Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Setiap manusia yang hidup dibumi ini pasti bernafas, tidak ada yang hidup
tanpa mengeluarkan nafas. Begitupun dengan makhluk hidup lain yang diciptakan
Sang Pencipta alam semesta mereka pun bernafas, hanya cara dan prosesnya yang
berbeda.
Mungkin kita hanya menhyadari pernapasan secara garis besarnya saja,
yaitu menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida serta uap air. Jika
kita menelaah lebih dalam peranan pernapasan dalam kehidupan tentu kita akan
menyadari betapa penting arti pernapasan itu sendiri.
Manusia yang tanpa disadari terus melakukan pernapasan tidak sadar jika
organ-organ yang terlibat didalamnya terus bekerja keras. Oleh karena itu kita
seyogyanya mengetahui bagian-bagian dari organ pernapasan kita beserta
fungsinya.
MANFAAT MODUL
Pada modul 1 ini kami dapat belajar mengenai bagaimana pola system
pertahanan saluran nafas yang ada ditubuh kita dan organ-organ yang terlibat
didalamnya.
Adapun manfaat modul ini ialah diharapkan mahasiswa mampu mengerti
apa saja pola perthanan pernapasan tubuh kita terhadap benda asing, organ- organ
yang berperan langsung dalam proses pernapasan.

BAB II
Saluran Pertahanan Nafas |1

PEMBAHASAN

SKENARIO

Penderitaan Sang Vokalis


Yoyok (19 tahun) salah satu anggota paduan suara Fakultas Kedokteran
sangat menyesali tidak dapat ikut manggung pada acara dies natalis universitas,
padahal ia tergolong mahasiswa yang vokalnya sangat indah dan cukup dikagumi
oleh teman dan pelatihnya. Alasan tidak tampil dalam acara tersebut karena
kondisinya yang tidak memungkinkan. Sejak kemarin Yoyok mengalami pilek
berat. Rhinorrhea, badan terasa hangat, bersin-bersin, hidung tersumbat, batuk,
dan suara serak akibat pilek membuat dia tidak bisa tampil bersama temantemannya memperdengarkan keindahan suaranya. Satu hal yang menambah
penderitaannya adalah indra penciumannya terasa tidak berfungsi dengan baik,
karena saat bibi memasak soto kegemarannya Yoyok tidak dapat menikmati aroma
sedap masakan si bibi.

STEP 1. IDENTIFIKASI ISTILAH


Saluran Pertahanan Nafas |2

1. Rhinorrhea :
- Sekret bebas pada hidung sehingga menyebabkan membran mukosa
mengeluarkan cairan/mukus untuk membersihkan partikel-partikel
kecil pada hidung.
- Pada hidung ada cairan seperti lendir, berfungsi membersihkan hidung.
2. Bersin :
- Berfungsi untuk membersihkan partikel kecil pada hidung
- Usaha untuk mengeluarkan/ pertahanan terhadap benda asing, semi
otonom, karena alergi.
3. Pilek :
- Gejala influenza
- Sistem pertahanan yang ditandai mukus yang berlebih dengan
konsentrasi tertentu.
4. Suara serak :
- Perubahan suara jadi lebih besar karena adanya gangguan pada larynx
5. Batuk :
- Mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernafasan dan merupakan
gejala suatu penyakit/ reaksi tubuh terhadap iritasi tenggorokan karena
adanya benda asing/peradangan.
STEP 2. IDENTIFIKASI MASALAH
1.
2.
3.
4.

Apa faktor penyebab Yoyok menderita pilek berat ?


Kenapa pada saat pilek berat gejala lain juga timbul?
Apa hubungan gangguan pernafasan dengan pita suara?
Apa penyebab indra penciuman Yoyok tidak berfungsi dengan baik pada

5.
6.
7.
8.

saat pilek?
Bagaimana mekanisme penciuman bau?
Bagaimana mekanisme rhinorrhea?
Bagaimana pencegahan penyakit pilek?
Apa saja mekanisme pertahanan saluran pernapasan atas terhadap penyakit
yang diderita Yoyok?

