Anda di halaman 1dari 10

THYPOID

Oleh :
Allan Sandy Pratama

G41130207

Dwi Prasetyaning Tyas G41130279


Munaiyiroh G41130294
Sitoresmi Nurdyana Viviawati
Robi Yahya G41130433

G41130362

Definisi
Demam tifoid adalah penyakit infeksi yang disebabkan
oleh bakteri gram negatifSalmonella typhii
Demam tifoid merupakan suatu infeksi Fecal-Oral yang
pada nantinya akan menyerang saluran Cerna
khususnya usus halus(jejunum dan ileum) dilanjutkan
dengan masuknya ke dalam aliran darah
(bakteremia)yang akan menyebabkan gejala atau tanda
yang khas tempat dimana kuman melewati organ
selama bakteremia tersebut.
Jenis-jenis bakteri typhoid : Salmonella typhi, Paratyphi
A, dan Paratyphi B

ETIOLOGI

Salmonella sp. adalah salah satu strain dari bakteri gram


negative bentuk bacil ataubatang, tidak berspora, tidak
berkapsul, bergerak dengan flagella peritrik, memiliki ukuran2-4
m x 0,5 -0,8 m. Kuman ini tumbuh dalam suasana aerob dan
fakultatif anaerob, mati dalam suhu 56 oC dan pada keadaan
kering. Di dalam air dapat bertahan selama 4 minggu dan hidup
subur dalam media yang mengandung garam empedu. Memiliki
3 macam antigen yaitu antigen O (somatik berupa kompleks
polisakarida), antigen H (flagel) dan antigen Vi.
Faktor- faktor lain yang mempengaruhi kerentanan tubuh
terhadap infeksi Salmonella sp. adalah keasaman lambung, flora
normal usus, dan ketahanan usus lokal.

EPIDEMIOLOGI
sumber penularan penyakit ini yaitu pasien yang
menderita demam tifoid dan yang lebih sering adalah
dari carier yaitu orang yang sudah sembuh dari demam
tifoid tapi masih mengekskresikan S. typhii dalam tinja
selama lebih dari setahun.
Salmonella typhi dapat hidup di dalam tubuh manusia
(manusia sebagai natural reservoir). Manusia yang
terinfeksi Salmonella typhi dapat mengekskresikannya
melalui secret saluran nafas, urin, tinja dalam jangka
waktu yang sangat bervariasi. Salmonella typhi yang
berada di luar tubuh manusia dapat hidup untuk
beberapa minggu apabilaberada di dalam air, es, debu,
atau kotoran yang kering maupun pada pakaian. Mudah
matipada klorisasi dan pasteurinisasi (temp 63o C)

Terjadinya penularan Salmonella typhi sebagian besar


melalui makanan/minuman yang tercemar oleh kuman
yang berasal dari penderita atau pembawa kuman
(carier),biasanya keluar bersama- sama dengan tinja
(rute fecal-oral).
Dapat juga terjadi transmisi transprasental dari seorang
ibu hamil yang berada dalam bakteremia kepada
bayinya. Pernah dilaporkan pula transmisi oro-fekal dari
seorang ibu pembawa kuman pada saat proses
kelahirannya kepada bayinya dan sumber
kumanberasal dari laboratorium penelitian

PATOFISIOLOGI

Gejala dan Klinis


Keluhan dan gejala Demam Tifoid umumnya tidak khas, dan bervariasi dari
gejala yang menyerupai flu ringan sampai sakit berat dan fatal yang
mengenai banyak sistem organ. Secara klinis gambaran penyakit demam
tifoid berupa demam berkepanjangan,gangguan gastrointestinal dan keluhan
susunan saraf pusat.
Masa tunas demam tifoid berlangsung antara 10-14 hari. Demam lebih dari 7
hari,biasanya mulai dengan subfebris yang makin hari makin meninggi,
sehingga pada minggu ke 2 panas tinggi terus menerus terutama pada
malam hari. Demam yang terjadi biasanya khas tinggi pada sore hingga
malam hari dapat mencapai 39-40oC dan cenderung turun menjelang pagi.
Dalam minggu kedua, penderita terus berada dalam keadaan demam. Pada
minggu ketiga suhu badan berangsur- angsur turun dan normal pada akhir
minggu ketiga.Perlu diperhatikan bahwa tidak selalu ada bentuk demam
yang khas seperti di atas pada demam tifoid. Tipe deman menjadi tidak
beraturan, mungkin karena intervensi pengobatan(penggunaan antipiretik
atau antibiotic lebih awal) atau komplikasi yang terjadi lebih awal.Pada
khususnya anak balita, demam tinggi dapat menyebabkan kejang

Gejala sistem gastrointestinal dapat berupa obstipasi, diare, mual,


muntah, perutkembung, lidah kotor, sampai hepato-splenomegali.
Gejala- gejala lain yang tidak spesifik seperti mual, anoreksia.
Gangguan Sistem Saraf terjadi bila ada toksin yang menembus
Blood Brain Barier,pada anak gangguan sistem saraf akibat tifoid
ini lebih sering bersifat Sindrom OtakOrganikyang berarti
kelainan extra cranial mengakibatkan gangguan kesadaran
seperti Delirium, gelisah, somnolen, supor hingga koma.
Pada ekstremitas, punggung, atau perut mungkin didapatkan
floresensi kulit beruparuam makulo papular kemerahan dengan
ukuran 1-5 mm yang mirip dengan ptechiaedisebut dengan
Roseola/ Rose Spot.

PENATALAKSANAAN
A. Istirahat dan perawatan bertujuan untuk menghentikan dan
mencegah penyebarankuman.
B. Diet dan Terapi Penunjang (simtomatik dan suportif), bertujuan
untukmengembalikan rasa nyaman dan kesehatan pasien secara
optimal.
C. Antibiotik
Chloramphenicol, Cotrimoxazole, Ampicillin dan Amoxicillin,
Sefalosporin generasi ketiga (Ceftriaxone, Cefotaxim, Cefixime)
D. Terapi Penyulit
Pada demam tifoid berat kasus berat seperti delirium, stupor, koma
sampai syokdapat diberikan kortikosteroid IV (dexametasone).
Untuk demam tifoid dengan penyulit perdarahan usus kadangkadang diperlukantranfusi darah. Sedangkan yang sudah terjadi
perforasi harus segera dilakukanlaparotomi disertai penambahan
antibiotika metronidazol

TERIMAKASIH