Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM MOTOR BAKAR LANJUT

POMPA INJEKSI DISTRIBUTOR


Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Motor Bakar Lanjut

Oleh :
LINDA FITRI ANDRIYANI
K2513040

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2016

I. Tujuan
1. Mengetahui komponen pompa distributor.
2. Mengetahui fungsi setiap komponen pompa distributor.
II. Keselamatan Kerja
1. Berdoa sebelum melaksanakan jobsheet
2. Pergunakan peralatan dan bahan sesuai dengan fungsinya
3. Lakukan pembongkaran sesuai dengan urutan langkah kerja yang benar
4. Hati hati terhadap komponen yang mudah rusak
5. Hindari tumpahan solar dan bersihkan tumpahan, pergunakan bak untuk
tempat
6. Perhatikan aturan, petunjuk dan peringatan yang ada
7. Dalam perakitan lakukan dengan sungguh- sungguh tanpa pemaksaan
8. Lakukan perawatan dan pembersihan terhadap peralatan, bahan dan tempat
setelah menyelesaikan jobsheet
III.Alat dan Bahan
1. Engine stand motor diesel
2. Pompa injeksi distributor
3. Bagan sistem kerja pompa distributor
4. Toolbox
IV. Dasar Teori
Motor bakar diesel biasa disebut juga dengan Mesin diesel (atau mesin
pemicu kompresi) adalah motor bakar pembakaran dalam yang menggunakan
panas kompresi untuk menciptakan penyalaan dan membakar bahan bakar yang
telah diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Mesin ini tidak menggunakan busi
seperti mesin bensin atau mesin gas.
Pompa injeksi distributor merupakan pompa injeksi dengan plunyer
tunggal untuk mengatur jumlah bahan bakar yang diinjeksikan dengan tepat dan
mendistribusikan bahan bakar ke setiap silinder mesin sesuai dengan urutan
penginjeksiannya.
V. Pembahasan
A. Komponen pompa distributor

Keterangan :
1.Fuel tank (tangki bahan bakar)
2.Fuel line (pipa bahan bakar)
3.Water sedimenter dan fuel filter
4.Priming pump (pompa priming)
5.Injection pump (pompa injeksi)
6.Injection pipe (pipa injeksi)
7.Injection nozzle (injektor)
8.Over flow pipe (pipa pengembali)
B. Aliran Bahan Bakar

C. Cara kerja
Pada sistem injeksi bahan bakar dengan pompa injeksi distributor,
pompa injeksinya hanya memiliki satu buah elemen pompa. Dengan demikian

satu elemen pompa akan melayani empat buah silinder mesin diesel melalui
saluran distribusi pada pompa.
Pompa injeksi distributor tipe DPA saat ini sudah jarang digunakan,
sedangkan pompa injeksi distributor tipe VE masih banyak Digunakan Pompa
injeksi sebaris pada umumnya digunakan untuk mesin diesel bertenaga besar
dengan ruang bakar langsung dan penyemrotan langsung (direct injection),
sedangkan pompa injeksi distributor banyak digunakan untuk mesin diesel
bertenaga menengah dan kecil dengan ruang bakar tambahan.
D. Fungsi Komponen
Fungsi komponen-komponen utama pada pompa injeksi distributor
a.
Pompa pengalir (feed pump)
Gambar 3. Pompa Pemberi
Pada pompa injeksi distributor yang sering digunakan yaitu tipe sudu
rotary yang berfungsi untuk menghisap bahan bakar dari tangki dan
menekannya kedalam ruangpompa injeksi.

b.
Katup pengatur tekanan
Gambar 4. Katup Pengatur Tekanan
Katup pengatur tekanan berfungsi untuk mengatur tekanan bahan
bakar kedalam ruang pompa sesuai dengan putaran mesin.
c.
Spunyer
Gambar 5. Spunyer
Spunyer merupakan komponen yang berfungsi untuk:

Mempertahankan tekanan bahan bakar didalam ruang pompa


( karena lubang pembuangan kecil )

Mengatur pembuangan udara secara otomatis

Mengatur aliran solar untuk pendinginan pompa


d.
Plunger dan plat nok (cam plate)
Gambar 6. Plunger dan Plat Nok

Plunyer berfungsi mendistribusikan bahan bakar sesuai dengan FO


mesin.

plat nok berfungsi untuk menekan plunger agar plunger bergerak

maju sehingga mengahasilkan tekanan tinggi pada bahan bakar dan


sekaligus bahan bakar yang ditekan disalurkan untuk didistribusikan ke
tiap silinder sesuai FO.
e.

