Anda di halaman 1dari 51

STOIKIOMETRI

LARUTAN

PERSAMAAN ION

Persamaan ion adalah pemaparan reaksi kimia yang melibatkan larutan elektrolit, dengan ketentuan:

-Elektrolit kuat terion sempurna (garam/asam kuat/basa kuat)

-Elektrolit lemah/senyawa netral (unsur) tidak terion

-Senyawa berwujud gas/liquid/solid tidak terion

Persamaan reaksi:

CO 2 (g) + 2NaOH (aq) → Na 2 CO 3 (aq) + H 2 O (l)

Gas

basa kuat

garam

Persamaan ion lengkap:

air murni

CO 2 (g) + 2Na + (aq) + 2OH - (aq) → 2Na + (aq) + CO 3 2- (aq) + H 2 O (l)

(ion Na adalah ion penonton)

Persamaan ion bersih:

CO 2 (g) + 2OH - (aq) → CO 3 2- (aq) + H 2 O (l)

CONTOH SOAL

Tulislah reaksi ion bersihnya:

1.Fe (s) + CuSO 4 (aq) → FeSO 4 (aq) + Cu (s) 2.Ba(NO 3 ) 2 (aq) + H 2 SO 4 (aq) → BaSO 4 (s) +

2HNO 3 (aq)

3.Na 2 SO 3 (aq) + 2HCl (aq) → 2NaCl (aq) + SO 2 (g)

+ H 2 O

(l)

4.AgNO 3 (aq) + KI (aq) → AgI (s) + KNO 3 (aq)

REAKSI DALAM LARUTAN

  • 1. Reaksi antara Asam dengan Basa

Asam (aq) + Basa (aq) → Garam (aq) + Air (l)

Contoh:

NaOH (aq) + HCl (aq) → NaCl (aq) + H 2 O (l) Ba(OH) 2 (aq) + 2HCl(aq)→BaCl 2 (aq)+2H 2 O(l)

  • 2. Reaksi antara Oksida Basa dengan Asam

Oksida Basa (s) + Asam (aq) → Garam (aq) + Air (l)

Contoh:

MgO (s) + 2HCl (aq) → MgCl 2 (aq) + H 2 O (l) K 2 O (s) + H 2 SO 4 (aq) → K 2 SO 4 (aq) + H 2 O (l)

  • 3. Reaksi antara Oksida Asam dengan Basa

Oksida Asam (s;g) + Basa (aq) → Garam (aq) + Air (l)

Contoh:

SO 3 (g) + 2KOH (aq) → K 2 SO 4 (aq) + H 2 O (l)

  • 4. Reaksi antara Oksida Asam dengan Oksida Basa

Oksida Basa (s) + Oksida Asam (g) → Garam (s)

Contoh:

Na 2 O (s) + SO 3 (g) → Na 2 SO 4 (s)

Catatan:

Reaksi ini tidak terjadi dalam larutan

5. Reaksi antara Amonia dengan Asam

Amonia (g) + Asam (aq) → Garam amonium (aq)

Contoh:

NH 3 (g) + HCl (aq) → NH 4 Cl (aq)

6.

Reaksi yang menghasilkan gas CO 2

Garam karbonat (s;aq) + Asam (aq) → Garam lain (aq) + Air (l) + CO 2 (g)

Contoh:

Na 2 CO 3 (aq) + 2HCl (aq) → 2NaCl (aq) + H 2 O (l) + CO 2 (g)

7.

Reaksi yang menghasilkan gas H 2

Logam (s) + Asam (aq) → Garam (aq) + H 2 (g)

Logam; semua logam (kecuali Cu, Hg, Ag, Pt, Au) Asam ; bukan H 2 SO 4 (pekat) atau HNO 3

Garam; valensi logam yang rendah (jika ada

lebih

Contoh:

dari 1 valensi)

Fe (s) + H 2 SO 4 (encer) (aq) → FeSO 4 (aq) + H 2 (g)

8.

