Anda di halaman 1dari 6

A.

Zat yang menghantarkan panas


Konduktor adalah suatu bahan yang memiliki kemampuan untuk menghantarkan arus listrik
sangat besar sehingga memiliki nilai konduktivitas yang besar dibandingkan semikonduktor dan
isolator. Material konduktor mempunyai electron bebas dalam jumlah yang besar. Electron bebas
dalam material konduktor dapat terjadi karena sifat dari ikatan metalik yaitu antara elektro
valensi dengan inti atom bahan semikonduktor yang sangat lemah. Logam memiliki ikatan
elektron valensi yang sangat lemah sehingga mudah bergerak melalui seluruh stukturnya bila
dikenai gaya oleh suatu medan magnit. Jadi logam digolongkan sebagai konduktor, karena
memiliki muatan bebas (elektron yang terdelokalisir) dalam jumlah yang sangat banyak.
1. Emas
Konsentrasi elektron bebas dalam logam emas 5,90 1022 cm-3. Emas sangat konduktif untuk
listrik, dan telah digunakan untuk jaringan kabel listrik di beberapa aplikasi energi tinggi (hanya
perak dan tembaga lebih konduktif per volume, tapi emas memiliki keuntungan ketahanan
korosi). Seperti terlihat pada emas dengan konduktivitas 6,17 x 107 S/m. Emas merupakan bahan
konduktor yang sangat bagus untuk dijadikan penghantar, namun karena harga yang mahal dan
lebih sulit menemukannya sehingga jarang digunakan dan yang sering digunakan sebagai
konduktor adalah tembaga. Meskipun emas bereaksi kimia oleh klorin bebas, konduktivitas yang
baik dan ketahanan umum terhadap oksidasi dan korosi pada lingkungan lain (termasuk tahan
terhadap asam non-diklorinasi) telah menyebabkan industri digunakan secara luas di era
elektronik sebagai lapisan lapisan tipis konektor elektris dari segala jenis, sehingga memastikan
koneksi yang baik. Sebagai contoh, emas yang digunakan dalam konektor kabel elektronik lebih
mahal, seperti audio, video dan kabel USB.
2. Tembaga
Tembaga adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cu dan nomor
atom 29. Lambangnya berasal dari bahasa Latin Cuprum.Tembaga merupakan konduktor panas
dan listrik yang baik.Selain itu unsur ini memiliki korosi yang cepat sekali. Tembaga murni
sifatnya halus dan lunak, dengan permukaan berwarna jingga kemerahan. Konfigurasi atom Cu

adalah : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s1, sehingga Cu cenderung melepaskan 1 elektron
valensinya dan sangat baik jika digunakan sebagai konduktor dan mudah untuk didapatkan.
3. Alumunium
Aluminium merupakan konduktor listrik yang baik. Terang dan kuat. Merupakan konduktor yang
baik juga buat panas. Dapat ditempa menjadi lembaran, ditarik menjadi kawat dan diekstrusi
menjadi batangan dengan bermacam-macam penampang. Tahan korosi. 4 Putu Nopa Gunawan /
D411 10 009
4. Kuningan
Kuningan merupakan paduan dari tembaga dan seng, proporsi seng dan tembaga dapat bervariasi
untuk menciptakan berbagai kuningan dengan sifat yang bervariasi. Sebagai perbandingan,
perunggu pada prinsipnya paduan tembaga dan timah. Bronze tidak selalu mengandung timah,
dan berbagai paduan tembaga, termasuk paduan dengan arsen , fosfor , aluminium , mangan ,
dan silikon , yang biasanya disebut perunggu . Karena kuningan paduan dari tembaga dan seng
, itulah sebabnya kuningan dapat menghantarkan listrik.
5. Tungsten
Nama tungsten (dari Nordic sten tung, yang berarti batu berat) digunakan dalam bahasa
Inggris, Perancis, dan bahasa lainnya sebagai nama elemen. Tungsten adalah nama Swedia tua
untuk scheelite mineral. Nama lain wolfram (atau volfram), yang digunakan misalnya dalam
kebanyakan bahasa Eropa (terutama Jerman dan Slavia), berasal dari mineral wolframite , dan ini
juga merupakan asal dari simbol kimia, W. Nama wolframite berasal dari bahasa Jerman
serigala Rahm (serigala jelaga atau krim serigala), nama yang diberikan untuk tungsten
oleh Johan Gottschalk Wallerius pada tahun 1747. Hal ini, pada gilirannya, berasal dari Lupi
spuma, nama Georg Agricola digunakan untuk elemen tahun 1546, yang diterjemahkan ke
dalam bahasa Inggris sebagai buih serigala atau krim (etimologi tidak sepenuhnya tertentu),
dan merupakan referensi untuk sejumlah besar timah dikonsumsi oleh mineral selama ekstraksi.
6. Nikel

