Anda di halaman 1dari 35

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Permasalahan


Menurut Widjaya (2010), manusia adalah makhluk sosial yang tidak lepas
untuk berkomunikasi karena manusia ditakdirkan menjadi makhluk sosial yang
tak pernah lepas dari bantuan orang lain. Komunikasi adalah hubungan kontak
antar manusia, baik individu maupun kelompok. Komunikasi merupakan proses
penyampaian pesan, ide, gagasan dari satu pihak ke pihak lain yang dilakukan
secara lisan atau tulisan dan verbal atau non verbal yang dapat dimengerti oleh
pihak lainnya. Komunikasi verbal merupakan bentuk komunikasi yang
disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis atau lisan.
Komunikasi verbal memudahkan ide-ide, pemikiran atau keputusan mudah
disampaikan dan dipahami. Penyampaian pesan melalui komunikasi verbal akan
lebih mudah dipahami apabila didukung dengan komunikasi non verbal.
Komunikasi non verbal bertujuan untuk menunjukkan sikap tertentu, misalnya
tersenyum, menggelengkan kepala ataupun mengangkat bahu. Semua itu
merupakan cara-cara yang dilakukan untuk melakukan komunikasi dengan pihak
lainnya.
Komunikasi dianggap penting dalam suatu organisasi karena komunikasi
merupakan aktivitas dasar manusia. Komunikasi memiliki peranan penting yang
tidak terbatas, ada komunikasi personal dan komunikasi interpersonal dalam
komunikasi organisasi. Komunikasi personal adalah komunikasi yang dilakukan
diri sendiri misalnya saat melakukan perenungan, perencanaan dan penilaian
terhadap diri sendiri. Komunikasi interpersonal adalah termasuk pesan dan
penerimaan pesan antara dua atau lebih individu. Komunikasi interpersonal
mencakup

semua

aspek

komunikasi

seperti

mendengarkan,

membujuk,

menegaskan dan komunikasi non verbal. Komunikasi yang tidak berjalan baik
dalam suatu organisasi dapat mengakibatkan tidak lancarnya kegiatan yang
sedang dijalankan suatu organisasi. Komunikasi mempunyai peranan yang sangat
sentral dalam kegiatan sehari-hari suatu organisasi karena komunikasi merupakan
suatu alat yang digunakan sebagai pertukaran informasi dalam organisasi. Proses

dan

pola

komunikasi

merupakan

sarana

yang

diperlukan

untuk

mengkoordinasikan dan mengarahkan kegiatan ke tujuan dan sasaran


organisasi (Manopo, 2014).
Komunikasi bisnis adalah pertukaran gagasan, pendapat, informasi,
instruksi yang memiliki tujuan yang disajikan secara personal atau interpersonal
melalui simbol-simbol atau sinyal untuk mencapai efektivitas dan efisiensi produk
kerja di dalam struktur dan sistem organisasi yang kondusif. Komunikasi bisnis
meliputi pengetahuan yang menyeluruh dari sisi internal maupun eksternal bisnis.
Komunikasi internal adalah semua kegiatan komunikasi yang secara khusus
diarahkan pada pihak-pihak dalam lingkunga organisasi. Komuniasi internal
termasuk komunikasi visi, strategi, rencana-rencana, budaya perusahaan nilai-nilai
dan prinsip dasar perusahaan. Komunikasi eksternal adalah komunikasi yang
berlangsung antara pemimpin atau orang maupun kelompok yang mewakilinya
dengan publik sasaran yang meliputi masyarakat sekitar, organisasi, instansi
pemerintah, konsumen, pelanggan dan media massa. Komunikasi ekternal
termasuk merk, pemasaran, iklan, hubungan pelanggan, negosiasi bisnis dan lainlain. Komunikasi bisnis memiliki tujuan yaitu memberi informasi, persuasi dan
melakukan kolaborasi serta menciptakan suatu nilai bisnis (Ullen, 2015).
Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi yakni latar belakang sosial
budaya, emosi, lingkungan, jarak, kondisi fisik dan lain-lain. Hambatan yang
terjadi dalam proses komunikasi yaitu kebisingan, keadaan psikolog komunikan,
kekurangan ketrampilan komunikator atau komunikan, kesalahan penilaian oleh
komunikator, kurangnya pengetahuan komunikator atau komunikan, bahasa, isi
pesan berlebihan, bersifat satu arah, faktor teknis, kepentingan (interest),
prasangka, cara penyajian terlalu verbalistik dan sebagainya. Hambatan lainnya
yang tidak kalah penting adalah tingkat buta huruf yang tinggi, keadaan geografis,
kondisi sosial budaya, tingkat pendidikan dan kemempuan ekonomi
penduduk (Widjaya, 2010).
Presentasi bisnis adalah penyampaian data, fakta dan informasi mengenai
suatu produk oleh presentator kepada pihak terkait yang hadir dalam suatu forum
bisnis. Teknik presentasi bisnis yang sukses ini harus dikuasai oleh seseorang
mampu tampil ideal pada saat harus melaksanakan presentasi bisnis. Pedoman

seseorang pada waktu melakukan presentasi yaitu kemampuan mengemukakan


materi presentasi, mengemukakan data, fakta dan informasi serta pengetahuan
mengenai hal-hal yang terkait dengan presentasi. Waktu melakukan presentasi
bisnis, tidak hanya ucapan saja yang mendapat perhatian tetapi gerakan-gerakan
tertentu oleh komunikator merupakan salah satu bentuk komunikasi non verbal.
Menarik perhatian audien dan untuk mendapatkan respon, pembicara harus pandai
dalam melakukan komunikasi verbal dan menjadikannya salah satu strategi dalam
mengambil perhatian dan menanggulangi alasan-alasan yang tidak diinginkan dari
audiens (Hanggani, 2013).
Menurut Harnanto (2005), Usaha Dagang (UD) merupakan bentuk badan
usaha yang paling sederhana serta merupakan bentuk perusahaan perorangan.
Usaha dagang adalah usaha swasta yang pengusahanya satu orang, dimana yang
dimaksud pengusaha ini adalah pemilik perusahaan dimana modal dan investasi
yang dimasukkan dapat berupa uang, benda dan tenaga atau keahlian yang
semuanya bernilai uang. UD didirikan oleh pemilik dengan modal yang berasal
dari dana pribadi maupun dengan bermitra. Keuntungan bukan patungan atau
menggunakan dana dari orang lain dengan dalih bagi hasil di kemudian hari
karena didirikan dengan dana pribadi, seluruh harta kekayaan UD menjadi hak
pemilik. Harta kekayaan pemilik dengan UD dan utang piutang pemilik dengan
UD juga tidak dipisahkan.
Jumlah industri atau perusahaan yang ada di Jawa Timur memiliki
perkembangan yang baik. Berikut data jumlah industri dan pertumbuhannya yang
ditunjukkan dalam Tabel 1.1.
Tabel 1.1 Jumlah Industri di Jawa Timur Tahun 2009-2013
Tahun
2013
2012
2011
2010
2009
Sumber: Disperindag Prov. Jatim (2014)

Jumlah Industri
799.168
796.537
783.178
742.671
716.441

Berdasarkan Tabel 1.1 jumlah industri atau perusahaan di Jawa Timur


dalam lima tahun terakhir mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 2,63 persen
dalam kurun waktu 2009-2013. Tercatat jumlah industri pada tahun 2009
sebanyak 716.441 perusahaan, tahun 2010 menjadi 742.671 perusahaan, tahun

2011 menjadi 783.955 perusahaan, tahun 2012 berkembang menjadi 796.515


perusahaan serta pada tahun 2013 kembali meningkat menjadi 799.168
perusahaan.
Perkembangan industri di Jawa Timur memiliki perkembangan yang baik.
industri di Jawa Timur terdapat dua jenis industri yaitu industri skala kecil dengan
industri skala menengah. Berikut data perkembangan industri di Provinsi Jawa
Timur yang ditunjukkan Tabel 1.2.
Tabel 1.2 Perkembangan Industri di Provinsi Jawa Timur 2009-2012
Tahun

Industri Kecil
Unit Usaha
Tenaga Kerja

2012
779.090
1.784.284
2011
766.783
1.756.587
2010
726.357
1.674.512
2009
700.588
1.577.115
Sumber : Disperindag Prov. Jatim (2013)

Industri Menengah
Unit Usaha
Tenaga Kerja
16.387
16.182
15.556
15.109

944.505
917.062
883.625
847.494

Berdasarkan Tabel 1.2 skala usahanya industri kecil mengalami


peningkatan dari unit usaha dan tenaga kerja setiap tahunnya dari tahun 2009
hingga 2012 dengan perolehan pada unit usaha sebesar 779.090 dan tenaga kerja
sebesar 1.784.284.

