Anda di halaman 1dari 2

Akuntansi Sektor Publik , membantu masalah negara khusunya dalam bidang

meningkatkan kesejahteraan rakyat menengah kebawah.


Akuntansi sektor publik di Indonesia menurut sejarah dimulai tahun 1998
dipengaruhi oleh adanya era reformasi yang memicu lahirnya konsep
reformasi terhadap akuntansi sektor publik secara total. Sehingga semua
pelaporan keuangan pemerintahan yang sebelumnya tidak transparan
menjadi lebih terbuka dan madani.
Akuntansi sektor publik sendiri memilik pengertian sebagai akuntansi yang
digunakan dalam suatu organisasi pemerintah/lembaga yang tidak bertujuan
mencari laba (non provit) dan merupakan salah satu disiplin ilmu. Disiplin
ilmu ini juga bukan hanya sekedar ilmu akuntansi yang telah diperbarui
tetapi juga memiliki fungsi yang berpengaruh positif bagi Indonesia.
Fungsi tersebut diantaranya adalah fungsi umum dan khusus dimana fungsi
umum lebih menjurus pada penyajian informasi mengenai sumber modal
dan cara mengalokasian sumber-sumber yang terbatas seperti modal ,
tenaga kerja , dan bahan baku guna mencapai tujuan yang dinginkan
pemerintah. Sedangkan fungsi khusus menjurus pada pengaplikasian dari
pada fungsi umum itu sendiri. Salah satu diantaranya yang akan saya bahas
adalah fungsi khusus guna membantu mengawasi semua hak dan kewajiban
pemerintah khususnya dari segi financial.
Mengapa saya mengambil salah satu fungsi khusus untuk tugas mata kuliah
Akuntansi Sektor Publik dalam membantu masalah negara dibidang
kesejahteraan masyarakat ?
Menurut saya penerapan fungsi ini belum sempurna dilakukan oleh
pemerintah , dilihat dari banyaknya kasus-kasus korupsi , kemiskinan hingga
masalah sosial lainnya. Salah satu indikasinya adalah lemahnya sistem
pengawasan di Indonesia apalagi dalam pengawasan keuangan walaupun
sudah di dirikan lembaga seperti KPK atau BPK masih terasa belum maksimal
dalam pengawasan keuangan. Semisal saja dana anggaran maupun di
pemerintah pusat dan daerah yang saya amati hinggal 2015 ini masih saja
bocor keatas, maksudnya adalah malah menguntungkan pemerintah bukan
masyarakat. Selalu saja terselip unsur kepentingan pribadi didalam semua
dana anggaran. Sehingga berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat
minim akibat dana yang dianggarkan tidak sesuai pada kenyataan
dilapangan. Misalnya masih banyak masyarakat menengah kebawah tidak
mendapatkan fasilitas kesehatan , pendidikan dan kebutuan sandang ,
pangan , papan, bahkan bisa dibilang masih banyak yang jauh dari

sejahtera. Miris sekali bukan , setiap hari media selalu menyajikan beritaberita menyayat hati seperti ini. Padahal sudah jelas sekali hak pemerintah
adalah mengatur kebijakan, memimpin , mengelola kekayaan negara dan
daerah,
kewajiban
pemerintah
adalah
melindungi
masyarakat
,
meningkatkan kualitas hidup , mewujudkan keadilan, menyediakan dan
melayani masyarakat bukan malah sebaliknya masyarakat terus saja di
gerogoti oleh pemerintah.
Sebenarnya disiplin ilmu Akuntansi Sektor Publik memiliki peran penting
untuk meminimalisir hal tersebut diatas karena dalam ASP ini mengajarkan
keterbukaan , good governance dan pola otonomi desentralisasi serta
pengawasan dalam hal akuntabilitas ekonomi non profit yang lebih
mengutamakan kesejahteraan masyarakat umum. Sehingga maupun
pemerintah pusat dan apalagi pemerintah daerah yang sudah mengantongi
mengurusi daerahnya sendiri tanpa harus menunggu perintah pemerintah
pusat bisa mengatur dana APBD sesuai kebutuhan masyarakat daerah
tersebut dan meningkatkan taraf hidup masyrakatnya dengan baik , jujur
dan transparan.
Pemerintah pun harus berani menjamin strategi untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarkat dijalankan secara ekonomis, efektif dan efisien.
Dan harus memiliki pengendalian berupa peraturan birokrasi. Kenapa
birokrasi karena organisasi sektor publik sifatnya bukan mengejar laba serta
tentu dipengaruhi politik di negara itu sendiri.
Dengan berjalannya ASP sebagai terapan dalam sistem pemerintahan bidang
ekonomi ,saya berharap insya allah masalah lama yang dialami Indonesia ini
kian membaik seiring dengan berjalannya waktu dan proses.