Governor

Gambar 7. Governor
Governor mekanik (mechanical governor) merupakan komponen yang
berfungsi untuk mengatur jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke
dalam ruang bakar.
f.
Pewaktu otomatis (automatic timer)
Gambar 8. Pewaktu Otomatis
Pewaktu otomatis (automatic timer)
merupakan komponen yang
berfungsi untuk mengatur saat injeksi (injection timing) yang bekerja
menurut tekanan bahan bakar.
g.

Solenoid penutup bahan bakar (fuel cut-off solenoid)

Gambar 9. Selenoid Penutup Bahan Bakar


Solenoid penutup bahan bakar (fuel cut-off solenoid) merupakan
komponen yang berfungsi untuk menutup aliran bahan bakar ke dalam
elemen pompa.
h.

Katup penyalur (delivery valve)

http://oneautomotif.files.wordpress.com/2012/02/graphic81.jpg?
w=300&h=194
Gambar 10. Katup Penyalur
Katup penyalur (delivery valve) berfungsi mencegah bahan bakar dari
dalam pipa tekanan tinggi masuk ke dalam ruang elemen pompa dan
mengisap sisa bahan bakar dari injektor pada akhir injeksi
2.6.
Cara kerja komponen-komponen utama pompa injeksi
distributor
a.
Pompa pengalir (feed pump)

Mekanisme kerjanya yaitu feed pump digerakkan oleh poros penggerak


(drive shaft) dan selama rotor berputar sudu pompa menekan keluar
akibat gaya sentrifugal. Rotor yang tidak sepusat (eksentrik) ini
menyebabkan bahan bakar akan terisap dan ditekan ke ruang pompa.

b.
Katup pengatur tekanan
Mekanisme kerjanya yaitu memanfaatkan harga tegangan pegas
regulating valve. Dimana ketika tekanan bahan bakar yang dihasilkan
feed pump tinggi makan tekanan bahan bakar akan mendorong piston
untuk membuka saluran yang menuju feed pump kembali, sehingga pada
putaran mesin apapun tekanan bahan bakar relative konstan.
c.
Pewaktu otomatis (automatic timer)
Posisi diam
Tekanan bahan bakar didalam ruang pompa masih rendah dan belum
mampu mendorong torak kekiri, dengan demikian saat penyemprotan
belum dimajukan.
Posisi kerja
Pada saat putaran mesin naik, tekanan bahan bakar juga naik torak
terdorong kearah kiri tuas geser akan merubah posisi cincin rol kearah
memajukan saat penyemprotan
Pada saat putaran mesin turun, tekanan bahan bakar juga turun. Torak
bergerak kembali kekanan karena dorongan pegas torak, maka tuas
geser mendorong kembali cincin rol ke posisi nol (tidak ada pengajuan
saat penyemprotan)
d.

Plunyer dan Plat Nok

Plunyer dan plat nok digerakkan oleh poros pompa (drive shaft). Pompa
pemberi dan plat nok digerakkan oleh poros penggerak (drive shaft).
Plunyer dan plat nok ditekan oleh dua buah pegas plunyer melawan
roller. Plat nok biasanya mempunyai 4 buah muka nok pada mesin diesel
4 silinder (ini sesuai dengan jumlah silinder mesin), yang bila berputar
muka nok berada di atas roller dan plunyer bergerak maju, sehingga bila
plat nok dan plunyer berputar satu kali maka plunyer bergerak 4 kali
maju mundur. Bahan bakar disalurkan ke tiap silinder setiap putaran
plunyer dan satu kali plunyer bergerak bolak-balik. Plunyer mempunyai
4 alur pengisian (suction groove) dan satu lubang distribusi (distribution
port). Dengan demikian pada silinder pompa terdapat 4 saluran
distribusi (distribution passage).

