Anda di halaman 1dari 24

PT PLN (Persero)

UDIKLAT PADANG

"Materi Kursus"

KURSUS PRA JABATAN


OPERATOR DAN TEKNISI
PEMBEKALAN PEMBANGKITAN
BIDANG PLTA

BATTERE CHARGER

PT. PLN (PERSERO)


JASA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
UNIT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (UDIKLAT) PADANG
JL. RAYA PADANG BUKITTINGGI KM 37 LUBUK ALUNG 25581
SUMATERA BARAT
Telp. (0751) 96831 Fax. (0751) 96390 Email : udiklat.pdg@pln-jasdik.co.id

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

DAFTAR ISI
I. UMUM
1.
2.
3.
4.

Pengertian ---------------------------------------------------------------------------Klasifikasi baterai ------------------------------------------------------------------Prinsip kerja baterai ----------------------------------------------------------------Rangkaian baterai dan pengisian baterai -----------------------------------------

1
2
8
10

II. FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM OPERASI


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Ruangan baterai --------------------------------------------------------------------Air sulingan (air baterai) ----------------------------------------------------------Elektrolit -----------------------------------------------------------------------------Peralatan untuk keselamatan kerja -----------------------------------------------Pengawatan dan peralatan yang disuplai dari baterai --------------------------Pemberian tanda ---------------------------------------------------------------------

17
17
17
19
19
19

III. JADWAL PEMELIHARAAN


1.
2.
3.
4.

Harian --------------------------------------------------------------------------------Mingguan ----------------------------------------------------------------------------Bulanan ------------------------------------------------------------------------------Tahunan -------------------------------------------------------------------------------

20
21
23
23

IV. LAMPIRAN (APPENDIX)


1.
2.
3.
4.
5.

Cara pelaksanaan percobaan pengosongan baterai ----------------------------Cara pelaksanaan penggantian elektrolit ----------------------------------------Penyimpanan baterai cadangan ---------------------------------------------------Peralatan kerja ----------------------------------------------------------------------Data-data teknik baterai ------------------------------------------------------------

25
25
25
26
27

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

UMUM
1.

PENGERTIAN.

Baterai adalah suatu alat yang menghasilkan enersi listrik dengan proses kimia. Baterai dapat
berupa susunan beberapa sel atau hanya satu sel saja.
Tiap sel dari baterai terdiri dari elektroda positip (+), elektroda negatip (-) dan elcktrolit. Jenis
clektroda dan clektrolit ini tergantung dari pabrik yang memproduksi batcrai terscbut. Di GarduGardu Induk maupun di Pusat-Pusat Pcmbangkit Tcnaga Listrik, batcrai ini berfungsi scbagai :
o Sumber tcnaga untuk alat kontrol, pengawasan tanda-tanda isyarat (signalling and alarm).
o Sumber tcnaga motor-motor untuk PMT, PMS, tap-charging trafo tenaga dan sebagainya.
o Sumber tcnaga untuk pcncrangan darurat.
o Sumber tenaga untuk relay proteksi.
o Sumber tenaga untuk peralatan telekomunikasi.
Sumbcr tenaga untuk alat-alat kontrol, relay proteksi dan scbagainya sclalu harus mempunyai
keandalan yang tinggi.
Oleh karena itu perlu dijaga agar tegangan dari baterai ini tidak banyak berubah dari yang sudah
ditentukan.
Gbr. 1

menunjukkan susunan dasar suatu baterai.

Gambar 1 Sel Baterai

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

2.
2.1

KLASIFIKASI BATERAI.
Menurut bahan elektrolit
Sesuai dengan bahan elektrolit yang digunakan baterai tcrdiri dari 2(dua) macam :
2.1.1 Baterai timah hitam (lead-acid storage battery).
Baterai timah hitam bahan elektrolitnya adalah larutan asam belerang (H2 S04).
Baterai timah hitam ada 2 macam :
- Lead - antimony.
- Lead - calcium.
2.1.2 Baterai alkali (alkaline storage battery).
Batcrai alkali bahan elektrolitnya adalah larutan alkali (potassium hydroxide/KOH).
Baterai alkali ada 2 macam :
- Nickel -iron -alkaline storage battery (Ni - Fe battery)
- Nickel - cadmium battery (Ni - Cd battery).

2.2

Menuruf kapasirasbaterai.
Kapasitas suatu baterai menyatakan berapa lama kemampuannya untuk memberikan aliran
listrik, pada tegangan tertentu yang dinyatakan dalam Ampere-Jam (Ah).
C = Kapasilas baterai = besar arus x jam

C =

I x t

I = arus(ampere).
t = waktu (jam).
Besarnya kapasitas baterai terdiri dari 2 (dua) macam :
2.2.1 Kapasitas baterai dengan harga rendah/menengah.
Besamya kapasitas baterai sampai 235 Ah. dengan lama pengosongan selama 8 jam
pada suhu 25 C, baterai ini sebagai sumber arus searah (DC) untuk :
-

Alat kontrol, tanda-tanda isyarat


Motor-motor PMT dan PMS.
Penerangan darurat.
Proteksi.
Telekomunikasi

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

2.2.2 Kapasitas baterai dengan harga tinggi.


Besarnya kapasitas baterai dari 235 AH sampai 450 Ah, dengan lama
pengosongan selama 8 jam pada suhu 250 C, baterai ini sebagai sumber arus
searah (DC) untuk :
2.3.

Menjalankan mesin (engine starting).


Penerangan darurat.

Menurut karakteristik baterai


2.3.1

Baterai timah hitam (lead-acid storage battery).


