Anda di halaman 1dari 5

Cinta Kasih

Jalan Mencapai Sat Cit Ananda ( Kebahagiaan Abadi )


Oleh:
I Wayan Sudarma

Om Swastyastu
Om Guru Brahma, Guru Vishnu
Guru Devo Mahesvara
Guru Sakshat Param Brahma
Tasmai Shri Guruve namah
Puji dan syukur kita haturkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena hanya atas Asung
Kertha Wara Nugraha-Nya kita masih diberikan kesempatan untuk dapat menghirup udara segar,
melihat serta menyaksikan berbagai macam fenomena yang terjadi di dalam kehidupan ini.
Seperti yang kita saksikan di zaman kaliyuga ini, banyak terjadi kekerasan dan berbagai hal-hal
buruk di dalam kehidupan kita. Setiap hari, kita selalu menyaksikan tayangan-tayangan ataupun
berita dalam media masa yang semuanya mengarah pada kekerasan (Himsa Karma).
Pembunuhan, pemerkosaan, tawuran antar pelajar dan berbagai bentuk kezaliman yang lainnya.
Di manakah kesadaran kita? Di manakah sifat ilahi itu berada? Di manakah Cinta Kasih itu
bersemayam? Apakah kita masih memiliki cinta dan kasih sayang?
Sebelum melanjut lebih jauh, saya akan melantunkan beberapa bait sloka yang dikumandangkan
ketika perang Wangsa Bharata akan dimulai
Yada-yada hi Dharmasya
Glanir Bhavati Bharata
Abhyutthanam Adharmasya
Tada tmanam Srijamy Aham (Bhagavad Gita IV. 7)
Paritranaya Sadhunam
Vinasaya cha dushkritam
Dharma Samsthapanarthaya
Sambhavami Yuge-yuge (Bhagavad Gita IV. 8)
Artinya :
Manakala Dharma hendak sirna, dan Adharma hendak merajalela Saat itu, wahai
keturunan Bharata, Aku sendiri turun menjelmaDemi untuk melindungi kebajikan, demi
untuk memusnahkan kejaliman, dan demi untuk menegakkan DharmaAku lahir ke dunia..
dari masa ke masa
Dari kutipan seloka tersebut, kita dapat mengetahui bahwa segala macam bentuk Adharma di
muka bumi ini dapat kita singkirkan, karena Tuhan ada di dalam diri kita. Saudara-saudaraku
dalam persaudaraan kasih kita harus mengetahui bahwa tiada perbedaan diantara kita dalam
kehidupan ini, baik Agama, golongan, suku, bangsa dan kasta, semuanya sama di hadapan Ida
Sang Hyang Widhi Wasa. Oleh karena itu, marilah kita tanamkan dan pupuk rasa persaudaraan
kita dalam lingkaran Cinta Kasih.
Love All Serve All, Cintai semua dan layanilah semua karena sesungguhnya Manava Seva is
Madhava Seva, melayani sesama adalah melayani Tuhan.

1 File: I Wayan Sudarma


Disampaikan pada Acara Religius Camp Sekolah Victory Plus, 20-21 November 2015

Kita mengetahui bahwa tujuan Agama Hindu adalah Mokshartam Jagaditha Ya Ca Iti Dharma.
Namun, kita juga perlu mengetahui bahwa tujuan hidup kita dan terlahir ke muka bumi ini adalah
untuk mengetahui diri kita yang sejati. Siapakah saya? Siapakah anda? Siapakah diri ini?
Jawabannya hanya satu, yaitu ATMAN. Atman merupakan percikan terkecil dari Brahman, dan
Atman berada di dalam setiap diri makhluk hidup. Oleh karena itu, kita harus mengetahui dan
percaya bahwa Tuhan bersemayam di dalam diri kita, inilah makna kehidupan yang harus kita
ketahui di zaman Kaliyuga ini. Ada sebuah cerita
Di suatu hari, di sebuah asrama ada seorang Guru bersama keempat orang muridnya (Sisya). Ia
memiliki tiga orang murid yang sangat pandai dan dapat melafalkan berbagai macam mantra,
tetapi salah seorang muridnya yang bernama Arjun sama sekali tidak mengatahui apa-apa
tentang ilmu pengetahuan. Namun, ia juga memiliki kelebiahan yang tidak dimiliki oleh kakakkakaknya, yaitu Cinta Kasih. Pada suatu hari, Arjun sedang membersihkan tempat tidur gurunya,
dan tiba-tiba tiga orang kakaknya datang menghampirinya. Salah seorang kakaknya yang
bernama Gopal mengatakan kepada Arjun agar ia mau mencucikan baju-baju mereka yang telah
kotor. Arjun dengan penuh kerendahan hati tidak menolak perintah yang dikatakan oleh
kakaknya tersebut, ia langsung mengambil baju-bajunya dan pergi ke sungai untuk mencuci
baju-baju tersebut. Ia mencuci baju-baju tersebut dengan penuh cinta kasih sambil melantunkan
nama-nama suci Tuhan. Tetapi tiba-tiba, datang sebuah banjir besar yang menyebabkan bajubaju tersebut hanyut. Arjun yang pergi menyelamatkan dirinya ke tepian merasa sangat bersalah
jika baju-baju tersebut sampai hanyut. Sehingga, ia memutuskan untuk menyeberangi aliran
sungai yang deras itu untuk menyelamatkan baju-baju kakaknya. Di sinilah terjadi sebuah
keajaiban, yang mana di setiap langkah yang digunakan Arjun untuk menyeberangi sungai
tersebut, tumbuh bermekaran bunga-bunga teratai, sehingga ia dapat mengambil baju-baju
kakaknya tanpa mengalami luka sedikitpun. Dari cerita ini, kita dapat mengetahui bahwa cinta
kasih dan kepercayaan yang sangat besar akan dapat memberikan manfaat yang besar pula
kepada kita, bahkan ia dapat menyelamatkan kita dari jurang kehancuran.
SI KAYA, SI MAKMUR, DAN SI CINTA
Suatu ketika ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah setelah berbelanja dari
pasar. Ia melihat ada tiga orang pria berkumis yang sedang beristirahat di depan
rumahnya. Mereka tampak letih sekali dan lapar. Karena tidak mengenal mereka semua,
maka wanita itu tidak berani menawarkan mereka untuk makan di rumahnya sampai sang
suami pulang kerumah. Sesampainya sang suami pulang pada sore harinya dari
berladang, sang wanita atau istrinya tersebut menceritakan hal yang ia lihat tadi siang,
dan ternyata ketiga pria itu masih saja duduk dan beristirahat di depan rumah. Lalu sang
wanita menghampiri keluar dan berkata maaf bapak-bapak ini terlihat letih dan lapar,
memang bapak-bapak belum makan sejak tadi siang? Hmmm bagaimana kalau bapakbapak ini masuk saja ke dalam rumahku dan mungkin aku masih punya cukup makanan
untuk bapak-bapak semua. Lalu salah satu dari bapak-bapak itu berkata sebelumnya
kami ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu, nama saya adalah Cinta, sedangkan di
sebelah saya adalah saudara saya yang bernama Kaya dan Makmur kami benar-benar
mengucapkan terima kasih banyak untuk tawaran ibu yang sangat baik kepada kami, kami
pasti akan senang sekali untuk menerima tawaran ibu, tetapi kami tidak bisa masuk
bertiga ke rumah ibu, mungkin ibu bisa memilih salah satu dari kami saja lalu sang
wanita itu heran Hah? Mengapa begitu? setelah sang wanita itu bingung dengan apa
yang dikatakan oleh bapak berkumis tadi, sang wanita tersebut kembali ke rumah untuk
menceritakan hal tersebut ke pada suaminya. Wahh aneh sekali ya? Yasudah bagaimana
kalau kita mengundang si Makmur saja siapa tau panen padi dan jagung kita di lading bisa

2 File: I Wayan Sudarma


Disampaikan pada Acara Religius Camp Sekolah Victory Plus, 20-21 November 2015

makmur? kata sang suami. Lalu sang istri menjawab Aduhh bapak ini, mengapa tidak
kita udang si Kaya saja, siapa tau kita bisa kaya mendadak tanpa kerja keras,
bagaimana? . tak disangka sang anak yang mendengar percakapan kedua orangtuanya
tadi mempunyai pendapat yang berbeda. Pak, ibu kenapa kita tidak undang si Cinta saja,
agar rumah ini selalu bahagia, damai dan dipenuhi oleh cinta kasih setiap harinya.
Setelah mendengar perkataan dari buah hati mereka itu, akhirnya mereka memutuskan
untuk mengundang si Cinta. Pak cinta! Pak cinta mari masuk!! Kau kami undang untuk
makan bersama kami. Tetapi tiba-tiba wanita itu kaget karena pada saat si Cinta ingin
masuk kerumahnya, ternyata si Makmur dan si Kaya mengikutinya dari belakang. Loh..
bapak-bapak ini kenapa mengikuti pak cinta juga, bukannya kalian sendiri yang minta
salah satu saja? lalu si Kaya dan si Makmur menjawab bersamaan Kala ibu
mengundang salah satu dari Makmur atau Kaya, mungkin yang lain akan tinggal di luar.
Namun karena anda mengundang cinta, maka kemanapun cinta pergi kami pun akan
selalu ikut bersamanya. Dimana ada cinta, maka kekayaan dan kemakmuran juga akan
ikut serta. Sebab, ketahuilah bahwa sebenarnya kami ini buta, dan hanya si Cinta lah yang
bisa menunjukan jalan kepada kami sebab hanya dialaha yang bisa melihat, menunjukkan
jalan kepada kami, sebuah jalan kebaikan, dan jalan yang lurus. Oleh karena itu kami
semua butuh bimbingannya saat berjalan dan saat kami menjalani hidup ini.
Dari cerita tersebut dapat dilihat bahwa cinta adalah segala-galanya dan tidak ada yang
dapat membayarnya dengan apapun
Umat Sedharma yang berbahagia, sekarang timbul sebuah pertanyaan. Tuhan selalu
bersemayam di dalam diri kita, tetapi apakah sifat ketuhanan itu sudah tercermin di dalam
diri kita? Jawabannya adalah belum sempurna, karena satu hal yang membedakan antara
Tuhan dan Makhluk ciptaannya adalah sifat ketuhanan yang dimilikinya, Tuhan Maha
Sempurna.. sedangkan kita belum sempurna walaupun sudah dibekali dengan pikiran
yang membedakan kita dengan makhluk ciptaan yang lainnya, oleh karena itu marilah kita
hidupkan sifat-sifat ketuhanan kita, niscaya Kebahagiaan Abadi ( Sat Cit Ananda ) akan
kita capai, yaitu dengan melakukan pelayanan terhadap sesama, dan juga Smaranam
Om Bhur Bhuwah Swah
Tat Savitur Varenyam
Bhargo Dhevasyah Dhimahi
Dhiyoyonah Praccodayat
Namah Smaranam ( Mengulang-ulang nama Tuhan ) dapat kita lakukan setiap saat, dengan
berbagai cara, berbagai bahasa dan berbagai intonasi, karena sperti yang kita ketahui, Agama
Hindu merupakan Agama yang Universal. Agama Hindu tidak hanya di Indonesia, tetapi di segala
penjuru dunia Agama Hindu sudah tersebar.
Lantunkanlah Nama Smaranam dengan penuh Cinta kasih, niscaya.. vibrasi kasih, kedamaian,
dan kebahagiaan akan selalu menyelimuti diri kita. Marilah kita ulurkan tangan untuk saudarasaudara yang sangat memerlukan bantuan kita, dan marilah mencakupkan tangan untuk selalu
menyebut nama-nama suci Tuhan, niscaya kita akan mencapai Sat Cit Anada.
Karmany Evadhikaras Te
Ma Phalesu Kadacana
Ma Karma-Phala-Hetur Bhur
Ma Te Sango Stv Akarmani (Bhagavad Gita II. 47)
Artinya :
Kewajibanmu kini hanya bertindak