Nikel adalah salah satu dari empat elemen yang feromagnetik sekitar suhu kamar. Alnico magnet
permanen berdasarkan sebagian pada nikel adalah kekuatan penengah antara berbasis besi
magnet permanen dan jarang-magnet bumi . Logam ini terutama berharga dalam dunia modern
untuk paduan membentuk, sekitar 60% dari produksi dunia digunakan dalam nikel-baja
(terutama stainless steel ). Paduan umum lainnya, serta beberapa baru superalloy , membentuk
sebagian besar dari sisa penggunaan nikel dunia, dengan menggunakan kimia untuk senyawa
nikel mengkonsumsi kurang dari 3% dari produksi. Sebagai suatu senyawa, nikel memiliki
sejumlah kimia niche pembuatannya menggunakan, seperti katalis untuk hidrogenasi . Enzim
beberapa mikroorganisme dan tumbuhan mengandung nikel sebagai pusat aktif, yang membuat
logam merupakan nutrisi penting bagi mereka.
7. Besi
Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan untuk
kehidupan manusia sehari-hari. Dalam tabel periodik, besi mempunyai simbol Fe dan nomor
atom 26. Besi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Salah satu kelemahan besi adalah
mudah mengalami korosi. Korosi menimbulkan banyak kerugian karena mengurangi umur pakai
berbagai barang atau bangunan yang menggunakan besi atau baja.
8. Merkuri
Merkuri adalah logam yang dalam keadaan normal berbentuk cairan berwarna abu-abu, tidak
berbau dengan berat molekul 200,59. Tidak larut dalam air, alkohol, eter, asam hidroklorida,
hidrogenbromida dan hidrogen iodide; Larut dalam asam nitrat, asam sulfurik panas dan lipid.
Tidak tercampurkan dengan oksidator, halogen, bahan-bahan yang mudah terbakar, logam, asam,
logam carbide dan amine. Toksisitas merkuri berbeda sesuai bentuk kimianya, misalnya merkuri
inorganik bersifat toksik pada ginjal, sedangkan merkuri organik seperti metil merkuri bersifat
toksis pada sistim syaraf pusat.
9. Grafit
Grafit adalah suatu modifikasi dari karbon dengan sifat yang mirip logam (penghantar panas dan
listrik yang baik). Di samping tidak cukup padat, grafit tidak terdapat dalam jumlah banyak di

alam. Grafit digunakan sebagai elektroda, bantalan luncur, ring penyekat, dan aditif untuk bahan
pe-lumas. Grafit juga mempertinggi kemampuan lumas teflon. Barang yang seluruhnya dibuat
dari grafit adalah alat penukar panas, cawan lebur, batu filter, pompa, dan pelat pecah. Grafit
juga digunakan sebagai bahan pengisi. Pada alat penyekat dan penghitung volume, sebagian
peralatannya dibuat dari grafit (misalnya torak). Serat grafit dimanfaatkan untuk pelepasan
muatan elektrostatik pada selubung ventilasi.

B. Benda yang menghasilkan panas

1. Setrika
Setrika memerlukan adanya panas untuk memudahkan dalam menghaluskan permukaan pakaian.
Energi panas diperoleh dari konversi energi listrik. Prinsip kerja alat tersebut bermula dari
penutupan saklar bimetal pada rangkaian, sehingga arus mengalir dari sumber tegangan menuju
lampu, kemudian melalui saklar, dan melalui hambatan lilitan kawat nichrome pada elemen
pemanas. Akibat besarnya nilai resistansi pada hambatan tersebut, maka akan menimbulkan
panas yang besar. Panas tersebut akan ditransfer secara konduksi dari elemen pemanas menuju
alas setrika, sehingga alas setrika mulai memanas dan siap digunakan. Ketika panas pada
pengatur suhu tingkatan tertentu telah mencapai puncaknya, maka arus akan otomatis terputus
akibat prinsip pemuaian bimetal yang mengakibatkan saklar terbuka. Hal tersebut digunakan
agar tidak menimbulkan overheat (panas berlebih) pada elemen pemanas, sehingga tidak
mengalami kerusakan maupun terbakar.
Mekanisme perpindahan kalor yang terjadi pada alat setrika listrik ini terdapat pada kontak
langsung antara elemen pemanas dengan alas setrika. Panas akan merambat dari elemen pemanas
secara konduksi menuju ke alas setrika karena panas ditransfer tanpa adanya perpindahan massa
di antara kedua logam tersebut.
2. Lampu