e.
Governor
Cara kerja governor sebagai berikut
a)
Posisi start
Tuas pengatur pada posisi start. Tuas penekan tertarik oleh pegas
pengatur. Pegas start menekan tuas start. Dengan demikian tuas start
menggeser posisi bushing pengatur kearah volume start / volume banyak.
b)
Posisi idle
Tuas pengatur pada posisi idle bobot sentrifugal membuka tergantung
dari putaran idle dan pegas idle. Putaran mesin naik, bobot sentrifugal
membuka bushing pengatur didorong kearah stop / sedikit. Putaran
mesin turun, bobot sentrifugal menutup. Pegas idle dan pegas pengatur
menarik tuas penekan bushing pengatur didorong kearah maksimum.
c)
Regulasi putaran
Tuas pengatur pada posisi maksimum. Pegas pengatur menarik tuas
penekan, bushing pengatur didorong kearah maks. Putaran mesin naik.

Bobot sentrifugal membuka, putaran mesin dapat stabil, apabila gaya


sentrifugal seimbang dengan
gaya pegas pengatur.
d) Meregulasi putaran maksimum
Tuas pengatur pada posisi maksimum. Pegas pengatur tertarik penuh.
Putaran mesin tinggi dan volume penyemprotan banyak. Putaran mesin
bertambah naik bobot sentrifugal membuka penuh bushing pengatur
didorong kearah stop / sedikit terjadi pengghentian penyemprotan,
yang secara otomatis dan secara langsung mengurangi putaran motor.
f.
Solenoid penutup bahan bakar
Cara kerjanya yaitu :

Pada saat kunci kontak on, arus mengalir kekumparan solenoid,


medan magnet yang ditimbulkan menarik inti besi kedalam kumparan,
katup membuka, dengan demikian solar mengalir masuk keruang
tekanan tinggi mesin siap dihidupkan.

Pada saat kunci off, medan magnet hilang, pegas mendorong inti
besi

katup menutup.bahan bakar solar terhenti, sehingga motor

mati.keluar
g. Katup penyalur (delivery valve)
Cara kerjanya yaitu : pada saat bahan bakar di tekan keluar dari pompa
injeksi tekanan tinggi maka bahan bakar melawan tekanan pegas katup
penyalur, sehingga katup penyalur terbuka dan menghantarkan bahan
bakar menuju injector melalui pipa penyalur. Dan pada saat tekanan
bahan bakar yang diinjeksikan hilang maka bahan bakar tidak ada
tekanan maka pegas katup pengembali menekan katup penyalur dan
katup penyalur tertutup sehingga bahan bakar yang tadi telah
diinjeksikan tidak kembali ke ruang pompa injeksi.
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Pompa injeksi distributor dirancang dengan plunyer tunggal dan bisa
digunakan untuk melayani silinder lebih dari satu, dimana mekanisme
kerja dari pompa tekanan tinggi tipe distributor mirip dengan
distributor pada motor bensin. Pompa ini mendistribusikan bahan bakar
ke setiap silinder mesin sesuai dengan urutan penginjeksiannya
Setiap komponen yang ada pada pompa mempunyai fungsi yang saling
berkaitan satu dengan yang lain dalam melaksanakan kerja dari
memompakan bahan bakar sampai menginjeksikan bahan bakar di
ruang bakar.
Apabila dibandingkan dengan pompa jenis inline, pompa jenis
distributor bekerja lebih halus karena semua mekanisme komponennya
direndam dalam bahan bakar. Namun jenis distributor tidak dapat
diaplikasikan pada mesin dengan kapasitas besar karena tekanan yang
a.

dihasilkan tidak besar.