa pornografi, justru ia sendiri belum lepas atau
ketularan, kena bahan pornografi yang disita, itu menjatuhkan juru sitanya sendiri.
Seperti Amazia mengalahkan orang Edom. Orang Edom membawa jimat dan berhalaberhalanya tetapi kalah dan mati, lalu waktu dijarah, Amazia menemukan berhala-berhalanya
yang ditinggalkan, tetapi justru itu menjerat Amasia sendiri sehingga ia mengambil dan
menyembah berhala orang Edom yang sudah dikalahkannya sendiri 2Taw 25:14. Akibatnya
sesudah Edom dihukum Tuhan lewat tangan Amazia, sekarang Amazia yang dihukum Tuhan
lebih dahsyat lagi sebab sudah mengerti tetap melanggar.
Luk 12:48 Tetapi yang tidak mengetahui dan melakukan perkara-perkara yang pantas untuk
disesah, akan dipukul sedikit. Karena kepada orang yang diberi banyak, daripadanya dituntut
banyak. Dan orang yang telah dipercayai banyak, dari padanya mereka akan menuntut lebih
banyak. (KJI)
Ada juga orang-orang bahkan hamba Tuhan yang mele-paskan orang lain dari pornografi dan
perzinaan, tetapi kemudian ia sendiri masuk ke dalamnya.
Ada seorang penginjil menasehati dan melepaskan seorang bapak di vilanya dari seorang
perempuan peliharaannya. Waktu ia melihat perempuan yang cantik ini diam-diam ia
menikmatinya dan kena. Bapak ini lepas, tetapi pelepas ini kena dan jatuh.

Sebab itu sebaiknya dalam pelayanan selalu berdua


atau suami isteri dan tetap berjalan dalam Roh sehingga tidak sampai tertipu atau tergiur oleh
kenikmatan Sodom seperti Lot, tetapi tetap teguh seperti Abraham, meskipun kedua-duanya
sama-sama dapat advertensinya Sodom, bahkan Abraham bisa menjadi orang termulia di
Sodom (Kej 14:17). Lebih baik yang menangani bekas-bekas pelacur, ibu-ibu yang punya
pengertian, pendirian dan hidup suci, jangan laki-laki, bukan karena tidak berani, tetapi lebih
baik menurut nasehat Salomo yang sudah pernah dihancurkan oleh pornografi dan perzinaan
habis-habisan. Nasehat itu ialah Ams 22:3.
Ams 22:3 Orang yang bijak bisa melihat lebih dahulu yang jahat danmenyembunyikan
dirinya, tetapi orang bodoh jalan terus dan terhukum (KJI)
3. ALLAH KITA MAHA KUASA DAN MAHA TAHU.
Ia sudah tahu semua yang akan datang, juga tipu daya dan jerat pornografi zaman sekarang yang
dahsyat, lebih-lebih yang akan datang. Dia tahu dosa akan meningkat lebih buas dan liar di
akhir zaman ini, bahkan sampai menjadi dosa yang sempurna; tetapi Dia juga tahu justru
semua ini mengolah Gereja sampai pada tingkatan kesempurnaan dalam kesucian!
Wah 22:11 Orang yang tidak benar, biarlah ia terus berbuat yang tidak benar; dan orangyang
cemar, biarlah ia terus cemar; dan orang yang benar, biarlah ia terus mengerjakan
kebenaran; dan orang yang kudus, biarlah ia terus kudus (KJI)
Allah tahu dan sanggup melepaskan setiap umatNya dari segala kejahatan dan jerat dosa
rekreasi ini.
2Pet 2:9 Tuhan tahu bagaimana melepaskan orang saleh keluar dari pencobaan, dan
menyediakan orang-orang jahat itu bagi hari penghakiman untuk disiksakan. (KJI)
Tuhan sudah tahu lebih dahulu bahwa akan ada banyak umatNya yang tetap percaya dantumbuh
dalam kesucian sampai sempurna. Sementara itu ada juga umatNya dan hamba-hambanya
yang tidak mau menyangkal diri tetapi menuruti kedagingannya sehingga jatuh dalam dosa ini.
Bahkan Gereja Tiatira mengizinkan dan mengajak hamba-hamba Tuhan berbuat zina dengan
leluasa.

Wah 2:20 Tetapi ada padaKu beberapa hal yang berlawanan dengan engkau, sebab engkau
membiarkan Izebel perempuan itu, yang mengatakan dirinya sendiri seorang nabiah,mengajar
dan menyesatkan hamba-hambaKu supaya melakukan percabulan(termasuk pornografi) dan
makan barang-barang yang dikurbankan kepada berhala. (KJI)
Kita harus memilih untuk masuk Gereja jalan lebar (Gereja Laodikea, Tiatira, Pergamus,
Sardis) atau Gereja jalan sempit,masuk golongan yang makin suci atau yang makin najis Wah
22:11.
Luk 12:57 Apakah sebabnya kamu tidak dapat memutuskan apa yang benar dari hal dirimu
sendiri? (KJI)
Orang yang tidak mengerti, tidak berpendirian, plin plan, akan mudah terseret oleh daging dan
hawa nafsunya, serta arus zaman yang populer dan ngetren ini.
IV. CARA PELEPASAN
A. NASEHAT PRAKTIS.
Misalnya mendampingi anak yang sedang melihat TV (banyak acara TV yang tidak cocok dengan Firman Tuhan) dan
harus terus menjelaskan mana yang boleh dan mana yang tidak, serta membatasi jumlah jam untuk melihat TV, yaitu
hanya acara-acara yang cocok untuk anak-anak saja.

Komputer anak-anak (usahakan supaya situs-situs porno diblokir) jangan menghadap tembok
sehingga terus tersembunyi sehingga tidak kelihatan layarnya dan tidak bisa sering-sering
diawasi dari sekitarnya. Periksa semua game yang dimainkan si anak, apalagi kalau orangtua
yang membelikannya, harus betul-betul tahu isinya. Jangan tertipu oleh judul-judul luarnya saja
yang sopan atau biasa, sebab kadang-kadang cerita-nya tentang perang (ini juga tidak baik,
mengajari anak membiasakan = mendidik anak-anak untuk membunuh dan menghukum,
sehingga lama-lama perasaan hatinya menjadi tumpul dan dengan perasaan hati yang sudah mati,
anak-anak ini bisa lebih mudah membunuh), tahu-tahu di dalamnya banyak pornografi dan
akhirnya penuh dengan adegan perzinaan yang blak-blakan dari si jagonya. Juga flash disk,
Blackberry, komik dll. Secara diam-diam atau terang-terangan, orangtua wajib menggeledah
barang-barang dan kamar si anak; bukan saja boleh tetapi harus, kalau tidak mau kecolongan dan
meratap sedih. Juga jangan lupa terus memonitor kemana saja perginya dan perlu di check sebab
anak-anak zaman sekarang makin lihai menyelundupkan, apalagi kalau doanenya lengah
atau disogok sikap dan kata-kata yang manis (lihat lebih lanjut dalam buku Pendidikan Anak
oleh Pdt Jusuf BS).
Hal-hal praktis ini baik tetapi belum cukup! Sebab yang bisa melepaskan orang dari
pornografi dan dosa hanyalah Tuhan Yesus yang juga sesudah memerdekakannya, juga bisa
memelihara hidup kesucian sehingga limpah dengan kesukaan yang asli oleh Roh Kudus dalam
follow upnya.
Yoh 4:13-14 Yesus menjawab dan berkata kepadanya: Barangsiapa minum dari air ini, ia
akanhaus lagi, tetapi barangsiapa yang minum dari air yang akan Kuberikan kepadanya,
ia tidak akan haus lagi; melainkan air yang akan Kuberikan kepadanya itu akan menjadi di
dalamnya sebuah mata air yang memancar sampai kepada hidup yang kekal. (KJI)

Tanpa Kristus semua usaha itu hanya memberi hasil sementara. Sebab makin pintar sang polisi
menjaga hanya secara praktis, dari luar saja,membuat anak-anak makin pintar sembunyi,
menyelundup dan mencari alasan yang tepat. Haraplah pada Tuhan Yesus dan selalu dipimpin
oleh RohNya seperti ligabis (dengan hikmat dan kuasa Allah, sekalipun hanya terhadap anakanak sendiri. Kita perlu dipimpin Roh untuk mencegah, melepaskan dan terus di follow up);
tanpa Tuhan, bukan saja anak atau orang yang terikat itu tidak bisa lepas, juga bisa menular pada
semua yang lain! Pornografi itu penyakit menular, bahkan sudah mewabah! Tetapi dalam
pribadi, rumah tangga dan Gereja yang mengenal kebenaran Firman Tuhan tentang pornografi
dan punya kuasa Roh Kudus (doa dalam Roh dan kebenaran), tidak dijamah oleh wabah ini.
B. CARA ROHANI.
1. MAU, DILEPASKAN DENGAN SIKAP YANG AKTIF.
Orang atau anak yang dilepaskan itu tidak boleh tinggal pasif, hanya kita yang aktif menggarapnya, tidak bisa!
(Kelepasan semacam ini masih bisa dilakukan untuk orang yang belum kenal Tuhan misalnya kelepasan dari setansetan). Orang itu sendiri harus ikut aktif dalam pelepasan ini. Jadi, nomor satu ia sendiri mau dan rindu dilepaskan
meskipun ia tidak berdaya dan gagal terus. Kalau orang itu percaya Tuhan Yesus dan mau dilepaskan, baru bisa
berhasil.

Ada seorang Kristen, seorang gadis habis jatuh dalam dosa sex, datang pada ibu gembalanya
minta dilepaskan. Ini cara pelepasan yang salah. Ibu gembala ini tentu mau melepaskannya,
tetapi ia harus menjelaskan dan menasehati lebih dahulu, sampai ia sendiri mau dilepaskan,
mau berusaha, mau pikul salib mematikan daging, mau taat akan firman Tuhan, baru kemudian
ia didoakan, maka kuasa nama Yesus akan bekerja dan melepaskannya.
Kalau orang itu belum sungguh-sungguh mau, kita masih harus terus mendoakan dan
menasehati, melayani dalam Roh (dengan kata-kata hikmat dan kuasa Roh, kalau minta pasti
dapat) sampai ia tiba dititik mau melepaskan dirinya sendiri dengan kuasa Tuhan Yesus. Kadangkadang Tuhan ikut menolong orang yang keras hati dengan menghajarnya.
2. SUDAH LAHIR BARU DAN TETAP HIDUP BARU,

lebih-lebih kalau sudah penuh Roh Kudus akan lebih mudah mencegah tidak sampai kena
pornografi atau melepaskannya. Kalau belum lahir baru, selain nasehat yang diberikan, fokuskan
doa dan pelayanan kita untuk melahirbarukan orang itu dengan kuasa Roh Kudus. Seringkali
pada waktu dinasehati ia langsung lahir baru dan terlepas. Sebab hanya dengan lahir baru, yang
lama lenyap (termasuk pornografi) dan yang baru terbit, yaitu hidup baru seperti Kristus mulai
tumbuh.
2Kor 5:7 Sebab kami berjalan dengan iman, bukan dengan penglihatan (KJI)
Hanya dalam hidup baru ada kelepasan dari dosa termasuk pornografi dan di dalam Kristus kita
bisa terus terpelihara dalam kesucian sampai mati atau pengangkatan, tidak kena ketularan
wabah rekreasi ini.

3. TERBANG TINGGI SEPERTI BURUNG NASAR (= RAJAWALI).

Ini hal yang ajaib untuk pikiran manusiawi.


Ams 30:18-19a Ada tiga perkara yang terlalu ajaib bagi saya, bahkan yang keempat tidak
kuketahui Jalannya nazar di udara(KJI).
Ams 23:5c Mereka pergi terbang ke arah langit seperti burung Nazar. (KJI)
Burung rajawali ini terbang tinggi di atas segala perkara, juga di atas badai Yes 40:31, Ay
39:30,31. Orang-orang yang bisa terbang tinggi seperti rajawali ini adalah bayangan dari orangorang rohani yang tidak terpengaruh oleh segala daya tarik dan kemanisan dosa-dosa pornografi
sebab dipuaskan oleh Roh Kudus dan Firman Tuhan. Mereka bisa mengatasi segala dosa dan
kejahatan di akhir zaman ini dengan menjauhkan diri dari dosa/ semua yang jahat (Ams 22:3)
dan tetap hidup dalam Kristus serta terus meningkat sampai ikut pengangkatan.
Orang-orang yang akan ikut dalam pengangkatan itulah orang-orang yang menang atas segala
dosa dan kejahatan akhir zaman ter-masuk pornografi, mereka itu adalah seperti rajawali yang
dikatakan Tuhan Yesus dalam:
Luk 17:34-36 Aku berkata kepadamu: Pada malam itu adalah dua orang di atas satu tempat
tidur, yang satu akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua perempuan mengisar
bersama, seorang akan dibawa dan yang lain ditinggalkan. Dua laki-laki berada di ladang,
seorang akan dibawa dan yang lain ditinggalkan. (KJI)
Perhatikan jawaban Tuhan Yesus ini adalah kunci untuk pertanyaan murid-murid tentang
pengangkatan.
Luk 17:37 Lalu mereka menjawab dan berkata kepadaNya: Dimana Tuhan? Dan Ia berkata
kepada mereka: Barang di mana ada tubuh itu, di sanalah berkerumun burung nasar.(KJI)

Burung nazar (rajawali) berhimpun di sekitar tubuh (Terj. Lama: bangkai, dari mangsa yang
didapat burung-burung ini), itu menggambarkan tentang Perjamuan Suci oleh umat Tuhan.
Ayat ini menceritakan kunci dari tempat pengangkatan yaitu di tempat burung nazar yaitu di
sekitar perjamuan suci. Orang yang makan perjamuan suci dengan betul (tidak boleh dengan
dosa 1Kor 11:7,30 itu berarti terus hidup dalam kesucian), maka Perjamuan Suci membuatnya
menjadi luar biasa Yoh 6:56-57.
Perjamuan Suci setiap hari akan menjadi salah satu tanda dari Minggu ke-70 Daniel, dimana
burung-burung nazar ini makan daripadanya setiap hari sehingga siap untuk ikut dalam
pengangkatan.
Kalau setiap hari bisa menikmati perjamuan suci, orang-orang ini bisa bersukacita dalam sungai
air hidup dalam kesucian dan terus dipimpin Roh, siap untuk pengangkatan).
APA ARTINYA TERBANG TINGGI SEPERTI BURUNG NAZAR?

A. DENGAN IMAN.
Bagi orang yang bisa percaya kepada Tuhan Yesus tidak ada perkara yang mustahil. Juga
mengalahkan pornografi dan perzinaan, tidak sulit, pasti bisa. Dengan iman kita akan hidup
dalam kemenangan dan kesucian.
Mrk 9:23 Yesus berkata kepadanya: Jikalau engkau bisa percaya, segala sesuatu bisa jadi bagi
orang yang percaya. (KJI)

Jangan takut akan segala tantangan-tantangan pornografi dan problem-problem lain. Naiklah
lebih tinggi dengan iman. Percayalah akan Allah Mrk 11:22 yang berkata dan membuat sekali
merdeka (dari dan dosa) tetap merdeka Gal 5:1. Orang yang percaya akan bisa berkata-kata
dengan iman seperti Daud terhadap Goliat.
1Sam 17:45 Lalu kata Daud kepada orang Filistin itu, engkau datang kepadaku dengan pedang
dan dengan tombak dan dengan perisai; tetapi saya datang kepadamu di dalam nama
Tuhan bala tentara, Allah dari pasukan Israel yang engkau hinakan itu! (KJI).
Daud sungguh-sungguh percaya pada Tuhan, sebab itu tidak takut dan betul-betul menang, tidak
terikat dosa, tentang hidup benar, lepas dari semua dosa.
Begitu orang yang bisa percaya itu menjadi benar, tidak ada yang mustahil baginya Mrk 9:23.
Abraham percaya pada Tuhan dan itu dihitung baginya sebagai kebenaran.
Rom 4:3 Maka apakah yang dikatakan Alkitab? Abraham percaya kepada Allah, dan hal
itudiperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran (KJI)
Mengapa begitu mudah dan enak, hanya percaya dihitung sebagai orang benar. Ada banyak
orang yang mengakui percaya kepada Tuhan Yesus, apakah mereka semua sudah menjadi orang
benar? Kalau mereka percaya seperti Abraham, mereka menjadi orang benar. Tetapi tidak semua
orang percaya itu percaya seperti Abraham.
Cerita penonton akrobat bertepuk tangan dengan meriah sebab melihat seorang akrobat itu
berjalan dengan membawa kursi lewat tali;
Waktu penonton itu ditanya oleh akrobat itu, apakah mereka percaya kalau ia bisa membawa
seorang di atas kursi lewat tali itu? Semua menjawab: percaya! dengan gegap gempita. Tetapi
waktu diajak seorang dari antara mereka yang percaya itu untuk duduk di kursi yang
dibawanya, tidak ada yang mau.

Mereka percaya tetapi tidak ada yang berani duduk di kursi sang akrobat itu. Ini percaya yang
mati bukan seperti percaya Abraham.
Memang rasanya aneh, bilang percaya lalu langsung diperhitungkan sebagai orang benar. Tetapi
perhitungan Tuhan tidak pernah ngawur atau keliru. Orang yangsungguh percaya seperti
Abraham akan melakukan apa yang diyakini sekalipun ada resiko besar.
Waktu Abraham dipanggil keluar dari Urkasdim, ia tidak tahu harus kemana, tetapi ia tetap
berangkat.
Kej 12:1 Maka Tuhan berkata kepada Abram, keluarlah engkau dari negerimu dan di antara
kaum keluargamu dan dari rumah bapamu ke suatu negeri yang akan kutunjukkan kepadamu
(KJI).
Waktu disuruh mengorbankan Ishak, anaknya, sekalipun itu bertentangan dengan janji Allah,
sebab dengan pikiran sehat dan dengan perasaan hatinya, Abraham tetap taat dan ia menggenapi
rencana Allah; karena iman yang seperti inilah, maka Abraham dihitung sebagai orang benar,
menjadi orang benar, Percaya tetapi tidak taat itu percaya yang mati Yak 2:17. Percaya yang
betul itu taat dan langsung Roh Kudus juga menolongnya sehingga bisa melakukannya.
Banyak orang lupa atau tidak memperhitungkan pertolongan Roh Kudus yang selalu stand by
menolong orang yang mau percaya dan yang mau melakukan kehendak Allah; dan kalau Roh
Kudus yang menolong, pasti berhasil 100%. Sebab itu bagi orang yang bisa percaya (ada
perbuatannya, taat melakukan yang diyakini), maka ia akan bisa melakukan Firman Tuhan dan
menjadi benar di hadapan Allah.
Mengapa? Sebab waktu ia taat dan melakukannya, Roh Kudus langsung menolongsehingga
bisa.
Begitu juga dengan melawan pornografi, kita sudah merdeka dan tetap merdeka, kita bisa lepas
atau tetap lepas dari pornografi dan dengan demikian kita menjadi orang benar, sebab dengan
Roh Kudus (selama kita mau terus dipimpin Roh, tidak menuruti daging) pasti berhasil penuh!
Roh Allah sanggup, bahkan maha kuasa, tidak pernah gagal. Orang yang mau bekerjasama dan
dipimpin Roh pasti tidak akan gagal. Ada kesukaan dan kepuasan lain yang diberikan Roh Kudus
dalam hatinya, seperti perem-puan Samaria yang bertobat, berhenti dari semua perzinaannya dan
ia dipuaskan dengan sungai air hidup dari Surga.
Yoh 4:13-14 Yesus menjawab dan berkata kepadanya: Barangsiapa minum dari air ini, ia akan
haus lagi, tetapi barangsiapa yang minum dari air yang akan Kuberikan kepadanya, iatidak
akan haus lagi; melainkan air yang akan Kuberikan kepadanya itu akan menjadi di dalamnya
sebuah mata air yang memancar sampai kepada hidup yang kekal (KJI)
Sebab itu orang yang percaya akan tetap suci, tetap merdeka, dan bergairah untuk taat melakukan
kehendak Allah, dan puas, sukacita dengan kesukaan Surgawi, sebab Roh Kudus selalu stand by
menolongnya dan membuatnya terus penuh sukacita ilahi dan itu menjadi kekuatannya.

Zak 4:6 Dan ia menjawab dan berkata kepadaku, katanya, inilah Firman Tuhan kepada Zerubabel, katanya, Bukan dengan kuat dan juga bukan dengan kuasa tetapi oleh Roh Ku, kata
Tuhan balatentara (KJI).
Pil 4:4 Bersukacitalah di dalam Tuhan senantiasa. Sekali lagi saya katakan, bersukacitalah!
(KJI)
Pil 4:13 Saya dapat melakukan segala sesuatu melalui Kristus yang menguatkan saya. (KJI)
Neh 8:10c (dalam bahasa Indonesia ayat 11) karena kesukaan dari Tuhan itulah kekuatanmu (KJI).
Kalau masih ragu-ragu, berdoalah terus dalam Roh dan kebenaran, kita akan menjadi kuat,
sebab Roh Kudus akan menguatkan iman kita.
1Kor 14:4 Orang yang berkata-kata di dalam bahasa lidah meneguhkan dirinya sendiri, tetapi
orang yang bernubuat meneguhkan jemaat. (KJI)
Roh Kudus menghidupkan ayat-ayat Firman Tuhan 2Kor 3:6. Firman Tuhan menjadi hidup dan
bergerak dalam hatinya sehingga itu menim-bulkan iman dalam hatinya dan (Rom 10:17)
keteguhan dan kepuasan) dan kita menjadi kuat dan menang!
Jadi orang benar, bukan hamba pornografi. Terbanglah tinggi, naik dengan iman dan kita akan
mengalami sebagaimana iman kita.
Mat 8:13 Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: Pergilah, sama seperti yang kamu
percaya, jadilah bagimu. Maka hamba itu disembuhkan pada jam yang sama. (KJI)
Percayalah akan Firman Tuhan, sebab Dia yang ada di dalam kita itu lebih besar dari semua
pornografi dalam dunia Rom 8:31, 1Yoh 4:4.

