Anda di halaman 1dari 17

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Reptilia merupakan hewan eksotermik yang dibagi menjadi empat ordo yaitu
ordo crocodilia, ordo rhyncocepalia, ordo squamata, dan ordo chelonia. Reptilia
tersebar di seluruh dunia dari kawasan padang pasir yang kering, di dataran tinggi
maupun rendah, sampai beratus meter di dalam laut. Hewan reptil menampilkan
sejumlah adaptasi yang mendukung kehidupan mereka di darat. Hewan reptilia
mempunyai kulit yang bersisik atau berketul yang terdiri dari selaput bertulang atau
bergading yang menghambat kehilangan air, mempunyai kaki yang pendek atau tidak
mempunyai kaki. Susunan struktur anggota badan mereka memberikan dukungan
yang lebih baik dan memungkinkan reptil untuk bergerak lebih cepat daripada
amfibi. Kebanyakan reptilia bertelur (ovipar), walaupun sebagian menyimpan telur di
dalam perut induk hingga menetas (Hickman, 2003).
Salah satu contoh dari reptilia adalah kadal (Eutropis multifasciata) yang
merupakan anggota dari ordo squamata yang mencakup 6000 spesies yang masih
hidup. Ordo squamata terbagi menjadi 3 sub-ordo yaitu sub-ordo lacertilia/ sauria,
sub-ordo serpentes/ ophidia, dan sub-ordo amphisbaenia. Kadal (Eutropis
multifasciata) termasuk kedalam sub-ordo lacertilia yang mencakup kira-kira 180
spesies dan sekitar 20 genus yang tersebar di seluruh benua Eropa, Asia dan Afrika.
Kadal (Eutropis multifasciata) hidup di darat dan paling banyak ditemui Afrika,
Kepulauan
Indonesia, dan Australia (Storer, 1957; Zug, 1993)
Tubuh kadal Kadal (Eutropis multifasciata) ditutupi oleh kulit yang kering
dengan sisik zat tanduk di permukaannya tanpa adanya kelenjar lendir. Kadal
(Eutropis multifasciata) berhabitat di tempat-tempat yang kering atau lembab. Tubuh
kadal (Eutropis multifasciata) terbagi atas 3 bagian yaitu bagian kepala (Caput),
badan (Truncus) dan ekor (Cauda). Kadal (Eutropis multifasciata) mermiliki struktur
anatomi antara lain caput, truncus, extremitas enterior, extemitas posterior dan cauda.
Kadal (Eutropis multifasciata) mempunyai dua pasang kaki depan dan belakang yang
berjari lima dengan cakar diujungnya. Kelima kaki ini sangat kuat sehingga
memungkinkan untuk memanjat. Kadal (Eutropis multifasciata) bernafas dengan
hidung karena sistem pernafasannya menggunakan paru-paru yang berfungsi untuk
sirkulasi CO2 dan O2. Ginjal kadal (Eutropis multifasciata) bertipe metanerfos.
Fertilisasi kadal (Eutropis multifasciata) secara internal dan bersifat ovovivipar yang
menghasilkan telur dengan banyak kuning telur. Telur itu tumbuh dan berkembang

dalam oviduk (saluran telur) hewan betina. Saluran telur itu disebut uterus. Selain itu
sistem pencernaannya meliputi rongga mulut, farinks, oesophagus, kerongkongan,
lambung, usus, rectum dan berakhir pada anus (Tenzer, 2003).
Praktikum kali menggunakan kadal (Eutropis multifasciata) sebagai preparat,
karena hewan ini termasuk jenis reptilia yang tidak berbahaya. Struktur morfologi
dan anatomi kadal (Eutropis multifasciata) juga mudah diamati karena ukurannya
yang tidak terlalu kecil maupun besar. Selain itu, kadal (Eutropis multifasciata) juga
mudah ditemukan di lingkungan sekitar, sehingga mudah mencari preparat kadal
(Eutropis multifasciata) ini.
B. Tujuan
Tujuan dari praktikum Struktur Hewan kali ini adalah untuk mengetahui
Morfologi dan Anatomi Kadal (Eutropis multifasciata).

II.
MATERI DAN METODE
A. Materi
Alat yang digunakan adalah bak preparat, gunting dan pinset.
Bahan yang digunakan adalah kadal (Eutropis multifasciata), dan kloroform.
B. Metode
Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Kadal dibius dengan menggunakan kloroform atau dimatikan dengan jarum
penusuk.
2. Kadal digunting mulai dari depan kloaka ke sisi kiri dan kanan tubuh ke arah
depan mewakili kaki depan sampai ke rahang bawah, kemudian kembali lagi ke
kloaka.
3. Pengguntingan dilanjutkan dengan menggunakan pinset, bagian belahan daging
sebelah atas dibuka.
4. Hemipenis kadal dapat diketahui dengan cara menekan pangkal ekor.
5. Bagian-bagian rongga mulut dapat diketahui dengan cara menggunting kedua
sudut mulut lebar-lebar, rahang dibuka kemudian ditarik bagian atas dan bawah,
maka bagian dalam akan kelihatan.
6. Organ-organ yang terlihat diamati dan nama-nama dari organ tersebut ditulis
sesuai dengan gambar.

