Anda di halaman 1dari 35

H. L. ARIES FAHROZI, S.Kep., Ns., M.

Kep

DEFINISI KEPERAWATAN (UUK 38 TH


2014)

Keperawatan adalah kegiatan pemberian asuhan


kepada individu keluarga kelompok, atau masyarakat
baik dalam keadaan sakit maupun sehat
Perawat adalah sesorang yang telah lulus pendidikan
tinggi keperawatan, baik dalam maupun luar negeri
yang diakui oleh pemerintah sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan
Praktik Keperawatan adalah pelayanan yang
dselenggarakan oleh perawat dalam bentuk asuhan
keperawatan
Asuhan Keperawatan adalah rangkaian interaksi
Perawat dengan klien dan lingkungannya untuk
mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan dan
kemandirian klien dalam merawat dirinya

MEMBERIKAN JAMINAN PELAYANAN


YANG BERMUTU DAN AMAN
Kode etik

Dikawal dengan

Standar profesi
dan praktik
Perundangundangan yang
mengatur
praktik
keperawatan

DIMENSI PROFESI
Profesi
Keperawatan

Pelayanan kepada
Manusia

Disiplin

Etik

Hukum
4

DIMENSI DISIPLIN ILMU

Merupakan bidang studi yang memiliki objek, sistem, dan


metode tertentu serta dapat dilakukan pengembangan dan
diuji

Ilmu: kumpulan pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri


tertentu yang membedakannya dengan ilmu dan
pengetahuan-pengetahuan lainnya.

PENERAPAN DIMENSI DISIPLIN ILMU

Digunakan sebagai dasar dalam membuat keputusan dan melakukan


tindakan keperawatan, sehingga dilakukan dengan benar dan dapat
dipertanggung jawabkan

Menetapkan standar dan SOP khususnya untuk tindakan atau prosedur


yang sulit dan kompleks ( berpotensi salah)

Dilakukan pengujian dan validasi serta pengembangan melalui penelitian

Melaksanakan Evidsence based practice

DIMENSI ETIK
Etik adalah cabang filsafat yang membahas nilai dan norma moral yang
menentukan perilaku manusia dalam kehidupan
Berkaitan dengan pertimbangan pembuatan keputusan yang bermakna baik
untuk orang lain.
Merupakan tuntunan anggota profesi untuk melakukan amalan baik atau
bertindak dengan tepat sesuai norma (nilai baik) yang ditetapkan

PENERAPAN DIMENSI ETIK

Menerapkan prinsip etik dalam berinteraksi dan


memberikan asuhan keperawatan

Melaksanakan kode etik profesi

Ditetapkan Kode Etik Profesi

DIMENSI HUKUM

Himpunan ketentuan yang mengatur tata tertib dalam suatu


masyarakat dan harus ditaati oleh anggota masyarakat yang
bersangkutan

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat diberi sangsi


yang sesuai dengan atauran yang berlaku.

PENERAPAN DIMENSI HUKUM

Peraturan perundang undangan dijadikan dasar dalam


melaksanakan pelayanan dan asuhan keperawatan

Peraturan perundangan menjadi landasan pelaksanaaan


berbagai kewajiban dan hak perawat

DIMENSI KEKELIRUAN PENAMPILAN PROFESI

1. Dimensi etika
2. Dimensi disiplin
3. Dimensi hukum

11

Keperawatan merupakan salah satu profesi yang


bergerak pada bidang kesejahteraan manusia yaitu
dengan memberikan bantuan kepada individu yang
sehat maupun yang sakit untuk dapat menjalankan
fungsi hidup sehari-hari

Etika adalah peraturan atau norma yang dapat


digunakan sebagai acuan bagi perlakuan seseorang
yang berkaitan dengan tindakan yang baik dan buruk
yang dilakukan seseorang dan merupakan suatu
kewajiban dan tanggungjawab

ETIKA

KEPERAWATAN

MENGATUR
HUBUNGAN
ANTARA PERAWAT
DAN PASIEN

PROFESI KEPERAWATAN
MEMILIKI KONTRAK
SOSIAL DENGAN
MASYARAKAT

Etika Keperawatan
Etika keperawatan adalah norma-norma yang dianut perawat dalam bertingkah
laku dengan pasien, keluarga, kolega, atau tenaga kesehatan lainnya di suatu
pelayanan keperawatan yang bersifat profesional.

Perilaku etik akan dibentuk oleh nilai-nilai dari pasien, perawat dan interaksi sosial
dalam lingkungan.

