Anda di halaman 1dari 16

Kelahiran preterm pada kandungan dengan plasenta previa

Sebastian Ivan K
102014242 / D9
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Krida Wacana
Jl. Terusan Arjuna No.6 Jakarta Barat 11510 Telp. 021-56942061 Fax. 021-5631731
isakofficial@Yahoo.com
Abstrak
Prematur adalah bayi yang lahir dengan usia kandungan kurang dari 37 minggu atau preterm,
kelahiran preterm merupakan salah satu komplikasi yang umum pada kehamilan, yang dapat
muncul karena berbagai penyebab dan keadaan, negara dengan angka kelahiran preterm lebih
tinggi mempunyai angka kematian bayi yang lebih tinggi pula.
Kata kunci : Prematur, Preterm, Bayi, Kehamilan
Abstract
Premature is newborn that less than 37 weeks of gestational age or preterm, Preterm Delivery
is one of commons pregnancy complication that occure by many condition and state ?, a Nation
with higher preterm pregnancy cause a higher newborn death as its result.
Key Words : Premature, Preterm, Baby, Pregnancy

Pendahuluan
Lahir kurang bulan atau premature merupakan salah satu komplikasi umum pada
kehamilan, dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu, banyak hal yang timbul sebagai
permasalahan susulan terhadap anak yang lahir prematur, yang berdampak tidak hanya pada
kesehatan Bayi, namun juga pada keluarga, karena untuk mempertahankan hidup bayi yang
kurang usia kehamilan, dibutuhkan biaya perawatan intensif yang cukup besar.

Pembahasan
Anamnesis
Anamnesis merupakan tahap awal dalam pemeriksaan untuk mengetahui riwayat
penyakit dan menegakkan diagnosis. Anamnesis harus dilakukan dengan teliti, teratur dan
lengkap karena sebagian besar data yang diperlukan dari anamnesis untuk menegakkan
diagnosis. Sistematika yang lazim dalam anamnesis, yaitu identitas, riwayat penyakit, dan
riwayat perjalanan penyakit. Anamnesis dapat langsung dilakukan terhadap pasien (autoanamnesis) atau terhadap keluarganya atau pengantarnya (allo-anamnesis) bila keadaan pasien
tidak memungkinkan untuk diwawancarai. Penanganan dari pasien ini harus dimulai dengan
riwayat secara menyeluruh melalui anamnesin dan pemeriksaan fisik untuk melakukan
diagnosis. Anamnesis haruslah yang berkaitan dengan kasus, sebagai contoh:
Skenario 13:
SKENARIO 13
Data anamnesis terdiri atas beberapa kelompok data penting:
1. Identitas Pasien dan Keluhan Utama
2. Riwayat Penyakit Sekarang
3. Riwayat Penyakit Dahulu
4. Riwayat Kesehatan Anak
5. Riwayat Pengobatan
6. Riwayat Kesehatan Keluarga
7. Riwayat Sosial dan Nutrisi
8. Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan
9. Riwayat Ibu Saat Hamil (Ante Natal Core ANC)

Identitas Pasien dan Keluhan Utama


Identitas pasien meliputi nama, umur, jenis kelamin, suku, agama, status perkawinan,
pekerjaan, dan alamat rumah. Data ini sangat penting karena data tersebut sering berkaitan
dengan masalah klinik maupun gangguan sistem organ tertentu, juga riwayat kehamilan.
Keluhan utama adalah keluhan terpenting yang membawa pasien minta pertolongan
dokter atau petugas kesehatan lainnya. Keluhan utama biasanya dituliskan secara singkat
beserta lamanya.
Pada kasus ini bayi lahir kurang bulan dengan cesar karena kehamilan disertai dengan
plasenta previa.
Riwayat Penyakit Sekarang
Tanyakan apakah pucat, mudah lelah, lesu, gangguan nafsu makan, gangguan selama
kehamilan dan perut membesar karena pembesaran lien dan hati, ada perdarahan, demam.
Riwayat Penyakit Dahulu
Apakah pasien pernah dirawat di rumah sakit? Apakah ada riwayat trauma perdarahan?
Riwayat diabetes melitus dan hipertensi? Apakah ada penyakit kronis seperti TBC paru, SLE?
Riwayat Kesehatan Anak
Usia kehamilsan saat anak dilahirkan, dan kondisi anak menurut APGAR score.
Obat-Obatan
Obat apa yang sedang dikonsumsi pasien? apakah baru-baru ini ada perubahan
penggunaan obat? adakah respons terhadap terapi terdahulu ?
Riwayat Penyakit Keluarga
Apakah di keluarga ada yang pernah mengalami penyulit dalam kehamilan sebelumnya,
atau kelahiran prematur.
Tanyakan juga apakah ada Anemia? Kelainan jantung? Hipertensi? Dll.1
Riwayat Sosial dan Nutrisi
Bagaimana perilaku dan aktivitas? Aktif atau tidak? Sering berolahraga? Pola makan?
Lingkugan tempat tinggal?, asupan nutrisi selama kehamilan dan riwayat pemeriksaan.

Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan


Penilaian terhadap anak saat lahir, dengan melakukan penilaian menurut APGAR score
atauBallock score
Riwayat ibu saat hamil (Ante Natal Core ANC)
Selama Masa Kehamilan, hendaknya perlu dikaji secara mendalam adanya faktor resiko
pada kehamilan. Sering orang tua merasa bahwa dirinya sehat. Apabila diduga faktor resiko,
maka ibu perlu diberitahukan mengenai risiko yang mungkin dialami oleh anaknya nanti baik
selama kehamilan atau saat persalinan. 2
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum
Anak biasanya terlihat lemah dan serta tidak selincah atau sekuat anak yang lahir cukup
bulan dan normal.

TTV
Kepala dan bentuk muka
Anak yang lahir prematur memiiliki ciri

Mata dan konjungtiva terlihat pucat kekuningan


Mulut dan bibir terlihat pucat kehitaman
Dada
Pada inspeksi terlihat bahwa dada sebelah kiri menonjol akibat adanya pembesaran jantung

yang disebabkan oleh anemia kronik.


Perut
Kelihatan membuncit dan pada perabaan terdapat pembesaran limpa dan hati

(hepatosplemagali).
Pertumbuhan fisiknya terlalu kecil untuk umurnya dan BB nya kurang dari normal. Ukuran

fisik anak terlihat lebih kecil bila dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya.
Pertumbuhan organ seks sekunder untuk anak pada usia pubertas
Ada keterlambatan kematangan seksual, misalnya, tidak adanya pertumbuhan rambut pada
ketiak, pubis, atau kumis. Bahkan mungkin anak tidak dapat mencapai tahap adolesense

karena adanya anemia kronik.


Kulit
Warna kulit pucat kekuning- kuningan. Jika anak telah sering mendapat transfusi darah,
maka warna kulit menjadi kelabu seperti besi akibat adanya penimbunan zat besi dalam
jaringan kulit (hemosiderosis).3,4

Working Diagnosis (WD)


4

Bayi Lahir Kurang Bulan


Definisi
Pada tahun 1935, American Academy of Pedriatrics mendefinisikan prematuritas segabai
bayi yang lahir hidup dengan berat badan 2500 g atau kurang. Kriteria ini digunakan luas
sampai di dapatkan ketidak sesuaian antara usia gestasi dan berat lahir akibat pertumbuhan janin
yang terhambat, badan kesehatan dunia (WHO) pada tahun 1961 menambahkan usia gestasi
sebagai satu kriteria bayi prematur, yaitu bayi yang lahir pada usia gestasi 37 minggu atau
kurang. Dibuat pembedaan antara berat badan lahir rendah (2500g atau kurang) dan
prematuritas (37 minggu atau kuran).
Etiologi Premature
Banyak faktor yang menjadi pemicu atau penyebab terjadinya kelahiran prematur,
terutama adalah :
1. Komplikasi medis dan obstetris. Meis Dkk. Menganalisa kausa pelahiran sebelum usia
gestasi 37 minggu pada sebuah studi populasi kehamilan tunggal yang dilakukan di
NICHD maternal-Fetal Medicine Units Network. Sekitar 28 persen kelahiran preterm
diindikasikan disebabkan oleh preeklampsia (43%), gawat janin (27 %), Pertumbuhan
janin terhambat (10%) ablasio plasenta (7%) dan kematian janin (7%). Tujuh puluh dua
persen sisanya disebabkan oleh persalinan preterm spontan dengan atau tanpa pecah
ketuban. Ibu dengan plasenta previa dan kehamilan multipel, yang keduanya sering
disertai dengan kelahiran preterm, disingkirkan dari analisa ini.
2. Faktor gaya hidup. Perilaku seperti merokok, gizi buruk dan penambahan berat badan
yang kurang baik selama kehamilan serta ppenggunaan obat2 seperti kokain atau alkohol
telah dilaporkan memainkan peranan penting pada kejadian dan hasil akhir bayi dengan
berat lahir rendah, faktor lainnya seperti umur ibu yang terlalu muda, kimiskinan,
perawakan pendek, dan faktor-faktor pekerjaan.
3. Faktor Genetik. Telah di amati selama bertahun-tahun bahwa pelahiran preterm
merupakan suatu kondisi yang terjadi secara familial, observasi ini ditambah sifat
kelahiran preterm yang berulang dan prevalensinya yang berbeda antar-ras telah
menimbulkan dugaan adanya penyebab genetik persalinan preterm.
4. Infeksi Cairan amnion dan Kiroamnion. Infeksi korioanmion yang disebabkan oleh
berbagai mikroorganisme telah muncul sebagai kemungkinan penjelasan berbagai kasus
pecah ketuban.
5

