Anda di halaman 1dari 62

ANATOMI FISIOLOGI

SISTEM digestivus
OLEH:

I Made Widastra

POLTEKKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
THUN 2012

PENDAHULUAN
Sistem
pencernaan
(digestivus)
mrpk saluran yg menerima makanan
dari luar u/ dicerna dan diserap o/ tbh
dg jalan proses pencernaan
(pengunyahan,
menelan,
pencampuran) dg enzim dan zat cair
mulai dari mulut sampai anus.

Susunan Sistem
Digestivus
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Oris
Faring
Esofagus
Ventrikulus/ Gaster
Intestinum minor
Intestinum mayor
Rektum
Anus

Alat Penghasil Getah


Cerna
1.
2.
3.
4.
5.

Kelenjar ludah/saliva: parotis,


sublingualis, submandibularis
Kelenjar / glandula getah lambung
Kelenjar hati
Kelenjar pankreas
Kelenjar getah usus

STRUKTUR
PENCERNAAN
MULUT
Permulaan sistem cerna dibagi dua:
1. Bagian luar yg sempit (ruang diantara
gusi, gigi, bibir, dan pipi.
2. Bagian dalam: dibatasi os maksila
palatum dan mandibularis, dibagian
belakang isthmus of fausium dan
faring.
Dibagian luar mulut ditutupi o/kulit dan
sebelah dalam o/ mukosa. M. Orbikularis
menutupi bibir.

GELIGI :ada 2 macam


1.

2.

Gigi sulung/ Gigi susu: tumbuh pd


anak umur 6-7 bl, lengkap pd umur
2 tahun jml 20 bh
Rumus: ICP = 2 1 2
Gigi tetap / Gigi Permanen
Tumbuh pd umur 6-18 th, jml 32
bh
Rumus: ICPM = 2 1 2 3

LIDAH

Tdd otot serat lintang dan dilapisi o/


selaput lendir/mukosa, kerja otot lidah dpt
kesegala arah
Dibagi atas 3 bagian: radiks lingua, dorsum
lingua, dan apeks lingua (ujung lidah)
Pd bagian belakang lidah tdp epiglotis yg
berfungsi u/ menutup jalan napas pd saat
menelan makanan, shg makanan masuk ke
esofagus, tdk ke jalan nafas.
Fungsi: u/ mengaduk makanan, membentuk
suara, alat pengecap dan menelan.

KELENJAR LUDAH/Gldl Saliva


ada 3:
1.

2.

3.

Gldl Parotis: terletak dibawah depan


telinga diantara prosesus mastoid kiri
dan kanan os mandibuler (mll duktus
stensoni).
Gldl sublingualis: di bawah mukosa
dasar cavum oris bermuara di dasar
rongga mulut
Gldl submandibularis : dibawah rongga
mulut bagian belakang (duktus wartoni)
bermuara di rongga mulut

SALIVA

Sekresi 1500 ml/hr


pH < 7 (istirahat) 8 (aktif)
Mengandung lipase lingual, amilase,
mucin (pelindung mukosa mulut).
Pengeluaran dirangsang o/:
- adanya mkn dlm mulut, dan
- melihat, membaui, dan memikirkan
makanan

Palatum
Palatum durum: langit-langit keras
2. Palatum
mole: (p lunak), terletak
dibelakang , mrpk lipatan menggantung
dapat bergerak, terdiri atas jaringan
fibrosa dan mukosa.
Pergerakan dikendalikan o/ ototnya
sendiri. Di belakang isthmus of fausium
tdp kelenjar tonsil.
Pada pipi terdapat otot: M. Buksinator.
Dan dlm cavum oris tdp geligi, kelenjar
saliva, dan lidah.
1.

