Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN KASUS

Intrauterine Fetal
Death

eh

yahidah Amaniyya
910015043

Pembimbing
R.
dr. Samuel Randa Bunga, Sp.OG

PENDAHULUAN
Setiap tahun 7,6 juta kematian
perinatal 57% IUFD
Penyebab kematian janin bersifat
multifaktorial : 25 35 % kasus tidak
diketahui penyebabnya
ANC diagnosis dini

LAPORAN KASUS

Nama : Ny. AS
Umur : 18 tahun
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : IRT
Suku : Bugis
Alamat : Jl. Rajawali
Masuk RS : 4 Juli 2015

ANAMNESIS
Keluhan Utama : Keluar darah bergumpal dari jalan
lahir.
Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien mengeluhkan keluar darah bergumpal dari
jalan lahir sejak 6 jam sebelum masuk rumah sakit.
Selain itu pasien juga mengeluhkan nyeri pada perut
yang hilang timbul sejak pagi. Pasien mengaku
pergerakan bayi berkurang sejak 2 hari SMRS, dan
sejak pagi tadi tidak ada pergerakan. Riwayat trauma
disangkal.
Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat Penyakit Keluarga : -

Riwayat Haid
Menarche sejak usia 13 tahun, lama
haid 8 hari, banyaknya perdarahan
2x ganti pembalut per hari
- HPHT : 08 - 01 - 2015
- TP : 15 - 10 - 2015
Status Perkawinan :
Pernikahan pertama, lama
pernikahan 7 bulan
Riwayat Kontrasepsi :
-

Riwayat Kehamilan , Persalinan dan


Nifas

No

Tahun
Partus

2015

Tempat
Partus

Umur
kehamilan

Jenis
Persalinan

Penolong
Persalinan

Hamil ini

Jenis Kelamin
Anak/ BB

Keadaan Anak
Sekarang

PEMERIKSAAN FISIK
Berat Badan/ Tinggi badan : 41 kg/ 145
cm
Kesadaran : Composmentis
Tanda tanda Vital
- Tekanan Darah
: 100/70 mmHg
- Nadi
: 72 x /menit, kuat, reguler
- Pernafasan
: 20 x/menit, reguler
- Suhu
: 36.5 C (per axiller)

Kepala
: Normochephaly
Mata
: Konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-)
THT
: Tidak ditemukan kelainan
Leher: Pembesaran KGB (-),pembesaran tiroid
(-)
Thorax
Jantung : S1 S2 tunggal reguler
Paru : Vesikuler, rhonki (-/-), wheezing (-/-)
Extremitas
- Atas
: Akral hangat, pucat (-/-) edema (-/-)
- Bawah : Akral hangat,Pucat (-/-) edema (-/-),

Status Obstetrik
Inspeksi

Palpasi

VT

Perut tampak datar

TFU: sepusat

Vulva dan vagina kesan normal, porsio


pembukaan 2 cm, ketuban menonjol,
perdarahan (+) tidak aktif

DJJ: tidak ditemukan, HIS (-)

Laboratorium

Hb 11,8 gr/dl
WBC
7.800 / uL
HCT
33,1 %
PLT
234.000 / uL
Ur 20,0 mg/dl
Cr 0,8 mg/dl
HBsAg
Non Reaktif
112 Non Reaktif
BT/CT 2/9
Protein urin: GDS 82

Diagnosis
G1P0A0 gr. 24-25 minggu + IUFD

TATALAKSANA

IVFD RL 20 tpm
Inj. Cefotaxime 3x1gr
Cek Hb ulang

TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI
WHO dan American College of
Obstetricians and Gynecologist (1995)
menyatakan IUFD ialah janin yang
mati dalam rahim dengan berat badan
500 gram atau lebih atau kematian
janin dalam rahim pada kehamilan 20
minggu atau lebih.