Patogenesis
Schwarz dkk. Menyatakan bahwa persalinan aterm diawali dengan aktivasi fosfolipase A,
yang memecah asam arakidonat dari dalam selaput teuban, segingga membuat asam
arakhidonat bebas tersedia untuk sintesis prostaglandin,

PENILAIAN BALLARD SCORE :


Skor Ballard baru , yang merupakan revisi skor asli, dapat digunakan pada bayi usia
gestasi 20 minggu. Alat ini memiliki bagian fisik dan neuromuskular yang sama, namun
menambahkan skor -1 dan -2 yang mencerminkan tanda bayi sangat prematur, seperti kelopak
mata yang masih menyatu; jaringan payudara yang belum teraba; kulit yang lengket, mudah
robek, transparan; tidak ada lanugo; sudut siku-jendela( fleksi pergelangan tangan) lebih dari
90 derajat. Pemeriksaan bayi dengan usia gestasional 26 minggu atau kurang harus dilakukan
kurang dari 12 jam setelah lahir.Pada bayi dengan usia gestasional minimal 26 minggu,
pemeriksaan dapat dilakukan sampai 96 jam setelah lahir. Agar dijamin keakuratannya,
pemeriksaan awal sebaiknya dilakukan dalam 48 jam pertama kehidupan. Penyesuaian
neuromuscular setelah lahir pada bayi yang sangat imatur menuntut pemeriksaan tindak lanjut
untuk menentukan kriteria neuromuskular yang valid.
Berat badan sehubungan dengan usia gestasional. Berat badan bayi saat lahir juga
berkorelasi dengan insidensi morbiditas dan mortalitas perinatal. Akan tetapi, berat badan lahir
saja merupakan indikator yang buruk untuk usia gestasional dan maturitas janin. Maturitas
menunjukkan kapasitas fungsional tingkat kemampuan sistem organ neonatus untuk beradaptasi
dengan kebutuhan hidupekstrauterin. Dengan demikian, usia gestasional lebih berhubungan
erat dengan maturitas janin dibandingkan berat badan lahir. Karena herediter mempengaruhi
ukuran bayi baru lahir, maka pencatatan ukuran anggota keluarga lainnya merupakan bagian
proses pengkajian.
Pengklasifikasian bayi saat lahir baik berdasarkan berat badan lahir maupun usia
gestasional lebih merupakan metode yang tepat untuk meramalkan risiko mortalitas dan menjadi
panduan penanganan bayi dibandingkan hanya memperkirakan usia gestasional atau berat badan
lahir saja. Berat badan lahir, panjang, dan lingkar kepala bayi diplotkan ke grafik standar yang
menunjukkan nilai normal usia gestasional. Bayi yang beratnya cukup untuk usia gestasional
(appropriate for gestational age [AGA]) (antara persentil ke-10 sampai 90) dapat dianggap
6

mengalami pertumbuhan dengan kecepatan normal tanpa memerhatikan saat kelahiranpreterm,term, atau post-term. Bayi yang besar untuk usia gestasional (large for gestational age
[LGA])(di atas persentil ke-90) dapat dianggap mengalami laju pertumbuhan dengan kecepatan
tinggi selama kehidupan janin; bayi kecil untuk usiagestasional (small for gestational age
[SGA])(dibawah persentil ke-10) dapat dianggap mengalami retardasi atau kelambatan
pertumbuhan intrauterin