- Suatu baterai dengan tegangan 125 Volt terdiri dan 58 buah sel
- Ukuran baterai lebih besar bila dibandingkan dengan baterai alkali, sehingga
memerlukan ruangan yang lebih luas.
- Berat jenis (specific gravity) dari elektrolitnya tergantung dari keadaan
pengisian (charge).
- Suhu elektrolit sangat mempengaruhi terhadap nilai berat jenis elektrolit,
semakin tinggi suhu elektrolit semakin rendah nilai berat jenisnya dan
sebaliknya.
- Harga berat jenis elektrolit tergantung dari type baterai dan pabrik
pernbuatannya.
- Umurnya dapat mencapai 7 sampai 8 tahun.
- Tegangan nominal
: 2 Volt.
- Tegangan pengisian (charge)
- Pengisian secara terapung (permanent floating
: 2.18 Volt.
- Pengisian secara cepat
: 2,25 Volt.
- Pengisian dcngan harga tinggt
: 2,37 Volt.
- Tegangan tertinggi pada akhir pengisian
: 2,7 Volt.
- Tegangan pengosongan (discharge) tanpa rectifier : 2,0- 1,8 Volt.
- Tegangan terendah setelah pengosongan
: lebih besar dari 1,8
Volt

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

Gambar 2 Kurva pengisian dan pengosongan


2.3.2

Baterai alkali (alkaline storage battery)


-

Suatu baterai dengan tegangan 125 Volt terdiri dari 92 buah scl
Berat jenis (specific gravity) dan elektrolitnya tidak tergantung dari
keadaan pengisian, jadi praktis tetap.
Umumya dapat mencapai 10 tahun atau lebih
Tegangan nominal
: 1,2 Volt.
Tegangan pengisian (charge)
- Pengisian secara terapung (permanent floating
: 1,40 1,42 Volt.
- Pengisian secara cepat
: 1,45 Volt.
- Pengisian dcngan harga tinggi
: 1,50 1,65 Volt.
Tegangan pengosongan (discharge) tanpa rectifier
: 1,30 1,25 Volt.
(dalam keadaan normal 10 jam).

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

Gambar 3 Kurva saat pengisian dan pengosongan


Terdapat beberapa keuntungan baterai alkali bila dibandingkan dengan baterai timah hitam :
-

Lebih tahan terhadap goncangan


Cukup tahan terhadap arus pengosongan yang besar atau bila terjadi
hubungan singkat.
Tidak ada proses pembentukan garam.
Tidak mengeluarkan gas-gas yang menycbabkan korosi.
Perubahan kapasitas akibat arus pengosongan, kecil sekali.
Cukup tahan terhadap pengisian lebih.

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

3. PRINSIP KERJA BATERAI.


3.1

Prinsip kerja baterai timah hitam.


Bila kondisi sel baterai timah hitam tidak dibebani, maka setiap molekul cairan
elektrolit asam sulfat (H2SO4) dalam sel baterai timah hitam tersebut pecah menjadi
dua ion-hydrogen yang bermuatan positif (2H+) dan ion sulfat yang bermuatan negatif
(SO4-- ).
Kemudian sel baterai tersebut dibebani, maka tiap ion-negatif sulfat (SO 4--) akan
beraksi dengan pelat timah-murni (Pb) sebagai katoda menjadi timah sulfat (Pb SO4)
sambil melepaskan dua elektron. Sedangkan sepasang ion hydrogen (2H+) akan
beraksi dengan pelat timah-peroxida (PbO2) sebagai anoda menjadi timah-sulfat (Pb
SO4) sambil mengambil dua elektron dan bersenyawa dengan satu atom aksigen untuk
membentuk molekul air (H20).
Pengambilan dan pemberian elektron dalam proses kimia ini akan menyebabkan
timbulnya beda potensial listrik antara kutub-kutub sel baterai tersebut. Proses kimia
diatas terjadi secara simultan, yang reaksinya dapat dinyatakan sebagai berikut :
PbO2

+ Pb

timahperoxide
(pelatPositif).

timahmurni
(pelatNegatif).

+ 2H2S04
asam-sulfat
(elektrolit)

PbSO4

+ PbSO4

timahsulfat
(pelatPositif).

Sebelum pengosongan

+ 2HZ0

timahsulfat
(pelatNegatif).

molekul
air

Setelah pengosongan

Dari reaksi ditunjukan bahwa terbentuknya timah-sulfat (Pb SO4) pada pelat positif dan negatif
selama pengosongan (discharge). Keadaan ini akan mengurangi reaktifitas dari cairan elektrolit
karena asamnya menjadi lemah, sehingga tegangan baterai antara kutub-kutubnya menjadi lemah
pula (lihatGbr. 4a).
Kemudian baterai dapat dikembalikan kekeadaan semula dengan memberikan arus Gstrik yang
arahnya berlawanan dengan arm; yang terjadi pada saat pengosongan. Pada proses ini setiap
molekul air terurai dan tiap pasang ionhydrogen (2H ~) yang dekat der.gan pelat-negatif bersatu
dengan ion-negatif sul(at (S04-- ) pada pelat-negatif untuk membentuk molekul asam sulfat.
Sedangkan ion-oksigen yang bebas bersatu dengan tiap atom Pb pada pelatpositif memben[uk
timah-peroxida (Pb O,) (lihat Gbr.4b). Reaksi kimia yang terjadi pada proses pengisian
(charging), adalah sebagai berikut :
PbSO4
Timah sulfat
(pelat positif)

PbSO4 +

2H2O

Timah sulfat Molekul


(pelat negatif) Air

Sebelum Pengisian

PbO2
Timah
peroxide
(pelat positif)