III.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
Gambar 1. Morfologi Caput Marmut (Cavia porcellus)
Keterangan :
1. Palpebra superior
2.
2.
2.
2.
2.
2.
2.
2.
2.
2.
2.
2.
2.
2.
Organon visus
3. Palpebra inverior
4. Pina auricula
5. Nares externa
6. Vibrisae
7. Labium superior
8. Incisivi

Gambar 2. Morfologi Truncus Ventral Posterior Marmut (Cavia porcellus)


Jantan
Keterangan :
1. Papilla mammae
2. Glans penis
3. Praeputium
4. Penis
5. Lekuk pirenium
6. Anus

Gambar 3. Morfologi Truncus Ventral Posterior Marmut (Cavia porcellus)


Betina
Keterangan :
1. Papilla mammae
2. Clitoris
3. Vulva
4. Lekuk pirenium
5. Anus

Gambar 4. Anatomi Viscera Insitu Marmut (Cavia porcellus)


Keterangan :
1. Muscullus submandibularis
2. Oesophagus
3. Larynk
4. Muscullus masseter
5. Glandula submandibularis
6. Glandula parotis
7. Glandula sublingualis
8. Nervus fagus
9. Arteri carotid
10. Vena jugularis interna
11. Vena jugularis externa
12. Cor
13. Aorta
14. Trachea
15. Vena cava
16. Aorta dorsalis
17. Pulmo
18. Atrium
19. Ventrikel
20. Vena dorsalis
21. Diafragma
22. Diafragma pars muscularis
23. Mediastinum
24. Hepar
25. Vesica felea
26. Gastrum
27. Intestin
28. Colon
29. Caecum
30. Haustrae
31. Incisura
32. Taenia

33. Vesica urinaria


34. Diafragma pars tendinum

Gambar 5. Anatomi Sistem Pencernaan Marmut (Cavia porsellus)


Keterangan :
1. Oesophagus
2. Gastrum
3. Pylorus
4. Duodenum
5. Intestine (jejunum)
6. Intestine (ileum)
7. Caecum
8. Colon
9. Rectum
10. Anus
11. Hepar
12. Vesica felea
13. Ductus cysticus
14. Ductus hepaticus
15. Pankreas
16. Limfa

Gambar 6. Anatomi Sistem Urogenitalia Marmut (Cavia porcellus) Jantan


Keterangan :
1. Kelenjar adrenal
2. Ren
3. Ureter
4. Vesica urinaria
5. Corpus epididymis
6. Caudal epididymis
7. Caput epididymis
8. Vas defferens
9. Kelenjar prostat
10. Uretra
11. Testis
12. Glandula vesikulosa
13. Corpus adiposum

Gambar 7. Anatomi Sistem Urogenitalia Marmut (Cavia porcellus) Betina


Keterangan :
1. Kelenjar adrenal
2. Ren
3. Ureter
4. Utherus
5. Ovarium
6. Tuba falopii
7. Oviduct
8. Vesica urinaria
9. Uretra
10. Osteum tuba
9.