Kurva Lubchenco
Penyesuaian antara umur kehamilan dengan berat badan bayi baru lahir disebutkan
dalam batas normal apabila berada dalam percentile 10 sampai persentil 90 dalam kurva
Battaglia dan Lubchenco.
Berdasarkan kurva tersebut, maka berat badan menurut usia kehamilan dapat digolongkan
sebagai berikut:
a
b

Kecil Masa Kehamilan (KMK) yaitu jika bayi lahir dengan BB dibawah persentilke-10.
Sesuai Masa Kehamilan (SMK) yaitu jika bayi lahir dengan BB diantara persentilke-10 dan

ke-90.
Besar Masa Kehamilan (BMK) yaitu jika bayi lahir dengan BB diatas persentil ke-90 pada
kurva pertumbuhan janin
Dismaturitas yaitu bayi dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya utnuk

masa gestasi itu. Disebut juga kecil untuk masa kehamilan (KMK). Dapat terjadi pada masa
pre-, term, dan post-term. Setiap bayi baru lahir (prematur, matur, postmatur) mungkin saja
mempunyai berat yang tidak sesuai dengan masa gestasinya. Istilah lain yang dipergunakan
untuk menunjukkan KMK adalah IUGR (intrauterine growth retardation = retardasi
pertumbuhan intrauterin).

Apgar Score

E. Pemeriksaan Diagnostik Prematur


a

Pemantauan glukosa darah terhadap hipoglikemia


Nilai normal glukosa serum : 45 mg/dl

Pemantauan gas darah arteri

Normal untuk analisa gas darah apabila kadar PaO2 50 70 mmHg dan kadar PaCO2 35
45 mmHg dan saturasi oksigen harus 92 94 %.
c

Kimia darah sesuai kebutuhan


Hb (Hemoglobin)
Hb darah lengkap bayi 1 3 hari adalah 14,5 22,5 gr/dl
Ht (Hematokrit)
Ht normal berkisar 45% - 53%
LED darah lengkap untuk anak anak
Menurut : Westerfreen : 0 10 mm/jam
Wintrobe : 0 13 mm/jam
Leukosit (SDP)
Normalnya 10.000/ mm. pada bayi preterm jumlah SDP bervariasi dari 6.000
225.000/ mm.
Trombosit
Rentang normalnya antara 60.000 100.000/ mm.
Kadar serum / plasma pada bayi premature (1 minggu)
Adalah 14 27 mEq/ L
Jumlah eritrosit (SDM) darah lengkap bayi (1 3 hari)
Adalah 4,0 6,6 juta/mm.
Ph darah lengkap arterial prematur (48 jam) : 7,35 7,5
Pemeriksaan sinar sesuai kebutuhan
Jika frekuensi nafas lebih dari 60x/menit dan tidak teratur setiap jam sebaiknya dibuat
foto thorax
Pemeriksaan Gas Darah

F. Penatalaksanaan Prematur
1. Perawatan di Rumah Sakit
Mengingat belum sempurnanya kerja alat alat tubuh yang perlu untuk
pertumbuhan dan perkembangan dan penyesuaian diri dengan lingkungan hidup di luar
uterus maka perlu diperhatikan pengaturan suhu lingkungan, pemberian makanan dan
bila perlu pemberian oksigen, mencegah infeksi sertamencegah kekurangan vitamin dan
zat besi.
a

Pengaturan suhu
Bayi prematur mudah dan cepat sekali menderita hipotermia bila berada di
lingkungan yang dingin. Kehilangan panas disebabkan oleh permukaan tubuh bayi
yang relative lebih luas bila dibandingkan dengan berat badan, kurangnya jaringan
lemak di bawah kulit dan kekurangan lemak coklat (brown flat). Untuk mencegah
hipotermia perlu diusahakan lingkunagn yang cukup hangat untuk bayi dan dalam
keadaan istirahat konsumsi okigen paling sedikit, sehingga suhu tubuh bayi tetap
normal. Bila bayi di rawat di dalam incubator maka suhu untuk bayi dengan berat
10