Pb

Timah
peroxide
(pelat negatif)
Setelah Pengisian

2H2SO4
Asam-Sulfat
(Elektrolit)

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

3.2. Prinsip kerja baterai alkali.


Selama proses pengosongan (discharging) ran pengisian (charging) dan sel baterai alkali sccara
praktis tidak ada perubahan beraFjenis cairan elektrolitnya. Fungsi utama cairan elektrolit pada
baterai alkali adalah bertindak sebagai konduktur untuY, memindahkan ion-ion hydroxide dari
satu elektrode kc cleklrode lainnya tergantung pada prosesnya, penf,osongan atau pcn6isan
Scdangkan komposisi kimia material-aktif pelat-pelat baterai alkali akan her obxh selama proses
pengosongan atau pengisian, scperti diperlihatkan pada label 1.
Roses reaksi kimia pada pengosongan dan pengisian pada elektrod~elek[roda sel batemi alkali,
adalah sebagai berikut ;
Komposisi material-aktif
Pelat-pelat sel baterai
Pelat
Kondisi
Nickel-Cadmium
Negatif

Positif

Nickel-Iron

Setelah Pengisian

Metalic cadmium

Sponge Iron

(charged)

(Cd)

(Fe)

Setelah Pengosongan

Cadmium-hydroxide

Ferrous-hydroxide

(discharged)

Cd (OH)2

Fe (OH)2

Setelah Pengisian

Nickelic-hydroxide

Nickelic-hydroxide

(charged)

Ni (OH)3

Setelah Pengosongan

Nickelous-hydroxide

(discharged)

Ni (OH)2

Ni (OH)3
Nickelous-hydroxide
Ni (OH)2

Proses reaksi kimia pada pengosongan dan pengisian pada elektroda-elektroda sel beterai

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

alkali, adalah sebagai berikut :


- Baterai nickel-cadnium
Pengisian

2NiOOH

+ Cd

2H2O2Pengosongan

Cadnium
Incomplete
nickelic-hydroxide(pelat negatif)
(pelat positif)

- Baterai nickel-iron
2NiOOH

+ Fe +

nickleoushydroxide
(pelat positif)

+ Cd (OH)2
cadnium-hydroxide
(pelat negatif)

Pengisian

2H2O2 Pengosongan 2Ni (OH)2

iron
Incomplete
nickelic-hydroxide(pelat negatif)
(pelat positif)

4.

2Ni (OH)2

nickleoushydroxide
(pelat positif)

+ Fe(OH)2
ferrous-hydroxide
(pelat negatif)

RANGKAIAN BATERAI DAN PENGISIAN BATERAI.


4.1. Rangkaian baterai dan penyearah (rectifier).
Untuk memberikan arus listrik pengisian (charging current) pada baterai diperlukan suatu somber listrik arus-searah (DC).
Somber ams-sea,ah ini didapatkan daripenyearah (rectifier) stair pengLsian
baterai (battery charger). Alat pengisi baterai ini hams dihubungkan ke-baterai
dengan hubungan kutub-kutub yang sama.
Pada kerja rangkaian baterai ini penyearah (rectifier) digunakan pada pemakaian
normal yang dihubungkan kebeban, sedanhkan pengisi baterai (batterycharger)
digunakan untuk mengisi baterai dan juga mensupply beban.
Macam kerja rangJcaian baterai dengan penyearah (rectifier), dapat dibagi dalam
beberepa bagian (Gbr. 4 ) :
4.1.1. Sistem sederhana (simple system).
Baterai selalu dihubungkan dengan pengisi baterai (charger) dalam
pengisian pemeliharaan. Baterai hanya sewaktu-waktu dihubungkan ke
beban, misalnya untuk start motor listrik ( engine starting) (Gbr. 4a ).
4.1.2. Sistem cadangan (standby system).
Pada operasi kerja normal beban langsung dihubungkan dengan penyearah
(rectifier), dan baterai dihubungkan dengan pengisi baterai (battery
charger) dalam pengisian perneliharaan, maka bila sumber AC ter3anggu,
secara otomatis beban akan terhubung ke baterai.
Sistem ini umurnnya digunakan untuk lampu-lampu darumt (Gbr.4b)
4.1.3. Sictem tempung (floating system).
Pada opemsi kerja normal beban terhubung ke-pengisi baterai (battery
charger) dan baterai, maka bila sumber arussearah (DC) dad Pengisi

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

baterai terBanBgu, beban langsung akan di-supply dari


baterai (Gbr. 4, ).
4.1.4. Sistem ganda (dnp}itate system).
Pada sistem ganda ini terdapat 2 (dua) bush pengisi baterai (batterycharger) yang dihubungkan dengan ke - 2(dua) unit baterai.
Disini beban baterai dapat di-supply dengan menggunakan 2(dua) unit
baterai atau satah satu unit baterai (Gbr. 4d ).

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

4.2.

