Anda di halaman 1dari 8

TUGAS INDIVIDU

AKUNTANSI FORENSIK

DISUSUN OLEH:
INDRAWAN NOVIANSYAH

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016 / 2017

KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN


1

Tujuan laporan keuangan perusahaan adalah memberikan informasi terkait dengan


kondisi suatu perusahaan bagi para stakeholders, baik itu pemegang saham, manajemen,
kreditur, supplier, dan customer

sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan ke

depannya. Pada ekonomi kapitalis saham dan obligasi merupakan bagian yang sangat penting
dalam perekonomian, sehingga dukungan dari investor, kreditur, dan regulator sangat
mempengaruhi kemampuan suatu perusahaan dalam meningkatkan performanya. Keputusan
para investor, kreditur maupun regulator tersebut juga berdasarkan pada laporan keuangan
perusahaan, umumnya laporan keuangan disajikan sesuai dengan realita suatu perusahaan
atau sering dikenal dengan istilah present a fair representation of the financial position.
Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa laporan keuangan tersebut disajikan oleh
manajemen perusahaan dengan suatu tujuan tertentu tanpa didasarkan pada kondisi yang
sebenarnya pada suatu perusahaan atau sering dikenal dengan memanipulasi laporan
keuangan. Kecurangan laporan keuangan tersebut memberikan dampak yang serius terhadap
pasar modal dan juga terhadap ekonomi suatu negara. Hal tersebut juga memberikan kerugian
yang cukup signifikan kepada investor, kreditur, dan supplier, selain itu juga menghilangkan
kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal.
A. Penyebab Terjadinya Fraud (Fraud Triangle)
Banyak hal yang dapat mendorong seseorang untuk melakukan fraud. Mengacu pada
Albrecht, dan Zimbelman (2009:33), ada tiga elemen kunci yang menyebabkan seseorang
melakukan fraud yang biasa dikenal dengan fraud triangle. Ketiga komponen tersebut
adalah:
1. Tekanan (pressure). Tekanan atau tuntutan yang mendorong seseorang untuk melakukan
fraud dapat dibagi menjadi lebih spesifik.
a) Tekanan keuangan. Tekanan keuangan merupakan hal umum yang mendorong
seseorang melakukan fraud, hal ini dapat berupa: Keserakahan, Hidup dibawah
kehendak orang lain, Banyak hutang, Kerugian ekonomi pribadi, Kebutuhan uang
yang mendadak.
b) Kebiasaan buruk. Motivasi melakukan fraud dapat disebabkan karena kegemaran
berjudi, obat obatan terlarang, kecanduan alkohol, serta biaya hidup keluarga yang
mahal.
c) Tekanan berkaitan dengan pekerjaan. Seseorang dapat melakukan fraud karena
merasa hasil pekerjaannya kurang dihargai oleh perusahaan, takut kehilangan
pekerjaan, tidak puas dengan pekerjaan, takut tidak mendapat promosi jabatan, dan
merasa kurang dihargai secara ekonomi.

d) Tekanan lainnya. Tekanan lain bisa berupa keinginan pasangan yang ingin hidup
mewah, ingin membahagiakan orang tua, serta tekanan lain yang tidak tercakup dalam
tiga poin di atas.
2. Peluang (opportunity)
Fraud tidak hanya terjadi jika ada tekanan, tetapi juga ketika calon pelaku fraud
melihat adanya peluang untuk melakukan kecurangan. Ada beberapa faktor utama yang dapat
meningkatkan peluang yang mendorong seseorang untuk melakukan fraud yaitu: Kurangnya
pengendalian untuk mencegah dan mendeteksi perilaku yang menyimpann, Ketidakmampuan
untuk menilai kualitas kinerja dengan tepat, Kegagalan dalam mendisiplinkan pelaku fraud,
Kurangnya informasi, Ketidakperdulian, apatis, dan ketidakmampuan, Kurangnya jejak audit.
3. Rasionalisasi (rationalization)
Kecenderungan pelaku fraud adalah membenarkan tindakan yang dilakukannya
dengan pola pikir tertentu seperti tidak akan ada yang dirugikan, perusahaan berhutang
kepada saya, semua orang juga melakukan hal yang sama, dan alasan alasan lain.
B. Elemen-elemen Pendukung Terjadinya Fraud
Terdapat 9 (sembilan) elemen yang mendukung terjadinya fraud, antara lain :
Booming ekonomi
Pada tahun 1990 sampai awal tahun 2000an perusahaan-perusahaan dituntut untuk
mendapatkan profit yang besar untuk dapat menarik minat para investor agar berinvestasi
pada perusahaan tersebut, sehingga banyak pada pelaku kecurangan memanipulasi laporan
keuangannya sehingga memiliki profit yang besar pada laporan keuangannya.
Rusaknya moral
Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan berbagai macam pengukuran, hasilnya
menunjukkan bahwa ketidakjujuran cenderung meningkat tiap tahunnya, salah satu
penelitian yang dilakukan yaitu setiap tahunnya murid-murid sekolah melakukan
kecurangan dalam mengerjakan soal ujian.
Salah menempatkan insentif (bonus)
Banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memberikan bonus berdasarkan penjualan,
harga saham, profit, dan lain sebagainya. Hal ini apabila tidak didukung dengan sistem
pengawasan yang kuat, maka umumnya pihak manajemen akan lebih fokus terhadap
bagaimana caranya agar mereka mendapat bonus yang besar bukan pada bagaimana
meningkatkan performa perusahaan. Sehingga seringkali manajemen melakukan
manipulasi laporan keuangan demi mendapatkan bonus atau insentif tersebut.
Ekspektasi/target perusahaan yang tinggi
Pententuan target yang tinggi pada manajemen perusahaan merupakan salah satu
penyebab terjadinya kecurangan laporan keuangan, sebagai contoh, apabila mendekati
3