Industri menengah mengalami peningkatan juga setiap

tahunnya dari tahun 2009 hingga 2012 tahun 2009 hingga 2012 dengan perolehan
pada unit usaha sebesar 16.387 dan tenaga kerja sebesar 944.505.
Kecamatan Patrang Kabupaten Jember memiliki beberapa kios atau Unit
Dagang yang ditetapkan oleh pemerintah penyalur pupuk kepada petani salah
satunya Unit Dagang Kurnia Tani. Unit Dagang Kurnia Tani merupakan salah satu
kios aktif sebagai distributor atau penyalur pupuk kepada petani yang terdapat di
Desa Gebang Kecamatan Patrang Kabupaten Jember. Unit Dagang Kurnia Tani
menjual pupuk non subsidi dan obat-obatan pertanian. Komunikasi yang
dilakukan dalam kegiatan sehari-hari menggunakan verbal dan non verbal. Unit
Dagang Kurnia Tani dalam memperbaiki komunikasi berorganisasi yang lebih
efektif dan efisien dan tepat sasaran dengan merubah pelayanan terhadap
konsumen dan media promosi kepada konsumen. Media promosi yang dilakukan
oleh Unit Dagang Kurnia Tani dulunya menggunakan brosur, namun hal itu tidak
efektif karena jika seseorang diberi brosur cenderung setelah dibaca langsung
dibuang sehingga saat ini Unit Dagang Kurnia Tani menggunakan kalender

sebagai bahan media promosinya karena dengan media tersebut pelanggan dapat
setiap hari melihat sehingga akan tertarik untuk membeli. Berdasarkan fenomena
tersebut, maka penulis ingin mengambil judul yaitu Sistem Komunikasi pada
Perusahaan Unit Dagang Kurnia Tani di Desa Gebang Kecamatan Patrang
Kabupaten Jember, untuk mengetahui komunikasi yang dilakukan dalam
kegiatan perusahaan tersebut.
1.2 Perumusan Masalah
1.

Bagaimana komunikasi internal dan eksternal perusahaan Unit Dagang


Kurnia Tani Dagang Gebang Kecamatan Patrang Kabupaten Jember?

2.

Bagaimana presentasi bisnis yang diterapkan perusahaan Unit Dagang Kurnia


Tani Desa Gebang Kecamatan Patrang Kabupaten Jember?

3.

Bagaimana strategi pengembangan yang dilakukan perusahaan Unit Dagang


Kurnia Tani Desa Gebang Kecamatan Patrang Kabupaten Jember?

1.3 Tujuan dan Manfaat


1.3.1
1.

Tujuan

Untuk mengetahui komunikasi internal dan eksternal perusahaan Unit


Dagang Kurnia Tani Desa Gebang Kecamatan Patrang Kabupaten Jember

2.

Untuk mengetahui presentasi bisnis yang diterapkan perusahaan Unit Dagang


Kurnia Tani Desa Gebang Kecamatan Patrang Kabupaten Jember

3.

Untuk mengetahui strategi pengembangan yang dilakukan perusahaan Unit


Dagang Kurnia Tani Desa Gebang Kecamatan Patrang Kabupaten Jember

1.3.2
1.

Manfaat

Bagi pemerintah, dapat dijadikan sebagai bahan informasi untuk mengambil


kebijakan mengenai penyaluran pupuk baik subsidi atau non subsidi pada
distributor resmi sebelum sampai ke tangan petani.

2.

Bagi pelaku usaha, dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk


melakukan dalam berkomunikasi terkait dengan strategi komunikasi bisnis.

3.

Bagi peneliti, dapat dijadikan sebagai informasi untuk pengetahuan dan


wawasan terkait strategi komunikasi bisnis.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Komunikasi
Komunikasi berasal dari bahasa latin communis yang berarti umum atau
bersama. Komunikasi mampu menumbuhkan kebersamaan bersama seseorang
dengan cara berbagi informasi, ide atau sikap. Hakikat sebuah komunikasi adalah

membuat penerima memiliki pemahaman yang sama terhadap pesan tertentu.


Komunikasi memegang peranan penting dalam pembentukan masyarakat karena
manusia memiliki kehidupan sosial dan manusia butuh saling berdekatan agar
merasa berada dalam suatu komunitas. Komunikasi merupakan sebuah proses
penyampaian pesan berupa lambang, suara, gambar dari suatu sumber kepada
sasaran dengan menggunakan saluran tertentu. Orang yang sedang berbicara
disebut sumber atau komunikator, orang yang sedang mendengarkan disebut
sasaran, audience atau komunikan, apa yang disampaikan disebut pesan dan katakata yang disampaikan melalui udara disebut saluran (Suprapto, 2009).
Komunikasi merupakan bagian paling mendasar dalam kehidupan
manusia. Komunikasi yang memungkinkan manusia membangun suatu kerangka
rujukan dan menggunakannya sebagai panduan untuk menafsirkan situasi apapun
yang mereka hadapi, dengan komunikasi, manusia mempelajari dan menerapkan
cara-cara untuk mengatasi permasalahan dalam kehidupan sosial (Ramadanty,
2014). Komunikasi adalah suatu transaksi, proses simbolik yang menghendaki
orang-orang mengatur lingkungannya dengan membangun hubungan sesama
manusia melalui pertukaran informasi untuk menguatkan sikap dan tingkah laku.
Jadi dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari
komunikator kepada orang lain (Ullen, 2015).
Komunikasi satu arah merupakan komunikasi dimana pengirim dan
penerima informasi tidak dapat menjalin komunikasi yang berkesinambungan
melalui media yang sama. Komunikasi dua arah merupakan komunikasi dimana
pengirim

dan

penerima

informasi

dapat

menjalin

komunikasi

yang

berkesinambungan melalui media yang sama. Komunikasi verbal dan non-verbal


digunakan bersamaan dalam komunikasi sehari-hari. Komunikasi verbal dapat
berupa komunikasi secara langsung (lisan) maupun komunikasi tertulis.
Komunikasi non-verbal yang terjadi dapat berupa cara kerja, gerakan, isyarat
tangan, dan sebagainya. Komunikasi informal lebih banyak terjadi di waktu
istirahat dan antar sesama gender. Komunikasi formal hanya terjadi satu kali
dalam kurun tertentu seperti rapat internal departemen atau communication
meeting yang diadakan satu bulan sekali (Panghegar, 2013).

Menurut Gani (2014), hambatan-hambatan komunikasi terdiri dari tiga


macam, antara lain :
1.

Hambatan yang bersifat teknis :


Hambatan yang bersifat teknis adalah hambatan yang disebabkan oleh

berbagai faktor, seperti kurangnya sarana dan prasarana yang diperlukan dalam
proses komunikasi, penguasaan teknik dan metode berkomunikasi yang tidak
sesuai, kondisi fisik yang tidak memungkinkan terjadinya proses komunikasi yang
dibagi menjadi kondisi fisik manusia, kondisi fisik yang berhubungan dengan
waktu atau situasi (keadaan), dan kondisi peralatan.
2.

Hambatan semantik :
Hambatan yang disebabkan kesalahan dalam menafsirkan, kesalahan dalam

memberikan pengertian terhadap bahasa (kata-kata, kalimat, kode-kode) yang


dipergunakan dalam proses komunikasi.
3. Hambatan perilaku :
Hambatan perilaku disebut juga hambatan kemanusiaan. Hambatan yang
disebabkan berbagai bentuk sikap atau perilaku, baik dari komunikator maupun
komunikan. Hambatan perilaku tampak dalam berbagai bentuk, seperti prasangka
yang didasarkan pada emosi, suasana otoriter, ketidakmauan untuk berubah dan
sifat yang egosentris.
Komunikasi secara nyata atau konkrit dapat dilakukan dengan bermacammacam cara tergantung pada jumlah orang yang berkomunikasi dan jenis
komunikasi tersebut. Komunikasi konkrit dibagi menjadi empat yaitu :
1.

Komunikasi antarpribadi
Komunikasi antarpribadi merupakan proses pengiriman dan penerimaan

pesan di antara dua orang atau lebih dan di antara sekelompok kecil orang dengan
berbagai pengungkapan makna dalam kegiatan komunikasi. Komunikasi
antarpribadi dapat terjadi apabila terdapat proses transaksi pesan antara pihak
yang berkomunikasi, biasanya dua orang yang berkomunikasi untuk menciptakan
makna. Komunikasi antarpribadi dilakukan secara tatap muka secara simultan dari
satu individu ke individu lainnya serta berlangsung secara terus menerus. Proses
komunikasi antarpribadi mengacu pada perubahan dan tindakan yang berlangsung
secara

terus-menerus.

