Anda di halaman 1dari 1

Bioinsektisida atau insektisida mikrobial merupakan suatu racun biologis

yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan berfungsi untuk membunuh serangga


(entomopathogen). Bioinsektisida dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu
ovisidia dan larvisidia. Ovisidia digunakan untuk mengendalikan telur serangga,
sedangkan larvisidia digunakan untuk mengendalikan larva serangga. Bioinsektisida
merupakan insektisida generasi baru dan dianjurkan untuk digunakan dalam PHT
(Pengendalian Hama Terpadu) (Djojosumarto 2008). Menurut Behle et al (1999),
bioinsektisida memiliki keunggulan, yaitu sifatnya yang spesifik terhadap serangga
sehingga tidak membahayakan organisme non target lainnya, penggunaannya yang
aman, dan bersifat ramah lingkungan karena tidak menyebabkan terjadinya
penumpukan residu pada hasil pertanian dan dalam tanah.
Kelompok jamur yang dapat menginfeksi serangga disebut jamur
entomopatogenik. Jamur entomopatogenik yang terkenal adalah Namurea rileyi,
Metarizium anisopeliae, dan Beauveria bassiana. Jamur Beauveria bassiana telah
dicoba untuk mengandalikan hama wereng pada coklat dan hama pengerek buah
kopi. Jenis jamur lain yang dapat menginfeksi hama pengerek buah kakao adalah
Acrotalagmus sp., Penicillium sp., Verticillium sp., Fusarium sp., dan Spicaria sp.
Jenis bakteri patogen yang penting ada dua, yaitu Bacillus thuringiensis dan Bacillus
popiliae. Kedua bakteri ini sangat menarik dan berkembang sangat cepat (Tarigan et
al 2013).
Jenis bakteri Bacillus thuringiensis (Bt) telah diketahui sebagai pembunuh
serangga lebih dari satu abad yang lalu. Ciri khas dari Bt adalah kemampuan untuk
memproduksi kristal protein selama sporulasi yang disebut -endotoksin dan bersifat
sangat beracun terhadap serangga (Senewe et al 2013). Bakteri ini bersifat gram
positif, umumnya aerob fakultatif, dan berflageum. Umumnya, bakteri ini dapat
membentuk spora secara aerobik. Banyak penelitian yang menyatakan bahwa salah
satu bioinsektisida yang ramah lingkungan adalah bioinsektisida yang diperoleh dari
Bacillus thuringiensis (Bt).Bioinsektisida mikrobial Bacillus thuringiensis bersifat
aman karena memiliki derajat spesifisitas yang tinggi dan relatif kecil terjadinya
resistensi pada serangga hama.

DAFTAR PUSTAKA
Behle et al. 1999. Makalah Formulations Forum 99. Formulating Bioinsecticides to
Improve Residual Ativity. University Peoria, Illinois
Djojosumarto P. 2008. Pestisida dan Aplikasinya. Jakarta [ID]: Agromedia Pustaka
Senewe RE, Wagiman FX, Wiryadiputra S. 2013. Tingkat Keefektifan Formulasi
Bioinsektisida Bacillus thuringiensis terhadap Hama Penggerek Buah Kakao
pada Kondisi di Lapangan. Jurnal Pelita Perkebunan. Vol 29(2) : 108-119
Tarigan B, Syahrial, U Tarigan. 2013. Uji Efektifitas Baeuveria basianna dan
Bacillus thuringiensis terhadap Ulat Api (Setothosea asigna Eeck,
Lepidoptera, Limacodidae) di Laboratorium. Jurnal Online Agroteknologi.
Vol 1(4) : 1439-1445

Beri Nilai