Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN EKOLOGI HEWAN

PRAKTIKUM VII
PERILAKU BEKICOT (Achatina fulica)

NAMA

: JUNAIDIL

STAMBUK

: F1D113023

KELOMPOK

: III (TIGA)

ASISTEN PEMBIMBING

: WA ODE DESI, S.Si

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016

I.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Alam merupakan salah satu ruang bagi makhluk hidup untuk
melakukan berbagai aktifitasnya untuk melangsungkan hidupnya. Banyak
hewan yang melakukan aktifitasnya di malam hari maupun di siang hari
tergantung kebutuhan masing-masing, dari bentuk ini dapat terlihat suatu
perilaku yang dimiliki oleh organisme tersebut.
Salah satu hewan yang memiliki sifat dalam melakukan
aktifitasnya dimalam hari yaitu siput darat atau biasa disebut dengan
bekicot (Achatia fulica). Hewan dapat hidup bertahan lama jika tempatnya
dalam keadaan lembab sehingga aktifitasnya dibatasi oleh lingkungan
yang mendukung, hewan ini melakukan aktifitasnya dimalam hari dan
beristirahat di siang hari, karena memiliki sifat cangkang yang relatif tipis
sehingga tidak mampu untuk menahan sinar matahari secara langsung.
Hewan bekicot (Achatia fulica) ini memiliki ukuran yang berbeda
beda tergantung dengan ukuran cangkang dan panjang cangkangnnya,
semakin

besar

cangkangnnya

semakin

kecil

daerah

jelajahnya

dibandingkan dengan bekicot yang memiliki cangkang lebih kecil daerah


jelajahnya lebih luas. Berdasarkan uraian singkat di atas maka perlunya
dilakukan praktikum perilaku bekicot.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah

pada

praktikum ini

adalah

bagaimana

mengetahui perilaku bekicot hubungannya dengan berat badan, jarak


tempuh dan suhu lungkungan ?
C. Tujuan Praktikum

Tujuan daripada praktikum ini adalah untuk mengetahui perilaku


bekicot hubngannya dengan berat badan, jarak tempuh dan suhu
lingkungan.
D. Manfaat Praktikum
Manfaat daripada praktikum ini adalah dapat mengetahui perilaku
bekicot hubungannya dengan berat badan, jarak tempuh dan suhu
lingkungan.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

Perilaku adalah aktivitas organisme akibat adanya suatu stimulus. Sering


kali suatu perilaku hewan terjadi karena pengaruh genetis (perilaku bawaan lahir
atau innate behavior) dan karena proses belajar atau pengalaman yang dapat
disebabkan oleh lingkungan. Pada perkembangan ekologi perilaku terjadi
perdebatan antara pendapat yang menyatakan bahwa perilaku yang terdapat pada
suatu organisme pengaruh alami atau akibat hasil asuhan atau pemeliharaan, hal
ini merupakan perdebatan yang terus berlangsung (Dharma, 1993).
Bekicot (Achatina fulica) memiliki habitat daratan yang lembab atau
dihabitat teresterial insang mengalami kemunduran dan memodifikasi rongga
mantel menjadi paru-paru bekicot termasuk dalam kelompok pulmonata, bekicot
aktif pada malam hari untuk mencari makanan (Whardana, 2008).
Semua organisme memiliki tingkah laku. Tingkah laku merupakan bentuk
respons terhadap kondisi internal dan eksternalnya. Suatu respons dikatakan
tingkah laku bila respons tersebut telah berpola, yakni memberikan respons
tertentu yang sama terhadap stimulus tertentu. Tingkah laku juga dapat diartikan
sebagai aktivitas suatu organisme akibat adanya suatu stimulus. Dalam mengamati
tingkah laku, kita cenderung untuk menempatkan diri pada organisme yang kita
amati, yakni dengan menganggap bahwa organisme tadi melihat dan merasakan
seperti kita (Mujahidin, 2013)
Keberadaan hewan-hewan di muka bumi sangat beragam. Keberagaman
inilah yang hendaknya di pelajar sebagai obyek yang di harapkan dapat di ambil

fungsi dan manfaatnya bagi kelangsungan hidup manusia. Salah satu hewan yang
kita sering kita temui adalah hewan gastropoda. Bekicot (Achatina fulica) yang
termasuk dalam kelas ini tubuhnya tertutup oleh cangkang yang berbentuk spiral
(Wardhana, 2008)