Pertukaran

informasi

berorientasi

pada

tindakan

menyampaikan dan menerima pesan secara timbal balik agar para pelaku
komunikasi dapat memahami makna yang disampaikan. Makna merupakan
sesuatu yang dipertukarkan dalam terjadinya interaksi mengenai kesamaan
pemahaman di antara orang-orang yang melakukan kegiatan komunikasi terhadap
pesan-pesan secara verbal maupun nonverbal. (Bahfiarta, 2012).
2. Komunikasi antarbudaya
Komunikasi antarbudaya merupakan komunikasi yang terjadi di antara orangorang dari kultur yang berbeda, yakni antara orang-orang yang memiliki
kepercayaan, nilai dan cara berperilaku kultural yang berbeda. Budaya berkaitan
erat dengan komunikasi, yang mana secara keseluruhan budaya merupakan bentuk
dari komunikasi. Komunikasi adalah budaya dan budaya adalah komunikasi.
Komunikasi antarbudaya menciptakan reaksi negatif dan evaluatif individu
terhadap sebuah budaya. Evaluasi yang bersifat negatif menyebabkan adanya
ketidaksukaan dan penghindaran, hal ini terjadi karena budaya asing dipandang
menyimpang atau berbeda dari norma yang kita anut. Hambatan komunikasi
antarbudaya terjadi di antara dua budaya dan bersifat satu arah, yang mana hal ini
mencerminkan adanya ketidakmampuan untuk memahami norma dari budaya
yang berbeda. Sebuah perbedaan budaya dapat menjadi hambatan bila melanggar
salah satu nilai inti komunikator (Christy, 2013).
3. Komunikasi massa
Komunikasi massa adalah proses penyampain informasi, ide dan sikap
kepada banyak orang (biasanya dengan menggunakan mesin atau media yang
diklasifikasikan ke dalam media massa, seperti radio siaran, televisi siaran, surat
kabar, majalah dan film. Sumber pelaksana komunikasi massa dihadapkan pada
suatu beban tugas yang berat dalam menyampaikan pesan-pesan kepada audiens
nya. Hal ini terjadi karena beragamya audiens komunikasi massa. Para pelaksana
komunikasi massa mungkin saja mengetahui usia rata-rata dan keadaan sosial
ekonomi audiens nya tetapi mereka tidak akan tahu secara jelas tingkah laku
individu para pembaca, penonton atau pendengarnya (Suprapto, 2009).
4. Komunikasi kelompok
Komunikasi kelompok adalah suatu bidang studi, penelitian dan penerapan
yang menitikberatkan tidak hanya pada proses kelompok secara umum, tetapi juga
pada perilaku komunikasi individu-individu pada tatap muka kelompok diskusi

10

kecil. Ada beberapa unsur dalam komunikasi kelompok antara lain komunikasi
lisan, kepemimpinan, tujuan kelompok, norma kelompok, peranan, kohesivitas
kelompok dan situasi kelompok. Unsur-unsur ini harus berkesinambungan untuk
mewujudkan kelompok yang baik (Gurning, 2012).
2.2 Komunikasi Bisnis
Menurut Purwanto (2010), pada dasarnya ada dua bentuk dasar
komunikasi lazim digunakan dalam dunia bisnis, yaitu komunikasi verbal dan
nonverbal. Masing-masing dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut :
1.

Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal merupakan salah satu bentuk komunikasi yang lazim

digunakan dalam dunia bisnis untuk menyampaiakan pesan-pesan bisnis kepada


pihak lain baik secara tertulis (written) maupun lisan (oral). Bentuk komunikasi
verbal ini memiliki struktur yang teratur dan terorganisasi dengan baik, sehingga
tujuan penyampaian pesan-pesan bisnis dapat tercapai dengan baik. Beberapa
macam contoh komunikasi verbal dalam dunia bisnis, misalnya: (a) membuat dan
mengirim surat pengantar barang ke suatu perusahaan, (b) membuat dan mengirim
surat teguran atau peringatan kepada nasabah yang menunggak pembayarannya,
(c) membuat dan mengirim surat penawaran barang kepada pihak lain, (d)
membuat dan mengirim surat konfirmasi barang kepada pelanggan, (e) membuat
dan mengirim surat pemesanan barang (order) kepada pihak lain, (f) membuat dan
mengirim surat pengaduan kepada pihak lain, (g) membuat dan mengirim surat
permintaan barang kepada pihak lain, (h) membuat dan mengirim surat penolakan
kerja, (i) membuat dan mengirim surat penerimaan kerja, dan (j) membuat dan
mengirim surat kontrak kerja kepada pihak lain.
Komunikasi bisnis yang efektif sangat tergantung pada keterampilan
seseorang dalam mengirim maupun menerima pesan. Cara untuk menyampaikan
pesan-pesan bisnis, seseorang dapat menggunakan tulisan ataupun lisan.
Sedangkan untuk menerima pesan-pesan bisnis, seseorang dapat menggunakan
pendengaran dan bacaan. Secara umum komunikasi verbal dapat dibagi menjadi
dua bagian yaitu:

11

a.

Berbicara dan Menulis


Mengirim pesan-pesan bisnis orang lebih senang berbicara (speaking)

daripada menulis (writing) suatu pesan. Alasannya, komunikasi lisan relatif lebih
mudah, praktis (efisien), dan cepat dalam penyampaian pesan-pesan bisnis. Bagi
para pelaku bisnis, penyampaian pesan-pesan bisnis dengan tulisan relatif jarang
dilakukan. Meskipun demikian, bukan berarti bahwa komunikasi lewat tulisan
tidak penting. Pesan yang sangat penting dan kompleks, lebih cepat disampaikan
dengan menggunakan tulisan. Adapun bentuk-bentuk komunikasi tertulis dalam
dunia bisnis mencakup antara lain surat (macam-macam surat bisnis), memo, dan
laporan.
b.

Mendengar dan Membaca


Meskipun buku lebih menekankan pada bentuk komunikasi tulisan daripada

lisan, perlu diingat bahwa komunikasi yang efektif merupakan komunikasi dua
arah. Orang-orang yang terlibat dalm dunia bisnis cenderung lebih suka
memperoleh atau mendapatkan informasi daripada menyampaikan informasi. Hal
tersebut dapat dilakukan dengan memerlukan keterampilan mendengar (listening)
dan membaca (reading). Kebanyakan orang dalam dunia bisnis memiliki
kemampuan mendengar yang relatif lemah (kurang baik).
2. Komunikasi Non-verbal
Menurut Suharsono (2013), komunikasi nonverbal adalah proses komunikasi
dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata melainkan dengan
menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata.
komunikasi nonverbal memiliki lima fungsi, yaitu:
1. Melengkapi informasi
2. Mengatur interaksi
3. Mengekspresikan atau menyembunyikan emosi dan perasaan
4. Menyajikan sebuah citra
5. Memperlihatkan kekuasaan atau kendali. Menurut teori antropologi,
sebelum manusia menggunakan kata-kata, manusia telah mengguankan
gerakan-gerakan tubuh, bahasa tubuh (body language) sebagai alat untuk
berkomunikasi dengan orang lain
Bentuk komunikasi nonverbal memiliki sifat kurang terstruktur yang
membuat komunikasi nonverbal sulit untuk dipelajari. Komunikasi nonverbal

12

memiliki pengaruh yang lebih besar daripada komunikasi verbal isyarat-isyarat


komunikasi nonverbal adalah sangat penting terutama untuk menyampaikan
perasaan dan emosi seseorang. Sebagai contoh, seseorang akan mengalami
kesulitan bila menyuruh orang lain untuk mengambil buku kerja di suatu tempat
yang terdapat beragam warna maupun judul bukunya dengan menggunakan
bahasa nonverbal. Ada beberapa jenis komunikasi noverbal lainnya, seperti arti
suatu warna dan gerak-isyarat tertentu, yang akan bervariasi dari waktu ke waktu.
Komunikasi nonverbal juga lebih bersifat spontan di bandingkan dengan
komunikasi verbal dalam hal penyampaian suatu pesan.
Zelko dan Dance di dalam Gutama (2010), mengatakan bahwa komunikasi
organisasi adalah suatu sistem yang saling bergantung yang mencakup
komunikasi internal dan komunikasi eksternal. Komunikasi internal dan eksternal,
di mana komunikasi internal menunjuk pada komunikasi yang terjadi dalam
organisasi itu sendiri dan komunikasi eksternal yang menunjuk pada komunikasi
antara organisasi dengan lingkungan luarnya. Komunikasi organisasi itu ada aliran
pesan yang mengarah pada tujuan organisasi itu dengan media yang digunakan
dalam penyampaian pesan tersebut. Secara umum terdapat dua macam
komunikasi dalam organisasi yaitu :
1.

Komunikasi Internal
Komunikasi internal adalah komunikasi yang terjadi dalam organisasi itu,

misalnya komunikasi antara pengurus dan anggot anggota suatu. Komunikasi


internal merujuk pada pertukaran informasi dan gagasan di dalam organisasi.
Komunikasi diantara anggota suatu organisasi penting untuk melakukan secara
efektif. Beberapa perusahaan memiliki cara berkomunikasi lebih baik daripada
yang lain. Perusahaan dengan kinerja puncak, komunikasi merupakan gaya
hidupnya. Komunikasi internal memiliki saluran komunikasi formal dan informal,
dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Saluran komunikasi formal
Jaringan komukasi formal terikat struktur resmi sebuah organisasi. Rantai
komunikasi formal mempunyai potensi kekurangan yang lain: informasi mungkin
menjadi terpecah-pecah, kecuali manajemen mendorong komunikasi di seluruh

13

organisasi dan rajin berkomunikasi ke bawah menurut jalur hierarki, hanya orang
di puncak yang dapat melihat gambaran besar. Orang yang berada di bawah
dalam organisasi hanya dapat informasi yang cukup untuk melaksanakan tugas
mereka sendiri. Terdapat arus informasi pada saluran komunikasi formal yaitu
arus informasi ke bawah, arus informasi ke atas, dan arus informasi horizontal.
b. Saluran komunikasi informal
Saluran komunikasi informal ini dalam praktik garis-garis dan kontak-kontak
disehelai kertas tidak bisa mencegah orang berbicara satu denagn yang lain. setiap
organisasi mempunyai jaringan komunikasi informal desa-desu sebagai tambahan
dari saluran resmi. Eksekutif bersikap waspada terhadap jaringan komunikasi
informal, mungkin karena hal itu mengancam kekuatan mereka mengendalikan
arus

informasi.