STEP 3. BRAINSTORMING (CURAH PENDAPAT)


1. Faktor :
a. Imunitas berkurang
Yaitu daya tahan tubuh manusia terhadap serangan benda-benda asing
yang adatang dari luar tubuh.
b. Lingkungan : asap,debu dll

Saluran Pertahanan Nafas |3

Keadaan sekitar tentu mempengaruhi keadaan kondisi tubuh seseorang


dalam menghirup udara.
c. Pola makan: Es
Menjaga pola hidup kita dari cara kita mengkonsumsi makanan dan
minuman yang masuk kedalam tubuh.
d. Aktifitas: menangis, capek dll
Kegiatan yang berlebihan tentu menyebabkan seseorang menjadi
mudah lelah dan dapat merujukannya pada kondisi yang menurun
(sakit)
e. Alergi dan infeksi: agen biologis seperti bakteri, virus,jamur dan
mikroorganisme
f. Cuaca
Perubahan cuaca

yang

terus berganti

dari tahun ke tahun

mengakibatkan perubahan secara tidak langsung pada kondisi


tubuhnya, misalnya hujan, gerimis, panas, dll
g. Perubahan musim
Adanya pancaroba yang terjadi khususnya di Indonesia yang
menyebabkan system imun lemah dan memudahkan serangan bagi
bakteri pathogen atau non-patogen dan mikroba jahat untuk masuk
kedalam tubuh, hingga menyerang system pernapasan manusia.
2. Gejala lain yang timbul pada saat pilek adalah
a. Hidung tersumbat (hidung) : Mukus berlebihan dan menyumbat sel
pernafasan sehingga membuat kita susuah untuk bernafas.
b. Batuk (esofagus dan trakea) : Mukus berlebih diesofagus dan
menumpuk, bernafas lewat mulut karena hidung tersumbat
c. Suara serak : Sekret Mukosa menutupi larynx dan pita sehingga ketika
bersuara proses vibrasinya terganggu
d. Badan panas : Karena tubuh bereaksi pada imun ( tubuh melakukan
perlawanan) untuk mengembalikan kondisi normal tubuh kekondisi
semula.
3. Hubungan pita suara dengan pernafasan adalah
a. Fungsi untuk mengeluarkan suara, otot merenggangkan pita suara
untuk menghasilkan suara yang berat (bass) dan otot mendekatkan pita
suara untuk menghasilkan suara yang tingga (sopran).

Saluran Pertahanan Nafas |4

b. Penumpukan mukosa yang menutupi pada bagian Larynx dapat


mengganggu suara kita, sehingga kita agak sulit untuk bicara.
c. Udara pada penafasan menyebabkan adanya vibrasi, yaitu pada bagian
laring.
4. Penyebab indera penciuman tidak berfungsi dengan baik
a. Saluran penciuman tersumbat oleh mucus sehingga proses penciuman
yang seharusnya narmal jadi terganggu.
b. Saraf Olfaktori dan trigeminus tersumbat oleh mucus yang
menyebabkan proses pembawaan informasi oleh impuls aferen ke otak
menjadi terganggu, sehingga indra penciuman kita tidak dapat
berfungsi dengan baik.
5. Mekanisme penciuman bau adalah Rangsangan diterima oleh saraf
olfaktorius yang kemudian membentuk protein G. Kemudian protein ini
akan memecah TPA (Triphospat Adenin) menjadi cAMP ( Monophospat
Adenin siklik ) dengan bantuan sel alfa. Kemudian saraf tersebut
membawanya ke otak melalui nervus Olfaktorius yang kemudian diartikan
baunya tersebut.
6. Mekanisme rhinorrea adalah
a. Keadaan terganggu yang tidak normal Subarchnoid dengan rongga
hidung
b. Dikarenakan benda asing masuk terlalu banyak sehingga mukus
diproduksi berlebih oleh sel Goblate
c. Pada membrane mukosa yang mendapat rangsangan kemudian men
ghasilkan mucus yang disebut rhinorrea.
7. Pencegahan yang dapat kita lakukan adalah
a. Menjaga Pola makan kita
b. Mengurangi Aktifitas kurang penting
c. Mengkonsumsi vitamin/Suplemen
d. Memakai Masker sesuai dengan lingkungan sekitar
8. Mekanisme Pertahanan SPA (Saluran Pernapasan Atas) adalah
a. Batuk
Pertahanan ini terjadi di bagian trachea akibat iritasi dinding-dinding
trachea oleh benda asing yang dibawa udara masuk kedalam perjalanan
meuju alveolus.
b. