Anda di halaman 1dari 3

Pengaruh Reward and Punishment Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai

Pada bab berikut akan membahas bagaimana pengaruh reward and punishment
yang diterapkan oleh perusahaan terhadap produktifitas kerja pegawai yang juga
berdampak terhadap produktivitas perusahaan. Produktivitas kerja pegawai sangat
berpengaruh penting bagi perusahaan, terutama bagi perusahaan perbankan
karena hal ini juga akan berpengaruh terhadap pelayanan nasabah. Produktivitas
kerja merupakan teknis hasil input yang dihasilkan oleh kinerja pegawai dengan
waktu yang sudah ditentukan. Produktivitas kerja pegawai dapat diukur dengan
membandingkan antara hasil yang dicapai oleh pegawai dengan biaya yang harus
dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut. Menurut Sinungan (2003:12),
produktivitas adalah ukuran efisiensi produktif, suatu perbandingan hasil keluaran
dan masukan atau output dibagi dengan input. Dimana masukan sering dibatasi
tenaga kerja, sedangkan keluaran dalam kesatuan fisik, bentuk dan nilai.
Pengukuran produktivitas tersebut dilakukan oleh perusahaan dengan tujuan
mengetahui berhasil ataukah tidak dalam meningkatkan mutu produktivitas kerja
pegawai. Apabila terjadi peningkatan produktivitas, artinya perusahaan mampu
meningkatkan mutu aktivitas operasional perusahaan. Bank BRI juga melakukan
pengukuran produktivitas kerja kepada para pegawai dengan memberikan
penghargaan kepada pegawai yang telah berkostribusi baik terhadap perusahaan.
mengadakan Job Opening bagi seluruh pegawai dengan syarat yang diberlakukan
oleh perusahaan. Serta memberikan insentif dan bonus berdasarkan target yang
telah dicapai dan keputusan dari
RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Kedua penghargaan tersebut diberikan
dengan mengukur sistem manajemen kinerja pegawai dalam satu tahun sekali
dengan nilai minimal baik. Hal tersebut dirasakan cukup memotivasi pegawai untuk
meningkatkan produktivitas kerja. Bukan hanya itu, perusahaan juga memberikan
hukuman kepada pegawai yang melakukan kelalaian dalam melakukan
pekerjaannya. Berbagai macam hukuman yang diterapkan perusahaan dengan
kategori kesalahan yang berbeda bertujuan agar pegawai tersebut jerah dan tidak
ada pegawai lain yang mengulangi kesalahan yang sama. Reward merupakan faktor
yang dapat memotivasi pegawai untuk meningkatkan produktivitas kerja mereka,
hal ini sama denga teori yang dituliskan oleh Sutrisno bahwa motivasi dasar
kebanyakan orang menjadi pegawai adalah mengharapkan suatu imbalan tertentu.
Namun, punishment juga menjadi faktor yang penting untuk menghentikan tingkah
laku yang dianggap salah dan untuk memperbaiki serta mendidik pegawai yang
melakukan kesalahan ke arah yang lebih baik. Pada dasarnya reward ataupun
punishment sejalan, kedua hal ini sama-sama dibutuhkan untuk meransang
pegawai agar meningkatkan produktvitas kerja. Dilihat dari fungsinya, kedua
metode tersebut seolah-olah bertentangan. Namun, pada hakekatnya sama-sama
bertujuan agar seseorang menjadi lebih baik, lebih berkualitas dan produktif, serta
bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan selain itu juga mengajarkan
kepada seseorang untuk lebih disiplin dan lebih berkomitmen.

Kesimpulan
Berdasarkan uraian dari hasil penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik
kesimpulan dari penelitian pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Malang. Hasil
penelitian menunjukan bahwa reward and punishment sama-sama berpengaruh
dalam meningkatkan produktivitas kerja pegawai. Namun dalam hal ini, pemberian
reward dirasa lebih berpengaruh dan lebih efektif dibandingkan punishment. Peran
reward dalam bentuk promosi jabatanlah yang besar pengaruhnya terhadap
peningkatan produktivitas kerja pegawai. Promosi jabatan dirasa efektif untuk
memotivasi pegawai, karena hal ini mempengaruhi penghasilan tetap mereka dan
lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan hidup pegawai. Sedangkan
punishment hanya merupakan faktor penunjang saja dalam meningkatkan
produktivitas kerja pegawai di Bank BRI. Walaupun demikian, punishment menjadi
suatu alat kontrol pegawai untuk tidak melakukan kelalaian atau kesalahan dalam
bekerja dan terpacu menjadi lebih baik lagi Dua hal yang bertentangan namun pada
hakekatnya sama bertujuan untuk memotivasi seseorang menjadi lebih baik, lebih
berkualitas dan lebih produktif dalam bekerja. Peningkatan produktivitas kerja
pegawai berpengaruh terhadap produktivitas perusahaan dan pelayanan Bank BRI
kepada para nasabah.

ROIVsEVA
1. Definisi dari ROI dan EVA
- Return On Investment (ROI) adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur kinerja sebuah
pusat investasi yang merupakan rasio perbandingan antara pendapatan yang dilaporkan dalam
laporan keuangan dengan aktiva yang digunakan (Anthony dan Govindrajan, 2007).
- Economic Value Added (EVA) adalah suatu system manajemen keuangan untuk mengukur laba
ekonomi dalam suatu perusahaan, yang menyatakan bahwa kesejahteraan hanya dapat tercipta
jika perusahaan mampu memenuhi semua biaya operasi dan biaya modal. EVA merupakan
jumlah uang dan dapat diperoleh dengn mengurangkan beban modal dari laba operasi
bersih
/ net
operating
profit (Anthony
dan
Govindrajan,
2007).
2. Kelebihan dan Kekurangan dari ROI dan EVA
a. ROI
- Kelebihan :

1. ROI merupakan pengukuran yang komprehensif dimana semua laporan keuangan tercermin dari
rasio ini (Anthony dan Govindrajan, 2007).
2. ROI mudah dihitung, mudah dipahami, dan sangat berarti dalam pengertian absolute (Anthony
dan Govindrajan, 2007).
3. ROI merupakan denominator yang dapat diterapkan ke setiap unit organisasi yang bertanggung
jawab terhadap profitabilitas, tanpa mempedulikan ukuran dan jenis usahanya (Anthony dan
Govindrajan, 2007).
4. Mendorong manajer memberikan perhatian pada hubungan penjualan, biaya-biaya dan investasi.
5. Mendorong efisiensi biaya.
6. Mengurangiinvestasi operating assets yang berlebihan
- Kelemahan :
1. Tingkat pengembalian yang kurang akan menurunkan ROI (Anthony dan Govindrajan, 2007).
2. Keputusan-keputusan yang meningkatkan ROI suatu pusat investasi dapat menurunkan laba
keseluruhan (Anthony dan Govindrajan, 2007).
3. Terdapat kesukaran dalam membandingkan rate of return suatu badan usaha dengan badan usaha
lain yang sejenis, mengingat praktik akuntansi yang digunakan pada badan usaha tersebut
berbeda-beda.
4. Mendorong terjadinya myopic behavior, yaitu manajer hanya berfokus pada keuntungan jangka
pendek, yang justru membebani badan usaha keseluruhan secara jangka panjang.
b. EVA
- Kelebihan : (Anthony dan Govindrajan, 2007)
1. Dengan EVA, seluruh unit usaha memiliki sasaran laba yang sama untuk perbandingan investasi.
2. Jika kinerja suatu pusat investasi diukiur dengan EVA, maka investasi-investasi yang
menghasilkan laba di atas biaya modal akan meningkatkan EVA dan oleh karena itu, akan lebih
menarikbagi manajer.
3. Tingkat suku bunga yang berbeda dapat digunakan untuk jenis aktiva yang berbeda pula.
4. EVA memiliki korelasi positif yang lebih kuat terhadap perubahan-perubahan dalam nilai pasar
perusahaan.
- Kekurangan :
1. EVA tidak menyelesaikan seluruh masalah yang berkaitan dengan perhitunga aktiva tetap.
2. EVA akan tertekan untuk sementara oleh investasi-investasi baru karena tingginya nilai buku
bersih untuk tahun-tahun awal.
3. Antara ROI dan EVA, mana yang lebih banyak digunakan? Apa alasannya?
Alat ukur yang banyak digunakan untuk mengukur kinerja sebuah pusat investasi
adalah ROI (Return on Investment). Alasannya adalah perhitungan untuk mencari ROI itu lebih
mudah dibanding EVA. Selain itu juga ROI mengukur seberapa baik seorang manajer divisi
menggunakan aktiva perusahaan untuk menghasilkan laba dan memberikan cara yang baik untuk
mengecek akurasi proposal investasi modal yang diajukan.