Manajer

yang

mengerti

memanfaatkan

jaringan

ini,

menggunakannya untuk menyebarkan dan menerima pesan informal.


2. Komunikasi Eksternal
Komunikasi eksternal adalah komunikasi yang terjadi dengan organisasi lain,
atau dengan lingkungannya. Komunikasi eksternal membawa informasi ke dalam
dan ke luar organisasi. Perusahaan selalu bertukar pesan dengan pelanggan,
penjual, distribusi, pesaing, investor, wartawan, dan perwakilan masyarakat.
Kadang-kadang komunikasi eksternal ini secara hati-hati diatur terutama dalam
masa krisis. Komunikasi eksternal terjadi secara informasi sebagai bagian operasi
bisnis rutin.
2.3 Presentasi Bisnis
Presentasi bisnis merupakan bentuk komunikasi yang berorientasi pada
proposal, yang disajikan dalam suatu lingkungan bisnis kepada khalayak yang
relatif homogen (lebih banyak persamaannya daripada perbedaannya) dari
berbagai tingkatan. Presentasi sering diberikan oleh seorang atasan yang
mengharapkan stafnya membuat kesan terbaik kepada badan pengambilan
keputusan. Awalnya teknik

presentasi

hanya

ditafsirkan

dengan beberapa

macam penafsiran. Misalnya pada penerapan di bidang ekonomi, teknik presentasi


digunakan sebagai media menampilkan barang-barang produk yang ingin
dipresentasikan (dipamerkan) ke hadapan audiens. Teknik prsesentasi sudah

14

menjadi sebuah teknik dalam pembelajaran.

Biasanya pengguanaan teknik

presentasi bisa menggunakan alat manual (papan tulis dan spidol)

maupun

elektronik (laptop dan infokus). Teknik presentasi materi ini adalah suatu cara
seseorang untuk menyajikan penjelasan terhadap data, uraian proses, maupun
pembelajaran, baik disajikan di depan audiens dengan bantuan media presentasi
berupa slide show, program aplikasi yang menyajikan informasi interaktif yang
dapat diakses secara personal, maupun presentasi dalam bentuk cetakan yang
dibagikan kepada semua penerima informasi (Faizah, dkk. 2013).
Tujuan presentasi menentukan bagaimana cara memberikan presentasi.
Presentasi ini bertujuan untuk mengubah sikap audiens dan mengajak mereka
melakukan sesuatu. Mengubah sikap atau melakukan sesuatu ini bisa saja berarti
mereka menyetujui ide anda, membeli produk anda, atau memberi dukungan atas
apa yang akan anda lakukan. Menurut Noer (2012), tujuan presentasi bisnis,
secara umum yaitu:
1.

Memberi informasi
Presentasi yang memberi informasi ditujukan untuk audiens yang tidak

familiar dengan hal yang akan anda sampaikan. Presentasi jenis ini memaparkan
fakta dan data, sehingga audiens tahu apa yang terjadi. Akhir presentasi, audiens
harus mengerti sesuatu yang sebelumnya tidak mereka ketahui.
2. Mempengaruhi
Presentasi yang bertujuan untuk mempengaruhi orang lain yaitu supaya
audiens melakukan tindakan. Presentasi ini harus memiliki call to action yaitu
tindakan apa yang harus dilakukan audiens setelah presentasi selesai. Tindakan ini
bisa berarti untuk membeli produk, menyetujui proposal, menerima ide, atau
melakukan tindakan lainnya yang lebih spesifik. Presentasi adalah sebuah
komunikasi. Komunikasi prsentasi dilakukan secara terpadu lewat suara, gambar,
dan bahasa tubuh. Presentasi diberikan untuk mendatangkan perubahan,
mendukung tindakan yang khusus, dan mendorong kelompok atau seseorang yang
berwenang untuk mengambil keputusan yang khusus. Presentasi yang efektif
diharapkan akan menjadikan suatu upaya yang efektif pula.
2.4 Strategi Pengembangan

15

Strategi merupakan tindakan yang bersifat kontinue dan terus menerus,


serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para
pelanggan di masa depan, sehingga dibutuhkan kecepatan inovasi pasar yang baru
dan perubahaan pola konsumsi para konsumen yang didukung oleh kompetensi
inti (core competencies) perusahaan tersebut. Setiap perusahaan harus mempunyai
pengetahuan serta strategi usaha yang sesuai dengan jenis usaha yang dikelolanya
agar perusahaan tersebut dapat dikendalikan dengan baik sehingga mampu
bersaing pada pasar yang dimasukinya (Aulia dan Andri, 2012).
Manajemen strategis merupakan serangkaian tindakan yang digunakan
untuk

merumuskan,

mengimplementasikan,

dan

mengevaluasi

keputusan

manajerial dalam mencapai sasaran perusahaan. Strategi memiliki keterkaitan


yang erat hubungannya dengan konsep perencanaan dan pengambilan keputusan,
sehingga pada akhirnya strategi berkembang menjadi manajemen strategi. Proses
manajemen strategi terdiri dari beberapa tahapan, diantaranya pengamatan
lingkungan, perumusan strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi
(Gabriel dkk., 2011)
Manajemen strategik dapat memberikan kerangka organisasi untuk
mengembangkan kemampuan mengantisipasi dan mengatasi perubahan juga
membantu mengembangkan kemapuan untuk menghadapi masa depan yang tidak
menentu. Manajemen tersebut juga menekankan pada pengamatan dan evaluasi
peluang dan ancaman lingkungan dengan melihat kekuatan dan kelemahan
perusahaan.

Manajemen

stategis

terdiri

dari

perencanaan

jangka

panjang (Mulyana dan Inne, 2013).


2.5 Distribusi/Distributor
Distribusi adalah kegiatan-kegiatan pengiriman barang yang dilakukan
oleh suatu organisasi dengan tujuan agar produk yang dihasilkannya dapat
diterima oleh konsumen baik melalui perantara ataupun tidak. Berdasarkan
definisi diatas dapat diketahui adanya unsur penting yang ada dalam saluran
distribusi, yaitu: 1) Saluran distribusi merupakan sekelompok lembaga yang ada
diantara lembaga yang mengadakan kerja sama untuk mencapai tujuan. 2) Saluran

16

distribusi merupakan arus yang ditempuh dalam menggerakan hak milik atas
suatu barang. 3) Saluran distribusi terdiri dari produsen,perantara dan konsumen
menjadi anggotanya. 4) Kegiatan masing-masing saluran tersebut adalah
membantu kelancaran dalam menggerakan hak atas suatu barang (Fadhila, 2013).
Menurut Nitisemito (1993) dalam Tumuntuan (2013), saluran distribusi
merupakan lembaga-lembaga distributor atau lembaga-lembaga penyalur yang
mempunyai kegiatan untuk menyalurkan atau menyampaikan barang-barang atau
jasa-jasa dari produsen ke konsumen. Definisi lainnya yaitu suatu jalur yang
dilalui oleh arus barang-barang dari produsen ke perantara dan akhirnya sampai
pada pemakai. Saluran distribusi pada dasarnya merupakan kegiatan yang
menyangkut perencanaan dan penyaluran barang dari produsn ke tangan
konsumen.
Distributor memiliki tanggung jawab menyalurkan pupuk bersubsidi dari
produsen ke pengecer resmi kemudian pihak pengecer melakukan pendistribusian
pupuk bersubsidi langsung ke petani atau kelompok petani yang dibantu oleh
pengecer bianan. Harga ditingkat distributor adalah harga yag diterima pedagang
besar dari hasil penjualan ke pedagang pegecer. Lembaga distributor merupakan
saluran pemasaran yang tidak efisien karena memiliki margin tata niaga yang
tinggi dibandingkan lembaga tata niaga pengecer resmi dan pengecer binaan, hal
ini dapat terjadi dikarenakan nilai margin pemasaran yang dikeluarkan oleh
lembaga distributor dan pengecer resmi lebih besar jika dibndingkan biaya
pemasaran oleh kios binaan (Watiha, 2012).

17

BAB 3. GAMBARAN UMUM


3.1 Lokasi Perusahaan
UD Kurnia Tani merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertanian
yang berada di Kelurahan Slawu. Kelurahan Slawu merupakan salah satu
Kelurahan yang berada di Kecamatan Patrang Kabupaten Jember. Kelurahan
Slawu terletak di sebelah utara Kota Jember, memiliki luas wilayah kurang lebih
960.000 km2 dengan panjang 1200 km dan lebar 800 km. UD Kurnia Tani
berjarak kurang lebih 5 km dari pusat kota Jember, sehingga dibutuhkan waktu
kurang lebih 15 menit untuk perjalanan dari UD Kurnia Tani menuju pusat kota.
Secara geografis Kelurahan Slawu terletak pada garis lintang 8 LU atau LS dan
garis bujur 113 BT. Kelurahan Slawu memiliki batas-batas wilayah sebagai
berikut:
a.
b.
c.
d.

Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Baratan Kecamatan Patrang


Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Bintoro Kecamatan Patrang
Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang
Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Patrang Kecamatan Patrang

18

Secara umum mata pencaharian warga masyarakat sekitar UD Kurnia Tani


di Kelurahan Slawu dapat teridentifikasi ke dalam beberapa sektor yaitu pertanian,
jasa/perdagangan, industri dan lain-lain. Sektor pertanian di Kelurahan ini
merupakan sektor unggulan masyarakat Kelurahan Slawu karena kondisi
geografis dan luas wilayahnya sangat memungkinkan untuk mengembangkan
bidang pertanian, dengan jenis pertanian dengan beraneka macam komoditas
seperti tembakau, padi, dan jagung.
Latar belakang berdirinya UD Kurnia Tani berawal dari pemilik usaha
yang sudah lama menggeluti bidang pertanian dan juga selaku penyuluh dari
Dinas Pertanian Kabupaten Jember. Sejak tahun1997 pemilik usaha menggeluti
jual beli pupuk pertanian, ketika itu pemilik usaha bekerja sebagai agen pupuk
pertanian selama 8 tahun. Pemilik usaha melayani kios pertanian mulai dari
Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo hingga
Kabupaten Banyuwangi. Pemilik usaha akhirnya merasa lelah untuk menjual
produk sambil keliling sehingga pemilik usaha memutuskan untuk mendirikan
kios sendiri pada tahun 2007 di Kabupaten Jember dan akhirnya diberi nama UD
Kurnia Tani. UD Kurnia Tani awalnya berdiri sejak tahun 2007, saat itu lokasi
perusahaan masih kontrak rumah untuk menjual produk-produk pertanian. Sejak
tahun 2010 pemilik usaha baru bisa mendirikan kios sendiri dan mulai menetap di
jalan manyar no 59 Kelurahan Slawu sampai sekarang. Lokasi perusahaan berada
di pinggir jalan dekat dengan Al-Qodiri AMK sekitar 1 km dan SMP 7 sekitar 0,9
km dari UD Kurnia Tani Kelurahan Slawu.
3.2 Struktur Organisasi UD Kurnia Tani
Struktur organisasi merupakan suatu susunan komponen atau unti-unit
kerja sebuah organisasi. Struktur organisasi menunjukan bahwa adanya
pembagian kerja atau tugas yang dikoordinasikan oleh seorang manajer. Struktur
organisasi dapat menggambarkan secara jelas pemisahan kegiatan dari pekerjaan
antara yang satu dengan pekerjaan yang lainnya, selain itu, juga menggambarkan
hubungan antara aktivitas dan fungsi dibatasi, sehingga dalam suatu perusahaan
atau organisasi, struktur organisasi sangat diperlukan. Berikut adalah bentuk
struktur organisasi perusahaan Kurnia Tani.
Pemilik Usaha
Ir. Ahmad Yunus

19

Bagian Pelayanan
Pak Ha

Bagian Lapang
Pak Saniman

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Perusahaan Kurnia Tani


Berdasarkan gambar 3.1 bentuk struktur organisasi pada perusahan UD
Kurnia Tani adalah pemilik sebagai manajer dan karyawan atau tenaga kerja
sebagai bawahan. UD Kurnia Tani memiliki dua orang tenaga kerja, dimana
karyawan karyawan tersebut sudah memiliki tugas masing-masing sesuai dengan
yang di tugaskan oleh pemilik usaha. Pembagian tersebut diantaranya adalah
bagian pelayanan bertugas untuk menjaga kios, melayani pelanggan, dan
mengecek ketersediaan stock. Sementara untuk keryawan bagian lapang bertugas
sebagai pekerja lapang atau di lahan yang bertanggung jawab terhadap semua
kebutuhan di lapang dengan melakukan riset pasar. Riset pasar dilakukan dengan
tujuan untuk mengetahui informasi mengenai produk yang dibutuhkan oleh
konsumen. Riset pasar dilakukan di daerah Kecamatan Patrang.

Perekrutan

tenaga kerja di pilih langsung oleh menajer UD Kurnia Tani dengan beberapa
syarat yang telah ditentukan, diantaranya yaitu harus laki-laki, memiliki sifat
jujur, telaten dan kuat karena pekerjaannya yaitu melakukan pengangkatan
produk-produk yang berat misalnya seperti pupuk.
Seorang manajer selain bertugas mengorganisir karyawan, juga memiliki
beberapa tugas lainnya. Pada perusahaan Kurnia Tani, pemilik sebagai manajer
bertugas untuk menggaji para karyawanannya. Pemberian gaji dilakukan setiap
bulan, namun pada waktu-waktu tertentu karyawan juga di berikan suatu
apresiasi, misalnya tunjangan hari raya dan bonus. Selain itu manajer juga
bertugas untuk memberikan suatu arahan kepada karyawanya agar tidak ada
kesalahan dalam melakukan pekerjaan. Tugas lain manajer pada perusahaan

20

Kurnia Tani adalah melakukan suatu pengecekan atau mengontrol seluruh


kegiatan yang ada, mulai dari jumlah barang datang, jumlah barang yang terjual,
sehingga dapat meminimalisir kehilangan produk yang di jual dan mengetahui
pendapatan yang diterima.

3.3 Produk UD Kurnia Tani


UD. Kurnia Tani merupakan milik pribadi dan kios tersebut berdiri sejak
tahun 2007 hingga saat ini. Pemilik usaha memilih usaha tersebut karena pemilik
usaha sudah lama bekerja di bidang pertanian. Pemilik UD. Kurnia Tani
merupakan seorang penyuluh dari Dinas Pertanian Kabupaten Jember. Pemilik
usaha memilih untuk mendirikan usaha ini berawal dari niatnya untuk membantu
menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh petani. Pengetahuan yang
dimiliki pemilik usaha di bidang pertanian dapat membantu menyelesaikan
masalah atau kesulitan petani dalam usahataninya, dengan cara berkonsultasi
mengenai pupuk dan obat-obatan yang dibutuhkan oleh tanaman. Berdasarkan hal
tersebut pemilik usaha memiliki ide untuk menjual pupuk maupun obat-obatan
pertanian kepada petani. Pemilik usaha pada awalnya menjual produk dengan cara
berkeliling yaitu dari Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten
Situbondo hingga Kabupaten Banyuwangi. Cara tersebut dilakukan cukup lama
oleh pemilik usaha, sehingga semakin lama pemilik usaha merasa jenuh karena
harus menjual produk-produk tersebut antar kabupaten. Pemilik usaha pada
akhirnya memilih untuk menyewa suatu kios yang digunakan untuk menjual
berbagai macam pupuk baik organik maupun non organik, obatan-obatan
pertanian serta benih padi dan benih sayuran.
Produk yang sering terjual habis di UD Kurnia Tani Kelurahan Slawu
relatif relatif merata setiap jenis produknya. Produk UD Kurnia Tani banyak
diminati oleh konsumen karena hargnya yang terjangkau dengan kualitas yang
baik, sehingga konsumen banyak yang membeli di UD Kurnia Tani. Produk yang
ada di UD Kurnia Tani terdapat banyak jenis produk mulai dari pupuk bersubsidi
maupun pupuk non subsidi serta bibit padi, bibit sayuran dan obat-obatan
pertanian.

21

Produk yang sering terjual habis terlebih dahulu yaitu jenis produk
pestisida, pupuk dan bibit padi. Pupuk yang sering terjual habis yaitu jenis pupuk
bersubsidi karena harganya yang terjangkau. Jenis pupuk bersubsidi yang sering
dibeli konsumen yakni, UREA, ZA, PONSKA dan SP36. Bibit padi yang sering
terjual habis yaitu, Ciherang, Migongga, Cobogo dan Sintanur karena merupakan
bibit unggul yang menghasilkan gabah dengan kualitas yang baik. Pestisida yang
sering terjual habis yaitu, Antrakol, Curakron, Villia, Uradan dan Regent. Pestida
merupakan produk yang sering dibeli konsumen karena berguna untuk melindungi
tanaman dari hama maupun organisme pengganggu tumbuhan (OPT) lain yang
dapat mengganggu pertumbuhan bahkan merusak tanaman yang sedang
diusahakan.
Produk tersebut merupakan produk unggulan dari kios UD Kurnia Tani
karena memiliki harga yang murah dengan kualitas yang baik. Produk tersebut
juga memiliki jaminan dari pemilik usaha khususnya bibit padi, apabila produk
tersebut tidak dapat tumbuh karena kualitasnya tidak baik maka konsumen bisa
menggantinya dengan produk baru tanpa memberikan uang tambahan untuk
menggantinya, namun apabila bibitnya tidak tumbuh karena kesalahan dari
petaninya maka pemilik usaha tidak bisa menjaminnya. Oleh sebab itu, banyak
konsumen yang ingin membeli dari UD Kurnia Tani karena memiliki jaminan atau
garansi dari pemilik usaha.
3.4 Kemitraan UD Kurnia Tani
Kemitraan merupakan suatu kerjasama antara dua orang atau lebih yang
bertujuan untuk meningkatkan pendapatan, kesinambungan usaha, jaminan suplai
jumlah, kualitas produksi, meningkatkan kualitas kelompok mitra, peningkatan
usaha, dalam rangka menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan usaha
kelompok mitra yang mandiri. UD Kurnia Tani bekerjasama dengan distributor
CV Tiga Daya Satama yang ada di Kecamatan Patrang. CV Tiga Daya Satama
merupakan distributor yang resmi untuk menyuplai pupuk kepada kios-kios yang
berada di daerah Kecamatan Patrang, salah satunya adalah UD Kurnia Tani.
Kerjasama ini dilakukan oleh kedua belah pihak untuk saling menyediakan pupuk