B. NAIK KE ATAS
Rajawali atau Nazar yang terbang tinggi itu tidak masuk dalam angin ribut tetapi naik diatasnya. Jangan
masuk dalam materi pornografi tetapi tinggalkan.

Ams 22:3 Orang yang bijak bisa melihat lebih dahulu yang jahat dan menyembunyikan
dirinya, tetapi orang bodoh jalan terus dan terhukum (KJI)
Jangan ikut melihat-lihat dalam pornografi. Kalau sudah tahu itu pornografi, tinggalkan, lari
daripadanya. Bukan karena tidak berani, tidak kuat, tetapi sebab ini diperintahkan Tuhan dan ini
yang betul. Orang yang tidak mau pergi daripada pornografi berarti masih ada keinginan dan
kerinduan yang belum dihabisi sama sekali. Kita harus mematikan daging dan hawa nafsu
sampai mati semua, jangan disisakan, nanti itu tumbuh kembali. Ganti dengan kesukaan dan
kepuasan ilahi Neh 8:11.

Lebih mudah berhenti pada permulaan dosa daripada mau


berhenti di pertengahan jalan dosa, apalagi kalau sudah terikat, sulit untuk kembali lagi dan
kembali terikat. Orang yang recidivis (jatuh kembali) itu lebih parah,akhirnya tidak bisa
kembali, itu berarti celaka untuk selama-lamanya dalam neraka kekal. Berhenti, lari!
Kekuatan orang beriman itu ampuh sebab ia lari dari permulaan dosa. Jangan coba-coba
mencicipi, nanti terjerat. Luk 5:39.
Kalau saat terakhir baru mau memerangi pornografi, itu seringkali sudah terlambat dan hidup
sudah dibuang menjadi sia-sia dan kosong dan akan tetap kalah. Rencana Allah yang indahindah batal dalam hidupnya, hidupnya menjadi reruntuhan, bisa-bisa untuk kekal. Mengapa?
B.1. Sebab kalau sudah melangkah masuk dalam pornografi (dosa), maka orang itu jadi terikat,
apalagi kalau hatinya ingin, lalu minum kesukaan anggur lama, ia akan makin menyukainya dan
tidak mau lagi minum anggur baru (kesukaan dari hidup suci). Ia akan makin kuat terikat oleh
dosa-dosa pornografi itu dan tidak lagi suka akan kesukaan yang suci dan murni.
Luk 5:39 Tidak seorangpun yang minum anggur lama, dengan segeranya menginginkan yang
baru, sebab ia berkata: Yang lama lebih baik. (KJI)
B.2. Orang yang melihat-lihat pornografi, sekalipun sudah berhenti, iblis masih bisa
menghidupkan kembali ingatan akan gambar-gambar itu berulang-ulang dan menggodanya lagi

se-hingga meskipun hanya dalam ingatan, ia sudah jatuh dalam dosa zina dan rohaninya menjadi
suam dan tawar.
Kalau toh ada pikiran kotor yang muncul, buang dengan iman pikiran kotor yang dipanahkan
oleh iblis, Ef 6:16. Buang dengan yakin, Roh Kudus pasti menolong, pasti berhasil! Kita punya
kuasa mengusir iblis dan segala pikiran-pikirannya Mrk 16:17.
C. PENUH DAN DIPIMPIN ROH TERUS, tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran, maka daging akan mati.
Rom 8:13-14 Sebab jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati, tetapi jika oleh Roh itu kamu mematikan
perbuatan-perbuatan tubuh, kamu akan hidup. Karena seberapa banyak orang yang dipimpin oleh Roh Allah, mereka
adalah putra-putra Allah. (KJI)

Gal 5:16-17 Jadi, inilah yang saya katakan: Berjalanlah di dalam Roh, maka kamu tidak akan
menggenapkan nafsu daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan Roh, dan Roh
berlawanan dengan daging; dan keduanya bertentangan satu sama lain, sehingga kamu tidak
melakukan hal-hal yang kamu kehendaki. (KJI)
Sebab itu kita perlu selalu berjalan dalam Roh seperti contoh dari Putra manusia Yesus yaitu
dengan terus berdoa Mat 4:1, Luk 4:1,18, Kis 11:12. Kalau Roh Kudus masuk dan tinggal di
dalam kita, maka Ia akan memberi kuasa Kis 1:8 dan kesukaan yang murni Gal 5:22, Yoh 4:14;
7:38. Kalau kita berjalan dalam Roh kita menjadi kuat. Zak 4:6, sehingga pencobaan pornografi
menjadi ringan dan kita sanggup membuang bahkan dengan mudah, dengan pertolongan Roh
Kudus. Godaan-godaan pornografi bisa ditinggalkan dengan mudah. Tetapi tetap ada
pergumulan, namun ringan dan kita harus selalu bersikap tegas untuk selalu meninggalkan dan
membuangnya, maka semua godaan dan tarikan itu terasa lemah, kita bisa dengan lebih mudah
meninggalkannya dan tetap suci. Perasaan hati yang suci, bebas itu indah, kita bisa bebas memuji
Tuhan, mencintai isteri suami kita dan bergairah, bergembira di dalam Tuhan Pil 4:4,7.
D. BERSEKUTU DALAM TUBUH KRISTUS.

Kalau kita mau memelihara persekutuan dalam Kristus (persekutuan tubuh Kristus), yaitu dalam
kesucian dan kasih (= selalu mengampuni 1Yoh 1:7), maka bersama-sama kita akan menjadi
lebih kuat (Im 26:8) dan lebih mudah mengusir pikiran pornografi dan tetap jauh dari pornografi.
Persekutuan tubuh Kristus itu Kristus kepalanya.
Ini bukan hanya keakraban (lihat pelajaran tentang keakraban Alkitabiah M3413 dalam
website http://www.tulang-elisa.org). Orang dunia bisa akrab satu sama lain, tetapi mereka tidak
mempunyai persekutuan tubuh Kristus. Persekutuan tubuh Kristus itu hanya bisa diantara orang
yang lahir baru dan Roh Kudus yang mengikatkan kita dalam persekutuan tubuh Kristus yang
dikepalai Kristus, Dia yang memberi kekuatan, kuasa, hikmat dan kesukaan dalam persekutuan
ini dan dalam setiap anggota-anggota tubuh Kristus. Bersama-sama dalam persekutuan tubuh
Kristus kita menjadi kuat dan mengalahkan pornografi sampai dalam pikiran dan angan-angan
kita Gal 5:24. (Keakraban dunia itu tanpa Kristus sebagai kepala dan penguasanya, sehingga
arahnya bisa kemana-mana, bisa sama-sama ngrasani, sama-sama benci, sama-sama menikmati
kesukaan pornografi dll bahkan disetir setan, mereka tidak tahu dan tidak berdaya, bahkan
pimpinan setan dinikmati).

Dalam pergaulan atau perkara sekuler yang penuh resiko pornografi dan perzinaan, lebih baik
kita selalu berdua (seperti Luk 10:1), misalnya suami isteri bersama-sama atau dua pelayan
Tuhan, maka daya tarik pornografi dan iblis akan terasa lebih ringan sehingga lebih mudah
menolak dan pergi daripada pornografi dan Roh Kudus akan terus mengikuti, melindungi dan
menyertai kita sehingga tetap menang. Sebab itu sering-sering berbakti dan bersekutu bersama
(Ibr 10:25).
Juga dalam pelayanan, bersama-sama akan menguatkan iman kita. Jangan mau dikalahkan, kita
sanggup menang (sebab Allah yang maha kuasa ada di dalam kita 1Yoh 4:4), percayalah!
Demikianlah, seperti rajawali, naik terbang tinggi, selalu penuh dengan tubuh dan darah Kristus
(Perjamuan suci Luk 17:37), sehingga kita tidak dijamah oleh dosa-dosa yang menyeret seperti
tsunami di sekitar kita.
Bagaimana kita bisa naik ke tempat yang lebih tinggi?
1. Dengan iman.
2. Dengan sembunyi dari yang jahat.
3. Dengan berdoa dalam Roh dan kebenaran (pakai bahasa lidah).
4. Dengan bersekutu dalam persekutuan tubuh Kristus, dalam ibadah dan pelayanan yang
tulus dan suci, maka kita tidak akan dikalahkan atau bisa dijerat oleh dosa-dosa dunia ini,
termasuk pornografi dan perzinaan.
V. MENGATASI AKIBAT-AKIBAT PORNOGRAFI.

Kalau seorang sudah terjerat dalam pornografi, pikirannya menjadi kotor dan sesudah sampai
waktunya akan lahir perbuatan-perbuatan cabul dan perzinaan dalam kenyataan.
Yak 1:15 Kemudian, setelah hawa nafsu itu mengandung, ia melahirkan dosa, dan ketika dosa
itu sudah matang, menghasilkan maut. (KJI)
Ini salah satu sebab banyaknya perceraian dalam dunia, sebab dosa zina membuat cinta mulamula yang manis menjadi tawar bahkan menjadi benci sehingga akhirnya rumah tangga pecah.
Ingat Amnon yang mula-mula tergila-gila pada Tamar yang cantik menarik, sampai Amnon
jatuh sakit karena birahi 2Sam 13:2, tetapi kemudian sesudah ia melakukan dosa dengan dia,
maka iblis menguasai dia sepenuhnya dan tanda pekerjaan iblis keluar, manifest di dalamnya,
sehingga ia menjadi begitu benci kepada Tamar (yang sebetulnya masih tetap cantik), bahkan
bencinya itu lebih besar dari birahinya yang mula-mula 2Sam 13:15.
Sekalipun ada kesukaan sesaat, tetapi hati yang penuh dosa menjadi kacau, kosong, bosan,
bahkan menjadi benci, gelisah, takut dan lain-lain keadaan yang menyiksanya, sesudah
kesukaan yang sesaat.

Tetapi kalau kita sudah lahir baru dan sudah menjalani jalan ini untuk mencegah pornografi dan
perzinaan atau dilepaskan dan tetap lepas, maka kita bisa menolong orang lain yang terikat
sampai dilepaskan oleh kuasa Tuhan Yesus dan akan tetap lepas di dalam Kristus. Ajak semua
orang berjalan di jalan sempit yang indah, yang memberi kepuasan yang sejati.
Minta hikmat dan pimpinan Roh untuk mengatasi macam-macam bentuk dosa percabulan dan
perzinaan dan akibat-akibatnya.
Kalau kita tetap lepas dan tetap berjalan dalam Roh, Roh Kudus akan memberi beban untuk
menolong melepaskan orang-orang yang kita layani. Orang yang hidup dalam dosa, sulit
mendapat pimpinan Roh Kudus yang limpah dengan hikmat dan kuasa Allah. Kalau kita
melayani dengan kekuatan sendiri, sulit, jangan-jangan kita sendiri ketularan. Tetapi kalau
dengan pimpinan Roh Kudus, dengan hikmat dan kuasaNya, kita bisa bertindak dengan tepat dan
kuasa Allah akan melepaskan orang itu dan memulihkannya, juga rumah tangga dan keluarganya
akan berubah: bahagia di dalam Kristus.
Jangan buka rahasia orang lain, jangan sebut nama-namanya. (Kecuali orang itu sendiri yang
bersaksi dalam batas yang sopan, bukan bersaksi dengan cara yang merangsang, itu bisa
menolong orang lain). Kalau orang-orang yang melayani bisa dipercaya, maka mereka berani
dengan bebas minta tolong dan menceritakan pergumulan dan kejatuhannya sehingga lebih
mudah ditolong. Dan kemudian terus bersama-sama dalam ibadah dan persekutuan tubuh Kristus
(dalam kesucian dan kasih Kristus) supaya tetap dalam kesucian, tumbuh dan bersaksi, berbuahbuah. Bersukacitalah terus dalam Firman Tuhan dengan teratur dan tekun dan terus hidup
dipimpin Roh, sehingga tidak mudah ditipu oleh iblis, atau oleh orang-orang yang menjadi kaki
tangan iblis dan arus mode dunia yang najis ini, maka Tuhan akan membuat hidup kita menjadi
indah dan berarti, berbuah-buah bagi Tuhan.
KESIMPULAN

Orang percaya bisa bebas dari pornografi dan mengalami hidup nikah yang manis (atau hidup
bujang yang segar, dipimpin Roh).
Seorang bisa tetap suci, atau dimerdekakan dari dosa pornografi dan zina kalau:
1. Ia mau! Orang yang betul-betul mau itu mau melakukan apa saja untuk lepas dari
pornografi dan tetap lepas. Ia mau menyangkal diri, pikul salib, mematikan daging, berjalan
dijalan sempit, naik di atas Mezbah, lari dari semua yang tampak jahat. Semua ini prinsipnya
sama, yaitu kalau betul-betul mau, maka Tuhan yang maha kuasa sanggup menolong dan
melepaskannya, tanpa kegagalan.
2. Percaya akan Firman Tuhan; kalau percaya maka ia akan menjadi benar seperti Abraham Rom
4:3. (Hal 12) dan mengalami kemenangan sesuai dengan imannya Mat 8:13.
3. Follow up. Sebab kita masih hidup dalam daging, tubuh nafsani, rohani yang di dalam harus
dipelihara (Pil 2:12) dengan tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran, tetap hidup suci (juga
dalam perjamuan suci), ibadah, Firman Tuhan, persekutuan tubuh Kristus dan pelayanan; ini

seperti burung Nazar yang terbang tinggi, lepas dari dosa-dosa pornografi dan zina yang di
bawah.
4. Hasilnya: Hidup akan menjadi berarti, berbuah-buah, rumah tangga bahagia, puas dan
bersukacita selalu.
Kalau Tuhan yang memerdekakan, maka sekali merdeka tetap merdeka sampai mati atau sampai
pengangkatan (yang sudah tidak lama lagi). Salah satu sebab nikah yang pahit dan rohani yang
suam adalah pornografi dan perzinaan. Bebas dari dosa zina dan pornografi itu berarti nikahnya
manis, indah penuh kuasa, gairah dan bisa tinggal di hadirat Tuhan, sehingga bisa tumbuh dan
berbuah-buah.
Nyanyian:
Kulemah Yesus kuasa,
Hindarkan dari dosa.
Dan ku berbahagia
Serta girang trus slamanya.
Sumber: Majalah
Tulang
Elisa
oleh
Pdt.
dr.
Jusuf
Bidjak
Saleh
(BS)
NB: Mengenai masih adanya bahasa Lidah, dalam hal ini saya tidak sepakat.
Pembaca bisa membaca artikel berikut:

Pengujian Bahasa Lidah


Bahasa Roh atau Bahasa Lidah (Tongue Speaking)?
Alasan Alkitabiah: Nubuatan, Bahasa Lidah & Karuni
Tentang iklan-iklan ini
Bahasa Roh atau Bahasa Lidah (Tongue Speaking)?
14 Juli 2011dedewijayaTinggalkan komentarGo to comments

5 Votes

Apakah Bahasa Lidah Itu?


Bahasa lidah bukanlah bahasa surgawi, bukan bahasa malaikat, bukan perkataan yang diucapkan dalam keadaan tak sadarkan diri,
bukan perkataan yang hanya dapat dimengerti oleh orang-orang yang terpelajar saja, atau bahasa yang tidak berarti apa-apa,
seperti yang dipercayai oleh beberapa orang.
Gary W. Summers mengutip kata-kata yang ditulis oleh James Rado dan Gerome Ragni dalam buku berjudul Good Morning,
Starshine, 1969 Oliver hit, yang berbunyi: Gliddy glup gloopy nibby nabby noopy la la la lo lo. Sabba sibby sabba nooby abba
nabba le le lo lo. Tooby ooby walla nooby abba nabba, early morning singing song (pagi buta menembangkan lagu). Menurut Gary,
kata-kata ini tidak lebih daripada suku kata yang tidak berarti apa-apa dan bukan bahasa yang nyata dan dapat dimengerti. 1
Dalam bahasa Inggris kata-kata di atas disebut dengan istilah gibberish yang berarti perkataan yang cepat dan tidak jelas;
bahasa yang tidak masuk akal; kata-kata yang tidak mengandung arti; perkataan yang mengalir lancar dan bodoh. 2 Bahasa
lidah adalah bahasa manusia yang memiliki makna dan dimengerti.
Websters New International Dictionary mendefenisikan bahasa sebagai tubuh kata-kata dan metode penggabungan kata-kata
yang dipakai dan dimengerti oleh suatu kelompok masyarakat.3 Berarti bahasa adalah sarana untuk berkomunikasi antar manusia.

Paulus mengatakan bahwa Ada banyak entah berapa banyak macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satu pun
di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti (1 Korintus 14:10).
Dalam bahasa Ibrani bahasa adalah leshonah yang paling sering diterjemahkan lidah, yang ditujukan pada salah satu anggota
tubuh yang menghasilkan perkataan (Hakim-hakim 7:5; 2 Samuel 23:2) atau juga bahasa (Ester 1:22; 3:12; Yeremia 5:15;
Yehezkiel 3:5,6). Kata Ibrani, leshonah ini diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, glossa (bdg. Yesaya 28:11 dan 1 Korintus
14:21). Glossa juga berarti lidah, salah satu anggota tubuh (Markus 7:33,35), lidah-lidah seperti nyala api (Kisah Rasul 2:3),
atau bahasa (Kisah Rasul 2:4,11; 10:46; 19:6).
Kalau kita lihat dalam Kisah Rasul 2:4-11, para rasul berbicara dalam berbagai-berbagai bahasa secara ajaib. Di dalam ayat 6,
orang-orang yang hadir pada hari Pentakosta itu masing-masing mendengar para rasul berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
Bahasa yang terdapat dalam Kisah Rasul 2:4, 11, jelas adalah bahasa pribumi para penganut agama Yahudi yang datang untuk
merayakan hari raya Pentakosta di Yerusalem.4
Lester Kamp mendefenisikan karunia berbahasa lidah sebagai kemampuan untuk berkata-kata dalam bahasa yang dapat
dimengerti orang, tetapi sebelumnya tidak diketahui oleh orang yang berbicara itu. 5 Ini berarti seorang yang mempunyai karunia
berbahasa lidah dapat mengerti dan mengucapkan bahasa orang lain (asing) dengan sempurna dan dapat dimengerti oleh si
pemilik bahasa tanpa mempelajarinya terlebih dulu secara alami.
New English Bible menterjemahkan bahasa roh sebagai ecstatic language (bahasa yang mengherankan). Kata ecstatic berasal
dari bahasa Yunani, ekstasis, yang dalam Alkitab diterjemahkan secara kontras mencengangkan, mengherankan (Markus 5:42;
8:8; Lukas 5:26; Kisah rasul 3:10) dan tidak sadarkan diri (Kisah Rasul 10:10; 11:5; 22:7). Tetapi meskipun demikian, kita tidak
dapat menyimpulkan bahwa bahasa roh adalah sebuah bahasa yang diucapkan dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Maka dapat kita katakan bahwa bahasa lidah adalah bahasa yang mengandung makna yang dapat dimengerti dan diucapkan secara
spontan oleh seseorang dengan sempurna tanpa mempelajari bahasa itu sebelumnya. Dengan kata lain proses kemampuan
berbahasa lidah itu bersifat supernatural atau ajaib. Mengapa? Karena Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia
kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya (1 Korintus 12:11).

Bagaimanakah Orang-orang Kristen Abad Pertama Menerima Karunia Berbahasa Lidah ?

Dalam kitab Kisah Rasul hanya ada dua peristiwa bagaimana orang Kristen abad pertama mendapatkan
karunia berbahasa lidah.
1. Roh Kudus memberikan karunia berbahasa lidah secara langsung.
Pemberian karunia berbahasa lidah secara langsung hanya kepada Para Rasul, termasuk Rasul Paulus (Kisah Rasul 2:4; 1 Korintus
14:18), Kornelius dan seisi rumahnya (Kisah Rasul 10:44-47). Selain dari dua peristiwa ini, tidak ada peristiwa lain yang dinyatakan
oleh Alkitab tentang bagaimana orang-orang Kristen abad pertama menerima secara langsung dari Roh Kudus karunia berbahasa
lidah.
2. Roh Kudus memberikan karunia berbahasa lidah melalui penumpangan tangan para rasul.
Dalam Kisah Rasul 19:1-6 menceritakan tentang rasul Paulus bertemu dengan beberapa orang murid Yohanes, yang kemudian
ditobatkan oleh Paulus menjadi orang Kristen dan sekaligus menumpangkan tangannya ke atas mereka sehingga dapat berkatakata dalam bahasa lidah.
Jadi hanya dua cara bagaimana orang-orang Kristen abad pertama mendapatkan karunia berbahasa lidah, yaitu secara langsung
dan melalui penumpangan tangan para rasul. Begitulah Roh Kudus memberikan karunia berbahasa lidah kepada mereka.
Apakah Tujuan Bahasa Lidah ?
Ketika seorang Kristen menerima karunia berbahasa lidah maka karunia itu berada dalam kuasanya, dan dia bisa saja
menggunakanya dengan motif yang salah (1 Korintus 14:23) atau sebaliknya, menggunakan sesuai dengan kehendak Tuhan.
Bahasa lidah tidak dipakai untuk menunjukkan kebolehan seseorang dalam berbahasa asing yang tidak dipelajari sebelumnya.
Tetapi Alkitab menyatakan dengan jelas apa tujuan dari bahasa lidah.