3 File: I Wayan Sudarma


Disampaikan pada Acara Religius Camp Sekolah Victory Plus, 20-21 November 2015

Bekerja tiada mengharapkan hasil


Jangan sekali pahala jadi motifmu
Jangan pula hanya berdiam diri jadi tujuanmu
Saudara-saudaraku yang berbahagia,
Hidup ini penuh dengan halangan dan rintangan untuk mencapai kebahagiaan yang sejati,
namun jika semuanya kita jalani penuh dengan Cinta Kasih maka semuanya akan terasa ringan.
Ada sebuah puisi telugu mengatakan Berpalinglah ke belakang, maka engkau akan
menemukanku, makna yang terkandung dalam puisi tersebut adalah berpalinglah dari
kehidupan duniawi maka engkau akan menemukan Tuhan.
Marilah kita tanamkan benih-benih cinta kasih di dalam diri kita, dan juga melakukan pelayanan
terhadap sesama kita dalam bentuk apapun, yang dapat kita mulai dari hal-hal yang terkecil,
Because Quality is Important than Quantity, kualitas bhakti lebih penting dibandingkan jumlah.
Oleh karena itu, marilah Pemuda kita bangkitkan semangat ketuhanan yang ada di dalam diri
kita, and Be the leader like Lion, jadilah seorang pemimpin yang bijaksana bagaikan sinnga,
teladanilah sifat kebijaksanaan yang dimilikinya, karena itu akan dapat menjadikan kita
memahami makna cinta kasih yang sejati.
Marilah Pemuda lihat diri kita.., begitu banyak yang bisa kita lakukan, layani sesama dengan
kedua tangan kita, buat hidup mulia dan bahagia
Dont do what you like, but Like what you do.., Jangan hanya melakukan hal-hal yang engkau
senangi, tetapi senangilah apa yang engkau lakukan Yesterday, today, and tomorrow is Love,
hari kemarin, saat ini, dan hari esok adalah cinta kasih.
Mulailah Hari dengan kasih sayang
Isilah hari dengan kasih sayang
Akhiri hari dengan kasih sayang
Itulah hidup mulia
Demikianlah yang dapat saya sampaikan semoga dapat memberikan manfaat terhadap diri kita
semua, sehingga terjadi perubahan untuk menuju sifat ketuhanan di dalam diri kita masingmasing dan jadikanlah itu sebagai motivasi ataupun dorongan untuk karakter yang lebih baik
dan mulia. Because theres no perfect things in this life, tidak ada sesuatu yang sempurna di
dalam kehidupan ini, karena kesempurnaan itu hanyalah milik Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Kasihi semua, dan layani semuatanpa ada perdedaan,
Engkau Hanyalah penghuni badan, bukan badan
Dirimu yang sejati adalah Atman
Dan Brahman adalah Asalmu

Om Santih Santih Santih Om

4 File: I Wayan Sudarma


Disampaikan pada Acara Religius Camp Sekolah Victory Plus, 20-21 November 2015

5 File: I Wayan Sudarma


Disampaikan pada Acara Religius Camp Sekolah Victory Plus, 20-21 November 2015