22

bersubsidi dan pupuk non subsidi di kios masing-masing ketika terjadi


kekosongan produk, dalam hal ini yaitu pupuk bersubsidi maupun non subsidi.
Kemitraan yang dilakukan UD Kurnia Tani tidak hanya dilakukan dengan
CV Tiga Daya Satama, namun juga dilakukan dengan kios-kios yang terdapat di
daerah Kecamatan Patrang. Kemitraan yang dilakukan oleh UD Kurnia Tani
masih dalam skala kecil menengah. Bentuk kemitraan yang dijalin hanya saling
bekerja sama untuk menyuplai produk yang habis di salah satu kios dan hal
tersebut dilakukan secara kontinyu atau berkelanjutan. Kerjasama ini bertujuan
untuk membantu menciptakan peningkatan mitra dan juga untuk meningkatkan
kemampuan usaha yang mandiri.
Kerjasama yang dilakukan oleh UD Kurnia Tani dengan kios-kios tersebut
hanya dalam bentuk komitmen saja, tidak dalam bentuk kontrak atau
Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan oleh kedua pihak tersebut.
Komitmen tersebut bisa saja berakhir karena tidak terdapat perjanjian atau
Memorandum of Understanding (MoU) dari kedua belah pihak. Komitmen
tersebut hanya sekedar saling mengisi produk yang terdapat di kios masingmasing ketika terjadi kekosongan barang yang dibutuhkan oleh konsumen.

23

BAB 4. PEMBAHASAN
4.1 Komunikasi Internal dan Eksternal UD Kurnia Tani
Sistem komunikasi merupakan seperangkat hal-hal tentang yang ada
ketika proses penyampaian pesan berlangsung yang berhubungan satu sama
lainnya. UD. Kurnia Tani dala5m berlangsungnya bisnis mereka pastinya
melakukan komunikasi untuk mempermudah jalannya usaha mereka. Komukasi
secara verbal dilakukan oleh UD. Kurnia Tani pada proses operasional melalui
lisan maupun tulisan. Contoh melalui lisan diantaranya adalah UD. Kurnia Tani
memberikan layanan konsultasi kepada konsumen secara bertatap muka langsung
dengan pemilik UD Kurnia Tani dan konsumen tersebut hanya konsul terkait
dengan permasalahan tanaman yang dihadapi, selain itu pelanggan mereka
melakukan komunikasi dapat pula berkonsultasi melalui telepon, pada internal
perusahaan pemilik UD. Kurnia Tani sering melakukan perintah kepada
karyawannya untuk mengatur jalannya kerja pada tempat usahanya seperti
memeritahkan untuk mengangkat barang atau menulis laporan kerja.
Komunikasi internal adalah komunikasi yang dilakukan oleh dalam
perusahaan dari pemimpin kepada bawahan atau sebaliknya. Komunikasi yang

24

dilakukan oleh UD. Kurnia Tani dari pemimpin memberikan arahan kepada
karyawannya dalam komunikasi internal. Komunikasi dilakukan vertikal antara
atasan dan bawahan. Komunikasi yaang dilakukan UD. Kurnia Tani sejauh ini
sangat baik di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan. Terbukti pada dalam
perusahaan, pemilik UD. Kurnia Tani kepada karyawannya sangat sedikit
melakukan kesalahan komunikasi sehingga apa saja yang menjadi permasalahan
cepat di tangani contohnya pada kekurangan stock pupuk (NPK) dan kekurangan
biaya untuk membeli pupuk untuk tambahan stock produk. Karyawan dapat
senang bekerja di dalam perusahaan karena adanya perhatian khusus dari pemilik
perusahaan, tidak lain adalah selalu memperhatikan keluarga dari karyawan
hingga karyawan tersebut merasa menjadi bagian keluarga pemilik perusahaan.
Tenaga kerja merupakan aset berharga dalam keberlangsungan perusahaan.
Perlunya tindakan khusus agar karyawan attau tenaga kerja tetap bekerja dengan
solid. UD. Kurnia Tani melakukan tindakan khusus kepada karyawannya.
Tindakan tersebut diantaraya adalah memberikan perhatian terhadap keluarga
karyawan, bahkan ketika rumah karyawan sedang rusak, pemilik perusahaan tidak
segan memberikan tempat penginapan bagi karyawannya tersebut. Karyawan
dapat terpacu bekerja tidak lain adanya rangsangan gaji. Gaji yang besar membuat
karyawan semangat bekerja, tetapi pemilik perusahaan mengutamakan bagaimana
karyawan tidak hanya terpacu oleh gaji tapi juga karena perlakuan yang santun
dari atasan terhadap bawahan.
Komunikasi eksternal adalah komunikasi yang dilakukan oleh pihak
perusahaan dengan pihak luar. UD. Kurnia Tani melakuan kontak luar dengan
salah satu perusahaan pupuk dan obat-obatan maupun denganpara pelanggan.
Negoisasi merupakan proses tawar-menawar degan jalan berunding untuk
mendapatkan kesepakatan bersama dari berbagai pihak. Perusahaan perlu
melakukan strategi tertentu dalam menentukan hasil negoisasi. Negoisasi yang
dilakukan oleh UD. Kurnia tani contohnya dilakukan dengan distributor pupuk
dan obat-obatan mengenai stock yang harus diisi. Distributor pupuk terkadang
datang langsung ke kios atau toko UD. Kurnia Tani untuk menentukan jumlah
produk, dan kesepakatan harga.

25

Hambatan komunikasi hampir pernah dirasakan oleh seluruh perusahaan.


Hambatan yang dirasakan tidak lain seperti adanya kurang jelasnya berbicara,
kekurangan memahami maksud komunikator, tidak memperhatikan pendengaran,
atau gangguan pada alat komunikasi. Hambatan yang pernah dirasakan
perusahaan UD. Kurnia Tani diantaranya adalah ketika ketika konsumen
berkonsultasi kepada pemilik perusahaan dan pemilik perusahaan menjelaskan
panjang lebar tetapi konsumen tidak mengerti apa yang dibicarakan, hal ini sering
diarasakan terhadap konsumen atau pelanggan yang baru ingin berusahatani.
Hambatan lainnya adalah ketika ada pelanggan yang ingin berkonsultasi langsung
di tempat dengan anjangsana tetapi ketika pemilik perusahaan telah jauh-jah
datang ke tempat, orang yang di tuju tidak ada di tempat, begitu pula di dalam
perusahaan seperti karyawan yang terkadang bingung melakukan perintah dari
atasan karena pemahaman karyawan tidak sama seperti atasan.
Hambatan-hambatan yang terjadi dalam komunikasi perlu atasi dengan
cara-cara tertentu agar tidak menimbulkan kerugian yang berkepanjangan/
Mengatasi hambatan yang terjadi di perusahaan UD. Kurnia Tani seperti
dijelaskan di atas dapat dilakukan seperti pemilik perusahaan harus lebih bersabar
memberikan penjelasan kepada konsumen baru serta memberikan penjelasan yang
lebih detail. Pelanggan yang ingin mendatangkan jasa pemilik perusahaan di
tempat tertentu harus di pastikan dahulu oleh pemilik perusahaan agar tidak
mengalami kebohongan ditempat yang dituju. Hambatan pada karyawan dapat di
atasi dengan memberikan intruksi pemahaman yang mendetail lagi dan diulangi
lagi, hal itu sudah cukup untuk memberikan pemahaman kepada karyawan di UD.
Kurnia Tani.
Pemilik Usaha
UD Kurnia Tani

Bagaian Pelayanan

Bagian Lapang

Gambar 4.1 Arus Komunikasi Ke Atas

26

Berdasarkan gambar 4.1 dapat diketahui arus komunikasi ke atas terjadi


apabila aliran informasi berasal dari bawahan menuju atasan perusahaan. Arus
komunikasi ke atas tersebut terjadi antara karyawan UD Kurnia Tani dengan
pemilik usaha. Komunikasi tersebut biasanya terjadi ketika bagian pelayanan UD
Kurnia Tani melaporkan hasil penjualan, kekurangan stock produk kepada pemilik
UD Kurnia Tani sedangkan bagian lapang melaporkan hasil riset pasar mengenai
produk yang diinginkan konsumen terkait produk pertanian. Pemilik UD Kurnia
Tani menerima laporan tersebut dari karyawan UD Kurnia Tani dengan disertai
bukti laporan penjualan dan kekurangan stock produk melalui laporan keuangan
harian, bulanan, maupun tahunan.
Komunikasi arus ke bawah merupakan komunikasi yang terjadi apabila
informasi berasal dari atasan ke bawahan. Arus komunikasi ini biasanya berupa
perintah kepada karyawan perusahaan. Arus komunikasi ke bawah dapat dilihat
pada gambar 4.2.
Pemilik Usaha
UD Kurnia Tani