1. Untuk mengkomunikasikan wahyu Allah, pengetahuan, nubuat dan pengajaran Tuhan (1 Korintus 14:6).
Salah satu fungsi dari bahasa lidah adalah untuk menyatakan firman Allah kepada pendengar yang mengerti bahasa yang dipakai
oleh orang yang memiliki karunia berbahasa lidah. Allah tidak pernah bermaksud memberikan karunia ini kepada orang yang
dikehendakiNya untuk dipakai sebagai kesempatan memenuhi kepentingan pribadi atau menyatakan kehendak diri si penerima
karunia itu sendiri, tetapi untuk menyampaikan seluruh maksud Allah kepada semua umat manusia (Kisah Rasul 20:27; 1 Petrus
4:11).
2. Untuk membangun kerohanian jemaat (1 Korintus 14:5,12, 26).
Maksud Allah memberi karunia bahasa lidah, seperti karunia-karunia lainnya juga adalah untuk membangun kerohanian setiap
individu anggota jemaat. Mike Cope mengatakan bahwa dalam 1 Korintus 14:4, Paulus tidak mengizinkan seorang berbicara dalam
bahasa lidah di gereja untuk membangun dirinya sendiri. Sebaliknya rasul Paulus mengizinkan penggunaan bahasa lidah bila ada
yang dapat menterjemahkannya (1 Korintus 14:28)7, karena apa yang dikatakan itu akan membangun jemaat, termasuk dirinya
sendiri. Karunia berbahasa lidah harus dipergunakan untuk kepentingan bersama (1 Korintus 12:7).
3. Sebagai tanda untuk orang-orang yang tidak percaya (1 Korintus 14:22).
Karunia bahasa lidah adalah suatu praktek yang ajaib. Kita bisa melihat contoh dalam Kisah Rasul 2, orang-orang dari suku bangsa
yang berbeda (Kisah Rasul 2:9-11) keheranan mendengarkan para rasul berbicara dalam bahasa mereka masing-masing itulah
bahasa lidah atau bahasa roh (Kisah Rasul 2:4,6,12). Kata tercengang-cengang dalam ayat 6 menujukkan reaksi dari para
pendengar yang telah mendengarkan dan menyaksikan para rasul, orang Galilea berbicara dalam berbagai bahasa yang tidak
pernah mereka pelajari sebelumnya (Kisah Rasul 2:8, 9). Paulus mengutip nubuatan kitab Yesaya 28:11 dalam 1 Korintus 14:21,
bahwa Dalam hukum Taurat ada tertulis: Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku
akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, firman Tuhan. Ayat ini menyatakan
tentang beberapa orang Yahudi yang mendengar pemberitaan Injil tetapi tidak mau mentaatinya (Roma 3:2,3), sehingga
pemberitaan dengan bahasa lidah hanya sebagai suatu tanda ajaib saja bagi mereka. Kata orang yang tidak percaya dalam 1
Korintus 14:22 ditujukan kepada semua orang, baik Yahudi maupun non-Yahudi. Ini berarti juga bahwa orang-orang non-Yahudi
yang mendengar pemberitaan Injil dalam bahasa lidah tetapi tidak mentaatinya, maka hal itu hanya menjadi suatu tanda (ajaib)
saja.
4. Untuk meneguhkan pemberitaan firman Allah (Markus 16:20; Roma 15:19).
Karunia-karunia rohani, termasuk karunia bahasa lidah diberikan kepada para rasul dan orang-orang Kristen lainnya pada abad
pertama adalah untuk meneguhkan bahwa berita yang mereka sampaikan adalah benar-benar dari Allah. Meskipun beberapa orang
tidak percaya, itu tetap firman Allah. Bagi orang-orang yang mendengar, menerima dan mentaati firman itu, menjadi landasan yang
teguh bagi keselamatan mereka (Kisah Rasul 2:13, 36,37).
Dalam 1 Korintus 14, Paulus memberikan pengertian yang jelas tentang bagaimana menggunakan karunia bahasa lidah yang benar.
Menurut Gary W. Summers latar belakang mengapa Paulus menjelaskan hal ini dalam 1 Korintus 12:1-3, karena ada masalah yang
terjadi, dimana beberapa orang Kristen di Korintus mengakui bahwa mereka dipengaruhi oleh Roh Kudus dan mengatakan
Terkutuklah Yesus. Kalau memang pernyataan ini adalah kesimpulan yang masuk akal mereka ucapkan, maka nasehat Paulus
untuk memberi pengertian adalah benar. Tetapi bagaimana mereka dapat mengatakan hal yang demikian melalui inspirasi Roh
Kudus ? Jelas tidak dapat. Apakah mereka berpura-pura berbicara seperti dipengaruhi oleh Roh ? Barangkali Roh Kudus tidak
memberikan mereka wahyu dalam perhimpunan, sehingga dengan sikap mementingkan diri sendiri, mereka berpura-pura berbicara
seperti Roh Kudus sedang memberi mereka perkataan.
Mengapa mereka berpikir bisa melakukan itu? Ayat 2 menyatakan bahwa beberapa orang Korintus sebelum menjadi Kristen telah
terbiasa berbicara dalam keadaan tidak sadarkan diri sebagai bagian dari praktek penyembahan berhala mereka. Mereka telah
dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu (2 Timotius 3:6). Mereka telah dipimpin oleh kata hati mereka sendiri dalam keadaan tidak
sadarkan diri. Ini menunjukkan beberapa orang Korintus mencoba untuk menghidupkan kembali praktek ucapan-ucapan yang
mengherankan (barangkali kata-kata yang tidak berarti atau tidak masuk akal) seperti saat mereka melakukan penyembahan
kepada berhala mereka dulu. Jadi dalam usaha mereka untuk menggunakan karunia berbahasa lidah, mereka membiarkan diri
dipimpin oleh kata hati yang bersifat psikologis yang pernah mereka alami sebagai penyembah-penyembah berhala. 8
Paulus melalui ilham Roh memberikan pengertian sekaligus nasehat kepada orang Kristen di Korintus bagaimana menggunakan
karunia berbahasa lidah yang benar.

Pertama, bahasa lidah dapat dipakai jikalau ada yang menterjemahkannya (1 Korintus 14:5,9,11,23,27-28). Karunia-karunia
rohani, termasuk bahasa lidah yang diberikan oleh Roh Kudus harus digunakan dengan cara yang sopan dan teratur (1 Korintus
14: 40) untuk membangun kerohanian setiap anggota jemaat. Tetapi orang-orang Kristen di Korintus, masing masing ingin
menggunakan bahasa lidah (atau karunia-karunia rohani yang lainnya) pada waktu yang bersamaan, sehingga situasi peribadatan
menjadi kacau (1 Korintus 14:22,26).
Padahal Allah tidak menghendaki kekacauan (1 Korintus 14:40). Situasi seperti ini tidak akan membangun kerohanian anggota
jemaat yang tidak mengerti apa yang disampaikan oleh seorang yang memiliki karunia berbahasa lidah, sebaliknya mereka akan
mencela (1 Korintus 14:23). Kedua, Bahasa lidah dapat dipakai bila semua audiens mengerti apa yang dikatakan oleh orang yang
memiliki karunia berbahasa lidah (1 Korintus 14:23). Tetapi apa yang dipraktekkan oleh aliran Pentakosta dan Karismatik adalah
sebaliknya, dimana menurut Gary W. Summers, banyak di antara mereka tidak peduli apakah yang mereka katakan itu berarti
atau tidak, pokoknya mereka yakin bahwa Allah sedang berbicara melalui mereka. Jika tidak seorang pun mengerti apa yang
mereka katakan, itu tidak menjadi soal. Mereka pikir itu adalah bahasa pribadi mereka sendiri, sekaligus jika hal itu terjadi, maka
mereka percaya sebagai bukti mereka telah dibaptiskan dalam Roh Kudus. Praktek ini hanya berdasarkan emosi dan bukan
berdasarkan Kitab Suci.9 Ini adalah hal yang menyedihkan karena mereka tidak mengerti firman Tuhan dengan benar.
Ketiga, orang yang memiliki karunia berbahasa lidah harus berdiam diri jikalau tidak ada yang menterjemahkan apa yang hendak
dikatakannya (1 Korintus 14:28). Situasi perhimpuan untuk menyembah Tuhan harus dilakukan dalam roh dan kebenaran
(Yohanes 4:24; bdg. 1 Korintus 14: 15). Ini berarti aktivitas rohani harus berlangsung dengan sopan dan teratur (1 Korintus 14:
40).
Jika seorang memiliki karunia berbahasa lidah berbicara dan tidak ada yang menterjemahkan, maka akibatnya bukan saja
kekacauan yang terjadi, tetapi juga orang yang mendengarnya tidak akan mengerti apa arti perkataannya, meskipun itu firman
Allah, sehingga si pendengar tidak dapat mengaminkan (menyetujui) ucapan si pembicara (1 Korintus 14:9,16). Itu sama halnya
dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi bagaimanakah orang dapat mengetahui
lagu apakah yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda? Atau, jika nafiri tidak
mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang?, kata Paulus ( 1 Korintus 14:7-8).
Ke-empat, orang yang memiliki karunia berbahasa lidah hanya boleh berbicara kepada dirinya sendiri dan kepada Allah jikalau tidak
ada penterjemah (1 Korintus 14:28).
Mike Cope menjelaskan, 1 Korintus 14:28 tidak mengatakan bahwa seorang yang berbicara dalam bahasa roh (lidah) berbicara
dalam bahasa yang tidak dimengerti kepada dirinya sendiri dan kepada Allah ketika tidak ada penterjemahnya. Kelihatannya,
konteks ini berarti bahwa seorang itu berkomunikasi dengan dirinya sendiri dan dengan Allah di dalam bahasa yang dapat dia
mengerti.10
Kapankah Bahasa Lidah Berhenti?
Beberapa orang, khususnya aliran Karismatik dan Pentakosta percaya bahwa sampai saat ini karunia berbahasa lidah masih terus
diberikan oleh Roh Kudus secara langsung kepada orang yang dikehendakiNya. Tetapi apakah pendapat ini benar? Sebaiknya kita
dengan pikiran terbuka menyelidiki bagaimana Alkitab berbicara tentang jangka waktu berlakunya karunia bahasa lidah.
Dalam 1 Korintus 13:8, Paulus mengatakan bahwa bahasa roh akan berhenti Kapan ?
1. Jika yang sempurna tiba (1 Korintus 13:10).
Beberapa orang menafsirkan kata ini ditujukan kepada Yesus, seorang yang sempurna dan yang akan datang. Pendapat salah inilah
yang menuntun mereka untuk percaya bahwa karunia bahasa lidah masih ada, dan itu akan berhenti ketika Yesus yang sempurna
itu datang. Tentu tidak ada orang yang menyangkal bahwa Yesus sempurna (Ibrani 5:9). Tetapi konteks ini sama sekali tidak
membicarakan hal itu. Kata yang sempurna di ayat ini dalam bahasa Yunani (bahasa asli Alkitab Perjanjian Baru) adalah teleiov
yang artinya lengkap, sempurna, dewasa. Pengertian secara luas kata ini adalah telah mencapai tahap akhir atau
perkembangan penuh. Ini berarti telah mencapai kesempurnaan dalam Yesus (Kolose 1:28), telah menjadi dewasa (Efesus 4:13;
Ibrani 5:14).11
Selanjutnya dalam 1 Korintus 13:11-12, Paulus memberikan ilustrasi (gambaran) tentang keadaan jemaat saat itu yang belum
dewasa secara rohani, sehingga sangat diperlukan karunia-karunia rohani untuk membantu jemaat bertumbuh dewasa. Jadi setelah
mereka menerima apa yang mereka butuhkan untuk mencapai kedewasaan maka yang tidak sempurna (karunia-karunia rohani)
itu akan lenyap (1 Korintus 14:10).

Vines Complete Expository Dictionary memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kata yang sempurna (teleion) yang berarti
lengkap, sempurna, yang ditujukan pada penyataan kehendak dan cara-cara Allah yang sempurna di dalam Kitab Suci yang
lengkap.12
Jadi setelah firman Allah diteguhkan dengan karunia-karunia rohani (Markus 16:20), yang kemudian terhimpun dalam bentuk kitab
tertulis seperti yang dikehendaki Allah melalui tulisan tangan orang-orang yang diilhami oleh Roh Kudus (2 Timotius 3: 16; 2 Petrus
1:20, 21), maka saat itulah berakhir karunia-karunia rohani (baca 1 Korintus 12:8-10), termasuk karunia bahasa lidah. Firman
Allah sanggup memberi pertumbuhan rohani ( 1 Petrus 2:2; 2 Petrus 3:18) yang akan membawa kepada kesempurnaan dalam
Kristus ( 2 Timotius 3: 17 diperlengkapi lebih tepat diterjemahkan sempurna perfect dalam King James) melalui proses
belajar rutin, objektif dan dengan pikiran yang terbuka (2 Timotius 2:15; 1 Petrus 4:11; Wahyu 22: 18-19). Dengan adanya firman
tertulis maka tidak diperlukan lagi karunia-karunia rohani (yang hanya bekerja saat gereja masih dalam keadaan infansi).
2. Sejak rasul-rasul Tuhan dan orang-orang yang mendapatkan tumpangan tangan mati.
Seperti yang sudah kita bicarakan sebelumnya bahwa Alkitab mencatat hanya ada dua peristiwa dimana orang Kristen abad
pertama menerima karunia berbahasa lidah secara langsung, yakni rasul-rasul pada Hari Raya Pentakosta (Kisah Rasul 2) dan
Kornelius serta seisih rumahnya (Kisah Rasul 10). Sedangkan peristiwa lainnya dengan penumpangan tangan rasul-rasul, contohnya
beberapa murid Yohanes yang ditobatkan menjadi Kristen oleh Paulus di Efesus (Kisah Rasul 19).
Alkitab menyatakan bahwa hanya para rasul yang dapat menumpangkan tangan ke atas orang Kristen lainnya untuk mendapatkan
karunia berbahasa lidah. Selain dari pada mereka, Alkitab tidak menyatakannya. Melalui aksi penumpangan tangan rasul-rasul-lah
Roh Kudus memberikan karunia berbahasa lidah kepada orang yang dikehendakiNYa.
Sejak rasul-rasul sudah mati semuanya, termasuk Rasul Yohanes yang dipercayai terakhir mati, kira-kira tahun 90-an Masehi, maka
sudah pasti tidak ada lagi yang menjadi pelaksana penumpangan tangan ke atas orang Kristen untuk mendapatkan karunia
berbahasa lidah, demikian juga dengan orang-orang Kristen yang telah menerima karunia itu semuanya sudah mati. Jadi sangat
masuk akal bahwa karunia bahasa lidah sudah berhenti. Kalau ada, itu palsu !

Kesimpulan
Bahasa lidah adalah salah satu dari beberapa karuni rohani yang tercatat dalam 1 Korintus 12: 8-10. Bahasa lidah adalah bahasa
yang dapat dimengerti, baik orang yang mengucapkan maupun orang yang mendengarkannya.
Bahasa lidah itu ajaib, karena orang yang tidak pernah mempelajari sebelumnya dapat mengucapkannya dengan sempurna
sehingga si pemilik bahasa mengerti dengan jelas ketika mendengarkannya dan sekaligus mengherankan baginya.
Bahasa lidah dipergunakan untuk meneguhkan pemberitaan firman Allah. Bahasa lidah hanya berlangsung pada abad pertama
ketika gereja masih dalam tahap infansi.
Bahasa lidah berakhir ketika wahyu Allah telah terhimpun dalam bentuk Kitab Suci dan setelah para rasul dan orang-orang Kristen
yang mendapat penumpangan mati.

11AUG2014Leave a comment
by Renungan/Speculation Sanjeev in Speculation Sanjeev Tags: 2 Korintus 5:17, Matius 3:2;
4:17; Kisah Rasul 3:19, Mazmur 139:23-24a

Jika Merasa Berdosa

Pertanyaan: Bagaimana seharusnya seorang Kristen mengatasi perasaan bersalah yang berhubungan dengan dosa
masa lampau, baik sebelum atau sesudah keselamatan?
Jawaban : Setiap orang telah berdosa dan salah satu akibat dosa adalah rasa bersalah. Kita bisa bersyukur untuk
rasa bersalah karena hal itu mendorong kita untuk mendapatkan pengampunan. Saat seseorang berbalik dari dosa
kepada Yesus Kristus dalam iman, dosanya diampuni. Penyesalan adalah bagian dari iman yang menuntun kepada
keselamatan (Matius 3:2; 4:17; Kisah Rasul 3:19).
Di dalam Kristus, dosa yang paling keji sekalipun dihapuskan (lihat 1 Korintus 6:9-11 untuk daftar dari perbuatanperbuatan tercela yang diampuni). Keselamatan adalah berdasarkan anugrah, dan anugrah mengampuni. Setelah
seseorang diselamatkan, dia masih akan berdosa. Ketika dia berdosa, Allah masih menjanjikan pengampunan. Jika
seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil (1 Yohanes
2:1).
Namun demikian, kebebasan dari dosa tidak selalu berarti kebebasan dari perasaan bersalah. Sekalipun dosa kita
sudah diampuni, kita masih mengingatnya. Kita juga memiliki musuh rohani yang disebut pendakwa saudarasaudara kita dalamWahyu 12:10, yang tidak putus-putusnya mengingatkan kita akan kegagalan-kegagalan,
kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa kita. Ketika seorang Kristen mengalami perasaan bersalah, dia harus melakukan
hal-hal berikut ini:
1). Akui semua dosa yang diketahui yang sebelumnya belum diakui. Dalam kasus-kasus tertentu, perasaan bersalah
adalah pantas karena pengakuan diperlukan. Banyak kali kita merasa bersalah karena kita bersalah! (Lihat
penjabaran Daud mengenai kesalahan dan penyelesaiannya dalam Mazmur 32:3-5).
2). Minta Tuhan mengungkapkan dosa apa saja yang masih perlu diakui. Beranilah untuk bersikap sama sekali
terbuka dan jujur di hadapan Allah. Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiranpikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong (Mazmur 139:23-24a).
3). Percaya pada janji Allah bahwa Dia akan mengampuni dosa dan menyingkirkan kesalahan berdasarkan darah
Kristus (1 Yohanes 1:9; Mazmur 85:2; 86:5; Roma 8:1).
4). Ketika perasaan bersalah muncul untuk dosa-dosa yang telah diakui dan diampuni, tolak perasaan-perasaan
semacam itu sebagai rasa bersalah yang keliru. Allah berpegang pada janji-Nya untuk mengampuni. Baca dan
renungkanMazmur 103:8-12.
5). Minta pada Tuhan untuk menegur Iblis pendakwa Anda, dan mintalah Tuhan untuk memulihkan sukacita yang
datang bersama dengan kebebasan dari rasa bersalah.
Mazmur 32 merupakan kajian yang amat bermanfaat. Walaupun Daud telah berdosa luar biasa, dia mendapatkan
kebebasan dari dosa dan perasaan bersalah. Dia menghadapi penyebab kesalahan dan realitas pengampunan.
Mazmur 51 adalah bagian Alkitab lain yang baik untuk diteliti. Penekanan di sini adalah pengakuan dosa, ketika Daud
memohon kepada Allah dari hati yang penuh kesalahan dan kesediahan. Pemulihan dan sukacita adalah hasilnya.

Akhirnya, jika dosa sudah diakui, disesali dan


diampuni, saatnya untuk melangkah maju. Ingat bahwa kita yang telah datang kepada Kristus telah dijadikan ciptaan
baru di dalam Dia. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu,
sesungguhnya yang baru sudah datang. (2 Korintus 5:17). Bagian dari yang lama yang telah berlalu (dalam versi
King James telah lewat) adalah kenangan akan dosa-dosa masa lampau dan rasa bersalah yang dihasilkannya.
Sayangnya, beberapa orang Kristen rentan terhadap kenangan hidup masa lampau yang berdosa, kenangankenangan yang seharusnya sudah mati dan dikuburkan sejak lama. Ini tidak ada gunanya dan bertentangan dengan
kehidupan Kristen yang berkemenangan yang Allah inginkan bagi kita. Pepatah yang bijak mengatakan,
Kalau Allah telah menyelamatkan Anda dari kubangan, jangan terjun dan berenang lagi di dalamnya.

Pelipatgandaan Rohani (Berakar dalam Kristus)

Daftar isi
[sembunyikan]

1 Menularkan "Berakar dalam Kristus"


o

1.1 Pengajaran

1.1.1 Apa: Pelipatgandaan Rohani

1.1.2 Mengapa: Amanat Agung

1.1.3 Bagaimana: Prinsip Timotius

1.2 Perenungan

1.3 Penerapan

1.4 Jurnal Proyek Timotius "Berakar dalam Kristus"

2 Komitmen "Berakar dalam Kristus"

3 Langkah selanjutnya "Bertumbuh dalam Kristus"

4 Saran Bacaan untuk Belajar Lebih Lanjut


o

4.1 Berakar dalam Kristus

4.2 Keselamatan

4.2.1 Jalan Keselamatan

4.2.2 Jaminan Keselamatan

4.3 Hidup Baru

4.3.1 Kristus sebagai Pusat Hidup Orang Percaya

4.3.2 Roh Kudus di dalam Hidup Orang Percaya

4.4 Disiplin Rohani

4.4.1 Waktu Teduh

4.4.2 Firman Tuhan

4.4.3 Doa

4.4.4 Bersekutu

4.4.5 Bersaksi

5 Pola Pelayanan Amanat Agung


o

5.1 Sasaran Pelayanan

5.2 Sasaran Kuantitas: Semua Bangsa

5.3 Sasaran Kualitas: Murid Kristus

5.4 Strategi Pelayanan

6 Garis Besar dan kunci Jawaban Buku Peserta "Berakar dalam Kristus"
o

6.1 Jalan Keselamatan

6.2 Jaminan Keselamatan

6.3 Kristus Sebagai Pusat Hidup Orang Percaya

6.4 Roh Kudus di Dalam Hidup Orang Percaya

6.5 Waktu Teduh

6.6 Firman Tuhan

6.7 Doa

6.8 Bersekutu

6.9 Bersaksi

6.10 Menularkan Berakar dalam Kristus

Menularkan "Berakar dalam Kristus"


Pengajaran
Apa: Pelipatgandaan Rohani
Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada
yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. (MATIUS 13:23

Mengapa: Amanat Agung


Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah,
jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka
melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai
kepada akhir zaman." (MATIUS 28:18-20

Bagaimana: Prinsip Timotius


Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat
dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. (2 TIMOTIUS 2:2

Langkah Selanjutnya

Memahami

Melakukan

Membagikan

Gaya Hidup

Tanamlah gagasan, petiklah tindakan; Tanamlah tindakan, petiklah kebiasaan; Tanamlah kebiasaan, petiklah watak;
Tanamlah watak, petiklah nasib. (SAMUEL SMILES)

Perenungan

Tinjaulah pokok-pokok pelajaran dan ayat hafalan Berakar dalam Kristus. Tinjauan dapat dilakukan berdua-dua atau
bergantian di dalam kelompok. Tinjauan sangat penting untuk dilakukan karena akan menolong Saudara:

mengingat inti kebenaran-kebenaran Alkitabiah yang sudah diterima

mempersiapkan diri untuk menularkan kebenaran-kebenaran Alkitabiah kepada orang lain

memeriksa bagian-bagian yang belum dipahami dengan jelas, sebelum mempelajari kebenarankebenaran Alkitab yang lebih lanjut

Selamat! Saudara baru saja menyelesaikan rangkaian pelajaran Berakar dalam Kristus. Pada akhir pelajaran ini, Saudara
diminta untuk memantapkan komitmen untuk terus mempelajari, melakukan, dan membagikan kebenaran- kebenarannya.
Silakan Saudara membaca dan menandatangani komitmen Berakar dalam Kristus yang ada pada halaman selanjutnya.