akhir tahun perusahaan belum mencapai target penjualan yang telah ditentukan, maka
manajemen secara tidak langsung akan mendapat tekanan untuk dapat memenuhi target
tersebut, sehingga manajemen melakukan manipulasi laporan keuangan, salah satunya
dengan cara memunjulkan transaksi penjualan fiktif.
Tingkat hutang yang tinggi
Apabila perusahaan memiliki tingkat hutang yang tinggi, sehingga harus membayar
beban bunga yang tinggi juga, maka profit yang dihasilkan perusahaan akan menjadi
berkurang, hal ini berdampak pada minat investor untuk melakukan investasi pada
perusahaan tersebut, sehingga pihak manajemen berusaha mengkondisikan dengan cara
melakukan kecurangan laporan keuangan, sehingga profit yang disajikan di laporan
keuangan menjadi besar.
Fokus pada peraturan akuntansi (GAAP) daripada prinsip akuntansi (IFRS)
Manajemen cenderung mematuhi peraturan akuntansi daripada prinsip-prinsip akuntansi
apabila prinsip tersebut tidak mendukung manajemen dalam mencapai tujuannya. Salah
satu contohnya pengakuan terhadap nilai aset.
Kurangnya auditor independen
Banyak auditor independen yang dapat diajak kompromi dengan perusahaan klien, atau
beberapa auditor inpendepen lebih memilih menjadi konsultan daripada melakukan audit
pada beberapa perusahaan yang melakukan kecurangan-kecurangan demi mendapatkan
income untuk kantor akuntannya sendiri.
Keserakahan
Sifat keserakahan yang mungkin dimiliki oleh sebagian manusia juga merupakan faktor
pendukung yang cukup kuat untuk melakukan kecurangan laporan keuangan.
Kegagalan pendidikan
Umumnya instansi atau lembaga-lembaga pendidikan cenderung mengajarkan akademik
tanpa disertai dengan ajaran moral.
C. Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan
Mengidentifikasi kasus kecurangan merupakan langkah yang paling sulit dalam
mendeteksi kecurangan laporan keuangan, karena sebelum mengidentifikasi adanya
kecurangan kita harus mengerti dan memahami operational dan nature dari perusahaan
beserta kompetitor perusahaannya. Seorang investigator harus memahami manajemen
perusahaan dan apa saja motivasi mereka terhadap perusahaan tersebut. Untuk dapat
menjalankan tugasnya, seorang investigator dapat menggunakan strategic reasoning yaitu
strategi untuk mengantisipasi tindakan pelaku kecurangan dalam menyembunyikan
kecurangannya, strategi ini mengarahkan auditor atau investigator agar memodifikasi
prosedur reguler menjadi prosedur yang tidak disangka oleh pelaku kecurangan.