FAKTOR RESIKO

Peningkatan usia maternal


primipara
Merokok
Berat maternal
Faktor sosial

ETIOLOGI
Penyebab IUFD

Presentase (%)

Hipertensi gestasional

(21,6)

DM tak terkontrol

(16,2)

Korioammonitis

(13,5)

Abrupsio plasenta

(5,4)

HIV/AIDS

(5,4)

Anemia sel sabit

(2,7)

insufisiensi plasenta

(10,4)

Cord accident

(10,4)

Tidak diketahui

(13,5)

ETIOLOGI

Faktor Maternal
Faktor fetal
Faktor Plasenta
Idiopatik

KLASIFIKASI
1. Golongan I : kematian sebelum massa kehamilan mencapai
20 minggu penuh (early fetal death)
2. Golongan II : kematian sesudah ibu hamil 20-28 minggu
(intermediate fetal death)
3. Golongan III : kematian sesudah masa kehamilan >28
minggu (late fetal death)
4. Golongan IV : kematian yang tidak dapat digolongkan pada
ketiga golongan di atas.

Bila janin mati dalam kehamilan yang telah lanjut


terjadilah perubahan- perubahan sebagai berikut :

Rigor mortis
Maserasi grade
Maserasi grade
Maserasi grade
Maserasi grade

0
I
II
III

Diagnosis
Anamnesis;
gerakan janin(-)
Perut tidak membesar
nyeri perut
Penurunan berat badan

Pem. Fisik
Inspeksi :TFU lebih rendah dari uk.
Gerakan janin (-)
Palpasi :Tonus uterus menurun,
uterus teraba flaksid.Tidak teraba
gerakan-gerakan janin.
Auskultasi : DJJ (-) pada usia
kehamilan >10-12 minggu

Pem. Penunjang
Radiologi:
tanda Spalding, tanda Naujokes, tanda
Gerhard, tanda Robert
Laboratorium
- Bila janin yang mati tertahan 5 minggu atau
lebih, kemungkinan hipofibrinogenemia

Otopsi

Gejala dan Tanda

Gejala dan Tanda

Kemungkinan

yang Selalu Ada

yang Kadang-

Diagnosis

Gerakan janin

Kadang Ada
Syok, uterus

berkurang atau

tegang/kaku, gawat

hilang, nyeri perut

janin atau DJJ tidak

hilang timbul atau

terdengar

menetap,

Solusio Plasenta

perdarahan
pervaginam
sesudah hamil 22
minggu
Gerakan janin dan

Syok, perut kembung/

DJJ tidak ada,

cairan bebas intra

perdarahan, nyeri

abdominal, kontur

perut hebat

uterus abnormal,

Ruptur Uteri

Gejala dan

Gejala dan Tanda Kemungkinan

Tanda yang

yang Kadang-

Diagnosis

Selalu Ada
Gerakan janin

Kadang Ada
Cairanketubanberca

Gawat Janin

berkurang atau

mpurmekonium

hilang, DJJ

abnormal
(<100/mnt/>180
/mnt)
Gerakanjanin/DJJ Tanda-tanda
hilang

kehamilan berhenti,

TFU berkurang,
pembesaran uterus

IUFD

KOMPLIKASI
trauma psikis ibu ataupun keluarga
Infeksi
koagulopati

PENATALAKSANAAN

PENATALAKSANAAN
Pilihan cara persalinan dapat secara aktif
dengan induksi maupun ekspektatif,
Bila pilihan penanganan adalah ekspektatif
maka tunggu persalinan spontan hingga 2
minggu dan yakinkan bahwa 90 % persalinan
spontan akan terjadi tanpa komplikasi
Jika trombosit dalam 2 minggu menurun
tanpa persalinan spontan, lakukan
penanganan aktif.

Lanjutan
penanganan aktif:
Jika servik matang, lakukan induksi
persalinan dengan oksitosin atau
prostaglandin.
Jika serviks belum matang, lakukan
pematangan serviks dengan prostaglandin
atau kateter foley, dengan catatan jangan
lakukan amniotomi karena berisiko infeksi
Persalinan dengan seksio sesarea
merupakan alternatif terakhir

Lanjutan
Jika persalinan spontan tidak terjadi dalam 2
minggu, trombosit menurun dan serviks belum
matang, matangkan serviks dengan misoprostol
Tempatkan misoprostol 25 mcg dipuncak vagina,
dapat diulang sesudah 6 jam
Jika tidak ada respon sesudah 2x25 mcg misoprostol,
naikkan dosis menjadi 50mcg setiap 6 jam. Jangan
berikan lebih dari 50 mcg setiap kali dan jangan
melebihi 4 dosis.

Jika ada tanda infeksi, berikan antibiotika untuk


metritis.

