Anda di halaman 1dari 2

1.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)


Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengukur capaian pembangunan manusia
berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup. Sebagai ukuran kualitas hidup,
IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar. Dimensi tersebut mencakup
umur panjang dan sehat; pengetahuan, dan kehidupan yang layak. Ketiga dimensi
tersebut memiliki pengertian sangat luas karena terkait banyak faktor. Untuk
mengukur dimensi kesehatan, digunakan angka harapan hidup waktu lahir.
Selanjutnya untuk mengukur dimensi pengetahuan digunakan gabungan indikator
angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Adapun untuk mengukur dimensi
hidup layak digunakan indikator kemampuan daya beli masyarakat terhadap
sejumlah kebutuhan pokok yang dilihat dari rata-rata besarnya pengeluaran per
kapita sebagai pendekatan pendapatan yang mewakili capaian pembangunan untuk
hidup layak.

III. Komponen Indeks Pembangunan Manusia


a. Angka Harapan Hidup
Angka Harapan Hidup (AHH) pada waktu lahir merupakan rata-rata perkiraan banyak
tahun yang dapat ditempuh oleh
seseorang selama hidup.
b. Angka Melek Huruf
Angka melek huruf adalah persentase penduduk usia 15 tahun keatas yang dapat
membaca dan menulis huruf latin dan
atau huruf lainnya.
c. Rata-Rata Lama Sekolah
Rata-rata lama sekolah menggambarkan jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk
usia 15 tahun keatas dalam menjalani
pendidikan formal.
d. Pengeluaran Riil per Kapita yang disesuaikan
UNDP mengukur standar hidup layak menggunakan Produk Domestik Bruto (PDB) riil
yang disesuaikan, sedangkan BPS dalam
menghitung standar hidup layak menggunakan rata-rata pengeluaran per kapita riil
yang disesuaikan dengan formula
Atkinson.

Keterangan :
C(i) = PPP dari nilai riil pengeluaran per kapita
Z = Batas tingkat pengeluaran yang ditetapkan secara arbiter sebesar Rp549.500 per kapita
per tahun atau Rp 1.500 per kapita per hari
Tabel 1. Komoditi Kebutuhan Pokok sebagai Dasar Penghitungan Daya Beli (PPP)
Komoditi
1.
2.
3.
4.
g
5.
6.
7.

Unit

Komoditi

Unit

Beras Lokal
Kg
Tepung terigu Kg
Singkong
Kg
Tuna/Cakalan
Kg

15. Pepaya
16. Kelapa
17. Gula

Kg
Butir
Ons

18. Kopi

Ons

Teri
Daging sapi
Ayam

19. Garam
20. Merica
21. Mie instan
22. Rokok
Kretek

Ons
Ons
80 Gram
10
batang

23. Listrik

Kwh

Ons
Kg
Kg

8. Telur

Butir

9. Susu kental
manis
10. Bayam
11. Kacang
panjang

397
Gram
Kg
Kg

12. Kacang tanah Kg


13. Tempe

Kg

14. Jeruk

Kg

24. Air minum M3


25. Bensin
26. Minyak
tanah
27. Sewa
rumah

Liter
Liter
Unit

Penghitungan indeks daya beli dilakukan berdasarkan 27 komoditas kebutuhan pokok


seperti terlihat dalam Tabel 1. Batas maksimum daya beli adalah sebesar Rp 732.720,- .
Sementara itu sampat tahun 1996 batas minimumnya adalah Rp 300.000,- , sedangkan
sejak tahun 1999, batas minimum penghitungan PPP diubah dan disepakati menjadi Rp
360.000 sebagai penyesuaian adanya krisis ekonomi di Indonesia
2. Ketimpangan IPM dan adanya gerak maju