Bagaian Pelayanan

Bagian Lapang

Gambar 4.2 Arus Komunikasi Ke Bawah

Berdasarkan gamabr 4.2 dapat dilihat bahwa arus komunikasi kebawah


terjadi antara pemik UD Kurnia Tani dengan karyawan-karyawannya. Pemilik UD
Kurnia Tani memerintahkan bagian lapang untuk melakukan riset pasar dan
bagian pelayanan untuk meningkatkan kinerjanya dalam melayani konsumen.
Perintah tersebut dilakukan secara keberlanjutan setiap hari kepada para
karyawannya. Selain itu, biasanya pemilik UD Kurnia Tani juga memberikan
motivasi kerja agar karyawannya semangat dalam bekerja.
Arus komunikasi internal yang juga terjadi pada UD Kurnia Tani adalah
arus komunikasi horisontal. Arus komunikasi horisontal merupakan komunikasi

27

yang terjadi apabila arus informasi berjalan dari karyawan satu ke karyawan lain
yang memiliki status jabatan sejajar. Arus komunikasi horisontal pada perusahaan
dapat dilihat pada gambar 4.3.
Bagian Pelayanan

Bagian Lapang

Gambar 4.3 Arus Komunikasi Horisontal

Berdasarkan gambar 4.3 bisa terlihat bahwa arus komunikasi horisontal


perusahaan terjadi antara bagian pelayanan dengan bagian lapang. Bagian pelayan
dengan bagian lapang merupakan karyawan perusahaan yang posisinya sejajar
dalam UD Kurnia Tani. Karyawan lapang biasanya memberikan informasi terkait
dengan pelayanan yang semestinya agar konsumen puas, hal tersebut dapat
diketahui karena bagian lapang melakukan riset pasar apa saja yang di inginkan
dalam hal pelayanan.
Komunikasi yang terjadi di UD Kurnia tidak hanya komunikasi internal
melainkan juga terjadi komunikasi eksternal. Komunikasi eksternal adalah
komunikasi yang berlangsung dengan pihak luar misalnya komunikasi dengan
pihak mitra. Komunikasi eksternal yang berlangsung terjadi antara karyawan UD
Kurnia Tani dengan konsumen maupun antara pemilik UD Kurnia Tani dengan
perusahaan mitra kerja. Komunikasi eksternal yang dilakukan UD Kurnia Tani
misalnya seperti pendistribusian pupuk kepada kios-kios yang ada di daerah
Kecamatan Patrang. Komunikasi internal lainnya misalnya negosiasi dengn pihak
mitra CV Daya Satama mengenani harga produk. Saluran komunikasi eksternal
UD Kurnia Tani dengan perusahaan mitra dapat dilihat pada gambar 4.4.
Pemilik
UD Kurnia Tani

Pihak Mitra:
-

CV Tiga Daya

Satama
- Kios
Gambar 4.4 Saluran Komunikasi Eksternal

4.2 Presentasi Bisnis dan Negosiasi UD Kurnia Tani


Padanan kata presentasi dalam bahasa inggris adalah presentation yang
dapat didefinisikan sebagai suatu aktivitas dimana seseorang menunjukkan,

28

mendeskripsikan, atau menjelaskan sesuatu kepada sekelompok orang guna


mencapai tujuan tertentu. Presentasi biasanya dilakukan kepada pihak-pihak
tertentu sesuai denga tujuan dan target yang hendak dicapai. Presentasi bisnis oleh
UD Kurnia Tani sebagai upaya peningkatan hasil dagang atau penjualan
produknya dilakukan kepada pihak distributor sebagai relasi kerjanya dan juga
terhadap para pelanggan.
Sebelum melakukan presentasi bisnis, pemilik perusahaan bersama
karyawannya melakukan politik dagang berupa riset pasar terutama soal harga
jual produk, kemudian menentukan taktik penjualan yakni dengan menerapkan
harga lebih murah terhadap produk-produk tertentu agar UD Kurnia Tani
mendapat brand sebagai toko yang menyediakan produk-produk dengan harga
terjangkau. Padahal dibalik taktik penjualan tersebut, tetap diberlakukan harga
produk normal bahkan harga produk lebih mahal pada sebagian produk lainnya
guna menjaga stabilitas income perusahaan. Presentasi bisnis dilakukan secara
sederhana terhadap para distributor dan juga para pelanggan, salah satunya dalam
bentuk promosi (yang secara langsung atau tidak langsung tersiratkan proses
presentasi bisnis) kepada distributor dalam rangka menjalin kerjasama yang baik
dan kontinyu dan terhadap para pelanggan guna mendapatkan kepercayaan,
membangun brand perusahaan dan semacamnya. Bentuk promosi dilakukan
dengan cara pembagian kalender bagi para pelanggan, menyebar brosur,
memberikan kupon undian, mengikuti lomba-lomba atau event tertentu dengan
mendonasikan dana atas nama perusahaan.
Secara subjektif pemilik perusahaan UD Kurnia Tani memandang bahwa
terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam dunia
bisnis yaitu kejujuran, upaya memperbanyak relasi, terus mencoba dan berusaha
melakukan yang terbaik dan memiliki motivasi tinggi untuk terus melakukan
pengembangan guna memajukan perusahaan, hal-hal tersebutlah yang mendasari
pihak perusahaan UD Kurnia Tani, baik pemilik perusahaan maupun karyawan
bekerja bersama melakukan pengembangan usaha. Salah satu aspek yang erat
kaitannya dengan pengembangan bisnis yakni tentang negosiasi bisnis yang
dilakukan antara kedua belah pihak.

29

Negosiasi bisnis merupakan proses tawar-menawar dengan jalan


berunding untuk memberi atau menerima guna mencapai kesepakatan bersama
antar satu pihak (kelompok atau organisasi) dnngan pihak lain. Negosiasi yang
dilakukan oleh UD Kurnia Tani yakni dengan memberikan tawaran terhadap
tenaga kerja dengan segala fasilitas kerja yang ada, kemudian menarik
kesepakatan bersama. Negosiasi tak hanya dilakukan dalam lingkup eksternal
perusahaan, namun juga lingkup internal perusahaan. Misalnya negosiasi yang
dilakukan antara pemilik perusahaan dengan karyawaannya, termasuk mengenai
pemilihan tenaga kerja, penentuan upah ataupun upah tambahan (bonus) kepada
karyawan, terlebih jika karyawan berperan aktif dalam memberikan ide atau
inovasi terhadap perusahaa. Proses negosiasi berkaitan dengan pemilihan
karyawan dilakukan secara subjektif oleh pemilik perusahaan UD Kurnia
Tanidengan segala pertimbangan yang ada, sedangkan untuk upah dan bonus yang
oleh pemilik UD Kurnia Tani yakni disesuaikan dengan kebutuhan karyawan,
pada dasarnya setiap hari kerja terdapat uang tambahan untuk makan. Selain itu,
karena karyawan dianggap sebagai bagian dari keluarga maka pimpinan setiap
Hari Raya Idul Fitri terdapat bonus berupa baju lebaran dan perlengkapan
pendukung lainnya.
Negosiasi penting untuk dilakukan, namun tetap perlu mempertimbahkan
hal-hal dibalik proses negosiasi. Pemilik UD Kurnia Tani yang juga sebagai
pimpinan perusahaan memaparkan bahwa terdapat hal-hal yang harus dilakukan
dalam bernegosiasi yakni antara lain mengenal karakter client atau pihak lawan
dalam bernegosiasi, menyesuaikan dengan latar belakang pendidikan dan sosial
lawan bicara, sehingga dapat menyesuaikan serta mengajak lawan bicara untuk
bernegosiasi dan yang hal tersebut akan mengantarkan pada tercapainya tujuan
negosiasi.
Pencapaian tujuan perusahan berupa keuntungan (provit) perusahaan,
selain adanya kegiatan-kegiatan seperti halnya negosiasi, juga didukung oleh
kegiatan penunjang lainnya, misalnya berupa penentuan strategi pasar. Startegi
pasar yang dilakukan UD Kurnia Tani dimulai dengan promosi, dan dikuatkan
dengan pelayanan yang memuaskan para pelanggan. Staregi pemasaran juga kerap