PENCEGAHAN
Kontrol saat merasa gerakan janin
berkurang.
Perhatian khusus pada kasus gemeli,
dan solusio plasenta
antenatal care yang rutin

PEMBAHASAN
No
1

Teori
Anamnesis :

Fakta

Ny. AS, 18 tahun, datang


IUFD ialah janin yang mati dalam dengan keluhan keluar
rahim dengan berat badan 500
darah bergumpal sejak 6
gram atau lebih atau kematian
jam SMRS. Selain itu
janin dalam rahim pada
juga
kehamilan 20 minggu atau lebih. pasien

mengeluhkan nyeri pada


Diagnosis
perut yang hilang timbul
Pasien mengaku tidak lagi
sejak
pagi.
Pasien
merasakan gerakan janinnya.
mengaku
pergerakan
Perut tidak bertambah besar,
bayi berkurang sejak 2
bahkan mungkin mengecil
Perut sering menjadi keras dan hari SMRS, dan sejak
merasakan sakit seperti ingin
pagi tadi tidak ada
melahirkan
pergerakan.
Riwayat
Penurunan berat badan
trauma disangkal.

PEMBAHASAN
No
2

Teori

Fakta

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik:

Diagnosis:

Pemeriksaan Obstetri :

Inspeksi
dari

usia

: TFU berkurang atau lebih rendah a. Inspeksi : Perut tampak datar


kehamilannya.

Tidak

terlihat b. Palpasi :

gerakan-gerakan janin yang biasanya dapat TFU: sepusat


DJJ: tidak ditemukan

terlihat pada ibu yang kurus.

Palpasi: Tonus uterus menurun, uterus teraba a. His : flaksid. Tidak teraba gerakan-gerakan janin.

b. Vaginal toucher :

Auskultasi: Tidak terdengarnya djj setelah

Vulva dan vagina kesan normal, porsio

usia

pembukaan 2 cm, ketuban menonjol,

kehamilan

10-12

minggu

pemeriksaan ultrasonic Doppler

pada

perdarahan (+) tidak aktif


Hasil USG:
Janin IUFD, DJJ (-), Letkep, placenta di
daerah corpus uteri, uk: 22-24 minggu.
Dx: G1P0A0 gr. 24-25 minggu + IUFD

PEMBAHASAN
No
3

Teori

Fakta

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan

Persalinan spontan 2 minggu

Penanganan aktif:

Bayi lahir meninggal, jenis kelamin

- Induksi

laki-laki, A/S: 0/0, BB: 500gr

- SC

Terapi post partum

Induksi Cytotex tab per vaginam

- Cefadroxyl tab 2x500mg


- Asam mefenamat tab 3x500mh
- SF tab 2x300mg

PENUTUP
Kesimpulan
Pasien Ny. AS, 18 tahun datang ke RSUD AW
Sjahranie dengan keluhan keluar darah bergumpal
dan tidak merasakan gerakan janin sejak pagi hari
SMRS. Setelah dilakukan anamnesis, pemeriksaan
fisik dan pemeriksaan penunjang, pasien didiagnosis
dengan G1P0A0 gravid 24-25 minggu + IUFD.
Pasien diberi terapi IVFD RL : D5%: 24 tpm,
Cefotaxime 3x1gr IV, Misoprostol tab per vaginam.
Kemudian, pasien melahirkan bayi meninggal secara
spontan 3 jam setelah pemberian misoprostol
pervaginam.

PENUTUP
Hal ini sesuai dengan teori, yang
menyatakan bahwa persalinan
spontan akan terjadi pada IUFD
hingga 2 minggu setelah kematian
janin. Jika dalam 2 minggu tidak
terjadi persalinan spontan, terjadi
penurunan trombosit dan serviks
belum matang, maka dapat
dilakukan penanganan aktif, yaitu
dengan pemberian misoprostol

PENUTUP
Saran
Pemeriksaan Laboratorium TORCH dan
Antifosfolipid yang merupakan faktor resiko
IUFD sebelum kehamilan.
Penyuluhan bagi para ibu dengan kehamilan
untuk melakukan ANC secara teratur di RS,
puskesmas atau bidan untuk bias mengetahui
kondisi kesejahteraan janin
Pada kasus kematian janin intra uterin dapat
ditentukan sebab kematian dengan
pemeriksaan autopsi, dengan syarat
persetujuan dari pihak keluarga.

Terima Kasih