Penerapan
Bagikanlah kebenaran-kebenaran dalam Berakar dalam Kristus yang telah Saudara terima kepada orang lain. Selain
benih kebenaran tersebut akan berlipatganda di dalam diri orang lain, Saudara sendiri akan mengalami pertumbuhan yang
jauh lebih pesat dalam pemahaman dan penerapan kebenaran-kebenaran tersebut, dibandingkan dengan jika Saudara
hanya menyimpannya bagi diri sendiri. Carilah kesempatan untuk mengajarkannya kepada orang sampai orang tersebut
belajar menerapkannya dalam hidup mereka. Saudara dapat mulai mendoakan untuk mendapatkan seorang Timotius
yang kepadanya Saudara akan membagikan seluruh pelajaran ini, sedemikian hingga dia dapat mengajarkannya pada
orang yang lain lagi. Pergunakanlah Jurnal Projek Timotius sebagai catatan.
Ayat hafalan:

Jurnal Proyek Timotius "Berakar dalam Kristus"


Sasaran Kualitas

Sasaran PENGAJARAN

Kriteria PENAMPAKAN

Memahami dan menerima keselamatan di

Adanya pengakuan yang jelas akan statusnya

dalam Kristus.

sebagai orang yang sudah diampuni-

diselamatkan, dengan mendasarkannya pada


Firman Tuhan. Dapat menjelaskan kembali
rangkuman jalan keselamatan secara lengkap
dan jelas.
Memahami dan meyakini jaminan keselamatan Adanya pengakuan yang jelas akan keyakinan
di dalam Kristus.

keselamatannya, dengan mendasarkannya pada


Firman Tuhan.

Sasaran KEROHANIAN

Kriteria PENAMPAKAN

Mulai menempatkan Kristus sebagai Tuhan

Mengidentifikasi prioritas, aktivitas, dan

atas hidupnya.

hubungan di mana Kristus belum menjadi


pusat, kemudian mengambil tindak lanjut yang
nyata untuk mengubahnya.

Mulai membangun persekutuan pribadi dengan


Tuhan.

Waktu Teduh: Membuat komitmen dan


memulai melakukan waktu teduh dengan
teratur.
Firman: Membuat komitmen dan memulai
membaca Alkitab secara penuh dengan teratur.
Doa: Membuat komitmen dan memulai berdoa
syafaat dengan teratur (menggunakan Jurnal
Doa Mingguan).

Sasaran KARAKTER

Kriteria PENAMPAKAN

Senang, sedia, dan setia untuk belajar dan

Menunjukkan prioritas yang tinggi untuk

bertumbuh.

datang dalam kelas pembinaan. Menunjukkan


minat yang tinggi dalam diskusi kelompok
kecil dan melakukan projek ketaatan.

Mulai meninggalkan, melawan, dan

Mengidentifikasi, mengakui, dan mengambil

memutuskan dosa-dosa dan sumber- sumber

tindakan nyata untuk membereskan dosa-

pencobaan.

dosanya dan mencegah untuk tidak kembali


melakukannya.

Sasaran PELAYANAN

Kriteria PENAMPAKAN

Menyatakan kehidupan barunya kepada orang

Membagikan kesaksian keselamatan dan

lain melalui kesaksian.

perubahan hidupnya minimal pada satu orang.

Mempelajari lebih dalam, melakukan lebih

Melakukan tinjauan pelajaran dengan baik dan

teratur, dan menularkan Berakar dalam

menunjukkan keinginan atau perencanaan

Kristus.

untuk mempelajari, melakukan, dan


menularkan Berakar dalam Kristus.

Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat
dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. 2 TIMOTIUS 2:2

Komitmen "Berakar dalam Kristus"


Saya dengan sungguh hati bersedia . . .

menerima dan memercayakan diri pada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi

memperdalam, memegang teguh, dan menularkan pemahaman atas kebenaran-kebenaran dasar


mengenai: Keselamatan, Hidup Baru, dan Disiplin Rohani

melakukan, menghayati, dan menularkan disiplin-disiplin rohani dasar dalam hal: Waktu Teduh, Firman,
Doa, Bersekutu, dan Bersaksi.

Dengan pertolongan Tuhan,

_____________________________
Tanggal
_____________________________
Tanda Tangan
_____________________________
Mengetahui

Langkah selanjutnya "Bertumbuh dalam Kristus"


Sasaran: Menjadi dewasa dalam Kristus dan mengembangkan kebiasaan yang menjaga keberlangsungan pertumbuhan.
Prinsip: Setiap orang percaya perlu kebenaran-kebenaran Alkitab untuk mengarahkan dan menjaga mereka dalam
bertumbuh seumur hidup.
Materi: Perubahan pola pikir dan gaya hidup mengenai . . .
Pertumbuhan

Arah Pertumbuhan

Sarana Pertumbuhan

Hambatan Pertumbuhan

Pelayanan

Penatalayan yang Setia dan Bertanggung Jawab

Penatalayanan atas Waktu

Penatalayanan atas Harta

Dinamika Pertumbuhan

Bertumbuh melalui Pengambilan Keputusan

Bertumbuh melalui Pencobaan

Bertumbuh melalui Penderitaan

Menularkan Bertumbuh dalam Kristus

Saran Bacaan untuk Belajar Lebih Lanjut


Berakar dalam Kristus
Charlie Riggs, Learning to Walk with God: 12 Steps to Christian Growth (Minneapolis, MN: World
1986). Terjemahan Indonesia: Belajar Berjalan dengan Allah: 12 Langkah

Wide Publication,

Pertumbuhan Iman Kristen (Jakarta:

Persekutuan Pembaca Alkitab, 1989).


Donald S. Whitney, Spiritual Disciplines for the Christian Life (Colorado Springs, CO: NavPress,
Indonesia: Disiplin Rohani: 10 Pilar Penopang Kehidupan Kristen

1991). Terjemahan

(Bandung:Lembaga Literatur Baptis, 1994).

John White, The Fight: A Practical Handbook for Christian Living (Downers Groove, IL: InterVarsity,

1976).

Rick Warren, The Purpose Driven Life (Grand Rapids, MI: Zondervan, 2002). Terjemahan Indonesia:

The Purpose

Driven Life (Malang: Gandum Mas, 2004).


Roy Robertson, The Timothy Principle (Singapore: The Navigators, 1986). Terjemahan Indonesia:
Pemuridan dengan Prinsip Timotius (Yogyakarta: Yayasan Andi, 2001).

Keselamatan

Jalan Keselamatan
Billy Graham, How to be Born Again (1980). Terjemahan Indonesia: Bagaimana Dilahirkan Kembali

(Bandung:

Lembaga Literatur Baptis).


Roy Robertson, Jembatan Kehidupan dalam The Timothy Principle (Singapore: The Navigators,
Terjemahan Indonesia: Pemuridan dengan Prinsip Timotius (Yogyakarta:

1986).

Yayasan Andi, 2001).

The 4 Spiritual Laws (Campus Crusade for Christ). Terjemahan Indonesia: 4 Hukum Rohani

(Lembaga Pelayanan

Mahasiswa Indonesia).
Will Metzger, Tell the Truth: A Training Manual on the Message and Methods of God- centered
Witnessing (Downers Grove, IL: InterVarsity Press, 1981). Terjemahan Indonesia:

Beritakan

Kebenaran (Surabaya: Penerbit Momentum, 2005 ).

Jaminan Keselamatan
Charlie Riggs, Jaminan Pasti dalam Learning to Walk with God: 12 Steps to Christian Growth
World Wide Publication, 1986). Terjemahan Indonesia: Belajar
Iman Kristen (Jakarta: Persekutuan

Berjalan dengan Allah: 12 Langkah Pertumbuhan

Pembaca Alkitab, 1989).

Discovery Series, Have I Been Too Bad to Be Forgiven? (RBC Ministries). Terjemahan Indonesia:
Dapat Diampuni? (Yogyakarta: Yayasan Gloria).
Stanley Heath, Tak Mengambang Tak Meleset (Yogyakarta: Yayasan Andi).

Hidup Baru

(Minneapolis, MN:

Apakah Saya

Kristus sebagai Pusat Hidup Orang Percaya


Charlie Riggs, Mempraktikkan Prinsip Ketuhanan Kristus dalam Learning to Walk with God: 12
Growth (Minneapolis, MN: World Wide Publication, 1986). Terjemahan
12 Langkah Pertumbuhan Iman Kristen (Jakarta:

Steps to Christian

Indonesia: Belajar Berjalan dengan Allah:

Persekutuan Pembaca Alkitab, 1989).

John Ortberg, Latihan vs. Mencoba: Kebenaran tentang Disiplin Rohani dalam The Life Youve
Spiritual Disciplines for Ordinary People (Grand Rapids, MI: Zondervan,
yang Selalu Anda Dambakan: Disiplin Rohani

Always Wanted:

1999). Terjemahan Indonesia: Kehidupan

untuk Semua Orang (Batam Centre: Interaksara).

Max Lucado, Hati Seperti yang Dimiliki Dia dalam Just Like Jesus (Word Publishing, 2000).

Terjemahan

Indonesia: Persis Seperti Yesus (Batam Centre: Interaksara).


Rick Warren, Anda Diciptakan untuk Menjadi Serupa dengan Kristus dalam The Purpose Driven Life
Rapids, MI: Zondervan, 2002). Terjemahan Indonesia: The Purpose Driven Life

(Grand

(Malang: Gandum Mas, 2004).

Robert Boyd Munger, My HeartChrists Home (Downers Groove, IL: InterVarsity, 1992).

Terjemahan

Indonesia: Hatiku Rumah Kristus (Yogyakarta: Yayasan Gloria, 2000).

Roh Kudus di dalam Hidup Orang Percaya


D. Scheuneumann, Sungai Air Hidup: Roh Kudus dan Pelayanan-Nya (Malang: Yayasan Persekutuan

Pekabaran

Injil Indonesia, 1979).


Tony Evans, The Fire that Ignites (Sisters, OR: Multnomah, 2003). Terjemahan Indonesia: Api yang

Menyala:

Hidup dalam Kuasa Roh Kudus (Jakarta: Immanuel, 2004).

Disiplin Rohani

Dallas Willard, Spirit of the Disciplines (San Fransisco: Harper & Row, 1989).
Donald S. Whitney, Bila Anda Hidup Menurut Kemauan Allah dan Pantang Menyerah Berdisiplin
Disciplines for the Christian Life (Colorado Springs, CO: NavPress, 1991).
10 Pilar Penopang Kehidupan Kristen

Terjemahan Indonesia: Disiplin Rohani:

(Bandung:Lembaga Literatur Baptis, 1994).

John Ortberg, Kita Memang akan Berubah: Harapan untuk Transformasi, Terkejut oleh
Kehidupan Rohani, dan Latihan vs. Mencoba: Kebenaran tentang
Wanted: Spiritual Disciplines for Ordinary
Indonesia: Kehidupan yang

dalam Spiritual

Perubahan: Tujuan

Disiplin Rohani dalam The Life Youve Always

People (Grand Rapids, MI: Zondervan, 1999). Terjemahan

Selalu Anda Dambakan: Disiplin Rohani untuk Semua Orang (Batam Centre:

Interaksara).
Richard J. Foster, Disiplin-disiplin Rohani: Pintu Menuju Kemerdekaan dalam Celebration of

Discipline: The Path

to Spiritual Growth (New York: Harper & Row, 1978). Terjemahan


Indonesia: Tertib Rohani (Malang: Gandum Mas, 1996).
Rick Warren, The Purpose Driven Life (Grand Rapids, MI: Zondervan, 2002). Terjemahan Indonesia:
Driven Life (Malang: Gandum Mas, 2004).

Waktu Teduh

The Purpose

Allan Harkness, Ready to Grow: Practical Steps to Knowing God Better (Australia: Scripture Union

Australia).

Terjemahan Indonesia: Ready to Grow: Langkah-langkah Praktis untuk Makin


Mengenal Allah (Jakarta: Persekutuan Pembaca Alkitab, 2002).
Donald S. Whitney, Bersaat Teduh dalam Spiritual Disciplines for the Christian Life (Colorado
NavPress, 1991). Terjemahan Indonesia: Disiplin Rohani: 10 Pilar

Springs, CO:

Penopang Kehidupan

Kristen (Bandung:Lembaga Literatur Baptis, 1994).


Richard J. Foster, Disiplin Bermeditasi dan Disiplin Kesendiriandalam Celebration of Discipline:
Spiritual Growth (New York: Harper & Row, 1978). Terjemahan Indonesia:

The Path to

Tertib Rohani (Malang: Gandum Mas,

1996).
Stephen Eyre, Time with God: Renewing Your Devotional Life (Leicester, England: InterVarsity

Press, 1995).

Firman Tuhan
Donald S. Whitney, Bergaul Akrab dengan Firman Tuhan Bagian I dan II dalam Spiritual Disciplines
Christian Life (Colorado Springs, CO: NavPress, 1991). Terjemahan Indonesia:
Kehidupan Kristen (Bandung:Lembaga Literatur

for the

Disiplin Rohani: 10 Pilar Penopang

Baptis, 1994).

Frances Blankenbaker, What the Bible is All About for Young Explorer (Ventura, CA: Regal Books,
Terjemahan Indonesia: Inti Alkitab untuk Para Pemula (Jakarta: BPK Gunung

1986).

Mulia, 1993).

Gordon D. Fee & Douglas Stuart, How to Read the Bible for All Its Worth (Grand Rapids, MI:
Terjemahan Indonesia: Hermeneutik: Bagaimana Menafsirkan Firman

Zondervan, 1982).

Tuhan dengan Cara yang Tepat (Malang:

Gandum Mas, 1989).


Howard G. Hendricks & William D. Hendricks, Living by the Book (Chicago: Moody Press, 1991).
John Ortberg, Hidup yang Tidak Terpecah: Praktik Merenungkan Alkitab dalam The Life Youve

Always Wanted:

Spiritual Disciplines for Ordinary People (Grand Rapids, MI: Zondervan, 1999).
Terjemahan Indonesia: Kehidupan yang Selalu Anda Dambakan: Disiplin Rohani untuk Semua
Orang (Batam Centre: Interaksara).
The New Bible Commentary (London, UK: InterVarsity Press, 1976). Terjemahan Indonesia:

Tafsiran Alkitab Masa

Kini Vol. 1-3 (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 1981).

Doa
Donald S. Whitney, Berdoa dalam Spiritual Disciplines for the Christian Life (Colorado Springs,
1991). Terjemahan Indonesia: Disiplin Rohani: 10 Pilar Penopang

CO: NavPress,

Kehidupan Kristen (Bandung:Lembaga Literatur

Baptis, 1994).
Richard J. Foster, Disiplin Doa dalam Celebration of Discipline: The Path to Spiritual Growth (New
Row, 1978). Terjemahan Indonesia: Tertib Rohani (Malang: Gandum

Bersekutu

Mas, 1996).

York: Harper &

Donald S. Whitney, Beribadah dalam Spiritual Disciplines for the Christian Life (Colorado Springs,
1991). Terjemahan Indonesia: Disiplin Rohani: 10 Pilar Penopang

CO: NavPress,

Kehidupan Kristen (Bandung:Lembaga Literatur

Baptis, 1994).
Richard J. Foster, Disiplin Perayaan dalam Celebration of Discipline: The Path to Spiritual Growth
Harper & Row, 1978). Terjemahan Indonesia: Tertib Rohani (Malang:

(New York:

Gandum Mas, 1996).

Rick Warren, Anda Dibentuk untuk Keluarga Allah dalam The Purpose Driven Life (Grand Rapids,
2002). Terjemahan Indonesia: The Purpose Driven Life (Malang:

MI: Zondervan,

Gandum Mas, 2004).

Bersaksi
Bill Hybels & Mark Mittelberg, Becoming a Contagious Christian (Grand Rapids, MI: Zondervan,
Indonesia: Menjadi Orang Kristen yang Menular (Yogyakarta:

1994). Terjemahan

Yayasan Andi & Yayasan JOY, 2000).

D. James Kennedy, Ledakan Penginjilan (Jakarta: E.E. Internasional III).


Donald S. Whitney, Memberitakan Injil dalam Spiritual Disciplines for the Christian Life (Colorado
NavPress, 1991). Terjemahan Indonesia: Disiplin Rohani: 10 Pilar

Springs, CO:

Penopang Kehidupan

Kristen (Bandung:Lembaga Literatur Baptis, 1994).


Will Metzger, Tell the Truth: A Training Manual on the Message and Methods of God- centered
Witnessing (Downers Grove, IL: InterVarsity Press, 1981). Terjemahan Indonesia:

Beritakan

Kebenaran (Surabaya: Penerbit Momentum, 2005 ).

Pola Pelayanan Amanat Agung


menjadi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus

Sasaran Pelayanan
Amanat ini disebut sebagai Amanat Agung (The Great Commission) karena besarnya otoritas yang memerintahkannya
(segala kuasa di sorga dan di bumi), luasnya lingkup yang dicakup (semua bangsa), tingginya standar yang dicapai (murid
Kristus), menyeluruhnya proses yang dikerjakan (baptis, ajar segala sesuatu yang diperintahkan, pergi), panjangnya janji
penyertaan yang mengikutinya (sampai kepada akhir zaman). Adakah amanat yang lebih besar dari Amanat Agung ini?

Sesuai struktur tata bahasa aslinya (Yunani), kalimat induk dalam amanat ini adalah Jadikanlah semua bangsa murid-Ku.
Di sini kita dihadapkan dengan standar kuantitas dan kualitas hasil pelayanan yang diinginkan Tuhan Yesus. Kuantitas
merujuk pada berapa murid yang dihasilkan. Kualitas merujuk pada bagaimana murid yang dihasilkan.

Sasaran Kuantitas: Semua Bangsa


Sasaran Tuhan Yesus tidak kurang dari mencapai semua bangsa. Kata yang diterjemahkan sebagai bangsa di sini
adalah ethne. Dari akar kata ini kita memperoleh kata ethnic dalam bahasa Inggris atauetnis dalam bahasa Indonesia.
Kata ethne berarti adalah sekelompok orang yang memiliki kesamaan ciri-ciri tertentu. Pengertian yang telah diperluas
dari kelompok orang bisa diterapkan pada suatu kelompok suku bangsa secara sosial-budaya, suatu kelompok usia
(anak, kaum muda, dewasa, lanjut usia), suatu kelompok profesi (dokter, akuntan, buruh, pengusaha, dll.), dan
sebagainya. Dalam sudut pandang lain, Loren Cunningham, pendiri dan presiden Youth With A Mission (YWAM),
mengemukakan tujuh kelompok bidang yang memerlukan pengaruh kristiani: (1) Rumah Tangga, (2) Gereja, (3) Sekolah,
(4) Pemerintahan dan Politik, (5) Media, (6) Seni, Hiburan, dan Olah Raga, (7) Bisnis, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Kepada semua kelompok orang kita diutus untuk pergi, menghasilkan murid Kristus.

Sasaran Kualitas: Murid Kristus


Tuhan Yesus bukan hanya menjelaskan ke mana kita perlu pergi, tetapi juga apa yang harus kita hasilkan di sana. Dia
menghendaki kuantitas yang berkualitas, dengan kualifikasi murid Kristus. Siapakah murid Kristus?
Murid Kristus adalah pelajar dan pegikut Kristus yang hidupnya mencerminkan pengajaran dan kehidupan Kristus. Bagianbagian lain dalam Alkitab menegaskan sasaran kualitas pertumbuhan yang sama melalui ungkapan menjadi serupa
dengan gambaran Anak-Nya (Rm 8:29

), diubah serupa dengan gambar-Nya" (2Kor 3:18

pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus (Ef 4:13

), mencapai tingkat

).

Ini adalah sasaran dari suatu pelayanan yang mengikuti tuntutan Amanat Agung: mentransformasikan seseorang menjadi
pelajar dan pegikut Kristus yang hidupnya mencerminkan pengajaran dan kehidupan Kristus (kualitas: murid Kristus) serta
secara aktif berusaha membangun karakteristik tersebut pada orang lain di mana dia berada dan ditempatkan (kuantitas:
semua ethne).

Strategi Pelayanan
Kalimat induk Jadikanlah semua bangsa murid-Ku merupakan satu amanat dengan tiga karakteristik, sebagaimana
diketahui dari tiga kata kerja dalam anak kalimat yang menerangkannya: baptislah, ajarlah, pergilah. Amanat Agung
dalam Matius 28:18-20

ini berbicara tentang suatu proses transformasi. Proses untuk menjadikan seorang murid Kristus

terdiri dari membagikan khabar baik (baptislah - sebagai pernyataan dari pengalaman pertobatan), membina iman mereka
(ajarlah), dan mengutus mereka ke dalam dunia (pergilah). Murid yang diutus pergi ini kemudian memulai lingkaran
proses penginjilan, pembinaan, dan pengutusan yang sudah dialaminya. Demikianlah mereka berlipatganda.
Kualitas dan efektivitas sebuah persekutuan sangat ditentukan oleh bagaimana persekutuan tersebut menjalankan
masing-masing mata rantai proses transformasi (Penjangkauan dan Penginjilan, Pembinaan dan Pemerlengkapan,
Pengutusan dan Pelipatgandaan) dengan baik. Jika gereja dan persekutuan kita mau menghasilkan murid Kristus yang
bertumbuh, melayani, dan menjalankan misinya, maka seluruh proses ini harus dilalui.
Dalam penerapannya, proses transformasi menjadi murid Kristus tersebut dapat diterjemahkan sebagai sasaran bertahap:

Pola pemuridan ini bukan hanya dinyatakan secara verbal oleh Tuhan Yesus dalam Amanat Agung, tetapi juga ditunjukkan
secara aktual dalam pelayanan- Nya (untuk studi mendalam mengenai pola pelayanan Tuhan Yesus bacalah The Training
of the Twelve karya A.B. Bruce, The Masterplan of Evangelism karya Robert E. Coleman, dan Growing A Healthy
Church karya Dan Spader). Gereja dan persekutuan kita dapat meningkatkan kemampuannya untuk membangun orangorang dan memenuhi misi Tuhan dengan memahami strategi Kristus ini.

