Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Benda keton adalah asam organik dalam keadaan normal dalam darah
kira-kira 1 mg %. Penumpukan benda keton dalam darah akan menyebabkan
suatu keadaan yang disebut ketosis. Ketosis ini merupakan suatu komplikasi pada
penderita diabetes mellitus oleh karena keasaman tubuh yang menyebabkan
timbulnya benda keton dan defisiensi insulin sehingga memerlukan perawatan
medis. Apabila benda keton ini diekresikan dalam urine akan disebut ketonuria
(Ganong, 1983:94).
Benda keton terdiri dari 3 senyawa yaitu aseton, asam aseto asetat dan
asam - hidroksibutirat yang merupakan produk metabolisme lemak dan asam
lemak yang berlebihan. Benda keton di produksi ketika karbohidrat tidak dapat
digunakan untuk menghasilkan energi yang disebabkan oleh ; gangguan
metabolisme karbohidrat, seperti halnya penyakit diabetes mellitus. (Buku
praktikum KIMIA KLINIK I)
Karbohidrat yang berasal dari makanan, dalam tubuh mengalami
perubahan atau metabolisme. Hasil metabolisme karbohidrat antara lain glukosa
yang terdapat dalam darah, sedangkan glikogen adalah karbohidrat yang
disintesis dalam hati dan digunakan oleh sel sel pada jaringan otot sebagai sumber
energi.
Pada Orang Normal, Karbohidrat yang berupa makanan ketika di
konsumsi akan diubah menjadi glukosa dalam saluran pencernaan dengan
1

bantuan insulin. Glukosa ini kemudian akan dibawa oleh darah keseluruh tubuh.
Pada penderita diabetes mellitus, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel di
sebabkan kelenjar pankreas sedikit memproduksi insulin. Diabetes adalah suatu
penyakit yang dapat di deteksi melalui pemeriksaan urine. Urin seseorang yang
mengalami diabetes mellitus akan terdapat gula yang tidak ditemukan dalam
urine orang yang sehat.
Hal yang mendasari terjadinya diabetes mellitus yaitu akibat kekurangan
metabolisme glukosa, keadaan ini menyebabkan tingginya kadar gula darah
(hiperglikemia) (kee, joyce L, 1996:589)
Pada seseorang penderita diabetes mellitus, ketosis merupakan suatu
kegawatan medis. Dalam kepustakaan disebut bahwa kematian akibat ketosis
pada penderita diabetes mellitus sampai 35% (Supartondo, 1978:423)

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apakah setiap penderita Diabetes mellitus ditemukan benda keton pada
1.2.2

urinnya?
Bagaimana gambaran benda keton dalam urine penderita Diabetes
Mellitus?

1.3 Batasan Masalah


Pada penelitian ini, peneliti hanya akan melakukan pemeriksaan benda keton
pada penderita Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Ciremai, Cirebon.
1.4 Tujuan penelitian
1.4.1 untuk mengetahui ada atau tidaknya benda keton pada urine penderita
1.4.2

Diabetes mellitus
untuk mengetahui gambaran benda keton pada urine penderita diabetes
mellitus
2

1.5 Manfaat penelitian


Peneliti berharap dengan dilakukan penelitian ini dapat memberikan manfaat
bagi:
1.5.1

Penulis
Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan dan ilmu
pengetahuan khususnya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi
terjadinya Diabetes Mellitus dan menerapkannya ilmu yang diperoleh

1.5.2

dalam penelitian.
Masyarakat
Memotifasi untuk menjalankan pola hidup sehat, mengetahui
berbagai factor penyebab terjadinya diabetes mellitus , sehingga bisa

1.5.3

melakukan pencegahan penyakit DM secara maksimal.


Institusi
Memberikan informasi yang penting bagi institusi pendidikan
kesehatan,sehingga mengambil langkah-langkah penting antisipasi
bahaya penyakit diabetes mellitus.

1.6 Rencana penelitian

Persiapan alat dan bahan yang akan


dibutuhkan

Pengambilan sampel

Sampel Urine Segar

3 Benda Keton
Pemerksaan

Hasil Pemeriksaan

Kesimpulan

1.7 . Hipotesa
H0
: Tidak ada hubungan antara benda keton dengan penderita diabetes
melittus
H1
: Ada hubungan antara benda keton dengan penderita diabetes mellitus

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 DIABETES MELITTUS
Diabetes Melittus (DM) adalah kelainan metabolisme karbohidrat, dimana
glukosa darah tidak dapat digunakan dengan baik, sehingga menyebabkan
keadaan hiperglikemia. Dengan kata lain, Diabetes Melitus adalah penyakit yang
ditandai oleh kadar gula darah yang tinggi melebihi batas-batas normal.