Gbr. 4: Metode pengisian baterai


Pengisian pertama pada baterai baru.
4.2.1. Persiapan pengican.
Sebe]um pengiaan (charging) dilakukan, terlebih dahtilu cairan elektroBt
tersebut terdvi dart 2 (dua) macam sesuai dengan bahan elektrolit Yang
digunakan.
- Larutan-asam belerang (sulphuric acid / H2 SO4).
Pertama-tama sediakan air-baterai atau air yang telah diionisasi (airdistilata) dalam suatu bejana terbuat dart kaca atau plastik yang bersih
Kemudian tuangkan asatn-belerang dengan beratjenis 1,840 gr/cm3
kedalam bejana tersebut pelatrpelan. Setelah pencampuran asambelerang dan air-baterni tersebut, maka berat-jenis elektrolit akan
menjadi 1, 190 gr/cm3 .
Perbandingan asam-belerang dan air-baterai, adalah :
Asanrbelerang
1 liter

Air-baterai
4,2 - 4,9 liter

Kemudian aduk campuran asambelerang dan air-baterai tersebut dengan


memakai tongkat dan plastik dan kayu yang berUh
Selanjutnya periksa berat-jenis elektrolit dengan hydrometer, nsahnkan
berat-jenis elektrolit 1,190gr/cm3 pada temperatur l50C.
- larutan-alkali (potazvum hydrixide/KOH).
Pertama-tama sediakan air-baterai atau air yang telah diionisasi(airdistilata) dalam suatu bejana tersebut dari kaca atau plastik yang bcrsih.
Kemudian tuangkan elektrolit kering kedalam bejana tersebut pelanpelan, dengan perbandingan elektrolit kering dan air baterai sebagai
berikut :

Type
A, B5, B12 dan B20

elektrolit-kermg
1 kg.

Air-baterei
3,5 liter.

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

B50

I kg

3,3 liter.

Untuk baterai baru elektrolit yang digunakan adalah type A, B20 dan
BSQ, sedangkan untuk penggantian elektrolit atau penambahan elektrolit
digunakan type A, 85 dan B 12.
Kemudian aduk campuran elektrolit-kering dan air baterai tersebut dengan
saksama dengan memakai tongkat dan plastik, dan kayu yang bersih
sampai campuran tersebut menjadi Panas.
Selanjutnya, tutup bejana tersebut supaya debu tidak dapat masuk,
kemudian diamankan sehingga temperatur cairan elektrolit sama dengan
temperatur ruangan. Setelah dingin periksa berat jenis elektrolit dengan
hydrometer, dan usahakan berat-jenis elektroGt menjadi 1,180 0,010
gr/cm3 dan berat-jenis elektrolit tertinggi yang diperbolehkan adalab
1,180 0,020gr/cm3.
4.2.2. Pengisiart (charging) pada baterai tinuh hitam.
Setiap sel-baterai diisi dengan cairan elektrolit yaitu berupa larutan asam-belerang
dengan berat-jenis 1, 190 gr/cm3 pada temperatur I5 C, sehingga pelat-pelat
positif dan negatif hams tenndam dalam elektrolit pada batas yang ditentukan,
kemudian baterai ditutup dan disimpan pada tempat yang aman.
Setelah baterai terisi dengan elektrolit, dibiarkan selama tidak lebih dari 24 jam,
sehingga pelat-pelat positif dan negatif serta pemisa : antara pelat-pelat
(separator) mendapat kesempatan menyerap cairan elektrolit. Selama dibiarkan
dalam waktu yang ditentukan tersebut maka elektrolit menjadi berkurang,
kemudian diberi tambahan elektrolit dengan berat-jenis yang sama sampai pada
batu yang ditentukan. Kemudian bateral diisi (charging) dengan arussearah (DC)
dalam keadaan tidak berbeban dengan arus pengisian terdiri dari 2 (dua) tahaq
besamya anus pengisian tersebut sebagai contoh diperlihatkan pada tabel 2 dalam
kolom (3) dan (5).
Selama pengisian berlangsung dengan arus pengisian tahap pertama akan timbut
gas, kemudian besarnya tegangan yang telah dimiliki batetai selama pengisian
tersebut diuk(i dengan menggunakan Celtester.
Jika tegangan tiap-tiap sel telah mencapai 2,3 Volt, maka anus pe. ngisian
diturunkan ke-pengisian tahap kadua (kolom 5). Dan pengisian tahap kedua ini
dihentikan setelah tegangan setiap sel mencapai 2,7 Volt.

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

Untuk koreksi pembacaan berat-jenis elektrolit baterai timah-hitam dengan


hydrometer terhadap kenaikan atau turunnya temperatur, dapat ditentukan sebagai
berikut :
- Untuk kenaikan temperatur setiap l,5C diatas temperatur 15 C, maka
ditambahkan I point yaitu 0,001 terhadap pembacaan.
- Untuk turunnya temperatur setiap 1,5 C dibawah temperatur I5 C,
maka dikurangi I point yaitu 0,001 terhadap pembacaan.
Contoh :
Pembacaan Hydrometer pada pengukuran. ~eratjenis elektrolit baterai
timah-hitam adalah 1,235 gr/ cm3 pada temperatur27o C.
Maka harga yang sebenarnya adalah :

1,235

( 27 15) x 0,001
1,235 0,008
1,5
1,243 gr / cm 3

4.2.3. Pengisian (charging ) pada baterai alkali.


Setiap sel baterai diisi dengan elektrolit berupa laru tan alkali (KOH)