___________________________________________________________________
Pembentukan kualitas murid Kristus yang menjalankan misinya ini tidak dapat diasumsikan akan terjadi dengan sendirinya
ataupun melalui kegiatan kerohanian yang sporadis. Adanya berbagai kegiatan dan pertemuan kerohanian tidak
menunjukkan bahwa gereja atau persekutuan tersebut sedang membangun murid Kristus. Kita telah mengkondisikan
orang untuk memercayai bahwa seorang murid adalah seseorang yang setia mengikuti suatu kegiatan kerohanian;
bukannya seseorang pelajar dan pegikut Kristus yang mencerminkan karakter, nilai-nilai, dan gaya hidup-Nya, serta secara
aktif berusaha membangun karakteristik tersebut pada orang lain. Akibatnya yang kita dapatkan adalah penontonpenonton bukan pekerja-pekerja. Setelah mengamati, merefleksikan, dan menganalisis berbagai permasalahan yang
terjadi dalam pelayanan gereja maupun persekutuan kristiani, dapat disimpulkan bahwa secara mendasar hampir semua
masalah tersebut disebabkan karena kurang dimilikinya pola pelayanan yang tepat. Kebutuhan akan pola pelayanan yang
demikian telah mendorong kami untuk mengambil bagian dalam tubuh Kristus untuk merancang suatu kurikulum dan
metode pembelajaran, dengan mendasarkannya pada sasaran dan strategi Amanat Agung Tuhan Yesus, yang saat ini
sampai di tangan saudara dengan sebutan KAMBIUM (singkatan dari Komunitas Pertumbuhan Iman Untuk Menjadi Murid
Kristus).

Garis Besar dan kunci Jawaban Buku Peserta "Berakar dalam Kristus"
Jalan Keselamatan

Rancangan Tuhan: Memuliakan dan


Mencerminkan-Nya
Tuhan yang Mahamulia dan Kudus mencipta

dengan Tuhan, sesama, dan dirinya sendiri, dan


akhirnya penghukuman kekal.

dan memelihara kita. Kita diciptakan serupa dan Penyelesaian Tuhan: Penebusan Kristus
Tuhan telah menjembatani jurang pemisah
segambar dengan Pribadi-Nya, untuk
untukmemuliakan dan mencerminkan Dia.

antara manusia dengan diri-Nya melalui

Dengan melakukannya, kita mendapatkan

melaluipenebusan Tuhan Yesus Kristus. Ketika

kepenuhan di dalam Dia.

Tuhan Yesus Kristus mati di kayu salib dan

Masalah Manusia: Dosa dan Keterhilangan

kemudian bangkit kembali, Ia telah Ia

Manusia memberontak pada Tuhan dengan

telah membayar hukuman yang seharusnya

memilih jalannya sendiri. Pemberontakan

dijatuhkan atas kita karena dosa-dosa kita.

manusia ini disebut dosa, yang diwujudkan

Tanggapan Manusia: Menerima Kristus

dengan sikap tidak menundukkan diri pada

Manusia perlu menanggapi kasih Tuhan dengan

Tuhan maupun melawan Tuhan. Dosa

menyeberangi jembatan itu, yaitu

mengakibatkan keterpisahanmanusia

dengan percayadan menerima Tuhan Yesus


Kristus melalui suatu undangan yang bersifat

Jaminan Keselamatan

pribadi.

Fakta Jaminan Keselamatan


Fakta: Firman Tuhan dari Yohanes 10:27-30
Fakta: Firman Tuhan dari Yohanes 1:12; 5:24
Fakta: Firman Tuhan dari 1 Yohanes 5:11-13
Fakta Firman Tuhan lainnya
Faktor Penggoyah Keyakinan Keselamatan
Faktor: Pekerjaan Iblis

Fakta kepastian keselamatan kita dijamin oleh Tuhan, yang dinyatakan dalamFirman-Nya, bukan oleh p
Faktor: Perbuatan Dosa

Kristus Sebagai Pusat Hidup Orang Percaya

Kristus sebagai Pusat: Apa


Menempatkan Kristus sebagai Tuhan atas seluruh kehidupan. Pertanyaan yang diajukan dalam seluruh as
Menempatkan Kristus sebagai Teladan atas seluruh kehidupan. Pertanyaan yang diajukan dalam seluruh
Menempatkan Kristus sebagai Tujuan atas seluruh kehidupan. Pertanyaan yang diajukan dalam seluruh a
Apakah hal ini mengasihi dan memuliakan Kristus?
HIDUP LAMA: Berpusat pada Aku
HIDUP BARU: Berpusat pada Kristus
Kristus sebagai Pusat: Mengapa
Kedudukan Kristus
Penebusan Kristus
Kedaulatan Kristus
Kristus sebagai Pusat: Bagaimana
Segitiga Emas Pertumbuhan Rohani:

Roh Kudus di Dalam Hidup Orang Percaya

Pribadi Roh Kudus


Roh Kudus adalah Pribadi
Roh Kudus adalah Allah
Roh Kudus diam di dalam kita
Karya Roh Kudus
Karya Roh Kudus yang evangelistis

menginsafkan, mempertobatkan, dan melahirkan kembali'


Karya Roh Kudus yang paedagogis

memimpin, menghibur, dan mengajar'


Karya Roh Kudus yang organis

memperbaharui, menumbuhkan, dan menyucikan'


Karya Roh Kudus yang kharismatis
memberi kuasa, keterbebanan, dan karunia untuk melayani'

Bertumbuh oleh Roh Kudus


Bertumbuh oleh Roh Kudus
Waktu Teduh

Apakah Waktu Teduh?

Waktu Teduh adalah waktu untuk bersekutu dengan Tuhan secara pribadi melalui Firman dan doa yang di kh
Persekutuan dengan TUHAN dalam penggambaran Alkitab: Tuhan & Bait Tuhan (1Kor 6:19 ); Pokok anggur
Mengapa Melakukan Waktu Teduh?
Waktu teduh merupakan sarana kasih karunia TUHAN:
P ertumbuhan
P emulihan
P enerangan

Firman Tuhan

Makna Firman Tuhan

Tidak seorang pun akan dapat mengenal Tuhan jika Ia tidak menyatakan Diri-Nya kepada kita. Pernyataan Diri (
Wahyu Umum: Alam Semesta, Sejarah Dunia, Hati Nurani
Wahyu Khusus: Firman yang dituliskan dalam Alkitab
Wahyu Khusus: Firman yang menjadi manusia dalam Yesus Kristus
Manfaat Firman Tuhan
Firman Tuhan menuntun padakeselamatan
Firman Tuhan menolong pertumbuhan
Firman Tuhan memperlengkapi bagipelayanan

Doa

Apakah Berdoa
Doa merupakan:
Hak istimewa anak Tuhan
Komunikasi dengan Tuhan
Mengapa Berdoa?
Dari pihak Tuhan:
Tuhan ingin kita mencari dan bersekutu dengan-Nya
Tuhan ingin kita meminta pada-Nya danmenikmati sukacita-Nya
Tuhan ingin kita terlibat dalam karya-Nya dan memuliakan-Nya

Dari pihak manusia:

Tuhan merancang kita untuk hidup dalam persekutuan dengan-Nya.


Tuhan menebus kita untuk memulihkanpersekutuan dengan-Nya.
Tuhan mengubah kita melalui saranapersekutuan dengan-Nya.

Bersekutu

Apakah Bersekutu?
Kita dilahirkan kembali ke dalam Keluarga Tuhan
Kita bersekutu sebagai sesama anggotaKeluarga Tuhan
Mengapa Bersekutu?
Persaudaraan yang mendorong & meneguhkan
Pengajaranyang mengubahkan & menumbuhkan
Penyembahanbersama dalam roh & kebenaran
Pelayanan yang memenuhi kebutuhan & menjadi kesaksian

Bagaimana Bersekutu?
1. Komitmen Lihat : bersedia untuk coba melihat
2. Komitmen Datang : bersedia datang secara rutin
3. Komitmen Tumbuh : mencari dan menggunakan kesempatan yang tersedia untuk bertumbuh
4. Komitmen Layani : mencari dan menggunakan kesempatan yang tersedia untuk terlibat dalam pelayanan

Bersaksi

Apakah Bersaksi?
Bersaksi adalah menceritakan kepada orang lain apa yang dia lihat, dengar, dan alami dalam hidupnya.

Menerima Kristus adalah pengalaman paling penting yang perlu disaksikan kepada orang lain sebagai berita utam
Bagaimana Bersaksi?

Dua Sisi Bersaksi:


1. Bersaksi melalui Kehidupan

Daya tarik kehidupan yang penuh integritas

Daya tarik kehidupan yangberbelas kasihan

Daya tarik kehidupan yang otentik

2. Bersaksi melalui Perkataan

Perkataan langsung

Perkataan tidak langsung

Perkataan undangan

Menularkan Berakar dalam Kristus

Pelipatgandaan Rohani
Apa: Pelipatgandaan Rohani

Mengapa: Amanat Agung

Bagaimana: Prinsip Timotius

Langkah Selanjutnya
Memahami

Melakukan

Membagika

Gaya Hidup

Rencana Penyelamatan Tuhan


1 John 5:11-12 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita
dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa
tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.
Bagian ini mengatakan pada kita bahwa Tuhan telah memberikan hidup kekal dan hidup ini ada
didalam AnakNya, Yesus Kristus. Dengan kata lain, cara untuk mendapatkan hidup kekal adalah
dengan memiliki Anak. Pertanyaannya, bagaimana seseorang bisa memiliki Anak Allah?

Masalah Manusia
Terpisah Dari Tuhan
Isaiah 59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu,
dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar,
ialah segala dosamu.
Romans 5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati
untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Menurut Romans 5:8, Tuhan menunjukan kasihNya kepada kita melalui kematian AnakNya.
Kenapa Kristus harus mati bagi kita? Karena Alkitab menyatakan bahwa semua manusia telah
berdosa. Berdosa artinya tidak mengenai target. Alkitab berkata Karena semua orang telah
berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Rom. 3:23). Dengan kata lain, dosa kita
memisahkan kita dari Tuhan yang kudus sempurna (dalam kebenaran dan keadilan) dan karena
itu Tuhan harus menghukum dosa manusia.
Habakkuk 1:13a Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat
memandang kelaliman.

Kesia-siaan Usaha Kita


Alkitab juga mengajarkan bahwa tidak ada kebaikan manusia, usaha, moral, atau kegiatan
keagamaan yang bisa diterima Tuhan atau bisa membuat seseorang masuk sorga. Manusia
bermoral, manusia beragama, dan manusia tidak bermoral dan tidak beragama ada diperahu
yang sama. Mereka tidak bisa memenuhi syarat Allah. Setelah membahas tentang manusia tidak
bermoral, manusia bermoral, dan manusia beragama dalam Romans 1:18-3:8, Rasul Paulus
menyatakan bahwa baik Yahudi dan Yunani ada dibawa dosa, yaitu Tidak ada yang benar,
seorangpun tidak (Rom. 3:9-10). Selain ini ada beberapa ayat Alkitab yang sama:
Ephesians 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil
usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang
memegahkan diri.
Titus 3:5-7 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang
telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh

pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, 6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh
Yesus Kristus, Juruselamat kita, 7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karuniaNya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.
Romans 4:1-5 Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita? 2
Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk
bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. 3 Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu
percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai
kebenaran." 4 Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah,
tetapi sebagai haknya. 5 Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia
yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran,

Tidak ada kebaikan manusia yang berkenan pada Tuhan. Tuhan sempurna dalam kebenaran.
Karena itu, Habakkuk 1:13 mengatakan pada kita bahwa Tuhan tidak bisa bersekutu dengan
orang yang tidak sempurna dalam kebenaran. Untuk bisa diterima oleh Tuhan, kita harus sebaik
Tuhan. Dihadapan Tuhan, kita berdiri telanjang, tidak berdaya. Sebanyak apapun hidup baik tidak
akan membawa kita kesurga atau memberikan kita kehidupan kekal. Jadi apa jalan keluarnya?
Solusi Tuhan
Tuhan tidak hanya sempurna dalam kekudusan (merupakan karakter kesucian yang tidak bisa
kita dapatkan melalui usaha kita) tapi Dia juga sempurna dalam kasih dan penuh belas kasih dan
kasih karunia. Karena kasih dan anugrahNya, Dia tidak membiarkan kita tanpa harapan dan
jawaban.
Romans 5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati
untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Ini kabar baik Alkitab, isi dari injil. Ini pesan mengenai Tuhan memberikan AnakNya menjadi
manusia (Tuhan yang jadi manusia), hidup tidak berdosa, mati dikayu salib untuk dosa kita, dan
dibangkitkan dari kematian membuktikan bahwa Dia Anak Allah dan nilai kematianNya
menggantikan kita.
Romans 1:4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang
mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita,

Romans 4:25 yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan
karena pembenaran kita.
2 Corinthians 5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita,
supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
1 Peter 3:18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk
orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh
dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh;

Bagaimana Kita Bisa Menerima Anak Allah?


Karena apa yang sudah dicapai Yesus Kristus bagi kita dikayu salib, Alkitab berkata Dia yang
adalah Anak memiliki hidup. Kita bisa menerima Anak, Yesus Kristus, sebagai Juruselamat kita
melalui iman, dengan percaya pada pribadi Kristus dan kematianNya untuk dosa kita.
John 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak
Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.
John 3:16-18 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan
Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan
beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk
menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepadaNya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman,
sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
Ini artinya kita semua datang kepada Tuhan dengan cara yang sama: (1) sebagai orang berdosa
yang menyadari keberdosaannya, (2) menyadari bahwa tidak ada usaha manusia yang bisa
menghasilkan keselamatan, dan (3) berserah penuh hanya kepada Kristus melalui iman untuk
mendapat keselamatan.
Jika anda ingin menerima dan percaya pada Kristus sebagai Juruselama pribadi anda, anda bisa
menyatakan iman anda dalam Kristus melalui doa pengakuan disa, menerima pengampunanNya
dan meletakan iman anda pada Kristus untuk diselamatkan.

Jika anda sudah percaya Kristus, anda perlu belajar hidup baru dan berjalan bersama Tuhan. Kami
mengusulkan anda memulainnya dengan ABCs for Christian Growth. Seri ini akan membawa
anda langkah demi langkah kedalam kebenaran dasar iman dalam Firman Tuhan dan menolong
anda membangun dasar yang kuat bagi imanmu dalam Kristus.

EMPAT KUNCI HIDUP AYUB

Ada 4 kunci dalam hidup Ayub (juga ditulis dalam ayat 8) dan ini dipuji Tuhan, berarti itu benar dan sungguh-sungguh berkenan
kepada Tuhan, yaitu:
Ayub itu seorang yang:
1. Saleh dan
2. Jujur, tulus,
3. Takut akan Allah,
4. Menjauhi kejahatan.

KUNCI I: SALEH
Maz 51:8 Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan
hikmat kepadaku.
Ayub hidup dalam kesucian, tidak ada dosa, tidak hidup dalam dosa dalam segala segi hidupnya di hadapan Tuhan (kalau suci di
hadapan manusia itu belum betul-betul suci, sebab penilaian manusia itu terbatas, sebab manusia hanya bisa melihat dari luar
saja). Kalau Tuhan yang mengatakan bahwa Ayub suci, itu betul-betul suci, sebab Allah tahu sampai dalam hati dan pikiran anganangannya.

Ini suatu prestasi atau keadaan yang sangat indah. Dalam Alkitab KJV disebut blameless, tidak bercacat cela. Pengakuan Allah ini
suatu penilaian yang sangat tinggi dan mulia, lebih dari gelar S3 atau Nobel atau gelar apapun dalam dunia ini, suatu
kehormatan di hadapan Allah, itu sangat indah dan sangat mulia serta berlaku sampai kekal! Lebih ajaib lagi, setiap orang
beriman bisa mendapatkan penghargaan yang mulia ini, sebab Tuhan yang memungkinkannya. Setiap orang yang lahir baru,
bisa hidup suci sebab ia sudah ditebus oleh darah Yesus, Yoh 8:36 ia sudah dimerdekakan dari dosa, asal percaya dan mau pasti
bisa. Rom 6:2,18.
Sudah banyak orang beriman yang hidup tidak bercacat cela, tetapi ada juga beberapa yang jatuh dalam dosa. Daudpun pernah
jatuh dalam dosa tetapi ia bertobat dan kembali disucikan Tuhan. Lain halnya dengan Saul, ia tidak mau bertobat dan mati dalam
dosanya. Ayub tetap hidup suci, saleh dan Tuhan berkenan kepadanya. Putra manusia Yesus tetap hidup suci sampai ke akhir, ia
tetap taat sampai mati disiksa karena dosa-dosa manusia Pil 2:8.
Mengapa hidup Ayub menjadi begitu indah di dunia sampai di Surga untuk kekal. Sebab Ayub memelihara hidupnya dalam
kesucian, ini kunci pertama.

KUNCI II: TULUS


Ayub bukan saja memelihara hidupnya di dalam kesucian, tetapi juga di dalam problem, godaan, kesempatan dll tetap tulus, yaitu
tetap taat kepada Firman Tuhan dan suci sampai dalam batin, angan-angan dan cita-citanya.
Tidak ada tindakan atau reaksi dosa, juga di dalam hati dan angan-angannya tidak ada rencana dosa.

Jadi Ayub menjaga hidupnya tetap dalam kesucian, tidak ada dosa, baik dalam keadaan pasif atau aktif, tetap tidak berdosa, tetap
saleh dan tulus.
Ini terbukti waktu semua hartanya habis dan 10 anaknya mati, Ayub tetap suci, tidak bereaksi dosa bahkan berkata yang salahpun,
tidak!
Ayub 1:20-22 Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah,
katanya: Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang
memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN! Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh
Allah berbuat yang kurang patut.
Meskipun isterinya marah dan menghojat Tuhan dan mengajak Ayub juga untuk menghojat Tuhan, tetapi Ayub yang sama-sama
sangat menderita dan sangat berdukacita, tetap tidak mau menghojat Tuhan, bahkan ia marah pada isterinya yang berani melawan
Allah begitu keji.
Ayub 2:10 Tetapi jawab Ayub kepadanya: Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari
Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk? Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Ini suatu hal yang sangat indah dan mulia di hadapan Allah, luar biasa. Ujian yang dialami Ayub ini sangat dahsyat, tetapi ia lulus.
Ini kunci hidup Ayub yang kedua, di dalam menghadapi siapa saja, peristiwa apa saja, sikon apa saja, ia tetap tidak bereaksi atau
bertindak dosa, bahkan dalam hatinya pun tidak ada rencana dosa apapun!

KUNCI III: TAKUT AKAN ALLAH


Ams 19:23 Takut akan Allah mendatangkan hidup, (ini kunci!) maka orang bermalam dengan puas, tanpa ditimpa malapetaka.
Ams 23:17 Janganlah hatimu dengki akan orang yang berdosa, melainkan takutlah akan Tuhan pada tiap-tiap hari; (TL)
Pkh 8:12-13 Tetapi jikalau orang fasik berbuat jahat seratus ganda sekalipun dan tinggal dengan hidupnya, kuketahui juga bahwa
selamatlah kelak segala orang yang beribadat kepada Allah dan yang takut akan hadirat-Nya. Tetapi orang jahat tiada akan
selamat dan tiada melanjutkan umurnya, melainkan seperti bayang-bayang adanya, sebab tiada ia takut akan hadirat Allah. (TL)
Pkh 12:13 Maka kesudahan segala perkara yang didengar ia ini: Takutlah akan Allah danpeliharakanlah segala firmanNya,
karena itulah patut kepada segala manusia. (TL)

Dimana saja, dalam keadaan apa saja Ayub takut akan Allah itu berarti ia tetap hidup suci, sebab tahu Allah selalu mengikuti dan
melihatnya sampai dalam hati Ibr 4:12dimana saja dan dalam hal apa saja.
Meskipun:
a) Ada kesempatan untuk berbuat

dosa, ia tetap tidak berdosa, sebab takut

akan Allah. Ini seperti apa yang dialami Yusuf.

Kej 39:9 bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari
pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa
terhadap Allah?
b). Sekalipun dijahati orang, ia tetap tidak bereaksi dosa.
Rom 12:21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!
Di dalam dunia, membalas orang yang berbuat jahat (dengan marah dan benci) menghajarnya (dengan sepuas-puas hatinya) itu
tidak salah; tetapi Ayub dan orang-orang beriman tidak demikian. Sekalipun dijahati, tidak timbul dosa dalam hati dan perbuatannya.
c). Sekalipun digoda, diajak atau didorong untuk berbuat dosa, ia tetap tidak berbuat dosa sebab takut akan Allah.
Ini hal yang indah dari Ayub, kunci ke-3 dalam hidupnya, sehingga hidupnya berbahagia sebab disertai, diberkati dan dilindungi
Tuhan.
Maz 112:1 Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.