B. Pembahasan
Kadal (Eutropis multifasciata) termasuk dalam phylum chordata, subphylum
vertebrata, class reptilia, ordo squamata, sub-ordo lacertilia, famili scincidae dan
genus mabouya. Kadal (Eutropis multifasciata) merupakan hewan berkaki empat
yang banyak hidup di alam bebas dan kebanyakan hidup di pepohonan. Umumnya
berkulit mengkilap dan memiliki warna kuning kehijauan hingga coklat, warna ini
sesuai dengan usia dan dipengaruhi oleh jenis kelamin, dan keadaan fisiologis
tubuhnya serta lingkungan hidupnya. Kadal merupakan reptil yang memiliki panjang
tubuh berkisar antara 5-40 cm. Ciri-ciri khusus kadal yaitu terdapat zat tanduk
disepanjang permukaan tubuhnya, mempunyai cauda (ekor), jantungnya terdiri dari
dua atrium dan dua ventriculus. Kadal mempunyai dua pasang anggota badan yang
bersifat pentadectil yaitu extrimitas anterior dan extrimitas posterior (Radiopoetro,
1997).
Tubuh kadal (Eutropis multifasciata) ditutupi oleh kulit yang kering tanpa
lendir dengan sisik-sisik zat tanduk di permukaannya tanpa adanya kelenjar mukus.
Tubuh kadal terdiri dari tiga bagian, yaitu caput, truncus dan cauda. Menurut
Radiopoetro (1997) kadal mempunyai bentuk kepala yang pipih dan meruncing di
bagian ujungnya. Pada bagian kepala / caput terdapat organ-organ yaitu organon
vissus / mata yang memiliki kelopak atas / palpebra atas dan kelopak bawah /
palpebra bawah mata yang dapat digerakan, sepasang lubang hidung di ujung
moncongnya dan lubang telinga yang kecil. Selain itu juga terdapat selaput niktitans
atau selaput tidur yang berwarna keputihan dan dapat digerakan ke atas dan ke
bawah. Bagian kepala yang berbentuk pipih dan meruncing ke bagian ujungnya ini
terlihat adanya cavum oris yang terbagi atas rahang atas dan rahang bawah yang
membatasi bagian sisi mulut dan terdapat gigi halus yang sama bentuknya, tampak
juga lidah kadal yang pendek dan bercabang. Bagian luar atas rahang terdapat
sepasang lubang hidung yang kecil terletak diujung moncongnya, dan terdapat
lubang telinga luar dengan gendang pendengaran yang letaknya agak ke dalam.
Mulut kadal dibatasi oleh pallatum malae atau langit-langit sekunder dan pallatum
durum yaitu langit-langi keras. Badan (truncus) kadal terdiri dari telingga hingga
kloaka dan bagian ekor (cauda) kadal memiliki bentuk bulat meruncing ke ujung
mirip cambuk dan mudah putus. Bagian truncus kadal biasanya biasanya panjang dan
konvek dimana pada bagian dorsalnya berwarna coklat kekuningan dan bagian

ventralnya berwarna putih. Panjang bagian cauda / ekor kadal dapat mencapai 2 kali
panjang badan dan kepala kadal. (Radiopoetro, 1997).
Kadal mempunyai dua pasang anggota badan yang bersifat pentadaktil yaitu
anggota depan dan anggota belakang. Kadal mempunyai sepasang anggota depan
(extrimitas anterior) dan sepasang anggota belakang (extrimitas posterior). Masingmasing terdiri atas bracium (lengan atas), antebrancium (lengan bawah), dan korpus
(tangan) dengan lima jari dan kuku-kuku yang cocok untuk berlari, mencengkeram,
dan naik ke pohon (Smith, 1963).
Sistem pernafasan pada kadal berupa paru-paru. Paru-paru kadal sudah
berkembang dengan baik dan ukurannya cukup besar. Sistem pernafasan pada kadal
dapat dijumpai tulang tipis yang berlipat-lipat dinamakan tulang turbinal. Sistem
pernapasan pada kadal dimulai dengan masuknya udara ke nares externa kemudian
masuk ke nares interna, kemudian masuk ke glottis, sebagai celah lingua menuju ke
larink, selanjutnya menuju trachea yang bercabang menjadi dua bronchi yang
kemudian

masing-masing

menuju

paru-paru

yang

bewarna

merah

muda

(Radiopoetro, 1997).
Sistem pencernaan pada kadal (Eutropis multifasciata) dimulai dari
oesophagus yang terletak disebelah dalam dari trachea yang bentuknya kecil dan
panjang, lalu ke lambung yang berbentuk bumbung yang panjang disebelah kiri
rongga perut dan melalui usus pendek yang tidak berliku-liku dan berakhir pada
rectum yang pendek. Sistem pencernaan terdapat kelenjar-kelenjar pencernaan yang
terdiri dari hati dan pancreas yang terletak pada cekungan antara lambung dan usus.
Sedangkan kantung empedu (vesica felea) terletak dibelakang dari kedua lobus hati.
Hal ini juga dikemukakan oleh Jassin (1989), bahwa sistem pencernaan (digestivus
system) kadal terdiri dari mulut, farink, oesophagus, lambung dan usus (intestin),
duodenum, colon, rektum dan berakhir di kloaka. Dirahang atas terdapat gigi yang
seperti gergaji. Saluran empedu (ductus cysticus ) halus, bermuara pada bagian
depan. Makanan kadal berupa serangga kecil dan sejenisnya. Menurut Djhuanda
(1980), sistem pencernaan pada kadal dimulai dari mulut dilanjutkan ke faring,
oesophagus, dan lambung dengan bagian fundus dan pylorus kemudian menuju ke
intestinum, rektum, dan kloaka. Hati dan pankreas berpembuluh ke intestinum.
Kloaka merupakan tempat bermuara sisa pencernaan, ekskresi, dan sel-sel kelamin.
Sistem eksresi pada kadal berupa sepasang ginjal yang terdapat agak ke
pangkal ekor dari kaki belakang, bentuknya gepeng dan berwarna coklat. Terdapat
sepasang ureter yang bermuara pada kantung kemih (vesica urinaria) yang kecil dan

