Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

PT. ASTRA OTOPART Tbk - ADIWIRA PLASTIK


BIDANG PENGAWASAN
KESEHATAN KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN BAHAN
BERBAHAYA

PELATIHAN CALON AHLI K3 UMUM

KELOMPOK 3

PT. ASTRA OTOPARTS Tbk.


ADIWIRA PLASTIK DIVISION
Perusahaan manufaktur komponen plastik
injection yang memproduksi high quality
parts dan tooling (air cleaner, back mirror,
head lamp, painting lamp, plastic injection,
seat assy line, dan mould shop) untuk
industri otomotif dan non-otomotif.
Total Pekerja : 750 orang (Plant I) dan 900
orang (Plant II)
Address Plant II :
Jl. Raya Jakarta-Bogor Km. 47 Nanggewer Mekar
Cibinong, Bogor 16912 Indonesia

Latar Belakang
Upaya perlindungan tenaga kerja merupakan
upaya untuk mencapai suatu tingkat
produktivitas yang tinggi dimana salah satu
aspeknya adalah lingkungan dan kesehatan kerja.
Potensi bahaya yang berasal dari lingkungan
kerja yang dapat menimbulkan kecelakaan dan
kesehatan kerja adalah faktor fisik, kimia, biologi,
fisiologi dan psikologi. Untuk mengurangi risiko
ataupun potensi bahaya dari lingkungan kerja
perlu adanya pengendalian lingkungan kerja yang
sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.

Bahaya di tempat kerja


Bahaya
Kimia
Gas/uap
debu/mist/fume

Bahaya
Psikososial
tekanan mental/psikis
tekanan teman sekerja
tetangga/keluarga
penyalahgunaan wewenang

Bahaya Fisika
mekanik

elektrik
ergonomik
bising
getaran
ketinggian
tekanan

Bahaya Biologikal

bakteria/virus/sp
ora
spora tumbuhan

Maksud dan Tujuan


Maksud dan tujuan Praktek Kerja
Lapangan ini adalah untuk menerapkan
pemahaman terhadap materi yang
telah didapatkan selama training
terutama dalam hal mencari kesesuaian
terhadap peraturan perundangan yang
berlaku khususnya di ruang lingkup
kesehatan kerja, lingkungan kerja dan
bahan berbahaya.

Dasar Hukum Kesehatan


Kerja :

Dasar Hukum
Lingkungan Kerja & Bahan
Berbahaya
Undang-Undang No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan
Kesehatan Kerja pasal 2, pasal 3 ayat (1),f,g,i,j,k,l,m, pasal 5, pasal
8, pasal 9, dan pasal 14.
Undang-Undang No 3/1969 tentang persetujuan Konvensi ILO No
120 mengenai Hygiene dalam perniagaan dan kantor, pasal 7.
Peraturan Pemerintah No. 11/1975 tentang Keselamatan Kerja
terhadap Radiasi.
Peraturan Menteri Perburuhan No. 7/1964 tentang syarat
kesehatan, kebersihan serta penerangan dalam tempat kerja.
Kepmenaker No 51/Men/1999 tentang Nilai Ambang Batas Faktor
Fisika di tempat kerja.
Kepmenaker No. 187/Men/1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia
Berbahaya di tempat kerja.
Instruksi Menteri Tenaga Kerja No 2/M/BW/BK/1984 tentang
Pengesahan Alat Pelindung Diri.
Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No. 01/1997 tentang Nilai
Ambang Batas Faktor Kimia dll, Udara Lingkungan Kerja.

Ruang Lingkup
1.