Untuk dapat mendeteksi kecurangan laporan keuangan, pada awalnya auditor atau
investigator dapat melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan, yaitu dengan
melihat kewajaran atas perubahaan nilai aset, kewajiban, pendapatan, dan beban dari periode
ke periode, selanjutnya auditor dapat membandingkan dengan perusahaan yang memiliki
jenis dan ukuran yang sama. Selanjutnya auditor juga dapat membandingkan laporan
keuangan dengan nonkeuangan dengan melihat apakah ada ketidakcocokan antara laporan
keuangan perusahaan dengan nonkeuangan perusahaan, dan masih banyak lagi langkahlangkah yang dapat diambil oleh auditor maupun investigator apabila telah memahami
dengan baik kondisi perusahaan yang akan diinvestigasi.
Fraud exposure rectangle

D. Manajemen dan Direksi


Top manajemen biasanya selalu tersangkut ketika terjadinya kecurangan di
perusahaan. Tidak seperti embezzlement and misappropriation, kecurangan laporan keuangan
biasanya dilakukan oleh individu dalam organisasi itu sendiri atau individu dari luar
organisasi yang merupakan saingan dari organisasi terkait. Tiga aspek manajemen yang
sebaiknya diinvestigasi, yaitu:
1. Latar Belakang Manajemen
Pemeriksa kecurangan sebaiknya memahami jenis organisasi dan situasi dimana
manajemen dan direksi telah saling terkait di masa lalu. Saat ini dengan internet, sangat
mudah untuk melakukan pencarian sederhana pada individu, salah satunya adalah
dengan mengetikkan nama individu pada mesin pencarian kemudian muncul daftar
semua referensi nama orang terkait, seperti laporan tahunan, artikel surat kabar tentang
orang terkait, dan sebagainya. Namun, jika informasi yang diperoleh belum mencukupi,
maka dapat juga dilakukan dengan menyewa penyidik pribadi atau menggunakan jasa
investigasi dengan biaya yang minim.
2. Motivasi Manajemen
Motivasi manajemen dan direksi dalam melakukan kecurangan juga penting untuk
diketahui, misalnya adanya ikatan dalam organisasi, adanya tekanan untuk memberikan
5

hasil yang sempurna, adanya perjanjian utang atau keuangan, dan sebagainya. Banyak
financial statement fraud yang dilakukan karena manajemen diharuskan untuk
melaporkan pendapatan yang positif atau tinggi untuk mendukung harga saham,
menunjukkan laba positif untuk saham publik, atau laporan laba untuk memenuhi batas
peraturan atas pinjaman.
3. Pengaruh Manajemen dalam Pengambilan Keputusan Organisasi
Kemampuan manajemen dalam mempengaruhi keputusan organisasi sangat penting
untuk diketahui karena perpretating fraud sangat mudah dilakukan ketika satu atau dua
orang memiliki kekuatanuntuk membuat keputusan individu daripada ketika organisasi
memiliki kepemimpinan demokratis.
E. Hubungan dengan Pihak Lain
Financial Statement Fraud sering dilakukan dengan membantu organisasi nyata atau
fiktif lainnya. Hubungan yang harus dideteksi adalah sebagai berikut:
a. Relationship with Financial Institution
Hal ini dapat terjadi ketika CEO mengambil pinjaman yang tidak sah dari sebuah bank
yang terletak di negara bagian lain, di mana itu tidak ada Kepentingan Bisnis. Bank ini
digunakan karena CEO dari perusahaan klien memiliki hubungan dengan bank tersebut,
yang kemudian dapat memalsukan konfirmasi audit yang dikirim bank kepada auditor.
b. Relationship with Related Organizations and Individuals
Hubungan antara organisasi dengan individu seperti anggota keluarga harus diperiksa,
karena sering ditemukan transaksi tidak realistis dengan pihak terkait merupakan salah
satu cara termudah untuk memperbuat penipuan laporan keuangan. Hal ini biasanya
diidentifikasi dengan memeriksa transaksi besar atau todak biasa yang sering terjadi
pada waktu yang strategis, seperti pada akhir periode sehingga membuat laporan
keuangan terlihat lebih baik. Jenis transaksi yang harus diperiksa terkait hubungan ini
meliputi:
- Transaksi besar yang mengakibatkan pendapatan untuk organisasi
- Penjualan atau pembelian aset antara badan terkait
- Transaksi yang mengakibatkan goodwill atau aset tidak berwujud lain yang diakui
-

dalam laporan keuangan


Transaksi yang menghasilkan nonoperasional daripada operasional dan pendapatan
Pinjaman atau transaksi lain antar entitas terkait
Transaksi lain yang tampaknya tidak biasa atau dipertanyakan oleh organisasi,

terutama transaksi besar yang tidak realistis


c. Relationship with Auditors
Hubungan antara perusahaan dengan auditornya sangat penting dianalisis untuk
beberapa alasan. Beberapa alasan seperti biaya tinggi, tidak menemukan tanda adanya
masalah kecuranag potensial, perselisihan auditor dengan auditee, kegagalan untuk
membayar biaya audit, dan masalah lain dapat menjadi alasan terjadinya kecurangan
6