badan kurang dari 2 kg adalah 35 C dan untuk bayi dengan berat badan 2 2,5 kg
adalah 34 C agar ia dapat mempertahankan suhu tubuh sekitar 37 C. Kelembapan
incubator berkisar antara 50% - 60%. Kelembapan yang lebih tinggi diperlukan
pada bayi dengan sindroma gangguan pernafasan. Suhu incubator dapat diturunkan
1C perminggu untuk bayi dengan berat badan 2 kg dan secara berangsur angsur ia
dapat di letakkan di dalam tempat tidur bayi dengan suhu lingkungan 27C - 29C.
Bila incubator tidak ada, pemanasan dapat dilakukan dengan membungkus bayi dan
meletakkan botol botol hangat disekitarnya atau dengan memasang lampu
petromaks di dekat tempat tidur bayi. Cara lain untuk mempertahankan suhu tubuh
bayi sekitar 36C - 37C adalah dengan memakai alat perspexheat shield yang
diselimutkan pada bayi dalam incubator. Alat ini digunakan untuk menghilangkan
panas karena radiasi. Akhir akhir ini telah mulai digunakan incubator yang
dilengkapi dengan alat temperature sensor (thermistor probe). Alat ini ditempelkan
di kulit bayi. Suhu incubator dikontrol oleh alat servomechanism. Dengan cara ini
suhu kulit bayi dapat dipertahankan pada derajat yang telah ditetapkan sebelumnya.
Alat ini sangat bermanfaat untuk bayi dengan lahir yang rendah.
Bayi dalam incubator hanya dipakaikan popok. Hal ini mungkin untuk
pengawasan mengenai keadaan umum, perubahan tingkah laku, warna kulit,
pernafasan, kejang dan sebagainya sehingga penyakit yang diderita dapat dikenal
sedini dininya dan tindakan serta pengobatan dapat dilaksanakan secepatnya.
b

Pemberian ASI pada bayi premature


Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan yang terbaik yang dapat diberikan oleh
ibu pada bayinya, juga untuk bayi premature. Komposisi ASI yang dihasilkan ibu
yang melahirkan premature berbeda dengan komposisi ASI yang dihasilkan oleh ibu
yang melahirkan cukup bulan dan perbedaan ini berlangsung selama kurang lebih 4
minggu. Jadi apabila bayi lahir sangat premature (<30 minggu) sering kali terjadi
kegagalan menyusui pada ibu yang melahirkan premature. Hal ini disebabkan oleh
karena ibu stres, ada perasaan bersalah, kurang percaya diri, tidak tahu memerah
ASI pada bayi prematur refleks hisap dan menelan belum ada atau kurang, energi
untuk menghisap kurang, volume gaster kurang, sering terjadi refluks, peristaltik
lambat.
Agar ibu yang melahirkan prematur dapat berhasil memberikan ASI perlu
dukungan dari keluarga dan petugas, diajarkan cara memeras ASI dan menyimpan

11

ASI perah dan cara memberikan ASI perah kepada bayi prematur dengan sendok,
pipet ataupun pipa lambung.
1) Bayi prematur dengan berat lahir >1800 gram (> 34 minggu gestasi) dapat
langsung disusukan kepada ibu. Mungkin untuk hari hari pertama kalau ASI
belum mencukupi dapat diberikan ASI donor dengan sendok / cangkir 8 10 kali
sehari.
2) Bayi prematur dengan berat lahir 1500- 1800 gram (32 34 minggu), refleks
hisap belum baik, tetapi refleks menelan sudah ada, diberikan ASI perah dengan
sendok / cangkir, 10 12 kali sehari.
3) Bayi prematur dengan berat lahir 1250 1500 gram (30 31 minggu), refleks
hisap dan menelan belum ada, perlu diberikan ASI perah melalui pipa orogastrik
12X sehari.
c. Makanan bayi
Pada bayi prematur, reflek hisap, telan dan batuk belum sempurna, kapasitas
lambung masih sedikit, daya enzim pencernaan terutama lipase masih kurang
disamping itu kebutuhan protein 3 5 gram/ hari dan tinggi kalori (110 kal/ kg/
hari), agar berat badan bertambah sebaik baiknya. Jumlah ini lebih tinggi dari yang
diperlukan bayi cukup bulan. Pemberian minum dimulai pada waktu bayi berumur 3
jam agar bayi tidak menderita hipoglikemia dan hiperbilirubinemia.
Sebelum pemberian minum pertama harus dilakukan penghisapan cairan
lambung. Hal ini perlu untuk mengetahui ada tidaknya atresia esophagus dan
mencegah muntah. Penghisapan cairan lambung juga dilakukan setiap sebelum
pemberian minum berikutnya. Pada umumnya bayi denagn berat lahir 2000 gram
atau lebih dapat menyusu pada ibunya. Bayi dengan berat lahir kurang dari 1500
gram kurang mampu menghisap air susu ibu atau susu botol, terutama pada hari
hari pertama, maka bayi diberi minum melalui sonde lambung (orogastrik
intubation).
Jumlah cairan yang diberikan untuk pertama kali adalah 1 5 ml/jam dan
jumlahnya dapat ditambah sedikit demi sedikit setiap 12 jam. Banyaknya cairan
yang diberikan adalah 60mg/kg/hari dan setiap hari dinaikkan sampai 200mg/kg/hari
pada akhir minggu kedua.
d. Mencegah infeksi