Reflek Mengunyah
Bolus makanan
Rahang bawah turun
Refleks regang otot-otot
Kontraksi rebound (berlawanan)
Rahang bawah diangkat
Gigi mengatup dan menekan
bolus ke dinding mulut

Proses Menelan
1. Tahap Volunter:
Mkn siap, lidah menekan mkn otomatis kearah
atas dan belakang palatum kemudian didorong ke
posterior masuk faring
2. Tahap Faringeal (Involunter)
Bolus pd posterior mulut dan faring merangsang
daerah reseptor menelan pd pintu faring dan
tonsil, kmd mengirim impuls ke MO dan tjd
kontraksi otot faringeal
3. Thp Esofageal
- Dilakukan o/ peristaltik primer
- Peristaltik sekunder
Dg gerak peristaltik mkn sampai ke
gaster/lambung

Faring

Mrpk organ yg menghubungkan cavum


oris dg esofagus.
Didlm lengkung faring tdp tonsil (amandel)
yaitu kljr limfe yg banyak menganding
limposit u/ pertahanan tubuh thp infeksi
Terletak persimpangan jl napas dg jl
makanan
Bagian2nya: nasofaring, orofaring, dan
laringofaring
Fungsi: Mendorong mkn ke esofagus

ESOFAGUS

Mrpk saluran yg menghubungkan faring dg gaster


Panjang 25 cm mulai dari faring kardiak
gaster
Terdiri dari lapisan : 1) Lap. Mukosa, 2) Lap. sub
mukosa, 3) Lap. otot sirkuler (Pleksus Meissner),
4)
Lap.
Otot
longitudinal
(Pleksus
Auerbach/Mienterikus), Serosa.
Terletak dibelakang trakea, di depan c. v torakalis,
menembus diafragma masuk ke cavum abdomen
berhub. dg lambung (Lihat gambar)
Fungsi: Menelan bahan mkn dri spincter esofagus
sup menuju ke spincter esofagsus inferior

Gaster

Mrpk sal cerna yg dpt mengembang


paling banyak
Bagian2 Gaster:
- Kardia
- Fundus
- Korpus
- Antrum pilorus
- Osteum kardiak :

Fungsi Gaster:

Filling / mengisi
Storage / menyimpan
Mixing / mencampur
Emptying / pengosongan

Sekresi Gaster
HCl
Pepsin
Renin
Lipase
Gastrin (hormon)

Lapisan Gaster ( Dalam ke Luar)

L.
L.
L.
L.
L.

Selaput lendir/mukosa
submukosa
m. sirkuler
m. longitudinal
jar ikat /serosa (peritoneum)

Sekresi getah Lambung

Sekresi getah lambung (gastrik juice) akan


keluar ketika seseorang:
1. Melihat makanan
2. Mencium makanan
3. Memikirkan makanan
Rasa mkn akan merangsang sekresi gaster
o/k kerja saraf menimbulkan rangsangan
kimiawi yg menyebabkan lambung
mengeluarkan hormon

Fungsi Gaster

Menampung dan menghancurkan makanan shg


menjadi halus (chymus)
Enzim Gaster berfungsi:
- HCl mengasamkan mkn, sbg antiseptik,
membuat suasana asam pd lambung
- Pepsin: memecah protein menjadi pepton dan
albumin /asam amino
- Renin: membekukan susu & membentuk
kasein shg susu mdh dicerna
- Lipase gaster: memecah lemak menjadi asam
lemak dan gliserol dan absorpsi hasil
penernaan.

Intestinum Minor/Usus Halus:

Bagian dari sistem cerna mkn yg


berpangkal pd pilorus dan berakhir
pd caekum
P: 6 m, mrpk saluran paling
panjang tempat proses pencernaan
mkn dan absorpsi zat- zat makanan

DUODENUM

P: 25 cm, ber btk sepatu kuda,


melengkung kekiri, pd lengkungan tdp
pankreas
Pd bagian kanan tdp muara sal empedu
(duktus koledokus dan sal pankreas (duktus
wirsungi / duktus pankreatikus yg disebut
ampula vateri
Dinding duodenum memp lap mukosa yg
banyak mengandung kelenjar (Kelenjar
Brunner) yg menghasilkan getah intestium