30

kali dilakukan yakni salah satunya dengan membangun brand positive


perusahaan, meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan, sehingga para
pelanggan dapat secara langsung maupun tak langsung turut memasarkan produk
meski hanya melalui promosi dan persuasi dari mulut ke mulut. Proses tersebut
dirasa cukup efektif. Indikatornya adalah dengan bertambahnya seiring
berjalannya waktu. Begitupun umpan balik pelanggan yang diberikan kepada
perusahaan dengan cara setia terhadap perusahaan. Umpan balik yang dilakukan
pelanggan adalah dengan selalu berbelanja ke UD Kurnia Tani. Perusahaan
menanggapi tindakan pelanggan tersebut dengan meningkatkan pelayanan dan
jaminan tanggap konsumen. Jaminan tanggap konsumen adalah kondisi dimana
perusahaan menyediakan kebutuhan konsumen sesuai dengan permintaan
konsumen.
4.3 Strategi Pengembangan UD Kurnia Tani
Strategi pengembangan suatu aspek yang penting dalam pengembangan
suatu usaha. Strategi pengembangan setiap perusahaan harus mempunyai cara
pandang sendiri terhadap jenis usaha yang akan dikelolanya agar dapat
dikendalikan dengan baik. UD Kurnia Tani memiliki rencana pengembangan yaitu
berniat untuk mendirikan cabang diberbagai daerah, namun masih terkendala
dalam hal modal karena untuk membuka cabang membutuhkan modal yang besar.
UD Kurnia Tani saat ini meningkatkan strategi-strategi pengembangan perusahaan
yang dilakukan dimulai dengan cara promosi terhadap pihak-pihak terkait atau
pihak manapun yang dirasa memiliki potensi untuk mendukung pengembangan
usaha. Misalnya dengan mendekati para kelompok tani yang ada, bekerjasama
dengan mereka. Promosi dan persuasif terhadap client atau para distributor yang
bekerjasama dengan perusahaan guna membangun kepercayaan dan memperkuat
jalinan kerjasama.
Strategi negoisasi yang dilakukan UD. Kunia tani dengan distributor
pupuk dan obat-obatan adalah win-win. Artinya UD. Kurnia Tani dan distributor
pupuk dan obat-obatan mengingingkan kesepakatan yang saling menguntungkan
dari kedua pihak. Negoisasi juga dilakukan oleh pemilik perusahaan ketika

31

anjangsana atau dipanggil konsultasi langsung ke tempat lokasi usahatani


pelanggan,

disana

pemilik

perusahaan

memberikan

konsultasi

sembari

memberikan tawaran mengenai produk-produk yang dimiliki. Pemilik perusahaan


tidak memaksa pelanggan untuk membeli produk yang dijualnya sehingga strategi
yang gunakan adalah lose-win yaitu pemilik perusahaan sengaja mengalah tanpa
pamrih untuk nantinya pelanggan kemungkinan di kemudian hari akan membeli
produk yang dijualnya.
Program-program yang dilakukan oleh UD Kurnia Tani dalam
mengembangkan perusahaannya dilakukan dengan rencana yang matang baik
dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Program pengembangan jangka
pendek dengan melakukan peningkatan kelengkapan produk-produk yang ada di
perusahaan.

Program

pengembangan

jangka

panjang

dilakukan

dengan

mengumpulkan modal usaha untuk mendirikan cabang baru. Rencana jangka


pendek maupun jangka panjang merupakan salah satu program yang direncanakan
oleh UD Kurnia Tani dalam meningkatkan usahanya.
Bentuk-bentuk strategi pengembangan yang dilakukan oleh UD Kurnia
Tani yaitu dengan cara promosi, peningkatan kualitas dan kelengkapan produk
dan peningkatan modal usaha pengembangan, salah satu bentuk strateginya
sebagai berikut:
1.

Memberikan Kalender: pemberian kalender ini merupakan suatu bentuk


umpan balik yang dilakukan oleh UD Kurnia Tani karena telah membeli
produknya. Tujuan dari pemberian kalender agar konsumen selalu mengingat
UD Kurnia Tani.

2.

Konsultasi: konsultasi ini dilakukan kepada seluruh konsumen UD Kurnia


Tani. Pelaksanaannya biasanya dilakukan tatap muka secara langsung di UD
Kurnia Tani. Pemilik usaha biasanya menerima keluhan konsumen terkait
tanaman yang ditanamnya kemudian memberikan solusi terkait dengan
masalah tersebut. Konsultasi tersebut merupakan salah satu strategi
pengembangan agar konsumen puas dengan UD Kurnia Tani.

3.

Anjangsana: biasanya langsung dilakukan di tempat lapang. pelaksanaannya


biasanya konsumen menelpon pemilik usaha UD Kurnia kemudian meminta

32

untuk melihat secara langsung keadaan tanamannya kemudian pemilik usaha


memberikan rekomendasi terkait dengan pupuk maupun obta-obat pertanian,
dari rekomendasi tersbut pemilik usaha sedikit menyelipkan candaan apabila
mau membeli pupuk atau obat-obat pertanian langsung saja datang di UD
Kurnia Tani, dengan begitu konsumen aan terpengaruh dan akan membeli
produk di UD Kurnia Tani.
4.

Memberikan harga yang murah: UD Kurnia Tani memberikan harga yang


murah terkait produk-produk tertentu.

5.

Memberikan sumbangan ketika terdapat acara di daerah Patrang misalnya


ketika ada acara pengajian, UD Kurnia Tani berkontribusi dengan memberi
bantuan tambahan dana dengan atas nama UD Kurnia Tani.
Strategi-strategi tersebut sangat berpengaruh terhadap UD KurniaTani.

Strategi tersebut dapat meningkatkan penjualan produk-produk pertanian yang


terdapat di UD Kurnia Tani. Strategi tersebut selain meningkatkan penjualan
produk dari UD Kurnia Tani juga dapat meningkatkan rasa puas terhadap
pelayanan yang diberikan terhadap konsumen, dengan begitu konsumen akan
merasa dilayani dengan sebaik-baiknya. Meningkatkan rasa puas terhadap
konsumen juga berpengaruh terhadap peningkatan produk-produk yang dijual di
UD Kurnia Tani. Karyawan UD Kurnia Tani sangat mendukung program yang
direncanakan oleh pemilik usaha, dengan cara melakukan peningkatan kinerjanya.
Mendirikan suatu usaha sangat penting untuk mempertimbangkan dalam
melakukan

strategi

pengembangan

untuk

sebuah

perusahaan.

Strategi

pengembangan yang dilakukan oleh UD Kurnia Tani yaitu dengan cara:


1.

Modal Usaha
Modal usaha merupakan suatu nyawa dalam membangun suatu usaha karena
itu strategi pengembangan harus disesuaikan dengan modal yang dimiliknya.

2.

Lokasi Usaha
Penentuan lokasi usaha sangat penting karena akan berdampak pada strategi
pengembangan yang dijalankan. Misalnya ingin menggunakan strategi
pengembangan dengan media promosi brosur, namun para konsumennya

33

tidak bisa baca maka tidak efektif. oleh karena itu harus disesuaikan dengan
keadaa lokasi usaha.
3.

Kualitas Karyawan
Strategi pengembangan harus sejalan dengan sumberdaya manusia yang
dimilikinya. Oleh karena itu, kualitas SDM sangat penting dalam
mengembangkan suatu usaha.
Strategi pengembangan dapat dilaksanakan dengan baik apabila antara

pemilik usaha UD Kurnia Tani bekerjasama dan berkoordinasi agar tidak terdapat
kesalahan dalam menerapakan strategi yang ditetapkan oleh perusahaan. Strategi
yang dilakukan di UD Kurnia Tani cukup efektif. Faktor-faktor yang mendukung
keberhasilan strategi pengembangan UD Kurnia Tani terdapat dua Faktor yaitu
faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa kesiapan mental dan
modal usaha. Faktor eksternal terkait relasi dan dukungan dari client sampai
dengan para pemangku kebijakan.
Kendala-kendala yang dihadapi oleh pihak UD Kurnia Tani yaitu salah
satunya Keterbatasan waktu, karena pemilik perussahaan UD Kurnia Tani juga
bekerja sebagai penyuluh pertanian, selain itu pemilik perusahaan UD Kurnia Tani
yang sekaligus menjadi pimpinan perusahaan sedang menjalani studi pasca
sarjana di Unversitas Jember. Cara mengatasinya yaitu dengan cara meningkatkan
intensitas sharing terhadap pihak-pihak yang mendukung UD Kurnia Tani untuk
meningkatkan kerjasama agar lebih erat lagi, mulai dari keluarga sebagai
pendukung pertama dan utama dalam perkembangan UD Kurnia Tani, selanjutkan
kepada relasi-relasi yang sekiranya dapat membantu usaha Kurnia Tani menjadi
berkembang.

34

BAB 5. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1. Sistem komunikasi yang terjadi di UD Kurnia Tani terdiri dari komunikasi
internal dan eksternal. Komunikasi internal yang dilakukan oleh UD Kurnia
Tani yaitu komunikasi antara atasan ke bawahan dan antar karyawan maupun
dari bawahan ke atasan. Komunikasi eksternal dilakukan antara pihak
perusahaan dengan mitra bisnis yaitu CV Tiga Daya Satama.
2. Presentasi bisnis UD Kurnia Tani terdiri dari negosiasi dan promosi produk.
Negosiasi perusahaan dilakukan dengan perusahaan mitra, kios-kios dan
dengan karyawan. Kegiatan promosi dilakukan dengan mempromosikan
produk perusahaan kepada konsuumen malelui pemberian kalender dan
brosur.
3. Bentuk strategi pengembangan yang dilakukan UD Kurnia Tani terdiri dari
cara promosi, peningkatan kualitas dan kelengkapan produk dan peningkatan
modal usaha pengembangan.

35

5.2 Saran
1. Bagi pemerintah, diharapkan dapat memberikan kebijakan-kebijakan yang
menguntungkan bagi kios terkait pengembangan usaha distribusi pupuk dan
2.

obat-obat pertanian.
Bagi distributor, dapat meningkatkan kinerja antar karyawan guna

3.

tercapainya tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.


Bagi mahasiswa, dapat digunakan sebagai sarana
pembelajaran terkait komunikasi bisnis.

dan

informasi