Kode Etik Keperawatan


Kode etik keperawatan merupakan suatu pernyataan komprehensif dari
profesi yang memberikan tuntutan bagi anggotanya dalam melaksanakan
praktek keperawatan, baik yang berhubungan dengan pasien, keluarga,
masyarakat, teman sejawat, diri sendiri dan tim kesehatan lain.

Fungsi Kode Etik Keperawatan


1.

Memberikan dasar dalam mengatur hubungan antara perawat, pasien,


tenaga kesehatan lain, masyarakat dan profesi keperawatan

1.

Memberikan dasar dalam menilai tindakan keperawatan

2.

Membantu masyarakat untuk mengetahui pedoman dalam melaksanakan


praktek keperawatan.

3.

Menjadi dasar dalam membuat kurikulum pendidikan keperawatan ( Kozier


& Erb, 1989 )

Dilema Etik
Menurut Thompson (1985 ) dilema etik merupakan suatu masalah yang
sulit dimana tidak ada alternatif yang memuaskan atau situasi dimana
alternatif yang memuaskan atau tidak memuaskan sebanding. Dalam
dilema etik tidak ada yang benar atau yang salah. Untuk membuat
keputusan yang etis, seorang perawat tergantung pada pemikiran yang
rasional dan bukan emosional.

Kerangka pemecahan dilema etik


(kozier & erb, 1989 )
a. Mengembangkan data dasar.
Untuk melakukan ini perawat memerlukan
pengumpulan
informasi sebanyak mungkin
meliputi :
Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut
dan bagaimana
keterlibatannya
Apa tindakan yang diusulkan
Apa maksud dari tindakan yang diusulkan
Apa konsekuensi-konsekuensi yang
mungkin timbul dari
tindakan yang
diusulkan.

b. Mengidentifikasi konflik yang terjadi berdasarkan situasi tersebut


c. Membuat tindakan alternatif tentang rangkaian tindakan yang
direncanakan dan
mempertimbangkan hasil akhir atau konsekuensi
tindakan tersebut
d. Menentukan siapa yang terlibat dalam
masalah tersebut dan siapa
pengambil
keputusan yang tepat
e. Mengidentifikasi kewajiban perawat
f. Membuat keputusan

PRINSIP-PRINSIP DALAM
ETIKA KEPERAWATAN

AUTONOMI
Autonomi berarti kemampuan untuk menentukan sendiri
atau mengatur diri sendiri, berarti menghargai manusia
sehingga harapannya perawat memperlakukan mereka
sebagai seseorang yang mempunyai harga diri dan
martabat serta mampu menentukan sesuatu bagi
dirinya.

BENEFISIENCE
Merupakan prinsip untuk melakukan yang baik dan tidak
merugikan pasien atau tidak menimbulkan bahaya bagi
pasien

JUSTICE
Merupakan prinsip untuk bertindak adil bagi semua individu, setiap
individu mendapat perlakuan dan tindakan yang sama. Tindakan yang
sama tidak selalu identik tetapi dalam hal ini persamaan berarti
mempunyai kontribusi yang relatif sama untuk kebaikan hidup seseorang

VERACITY
Merupakan prinsip moral dimana kita mempunyai suatu kewajiban untuk
mengatakan yang sebenarnya atau tidak membohongi orang lain / pasien.
Kewajiban untuk mengatakan yang sebenarnya didasarkan atau
penghargaan terhadap otonomi seseorang dan mereka berhak untuk diberi
tahu tentang hal yang sebenarnya

Menepati janji (Fidelity)


Prinsip fidelity dibutuhkan individu untuk menghargai janji dan
komitmennya terhadap orang lain. Perawat setia pada komitmennya dan
menepati janji serta menyimpan rahasia klien. Kesetiaan,
menggambarkan kepatuhan perawat terhadap kode etik yang menyatakan
bahwa tanggung jawab dasar dari perawat adalah untuk meningkatkan
kesehatan, mencegah penyakit, memulihkan kesehatan dan meminimalkan
penderitaan.

Karahasiaan (Confidentiality)
Aturan dalam prinsip kerahasiaan adalah menjaga privasi (informasi)
klien. Segala sesuatu yang terdapat dalam dokumen catatan kesehatan
klien hanya boleh dibaca dalam rangka pengobatan klien. Tidak ada
seorang pun dapat memperoleh informasi tersebut kecuali jika diijinkan
oleh klien dengan bukti persetujuan. Diskusi tentang klien diluar area
pelayanan, menyampaikan pada teman atau keluarga tentang klien
dengan tenaga kesehatan lain harus dihindari.