JEJUNUM & ILEUM

P: jejunum + ileum 6 meter


2/5 bag atas adalah jejunum dg p 2,3 mt, dan
ileum 4-5 mt.
Lekukan jejunum dan ileum melekat pd dinding
abdomen posterior yg berbtk kipas disebut
mesenterium
Pd mesenterium ini keluar masuk arteri dan vena
mesenterika superior, p. dan saraf limfe
Bagian akhir ileum berhub dg caecum dg lubangnya
yg disebut orifisium ileosekalis dan jg terdapat
katup yg disebut Valvula Baukhini, berfungsi u/
mencegah isi kolon masuk kembali ke ileum

Gambar Usus Halus

Mukosa Intestinum

Terdpt permukaan epitel yg sangat


luas melalui lipatan mukosa dan
mikrovili yg memudahkan
pencernaan dan absorpsi
Absorpsi mkn berlangsung di dlm
usus halus melalui pembuluh
darah/kapiler dan limfe

Fungsi Intestinum

Menerima zat mkn yg sdh dicerna/


diserap melalui kapiler dan limfe
Menyerap protein dlm btk asam
amino
Karbohidrat diserap dalam bentuk
monosakarida dan lemak dlm btk
gliserol dan asam lemak

Getah Intestinum

Enterokinase: menghasilkan enzim


proteolitik
Eripsin: menyempurnakan
pencernaan protein menjadi asam
amino
- Laktase: laktosa
monosakarida
- Maltase: maltosa
monosakarida
- Sukrose: sukrosa
monosakarida

KOLON

Panjang: 1 m, lebar 5-6 cm


Lapisan dari dlm keluar tdd: lap mukosa, lap otot
sirkuler, lap otot longitudinal, jar ikat
Fungsi: menyerap vitamin, air & memadatkan
feses, tempat tinggal bakteri koli, dan tempat
feses
K. asenden : p: 13 cm, disebelah kanan,
membujur ke atas dari ileum ke bwh hati
Di bwh hati melengkung kekiri lanjut ke k.
transversum ( 38 cm)
K. desendens ( 25 cm), dibagian abdomen
kiridari atas kebawah dan bersmbungan dg
kolon sigmoid

Rektum & Anus

Terletak dibwh k. sigmoid, yg menghub kolon dg


anus
Terletak dlm rongga pelvis, didepan os sakrum
dan koksigeus
Menghub rektum dg dunia luar. Terletak idasar
pelvis
Tdp 3 sfingter:
- S. ani internus (kerja tdk menurut kehendak)
- S. levator ani (kerja tdk menurut kehendak)
- S. ani eksternus (bekerja menurut kehendak)

Peritonium

Terdiri atas 2 bagian: p parietal & p viseral yg


melapisi rongga abdomen dan semua organ dlm
abdomen. Ruang antara 2 lapisan disebut ruang /
cavum peritonium
Pd peritonium banyak tdp lipatan2 disebut
Omentum yg banyak berisi lemak.

HATI

Organ yang paling besar dlm tubuh kita,


berwarna coklat dan beratnya 1 kg
Terletak kanan atas rongga abdomen
dibawah diafragma
Terbagi atas 2 lobus utama, bagian atas
cembung dan bagian bawah tdk rata &
memperlihatkan lekukan fisura tranversus
Fisura longitudinal memisahkan bagian kanan
dan kiri dibagian atas hati , yg selanjutnya
hati dibagi menjadi 4 bagian: lobus dextra,
sinistra, l kaudatus, dan l quadratus

Cont

Hati mempunyai 2 sistem sirkulasi yaitu


dari arteri hepatika dan vena porta
A hepatika keluar dari aorta dan
memvaskularisasi 1/5 darah pd hati
(kejenuhan 95-100%), sedangkan v porta
4/5 darah u/ hati dg kejenuhan 75%

Fungsi Hati

Mengubah /memetabolisme zat makanan


Mensekresi empedu, garam empedu, &
enzim
Menyimpan glikogen
Metabolisme lemak, protein, dan glukosa
Detoksikasi atau eksresi racun

Kandung Empedu

Berbtk terong yg terletak dlm lobus hati


disebelah permukaan bawah hati sampai
pinggir depan dg p: 8-12 cm kapasitas 60
cm
Empedu dikeluarkan lewat duktus sistikus
dg P: 3cm, dan menuangkan isinya ke
duodenum lewat ampula pateri.