KUNCI IV: JAUH DARI YANG JAHAT

Ams 22:3 Orang bijaksana itu serta dilihatnya jahat, makadisembunyikannya dirinya, tetapi orang bodoh melangsung juga lalu
kena. (TL)
Orang yang selalu menjauhkan diri dari yang jahat seperti Ayub, itu indah di hadapan Tuhan. Tetapi orang yang dengansengaja
bisa masuk dan tinggal di tengah-tengah yang jahat seperti Gereja Pergamus, itu suatu cacat.
Wah 2:13 Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan
engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di
hadapan kamu, di mana Iblis diam.
Justru orang yang hidup jauh dari dosa itu indah di hadapan Allah dan bahagia.
Maz 1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang
tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
Mengapa orang-orang suci selalu menjauhi yang jahat?
Bukankah Tuhan sudah melepaskan kita dari dosa dan kita bebas dari dosa oleh pekerjaan Kristus? Ya, betul kita bebas, tetapi:
1). Kita bukan kebal dari dosa,
2). Semua orang tetap hidup dalam tubuh daging (yang menarik kepada hal-hal kedagingan dan dosa), sekalipun orang-orang
suci yang indah-indah seperti Musa, Daud, Daniel dll.
Sebab itu kalau kita berada di tengah-tengah dosa, daging kita akan dirangsang, dilazatkan oleh dosa, maka tabiat daging akan
bangun, tumbuh menjadi makin hidup dan makin kuat. Apalagi kalau dengan sengaja (= ada keinginan) masih di tengah-tengah
dosa, itu sudah berarti kejatuhan, ia sudah berbuat menuruti keinginan hatinya, itu sudah menjadi perbuatan dosa, sehingga
dengan demikian roh tertekan, pergumulan daging dan roh menjadi terlalu berat, tidak dapat ditanggung dan biasanya ia sudah
dikalahkan dan diperhambakan oleh dosa.
Rom 13:14 Melainkan hendaklah kamu bersalut dengan Yesus Kristus Tuhan itu, dan jangan melazatkan tabiat tubuhmu (artinya
bersenang-senang menuruti nafsu daging, TB: Merawat tubuhmu) sehingga menguatkan hawa nafsu. (TL)
Sebab itu orang yang sungguh-sungguh mau hidup suci itu menjauhkan diri dari dosa.
Ini adalah tanda bahwa orang itu punya niat dalam hatinya untuk hidup suci, mau hidup suci, sebab itu sebelum jatuh dalam
dosa, ia sudah menjauhi segala hal-hal dosa supaya tidak sampai dikuatkan untuk berbuat dosa lalu jatuh. Jadi menjauhkan diri
dari dosa adalahtanda hati yang mau, punya niat untuk tetap hidup dalam kesucian. Sebab itu orang yang mau hidup suci itu
menjauhkan diri dari yang jahat.

Kalau orang seperti Ayub toh bertemu dengan perkara-perkara dosa, godaan dan pencobaan,ia tetap tidak akan berdosa, tidak
jatuh dalam dosa sebab:
1). Ia memang tidak mau.
2). Roh Kudus selalu standby menolong orang yang memang tidak mau berdosa, dan Roh Kudus di dalamnya ini sangat kuat
(1Yoh 4:4).
3). Tuhan yang tahu lebih dahulu, tidak akan membiarkan pencobaan yang lebih besar dari kekuatannya menimpa dia.
Biasanya Roh Kudus akan sanggup memimpin orang-orang seperti ini keluar dari pencobaan itu tanpa jatuh.
1Kor 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia.
Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia
akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Sebab itu orang-orang ini, kalau toh menghadapi godaan dosa, biasanya tetap menang, kecuali kalau ia tertipu lalu ingin, maka ia
akan jatuh dalam dosa.
Orang yang ingin berbuat dosa atau yang plin-plan (berbuat juga boleh, tidak berbuat juga tidak apa-apa), tidak akan menjauhi
yang jahat sebab mungkin saja ia akan melakukan keduanya.
Jadi menjauhi yang jahat adalah tanda bahwa orang itu memang mau hidup suci, mau tetap lepas dari dosa dan segala
kejahatan.
Dina dipercabuli oleh Sichem sebab plin-plan atau memang ingin coba-coba merasakan dosa sex. Kej 34:1-2.Sebab itu ia
dekat-dekat dengan Sichem dan mau saja diperkosa. Kalau ia betul-betul tidak mau, ia tidak akan dekat-dekat, tetapi menjauhi
segala kemungkinan yang jahat itu, dan kalau toh ia bertemu Sichem dan dirayu ia akan menolak, sekalipun dipaksa ia akan
melawan dan Roh Kudus akan selalu siap menolong orang yang mau hidup suci dan Roh Kudus pasti punya jalan keluar yang
tepat dan berkemenangan.
2Pet 2:9a jikalau begitu, sudah nyata bahwa Tuhan tahu melepaskan segala orang yang beribadat dari dalam pencobaan, (TL)
Contoh lain Yusuf, ia lepas dari pelukan isteri Potifar, hanya baju luarnya yang tertinggal dalam pelukan isteri Potifar Kej 39:12.
Sebaliknya Betsyeba waktu dipanggil Daud untuk diajak berzinah, memang mau, kalau ia menolak pasti Daud tidak akan
membunuh atau mencelakakannya. Memang si Betsyeba tidak setia dan anak pertama dihukum mati oleh Tuhan 2Sam 11:4.
Jadi sikap seperti ini (menjauhi yang jahat) itu berkenan kepada Tuhan, sebab niat hatinya betul, baik, sungguh-sungguh ingin hidup
dalam kesucian.
Semua kunci Ayub ini tentang dosa dan kesucian:
1. Saleh, hidup suci dalam segala segi hidup.
2. Tulus, dicobai dalam segala perkara, tidak bereaksi dosa, tetap suci.
3. Takut akan Tuhan, tidak berani berdosa sekalipun ada kesempatan dan alasan ini dan itu.
4. Menjauhi kejahatan supaya tetap tinggal suci.

Ini kunci hidup seperti Ayub, sehingga hidupnya diperkenan Tuhan, tumbuh dan ber-buah-buah dan mulia sampai kekal. Ia puas
dan bahagia, sekalipun diuji dengan dahsyat, tetap lulus dan menjadi makin mulia, mungkin juga ia naik sampai level sempurna.

4 DOSA YANG TIDAK DAPAT DIAMPUNI


Alkitab mengatakan bahwa upah dosa ialah maut (Roma 6:23). Namun di bagian lain di dalam Alkitab
disebutkan bahwa ada dosa yang mendatangkan maut dan yang tidak mendatangkan maut (1 Yohanes
5:16). Kedua statement Alkitab ini, tentulah tidak perlu diragukan lagi kebenarannya, sebab Alkitab tidak
bertentangan satu sama lain melainkan sebaliknya, yaitu saling melengkapi.
Berikut ini adalah beberapa jenis dosa yang menurut Alkitab tidak mendapat ampun, beberapa di antaranya
tertulis secara eksplisit, sementara yang lainnya secaram implisit (tersirat).

A. DOSA MENGHUJAT ROH KUDUS


Kategori ini merupakan yang paling tegas dicatat di dalam Alkitab. Di dalam Matius 12:32 dikatakan Apabila
seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh
Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak. Pernyataan
serupa juga di catat di dalam Lukas 12:10.
Oleh karena itulah kategori ini disebut sebagai dosa yang tidak dapat diampuni.
(uraian lengkapnya masih sedang proses, yaitu mengenai: seperti apa dosa tersebut? masih berlakukah
hingga sekarang? kepada siapa saja ditujukan? dll)

B. DOSA MURTAD

Kategori kedua yang dicatat di dalam Alkitab adalah dosa murtad. Dosa murtad ini artinya adalah apabila
seseorang dulunya sudah pernah sungguh-sungguh bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus sebagai
Tuhan dan juru selamatnya secara pribadi, tetapi akhirnya dia mulai meragukan imannya itu, hingga
akhirnya menyangkal imannya. Kebenaran tentang kategori ini banyak tersebar di dalam Alkitab, bahkan
ada juga tipologinya di dalam PL. (tentang tipologi dosa murtad di PL akan dibahas kemudian).
Di dalam kitab-kitab PB sendiri disebutkan bahwa:

1 Korintus 15:2, orang yang menyangkal iman di istilahkan sebagai orang yang telah sia-sia
menjadi percaya.

Ibrani 6:4-6, orang yang menyangkal iman diistilahkan sebagai orang yang menyalibkan lagi
Anak Allah.

Ibrani 10:38, orang yang menyangkal iman diistilahkan sebagai orang yangmengundurkan diri.
Dengan demikian, setiap orang yang melakukan dosa ini, maka dia tidak akan diampuni lagi untuk kedua
kalinya.

C. DOSA MENYANGKAL ANAK MANUSIA


Kategori ini kita temukan di dalam Matius 10:32-33, Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia,
Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di
depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.
Jadi, setiap orang yang menyangkal Yesus di hadapan manusia nantinya akan disangkal Allah Bapa. Ini
menjelaskan kepada kita bahwa kategori dosa ini juga tidak akan mendapat ampun.
(pembahasan terkait masih sedang saya kerjakan tentang kasus penyangkalan Yesus oleh Rasul Petrus)

D. DOSA MALAIKAT

Secara eksplisit, tidak ada ayat Alkitab yang mengatakan bahwa dosa malaikat tidak dapat diampuni. Tetapi,
kita bisa faham tentang kategori ini jika kita bandingkan dengan apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam
suratnya kepada orang-orang Ibrani. Ibrani 2:14-17

Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka
dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis,
yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur
hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. Sebab sesungguhnya, bukan
malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani. Itulah sebabnya, maka
dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang
menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
Jadi, kematian Yesus di kayu salib hanyalah untuk menebus umat manusia. Penebusan tersebut sama sekali
tidak pernah diaplikasikan kepada para malaikat. Sebagaina firman Tuhan dengan tegas berkata bahwa
bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani,
(juga akan saya susun artikel terkait yang lebih lengkap tentang topik yang keempat ini, sekaligus akan
menjawab: dosa apa yang dilakukan malaikat? mengapa dosa malaikat malaikat tidak bisa diampuni?
Apakah Allah menciptakan Iblis? dll)
Semoga informasi singkat ini memberikan sedikit suntikan bagi kita untuk menumbuhkan semangat
belajar firman Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati.

Apa definisi dosa?

Jawaban: Dosa digambarkan dalam Alkitab sebagai pelanggaran hukum Allah (1 Yohanes 3:4) dan
pemberontakan melawan Allah (Ulangan 9:7; Yosua 1:18). Dosa berawal dari Lucifer, si Bintang Timur,
Putra Fajar, yang paling cantik dan gagah perkasa dari semua malaikat. Karena tidak puas dengan
semua ini, dia ingin menjadi Allah yang mahatinggi dan hal ini menyebabkan kejatuhannya dan awal dari
dosa (Yesaya 14:12-15). Dengan nama baru, Iblis, dia membawa dosa kepada umat manusia di taman
Eden ketika dia mencobai Adam dan Hawa dengan godaan yang sama, engkau akan menjadi sama
seperti Allah. Kejadian 3 menjelaskan pemberontakan mereka melawan Allah dan perintah-perintahNya.
Sejak saat itu dosa diwariskan kepada semua generasi umat manusia dan kita, sebagai keturunan Adam,
mewarisi dosa dari dia. Roma 5:12 memberitahukan bahwa melalui Adam dosa masuk ke dalam dunia
dan kematian diwariskan kepada semua orang karena upah dosa adalah maut (Roma 6:23).
Melalui Adam kecenderungan untuk berbuat dosa masuk ke dalam umat manusia dan manusia menjadi
orang yang secara natur sudah berdosa. Ketika Adam berdosa naturnya diubah oleh dosa dan
pemberontakannya mengakibatkan kematian secara rohani dan kejatuhan yang diwariskan pada semua

yang lahir setelah dia. Manusia menjadi orang-orang berdosa bukan karena mereka berbuat dosa,
mereka berbuat dosa karena mereka adalah orang-orang berdosa. Inilah keadaan yang disebut sebagai
dosa warisan. Sama seperti kita mewarisi karakteristik fisik dari orangtua kita, kita mewarisi natur dosa
dari Adam. Raja Daud meratapi natur kejatuhan manusia ini dalam Mazmur 51:7 Sesungguhnya, dalam
kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
Jenis dosa yang lain dikenal sebagai dosa dikenal sebagai dosa yang diimputasikan. Dalam dunia
keuangan dan hukum, kata Bahasa Yunani yang diterjemahkan dimputasikan berarti mengambil sesuatu
dari orang lain dan memperhitungkan itu kepada orang lainnya lagi. Sebelum hukum Musa diberikan,
dosa tidak diperhitungkan kepada manusia sekalipun manusia tetap berdosa karena dosa warisan.
Setelah Hukum Taurat diberikan, dosa-dosa yang melanggar Hukum Taurat dimputasikan
(diperhitungkan) kepada manusia (Roma 5:13). Bahkan sebelum pelanggaran Taurat diperhitungkan
pada manusia, hukuman yang paling berat terhadap dosa (kematian) tetap berlaku (Roma 5:14). Semua
orang, dari Adam sampai Musa, takluk kepada kematian, bukan karena mereka melanggar hukum Musa
(yang tidak mereka miliki), namun karena natur dosa yang mereka warisi. Setelah Musa, umat manusia
mengalami kematian karena dosa warisan dari Adam dan karena dosa yang diimputasikan karena
pelanggaran hukum Tuhan.
Allah mempergunakan prinsip imputasi untuk keuntungan umat manusia ketika Dia memperhitungkan
dosa orang-orang percaya kepada Yesus Kristus yang telah membayar hutang dosa (kematian) di atas
salib. Karena memperhitungkan dosa kita kepada Yesus, Allah memperlakukan Dia seperti Dia adalah
orang berdosa walaupun sebetulnya Dia tidak berdosa, dan mengakibatkan Yesus mati bagi dosa-dosa
semua orang yang percaya kepadaNya.
Penting untuk dimengerti bahwa dosa diperhitungkan kepada Yesus namun Dia tidak mewarisinya dari
Adam. Dia menanggung hukuman dosa, namun Dia tidak pernah menjadi orang berdosa. Natur Yesus
yang suci dan sempurna tidak tersentuh oleh dosa. Sekalipun Dia tidak pernah berbuat dosa, Dia
diperlakukan sepertinya Dia yang bersalah karena dosa-dosa yang dilakukan oleh orang-orang yang
akhirnya percaya kepadaNya. Sebagai gantinya, Allah memperhitungkan kebenaran dan keadilan Kristus
kepada orang-orang percaya sama seperti Dia memperhitungkan dosa kita kepada Yesus (2 Korintus
5:21).
Dosa pribadi adalah dosa yang dilakukan setiap hari oleh setiap orang. Karena kita telah mewarisi natur
dosa dari Adam, kita berbuat dosa secara individu, dosa pribadi segala sesuatu, mulai dari dosa yang
paling polos sampai pada pembunuhan. Mereka yang tidak beriman pada Yesus Kristus harus
menanggung hukuman untuk dosa-dosa pribadi ini, sekaligus dosa-dosa yang diwarisi dan diimputasikan.
Namun demikian, orang-orang percaya telah dibebaskan dari hukuman kekal untuk dosa (kematian
rohani dan neraka). Sekarang kita bisa memilih apakah akan melakukan dosa pribadi atau tidak karena
melalui Roh Kudus yang berdiam di dalam kita, yang menguduskan dan meyakinkan kita akan dosa, kita
sekarang memiliki kuasa untuk menolak dosa (Roma 8:9-11). Setelah kita mengakui dosa pribadi kita
kepada Allah dan mohon pengampunanNya, hubungan dan persekutuan kita dengan Tuhan dipulihkan
kembali. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni
segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Dosa warisan, dosa yang diimputasikan dan dosa pribadi semuanya telah disalibkan di kayu salib

Yesus dan sekarang di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan
dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya (Efesus 1:7).
Diposkan 21st September 2011 oleh campus graha

Dosa kecil & dosa besar: studi konsep dosa

Kita mungkin pernah mendengar orang berdoa demikian: Tuhan, ampunilah dosa yang kami perbuat, baik yang besar
maupun yang kecil (dosa besar sama dengan dosa mematikan dan dosa kecil sama dengan dosa ringan).
Pengkalimatan ini menghadirkan diskusi yang mempertanyakan apa sebenarnya ukuran untuk mengatakan dosa kecil dan
dosa besar. Apakah di Alkitab ditemukan daftar dosa-dosa yang kecil dan daftar dosa-dosa yang besar??? Pertanyaan ini
sangatlah praktis namun mengandung makna yang sangat mendalam. Manusia dalam pemikirannya mencoba membuat
pembedaan tingkatan dosa, besar dan kecil. Ini tentunya tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam Alkitab, karena di
dalam keseluruhan isi Alkitab sebenarnya tidak ditemukan pembedaan antara dosa besar dan kecil, melainkan lebih kepada
penjelasan beberapa variasi tindakan dosa. Pembedaan ini hanya ada di dalam persepsi manusia.
Sehubungan dengan hal di atas, tentu menarik untuk mengkaji soal dosa ini supaya setiap orang percaya memiliki
pemahaman yang benar tentang dosa. Pemahaman yang benar bukan sebatas pada tataran teori saja, tetapi yang paling
baik sampai kepada kehidupan praktis sehingga hidup orang percaya sungguh menghadirkan kebenaran.

BEBERAPA PANDANGAN TENTANG DOSA: Kajian Awal


Di era sebelum reformasi, dosa dikategorikan menjadi dua bagian, yakni: dosa besar (dosa mematikan) dan dosa
kecil (dosa ringan). Pembedaan ini dibuat oleh Tertullianus dan Agustinus, dan kemudian dijabarkan oleh teolog Skolastik
seperti Lombard dan Aquinas serta kemudian menjadi penting dalam pemahaman Gereja Katolik Roma. Dosa besar hanya
dapat dihapus dengan pertobatan, membeli surat penghapus dosa (indulgensi), sedangkan dosa kecil dengan pengakuan,
berbuat amal. Kondisi ini berkembang sehingga orang Kristen pada waktu itu tidak takut berbuat dosa karena mereka dapat
membeli surat penghapus dosa. Memiliki surat penghapus dosa berarti berbuat dosa lagi tidaklah menjadi masalah besar,
yang
penting
sudah
memiliki
surat
penghapus
dosa.
Agustinus menyebut dosa privatio boni. Dosa lebih dari sekedar hilangnya kebaikan, tetapi juga merupakan pemberontakan
yang aktif terhadap Allah. Di sisi lain yang sangat berseberangan arti, Teologi Liberal (sekitar abad 19), mempunyai
pandangan dosa sebagai perusak hubungan antara manusia dengan manusia, dan mereka berusaha menjadikan manusia
sebagai pusat standard universal sehingga memungkinkan mempersamakan semua agama. Pengertian ini muncul karena
mereka hanya melihat relasi manusia dengan manusia dan bukan relasi manusia dengan Allah.
R.C.Sproul dalam bukunya Kebenaran-Kebenaran Dasar Iman Kristen mengatakan bahwa dosa didefinisikan sebagai

pelanggaran terhadap hukum Allah yang diberikan kepada mahkluk yang berakal budi. Definisi ini memiliki tiga dimensi,
yakni:
1. dosa merupakan ketidakmauan untuk menaati, yaitu ketidaktaatan terhadap Hukum Allah;
2. dosa didefinisikan sebagai pelanggaran terhadap hukum Allah;
3. dosa merupakan tindakan yang dilakukan oleh mahkluk yang berakal budi.

PENGERTIAN DOSA: Kajian Alkitabiah


Alkitab menjelaskan bahwa dosa dimulai dengan pelanggaran Adam dan Hawa di Taman Eden. Dalam tragedi Taman Eden
ini kita melihat bagaimanamanusia menanggapi apa yang ular (iblis) katakan. Mereka lebih taat kepada apa kata ular dan
mengabaikan apa yang Tuhan sudah firmankan. Dari sini dosapun menjalar keseluruh dunia, seperti tertulis dalam Roma
5:12, Sebab itu, sama seperti dosa sudah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah
maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
Kita harus ingat bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya sebagai mahkluk yang baik tanpa
pemikiran dan hasrat yang berdosa. Atau dengan kalimat lain, Allah menciptakan manusia dalam kondisi berintegritas, tetapi
merekakemudianjatuh ke dalam kondisi rusak. Dosa telah merusak gambar dan rupa Allah. Dari hal ini bisa kita katakan
bahwa yang mendasar dari dosa adalah kesombongan manusia, dimana ketundukan/ketaatan kepada Allah tidak ada
padanya. Berbicara tentang dosa harus dikaitkan dengan Allah.
Dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru kita dapat temukan pengertian tentang dosa. Kata dosa di dalam PL dan PB
dijelaskan
sebagai
berikut:
Dalam Perjanjian Lama ada beberapa kata yang dipakai untuk dosa. Pertama,chattth(dari bahasa Ibrani). Istilah ini
berarti jatuh dan kurang dari standard Tuhan yang suci (falling short of the standard of God), atau meleset dari sasaran.
Istilah kedua di dalam bahasa Ibrani adalah avon. Ini berarti guilty (bersalah) atau suatu hal yang mengakibatkan kita
merasa patut dihukum. Alkitab memakai istilah ketiga dalam bahasa Ibrani, yaitu "pesha". Pesha berarti semacam
pelanggaran. Pelanggaran berarti melewati suatu batas yang sudah ditetapkan, atau bukan saja tidak mencapai standard
yang ada, bahkan mau melawan atau melanggarnya. Jadi, pengertian ini berkaitan dengan suatu pengetahuan yang jelas
ditambah kemauan yang tidak mau taat. Saya tahu apa itu baik, tapi saya sengaja melawan. Saya tahu batas sudah di situ,
tetapi saya sengaja mau melewatinya. Tahu batas dan tahu tidak baik, tapi sengaja melewati, itu disebut "pesha".
Dalam Perjanjian Baru dipakai dua istilah yakni: Hamartia, yang merupakan padanan kata Yunani untuk chattth, yang
artinya kehilangan, meleset dari target atau sasaran yang ditetapkan. Istilah ini digambarkan seperti anak panah yang tidak
tepat pada titik sasaran yang sebenarnya. Yang kedua:Adikia, yang berarti perbuatan yang tidak benar. Ini merupakan
perbuatan lahiriah atau dari luar, yang dinilai sebagai perbuatan yang tidak benar, sama seperti yang dikatakan hukumhukum dunia tentang orang bersalah. Di pengadilan, ketika semua pemeriksaan sudah selesai, hakim akan memvonis,
seseorang
bersalah.
Itulah adikia,
yang
berarti
seseorang
sudah
berbuat
salah.
Selanjutnya di dalam Alkitab kita dapat melihat beberapa gambaran tentang variasi dosa, yakni:
a. Dosa
ketidaktahuan
* Lukas 23:34a,Yesus berkata: Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka
perbuat.
* I Timotius 1:13,...tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa
pengetahuan yaitu diluar iman.
b. Dosa
* Roma 8:26, Demikian juga roh membantu kita dalam kelemahan kita...

