Anda di halaman 1dari 14

Metode Analisis untuk Mendukung

Perencanaan Tata Ruang

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH


DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG

Tiara Chika Maulida


10070312002

Fisik
Metode Analisis Kesesuaian Lahan
Menggambarkan kondisi topografi suatu wilayah yang akan direncanakan.

Peta SPL
Setelah
didapatkan
Peta SPL hasil dari metode
overlay diatas, dilakukan
penghitungan skor untuk
setiap SPL yang didapatkan
dan cocokkan termasuk
kedalam kesesuaian lahan
kawasan
lindung
atau
kawasan budidaya.

Analisis Daya Dukung Lahan


Suatu cara untuk mengetahui seberapa besar luas wilayah yang dapat
dikembangkan dengan aman dan tidak memiliki limitasi. Limitasi yang
dimaksud adalah daerah rawan bencana dan daerah kawasan lindung.
Cara menghitung daya dukung lahan dalah adalah hasil pengurangan
dari luas lahan kecamtan dikurangi dengan luas lahan kawasan lindung
dan kawasan rawan bencana

Analisis daya tampung


Kemampuan lingkungan untuk menampung/
meyerap komponen lain yang masuk atau
dimasukan di dalam wilayah tersebut

Kependudukan
Regresi linear
Cara ini dianggap penghalusan cara
ekstrapolasi garis lurus, karena garis
regresi memberikan penyimpangan
minimum atas data penduduk masa
lampau (dengan mengganggap ciri
perkembangan penduduk di masa
lampau berlaku unsuk masa mendatang)

Bunga berganda
Dalam metode ini diperkirakan
jumlah didasarkan atas adanya
tingkat pertambahan penduduk
pada tahun sebelumnya yang
relatif berganda dengan sendirinya

Kurva Polinomial
Asumsi dalam metode ini
adalah kecenderungan
dalam laju pertumbuhan
penduduk dianggap tetap
atau dengan kata lain
hubungan masa lampau
digunakan untuk
memperkirakan
perkembangan yang akan
datang
Kepadatan
Penduduk
Kepadatan penduduk dilakukan untuk melihat ketersediaan atau
kemampuan lahan untuk menampung jumlah penduduk yang semakin
lama semakin bertamba

Sebaran Penduduk
Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah,
untuk mengetahui apakah penduduk tersebut tersebar merata atau tidak. Kepadatan penduduk
erat kaitannya dengan kemampuan wilayah dalam mendukung kehidupan penduduknya

Ekonomi
Analisis
LQ melengkapi analisis
untuk
lain yaitu shift share analysis.
Dimana :
LQ biasa digukanan untuk
Si : Pendapatan, nilai produksi sektor tertentu di wilayah tersebut
mengunjukkan lokasi
S : Total pendapatan, nilai produksi di wilayah tersebut
Ni : Pendapatan, nilai produksi sektor tertentu di wilayah perbandingan yang
permusatan/basis. Metode
lebih luas
N : Total pendapatan, nilai produksi di wilayah perbandingan yang lebih luas
perhitungan dalam analisi LQ
Suatu sektor
dikatakan
sektor basis dan nonadalah
sebagai
berikut
basis dilihat dari hasil analisis. Sektor tersebut
dikatakan basis jika nilai lq diatas 1 (LQ>1) dan
dikatakan non-basis jika nilai lq di bawah
1( LQ<1).

T1
T0
x..
besar
xij
besar
x.i

: Tahun Terakhir
: Tahun Awal
: Total seluruh sector pada wilayah yang lebih
: Total sector tertentu pada wilayah yang lebih
: Total Sektor tertentu pada wilayah yang kecil

Analisis Shift
Share
Dengan menggunakan Analisis
Shift Share terdapat syarat data
yang digunakan diantaranya, data
yang sering digunakan untuk
analisis, antara lain : PDRB, nilai
tambah, penduduk dan
penggunaan lahan yang dapat
dibagi-bagi dalam aktifitas-

Sarana

Memperkirakan kebutuhan sarana pendukung kegiatan masyarakat pada


masa masa yang akan datang. Ditentukan berdasarkan jumlah penduduk
hasil proyeksi. Oleh karena itu penduduk dan ketersediaan sarana sangat
mempengaruhi jumlah fasilitas yang dibutuhkan. Dalam menentukan jumlah
sarana yang akan dibutuhkan berpedoman pada standard yang telah
ditetapkan yaitu, Standard Nasional Indonesia (SNI 03-1733-2004).

Sarana Permukiman
Sarana Pendidikan
Sarana Pemerintah
Sarana Pemakaman

Sarana Perdagangan
Sarana Peribadatan
Sarana Kesehatan
Sarana Olahraga

Prasarana
Membandingkan keadaan prasarana yang ada dengan standar perencanaan
yang berlaku, dan memperkirakan kebutuhan prasarana dimasa mendatang
sesuai dengan standar perencanaan dan perubahan penduduk. Analisis
prasarana ini berbanding lurus dengan jumlah penduduk, jika jumlah
penduduk meningkat maka prasarana pun akan meningkat dan sebaliknya

Prasarana Air
TersedianyaBersih
jaringan kota atau lingkungan sampai dengan sambungan rumah
Adanya sumber mata air, air tanah
SR diharapkan melayani 30% total penduduk dengan kebutuhan 60 l/o/h
KU diharapkan melayani 70% total penduduk dengan kebutuhan 30 l/o/h
KebutuhanPrasarana
non domestik 20% dari total kebutuhan domestic

Telekomunikasi
Prasarana
Tersedianya jaringan telpon lingkungan dan jaringan unit hunian.
Telekomunikasi

Telpon umum harus mudah terlihat dan mudah dijangkau 1 telepon umum MPP
500 orang

Prasarana
Tersedianya jaringan listrik lingkungan dan jaringan listrik unit hunian
Telekomunikasi

Setiap unit hunian mendapatkan daya listrik minimun 450 V A dan disesuaikan dengan kebutuhan tiap unit
hunian
Diasumsikan 1 rumah terdiri dari 1 KK dan 1 unit bangunan daya minimumnya yaitu 900 watt.