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

dengan berat-jenis 1,180 f 0,020 gr/cm3 pada temperatur 200 C, sehingga


pelat-pelat positif dan negatif harus terendam dalam elektrolit pada barn
yang ditentukan, kemudian baterai ditutup dan disimpan pada tempat yang
aman. Setelah baterai terisi dengan elektrolit, dibiarkan selama tidak lebih
dart 24 jam, sehingga pelat-pelat positif dan negatif serta pemisah antara
pelat-pelat (separator) mendapat kesempatan menyerap cairan elektrolit.
Selama dibiarkan dalam waktu yang ditentukan tersebut, maka elektrolit
menjadi berkurang, kemudian diberi tambahan elektrolit dengan beratjenis yang sama sampai pada barn yang ditentukan.
Kemudian baterai diisi (charging) dengan arussearah (DC) selama 10 - I S
jam, dengan besarnya arus pengisian 0,2 x C A, dalam koadaan tidak
berbeban.
Selama pengisian berlangsung dengan arus pengisian 0,2 x C A, maka
akan timbul gas, kemudian besarnya tegangan yang telah dimiliki baterai
selama pengisian tersebut diukur dengan menggunakan Celtester.
Jika tegangan tiaptiap sel telah mencapai 1,65 Volt, maka peqgisian
dihentikan, dan periksa batas tinggi elektrolit setelah pengisian tersebut
dan tambahkan air baterai seperlunya jika elektrolitnya berkumng.
Kemudian biarkan selama I jam setelah pengisian tersebut. tlntuk koreksi
pembacaan berat-jenis elektrolit baterai-alkali dengan Hydrometer
terhadap kenaikan atau turunnya temperatur, dapat ditenNkan sebagai
berikut :
- Untuk kenaikan temperatur setiap 2 C diatas temperatur 15 C,
maka ditambahkan I point yaitu 0,001 terhadap pembacaan.
.
- Untuk turunnya temperatus setiap 2 C dibawah temperatur 15
C, maka dikurangi I point yaitu 0,001 terhadap pembacaan.
Contoh : Pembacaan Hydrometer pada pengukuran berat-jenis elektrolit
baterai alkali adalah 1,180 gr/cm3 pada temperatur 200 C.
Maka harga yang sebenamya adalah :

1,180

4.3.

(20 15) x 0,001


1,182 gr / cm 3
2

Pengisian ulang baterai yang beroperasi.


Setelah terjadi pengosongan/peinakaian (discharge) batcrai perlu pengisian
kembali/ulang
Macam-macam pengisian ulang tersebut adalah :
- Cycle-charging.
- Boost & quick charging.
- Floating charging.
- Equalizing charging.

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

- Trickle charging.
4.3.I. Cycle charging.
Pengisian dengan cara cycle-charging adalah mengisi (charging) kembali
baterai setelah pengosongan (discharge) sebagian atau pengosong an
secara normal.
Untuk pengisian cara ini biasanya dibutuhkan waktu antara 5 sampai 10
Jam.
ika kita anggap bahwa Amper-jam (Ah) pengosongan (discharge) sebesar
110 %, maka baterai hams diisi kembali dengan pengisian peach (full
charge).
Arus yang dibutuhkan untuk pengisian ini dengan arus tetap antara 20 - 25
A setiap 100 Ah dari kapasitas baterai. Besar arus pengisian mi dikurangi
secara perlahan-lahan sampai akhir pengisian yaitu kinkin 80 - 85 %.
Jika pengisian sudah penuh kemudian pengisian dihentikan, umumnya
secara otomatis.
Cara cycte-charging umumnya banyak digunakan pada baterai diesel
(electric industrial truck semCe).
4.3.2. Boost & quick charging.
Pengisian dengan cara boost & quick charging adalah untuk pengisian
baterai yang dipakai dipabrik-pabrik, juga untuk baterai diesel (electric
industrial truck) dimana diperlukan tambahan pengisian datam periode
yang singkat rttisalnya pada jam-jam istirahat, pengisian cart ini cukup
untuk pelayanan satu hari.
Cara pengisian boost & quick juga digunakan pada Uaterai mobil yang
tersambung dengan dinamo pengisi baterai sehingga selalu pengisian
penuh (full charge).
Arus yang diberikan kebaterai tidak boleh melebihi harga amperjamnya.
Untuk menjaga pengisian yang berlebihan dan arus yang terlalu besar,
biasanya alat pengisi ini mempunyai automatic out-off yang mana
memberhentikan pengisian pada waktu baterai mencapai suhu tinggi
4.3.3. Floating charging.
Pengisian dengan cara ini, dimana baterai secara terus-menerus tersambung path rangkaian luar (sumber AC), alat pengisi baterai (battery
charge) dm beban. Alat pengisi baterai ini direncanakan untuk merljaga
suatu tegangan konstant dan batem yang tersambung ke beban.
Besarnya tegangan yang diberikan untuk mengalirkan arus untuk ma
ngatasi kenfgian dalam baterai dan menjaga baterai selalu dalam keadaan
pengisian penuh (full-charge) adalah tetap (konstant), untuk :
- Baterai-timah hitam : 2,18 Volt/sel.
- Baterai-alkall
: 1,41}1,42 Volt/sel.
Jika baterai diisi (charging), maka secara otomatis arus yang besar
dialirkan ke-baterai untuk mengembalikannya ke keadaan pengisian penuh
(full-charge). Oleh karena itu perk diperhatikan/ dijaga tegangan dan alat
pengisi-baterai, hanu mempunyai tegangan output minimum yang cukup
untuk pengisian anu tinggi (high rate charging) sebesar 1,52 Volt/sel untuk

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

beterai alkali dan 2,37 Volt/sel untuk baterai timah-hitam.