berakhir pada lubang kloaka. Ginjal mensekresikan urin, hati yang mensekresikan
cairan empedu dan pancreas, kemudian disalurkan melalui vesica urinaria, ureter dan
berakhir pada kloaka (Storer, 1957).
Kadal (Eutropis multifasciata) merupakan hewan yang fertilisasinya terjadi di
dalam tubuh (fertilisasi internal). Kadal bersifat ovovivipar, telur kadal akan menetas
di dalam tubuh induk betinanya. Makanannya diperoleh dari cadangan makanan yang
ada dalam telur. Sistem Reproduksi pada kadal jantan terdiri dari sepasang testis
yang berbentuk bulat telur dimana kedua letak testis ini berbeda, testis sebelah kiri
letaknya lebih tinggi daripada testis sebelah kanan. Saluran efferen tidak tampak,
bermuara pada saluran epididimis dari testis sebelah bawah dan selanjutnya menjadi
duktus differen. Kadal jantan memiliki alat penyalur sperma yang dikenal dengan
nama hemipenis yang berjumlah dua buah hemipenis, terdapat disisi kiri kanan
lubang kloaka agak ke pangkal ekor. Melihat hemipenis bisa dilakukan dengan cara
memijat dan menekan pangkal ekor kadal tersebut. Ini merupakan cara untuk
membedakan kadal jantan dan betina. Sedangkan sistem reproduksi pada kadal
betina memiliki sepasang ovarium yang berwarna kuning. Oviduct bermuara
langsung ke dalam coelom melalui ostia oviduct yang mengalami diferensiasi
sehingga membentuk daerah-daerah dengan fungsi yang berbedabeda (Radiopoetro,
1997).

IV.
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Kadal termasuk ke dalam phylum chordata, subphylum vertebrata, class reptilia,
ordo squamata, subordo lacertilia, familia scincidae, genus mabouya, dengan
nama spesies Eutropis malfaciata.
2. Tubuh kadal terbagi tiga yaitu: kepala, badan, dan ekor. Kadal mempunyai
sistem pernapasan, reproduksi, ekskresi, peredaran darah, dan persyarafan.
3. Sistem pencernaan pada kadal terdiri dari mulut dilanjutkan ke faring,
oesophagus, dan lambung dengan bagian fundus dan pylorus kemudian menuju
ke intestinum, rectum, dan kloaka.
4. Respirasi dimulai dengan masuknya udara ke nares externa kemudian masuk ke
nares interna. Selanjutnya menuju trakea yang bercabang menjadi dua bronchi
yang kemudian masing-masing menuju ke paru-paru.
5. Organ reproduksi kadal jantan disusun oleh sepasang testis dan hemipenis,
sedangkan organ reproduksi kadal betina terdiri dari sepasang indung telur
(ovarium) yang berwarna kuning. Ovarium berjumlah sepasang, berbentuk oval
dengan bagian permukaannya benjol-benjol.
6. Kadal jantan jika dipijat dan ditekan bagian pangkal ekornya maka akan muncul
hemipenis.
7. Sistem ekskresi pada kadal terdiri dari sepasang ginjal, sepasang ureter, dan
rongga kloaka.
B. Saran
Sebaiknya alat praktikum yang disediakan lebih lengkap, sehingga praktikan
tidak kesulitan dalam membedah kadal dan sebaiknya menggunakan gunting yang
lebih tajam.

DAFTAR PUSTAKA
Djhuanda. 1980. Anatomi Empat Spesies Vertebrata. Bandung: Americo.
Hickman, C.P., L. S. Roberts & A. Larson. 2003. Animal Diversity. North America:
Mc Graw-Hill Companies, Inc.
Jassin, M. 1989. Sistematika Hewan ( Vertebrata dan Invertebrata ). Surabaya: Sinar
Wijaya.
Radiopoetro. 1997. Zoologi. Jakarta: Erlangga.
Smith. 1963. E.F. General Zoology. London: WB Saunders Company.
Storer, T. I. 1957. General Zoology. Tokyo: Kogashusha Company.LTD.
Tenzer, Amy. 2003. Bahan Ajar Struktur Hewan II. Malang: Dirjen Dikti.
Zug, G. R. 1993. Herpetology : an Introductory Biology of Amphibians and Reptiles.
London: Academic Press.