Kelemahan

* Matius 26:41, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapidaging lemah.
c. Dosa
* Mazmur 39:1, ...Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku...

Kecerobohan

* I Korintus 8:9, Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan
* Ibrani 2:1,...kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus

...

d. Dosa
Praduga
* II Petrus 2:10, terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang
menghina
pemerintahan
Allah.
* Mazmur 19:13, Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak Kusadari.
e. Dosa
yang
tidak
dapat
diampuni
* Matius 12:31, Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat
terhadap Roh kudus tidak akan diampuni.
Pengertian dan variasi dosa yang kita lihat sebelumnya, membawa kita melihat dua kategori dosa, yakni dosa
asal dan dosa aktual. Dosa asal adalah keadaan dan kondisi berdosa, dalam kondisi mana setiap manusia dilahirkan. Dosa
aktual adalah dosa-dosa yang berasal dari tindakan, perkataan, atau pikiran yang manusia lakukan.
Gambaran metaphora dosa menurut Harold L. Willmington dalam Doctrine of the Sin adalah sebagai berikut:
a. dosa itu beracun seperti ular (Mzm 140:3; Mat 23:33);
b. dosa itu keras kepala, seperti keledai (Ayb 11:12);
c. dosa itu kejam, seperti beruang (Dan 7:5);
d. dosa itu merusak, seperti cacing kanker (Yoel 2:25);
e. dosa itu najis, seperti anjing liar (Ams 26:11);
f. dosa itu licik, seperti rubah (Luk 13:32);
g. dosa itu sengit, seperti serigala (Yoh 10:12);
h. dosa memakan, seperti singa (Mzm 22:13; Dan 7:4);
i. dosa itu kotor, seperti babi (II Pet 2:22).

KEBERDOSAAN MANUSIA: Fakta


Menjadi orang Kristen bukan berarti kita bebas dari perbuatan dosa. Istilah Lutheran mengatakan:Simul Justus Et
Peccator, artinya orang itu sekaligus dibenarkan dan pendosa. Ini menjelaskan pada kita bahwa orang Kristen tidak
imun/kebal terhadap dosa. Mungkin ada beberapa cara yang dibuat manusia untuk mengaburkan hal ini, namun melihat
apa yang dikatakan I Yohanes 1:8-10, kita menemukan tiga fakta kesalahan yakni:
1. ay8 : berbicara tentang menyangkal adanya prinsip dosa;
2. ay9 : berbicara tentang penolakan terhadap dosa tertentu;
3. ay10 : berbicara tentang berdusta terhadap diri kita sendiri.
Kita mengetahui bahwa saat kejatuhan manusia dalam dosa (Kej 3), dosa telah menjadi universal.
Keberdosaan manusia memberikan dampak di dalam kehidupannya, seperti hilangnya kebenaran (I Yoh 1:6); hilangnya
sukacita (Mzm 51:12, Yoh 15:11; Gal 5:22; I Yoh 1:4); hilangnya damai; hilangnya kasih (I Yoh 2:5, 2:15-17, 4:12); hilangnya
persekutuan (I Yoh 1:3,6,7); hilangnya percaya diri (I Yoh 3:19-22); dan kemungkinan hilangnya kesehatan dan keadaan
fisik
yang
baik
(I
Kor
11:30).
Tindakan dosa yang berasal dari Adam menghadirkan pencemaran yang memiliki dua aspek, yakni kerusakan pervasif
(pervasive depravity) dan ketidakmampuan rohani (spiritual inability). Kerusakan pervasif berarti:
1. kerusakan akibat dosa asal menjangkau setiap aspek natur manusia, termasuk rasio, kehendak, selera dan
dorongan-dorongannya;
2. secara natur, tidak ada kasih kepada Allah di dalam diri manusia sebagai prinsip yang memotivasi hidupnya.

Sedangkan ketidakmampuan rohani berarti:


1. orang yang belum lahir baru tidak mampu melakukan, mengatakan, atau memikirkan hal yang sungguh
diperkenan Allah, yang sungguh menggenapi hukum Allah;
2. tanpa karya khusus dari Roh Kudus, orang yang belum lahir baru tidak mampu mengubah arah hidupnya yang
mendasar, dari dosa mengasihi diri menjadi kasih kepada Allah.
Kejatuhan manusia ke dalam dosa adalah indikasi terjadinya kematian rohani. Hal ini memberi makna terputusnya relasi
antara manusia dan Allah, sehingga dalam keberdosaannya manusia membutuhkan Yesus Kristus, Anak Allah, untuk
mendapat pengampunan dan penebusan dosa. Hanya Yesus-lah yang sanggup memberikan hal itu kepada manusia. Ini
jelas memberi indikasi bahwa pengampuann dosa bukan didapat dari ketaatan atau usaha manusia, tapi hanya karya Allah
semata di dalam dan melalui Tuhan Yesus Kristus.
Pengampunan yang didapat di dalam Kristus memperbaiki relasi yang sudah terputus akibat dosa sehingga terjadi
pemulihan. Keberadaan yang tadinya sebagai seteru Allah sekarang menjadi sekutu Allah. Melalui kepala pertama, yaitu
Adam, manusia menjadi berdosa; melalui Kepala kedua, yaitu Kristus, manusia bisa menjadi tidak berdosa.

ISTILAH DOSA BESAR DAN DOSA KECIL: Tanggapan dan Jawaban


Hal yang pasti, dosa sangat dibenci Allah. Ketika kita melihat adanya pembedaan tingkatan dosa dengan memakai istilah
dosa besar (mematikan/mortal-sin) dan dosa kecil (ringan/venial-sin), kita dapat mengerti asal mula penggunaannya
sebagaimana yang dijelaskan Anthony A. Hoekema dalam bukunya yang diambil dari berbagai sumber Katolik Roma,
sebagai
berikut:
Dosa yang mematikan didefinisikan sebagai suatu sikap berbalik sepenuhnya dari Allah, yang mengakibatkan matinya
anugerah yang menguduskan di dalam jiwa. Secara umum ada tiga syarat yang membuat sebuah pelanggaran disebut
dosa yang mematikan:
1. pelanggaran itu harus sangat berat, baik secara obyektif (seperti pembunuhan atau perzinahan) atau secara
subyektif (yaitu pelanggar sendiri menganggap pelanggarannya sangat berat);
2. pelanggar harus tahu bahwa pelanggaran tersebut sangat berat;
3. pelanggar harus bebas di dalam melakukan pelanggaran tersebut.
Sedangkan dosa ringan (istilah venial, dari bahasa Latin yang berarti pengampunan) didefinisikan sebagai suatu
pelanggaran terhadap Allah yang tidak cukup serius untuk bisa menyebabkan hilangnya anugerah yang menguduskan.
Dosa ringan itu seperti penyakit pada jiwa dan bukannya kematian jiwa tersebut. Sebuah dosa disebut ringan ketika
perkaranya tidak berat (misalnya mencuri uang receh, sebuah kebohongan yang dipergunakan sebagai lelucon), atau ketika
perkara yang berat tidak mendapatkan perhatian atau persetujuanyang penuh. Dosa-dosa ringan bisa menjadi mematikan
melalui hati nurani yang salah, melalui niat yang jahat, dan melalui akumulasi perkara, seperti di dalam pencurian.
Walau kita tahu konsep diatas dan banyak orang yang memakai istilah itu, kita haruslah dengan sikap tegas mengatakan
bahwa Alkitab tidak pernah membuat tingkatan dosa, tetapi lebih pada keseriusan dosa. Roma 6:23 mengatakan: Sebab
upah dosa ialah maut (kematian),... Kebenaran ini mempertegas bahwa tindakan dosa apapun pasti ada upah-nya
(hukuman). Atau dengan pengkalimatan lain, tindakan dosa sekecil apapun adalah juga gambaran pemberontakan melawan
Allah, karena didalamnya sebenarnya terkandung tindakan pengkhianatan terhadap Allah. Ajaran Protestan mengakui
bahwa semua dosa adalah serius. Kaitan dengan ini, Calvin pun memunculkan sikap menolak pembedaan, bukan karena ia
tidak melihat adanya tingkatan di dalam keseriusan dosa, tetapi karena di dalam penilaiannya, semua dosa adalah
mematikan, dalam pengertian bahwa semuanya layak menerima hukuman.
Kemudian
dijelaskan
sebagai
berikut:
Biarlah semua anak Allah berpegang pada pandangan bahwa semua dosa adalah mematikan, karena dosa adalah
pemberontakan terhadap kehendak Allah yang pasti menimbulkan murka Allah, dan karena dosa merupakan pelanggaran
terhadap hukum yang atasnya penghukuman Allah akan dinyatakan tanpa pengeculian. Dosa orang-orang kudus bisa
diampuni bukan karena natur mereka sebagai orang kudus, melainkan karena mereka mendapatkan pengampunan dari
kemurahan
Allah.
Tindakan dosa pasti berdampak pada akibat yang akan diterima, sehingga kita seharusnya membangun pemahaman yang
jelas bahwa tindakan dosa seperti apapun tidak ada pengecualian dari Allah. Allah tidak pernah kompromi dengan setiap
tindakan dosa. Ketidaksejahteraan yang dialami manusia akibat tindakan dosa itupun harus dimengerti sebagai

penghukuman Allah atas dosa yang dilakukan. Dalam Yesaya 59:2 dikatakan: Tetapi yang merupakan pemisah antara
kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu,...membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak
mendengar, ialah segala dosamu.
Jadi jelas bagi kita bahwa jika ada konsep dalam pemikiran manusia tentang pembedaan tingkatan dosa, ituhanyalah
persepsi dan tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.

MEMBANGUN PENGERTIAN DAN SIKAP YANG BENAR: Aplikasi


Orang percaya menerima pengertian yang sebenarnya bahwa dosa adalah gambaran pemberontakan kepada hukum Allah.
Tidak ada pembedaan tingkatan dosa, karena dihadapan Allah perkara dosa adalah serius (tidak ada dosa besar atau dosa
kecil). Kita harus memiliki sikap kritis dan berhati-hati dengan istilah yang dipakai walau mungkin ada kalangan tertentu
yang mempergunakannya. Istilah ini dapat kita ganti dengan: Ampunilah kami atas segala dosa yang telah diperbuat.
Hidup yang penuh ketaatan untuk melakukan hukum-hukum Allah akan memberi dampak dalam hidup rohani seseorang.
Orang percaya (warga gereja) hendaknya menampilkan sikap menghargai Allah dalam seluruh aspek hidupnya dengan
tidak kompromi terhadap dosa walaupun lingkungan sekitar menganggapnya sebagai sesuatu yang lumrah/ wajar
(meminjam istilah dosa putih).
Anugerah Allah yang telah diterima dan memberi pengampunan atas dosa hendaknya ditindak lanjuti dengan tetap
mempertahankan hidup benar dan menjadi agen Allah, menegur setiap tindakan dosa yang ada. Menjadikan sikap penuh
ketaatan kepada Allah sebagai sikap ultimat, bukannya taat kepada penguasa atau kondisi yang sepertinya memberi rasa
nyaman ketika sikap kompromi kita hadirkan. Kita seharusnya menghadirkan kebenaran di tengah ketidak benaran,
menghadirkan kekudusan hidup ditengah kecemaran dunia. Orang Kristen harus tetap menunjukkan hidup berintegritas di
tengah dunia ini.
Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam
Kristus Yesus. Roma 6:11

DOKTRIN DOSA
Manusia Jatuh di dalam Dosa (Kejadian 3:1-24)

Manusia adalah mahluk yang mulia yang diciptakan sebagai gambar Allah. Manusia diberikan mandat dan otoritas
untuk beranak cucu dan sebagai wakil Allah di dunia. Pada waktu diciptakan, manusia suci dan tanpa dosa. Menurut
Agustinus kondisi Adam dan Hawa adalah mampu berdosa dan mampu untuk tidak berdosa. Manusia yang adalah
ciptaan yang mulia, karena diciptakan sebagai gambar dan rupa Allah, pada akhirnya adalah manusia yang jatuh
dalam dosa. Iblis bekerja melalui ular untuk mencobai manusia agar tidak mentaati perintah Tuhan.

Inilah tragedi terbesar yang terjadi dalam sejarah manusia, kejatuhan manusia ke dalam dosa. Kejatuhan
manusia disebabkan oleh karena ketidakpercayaan dan ketidaktaatan manusia kepada firman Allah yang diwujudkan
dengan makan buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat yang dilarang oleh Allah.

Apa pengertian bahwa Allah melarang manusia memakan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat
(Kej 2:16-17)? Larangan ini bukanlah berarti berkaitan dengan upaya manusia untuk manusia untuk belajar dan
sains. Bukan juga karena Allah punya motivasi yang licik dan tidak ingin tersaingi. Tetapi, batasan itu diberikan
karena Allah mengasihi manusia. Istilah pengetahuan dalam bahasa Ibrani juga mencakup kemampuan untuk
melakukan. Karena itu pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat merupakan lambang dari

kemahatahuan dan kemahakuasaan, lambang dari kemampuan untuk melakukan dan untuk mengetahui segala
sesuatu, termasuk yang benar dan yang salah. Menurut W.M. Clark, ungkapan ini mengacu kepada
penyelenggaraan otonomi moral yang mutlak, sebuah hak istimewa yang dikenakan Alkitab kepada Allah saja.
Dengan kata lain, pohon itu melambangkan kemampuan untuk menjadi allah.

Larangan makan buah dari pohon itu bukanlah larangan yang sewenang-wenang dari pihak Tuhan Allah.
Larangan ini bermakna, karena memperlihatkan bahwa manusia bukanlah allah. Dia adalah makhluk ciptaan, yang
seperti Allah tetapi bukan Allah. Manusia dapat hidup hanya dalam ketergantungan dengan Allah. Bukan dengan
meraih posisi sentral. Bukan dengan memutlakkan dirinya. Manusia tidak dapat dari dirinya sendiri. Manusia hidup
dari anugerah Allah. Tidak usah dia menjamin posisinya sendiri.

Tawaran / pencobaan Iblis adalah manusia dapat menjadi seperti Allah, tetapi setelah manusia melaksanakan
tawaran / kehendak Iblis itu, mereka tidak menjadi seperti Allah tetapi justru di hukum oleh Allah karena pelanggaran
(dosa) yang dilaksanakan (Kejadian 3:11-12 ).

Langkah - langkah jatuhnya Adam dan Hawa.

Mendengar dan menanggapi fitnah yang ditujukan kepada Allah (Kejadian 3:1; Kejadian 2:16).

Lebih percaya kepada perkataan Iblis dari pada perkataan Allah (Kejadian 3:4; Kejadian 2:16).

Melanggar hal yang dilarang Tuhan dan mengikuti tawaran Iblis (Kejadian 3: 4-6).
Dosa Hawa dan Adam (manusia pertama) ini dilakukan atas dasar kemauan sendiri yang bersumber keinginan
daging (Galatia 5:16-21;Roma 8:13) untuk tidak taat kepada kehendak Tuhan dan mau mengikuti tawaran Iblis. jadi
sumber dosa manusia adalah keinginan daging mereka terhadap tawaran sistem dunia (Markus 4:19;8:36; Lukas
9:25; 1 Korintus 2:14) yang berarti ketidaktaatan dan ketidak percayaan manusia kepada Tuhan, yang berarti
melanggar (memberontak) kepada Tuhan. Dosa adalah salah satu gejala yang paling umum dan sekaligus paling
menyedihkan dalam hidup manusia. Dosa adalah bagian dari pengalaman umum semua manusia.

Beberapa pandangan tentang Dosa.


1. Dosa adalah keterbatasan intelektual manusia.
Menurut Spinoza, dosa hanyalah suatu kekurangan, keterbatasan yang disadari manusia, hanya karena sematamata berkenaan dengan ketidakcukupan pengetahuan manusia yang gagal melihat segala sesuatu sub specie
aeternaitatis, yaitu dalam kesatuan dengan essensi kekal dan tak terbatas dari Allah. Jika seandainya pengetahuan
manusia cukup, sehingga ia melihat segala sesuatu dalam Allah, maka dosa akan menjadi sesuatu yang tidak ada
baginya.
2. Dosa adalah sisa sifat kebinatangan, karena evolusi yang tidak sempurna.
Pandangan ini dikemukakan oleh kaum evolusionis. Menurut mereka dosa disebabkan oleh ketidaksempurnaan
manusia (karena manusia terus berevolusi) sehingga manusia tetap memiliki sifat-sifat kebinatangan. Pada masa
yang akan datang, manusia diharapkan semakin lama akan semakin baik dan meninggalkan sifat-sifat kebinatangan
mereka.
3. Dosa adalah kebutuhan akan kesadaran Allah, berkaitan dengan natur inderawi manusia.

Pandangan ini dikemukakan oleh Schleiermacher. Menurutnya kesadaran manusia tentang dosa tergantung pada
kesadarannya akan Tuhan. Ketika perasaan adanya Tuhan bangkit dalam diri manusia, segera ia sadar adanya
pertentangan dalam naturnya yang lebih rendah, dan hal ini oleh manusia dianggap sebagai dosa. Jadi menurut
Schleiermacher, Allah bukanlah penyebab dari dosa, namun hanyalah karena manusia merasa bersalah, dengan
menganggap ketidaksempurnaan sebagai dosa.

Apa itu Dosa ? (Definisi dan Istilah-istilah untuk Dosa)

1.
a.

2.

DALAM PERJANJIAN LAMA.


chattath,
missing
the
mark,
tidak
mengena
pada
sasaran.
Artinya
segala
dan
tindakan
tercela
lainnya
merupakan
melesetnya
sasaran
hidup
Allah
inginkan
dari
anak-anakNya.
Kej20:9;
Kel
10:16;
Hak
20:16;
Amsal
b.
abhar,
crossing
over;
going
beyond
a
limit
that
has
been
c.
syaga,
erring
through
ignorance
(Im
d.
taah,
to
err
or
wander
e.
pesya,
to
revolt
or
rebel
(Ams
f. awon, to bend or twist, to act wrongly (1 Raja 17:18)

dosa
yang
19:2.
set.
4:12)
about
28:13)

DALAM PERJANJIAN BARU

a. Hamartia, missing of a target or a road (Mat 1:21)


b. Parabasis, trespass (Rm 4:15)
c. Asebeia, ungodliness, impiety (Tit 2:12)
d. Adikia, unrighteous conduct (1 Kor 6:8)
e. Anomia, lawless deed (1 Yoh 3:4)
f. Apeitheia, rebellion, disobedience
g. Paraptoma, to fall away

Berkhof mengatakan, Dosa adalah suatu kejahatan moral. Sebagian besar dari istilah yang dipakai Alkitab untuk dosa
menyatakan sifat moralnya.

KESIMPULAN (Definisi Dosa)


1. Dosa pada dasarnya adalah sikap pribadi yang tidak percaya, tidak taat kepada Allah sehingga mengakibatkan tidak
tercapainya atau meleset dari standar Allah yang mutlak (bdk. Roma 14:23; Yoh 16:9; Ibr 3:12). Sin is the choice of
self, rather than Gods glory, as the supreme end of ones human existence (A.H. Strong).
2. Dosa adalah pemberontakan terhadap Sang Pencipta serta penyangkalan terhadap struktur ciptaanNya.
Pemberontakan dan penyangkalan tersebut bisa terjadi melalui perkataan, perbuatan atau pikiran. Sin is simply the
failure
to
let
God
be
God.
3. Dosa adalah kegagalan, dari pelanggaran terhadap hukum dan kehendak Allah, baik dalam perbuatan maupun
pikiran kita. Sin is any failure to confirm to the moral law of God in act, attitude or nature.

Sumber (Asal Mula) Dosa

Jika Allah telah mencipta manusia, laki-laki dan perempuan, mengapa kemudian mereka berdosa? Mengapa semua
menuju kematian? Kok bisa kematian dan dosa menjadi menjadi bagian dari ciptaan Allah? Berdasarkan kitab Kejadian,
Allah melihat hasil ciptaan-Nya dan menyatakan, semuanya amat baik (Kej.1:36). Tentunya termasuk manusianya:
Adam dan Hawa. Bahkan secara khusus manusia dicipta dalam gambar Allah (Kej.1:27). Dengan demikian jelas bahwa
keadaan manusia kini yang diperbudak oleh dosa dan menuju kematian bukanlah suatu kondisi awal ciptaan Allah yang
amat baik itu.

Persoalan mengenai asal mula dosa, telah diangggap sebagai salah satu masalah yang paling sulit baik dalam
filsafat maupun teologi. Dari mana dosa berasal? Bagaimana dosa dapat masuk dalam dunia? Dalam sejarah
teologi maupun filsafat ada beberapa teori yang terkenal tentang asal usul dosa atau kejahatan. Pandangan
mengenai sumber (asal mula) dosa ini sangat penting karena akan mempengaruhi pandangan kita tentang jalan
keluar bagi masalah dosa tersebut.

a. Teori Kejahatan dan Kebaikan sifatnya Kekal


Teori ini mengasumsikan adanya dua kekuatan yang saling berimbang di alam semesta (ultimate dualism), yaitu
kekuatan kebaikan dan kekuatan kejahatan. Dalam tubuh manusia, roh manusia mewakili kekuattan (prinsip)
kebaikan, sedangkan tubuh mewakili prinsip kekal kejahatan.
b. Teori Animal Nature
Pandangan ini berpendapat bahwa dosa merupakan natur yang ada dalam diri manusia sebagai warisan dari nenek
moyang binatang. Sehingga para pendukungnya optimis bahwa proses evolusi akan membawa umat manusia
menuju ke arah yang benar.
c. Teori Anxiety of Finiteness
Menurut Reinhold Niebuhr dosa timbul karena adanya ketegangan antara keterbatasan dan kebebasan dalam diri
manusia (anxiety of finiteness). Sehingga yang jadi jalan keluar hanyalah perbaiakan perilaku dan bukan
pertobatan yang sungguh-sungguh.
d. Teori Economic Struggle.
Pandangan dari Teologi Pembebasan, bahwa dosa muncul karena tekanan ekonomi (mereka melihat, bukan
berdasarkan Kejadian 1-3, tetapi dari Keluaran 1-3). Mereka menolak dosa sebagai suatu hal yang pribadi, tetapi ini
merupakan suatu bagian menyeluruh dari suatu sistem / struktur masyarakat. Sehingga jalan keluar mengatasinya,
adalah dengan mengurangi tekanan/penindasan, dan pemerataan kepemilikan dan kekuasaan. Mereka menolak
penginjilan secara pribadi.
e. Teori Individualism and Competitiveness
Karena dosa (persaingan individualistis) dipelajari melalui pendidikan dan situasi sosial maka penyelesaiannya
haruslah dengan cara yang sama.