Empedu

Dihasilkan o/ hati, sekresi total : 800-1000


ml/hr
Volume max. kandung empedu 40-70 ml
Komposisi empedu: garam empedu, kolesterol,
lesitin, elektrolit, dan air
Garam empedu dibentuk o/ sel hati 0,5 gr/ hr
Fungsi garam empedu:
- emulsifikasi lemak: memecah lemak menjadi
partikel2 kecil
- Membantu absorpsi as lemak, kolesterol

Pankreas

Sekumpulan kelenjar yg strukturnya mirip


kelenjar ludah, p: 15 cm, l : 5cm, berat 6090 gram.
Sekresi :
Hormon:
- H Insulin dan glukagon
Enzim: lipase, amilase, dan tripsin
Vaskularisasi: arteri pankreatika

Fungsi Pankreas

Fungsi eksokrin: menghasilkan enzim


bersifat alkali:
- Amilase : Kh
menjadi disakarida
- Lipase
: Lemak
as lemak & gliserol
- Tripsin : Protein& pepton
polipeptida

Fungsi endokrin: menghasilkan hormon


- Sel alfa p langerhans
: hormon glukagon
- Sel betha p langerhans : hormon insulin

Fisiologi Sistem Digestiv

Fungsi utamanya adalah


mengabsorpsi zat nutrien yg sdh
dicerna, air, garam yg berasal dari
makanan u/ didistribusikan ke sel-sel
melalui sistem sirkulasi

DEFEKASI

merupakan reflek yang bisa diatur kebiasaan

orang yang biasa hidup teratur defekasi setiap hari


pada waktu yang sama

Reflex gastrokolik
Perist.
Perist
P

Makanan
Lambung
Usus
kolon
Sekum
Penc. Dimulai
Refl. Duodeno
kolik

penutupan glotis

kontraksi diafragma
REKTUM

kontraksi otot abdominal


Kerampang di
perineum
Tekanan intra abdominal

sf.anus relaksasi

Defekasi

REFLEK DEFEKASI

Feses rektum peregangan dinding rektum reflek


defekasi intrinsik sinyal aferen melalui pl. mienterikus
gel. perist. kolon desenden, sigmoid dan rektum
dorong feses ke anus sf. ani internus relaksasi
relaksasi sf.ani eksternus (volunter) defekasi.

Refl. defekasi intrinsik relatif lemah diperkuat


dengan refl. defekasi parasimpatis yang melibatkan
segmen sakral MS sehingga proses def.kuat.

Ujung-ujung saraf rektum dirangsang impuls MS


kolon desenden, sigmoid, rektum dan anus melalui serat
saraf PS dalam n.pelvikus gel. perist. dan relaksasi
sf.ani internus atau terjadi kontraksi sf.ani eksternus
untuk menekan defekasi sementara kecuali pada bayi,
orang sangat tua, gangguan mental.

KONSTIPASI / OBSTIPASI / SEMBELIT


Terjadi pergerakan feses yang lambat melalui usus
besar feses keras, kering, jumlah besar pada
kolon desenden karena absorbsi cairan terus
berlangsung.
Penyebab :
1. tersering defikasi yang tertunda / def. tak
teratur
pencegahannya membiasakan def. pagi hari
setelah sarapan terjadi gastrokolik dan
duodenokolik mass movement pada usus
besar
2. Diet kurang serat (buah dan sayur)
3. Keganasan, pemakaian pencahar
4. Spasme segmen sigmoid (karena motilitas ,
misal pada irritable colon syndrome spasme
usus dan nyeri abdomen. Diseling dengan
pergerakan usus besar dengan mukus >>
diare
terjadi konstipasi dan diare berganti-ganti
Susunan feses :
Bakteri mati, lepasan epitel usus, zat nitrogen,
musin, kalsium fosfat, zat besi, selulose, sisa zat
makanan yang tak tercerna dan air.

QUESTIONS

suksma
OM SANTHI,SANTHI, SANTHI OM