12

Bayi prematur mudah sekali terserang infeksi. Ini disebabkan oleh karena
daya tahan tubuh terhadap infeksi kurang, relatif belum sanggup membentuk
antibodi dan daya fagositosis serta reaksi terhadap peradangan belum baik oleh
karena itu perlu dilakukan tindakan pencegahan yang dimulai pada masa perinatal
memperbaiki keadaan sosial ekonomi, program pendidikan (nutrisi, kebersihan dan
kesehatan, keluarga berencana, perawatan antenatal dan post natal), screening
(TORCH, Hepatitis, AIDS), vaksinasi tetanus serta tempat kelahiran dan perawatan
yang terjamin kebersihannya. Tindakan aseptik antiseptik harus selalu digalakkan,
baik dirawat gabung maupun dibangsal neonatus. Infeksi yang sering terjadi adalah
infeksi silang melalui para dokter, perawat, bidan, dan petugas lain yang
berhubungan dengan bayi.
Untuk mencegah itu maka perlu dilakukan :
1. Diadakan pemisahan antara bayi yang terkena infeksi dengan bayi yang tidak
terkena infeksi
2. Mencuci tangan setiap kali sebelum dan sesudah memegang bayi
3. Membersihkan temapat tidur bayi segera setelah tidak dipakai lagi (paling lama
seorang bayi memakai tempat tidur selama 1 minggu untuk kemudian
dibersihkan dengan cairan antisptik)
4. Membersihkan ruangan pada waktu waktu tertentu
5. Setiap bayi memiliki peralatan sendiri
6. Setiap petugas di bangsal bayi harus menggunakan pakaian yang telah disediakan
7. Petugas yang mempunyai penyakit menular dilarang merawat bayi
8. Kulit dan tali pusat bayi harus dibersihkan sebaik baiknya
9. Para pengunjung hanya boleh melihat bayi dari belakang kaca
e. Perawatan Tali Pusat
1. Jangan membungkus panjang tali pusat atau mengoleskan cairan/bahan apapun ke
puntung tali pusat. Nasehatkan hal ini juga bagi ibu dan keluarga
2. Mengoleskan alkohol atau povidon iodine masih boleh tetapi tidak dikompreskan
karena menyebabkan tali pusat basah/lembab
f. Minum cukup
Selama dirawat, pihak rumah sakit harus memastikan bayi mengkonsumsi susu
sesuai kebutuhan tubuhnya. Selama belum bisa menghisap denagn benar, minum
susu dilakukan dengan menggunakan pipet.
13

g. Memberikan sentuhan
Ibu sangat disarankan untuk terus memberikan sentuhan pada bayinya. Bayi
prematur yang mendapat banyak sentuhan ibu menurut penelitian menunjukkan
kenaikan berat badan yang lebih cepat daripada jika si bayi jarang disentuh.
h. Membantu beradaptasi
Bila memang tidak ada komplikasi, perawatan di RS bertujuan membantu bayi
beradaptasi dengan limgkungan barunya. Setelah suhunya stabil dan dipastikan tidak
ada infeksi, bayi biasanya sudah boleh dibawa pulang. Namunada juga sejmlah RS
yang menggunakan patokan berat badan. Misalnya bayi baru boleh pulang kalau
beratnya mencapai 2kg kendati sebenarnya berat badan tidak berbanding lurus
dengan kondisi kesehatan bayi secara umum.(Didinkaem, 2007).