Pengoperasian baterei secara pengisian-terapung (floating-charging)
umurnnya digunakan di Gardu Induk dart Pusat-Pusat Pembangkit Tenaga
Listrik, dimana baterai dm alat pengisian-baterni dihubungkan paralel
dengan busbar umum dari supply arus searah (DC).
Umumnya sejumlah kecil beban yang kontinu seperti lampu-lampu tanda,
rele dari beban yang besar sesaat yang digunakan untuk mengetjakan
Pemutus Tenaga dan lampu-larnpu darurat diambilkan dari alat pengisibaterai dan baterai hanya mengimbanA arus yang diperlukan disamping
pengisian. Arus untuk mengimbangi (balance) ini dalam keadaan
pengisian penuh sebesar 50-100 mA setiap 100 Ah.
4.3.4. Equalizing Charging.
Dalam sel-sel dart suatu baterai yang beroperasi dengan pengisian
terapung (floating-chatge) akan, selalu terjadi sedikit perbedaan (yang
tidak dapat dihindarkan) dalam kondisi kimia (chemical condition) antara
satu set dengan sel lainnya.
Hal ini menyebabkan beberapa sel akan mencapai pengisian penuh (full
charge) dm berakibat menurunnya kapasitas baterai. Keadaan dimana
terdapat perbedaan kondisi kimia ini disebut Out of balance Tujuan dati
pengisian persamaan (Equalizing-charge) adalah untuk mengembalikan
Out of balance meRladi seimbang (belance) lagi, dimana tiap sel
mempunyai harga yang mendekati sama, sehingga dapat menghindarkan
penpgararnan belerang pada pelat-pelat aktifnya
Equalizing-charge dilaksanakan dengan cara menaikkan tegangan baterai
sesuai dengan yang ditentukan dalam buku petunjuk masing masing
pabrik.
Pengisian ini berlangsung sampai senua set berhenti mengeluarkan gas
(gas freely) dm pembacaan tegangan serta berat-jenis elektrolitnya
menuniukkan bahwa baterai telah diisi penuh (full charge) sesuai dengan
harga yang ditentukan dalam buku petunjuk masing masing pabrik.
4.3.5. Trickle charging.
Pengisian dengann cara trickle-charging adalah pengisian baterai dcngan
arus konstan.
Besarnya arus konstan dipilih untuk mendapatkan arus rata-rata yang
dibutuhkan untuk mengisi baterai sampai penuh (full-carge) dan ditambah
arus kompensasi untuk melayani beban.
Umumnyn trickle-charging digunakan pada baterai yang tidak terlalu
sedang terjadinya pengosongan (discharge) seperti pada mesin stationer
yang bcsar dan starting-turbtn.
Setelah terjadi pengosongan, maka diperlukan pengisian dengan arus
tinggi (high-rate charge), untuk mengcmbalikan kapasitas baterai penuh.
Dari macam-macam pengisian tcrsebu[ diatas umumnya yang digunakan
di PLN Pembangkitan Jabar-Jaya adalah :

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

- Floating Charging.
- Equalizing Charging.
- Cycle Charging.
II. FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERIIATIKAN DALAM OPERASI
1.

RUANGAN BATERAI.
l.l.
Ruangan baterai hams bersih dan.ventIlasinya (exhaust-fan) harus cukup agar
supaya campuran gas hydrogen dan oxygen yang tunbul pada saat proses
pengisian (chzrge) baterai yang sangat explosip dapat keluar, juga untuk menjaga
agar tak terjadi kenaikan temperatur kamar yang terlalu tinggi.
1.2.
Karena ada campuran gas yang sangat mudah meledak maka jangan sekalikali
membawa api nyala api maupun merokok didalam ruangan baterai untuk
menghindari dari bahaya ledakan.
1.3.
Baterai asam dan baterai alkali tidak boleh ditempatkan pada satu ruangan, hams
ditempatkan secara terpisah satu dengan yang lain. Hal ini untuk menghindarkan
kesalahan pengisian elektrolit.
1.4.
Dana, ruangan baterai kabel yang dipergunakan hams tahan lembab clan tahan
pengaruh yang merusak dad elektrolitnya.
1.5.
Dalam mangan baterai tidak boleh terdapat instalasi listrik atau bagian instalasi
listrik selain yang dipergunakan untuk maksud tersebut.
1.6.
Baterai hams diisolasi terhadap raknya, dan raknya sendiri hams diisolasi
terhadap lantai yang terdiri dari bahan isolasi yang tahan lembab.

2.

AIR SULINGAN (AIR BATERAI).


Air untuk mengisi baterai adalah air sulingan yang murni yang memenuhi beberapa
persyaratan kimiawi tertentu, antara lain hams bebas clan Cu, Mn dan As. Karena
persyaratan tersebut maka janganlah menyimpan air suGngan dalam tempat/ bejana yang
terbuat dan logam. Bejana/tempat untuk menyimpan air sulingan biasanya terbuat dari
kaca atau plastik.

3.

ELEKTROLIT.
3.1.
Karena elek[rolit bisa rusak bila berhubungan dengan udara, maka tutup sel
(filling-plug) hams senantiasa tertutup dan hanya dibuka pada saat diperlukan saja
(pengukuran berat-jenis dan penambahan air baterai atau elektrolit). Pada baterai
alkali KOH bereaksi dengan C02 dari udara akan membentuk kalium karbonat
yang mempunyai pengaruh turunnya kapasitas baterai.
3.2.
Harus diperhatikan bahwa pada waktu membuat larutan elektrolit, tuangkanlah
perlahan-lahan larutan asam belerang atau alkali kedalam air sulingan dan jangan
sebaliknya karena hal ini akan menimbulkan panas yang tinggi yang dapat
melukai petugas.
3.3.
Pada waktu mengadakan pengukuran bexat-jenis elektrolit, usahakaxilah agar
jangan ada elektrolit yang tertetes atau tertumpah pada bagian atas (cover) set.
3.4.

Janganlah melakukan pengaturan pada elektrolit dalam keadaan :

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

3.5.
3.6.

- Berat -jenis elektrolit tersebut telah mencapai dibawah nilai minimum yang
ditentukan.
- Elektrolit tidak mengeluarkan gas-gas pada saat pengisian baterai.
Dalam hal ini keadaan yang tersebut diatas hendaknya elektrolit segeia diganti
dengan elektrolit yang baru.
Jangan mengoperasikan baterai dengan bart-jenis dibawah batas minimum
nya. Karena hal ini akan menyebabkan menurunnya kapasitas baterai dan batexai
akan cepat rusak (breakdown) terutama bila memikul beban bexat.
Jangan menggunakan hydrometer yang barn dipakai untuk pengukuran beratjenis
elektrolit asam kemudian dipergunakan untuk mengukw beratjenis elektrolit alkali
atau sebaliknya, karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan elektrotit

4.

