Anda di halaman 1dari 38

RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN

SINERGITAS TIGA PILAR


PENGEMBANGAN MANAJEMEN APARATUR
BERBASIS KOMPETENSI
DI PROVINSI JAWA TENGAH

Nama
NDH
Instansi

Oleh :
: HERRU SETIADHIE, SH., M.Si.
: 25
: Badan Pendidikan Dan Pelatihan
Provinsi Jawa Tengah

DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT I


ANGKATAN XXX
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
2015

1. JUDUL
Sinergitas Tiga Pilar

Pengembangan Manajemen Aparatur Berbasis

Kompetensi di Provinsi Jawa Tengah


2. DESKRIPSI
Pada era reformasi yang sudah berjalan lebih dari Satu dasawarsa ini,
penyelenggraan pemerintahan berorientasi pada upaya pelayanan kepada
masyarakat.

Upaya

peningkatan

pelayanan

kepada

masyarakat

yang

diselenggarakan oleh seluruh komponen penyelenggara negara merupakan


penerapan paradigma good governance pada era reformasi hingga saat ini.
Osborne dan Gaebler (2000) menyatakan proses reformasi publik pada dasarnya
penumbuhan semangat kewirausahaan dalam diri aparatur pemerintah, jiwa ini
akan mendorong sektor publik melakukan berbagai upaya perbaikan dan
perubahan yang mendasar dalam praktek penyelenggaran pemerintahan. Oleh
karena itu pengembangan kualitas dan kapabilitas sumber daya manusia perlu
diupayakan secara terus menerus dan sistematis.
Tuntutan kuat yang dilakukan oleh publik kepada Pemerintah untuk
melaksanakan penyelenggaraan clean government dan good governance adalah
sejalan dengan dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat, disamping
adanya pengaruh dari Globalisasi. Arus globalisasi yang pada saat ini
mengarahakan seluruh komponen penyelenggara negara melakukan perubahan
paradigma. Semua perubahan paradigma tersebut perlu diantisipasi oleh seluruh
penyelenggara pemerintahan, terutama bagi para kepala daerah khususnya
dalam hal pengembangan kapasitas sumber daya manusia di setiap tingkatan
jajarannya menjadi suatu prioritas yang harus segera diimplementasikan. Hal ini
disebabkan pula karena masyarakat Indonesia lebih dikenal sebagai masyarakat
yang kental dengan pola patronase, maka inisiatif perubahan masyarakat selama
ini lebih banyak datang atau sering dilakukan oleh pemerintah. Dengan kata lain,
pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan lebih mendasarkan pada model
administrative state. Hal ini merefleksikan bahwa Pemerintah Indonesia dengan
segenap aparaturnya pada era reformasi ini mengemban tugas penting sebagai
agen perubahan masyarakat.
Aparatur pemerintah sebagai agen perubahan masyarakat diharapkan
mampu

berperan

sebagai

inovator,

motivator

dan

dinamisator

dalam
1

pembangunan. Sehingga muncul aksioma, jika akan mengembangkan sumber


daya manusia Indonesia, maka terlebih dahulu harus dipersiapkan sumber daya
manusia

dari

penyelenggara

pemerintahan

agar

mampu

memberikan

memerankan tugasnya sebagai agen pembangunan dengan baik, sebab dengan


langkah yang dinilai strategis tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan
kualitas manusia Indonesia seutuhnya secara menyeluruh.

Dengan demikian,

pemerintahan mempunyai peranan yang semakin penting dalam masyarakat,.


Sehingga dapat dikatakan apabila penyelenggara pemerintahan (birokrasi) dan
proses pembangunan merupakan dua hal yang saling mempengaruhi.
Kualitas sumber daya manusia inilah yang merupakan salah satu faktor
yang dapat menjadi suatu permasalahan, karena selalu mempengaruhi tingkat
keberhasilan atau kegagalan dalam proses penyelenggaraan pembangunan, atau
dapat

dikatakan

merupakan

bentuk

kinerja

birokrasi

pemerintah

dalam

memberikan pelayanan publik. Pelayanan publik terus diupayakan salah satunya


adalah dengan peningkatan sumber daya manusia lembaga pemerintah.
Mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun
2014 Tentang Pemerintahan Daerah sebagai bentuk perubahan UndangUndang

Nomor

32

Tahun

2004

tentang Pemerintahan Daerah. Pada

penjelasan di bagian umum ditujukan untuk mendorong lebih terciptanya daya


guna

dan

hasil

guna

penyelenggaraan

Pemerintahan

Daerah

dalam

menyejahterakan masyarakat, baik melalui peningkatan pelayanan publik


maupun melalui peningkatan daya saing Daerah. Perubahan ini bertujuan
untuk

memacu

sinergi

dalam

berbagai

aspek

dalam

penyelenggaraan

Pemerintahan Daerah dengan Pemerintah Pusat.


Dalam upaya tersebut di atas titik fokus utamanya adalah adanya jaminan
pelayanan publik yang disediakan Pemerintah Daerah kepada masyarakat.
Untuk itu setiap Pemerintah Daerah wajib membuat maklumat pelayanan
publik sehingga masyarakat di Daerah tersebut tahu jenis pelayanan publik
yang disediakan, bagaimana mendapatkan aksesnya serta kejelasan dalam
prosedur dan biaya untuk memperoleh pelayanan publik tersebut serta adanya
saluran keluhan manakala pelayanan publik yang didapat tidak sesuai dengan
standar yang telah ditentukan.
Peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia pada lembaga pemerintah
dalam hal ini Aparatur Sipil Negara merupakan salah satu kegiatan strategis.
2

Dikatakan strategis dikarenakan fungsi lembaga pemerintah dijalankan guna


menjalankan mewujudkan fungsi pemerintah dalam upaya

mewujudkan

kesejahteraan masyarakat. Dalam suatu lembaga pemerintahan terdapat


pelaksanaan tugas-tugas penyelenggaraan pemerintahan dengan 3 (tiga) fungsi
utama penyelenggaraan antara lain :
a. fungsi administratif yang berkaitan dengan berbagai persoalan kegiatan
administrasi pemerintahan,
b.

fungsi

pembangunan

yang

menyangkut

proses

terencana

untuk

melaksanakan proses perbaikan dan pembangunan dalam meningkatkan


kesejahteraan masyarakat
c. fungsi pelayanan masyarakat

(public service) yang menyangkut bagaimana

pemerintah menjadi fasilitator atas kepentingan masyarakat.


Secara normatif guna pencapaian tujuan yang diamanahkan pada
Undang-Undang

Republik

Indonesia

Nomor

23

Tahun

2014

Tentang

Pemerintahan Daerah, salah satunya adalah dengan diterbitkannya UndangUndang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil
Negara. Mengutip penjelasan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5
Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara didalamnya dituangkan pemahaman
upaya kongkrit mewujudkan tujuan nasional. Dalam upaya pencapaian tujuan
nasional, dibutuhkan

Pegawai ASN. Pegawai ASN diserahi tugas untuk

melaksanakan tugas pelayanan publik,


pembangunan

tertentu.

Tugas

tugas pemerintahan, dan tugas

pelayanan

publik

dilakukan

dengan

memberikan pelayanan atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif


yang disediakan Pegawai ASN. Adapun tugas pemerintahan dilaksanakan
dalam rangka penyelenggaraan fungsi umum pemerintahan yang meliputi
pendayagunaan :
a. kelembagaan,
b. kepegawaian, dan
c. ketatalaksanaan.
Untuk dapat menjalankan tugas pelayanan publik, tugas pemerintahan,
dan tugas pembangunan tertentu, Pegawai ASN harus memiliki profesi dan
Manajemen ASN yang berdasarkan pada Sistem Merit atau perbandingan
antara kualifikasi, kompetensi, dan kinerja yang dibutuhkan

oleh

jabatan

dengan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja yang dimiliki oleh calon dalam
rekrutmen, pengangkatan, penempatan, dan promosi pada jabatan yang
3

dilaksanakan secara terbuka dan kompetitif, sejalan dengan tata kelola


pemerintahan yang baik.
Langkah lebih lanjut sebagai upaya operasional dalam upaya mewujudkan
cita-cita yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang
Aparatur

Sipil

Negara,

Pemerintah

mengajukan

Rancangan

Peraturan

Pemerintah Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Mengutip penjelasan


pada Rancangan Peraturan Pemerintah Tentang Manajemen Pegawai Negeri
Sipil ini diarahkan sebagai upaya mewujudkan tujuan nasional melalui
pengelolaan Pegawai Negeri sipil. Pengelolaan PNS ini bertujuan untuk
peningkatan capaian hasil pelaksanaan tugas pelayanan

publik, tugas

pemerintahan, dan tugas pembagunan tertentu.


Rancangan Peraturan Pemerintah Tentang Manajemen Pegawai Negeri
Sipil meskipun belum ditetapkan, namun merupakan tonggak penting yang
menjadi pemicu bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah utamanya terkait dengan
upaya pengembangan kapasitas SDM aparatur. Seperti kitas sadari bersama
bahwa keberhasilan pembangunan secara umum akan banyak ditentukan oleh
kesiapan

SDM

aparatur.

SDM

aparatur

dituntut

memiliki

kemampuan,

keterampilan yang baik, wawasan luas, disiplin tinggi dan dalam menjalankan
fungsinya didasari oleh komitmen atas kepentingan masyarakat.
Harapan akan pencapaian suatu hasil yang lebih baik dari usaha-usaha
seorang SDM aparatur akan mendorongnya memberikan kontribusi terhadap
pencapaian hasil organisasinya. Apabila hasil yang dicapai organisasi melalui
usaha para pegawai mengalami peningkatan berarti mengisyaratkan suatu tingkat
keberhasilan yang dicapai oleh organisasi tersebut. Capaian keberhasilan pada
organisasi pemerintah diupayakan semaksimal mungkin dengan kegiatan
peningkatan

peningkatan

kompetensi

SDM

Aparatur

sebagai

upaya

pengembangan SDM aparatur.


Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan hal yang sangat
vital untuk dilakukan oleh suatu organisasi sebagai bentuk adaptasi terhadap
lingkungan. Dengan SDM yang berkualitas tentu saja akan meningkatkan
produktivitas kerja dari suatu organisasi Pengembangan SDM merupakan unsur
penting dari berbagai upaya perusahaan untuk bersaing pada perekonomian
yang baru, memenuhi tantangan

persaingan global dan perubahan sosial,

menyertakan kemajuan teknologi dan perubahan perancangan pekerjaan (Noe et


all, 2014).
4

Upaya kongkrit pengembangan SDM mencakup upaya peningkatan


pengetahuan, keterampilan, kemampuan, serta sikap atau tingkah laku karyawan.
Gouzali (2000) dalam Kadarisman (2013) mengemukakan bahwa pengembangan
SDM (Sumber Daya Manusia) merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan
organisasi,

agar

pengetahuan

(knowledge),

kemampuan

(ability),

dan

keterampilan (skill) mereka sesuai dengan tuntutan pekerjaan mereka. Upaya


pengembangan SDM ini diharapkan dapat memperbaiki dan mengatasi
kekurangan mereka dalam melaksanakan pekerjaan dan menyesuaikan dengan
perkembangan ilmu dan teknologi.
Hasibuan (2005) mengatakan bahwa pengembangan adalah suatu usaha
untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual dan moral karyawan
sesuai dengan kebutuhan pekerjaan/jabatan melalui pendidikan dan latihan.
Pengembangan adalah fungsi operasional kedua dari manajemen personalia.
Pengembangan karyawan (baru/lama) perlu dilakukan secara terencana dan
berkesinambungan. Agar pengembangan dapat dilaksanakan dengan baik, harus
lebih dahulu ditetapkan suatu program pengembangan karyawan.
Barthos (1990) menyebutkan bahwa program pengembangan karyawan
hendaknya disusun secara cermat dan didasarkan pada metode - metode ilmiah
serta berpedoman pada keterampilan yang dibutuhkan perusahaan atau kantorkantor pemerintah. Pengembangan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan
teknis, teoritis dan moral pegawai.

Program pengembangan disusun secara

teratur dan cermat yang didasarkan pada metode-metode ilmiah serta


berpedoman pada keterampilan yang dibutuhkan perusahaan pada saat ini dan
untuk masa depan.
Keberhasilan organisasi publik secara riil terwujud pada meningkatnya
kualitas pelayanan publik. Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik
tersebut, dituntut sumber daya aparatur yang kompeten, kapabel, profesional,
berintegritas dan berkinerja tinggi. Kondisi Aparatur Sipil Negara seperti itulah
yang akan mampu mewujudkan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan yang
baik. Meninjau beberapa konsep teoritis yang telah disebutkan sebelumnya dan
dikomparasikan dengan kondisi riil pada SDM aparatur di lingkungan Pemerintah
Provinsi Jawa Tengah, ada beberapa hal penting terkait dengan upaya
pengembangan SDM aparatur.
5

Upaya peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara yang telah dilakukan


pada saat ini perlu terus dilaksanakan. Selain itu, pelaksanaan peningkatan
kapasitas Aparatur Sipil Negara juga harus bersinergi dengan kebijakan publik
lainnya.

Penetapan

kebijakan

masyarakat, misalnya,

publik

untuk

meningkatkan

kesejahteraan

menuntut kesiapan SDM aparatur yang memiliki

kompetensi pada sektor terkait kesejahteraan. Demikian pula Aparatur Sipil


Negara sebagai SDM aparatur pemerintah yang bekerja di bidang kebijakan
publik lainnya, juga dituntut agar mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsi
sesuai tanggung jawab lembaganya.
Peningkatan kapasitas aparatur di Provinsi Jawa Tengah diarahkan untuk
semakin

meningkatnya

kualitas/mutu

pelayanan

kepada

masyarakat,

profesionalisme dan produktivitas kinerja aparatur. Namun demikian disadari


bahwa masih banyak per-masalahan terutama menyangkut:
a) Belum optimalnya aparatur dalam memberikan pelayanan dan kemudahan
kepada masyarakat.
b) Belum adanya pemetaan secara menyeluruh SDM aparatur berdasarkan
kompetensi;
c) Belum adanya sinergitas peran dan fungsi instansi terkait (biro Orpeg, BKD,
Badan Diklat) dalam menciptakan SDM yang kompeten.
Untuk menjawab masalah tersebut yang perlu dilakukan adalah meningkatkan
kualitas, kemampuan dan keterampilan sumber daya aparatur di daerah, dimana
salah satu unsur dan menjadi aktor utama yang turut berperan dalam perwujudan
pemerintahan yang bersih (clean government) dan kepemerintahan yang baik
(good governance) adalah melalui pendidikan dan pelatihan serta pembinaan
aparatur melalui birokrasi.
Dalam pembangunan sektor aparatur di daerah, permasalahan
kondisi

riil

kepegawaian,

kelembagaan,
dan

ketatalaksanaan,

sarana

penyusunan/pengusulan

program

prasarana
kegiatan.

manajemen
merupakan
Program

SDM

aparatur,

landasan
kegiatan

dan
bagi

tersebut

merupakan kebijakan yang perlu mendapat perhatian dari Biro Organisasi dan
Kepegawaian, Badan Kepegawaian Daerah, Badan Diklat , serta segenap SKPD
di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam rangka pengelolaan aspek
manajemen SDM aparatur.

Sebagai analisis sementara terkait dengan manajemen SDM aparatur,


terdapat beberapa catatan dalam perencanaan pem-bangunan di Provinsi Jawa
Tengah, antara lain :
a. Penempatan PNS belum seluruhnya berdasar pada syarat kompetensi
jabatan;
b. Pengembangan profesionalisme PNS belum optimal;
c. Pengukuran kinerja pegawai (performance review)

meskipun

sudah

melembaga tetapi pelaksanaannya belum optimal;


d. Kinerja Jabatan belum seluruhnya terevaluasi;
Upaya peningkatan kapasitas SDM aparatur masih akan dilakukan
dengan harapan :
a. Meningkatnya kualitas metoda dan teknik penempatan pegawai berdasar
pada kompetensi jabatan;
b. Meningkatnya profesionalisme PNS dan terwujudnya pemenuhan kebutuhan
pegawai (kuantitas, kualitas, dan distribusi);
c. Lebih optimalnya pengukuran kinerja pegawai (performance review);
d. Lebih terpantaunya Kinerja Jabatan;
Untuk mencapai harapan tersebut di atas, diperlukan inovasi dan
kreatifitas

yang

terstruktur

serta

bersinergi,

antara

Biro

Orpeg,

Badan

Kepegawaian Daerah dan Badan Diklat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa


Tengah dalam Menyusun Arah Kebijakan Pembinaan Dan Pengembangan SDM
Aparatur di Jawa Tengah. Rancangan perubahan ini merupakan bentuk inovasi
dan kreatifitas di bidang manajemen SDM aparatur, dan

di

fokuskan pada

Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Berbasis Kompetensi


di Provinsi Jawa Tengah.
Untuk menganalisa permasalahan dalam rancangan proyek perubahan
ini digunakan model diagnosa Mc Kensay 7 S, karena adanya keterkaitan satu
dengan lainnya yaitu meliputi :
STYLE

SKILL

STUCTUR
E

SHARED
values
SHARED

STAFF

VALUES

VALUES

STRATEGY

SYSTEM

Gambar 1. Model Diagnosis organisasi Mc. Kensay 7 S


Model diagnosa Mc Kensay 7 S terhadap kondisi organisasi yang terjadi saat ini,
kondisi yang diharapkan, penyebab dan konsep terobosan (inovasi) yang akan
dilakukan dapat dilihat dalam Tabel 1.

Tabel 1. Diagnosa Organisasi Perspektif Mc. Kensay 7 S (1982)

INDIKATOR
Style,
(gaya kepemimpinan,
pengambilan
keputusan,
komunikasi)

KONDISI SAAT
INI
Kurang
optimalnya
sinergitas
komunikasi
kepemimpinan
SKPD yang
membidangi
pengembangan
kompetensi
SDM aparatur di
Jawa Tengah
karena belum
terbangunnya
forum
komunikasi

KONDISI YANG
DIINGINKAN
Sinerginya
komunikasi
antar pimpinan
SKPD yang
membidangi
pengembangan
kompetensi
SDM aparatur di
Jawa Tengah
dengan
membentuk
forum
komunikasi tiga
pilar

PENYEBAB
MASALAH
Tersumbatnya
komunikasi
antar pimpinan
SKPD karena
mengutamakan
tupoksi masingmasing

INTERVENSI /
TEROBOSAN
Membentuk
forum
komunikasi
intensif antar
tiga pilar
pimpinan SKPD
yang
membidangi
pengembangan
kompetensi
SDM aparatur
di Jawa Tengah

Kurang
efektifnya
kinerja SKPD
yang
membidangi
pengembangan
kompetensi
SDM aparatur

Efektifnya cara
kinerja SKPD
yang
membidangi
pengembangan
kompetensi
SDM aparatur
dalam

Belum semua
SKPD yang
membidangi
pengembangan
kompetensi
SDM aparatur
membuat
konsep

Membentuk Tim
Perumus
Kebijakan
pengembangan
SDM di Jawa
Tengah

INDIKATOR

Structure,
(Struktur
organisasi,
delegasi,
penjabaran
SOP)

INDIKATOR
Shared
values
(Nilai-nilai
bersama)

Skills,
(standar
kompetensi,
pengemb.
Skill)

KONDISI SAAT
INI
dalam
memberikan
masukan
konsep
kebijakan
Gubernur

KONDISI YANG
DIINGINKAN
memberikan
masukan
konsep
kebijakan
Gubernur

PENYEBAB
MASALAH
kebijakan
Gubernur
sesuai visi dan
misi bersama

INTERVENSI /
TEROBOSAN

Masih ada
tumpang tindih
tupoksi
beberapa
SKPD,
penjabaran
uraian tugas
dan SOP

Setiap SKPD
memiliki tupoksi
yang berbeda
dengan SKPD
lain tetapi saling
mendukung
dengan
penjabaran
uraian tugas
dan SOP
masing-masing

Belum
optimalnya
analisis jabatan
dan beban kerja
sesuai
ketentuan yang
berlaku

Melakukan
penataan
kelembagaan
dan SOTK baru

KONDISI SAAT
INI
Belum adanya
nilai-nilai
bersama
pimpinan tiga
pilar SKPD
yang
membidangi
pengembangan
kompetensi
SDM aparatur

KONDISI YANG
DIINGINKAN
Disepakatinya
nilai-nilai
bersama
pimpinan tiga
pilar SKPD
yang
membidangi
pengembangan
kompetensi
SDM aparatur

PENYEBAB
MASALAH
Kurangnya
kesadaran
pimpinan untuk
membangun
pentingnya nilainilai bersama

INTERVENSI /
TEROBOSAN
Membuat
rumusan nilainilai bersama
pimpinan tiga
pilar SKPD
yang
membidangi
pengembangan
kompetensi
SDM aparatur
dalam bentuk
komitmen
bersama

Pada umumnya
pemangku
jabatan belum
sesuai dengan
kompetensi yg
dipersyaratkan

Pemangku
jabatan harus
sesuai dengan
kompetensi yg
dipersyaratkan

Belum
sinkronnya
anjab dengan
AKD

Hasil Analisis
Jabatan
sebagai acuan
melakukan
Analisis
Kebutuhan Diklat

Alumni diklat
masih belum
terpantau
pemberdayaan
nya

Alumni diklat
terpantau
pemberdayaan
nya

Belum
dilaksanakan
nya Monev
Pemberdayaan
Alumni

Monev
Pemberdayaan
Alumni secara
Online

INDIKATOR
Staff,
(perenc sdm,
rekruitmen,
seleksi,
pembekalan
pegawai
baru,
pengemb
karir)
Strategy,
(strategi
penyediaan
layanan)

INDIKATOR

KONDISI SAAT
INI
Belum
optimalnya
manajemen
SDM mulai
perencanaan,
rekruitmen,
seleksi,
pembekalan
pegawai baru,
pengemb karir

KONDISI YANG
DIINGINKAN
Manajemen
SDM harus
disusun secara
terpadu mulai
dari perenc,
rekruitmen,
seleksi,
pembekalan
pegawai baru,
pengemb karir

PENYEBAB
MASALAH
Belum ada
sinergitas tiga
tiga pilar SKPD
yang
membidangi
pengembangan
kompetensi
SDM aparatur

INTERVENSI /
TEROBOSAN
Implementasi
merit sistem
dalam
pengembangan
karir

Belum adanya
payung hukum
dalam rangka
sinergitas peran
tiga pilar
Pengembangan
Manajemen
Aparatur
Berbasis
Kompetensi

Adanya payung
hukum dalam
rangka
sinergitas peran
tiga pilar
Pengembangan
Manajemen
Aparatur
Berbasis
Kompetensi

Masing-masing
SKPD hanya
mengacu
Pergub tentang
Tupoksi masingmasing,

Penyusunan
Pergub
Sinegritas
Pengembangan
Manajemen
Aparatur
Berbasis
Kompetensi

KONDISI SAAT
INI
Manajemen
SDM bersifat
parsial

KONDISI YANG
DIINGINKAN
Manajemen
SDM yang
bersifat integral

PENYEBAB
MASALAH
Belum adanya
keterpaduan
antar SKPD
yang
membidangi
SDM aparatur

INTERVENSI /
TEROBOSAN
Manajemen
SDM secara
terpadu

System
(sistem
pelayanan
dan
pengelola
keuangan)
(Sumber: Analisis Data Sekunder Hasil FGD, 2015)

Dari analisis pendekatan Mac Kinsay 7 S di atas dapat disimpulkan

bahwa

semua indikator style, structure, system, shared values, skills, staff dan strategy
masih

memerlukan

perbaikan

penyempurnaan

untuk

dapat

mewujudkan

sinergitas tiga pilar pengembangan manajemen aparatur berbasis kompetensi di


Provinsi Jawa Tengah. Dengan demikian rancangan perubahan sebagai bentuk
inovasi dan kreatifitas di fokuskan pada Sinergitas Tiga Pilar Pengembangan
Manajemen Aparatur Berbasis Kompetensi di Provinsi Jawa Tengah.
3. MENTOR
a. Nama
b. NIP
c. Pangkat / Gol.

: H. GANJAR PRANOWO, SH., M.IP.


::10

d. JABATAN
e. Nomor Telepon/HP

: Gubernur Jawa Tengah


: 08156699888

f. E-mail

: ganjar_gub@jatengprov.go.id

a. Nama
b. NIP
c. Pangkat / Gol.
d. Jabatan
e. Nomor Telepon/HP

: Dr. Ir. SRI PURYONO KS, MP.


: 19600229 198603 1 004
: Pembina Utama (IV/e)
: Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah
: 0811276847

f. E-mail

: sripuryono@jatengprov.go.id

4. PROJECT LEADER
a. Nama
b. NIP
c. Pangkat / Gol.
d. Jabatan
e. Nomor Telepon/HP
f. E-mail

: HERRU SETIADHIE, SH., MSi.


: 19601014 198903 1 002
: Pembina Utama Madya (IV/d)
: Kepala Badan Diklat Prov. Jawa Tengah
: 08157702348

: herrusetiadhie14@gmail.com

5. PENTAHAPAN (MILESTONES)
NO
1

MILESTONES
WAKTU
OUTPUT
2
3
4
JANGKA PENDEK
Mewujudkan Peraturan Gubernur tentang sinergitas peran tiga pilar
Pengembangan Manajemen Aparatur Berbasis Kompetensi di Provinsi
Jawa Tengah
Pembentukan
Tim
Efektif Mei (Minggu II s/d Terbentuknya
Tim
Proyek Perubahan (Diklat)
IV)
Efektif Proyek Perubahan
Inventarisasi Calon Anggota
Tim Efektif;

4 Mei 2015

Rancangan Pokja &


Calon Anggota Tim
Efektif;

Konsolidasi SKPD pendukung


Tim Efektif;

7 Mei 2015

Komitmen
menjadi
anggota Tim Efektif;

Penyusunan Rancangan dan


Penerbitan Keputusan Gubernur tentang Tim Efektif Proyek
Perubahan;

8 s/d 20 Mei 2015

Keputusan Gubernur
tentang Tim Efektif
Proyek Perubahan

22 Mei 2015

Penyusunan Jadwal
Pembagian tugas
Kesepakatan Mekanisme kerja Tim &
Laporan
Progres

FGD Pelaksanaan
Perubahan.

Proyek

11

NO

MILESTONES

Validasi data
Diklat
(Pim,
Fungsional)
Update
Diklat;

WAKTU

keikutsertaan Mei (Minggu V) s/d Dokumen Validasi data


Teknis,
&
Juni (Minggu IV)
keikutsertaan
Diklat
(Pim,
Teknis,
&
Fungsional)
25 Mei s/d 10 Juni
2015

Data Kepesertaan
diklat aparatur secara valid;

Sosialisasi hasil validasi data


keikutsertaan Diklat.

23 Juni 2015

Dokumen Sosialisasi
(undangan,
daftar
hadir,
&
materi sosialisasi).

Pelaksanaan
Anjab
untuk
semua jabatan manajerial di
Lingkungan Pemprov Jawa
Tengah

April (Minggu II)


s/d Juni (Minggu
V)

Dokumen awal pelaksanaan analisis jabatan manajerial di


Lingkungan Pemprov
Jawa Tengah

6 s/d 30 April 2015

Dokumen uraian tugas jabatan manajerial

5 Mei s/d 30 Juni


2015

Dokumen hasil analisis uraian tugas


terhadap
kompetensi jabatan manajerial

Mei (Minggu II) s/d


Juni (Minggu IV)

Peraturan Gubernur
tentang
Penyempurnaan Nama JFU
di lingkungan Pemprov Jawa Tengah;
Sosialisasi & Supervisi.

7 Mei 2015

Peraturan Gubernur
tentang Nama JFU
di lingkungan Pemprov Jateng

Data

Kepesertaan

Menetapkan uraian
jabatan manajerial

tugas

Melakukan analisis uraian


tugas terhadap kompetensi
jabatan manajerial

OUTPUT
Kegiatan per Pokja
Review Data Kepesertaan Diklat

Penyempurnaan Nama JFU

Penetapan Nama JFU

12

NO

MILESTONES
WAKTU
Sosialisasi Penetapan Nama
11 s/d 22 Mei 2015
JFU

Supervisi pemakaian Nama


JFU di SKPD lingkup Prov.
Jateng

Dokumen Sosialisasi (undangan, daftar hadir, & materi


sosialisasi).

27 Mei s/d 26 Juni


2015

Dokumen
Hasil
Supervisi Pemakaian Nama JFU

Ke-

Mei (Minggu I) s/d


Agustus (Minggu
III)

Dokumen Analisis Kebutuhan Diklat (AKD)

Identifikasi Unit Kompetensi


Jabatan

5 Mei s/d 10 Juni


2015

Analisis Unit Kompetensi Jabatan

11 Juni s/d 2 Juli


2015

Dokumen
Identifikasi Unit Kompetensi Jabatan
Dokumen
Hasil
Analisis Unit Kompetensi Jabatan

FGD Penetapan Unit Kompetensi Jabatan

7 Juli 2015

Pemetaan Kompetensi Jabatan


Pengembangan model evaluasi
pasca diklat online

13 Juli s/d 14
Agustus 2015

Penyempurnaan model eva-

4 s/d 18 Juni 2015

Pelaksanaan
Analisis
butuhan Diklat (AKD)

luasi pasca diklat

Penyempurnaan SOP model 14 s/d 23 Juli 2015


evaluasi pasca diklat
Sosialisasi

penerapan evaluasi pasca diklat online


kepada peserta diklat yang
sedang berjalan

Penetapan
Unit
Kompetensi
Jabatan
Peta
Kompetensi
Jabatan
Aplikasi evaluasi pasca diklat online

Pembentukan tim supervisi 10 s/d 27 Juli 2015


evaluasi pasca diklat di
kab./kota

OUTPUT

Agustus 2015

Perumusan
Peraturan Mei (Minggu V) s/d
Gubernur
Jateng
tentang Agustus (Minggu
Kebijakan
Pengembangan
II)
Kompetensi SDM Aparatur di
Lingkungan Pemprov Jateng

Model evaluasi pasca diklat yang sudah disempurnakan


Keputusan Kepala
Badan Diklat tentang tim supervisi
evaluasi pasca diklat di kab./ kota
Dokumen SOP model evaluasi pasca
diklat
Dokumen Sosialisasi
(undangan,
daftar
hadir,
&
materi sosialisasi)
Peraturan
Gubernur
tentang
Kebijakan
Pengembangan
Kompetensi
SDM
Aparatur di Lingkung13

NO

MILESTONES
Rapat Persiapan
tukan Tim

WAKTU
pemben-

19 Mei 2015

Penyusunan Keputusan Gu- 26 Mei s/d 10 Juni


2015
bernur tentang Tim Perumus
Kebijakan
Pengembangan
Kompetensi SDM Aparatur di
Lingkungan Pemprov Jateng

Penyusunan
Kebijakan
Pengembangan Kompetensi
SDM Aparatur di Lingkungan
Pemprov Jateng

11 Juni s/d 10
Agustus 2015

OUTPUT
an Pemprov Jateng
Dokumen
(undangan,
hadir).

Rapat
daftar

Keputusan Gubernur tentang Tim


Perumus Kebijakan
Pengembangan
Kompetensi
SDM
Aparatur di Lingkungan
Pemprov
Jateng
Peraturan Gubernur
tentang Kebijakan
Pengembangan
Kompetensi
SDM
Aparatur di Lingkungan
Pemprov
Jateng

JANGKA MENENGAH
Pelaksanaan Pengembangan Manajemen Aparatur Berbasis Kompetensi
di Jawa Tengah
Finalisasi Anjab untuk semua
September
Peraturan
Gubernur
jabatan manajerial di Ling(Minggu I) s/d
tentang Standar Komkungan Pemprov Jawa Tengah
November 2015
petensi jabatan mana(Minggu IV)
jerial di Lingkungan
Pemprov Jawa Tengah
Merumuskan kompetensi jabatan manajerial

01 September s/d
30 Oktober 2015

Penetapan kompetensi jabatan manajerial

Penetapan Peraturan Gubernur tentang Standar Kompetensi jabatan manajerial di


Lingkungan Pemprov Jawa
Tengah

02 s/d 30
November 2015

Peraturan Gubernur
tentang
standar
kompetensi jabatan
manajerial di Lingkungan
Pemprov
Jawa Tengah

5 s/d 9 Oktober
2015

Keputusan Kepala
BKD tentang tim
penyusun petunjuk
teknis pelaksanaan
peningkatan kompetensi aparatur

Pelaksanaan peningkatan kompetensi aparatur


Pembentukan tim penyusun
petunjuk teknis pelaksanaan
peningkatan kompetensi aparatur

14

NO

MILESTONES
Penyusunan petunjuk teknis
pelaksanaan
peningkatan
kompetensi aparatur

WAKTU
12 s/d 30 Oktober
2015

Sosialisasi petunjuk teknis


pelaksanaan
peningkatan
kompetensi aparatur kepada
SKPD

4 November 2015

Penugasan
kepada
para
pemangku jabatan untuk meningkatkan kompetensi melalui
diklat

Januari s/d Mei


2016

Surat Perintah kepada


para
pemangku jabatan untuk meningkatkan
kompetensi melalui
diklat

Finalisasi Analisis Kebutuhan


Diklat (AKD)

Agustus (Minggu
III) s/d Oktober
(Minggu V)

Terselesaikannya Analisis Kebutuhan Diklat


(AKD)

Analisis Peta Kompetensi

18 Agustus s/d 18
September 2015

Dokumen
Hasil
Analisis Peta Kompetensi

Penetapan Kebutuhan Diklat

21 September s/d
30 Oktober 2015

Dokumen Penetapan Kebutuhan Diklat

Implementasi Kebijakan Pe- Juli (Minggu I) s/d


ngembangan SDM oleh tiga Desember (Minggu
pilar SKPD yang membidangi
IV)
pengembangan
kompetensi
SDM aparatur di Lingkungan
Pemprov Jateng

Pengembangan kompetensi SDM aparatur


di
Lingkungan
Pemprov Jateng

Sosialisasi Pergub tentang


Kebijakan
Pengembangan
Kompetensi SDM Aparatur di
Lingkungan Pemprov Jateng

Dokumen Sosialisasi
(undangan,
daftar hadir, & materi sosialisasi)

27 Oktober 2015

Penyusunan Juknis tentang


Seleksi calon peserta Diklat
Pembentukan tim penyusun
petunjuk
teknis
tentang
Seleksi calon peserta Diklat

OUTPUT
Dokumen petunjuk
teknis pelaksanaan
peningkatan kompetensi aparatur
Dokumen Sosialisasi
(undangan,
daftar hadir, & materi sosialisasi)

Tersusunnya
Juknis
tentang Seleksi calon
peserta Diklat
27 Oktober s/d 5
November 2015

Keputusan Sekretaris Daerah tentang tim penyusun


petunjuk teknis ten15

NO

MILESTONES

Penyusunan petunjuk teknis


tentang Seleksi calon peserta
Diklat
Sosialisasi petunjuk teknis
tentang Seleksi calon peserta
Diklat

6 November s/d 7
Desember 2015

10 Desember 2015

OUTPUT
tang Tim Seleksi
Calon
Peserta
Diklat
Dokumen petunjuk
teknis tentang Tim
Seleksi Calon Peserta Diklat
Dokumen Sosialisasi
(undangan,
daftar
hadir,
&
materi sosialisasi)

Jangka Panjang
Sinergitas Pengembangan manajemen aparatur berbasis kompetensi di
Jawa Tengah
Perencanaan Diklat mendasarOktober 2015
Tersusunnya Standar
kan kompetensi jabatan
(Minggu II) s/d
penyelenggaraan dikDesember 2017
lat berbasis kompe(Minggu IV)
tensi
Penyusunan Program Diklat
sesuai usulan SKPD berdasarkan Peraturan Gubernur tentang Standar Kompetensi
jabatan manajerial di Lingkungan
Pemprov
Jawa
Tengah
Sosialisasi program Diklat

WAKTU

6 Oktober s/d 10
Desember 2015

Agenda penyelenggaraan Diklat 2017

15 September
2016

Dokumen Sosialisasi
(undangan,
daftar
hadir, & materi sosialisasi)

Penyelenggaraan Diklat berbasis Standar Kompetensi


jabatan manajerial

Januari s/d
Desember 2017

Terlaksananya Monitoring dan


Evaluasi Pemberdayaan Alumni Diklat secara Online (dimulai
pasca diklat periode Agustus
2015)

Mei s/d Desember


2016

Tersedianya dokumen
pemanfaatan
dan
pemberdayaan alumni
diklat secara online.

Konfirmasi entry data evaluasi


pasca diklat oleh alumni

mulai Mei 2016

Tersedianya
database hasil evaluasi

Kegiatan Diklat

16

NO

MILESTONES

WAKTU

Analisis evaluasi pasca diklat

Penyiapan uji kompetensi bagi


peserta diklat

mulai Juli 2016

OUTPUT
pasca diklat
Dokumen hasil analisis evaluasi pasca
diklat

September
Tersusunnya dokumen
(Minggu IV) s/d
skema sertifikasi dan
Desember (Minggu asesor
I) 2016

Penyiapan skema sertifikasi 19 September s/d Tersusunnya skema


sertifikasi dan asesor
15 November 2016
dan asesor
5 Desember 2016

Sosialisasi

Dokumen Sosialisasi

(undangan,
hadir,
&
sosialisasi)

Pendayagunaan hasil monev


berbasis IT terhadap alumni
Diklat untuk pengembangan
karir/-penempatan
jabatan
sesuai kompetensi.

Melaksanakan Merit
pengembangan SDM

Sistem

daftar
materi

Terlaksananya Merit
Sistem Pengembangan SDM

6. TATA KELOLA PROYEK


6.1 STRUKTUR ORGANISASI

Struktur Organisasi
H. GANJAR PRANOWO, SH.,
M.IP.
Dr. Ir. SRI PURYONO KS, MP.
Project Sponsor

Coac
h

Pokja
1

Drs. Herru
Setiadhie, M.Si
Project
Leader

Pokja
2

Pokja
3

17

6.2 DEKSRIPSI
No

Struktur Organisasi

Dekskripsi Tugas/ Peran

Project Sponsor
Gubernur Jawa Tengah & Sekda Pengarah dan pembimbing dalam
Prov. Jateng
penyusunan proyek perubahan.

Project Leader
Kepala Badan Pendidikan dan
Pelatihan Provinsi Jawa Tengah

Penanggungjawab & pengendali


pelaksanaan proyek perubahan

Pokja 1 (Kelembagaan)
Asisten Administrasi, Biro
Orpeg, Diklat, & BKD

- Pelaksanaan
Anjab
untuk
semua jabatan manajerial di
Lingkungan Pemprov Jawa
Tengah
- Penyempurnaan Nama JFU

Pokja 2 (Pembinaan SDM)


Asisten Administrasi, BKD,
Diklat, & Orpeg

- Validasi data
keikutsertaan
Diklat (Pim, Teknis, & Fungsional)

Pokja 3 (Pengembangan)
Asisten Administrasi, Diklat,
BKD, & Orpeg

- Pembentukan
Tim
Efektif
Proyek Perubahan (Diklat)
- Pelaksanaan
Analisis
Kebutuhan Diklat (AKD)
- Pengembangan model evaluasi
pasca diklat online
- Perumusan Peraturan Gubernur
Jateng
tentang
Kebijakan
Pengembangan
Kompetensi
SDM Aparatur di Lingkungan
Pemprov Jateng

Coach

Memberikan arahan, bimbingan,


petunjuk dan persetujuan.
18

7. IDENTIFIKASI STAKEHOLDERS
a. Identifikasi Stakeholders Internal
NO

NAMA STAKEHOLDERS

PENGARUH

Gubernur Jawa Tengah

+++++

Sekretaris Daerah

++++

Asisten Administrasi

++++

Ka BAPPEDA

+++

Ka BKD

++++

Ka Badan Diklat

++++

Ka Biro Orpeg

++++

Ka Biro Hukum

++++

Kero Keuangan

++

10

Kepala SKPD Provinsi

+++

b. Identifikasi Stakeholders Eksternal :


NO

NAMA STAKEHOLDERS

PENGARUH

DPRD (Komisi A)

++

Bupati & Walikota se Jateng

++

PTN/S

+++

LSM

++
19

Asosiasi Profesi

++

20

c. Peta Stakeholders
Gambar 1 Peta Keterkaitan Stakeholders

Keterangan:

Sponsor
Sponsor
Gubernur
Gubernur Jateng
Jateng

: Stakeholders Utama
: Stakeholders Primer

Sponsor
Sponsor
Sekda
Sekda Prov
Prov Jateng
Jateng

++++

: Stakeholders Sekunder
+++

+++++

Ka
Ka Badiklat
Badiklat

Ka
Ka
Bappeda
Bappeda

++++

: Hub. Koordinasi

++

: Aliran Dana

Asisten
Asisten
Administra
Administra
si
si

DPRD
DPRD A
A

+++

Project
Leader

++++

PTN/S
PTN/S

Ka
Ka BKD
BKD

++
LSM

++++
Karo
Karo Orpeg
Orpeg

: Hub. Hirarki

++++
Karo
Karo
Hukum
Hukum

+++
Ka
SKPD
Prov

++
Bup/
Wlkt

++

++
Karo
Karo
Keuangan
Keuangan

Asosiasi
Asosiasi
Profesi
Profesi

d. Jenis Stakeholders
1. Utama
: Gubernur, Sekretaris Daerah, Asisten Administrasi, Ka.Badan
2. Primer

Diklat, Ka.BKD, Ka.Biro Orpeg, Ka. Bappeda.


: Ka Biro Hukum, Ka Biro Keuangan, DPRD Komisi A, PTN/S,
LSM, Asosiasi Profesi.
Ka.SKPD Provinsi, Bupati/Walikota.

3. Sekunder :

e. Kedudukan Stakeholders

Gambar 2 Kuadran Posisi Stakeholder


LATENS
LATENS

+-

Influence

PROMOTERS
PROMOTERS

DPRD
DPRD Komisi
Komisi AA

Gubernur
Gubernur Jateng
Jateng

Biro
Biro Keuangan
Keuangan

Sekda
Sekda Prov
Prov Jateng
Jateng
Assisten
Assisten Administrasi
Administrasi
Ka.
Ka. Bandiklat
Bandiklat
Kepala
Kepala BKD
BKD
Kepala
Kepala Biro
Biro Orpeg
Orpeg
Kepala
Kepala Biro
Biro Hukum
Hukum

Interest

APATHETICS
APATHETICS
LSM
LSM
PTN/S
PTN/S

Asosiasi
Asosiasi Profesi
Profesi

DEFENDER
DEFENDER
SKPD
SKPD Prov
Prov
Bappeda
Bappeda
Bup/
Bup/ Walkot
Walkot

E
m
pa
t
Ke
lo
m
po
k
St
ak
eh
ol
de
rs

-+

Hasil analisis stakeholder diperoleh kelompok stakeholder :

++

Promoters
Defenders
Latents
Apathetics

:
:
:
:

Kepentingan Besar, Kekuatan Besar


Kepentingan besar, kekuatan kecil
Kepentingan Kecil, Kekuatan Besar
Kepentingan dan pengaruhnya kecil

Tabel 1
Upaya yang Dilakukan Terhadap Stakeholders

f.

STAKEHOLDER

KEGIATAN YANG DILAKUKAN

Promotors ++
High Influence / Power
High Interest

1. Koordinasi dan konsultasi;


2. Melibatkan promotor dalam pengambilan
keputusan dalam perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi;
3. Meningkatkan motivasi dan kompetensi.

Latens + -

1. Menjaga koordinasi dan komunikasi;


2. Menunjukkan upaya yang dilakukan memiliki
efek positif terhadap isu yang menjadi
perhatiannya.

Defenders - +

1. Melaksanakan koordinasi;
2. Sebagai unsur kolaborasi untuk proyek
perubahan.

Apatetics - -

1. Pemberitahuan adanya proyek perubahan;


2. Permintaan dukungan proyek perubahan.

Upaya Memobilisir Stakeholders


No
1

Nama
Gubernur Jateng

Peran
Pengarah dan pembimbing dalam
penyusunan proyek perubahan.

Sekda Prov. Jateng

Pengarah dan pembimbing dalam


penyusunan proyek perubahan.

Asisten Administrasi

Memberikan masukan tentang proyek


perubahan

4
5

Ka Badan Diklat Prov.

Pengendali pelaksanaan proyek

Jateng

perubahan

Ka Orpeg

Terlibat aktif dalam proyek perubahan


sesuai tupoksinya

Ka BKD

Terlibat aktif dalam proyek perubahan


sesuai tupoksinya

Karo Hukum

Memberikan dukungan terhadap Proyek


Perubahan sesuai tupoksinya

Ka Bappeda

Memberikan dukungan terhadap Proyek


Perubahan sesuai tupoksinya
23

No
9

Nama

Peran

Karo Keuangan

Memberikan dukungan terhadap Proyek


Perubahan sesuai tupoksinya

Untuk mendukung pelaksanaan proyek perubahan, dilakukan komunikasi


berupa konsultasi, koordinasi serta terus berupaya melibatkan mereka dalam
mengerjakan pembuatan konsep, perencanaan, implementasi, dan evaluasi
sejak awal kegiatan dilaksanakan.
g. Pembentukan Tim Efektif (Team Work )
Guna Melaksanakan Proyek Perubahan ini perlu dibentuk Tim Efektif sebagai
berikut:
1) Sponsor:
kontrol

memberikan arahan,bimbingan dan persetujuan serta fungsi

kegiatan

dan

membantu

menyelesaikan

hambatan

atas

keseluruhan program. Sponsor dijabat oleh Gubernur Jawa Tengah dan


Sekda Provinsi Jawa Tengah dalam kapasitasnya selaku mentor.
2) Project Leader: memimpin pelaksanaan program proyek perubahan
berupa mengorganisir , mengontrol, serta mengkoordinasikan

sesuai

arahan mentor
3) Tim Proyek Perubahan:
Tim proyek perubahan adalah tim yang terdiri dari Biro Orpeg, BKD dan
Badan Diklat Prov. Jateng.
- Tugas
Mempersiapkan semua keperluan dalam proyek perubahan yang akan
-

dilaksanakan.
Masa Berlaku Tim
Selama proyek perubahan berlangsung
Alat Monitoring dan evaluasi yang digunakan
Rapat Koordinasi dan Evaluasi kinerja

8. Anggaran

Pelaksanaan proyek perubahan ini mendayagunakan sumber


pendanaan yang dikelola di masing-masing SKPD.
9. Identifikasi Potensi Kendala/Masalah
No

Kendala

Resiko

Strategi

24

1. Masalah koordinasi

Tim tidak berjalan

Mengefektifkan

dengan Tim yang berasal

secara efektif dan

Komuniksi Tim Kerja

dari beberapa SKPD yang

bisa menyebabkan

dengan penguaan

kegagalan proyek
Pelaksanaan

fungsi koordinasi
Pendekatan kultur dan

kurang karena belum

proyek perubahan

komunikasi yang terus

memahami manfaat dari

kurang maksimal

menerus

Pelaksanaan

Melakukan monitoring

pelaksanaan proyek

proyek perubahan

dan evaluasi

perubahan

kurang maksimal

pelaksanaan proyek

memiliki kegiatan padat


2. Motivasi anggota tim yang

pelaksanaan proyek
perubahan
3. Luasnya rentang kendali

perubahan secara
periodik.

25

10. Rencana Kegiatan/ (Time Schedule) Pelaksanaan Proyek Perubahan

RENCANA KEGIATAN (TIME SCHEDULE) PELAKSANAAN PROYEK PERUBAHAN


NO

Jenis Kegiatan

Pelaksana/
Penanggung
jawab

Target Waktu
Penyelesaian

Awal dan
Akhir
Kegiatan
4

Output Kegiatan

Konsolidasi
SKPD
pendukung Tim Efektif;

7 Mei 2015

Komitmen
menjadi
anggota Tim Efektif;

Penyusunan
Rancangan
dan Penerbitan Keputusan
Guber-nur tentang Tim
Efektif Proyek Perubahan;

8 s/d 20 Mei
2015

Keputusan
Gubernur
tentang
Tim
Efektif
Proyek Perubahan

FGD Pelaksanaan Proyek


Perubahan

22 Mei 2015

Penyusunan Jadwal
Pembagian tugas
Kesepakatan Mekanisme kerja Tim &
Laporan
Progres
Kegiatan per Pokja
Review Data Kepesertaan Diklat

Rencana
Monev

1
2
3
5
6
JANGKA PENDEK
Mewujudkan Peraturan Gubernur tentang sinergitas peran tiga pilar Pengembangan Manajemen Aparatur Berbasis
Kompetensi di Provinsi Jawa Tengah
1 Pembentukan Tim Efektif
Mei (Minggu II
Terbentuknya
Tim
Proyek Perubahan (Diklat)
s/d IV)
Efektif Proyek Perubahan
Inventarisasi Calon AnggoRancangan Pokja &
4 Mei 2015
ta Tim Efektif;
Calon Anggota
Tim
Efektif;

26

NO

Jenis Kegiatan

Validasi data keikutsertaan


Diklat
(Pim,
Teknis,
&
Fungsional)

Pelaksana/
Penanggung
jawab

Target Waktu
Penyelesaian

Awal dan
Akhir
Kegiatan

Mei (Minggu
V) s/d Juni
(Minggu IV)

Output Kegiatan
Dokumen Validasi data
keikutsertaan
Diklat
(Pim,
Teknis,
&
Fungsional)

Update Data Kepesertaan


Diklat;

25 Mei s/d 10
Juni 2015

Data
Kepesertaan
diklat aparatur secara valid;

Sosialisasi hasil validasi


data keikutsertaan Diklat.

23 Juni 2015

Dokumen
Sosialisasi
(undangan,
daftar hadir, & materi
sosialisasi).

April (Minggu
II) s/d Juni
(Minggu V)

Dokumen awal pelaksanaan analisis ja-batan


manajerial
di
Lingkungan
Pemprov
Jawa Tengah

tugas

6 s/d 30 April
2015

Dokumen uraian tugas jabatan manajerial

Melakukan analisis uraian


tugas terhadap kompetensi
jabatan manajerial

5 Mei s/d 30
Juni 2015

Dokumen hasil analisis uraian tugas


terhadap
kompetensi jabatan manajerial

Pelaksanaan Anjab untuk


semua jabatan manajerial di
Lingkungan Pemprov Jawa
Tengah
Menetapkan
uraian
jabatan manajerial

April (Minggu
II) s/d Juni
(Minggu V)

Rencana
Monev

27

NO
4

Jenis Kegiatan

Pelaksana/
Penanggung
jawab

Penyempurnaan Nama JFU

Target Waktu
Penyelesaian

7 Mei 2015

Penetapan

11 s/d 22 Mei
2015

Supervisi pemakaian Nama


JFU di SKPD lingkup Prov.
Jateng

27 Mei s/d 26
Juni 2015

Sosialisasi
Nama JFU

Pelaksanaan Analisis
butuhan Diklat (AKD)

Ke-

Identifikasi Unit Kompetensi


Jabatan
Analisis Unit Kompetensi
Jabatan

Output Kegiatan

Rencana
Monev

Peraturan Gubernur
tentang
Penyempurnaan Nama JFU
di lingkungan Pemprov Jawa Tengah;
Sosialisasi & Supervisi.

Mei (Minggu II)


s/d Juni
(Minggu IV)

Penetapan Nama JFU

Awal dan
Akhir
Kegiatan

Mei (Minggu I)
s/d Agustus
(Minggu III)

Peraturan Gubernur
tentang Nama JFU di
lingkungan Pemprov
Jateng
Dokumen Sosialisasi (undangan, daftar
hadir,
&
materi
sosialisasi)
Dokumen
Hasil
Supervisi Pemakaian Nama JFU
Dokumen Analisis Kebutuhan Diklat (AKD)

5 Mei s/d 10
Juni 2015
11 Juni s/d 2
Juli 2015

Dokumen
Identifikasi
Unit
Kompetensi Jabatan
Dokumen
Hasil
Analisis Unit Kompetensi Jabatan

28

NO

Jenis Kegiatan
FGD Penetapan Unit Kompetensi Jabatan
Pemetaan Kompetensi Jabatan

Pelaksana/
Penanggung
jawab

Target Waktu
Penyelesaian

Awal dan
Akhir
Kegiatan
7 Juli 2015
13 Juli s/d 14
Agustus 2015

Pengembangan
model
evaluasi pasca diklat online

Output Kegiatan

Rencana
Monev

Penetapan
Unit
Kompetensi Jabatan
Peta
Kompetensi
Jabatan
Aplikasi evaluasi pas-ca
diklat online

Penyempurnaan
model
eva-luasi pasca diklat

4 s/d 18 Juni
2015

Model evaluasi pasca diklat yang su-dah


disempurnakan

Pembentukan tim supervisi


evaluasi pasca diklat di
kab./kota

10 s/d 27 Juli
2015

Keputusan
Kepala
Badan Diklat tentang tim supervisi
evaluasi pasca dik-lat
di kab./ kota

Penyempurnaan
SOP
model evaluasi pasca diklat

14 s/d 23 Juli
2015

Dokumen SOP model evaluasi pasca


diklat

Sosialisasi penerapan evaluasi pasca diklat online


kepada peserta diklat yang
sedang berjalan

Agustus 2015

Dokumen
Sosialisasi
(undangan,
daftar hadir, & materi
sosialisasi)

29

NO

Jenis Kegiatan

Perumusan
Peraturan
Gubernur Jateng tentang
Kebijakan
Pengembangan
Kompetensi SDM Aparatur
di Lingkungan
Pemprov
Jateng

Pelaksana/
Penanggung
jawab

Target Waktu
Penyelesaian

Awal dan
Akhir
Kegiatan

Mei (Minggu
V) s/d Agustus
(Minggu II)

Output Kegiatan

Rencana
Monev

Peraturan
Gubernur
tentang
Kebijakan
Pengembangan
Kompetensi
SDM
Aparatur di Lingkung-an
Pemprov Jateng

Rapat Persiapan pembentukan Tim

19 Mei 2015

Dokumen
(undangan,
hadir).

Penyusunan
Keputusan
Gu-bernur tentang Tim
Perumus
Kebijakan
Pengembangan
Kompetensi SDM Aparatur
di Lingkungan Pemprov
Jateng

26 Mei s/d 10
Juni 2015

Keputusan
Gubernur
tentang
Tim
Perumus Kebijakan
Pengembangan
Kompetensi
SDM
Aparatur di Lingkungan
Pemprov
Jateng

Penyusunan
Kebijakan
Pengembangan
Kompetensi SDM Aparatur
di Lingkungan Pemprov
Jateng

11 Juni s/d 10
Agustus 2015

Peraturan Gubernur
tentang
Kebijakan
Pengembangan
Kompetensi
SDM
Aparatur di Lingkungan
Pemprov
Jateng

Rapat
daftar

30

NO

Jenis Kegiatan

Pelaksana/
Penanggung
jawab

Target Waktu
Penyelesaian

Awal dan
Akhir
Kegiatan

Output Kegiatan

Rencana
Monev

JANGKA MENENGAH
Pelaksanaan Pengembangan Manajemen Aparatur Berbasis Kompetensi di Jawa Tengah
1 Finalisasi
Anjab
untuk
September
Peraturan
Gubernur
semua jabatan manajerial di
(Minggu I) s/d
tentang Standar KomLingkungan Pemprov Jawa
November
petensi jabatan manaTengah
2015 (Minggu
jerial di Lingkungan
IV)
Pemprov Jawa Tengah

Merumuskan
kompetensi
jabatan manajerial

01 September
s/d 30
Oktober 2015

Penetapan kompetensi jabatan manajerial

Penetapan
Peraturan
Gubernur tentang Standar
Kompetensi
jabatan
manajerial di Lingkungan
Pemprov Jawa Tengah

02 s/d 30
November
2015

Peraturan Gubernur
tentang
standar
kompetensi jabatan
manajerial di Lingkungan
Pemprov
Jawa Tengah

5 s/d 9
Oktober 2015

Keputusan
Kepala
BKD tentang tim
penyusun petunjuk
teknis pelaksanaan
peningkatan
kom-

Pelaksanaan
peningkatan
kom-petensi aparatur
Pembentukan
tim
penyusun petunjuk teknis
pelaksanaan peningkatan
kompetensi aparatur

Oktober 2015
(Minggu II) s/d
Mei 2016

31

NO

Jenis Kegiatan

Pelaksana/
Penanggung
jawab

Target Waktu
Penyelesaian

Awal dan
Akhir
Kegiatan

Output Kegiatan

Rencana
Monev

petensi aparatur

12 s/d 30
Oktober 2015

Penyusunan
petunjuk
teknis pelaksanaan peningkatan
kompetensi
aparatur

4 November
2015

Sosialisasi petunjuk tek-nis


pelaksanaan peningkatan
kompetensi
aparatur
kepada SKPD

Januari s/d
Mei 2016

Penugasan kepada para


pemangku jabatan untuk
meningkatkan kompetensi
melalui diklat

Finalisasi Analisis
tuhan Diklat (AKD)

Kebu-

Analisis Peta Kompetensi

Agustus
(Minggu III) s/d
Oktober
(Minggu V)

Dokumen
petunjuk
teknis pelaksanaan
peningkatan
kompetensi aparatur
Dokumen
Sosialisasi
(undangan,
daftar hadir, & materi sosialisasi)
Surat Perintah kepada
para
pemangku jabatan untuk
meningkatkan
kompetensi melalui
diklat.

Terselesaikannya Analisis Kebutuhan Diklat


(AKD)
18 Agustus s/d
18 September

Dokumen
Hasil
Analisis Peta Kom-

32

NO

Jenis Kegiatan

Penetapan
Diklat
4

Pelaksana/
Penanggung
jawab

Target Waktu
Penyelesaian

Kebutuhan

21 September
s/d 30 Oktober
2015

Implementasi
Kebijakan
Pengembangan SDM oleh
tiga pilar SKPD
yang
membidangi pengembangan
kompetensi SDM aparatur di
lingkungan Pemprov Jateng.

Penyusunan Juknis tentang


Seleksi calon peserta Diklat
Pembentukan
tim
penyusun petunjuk teknis
tentang
Seleksi
calon
peserta Diklat

Penyusunan

petunjuk

Output Kegiatan

Rencana
Monev

petensi
Dokumen Penetapan Kebutuhan Diklat
Pengembangan
kompetensi SDM aparatur
di lingkungan pemprov
jateng.

Sosialisasi Pergub tentang


Kebijakan Pengembangan
Kompetensi SDM Aparatur
di Lingkungan Pemprov
Jateng
5

Awal dan
Akhir
Kegiatan
2015

27 Oktober
2015

Oktober
(Minggu V) s/d
Desember
(Minggu II )

Dokumen
Sosialisasi
(undangan,
daftar hadir, & materi sosialisasi)

Tersusunannya Juknis
tentang Seleksi calon
peserta Diklat
27 Oktober s/d
5 November
2015

6 November

Keputusan
Sekretaris Daerah tentang
tim penyusun petunjuk teknis tentang
Tim Seleksi Calon
Peserta Diklat
Dokumen

petunjuk

33

NO

Jenis Kegiatan

Pelaksana/
Penanggung
jawab

teknis tentang Seleksi calon


peserta Diklat

Sosialisasi petunjuk teknis


tentang
Seleksi
calon
peserta Diklat

Target Waktu
Penyelesaian

Awal dan
Akhir
Kegiatan
s/d 7
Desember
2015

10 Desember
2015

Output Kegiatan
teknis tentang
Seleksi Calon
serta Diklat

Rencana
Monev

Tim
Pe-

Dokumen
Sosialisasi
(undangan,
daftar hadir, & materi
sosialisasi)

Jangka Panjang
Sinergitas Pengembangan manajemen aparatur berbasis kompetensi di Jawa Tengah
1 Perencanaan
Diklat
Oktober 2015
Tersusunnya
Standar
mendasar-kan kompetensi
(Minggu II) s/d
penyelenggaraan diklat
jabatan
Desember
berbasis kompetensi
2017 (Minggu
IV)
Penyusunan Program Diklat
penyeleng6 Oktober s/d Agenda
sesuai
usulan
SKPD
garaan Diklat 2017
10 Desember
berdasarkan
Peraturan
2015
Gubernur tentang Standar
Kompetensi
jabatan
manajerial di Lingkungan
Pemprov Jawa Tengah
Sosialisasi program Diklat

Penyelenggaraan

Diklat

15 September
2016
Januari s/d

Dokumen Sosialisasi
(undangan,
daftar
hadir, & materi sosialisasi)
Kegiatan Diklat

34

NO

Jenis Kegiatan
berbasis
Kompetensi
manajerial

Pelaksana/
Penanggung
jawab

Target Waktu
Penyelesaian

Standar
jabatan

Terlaksananya
Monitoring
dan Evaluasi Pemberdayaan
Alum-ni Diklat secara Online
(dimulai pasca diklat periode
Agustus 2015)

Mei s/d
Desember
2016

Konfirmasi
entry
data
evaluasi pasca diklat oleh
alumni
Analisis
diklat
3

evaluasi

pasca

Penyiapan uji kompetensi


bagi peserta diklat

Awal dan
Akhir
Kegiatan
Desember
2017

Output Kegiatan

Rencana
Monev

Tersedianya dokumen
pemanfaatan dan pemberdayaan alumni diklat
secara online.
mulai Mei
2016

Tersedianya data-base
hasil evaluasi pasca
diklat

mulai Juli 2016

Dokumen hasil analisis evaluasi pasca


diklat

September
(Minggu IV)
s/d Desember
(Minggu I)
2016

Tersusunnya dokumen
skema sertifikasi dan
asesor
Tersusunnya
skema
sertifikasi dan asesor

Penyiapan skema sertifikasi


dan asesor

19 September
s/d 15
November
2016

Sosialisasi

5
Desember Dokumen Sosialisasi
2016
(undangan,
daftar

35

NO

Jenis Kegiatan

Pelaksana/
Penanggung
jawab

Target Waktu
Penyelesaian

Awal dan
Akhir
Kegiatan

Output Kegiatan
hadir,
&
sosialisasi)

Pendayagunaan hasil monev


berbasis IT terhadap alumni
Diklat untuk pengembangan
karir/penempatan
jabatan
sesuai kompetensi.

Melaksanakan Merit Sistem


pengembangan SDM

Rencana
Monev

materi

Terlaksananya Merit
Sistem Pengembangan
SDM

36

DAF TAR P U S TAKA

Barthos, Basir , 1990. Manajemen Sumber Daya Manusia, suatu


pendekatan makro, Bumi Aksara, Jakarta.
Hasibuan, Malayu SP, 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia, edisi
Revisi,
PT Bumi Aksara, Jakarta
Kadarisman. M. 2013. Manajemen Pengembangan
Manusia, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Sumber Daya

Noe, R. A et all. 2014. Manajemen Sumberdaya Manusia Mencapai


Keunggulan Bersaing. Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Bahan Ajar Diklat Kepemimpinan
Tingkat I. Penerbit LAN, Jakarta.

Ranproper 0704'15.doc

37