2. Perawatan di rumah
a. Minum susu
Bayi prematur membutuhkan susu yang berprotein tinggi. Namun dengan kuasa
Tuhan, ibu ibu hamil yang melahirkan bayi prematur dengan sendirinya akan
memproduksi ASI yang proteinnya lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang
melahirkan bayi cukup bulan. Sehingga diusahakan untuk selalu memberikan ASI
eksklusif, karena zat gizi yang terkandung didalamnya belum ada yang
menandinginya dan ASI dapat mempercepat pertumbuhan berat anak.
b. Jaga suhu tubuhnya
Salah satu masalah yang dihadapi bayi prematur adalah suhu tubuh yang belum stabil.
Oleh karena itu, orang tua harus mengusahakan supaya lingkungan sekitarnya tidak
memicu kenaikan atau penurunan suhu tubuh bayi. Bisa dilakukan dengan menempati
kamar yang tidak terlalu panas ataupun dingin.
c. Pastikan semuanya bersih
Bayi prematur lebih rentan terserang penyakit dan infeksi. Karenanya orang tua harus
berhati hati menjaga keadaan si kecil supaya tetap bersih sekaligus meminimalisir
kemungkinan terserang infeksi. Maka sebaiknya cuci tangan sebelum memberikan
susu, memperhatikan kebersihan kamar.
d. BAB dan BAK

14

BAB dan BAK bayi prematur masih terhitung wajar kalau setelah disusui lalu
dikeluarkan dalam bentuk pipis atau pup. Menjadi tidak wajar apabila tanpa diberi
susu pun bayi terus BAB dan BAK. Untuk kasus seperti ini tak ada jalan lain kecuali
segera membawanya ke dokter.
e. Berikan stimulus yang sesuai
Bisa dilakukan dengan mengajak berbicara, membelai, memijat, mengajak bermain,
menimang, menggendong, menunjukkan perbedaan warna gelap dan terang, gambar
gambar dan mainan berwarna cerah.
G. Komplikasi Prematur
Kebanyakan komplikasi yang terjadi pada bayi prematur adalah yang berhubungan
dengan fungsi imatur dari sistem organ. Komplikasi-komplikasi yang bisa terjadi meliputi:
a
Paru-paru
Produksi surfaktan seringkali tidak memadai guna mencegah alveolar collapse dan
atelektasis, yang dapat terjadi Respitarory Distress Syndrome.
b
SSP (Susunan syaraf pusat)
Disebabkan tidak memadainya koordinasi refleks menghisap dan menelan, bayi yang
lahir sebelum usia gestasi 34 minggu harus diberi makanan secara intravena atau melalui
sondelambung. Immaturitas pusat pernafasan di batang otak mengakibatkan apneic spells
c

(apneasentral).
Infeksi
Sepsis atau meningitis kira-kira 4X lebih berisiko pada bayi prematur daripada bayi

normal.
Pengaturan suhu
Bayi prematur mempunyai luas permukaan tubuh yang besar dibanding rasio masa
tubuh,oleh karena itu ketika terpapar dengan suhu lingkungan di bawah netral, dengan
cepat akankehilangan panas dan sulit untuk mempertahankan suhu tubuhnya karena efek

shivering pada prematur tidak ada


Saluran pencernaan (Gastrointestinal tract).
Volume perut yang kecil dan reflek menghisap dan menelan yang masih immatur pada
bayi prematur, pemberian makanan melalui nasogastrik tube dapat terjadi risiko
aspirasi.f. GinjalFungsi ginjal pada bayi prematur masih immatur, sehingga batas

konsentrasi dan dilusi cairanurine kurang memadai seperti pada bayi normal.
Hiperbilirubinemia
Pada bayi prematur bisa berkembang hiperbilirubinemia lebih sering daripada pada bayi
aterm, dankernicterus bisa terjadi pada level bilirubin serum paling sedikit 10mg/dl (170

umol/L) pada bayikecil, bayi prematur yang sakit.


Hipoglikemia

15

Hipoglikemia merupakan penyebab utama kerusakanotak pada periode perinatal. Kadar


glukosadarah kurang dari 20 mg/100cc pada bayi kurang bulan atau bayi prematur
h

dianggap menderita hipoglikemia.


Mata
Retrolental fibroplasia, kelainan ini timbul sebagai akibat pemberian oksigen yang
berlebihan pada bayi prematur yang umur kehamilannya kurang dari 34 minggu.
Tekanan oksigen yang tinggidalam arteri akan merusak pembuluh darah retina yang
masih belum matang (immatur)

16