PERALATAN-PERALATAN UNTUK KESELAMATAN KERJA.


4.1.
Gunakanlah sarung tangan, pelindung mata, baju dan celana panjang ketika
melakukan pekerjaan pada baterai terutama yang berhubungan dengan cairan
elektrolit.
Karena elektrolit alkali adalah bahan kimia yang tajam dm dapat menyebabkan
luka bakar.
4.2.
Gunakanlah alat-alat yang terisolasi sewaktu melakukan pekerjaan danjangan
memakai pakaian atau perhiasan yang terbuat dari metal seperti cincin, jamtangan, sepatu dim lairrlainnya
4.3.
Jangan memukul-mukul baterai dan meletakkan sesuatu benda diatas baterai yang
dapat menyebabkan terjadinya hubungan singkat.

5.

PENGAWATAN DAN PERALATAN YANG DISUPLAI DARI BATERAI.


5.1.
Pengawatan, alat paku dan alat tainnya yang disuplai dari baterai hams memenuhi
persyaratan yang mencakup hal mengenai hantaran slat pakai dan alat lainnya
yang bekerja dengan tegangan yang sama.
5.2.
Hantaran yang dibungkus dengan kain katun yang divernis, tidak boleh dipergunakan.
5.3.
Hantaran telanjang tidak boleh diisolasi dengan pita isolasi.
5.4.
Bila dipakai saluran logam, atau selubung logam lain didalam ruang baterai, maka
pada jarak sekurang-kurangnya 30 cm dari terminal sel, hantaran harus
dimasukkan dalam pipa yang mengisolasi, tahan lembab dan tahan terhadap
pengaruh yang merusak dad elektrolit.
Ujung saluran hams tertutup rapat untuk mencegah masuknya elektrolit.

6.

PEMBERIAN TANDA
6.1.
Didalarn atau pada ruangan baterai hams ada tanda-tanda yang jelas tentang
tegangan dan ktiat arus pengisian maksitnum, kuat arus pengosongann yang
diperbolehkan dm kapasitas baterainya.
6.2.
Pada baterai hans terdapat tanda polaritasnya dan tegangan kutubnya terhadap
tanah jika baterai itu ditanahkan
6.3.
Setiap sel baterai hams diberi nomor urut.

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

III. JADWAL PEMELIHARAAN.


Pemeliharaan dan pengoperasian yang tidak benar terhadap baterai akan sangat
berpengaruh terhadap sifat-sifat baterai (perfortnance) yang akan dapat mengakibatkan
penumnan kapasitastya, memperpendek umur baterai dan akan menimbulkan gangguart
gangguan (troubles) pada waktu dini (early time).
Pada daftar dibawah hat diuraikan tentang pemeltltaraan baterai, yang terdiri dari
1. Pemeliharaan Harian.
2. Pemeliharaan Mingguan.
3. Pemeliharaan Bulanan.
4. Pemeliharaan Tahunan.

VI.

LAMPIRAN / APPENDIX.

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

1.

CARA PELAKSANAAN PERCOBAAN PENGOSONGAN.


- Seluruh baterai dikosongkan melalui sebuah tahanan yang dapat diatur
(rheostat).
- Besarnya arus pengosongan adalah 0,2 kali kapasitas baterai (Ah).
- Waktu percobaan adalah 2,5 jam atau hentikanlah percobaan tersebut bilamana
tegangan baterai tersebut telah turun mencypai 105 Volt untuk baterai dengan
sistim tegangan normal 125 Volt
- Buatlah gambar grafik dari data-data hasil percobaan tersebut (tegangan fungsi
waktu).
- Baterai dapat dinyatakan bahwa kapasitasnya masih bark (kuat) bilamana dalam
percobaan pengosongan dengan cars tersebut diatas dalam waktu 2,5 jam
tegangan baterai belum mencapai 105 Volt, sebaliknya baterai dinyatakan
kapasitasnya telah menurun (telah lemah) bilamana dalam waktu kurang dan 2,5
jam tegangan baterai telah mencapai 105 Volt.
Catatan :
Misalnya baterai dengan kapasitas 200 Ah, tegangan nominal 125 Volt, maka arus
.pengosongan adalah : 0,2 x 200 = 40 Ampere.
Rheostat yang dipergunakan :
R= 3 Ohm, V = 125 Volt , I= 40 Amp.
Untuk dapat mengadakan percobaan pengosongan maka hendaknya setiap Sektor
mempunyai minimum satu set lengkap baterai sebagai cadangan yang dapat dipindah-pindahkan ke Gardu Induk atau Sentral Yang sedang mengadakan
percobaan pengosongan tersebut.

2.

CARA PELAKSANAAN PENGGANTIAN ELEKTROLIT.


- Pertama kali lakukanlah pengosongan dengan arus pengosongan normal sampai
tegangan trap sel mencapai tegangan aichir sesuai dengan ketentuan pabrik.
Hubung-singkatkan baterai selama minimum 2 jam, hal ini untuk melindungi
element set.
- Kosongkan sel sampai elektrolitnya habis.
Sel jangan sekaltkali dikocok maupun dibilas dengan air sulingan.
- Setelah kosong, segera isikan/Nangkan elektrolit baterai yang telah dipersiapkan
terlebih dahulu dimana berat-jenisnya sesuai dengan petunjuk pabrik sampai
pada ketinggian normal.
- Setelah itu baru baterai diisi dengan arus pengisian normal dan waktunya di
perpanjang sesuai dengan petunjuk pabrik.