Reaksi yang menghasilkan gas X

Logam (s) + Asam (aq) → Garam (aq) + H 2 O (g) + gas X

Logam; semua logam bukan Pt atau Au

Asam

; H 2 SO 4 (pekat) , HNO 3 (pekat) atau HNO 3 (encer)

Jika asam H 2 SO 4 (pekat) maka gas X = SO 2 Jika asam HNO 3(pekat) maka gas X = NO 2 Jika asam HNO 3 (encer) maka gas X = NO Garam ; valensi logam yang tinggi (jika valensi logam lebih dari 1)

9.

Reaksi yang menghasilkan gas NH 3

Garam amonium (s;aq) + Basa (aq) → Garam (aq) + H 2 O (l) + NH 3 (g)

Contoh:

NH 4 NO 3 (aq) + NaOH (aq) → NaNO 3 (aq) + H 2 O (l) + NH 3 (g)

10.Reaksi pendesakan logam

Logam L (s) + Garam MZ (aq) → Logam M (s) + garam LZ (aq)

  • - Logam L ada disebelah kiri logam M dalam deret volta:
    Li-K-Ba-Sr-Ca-Na-Mg-Al-Mn-Zn-Cr-Fe- Co-Ni-Sn-Pb-H-Cu-Hg-Pt-Au

  • - Garam MZ mudah larut (aq)

  • - Garam LZ: garam dengan valensi L rendah

11. Reaksi pengendapan

Garam LA (aq) + Garam MZ (aq) → Garam LZ + Garam MA

  • - Garam LA dan garam MZ harus larut dalam air (aq)

  • - Garam LZ atau garam MA salah satu harus sukar larut (s)

Garam LA (aq) + Basa MOH (aq) → Garam MA + Basa LOH

-Garam LA dan basa MOH harus mudah larut dalam air -Garam MA atau LOH salah satu harus sukar larut (s)

Garam LA (aq) + Asam HZ (aq) → Garam LZ (aq) + Asam HA (aq)

-Garam LA harus larut dalam air atau dalam HZ -Garam LZ atau asam HA salah satu harus sukar larut atau asam HA adalah zat yang mudah terurai atau fase gas

Aturan kelarutan senyawa ion dalam air:

Mudah larut

  • - semua garam nitrat (NO 3 - )

  • - semua garam asetat (CH 3 COO - )

  • - semua garam klorat (ClO 3 - )

  • - semua garam halida (Cl - , Br - , I - ),

kecuali Cu +, Hg + , Ag + , Pb 2+ , HgI 2

  • - semua garam sulfat (SO 4 2- )

kecuali Ba 2+ , Sr 2+ , Pb 2+

Sukar larut

  • - semua basa, kecuali Li + , Na + , K + ,Ba 2+ , Sr 2+ , Ca 2+

  • - semua garam karbonat (CO 3 2- ) kecuali Li + , Na + ,

K + ,

dan NH 4

+

  • - semua garam fosfat (PO 4 3- ) kecuali Li + , Na + , K + , NH 4

+

  • - semua garam silikat (SiO 3 2- ) kecuali Li + , Na + , K + , dan NH 4

+

  • - semua garam sulfida (S 2- ) kecuali Li + , Na + , K + , NH 4 + , Ba 2+ , Sr 2+ , Ca 2+ dan Mg 2+ .

FeS, MnS dan ZnS larut dalam asam kuat encer

Tentukan reaksi berikut dapat berlangsung atau tidak:

1.Logam alumunium dengan larutan asam sulfat 2.Logam perak dengan larutan asam klorida 3.Logam zink dengan larutan tembaga(II) sulfat 4.Logam tembaga dengan larutan magnesium sulfat 5.Logam besi dengan larutan perak nitrat 6.Perak klorida dengan asam klorida

Tulislah persamaan reaksi jika direaksikan senyawa-senyawa sebagai berikut (setarakan):

1.Gas amonia dengan larutan asam nitrat

2.Larutan natrium karbonat dengan larutan asam sulfat

3.Difosforus pentaoksida padat dengan larutan kalium hidroksida

4.Magnesium hidroksida padat dengan larutan asam nitrat

5.Zink sulfida padat dengan larutan kl

id

STOIKIOMETRI

Molari

tas (M) . V : V Massa . Mr Mol : Mr (G) (n) : N
tas
(M)
. V
: V
Massa
. Mr
Mol
: Mr
(G)
(n)
: N
.
Jumlah
N A
A
partik
el
(X)

N A ; bilangan Avogadro 6,02. 10 23

Volum

. Vm

. Vm
 

: Vm

e

(V)

Molalitas (m)

massa zat terlarut . 1000
m = Mr terlarut . Gram pelarut

Atau mol zat terlarut
m =

kg pelarut

Fraksi mol (X) n A

X A =

n A + n B

X A

+

X B

= 1

n B

X B =

n A

+

n B

Normalitas (N) N = n M n ; jumlah H + atau OH - (valensi asam/basa)

SOAL LATIHAN

  • 1. Tentukan jumlah mol: a. 4 gram logam Ca b. 90 gram urea

    • c. 3,01 . 10 22 molekul CO 2

    • d. 5,6 L gas CO 2 (STP)

    • e. 100 ml larutan NaOH 0,25 M

2.

Tentukan molalitas larutan jika:

  • a. Kedalam 400 g air dilarutkan 6,84 g sukrosa

    • b. Kedalam 1000 g air dilarutkan 3,6 g glukosa

3.Bila diketahui massa jenis larutan NaOH adalah 1,2 g/ml , tentukan:

  • a. % massa NaOH

    • b. Fraksi mol NaOH

Jawab:

  • 4. Direaksikan 25 ml NaCl 2 M dengan 25 ml H 2 SO 4 2 M, maka

tentukan:

  • a. Persamaan reaksi

b. Zat pereaksi pembatas

  • c. Massa zat yang tersisa

  • d. Massa garam yang terbentuk

Jawab:

  • 5. Sebanyak 500 ml larutan Hg(NO 3 ) 2 0,4 M dicampur dengan 500 ml larutan KBr 0,4 M. Tentukan:

    • a. Persamaan reaksi

b. Zat yang bertindak sebagai pereaksi pembatas & pereaksi sisa

  • c. Massa endapan HgBr 2 yang

terbentuk

  • d. Massa zat yang tidak bereaksi

Jawab:

TITRASI

Macam-macam titrasi:

1.Asidimetri/alkalimetri/asam-basa

→ titrasi berdasarkan reaksi netralisasi

2.Oksidimetri

→ titrasi berdasarkan reaksi redoks

3.Argentometri

→ titrasi berdasarkan pengendapan garam Ag +

Titrasi adalah cara analisis dengan metode pengukuran jumlah larutan yang dibutuhkan untuk untuk bereaksi secara tepat dengan zat yang terdapat dalam larutan lain.

Ada 2 jenis larutan yang terlibat:

1.Titran; larutan yang sudah diketahui konsentrasinya dengan tepat (larutan standar/sudah distandardisasi) 2.Titrat; larutan yang belum diketahui konsentrasinya

Larutan standar merupakan titran:

-Standar primer

larutan standar yang dibuat dengan ketelitian tinggi

-Standar sekunder

larutan yang kemolarannya ditetapkan dengan larutan standar primer

Dalam titrasi asam basa, larutan standar primer yang dipakai adalah KHP (kalium hidrogenftalat).

KHP → standarisasi NaOH → untuk menitrasi HCl atau cuka.

Selain KHP, terdapat asam oksalat (H 2 C 2 O 4 .2H 2 O)

Perangkat titrasi:
Perangkat titrasi:

statif

Titran

Titrat

Syarat-syarat titrasi:

1.Reaksi berlangsung sederhana

2.Reaksi berlangsung terus menerus atau cepat

3.Ada perubahan fisika/kimia yang dapat dideteksi pada titik ekuivalen (dapat mengubah indikator sehingga diketahui titik akhirnya)

PEMILIHAN INDIKATOR

Perubahan pH berada sekitar TE.

Titrasi a.k dengan b.k maka pH TE=7 dan perubahan pH sekitar TE tajam, jadi dapat dipilih indikator yang berubah warna antara 4-10 seperti metil merah atau fenolftalein.

Titrasi a.l dengan b.k maka pH pada TE adalah daerah basa karena pH TE mengalami hidrolisa sehingga dapat dipakai indikator timol blue, timolftalein, fenolftalein.

Titrasi b.l dengan a.k TE didaerah asam karena hidrolisis, dipilih indikator metil jingga atau metil kuning.

Titrasi a.l dengan b.l tidak ada perubahan pH yang tajam pada kurva sehingga sulit dicari indikator yang tepat, sehingga menggunakan pHmeter.