laporan keuangan. Fakta bahwa auditor mengundurkan diri bersama dengan kesulitan
menemukan kecurangan laporan keuangan pada tahun pertama, menciptakan penyebab
ganda yang harus diperhatikan ketidka ada perubahan auditor. Perusahaan public perlu
secara terbuka mengungkapkan setiap perubahan auditor mereka beserta alasannya
pada SEC 8-K
d. Relationship with Lawyers
Hubungan dengan pengacara menimbulkan risiko lebih besar daripada hubungan
dengan auditor. Sementara auditor seharusnya independen dan harus mengundurkan
diri jika mereka mencurigai bahwa hasil keuangan mungkin tidak sesuai, pengacara
yang biasanya pendukung untuk klien mereka dan akan sering mengikuti dan
mendukung klien mereka sampai jelas penipuan telah terjadi. Selain itu, pengacara
biasanya memiliki informasi tentang kesulitan hukum klien, masalah regulasi, dan
kejadian-kejadian lain yang signifikan. Seperti auditor, pengacara jarang menyerah
klien menguntungkan kecuali ada sesuatu yang tidak beres. Dengan demikian,
perubahan dalam hukum perusahaan tanpa sebab jelas adalah menjadi perhatian khusus.
e. Relationship with Investors
Hubungan dengan investor penting karena kecurangan pada laporan keuangan sering
dimotivasi oleh utang atau ekuitas yang menawarkan kepada investor. Selain itu,
pengetahuan tentang jumlah dan jenis investor (publik vs pribadi, besar asing vs
exchange kecil, kelembagaan vs individu, dll) dapat sering memberikan indikasi tingkat
tekanan dan pengawasan umum pada manajemen perusahaan dan kinerja keuangan.
Jika sebuah organisasi milik publik, kelompok investor atau analis investasi biasanya
mengikuti perusahaan sangat erat dan sering dapat memberikan informasi atau indikasi
ada sesuatu yang salah. Kelompok investor sering fokus pada informasi yang sangat
berbeda dari yang digunakan oleh auditor dan seringkali gejala kecurangan lebih jelas
bagi kelompok investor daripada auditor, terutama auditor yang fokus hanya pada
laporan keuangan. Penjual pendek seringkali menjadi pihak pertama yang menentukan
bahwa kecurangan laporan keuangan terjadi dan kemudian mengungkapkan kecurangan
tersebut ke publik.
f. Relationship with Regulatory Bodies
Memahami hubungan klien dengan regulator adalah penting. Jika perusahaan yang
sedang diteliti adalah klien publik, maka perlu mengetahui apakah SEC pernah
mengeluarkan penegakan hukum terhadap hal itu. Sebagai contoh, dalam laporannya
sesuai dengan Bagian 704 dari Sarbanes - Oxley Act, SEC menyatakan bahwa selama
lima tahun periode 31 Juli 1997 sampai 30 Juli 2002 telah mengajukan 515 tindakan
penegakan hukum yang melibatkan 869 partai bernama, 164 entitas dan 705 individu.
7

Selain itu, juga perlu diketahui jika semua tahunan, triwulanan, dan laporan lain telah
diajukan secara tepat waktu . Jika perusahaan berada dalam industri diatur, seperti
perbankan, maka perlu mengetahui apakah hubungannya adalah dengan badan
pengawas yang tepat seperti Federal Deposit Insurance Corporation, Federal Reserve,
dan Kantor Comptroller of the Currency . Dengan adanya jalan lain dan sanksi dalam
otoritas perpajakan, biasanya organisasi tidak terlambat melakukan pembayaran kecuali
ada seusatu hal yang salah atau organisasi mengalami masalah arus kas yang serius.
F. Organisasi dan Industri
Financial Statement Fraud seringkali tidak terdeteksi dengan menciptakan struktur
organisasi yang memudahkan untuk menyembunyikan fraud. Atribut organisasi yang
menyarankan eksposur potensi penipuan mencakup hal-hal seperti terlalu kompleks struktur
organisasi atau organisasi tanpa sebuah departemen audit internal, direktur dewan tanpa atau
beberapa orang luar di papan tulis atau pemeriksaan komite, sebuah organisasi di mana satu
orang atau sekelompok kecil individu mengendalikan entitas terkait, sebuah organisasi yang
memiliki afiliasi di luar negeri dengan tidak jelas tujuan bisnis, sebuah organisasi yang telah
dibuat akuisisi banyak dan telah diakui besar biaya merger terkait, atau organisasi yang baru.
Penyidik harus memahami siapa pemilik dari sebuah organisasi.