Lampu pijar (incandescent) tergolong lampu lisstrik generasi awal yang masih digunakan hingga
sekarang. Prinsip kerja lampu pijar adalah sangat sederhana. Ketika ada arus listrik mengalir
melalui filamen yang mempunyai resistivitas tinggi sehingga menyebabkan kerugian daya yang
menyebabkan panas pada filamen sehingga filamen berpijar. Cahaya yang dihasilkan oleh
filamen dari bahan tungsten (titik lebur >22000C) yang berpijar karena panas. Efikasi lampu ini
rendah hanya 8-10% energi menjadi cahaya. Sisanya terbuang sebagai panas. Untuk
memperbaiki efikasinya, lampu tungsten diisi gas halogen (iodine, chlorine, bromine, dan
fluorine) dan disebut lampu tungstern halogen.

3. Kompor
Kompor (dari bahasa Belanda: komfoor) adalah alat masak yang menghasilkan panas tinggi.
Kompor mempunyai ruang tertutup / terisolasi dari luar sebagai tempat bahan bakar diproses
untuk memberikan pemanasan bagi barang-barang yang diletakkan di atasnya. Kompor
diperkenalkan sejak masa kolonial, sehingga menggunakan bahan bakar cair (terutama minyak
tanah atau spiritus bakar), gas (dalam bentuk padatan cair LPG atau lewat pipa saluran), atau
elemen pemanas (dengan daya listrik). Kompor biasanya diletakkan di dapur atau laboratorium.
Alat pemanas dengan fungsi serupa kompor tetapi menggunakan bahan bakar padat seperti arang
atau batu bara dengan ruang pemanas terbuka di Indonesia disebut anglo. Di laboratorium,
kompor (umumnya dengan elemen pemanas) biasanya digunakan untuk memanaskan bahan
yang diuji dalam percobaan.
4. Oven
Oven mikrogelombang bekerja dengan memancarkan radiasi gelombang mikro, biasanya pada
frekuensi 2.450 MHz (dengan panjang gelombang 12,24 cm), melalui makanan. Molekul air,
lemak, dan gula dalam makanan akan menyerap energi dari gelombang mikro tersebut dalam
sebuah proses yang disebut pemanasan dielektrik. Kebanyakan molekul adalah dipol listrik, yang
berarti mereka memiliki sebuah muatan positif pada satu sisi dan sebuah muatan negatif di sisi

lainnya, dan oleh karena itu mereka akan berputar pada saat mereka mencoba mensejajarkan diri
mereka dengan medan listrik yang berubah-ubah yang diinduksi oleh pancaran gelombang
mikro. Gerakan molekuler inilah yang menciptakan panas.
Pemanasan oleh oven ini sangat efektif terhadap air, namun tidak begitu dengan lemak, gula, dan
es. Pemanasan mikrogelombang kadang dijelaskan salah sebagai resonansi dari molekul air, hal
ini terjadi hanya pada frekuensi yang jauh lebih tinggi, di sekitar 10 Gigahertz.

5. Soldier
solder listrik biasanya terdiri dari elemen pemanas, kepala/mata solder dan gagang. cara kerjanya
sederhana yaitu arus listrik melalui elemen pemanaas (bahan yang memiliki resistansi tinggi),
selanjutnya panas yang terbentuk disalurkan melalui bahan yang mudah menyalurkan panas
(biasanya tembaga) dan selanjutnya panas merambat ke kepala/mata solder.
Kontrol panas tidak ada, panas solder ditentukan oleh daya dari heater (kawat nikelin) semakin
besar dayanya solder semakin tinggi temperatur nya. Tapi suatu saat temperatur solder akan
konstan (tidak akan naik terus) hal ini dikarenakan panas yang dihasilkan solder sama dengan
panas yang hilang ke udara atau dipakai untuk melumerkan timah, sehingga tidak akan
menghancurkan/ merusakkan solder.