Titrasi Asam-Basa

Titrasi ini dilakukan dengan menggunakan larutan asam/basa sebagai titran/titratnya.

Prosedur kerja:

Larutan titrat ditambah dengan suatu indikator, kemudian dititrasi dengan suatu titran hingga larutan berubah warna.

Contoh:

Titrasi 25 ml HCl x M dengan NaOH 1 M. Tentukan nilai x!

Larutan NaOH 1 M akan menetes ke dalam erlenmeyer yang berisi HCl x M dan indikator

Larutan NaOH 1 M akan menetes ke dalam erlenmeyer yang berisi HCl x M dan indikator pp, sambil erlenmeyer digoyang-goyang. Awalnya, larutan pada erlenmeyer tidak berwarna. Titrasi dihentikan saat tercapai titik ekuivalen (TE) atau larutan menjadi merah muda. Titrasi dilakukan hingga 3x.

Titik ekuivalen (TE) adalah kondisi dimana larutan asam tepat bereaksi dengan larutan basa.

Titik akhir titrasi (TAT) adalah kondisi pada saat indikator menunjukkan perubahan warna.

Idealnya:

TE = TAT

Agar dicapai hal ini, maka harus dipilih indikator yang tepat (mempunyai perubahan warna pada pH ekuivalen)

Perhitungan titrasi:

mol asam Va . Ma . Va Vb

=

mol basa Vb . Mb .

=

 

=

Va . Na

Vb . Nb

Dari percobaan yang sudah dilakukan, diperoleh hasil:

Volume HCl x M

Volume NaOH 1 M

25

25

25

26

25

24

Perhitungan nilai x:

Cara 1:

V HCl

.

M HCl

.

V HCl

= V NaOH

 

.

M NaOH .

25 . X . 1

=

25 .

1

.

1

 

x

= 1

V NaOH

Jadi, konsentrasi HCl adalah 1 M

Cara 2:

HCl + NaOH → NaCl + H 2 O

M

25x mmol 25 mmol

 

R

25

25

25

25

S

25x – 25

0

25

25

Titrasi, berarti tepat bereaksi (tidak ada sisa) maka:

25x – 25 = 0

x

= 1

Macam-macam titrasi asam-basa:

1.Titrasi asam kuat oleh basa kuat

Macam-macam titrasi asam-basa: 1.Titrasi asam kuat oleh basa kuat

2. Titrasi asam lemah oleh basa kuat

2. Titrasi asam lemah oleh basa kuat

3. Titrasi basa lemah oleh asam kuat 4. Titrasi asam lemah oleh basa lemah

3. Titrasi basa lemah oleh asam kuat 4. Titrasi asam lemah oleh basa lemah

KESALAHAN DALAM TITRASI ASAM BASA

  • 1. Faktor manusia

    • - salah menghitung

    • - memindahkan bahan /endapan

yang tidak kuantitatif

  • - kesulitan mengamati perubahan warna

2.

Faktor Fasilitas

  • - bahan kimia yang dipakai tidak

memenuhi syarat

  • - alat yang dipakai tidak baik

3.Faktor metode analisa

  • - reaksi tidak sempurna atau timbul reaksi samping

    • - kelarutan endapan

  • - pemisahan zat pengganggu yang tidak sempurna

PRAKTIKUM

  • 1. Titrasi HCl x M cara kerja: (1) ambil 25 ml HCl x M, masukkan kedalam erlenmeyer, tambahkan 5 tetes indikator PP

(2) masukkan NaOH 1 M ke buret (3) titrasi dengan larutan NaOH hingga terjadi perubahan warna

2. Titrasi Asam Cuka Dagang cara kerja:

(1)

ambil 1 ml asam cuka dan masukkan kedalam labu ukur 25 ml, tambahkan akuades hingga tanda batas

(2) ambil 5 ml asam cuka yang telah diencerkan kedalam erlenmeyer

(3) tambahkan 5 tetes indikator PP

(4) masukkan NaOH 0,1 M kedalam buret

(5) titrasi larutan asam cuka dengan larutan NaOH hingga terjadi perubahan warna

(6) catat volume NaOH yang dipakai. Ulangi titrasi 2x