Prasarana
Persampahan
Menghitung
volume sampah dengan asumsi 0,002 M3 o/h atau
2,5 kg/o/h
Menentukan jumlah TPS berdasarkan jangkauan pelayanan dan
frekwensi pengangkutan.

Menghitung jumlah air limbah denganPrasarana


asumsi 80
Air %
dari total kebutuhan air bersih.
Limbah
Menentukan sistem pembuangan air limbah dengan
melihat
kondisi
topografi,
sehingga
sistem
pembuangan air limbah dapat ditentukan dengan
dengan melihat kondisi setempat
Contoh
Perhitungan
Prasarana
Limbah

Transportasi
Memudahkan untuk meprediksi kebutuhan yang diperlukan dalam system
kawasan perencanaan sehingga memudahkan dalam membuat konsep
perencenaan untuk system pergerakan kawasan tersebut
Analisis kapasitas
jaringan jalan

Mengetahui Tingkat pelayanan


berdasarkan kondisi jalan. Hal
ini dilakukan untuk tingkat
penanganan untuk ruas-ruas
jalan yang ada di wilayah
perencanaan dari hasil
pengamatan.

Matrik Asal Tujuan Pola


Pergerakan Orang dan
Barang
untuk mengetahui
tingkat pergerakan orang
dan barang. Biasanya
MAT ini menunjukan
pusat kegiatan dimana
banyak aktivitas yang
terjadi

Analisis Kondisi
jaringan Jalan
Mengetahui Tingkat pelayanan berdasarkan
kondisi jalan dilihat dari kondisi jalan

Gravitasi
Membahas mengenai ukuran dan jarak
antara pusat pertumbuhan dengan daerah
sekitarnya

Lanjutan Transportasi

Aksesibilitas
mengetahui kenyamanan atau kemudahan mengenai cara lokasi tata guna lahan
berinteraksi satu sama lain dan mudah atau susah nya lokasi tersebut dicapai
melalui sistem jaringan transportasi.
Setiap lokasi geografis yang berbeda memiliki tingkat aksesibilitas yang berbeda hal ini
disebabkan perbedaan kegiatan dari masing-masing tata guna lahan

Kebijakan
Analisis Kebijakan bertujuan untuk mengetahui posisi wilayah studi dalam
skala regional. Karena wilayah studi berskala kecamatan yaitu kecamatan
sukalarang maka wilayah regionalnya adalah Kabupaten Sukabumi

RTRW Propinisi Jawa Barat


RTRW Kabupaten Sukabumi,
menjelaskan bahwa
Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Daerah (RPJPD)
Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD)

Kelembagaan
Komponen penting dalam menentukan perkembangan
suatu wilayah.
Data kelembagaan berupa data sekunder dari profil
desa dan wawancara yang dilakukan untuk mengetahui
tujuan fungsi dan pendapatan masing masing
perangkat desa. Untuk menganalisis sistem
kelembagaan suatu wilayah digunakan teknik
wawancara pada narasumber dan melakukan
penyesuaian dengan tupoksi yang terdapat di Desa
Sukalarang apakah sudah berjalan dengan tupoksinya
atau tidak.
Organisasi formal (pemerintahan) dan Organisasi
Non formal (non pemerintahan).

Keuangan
Analisis yang digunakan untuk mengetahui keuangan pada suatu daerah
dilakukan dari hasil wawancara pada narasumber yang selanjutnya
disesuaikan dengan kebijakan dan teori yang bersangkutan. Pada studi
kasus analisis keuangan ini terdapat di Desa Sukalarang. Keuangan
terbagi menjadi 2 (dua), yaitu : Pembiayaan Pembangunan dan Sumber
Pembiayaan. Dalam mengatur sumber keuangan, pemerintah melakukan
suatu kegiatan dengan memberikan fasilitas-fasilitas tertentu kepada
masyarakat agar mendapatkan pendapatan untuk pemerintah itu sendiri.

Pendapatan daerah adalah hak Pemerintah Daerah


yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih dalam
periode tahun bersangkutan. Sumber pendapatan daerah terdiri
atas :
Pendapatan Asli Daerah, terdiri atas :
Pajak Daerah;
Retribusi Daerah;
Hasil Perusahaan dan Hasil Kekayaan Daerah yang dipisahkan;
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah.
Dana Perimbangan, terdiri atas :

Dana Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak;


Dana Alokasi Umum;
Dana Alokasi Khusus.
Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah, terdiri
atas :
Pendapatan Hibah dari Pemerintah atau
Kontijensi;
Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah
Daerah Lainnya;
Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus;
Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerntah
Daerah Lainnya.