III.
METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 3 Januari 2016 pukul
17.00- Minggu 4 Januari. Bertempat di Fakultas matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo Kendari.
B. Alat Praktikum
Alat yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Alat dan Kegunaan
No
1

Nama Alat
Meteran Kain

2
3
4
5
6
7
8
9

Timbangan
Senter
Alat tulis
Thermometer
Gunting
Mistar
Tipex
Jam tangan

Kegunaan
Untuk mengukur jauh jarak pergerakan
bekicot
Untuk menimbang berat bekicot
Untuk menyenter bekicot di malam hari
Untuk mencatat hasil pengamatan
Untuk mengukur kelembaban
Untuk menggunting kertas
Untuk mengukur panjang bekicot
Untuk menandai bekicot
Untuk
menghitung
waktu
dalam
pengamatan

C. Bahan Praktikum
Bahan yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel
2.
Tabel 2. Bahan dan Kegunaan
No
1
2
3

Nama Bahan
Bekicot (Achatia fulica)
Bendera
Taman FMIPA

Tusuk sate 50 buah

Kegunaan
Sebagai objek pengamatan
Sebagai penanda
Sebagai tempat pengamatan perilaku
bekicot
Sebagai tiang bendera

D. Prosedur Kerja
Prosedur kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Mengumpulkan bekicot sebanyak 50 ekor yang masih sehat
2. Menimbang dan mencatat berat bekicot
3. Menandai bekicot

4. Membuat bendera sebanyak jumlah bekicot


5. Meletakan bekicot dan bendera berdasarkan pelabelan
6. Mengamati pergerakan bekicot dan aktifitasnya yang lain (diam,kawin,
jalan, makan, manja, BAB, Malas/ diam All.) setiap 2 jam selama 24
jam.
7. Mengukur jarak perpindahan
8. Mengukur suhu lingkungan
9. Setelah 24 jam mengumpulkan kembali bekicot yang masih tersisa
untuk ditimbang beratnya untuk mengetahui berat akhir bekicot setelah
perlakuan
10. Mencatat hasil pengamatan dokumentasikan.

IV.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
Hasisl pengamatan pada praktikum ini tercantum pada Tabbel 3.
1. Perilaku Bekicot (Achatina fulica)
Grafik Pengamatan Perilaku Bekicot (Achatina fulicata
35
30
25
20
15
10
5
0

DIAM

MAKAN

BERJALAN

DEFEKASI

MATI

LAIN-LAIN

10

11

12

MATI

Grafik 1. Pengamatan Perilaku Bekicot (Achatina fulica)


2. Hasil Pengukuran Morfometri Bekicot (Achatina fulica)
N
o
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Berat Bekicot
(Achatina fulica)
(gr)
18,86
15,73
16,02
19,72
14,11
14,54
13,12
12,44
12,32
14,02
15,02
14,11
14,12
15,03
15,74
14,1
14

Panjang Cangkang
Bekicot
(Achatina fulica)
(cm)
8,2
6,2
6,1
6,8
5,2
5,3
5
4
4,1
5,2
5,1
5,3
4,2
6
5
6
6,1

Total
Homerange

Rata-Rata
Homerange

700
585
739
789
170
512
703
475
998
456
806
236
683
30
735
162
411

58,33333
48,75
61,58333
65,75
14,16667
42,66667
58,58333
39,58333
83,16667
38
67,16667
19,66667
56,91667
2,5
61,25
13,5
34,25

18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50

15,2
16
15,43
12
15,3
13,2
12,1
13,3
12,11
13,12
12,19
12,22
12,2
14,1
14,08
15,15
15,13
15,01
14,04
13,05
15,21
15,09
15,02
12,03
14,03
16,2
15,01
14,03
13,2
13,09
12,01
16,3
16,00,

6,3
6,2
5,4
4,2
6,2
4,3
4,5
5,5
5
5,5
6
6
5,2
6
6,1
6,6
6,2
5,4
6,1
6,9
6,3
6,2
5,2
6,3
7
7,1
6,8
6
6
6,3
8,2
6

562
521
435
1031
383
531
361
1196
227
806
579
647
337
412
226
468
775
285
559
708
367
752
1029
149
934
673
604
482
783
674
575
667
557

46,83333
43,41667
36,25
85,91667
31,91667
44,25
30,08333
99,66667
18,91667
67,16667
48,25
53,91667
28,08333
34,33333
18,83333
39
64,58333
23,75
46,58333
59
30,58333
62,66667
85,75
12,41667
77,83333
56,08333
50,33333
40,16667
65,25
56,16667
47,91667
55,58333
46,41667