Tidak merugikan (Nonmaleficience)


Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis
pada klien

INFORMED CONSENT

Pernyataan persetujuan terhadap rencana


tindakan medis yang akan dilakukan

HAK PASIEN
1. Pasien berhak mendapat informasi yang
tindakan medis yang akan dialaminya.

cukup mengenai rencana

Informasinya meliputi:

Bentuk tindakan medis

Prosedur pelaksanaannya

Tujuan dan keuntungan dari pelaksanaannya

Resiko dan efek samping dari pelaksanaannya

Resiko / kerugian apabila rencana tindakan medis itu tidak dilakukan

Alternatif lain sebagai pengganti rencana tindakan medis itu, termasuk


keuntungan dan kerugian dari masing-masing alternatif tersebut

2. Pasien berhak meminta pendapat atau penjelasan dari dokter lain untuk
membandingkan informasi
3. Pasien berhak menolak
4. Pasien diberi waktu untuk berfikir dan memperimbangkan keputusannya

Pemberian informasi ini selayaknya bersifat obyektif, tidak memihak,


dan tanpa tekanan

KRITERIA PASIEN YANG BERHAK


1.

Pasien sudah dewasa


Mulai usia 21 tahun. Pasien yang masih dibawah batas umur ini tapi
sudah menikah termasuk kriteria pasien sudah dewasa

2.

Pasien dalam keadaan sadar


Hal ini mengandung pengertian bahwa pasien tidak sedang pingsan,
koma, atau terganggu kesadarannya karena pengaruh obat, tekanan
kejiwaan, atau hal lain, pasien harus bisa diajak berkomunikasi secara
wajar dan lancar.

3.

Pasien dalam keadaan sehat akal

KEADAAN GAWAT DARURAT


1.

Proses pemberian informasi dan permintaan persetujuan rencana


tindakan medis ini bisa saja tidak dilaksanakan

2.

Prosedur penyelamatan pasien tetap harus dilakukan sesuai dengan


standar pelayanan / prosedur medis yang berlaku disertai
profesionalisme yang dijunjung tinggi.

3. Setelah masa kritis terlewati dan pasien sudah bisa berkomunikasi, maka
pasien berhak untuk mendapat informasi lengkap tentang tindakan medis
yang sudah dialaminya tersebut

KODE ETIK KEPERAWATAN


INDONESIA
A. Perawat dan Klien
1) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai
harkat dan martabat manusia, keunikan klien dan tidak
terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna
kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut
serta kedudukan sosial.
2) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa
memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai
budaya, adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama klien.
3) Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang
membutuhkan asuhan keperawatan.
4) Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang dikehendaki
sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali
jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan
hukum yang berlaku.

B. Perawat dan praktek


1) Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi
dibidang keperawatan melalui belajar terus-menerus
2) Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan
keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional
yang menerapkan pengetahuan serta ketrampilan
keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien.
3) Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada
informasi yang akurat dan mempertimbangkan
kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan
konsultasi, menerima delegasi dan memberikan
delegasi kepada orang lain
4) Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik
profesi keperawatan dengan selalu menunjukkan
perilaku profesional

C. Perawat dan masyarakat

Perawat mengemban tanggung jawab bersama masyarakat untuk


memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhi
kebutuhan dan kesehatan masyarakat.

D. Perawat dan teman sejawat

1) Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama


perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya, dan dalam
memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam
mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

2) Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang


memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten, tidak etis dan
ilegal.

E. Perawat dan Profesi

1) Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar


pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkannya dalam
kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan

2) Perawat berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi


keperawatan

PERBEDAAN
ETIKA PROFESI vs DISIPLIN PROFESI vs HUKUM

ETIKA
Masalah moral

- Baik, Buruk

Dilema Norma Internal


(etika profesi)

Kehormatan Profesi
- Kualitas Moral

MKEK
- Organisasi profesi

Lingkup sasaran
- Diri sendiri

DISIPLIN
Standar profesi/

perilaku pelayanan
Pelanggaran Standar
Profesi (benar-salah)
Kualitas profesi
(pelayanan-perilaku)
Konsil Joint
Commission
- Anggota profesi
- Masyarakat
- Pemerintah
Lingkup sasaran:
- Pasien/klien
- underskilled
- Communication
- Problems
- Sexual
- harrashment

HUKUM
Norma hukum

Pelanggaran norma
hukum (benar
salah)
Kedamaian
(mencegah-mengatasi
konflik)
- Perdata Pidana
Pengadilan
- Hakim
- Penggugat/Jaksa
- Tergugat/terdakwa
Lingkup sasaran:
- Dokter/perawat
- Rumah sakit
- Kelalaian

34

34