Lalu bagaimana asal-usul dosa menurut Alkitab ?


Harus diakui bahwa Alkitab tidak menjelaskan secara detail mengenai asal usul dosa masuk dalam dunia. Namun
ada beberapa data Alkitab yang sangat penting untuk kita ingat baik-baik.

1. Allah tidak boleh dianggap sebagai penyebab dosa atau bertanggung jawab atas terjadinya dosa itu. Ayub
34:10; Yesaya 6:3; Ulangan 32:4; Mzm 5:4; Mzm 92:16; Ulangan 25:16; Zak 8:17; Yak 1:13; I Yoh 5

2.

Dosa berasal dari dunia Malaikat


Indikasi kuat berasal dari dunia Malaikat, Yoh.8:44; 1Yoh.3:8; 1Tim.3:6; Yud.6
Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa dalam usaha untuk melacak asal mula dosa, kita harus kembali lagi pada
peristiwa kejatuhan manusia yang disebut dalam Kej 3 dan yang kedua kepada sesuatu yang terjadi dalam dunia
malaikat.
Kapan Allah mencipta malaikat? Sebelum Allah menciptakan manusia, Allah telah menciptakan bala tentara
malaikat. Menurut Agustinus pada waktu Allah menciptakan terang. (Kej.1:3-5). Ide ini didasarkan pada Ayub
38:7[1]. Walaupun dalam kitab Kejadian tidak disebutkan penciptaan Malaikat, tetapi dalam Kolose 1:16 tertulis di dalam
Kristus, Allah menciptakan baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, dan yang ada di sorga maupun yang ada
di bumi. Pada zaman bapak-bapak gereja Yes.14:12-17 ditafsirkan sebagai pemberontakan Setan (Lusifer), oleh LAI
diterjemahkan dengan Bintang Timur. Walaupun perikop itu mengacu kepada kejatuhan Babylon, tetapi kejatuhan Babel
itu dilihat sebagai miniatur kejatuhan Setan.[2]
Waktu kejatuhan tidak disebutkan secara pasti. Mengenai penyebab kejatuhan mereka, dalam Surat Yudas 6
disebutkan karena mereka tidak taat dengan melanggar batas-batas kekuasaan mereka dan meninggalkan tempat
kediaman mereka. Menurut Berkhof, para malaikat yang jatuh dalam dosa, mereka tidak puas dengan apa yang
telah menjadi bagian mereka, dengan pemerintahan dan kuasa yang diberikan kepada mereka.

Dosa dalam sejarah umat manusia

Berkenaan dengan asal mula dosa dalam sejarah manusia, Alkitab mengajarkan bahwa dosa itu dimulai dengan
pelanggaran Adam di Firdaus. Si penggoda datang dari dunia roh dengan membujuk manusia untuk menjadi seperti
Allah. Manusia kalah dalam hal ini dan melakukan dosa yang pertama dengan cara makan buah yang dilarang itu.

Hakekat dosa Adam


Menurut Louis Berkhof, dosa Adam telah mengungkapkan esensi sesungguhnya dari dosa :
a. Adam menempatkan dirinya menentang Allah dengan menolak untuk meletakkan kehendaknya di bawah kehendak Allah,
dan
menolak
Allah
sebagai
penentu
jalan
hidupnya.
b. Adam secara aktif mengambil dari tangan Allah wewenang menentukan masa depannya, dan menentukan sendiri
masa
depannya.
c. Adam telah melanggar perjanjian dan bertindak seolah memiliki hak-hak tertentu terhadap Allah
d.
Adam
kini
memiliki
pusat
hidup
yang
baru
yaitu
dirinya
sendiri.
e. Ini menjelaskan keinginnya untuk menjadi seperti Allah dan meragukan kebaikan Tuhan yang memberikan perintah.

Dampak Kejatuhan Adam pada Keturunannya (Transmisi dosa)

Dalam Rom. 5:12 Paulus mengatakan bahwa oleh dosa satu orang maut dan dosa masuk kedalam dunia. Berdasarkan
konteksnya jelas yang dimaksud satu orang itu adalah Adam. Melalui dialah dosa dan kematian menjalar kepada semua
orang.

Karena dosa Adam maka Allah mengutuk manusia Adam dan Hawa, Kej. 3:16-19. Hawa menjadi sulit melahirkan anak,
dan Adam harus bekerja keras untuk memperoleh makanan. dan keduanya akan mati, kembali kepada debu
tanah. Bumi menjadi terkutuk dan semua mahluk menderita seperti yang dikatakan Paulus dalam Rom. 8:2. Adam dan
Hawa juga menderita kehilangan hubungan dengan Allah dan menjadi terpisah dariNya. Artinya rohani mereka lebih
dulu mati sebelum fisik mereka.

Akan tetapi hukuman ini tidak hanya menyulitkan Adam dan Hawa ini juga diderita oleh seluruh umat manusia. Dengan
perkataan lain hukuman yang dijatuhkan kepada Adam dan Hawa juga jatuh kepada semua keturunannya, termasuk
Anda dan saya! Selanjutnya kita bukan hanya mengalami hukuman yang sama tetapi juga ambil bagian dalam status
sebagai orang berdosa. "Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman.

Perikop Roma 5:12-19 mengungkapkan hubungan konsekuensi dosa Adan kepada umat manusia, dan hubungan
kematian Kristus terhadap umat manusia. Dalam perikop ini, jelas Paulus menunjukkan bahwa Adam
merupakan representative dari umatnya, yang mencakup seluruh umat manusia, dan bahwa Kristus
merupakan representative dari umatNya. Paulus membandingkan antara mereka yang ada di dalam Adam, dan kutuk
sebagai konsekuensi dari hubungan tersebut, dengan mereka yang ada di dalam Kristus, dan segala berkat sebagai
konsekuensi dari hubungan denganNya.

Manusia terbelah dalam dua kutub: dalam Adam atau dalam Kristus. Jika kita di dalam Adam maka konsekuensinya
kita berdosa, rusak, dan mati. Jika kita di dalam Kristus, kita ditempatkan Allah dalam kekekalan, dan kita dibawaNya
kepada kebenaran, pembenaran dan kehidupan kekal.

Charles Hodge mengatakan: "One thing is clear--Adam was the cause of sin in a sense analogous to that in
which Christ is the cause of righteousness."

Kegagalan
mengerti
konteks
ini
akan
membawa
kita
pada
eksegese
yang
ngawur.
Contohnya,Pelagianisme mengatakan bahwa kejatuhan Adam tidak memberi dampak langsung kepada umat manusia
selain memberi teladan yang buruk.

Pada ayat 12 Paulus mengatakan: "Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia..."
Sebab itu berkaitan secara lebih luas yakni dari 1:16-5:11. Setelah Paulus menjelaskan tentang doktrin pembenaran
oleh iman, pada 5:12-19 ia menunjukkan bagaimana Allah membenarkan melalui iman kepada Kristus.

Dalam ayat 12-19, Paulus menunjukkan bagaimana Allah membenarkan manusia, dan menekankan bahwa
pembenaran itu melulu anugerah, bukan karena perbuatan.

Jika kita bandingkan dengan 1 Kor 15:22 maka jelas bahwa satu orang yang dimaksud adalah Adam. Paulus sedang
mengkontraskan antara satu orang yaitu Adam dan satu orang yaitu Yesus Kristus.

Oleh satu orang dosa masuk ke dalam dunia. Adam menjadi penyebab masuknya dosa ke dalam dunia dan bersama
dengan dosa datang kematian. Jadi kematian bukan bagian alamiah dari ciptaan Allah. Tetapi kematian ada disebabkan
dosa Adam. Kematian bukan hanya dialami oleh Adam tetapi maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena
semua orang telah berdosa.

Apa yang Paulus maksud dengan "semua orang telah berbuat dosa", sehingga mereka mati?Apakah maksudnya
karena dosa tiap-tiap orang maka tiap-tiap orang mati atau Apakah kematian datang kepada semua orang
karena semua orang memiliki kesalahan dari dosa Adam? Secara tata-bahasa keduanya mungkin. Akan tetapi
konteksnya jelas memperlihatkan maksud yang kedua, yakni kita semua berdosa karena dosa Adam, maka kita
semua mati. Hampir semua penafsir setuju bahwa ayat 13-17 merupakan penjelasan untuk kalimat "karena semua
orang telah berbuat dosa."

Paulus merasa perlu untuk menjelaskan lebih jauh maksud dari "karena semua orang telah berbuat dosa" dan ini ia
lakukan hingga ayat 18 di mana ia kembali memulai kepada pokok yang telah ia mulai pada ayat 12.
a. Ayat 13-14, walaupun Hukum Taurat belum ada sejak Adam hingga Musa, semua orang juga mati, walaupun mereka tidak
berdosa
seperti
dosa
Adam.
b.
Ayat
15,
oleh
pelanggaran
Adam
semua
orang
mati.
c. Ayat 16, mereka yang di dalam Adam memperoleh penghukuman, sedangkan mereka yang di dalam Kristus
memperoleh
pembenaran.
d.
Ayat
17,
maut
berkuasa
karena
dosa
Adam
.
e. Ayat 18, dosa Adam menyebabkan penghukuman atas semua orang. Berdasarkan tehnik paralel yang Paulus
gunakan itu berarti semua orang yang pertama mengacu kepada semua orang di dalam Adam, dan semua orang
yang kedua mengacu kepada semua orang di dalam Kristus.

Dengan demikian jelas, dosa Adam telah berdampak kepada semua orang. Menjadikan semua orang berdosa dan
memperoleh hukuman dan dikuasai maut.

Sifat Dosa

1. Dosa adalah jenis kejahatan (evil) yang sangat spesifik.


Pada dasarnya dosa bukanlah sesuatu yang pasif seperti kelemahan, suatu kesalahan, atau suatu
ketidaksempurnaan yang darinya kita tidak dapat dituntut untuk bertanggung jawab, tetapi sesungguhnya merupakan
suatu permusuhan yang aktif terhadap Tuhan dan merupakan pelanggaran yang aktif terhadap segala hukumNya,
yang menyebabkan semua kesalahan. Dosa bukanlah identik dengan bencana yang datang kepada manusia tanpa
peringatan, yang meracuni hidupnya, dan menghancurkan kebahagiaanya, tetapi suatu tindakan kejahatan yang
dengan sengaja telah dipilih oleh manusia. (Kej 3:1-6; Yes 48:8; Rom 1:18-32; I Yoh 3:4).

2. Dosa tidak secara eksklusif tercakup dalam tindakan-tindakan dengan maksud jahat.
Dosa tidak hanya tercakup dalam tindakan (actus) dengan maksud jahat, tetapi juga dalam kebiasaan (habitus) yang
berdosa dan dalam suatu keadaan (status) yang berdosa dari jiwa manusia. Ketiga hal ini saling terkait satu dengan
yang lain.

3.

Dosa memiliki sifat yang mutlak.


Dosa bukanlah kebaikan dalam derajat yang lebih rendah, tetapi merupakan kejahatan yang positif. Kebenaran ini
jelas ditegaskan oleh Alkitab. Orang yang tidak mengasihi Allah disebut sebagai orang jahat. Alkitab tidak pernah
menyebut adanya manusia dalam posisi yang netral. Jika seorang manusia dalam posisi tidak benar dihadapan
Allah, maka pastilah dia berada dalam posisi yang salah.

Akibat Dosa
Berkhof langsung membicarakan akibat dosa pada penghukuman dengan mengemukakan 4 butir :
1.
2.
3.
4. Kematian kekal

Kematian
Penderitaan-penderitaan
Kematian

rohani
hidup
jasmani

dalam

Millard J.Erickson membaginya dlm 3 kategori, yang masing-masing kategori memiliki beberapa butir :

A. DALAM KAITANNYA DENGAN ALLAH


1.

Allah
membenci
orang
berdosa
(Hos.
2.
Manusia
secara
yuridis
objektif
3.
Penghukuman
(misalnya
:
air
bah
4. Kematian (jasmani, rohani, kekal)

9:15;
bersalah
dan

Yer.
di
Sodom

12:8;
hadapan
&

Maz.5:5)
Allah
Gomorah)

KEMATIAN

Ancaman hukuman yang diberikan oleh Allah di Firdaus adalah ancaman hukuman mati. Mati yang di maksud di
sini bukan hanya kematian tubuh, tetapi kematian dari manusia secara keseluruhan, kematian dalam arti yang di
maksud dalam Alkitab. Alkitab tidaklah membedakan antara kematian jasmani dan kematian rohani, sebagaimana
kita biasa membedakannya. Alkitab memiliki pandangan yang sintesis tentang kematian dan menganggapnya
sebagai keterpisahan dengan Allah. Dalam Kej 2:16-17, sebenarnya Allah menyatakan kepada kita ancaman
hukuman, yaitu kematian dalam arti yang sepenuhnya, memberitahukan kepada kita bahwa maut masuk ke dalam
dunia melalui dosa (Rom 5:12; 6:23). Kematian tersebut mencakup :
a) Kematian jasmani adalah bagian dari hukuman terhadap dosa (Kej 3:19). Kematian jasmani bukanlah sesuatu yang
natural, bukan sesuatu yang normal, melainkan sesuatu yang mengerikan, yang tidak normal dan merusak.
Kematian jasmani adalah pemisahan yang tidak natural antara jiwa manusia dari tubuhnya.
b) Kematian rohani menunjuk kepada perpisahan atau putusnya hubungan antara Allah dan manusia, persekutuan
antara Allah dan manusia menjadi berhenti dan manusia tidak mampu lagi menghadap atau menghampiri hadirat
Allah. Atau dengan kata lain kematian de jure, secara hukum, di hadapan Allah sudah mati. We are counted Guilty
because of Adams sin. (Baca Roma 5:12-21). Kita hidup di bawah murka Allah yang mengerikan.
c) Kematian kekal (eternal death), yaitu perpisahan yang selama-lamanya dari Allah. Kematian kekal adalah
pencampakan manusia secara permanen dari hadirat Allah. Kematian kekal ini boleh dianggap titik puncak kematian
rohani, kematian dalam arti mengerikan. Dalam kematian inilah manusia mendapatkan ganjaran dan siksaan yang
setimpal dengan status dan perbuatannya.

B.

DALAM DIRI ORANG BERDOSA

1.

Manusia
diperbudak
dosa
2.
Ketidak-relaan
menerima
3.
Berkelit
(cari
kambing
hitam),
ingat
Adam
4.
Menyesatkan
diri,
Yer
17:9;
5.
Tidak
sensitif,
I
Tim.4:2,
6.
7. Restlessness, tidak pernah mencapai kepuasan hidup

(Roma

6:17)
kenyataan
mempersalahkan
Hawa
Mat
7:3
Ro
1:21.
Self-Centeredness

1. Segera mengikuti dosa yang pertama, adalah kerusakan total dari natur manusia. Setelah kejatuhan manusia ke
dalam dosa, gambar Allah padanya tidak hilang tetapi rusak. Dalam pengertian struktual gambar Allah masih ada,
yakni semua karunia, kemampuan dan sumber dayanya tidak musnah oleh dosa. Akan tetapi semuanya itu
digunakan untuk perkara yang melawan Allah. Hal yang berubah bukanlah struktur manusia, akan tetapi cara
menggunakannya, fungsinya, arahnya. We are not sinful because we sin, but we sin because we are sinful.
Dosa manusia segera merambat pada seluruh natur manusia, seluruh tubuh dan jiwanya menjadi dicemari oleh
dosa, sehinggga hakekat manusia disebut berdosa. (Man is wholly sinful by nature) Manusia tidak akan mampu
memperbaiki sendiri keadaan bejat (Rom 7:24), karena pusat pemikiran dan kehendak manusia seluruhnya berdosa.
Kerusakan manusia jelas dikatakan oleh Alkitab, misalnya dalam Kej 6:5; Maz. 14:3; Rom 7:18.

Perlu di catat yang di maksud dengan kerusakan total bukan berarti :


a. Orang berdosa sama sekali tidak dapat berbuat baik kepada sesamanya (Mrk 10:21; Mat 7:11; Tit 1:15).
b. Semua manusia telah menjadi jahat-sejahatnya.
c. Orang berdosa sama sekali tidak mempunyai kesadaran akan keberadaan Allah (Rom 2:15)

Menurut Erickson, kerusakan natur manusia mengakibatkan manusia : flight from reality, denial sin, self deceit,
insensitivity, self centeredness, restlessness.

2.

Perhambaan dari Kehendak (Bondage of will)


Yaitu ketidakmampuan dari will (kehendak) orang berdosa untuk memalingkan dirinya kepada Allah (berbalik kepada
Allah). Dengan kemampuannya sendiri seorang yang berdosa yang masih di luar Kristus tidak memiliki kemampuan
untuk membawa kehidupannya menjadi bersesuaian dengan hukum Allah. Menurut Ibr 11:6, tanpa iman manusia
tidak mungkin berkenan kepada Allah.
Dalam pandangan Agustinus : (lih. R.C. Sproul, Kaum Pilihan Allah (Malang: SAAT, 1996)58-59.

a. Kondisi Adam sebelum kejatuhan adalah posse non peccare (able not to sin), di mana Adam memiliki kemampuan
asali untuk tidak berdosa di dalam kehendak pribadinya.
b. non posse non peccare. Sesudah jatuh dalam dosa, manusia kehilangan kemampuan asali. Manusia menjadi atau
berada dalam kondisi tidak dapat tidak berdosa. Dengan kata lain sinful naturenya akan senantiasa mengakibatkan
adanya kecenderungan (diperbudak) untuk melanggar hukum Allah.
c. posse non peccare berarti kondisi manusia sesudah ditebus oleh Kristus, di mana orang percaya memiliki
kemampuan untuk melawan kuasa dosa.
d. Keadaan manusia setelah dimuliakan, non posse peccare, di mana manusia memiliki kemampuan untuk tidak
berdosa, dan juga tidak mampu untuk berdosa.

C.

DALAM KAITAN DENGAN SESAMA

1.
2.
Tidak
mampu
Empathi,
3.
4. Tidak mampu mengasihi

tidak

memperhatikan
Menolak

kepentingan

orang

lain,

Berkompetisi
Fil
2:3-5
otoritas

Selain merusak hubungan dengan Allah, natur diri manusia, dosa juga merusak hubungan manusia dengan
sesamanya. Pembunuhan pertama langsung terjadi (Kej. 4), karena ke iri hatian. Selain itu karena manusia telah
menjadi self-centered, self-seeking maka dalam relasinya dengan sesama terjadi kompetisi yang tidak sehat.
Manusia tidak mampu untuk memperhatikan sesama (inability to empathize and love). Manusia cenderung untuk
mengeksploitasi sesamanya.

Kesimpulan tentang Akibat Dosa

Manusia mengalami kerusakan total. Yang menyangkut segala aspek kehidupan manusia.
Sebab makhluk manusia yang segambar dengan Allah ini bukan jiwa belaka.

Persoalan dosa tidak dapat diselesaikan menurut cara/usaha manusia, misalnya dengan berbuat baik, amal, pantang
dalam hal makanan, bertapa, berziarah dll.

Persoalan dosa hanya dapat diselesaikan dengan cara Allah sendiri. Alkitab mengatakan bahwa: .. dan tanpa
penumpahan darah, tidak ada pengampunan (Ibr 9:22). Oleh sebab itu Allah mengutus AnakNya yang Tunggal,
Yesus Kristus datang ke dalam dunia, mati di atas kayu salib, mencucurkan darahNya menjadi tebusan bagi dosa

manusia. Darah Kristus menyucikan kita dari segala dosa kita (I Yoh 1:17). Kristus telah menebus dosa-dosa kita
(Efesus 1:7).

Dalam imannya kepada Kristus, manusia kembali diterima oleh Allah, Sang Pencipta.
Manusia tidak lagi dibawah hukum tetapi dibawah anugerah (Roma 6:14).

Apa yang Terjadi Bila Orang Kristen Berdosa ?


1. Secara status dihadapan Allah, ia tetap / tidak berubah (Roma 8:1; 1 Kor 15:3)
2. Secara hubungan pribadi dengan Tuhan, mengalami kerusakan (Efesus 4:30; Ibr 12:10)

Implikasi Doktrin Ini :


1. Ini harus menjadi dasar kita dalam memandang pemasalahan moral, mental dan spiritual manusia. Fakta ini
menjelaskan, mengapa berbagai upaya yang dilakukan untuk meredam permasalahan mental, moral dan spiritual
manusia tidak efektif. Mengapa? Karena mereka tidak melihat permasalahan manusia yang sesungguhnya yaitu DOSA.
Dosa tak dapat direduksi menjadi kebodohan atau ketidak tahuan. Dosa adalah dosa, yang telah merusak manusia.
Gereja harus menjadikan ini sebagai dasar dari kotbah, pengajaran dan bebagai aktifitasnya.
2. Doktrin ini sangat meneguhkan pengertian kita akan keselamatan oleh anugerah semata melalui iman, kelahiran
kembali,
penebusan
dan
bukan
karena
perbuatan.
3. Doktrin ini membuat kita semakin menyelami betapa besarnya kemurahan Allah.

Penutup

Jika gereja-gereja Kristen mengabaikan, menghaluskan, atau membisu akan realita yang mematikan dari dosa,
berarti mereka telah memotong urat nadi penginjilan. Karena kebenaran sederhana tentang dosa, Injil Anugerah
menjadi tidak mengenai sasaran, tidak berguna, dan akhirnya tidak menarik