3. Hasil Analisis Korelasi Pengaruh Terhadap Homerange Bekicot (Achatina


fulica)

Variabel
Panjang Cangkang Bekicot (Achatina fulica)
Berat Tubuh Bekicot (Achatina fulica)

B. Pembahasan

Nilai
0.057792864
0,086448868

Bekicot tercakup di dalam sup clasis pulmonata dari clasis


gastropoda yang merupakan kelompok molusca yang sangat besar. Siput
darat berbeda dengan gastropoda lainnya, pertama dalam hal pernapasan,
ia tidak memiliki cteidia, yaitu semacam insang dan fungsinya sudah
digantikan oleh bagian pilium yang tipis dan kaya dengan pembuluhpembuluh

kapiler-kapiler

darah.

Bentuk

cangkang

siput pada umumnya seperti kerucut dari tabung yang melingkar seperti
konde. Puncak kerucut merupakan bagian tertua disebut apex sumbu
kerucut disebut columella
Bekicot dapat hidup normal sampai dengan umur 3 tahun.
Hewan ini suka hidup daerah tempat yang lembab, tempat
bersampah. Hewan ini memakan tanaman maupun tumbuhan
yang di sukainya sehingga hewan tersebut dapat menyesuaikan
diri terhadap kondisi makanan yang ketersediaanya cukup
banyak. Bekicot merupakan salah satu molusca yang memiliki
cangkang tipis sehingga hewan tersebut takut terhadap sinar
matahari sehingga membutuhkan daerah tempat hidupnya daerah
yang lembab agar tetap bertahan hidup. Suhu lingkungan yang
ditempati bekicot berkisar 47C sampai 7,22C dan senang
dengan pH 7-8.
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan pada
praktikum perilaku bekicot selam 24 jam dengan pengamatan
setiap 2 jamnnya perilaku yang di dapatkan oleh suatu bekicot
sangat berbeda beda beda. Dari setiap pengamatan yang ada

perilaku yang deberikan oleh si bekicot berbeda-beda ini di


dasari

adanya

perbedaan

ukuran

maupun

umur

bekicot.

Pengamatan pertama pada pukul 08.00 beberapa bekicot hilang


dan

beberapa bekicot melakukan berbagai aktifitasnya dimana

aktivitas yang dilakukan yaitu berjalan, makan dan tidak


melakukan aktivitas sama skali. Besaran suatu aktivitas bekicot
dalam melakukan suatu aktifitasnya dapat mempengaruhi daerah
homrangenya. Pengamatan selanjutnya dilakukan pada pukul
10.00 10.30 dimana aktivitas yang dilakukan pada suatu
bekicot semakin banyak. Namun pada pengamatan ini perilaku
bekicot semakin tinggi dan pola makan semakin tinggi. Beberapa
Bekicot pada saat pengamatan ke 2 beberapa tidak ditemukan hal
ini dapat terjadi karena melakukan persembunyian.
Selanjutnya dilakukan pengamatan ke 3 pada pukul 02.0002.30. Di mana pada pengamatan ke 3 Perilaku bekicot pada jam
tersebut dalam melakukan aktifitasnya agak sedikit berkurang
baik dalam melakukan aktivitas

makan maupun perilaku hal

lainnya. Namun demikian dalam pengamatan tersebut tidak di


dapatkan adanya hubungan perkawinan antara bekicot, ini dapat
terjadi karena adanya kondisi lingkungan yang tidak mendukung
maupun faktor lainnya
V.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum ini adalah perilaku bekicot (Achatina
fulica) maupun daerah homrange sangat berbeda-beda karena perbedaan

ukuran maupun umur, jika ukuran cangkang semakin besar maka daerah
jelajah semakin sempit dibandingkan dengan bekicot yang memiliki
ukuran cangkang yang relatif kecil.
B. Saran
Saran yang dapat saya ajukan pada praktikum ini adalah sebaiknya
untuk praktikum selanjutnya agar setiap asisten lebih mengkoordinir
praktikannya agar praktikum berjalan dengan baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Dharma, B., 1993, Indonesia shelis. Jakarta : Sarana Graha


Ahmad, M., 2013., Tingkah Laku Hewan, Universitas Negeri malang.
Whardana., 2008, Sistematika Hewan Vertebrata Dan Avertebrata, Serabaya:
Sinar
Mudjahidin., 2013, Zoologi Dasar, Jakarta: Erlangga.