Pengawasan kesehatan kerja

Fungsi & Manfaat Pelayanan Kesehatan Kerja antara lain :


Sebagai sarana perlindungan kesehatan tenaga kerja
melalui
Menekan angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja
(dengan upaya promotif dan preventif)
menangani/mengatasi kasus kecelakaan, penyakit
akibat kerja dan gangguan kesehatan lainnya (melalui
upaya kuratif dan rehabilitatif)
Mencegah/mengurangi kehilangan jam kerja
Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan kerja.
Mempermudah penyelesaian kasus KK & PAK baik
dalam investigasi maupun pemberian kompensasi

2. Pengawasan Lingkungan Kerja dan


Bahan Berbahaya

Faktor fisika, faktor kimia, faktor


biologi, faktor psikologi dan faktor
fisiologi
Sanitasi
Pengolahan Limbah

HASIL OBSERVASI
LAPANGAN

RUANG MEETING
Temuan

Peraturan
PerundangUndangan

Saran

Diberikan kursi yang


Kursi pada Ruang UU No. 1 Tahun
menunjang
Meeting
yang 1970 Pasal 9 huruf
punggung dan
kurang nyaman
a, b, c, d
mempunyai
pegangan tangan

Toilet sanitasi
telah bersih dan
lengkap

Peraturan Menteri
Perburuhan
no.7
tahun 1964 pasal 2
tentang
syarat
kesehatan
kebersihan
serta
penerangan dalam
tempat kerja

Dipertahankan

Dokumenta
si

Dirasakan

Dirasakan

LINE PRODUKSI
Temuan

Peraturan
PerundangUndangan

Saran

Tanda Emergency Exit &


Jalur
Evakuasi
telah
terbaca dengan jelas.
UU No. 1 Tahun 1970 Pasal 14
Rambu K3 terpasang di
point b; Permenaker No.5 Tahun
tiap-tiap ruangan produksi 1996
sesuai dengan jenis
pekerjaannya.

Dipertahankan

Permenaker No. 13 th 2011


Pekerja
menggunakan
Pasal 1 No. 23 ; Permenaker No.
baju anti statis di bagian
Per. 08/Men/VII/2010 tentang
pengetesan lampu traktor
APD pasal 3 ayat (2)

Dipertahankan

Beberapa tenaga kerja


Peraturan Menteri Perburuhan
dalam
keadaan
berdiri
no.7 tahun 1964 pasal 9
selama bekerja

Diberikan tempat duduk


bagi beberapa tenaga
kerja

Dokument
asi

KLINIK
Temuan

Peraturan
PerundangUndangan

Ruangan bersih dan tidak


bising

Saran

Dipertahankan
Peraturan Menteri Perburuhan
no.7 tahun 1964 pasal 2
tentang syarat kesehatan
kebersihan serta penerangan
dalam tempat kerja

Suhu tidak panas

Terdapat informasi jadwal


praktek klinik, dan gambar
himbauan kesehatan (ISPA)

Dipertahankan

UU No. 1 Tahun 1970 Pasal 14


huruf b

Dipertahankan

Dokumentasi

KLINIK
Temuan

Peraturan
PerundangUndangan

Terdapat ruang P3K di klinik


dan kotak P3K di tiap
ruangan line produksi

UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 2


point e,f,g,h. ; Permenakertrans
No. 15/MEN/VIII/2008 Pasal 8
ayat (1) point a, dan b

Dipertahankan

Terdapat Tandu Evakuasi


diletakan di dekat ruang
produksi

Permenakertrans No. 02/ Tahun


1982 Pasal 2 point (g);
Permenakertrans No.
15/MEN/VIII/2008 Pasal 8 ayat
(1) point c

Dipertahankan

Saran

Dokument
asi

GENSET ROOM
Temuan

Peraturan
PerundangUndangan

Saran

Terdapat gambar-gambar
mengenai K3

UU No. 1 Tahun 1970 Pasal 14


point b

Dipertahankan

Terdapat Earplug (4 pcs)

Permenaker No. Per.