3.

PENYIMPANAN BATERAI CADANGAN.


Baterai cadangan hams disimpah ruangan yang bersih dan kering
Cara perawatan baterai cadanyan dibagi menurut jenis baterai sebagai berikut :
3.1.
Baterai Asam
- Baterai hams berisi elektiolit
- Isilah (charge) baterai secukupnya, sampai semua sel mengeluarkan gas.
- Isilah air sulingan bilamana perlu, sampai batas normal
- Vent-plug harus dalam keadaan tertutup.

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

- Lakukanlah pengisian (charge) setiap 2 but= sekali.


- Periksalah batas tinggi elektrolit dan jagalah kebcrsihan setiap set.

4.

3.2.

Bateral Nickel - Iron Alkaline (Ni - Fe battery).


- Baterai harus diisi elektrolit dengan ketinggian normal.
- Kosongkanlah (discharge) baterai dengan arus pengosongan normal
(normal rate) sampai dengan not.
- Hubungsingkatkan baterai selama minimum 6 jam.
- Vent-plug harus dalam keadaan tertutup.
- Jagalah batas tinggi elektrolit pada ketinggian normal dan jagalah kebersihan setiap set.

3.3.

Baterai Nickel - Cadmium Alkaline (Ni - Cd battery).


- Baterai harus berisi elektrolit dengan ketinggian normal dan berat-jenis
nya pada batas yang ditentukan.
- Baterai Ni - Cd dapat disimpan dalam keadaan terisi (charge).
- Sambungan antar tray harus dilepaskan untuk menghindarkan arus bocor
(stray current).
- Vent-plug harus dalam keadaan tertutup.
- Jagalah batas tinggi elektrolit dan kebersihan setiap set.

PERALATAN KERJA.
4.1. Peralatan kerja yang dipergunakan untuk pemeliharaan baterai adalah :
a). Volt - meter.
Volt-meter untuk pengukuran tegangan setiap sel hendaknya dipergunakan
volt-meter dengan klas 0,5 yang mempunyai batas ukur 3 volt dengan
penunjukan 0 ditengah dan sedapat mungkin dapat terbaca sampai sepersera[us volt (dua angka dibelakang koma).
b). Hydrometer.
Hydrometer untuk pengukuran bemtyenis elektrolit, hendaknya
dipergunakan yang khusus untuk masing-masing macam baterai.
Hydrometer ini terdiri dart sebuah selinder gelas kaca, dimana bagian luar
silinder dilengkapi dengan bola karet dan mulut pipa karet. Dan didalam
silinder diisi dengan sebuah areometer. Bila bola karet ditekan dan mulut
penghisap pipa karet dimasukan kedalam sel baterai, maka setelah bola
karet tidak ditekan atau dilepas akan mengalirlah cairan elektrolit, dan
besarnya berat-jeniss dari cairan elektrolit dapat dibaca dengan mudah.
Selain dari pada angka-angka yang tertulis pada areometer,-terdapat juga
warna-warna yang mana mempunyai arti sebagiberikut :
Merah = baterai tidak memiliki tenaga listrik yang besar (sudah mati).
Biru
= baterai mempunyai tenaga listrik sebesar 50 %.
Kuning = baterai mempunyai tenaga listrik sebesar 90 - 100 %.
c).Thermometer.
Janganlah mempergunakan thermometer biasa (mercury) untuk peng

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

ukuran suhu elektrolit tetapi pergunakanlah spint thermometer (thermometer berisi alkohol).
Penggunaan thermometer mercury apabila pecah akan menimbulkan
hubung-singkat antara element sel, karena air raksa/mercury yang mempunyai sifat penghantar, dan hal hti akan mengakibatkan rusaknya sel
tersebut.
d). Bejana(tempat air sulingan).
Bejana/tempat air sulingan hams terbuat dari gelas atau plastik dan hams
tertutup rapat untuk menghindarkan agar kotoran jangan masuk
kedalamnya.
e). Peralatan untuk mengisikan air sulingan atau elektrolit.
Misatnya bejana tuang, corong, pipet besar (syringe) hams terbuat dart
gelas atau plastik.
5. DATA-DATA TEKNIK BATERAI
SEKTOR

:...............................

NO. INVENTARIS :...............................


1. Merk
2. Dibuat di
3. Jenis
4. Type sel
5. Banyaknya
6. Kapastas
7. Tegangan nominal per sel
8. Tegangan minimum per set
9. Pengisian secara ;
a). Normal
b). Terapung (floating)
c). Cepat
10. Jenis calm elektrolit/type
11. Isi elektrolit per Se1
12. Batas tinggi elektrolit di alas
pelat-pelat.

:
:
:
:
:
:

GI

/PLT

:........................

PEROLEHAN

:........................

.sel
Ah padajam
.Volt
:................Volt
.................Ampere
.................Volt/sel
.................Volt/sel
.Liter/Gall.*)
.cm/inchi)

13. Berat-jenis pada .... o C;


a). Normal
b). Maksimum
c). Minimum

:
:
:

..................gr/cm
..................gr/cm
..................gr/cm

PT PLN (Persero)
UDIKLAT PADANG

14.Ukuran;
a). Panjang
b). Lebar
c). Tinggi
I5. Tahun pembuatan
16. Tahun dipakai
17.Keadaan
:
:

:
:
:
:

.cm
:................cmt
.................cm

: Persediaan/Bekerja/Reperasi/Rusak*)