08/Men/VII/2010 tentang APD
pasal 3 ayat (1)

Dipertahankan

Terdapat ventilasi udara dan


saluran pembuangan untuk
genset

Peraturan Menteri Perburuhan


No.7 Tahun 1964 pasal 5 ayat Dipertahankan
(4)

Dokumentasi

KANTIN
Temuan

Peraturan
PerundangUndangan

Saran

Terdapat Kantin dan Ruang


makan untuk tenaga kerja
(150 orang/shift)

Surat Edaran Menakertrans No. SE.


Dipertahankan
01/MEN/1979

Pihak Catering sudah


ditunjuk sesuai dengan
Disnaker

Surat Edaran Dirjen Binawas No.


86/BW/1989 tentang Perusahaan
Dipertahankan
Catering yang mengelola Makanan
bagi Tenaga Kerja

Dokumentasi

TEMPAT PENGOLAHAN
LIMBAH
Temuan

Terdapat Loker

Peraturan
PerundangUndangan

Saran

Peraturan Menteri Perburuhan No.7


Dipertahankan
Tahun 1964 pasal 7 ayat (6)

Dokumentasi

GUDANG PENYIMPANAN B3
Temuan

Peraturan
PerundangUndangan

Saran

Terdapat rambu-rambu
pertanda tempat
penyimpanan B3

PP RI No.101 Tahun 2014


tentang Pengolahan Limbah B3
Pasal 1 nomor (8)

Dipertahankan

(Label) untuk zat kimia yang


termasuk B3

Kepmenaker No. KEP


187/MEN/1999 tentang
Pengendalian Bahan Kimia
Berbahaya di Tempat Kerja
Pasal 5 ; PP RI No.101 Tahun
2014 tentang Pengolahan
Limbah B3 Pasal 1 nomor (8)

Dipertahankan

Dokumentasi

GUDANG PENYIMPANAN B3
Temuan

Peraturan
PerundangUndangan

Saran

Saluran pembuangan limbah


harus ditutup

Peraturan Menteri Perburuhan


No.7 Tahun 1964 pasal 3 ayat
(4)

Diberikan penutup pada


tempat pembuangan
limbah

Tempat pembuangan
sampah B3 dipisahkan
dengan sampah biasa

Peraturan Menteri Perburuhan


No.7 Tahun 1964 pasal 3 ayat Dipertahankan
(5)

Dokumentasi

Pembahasan
Kesehatan Kerja
Selama kunjungan ke perusahaan PT. Astra
Otoparts Tbk. - Adiwira Plastik Division
Plant II, berdasarkan dari temuan-temuan
yang berhasil didapatkan ruang lingkup
pelayanan Kesehatan Kerja meliputi :
a.Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan
Kerja
b.Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan
tenaga kerja
c.Pelaksanaan P3K

d. Pelaksanaan Gizi Kerja


e. Pelaksanaan Pemeriksaan syarat2 ergonomi

Pengawasan Lingkungan Kerja dan Bahan Berbahaya

a. Penanganan Bahan Kimia Berbahaya


b. Lingkungan Kerja
c. Alat Pelindung Diri

KESIMPULAN
Dari hasil pelaksanaan PKL di PT. Astra
Otoparts

Adiwira
Plastik
Division
didapatkan bahwa perusahaan tersebut
sudah
menerapkan
Keselamatan
dan
Kesehatan Kerja bagi tenaga kerjanya,
khususnya dalam pelayanan kesehatan
kerja, lingkungan kerja dan penanganan
bahan
berbahaya
sesuai
dengan
perundang-undangan yang berlaku.
Hanya saja terdapat beberapa temuan
bahwa pada bagian penyimpanan dan
pengolahan limbah produksi yang kurang
tertata rapi.

SARAN
Untuk pengolahan limbah cair produksi,
diharapkan
agar
tempat
recycle
limbahnya diberikan penutup sehingga
tidak
mengkontaminasi
lingkungan
sekitar.
Tempat sampah diberikan penutup agar
tidak menimbulkan bau tidak sedap.
Alat-alat kebersihan agar dikembalikan
ke
tempat
semula,
sehingga
memudahkan untuk digunakan kembali.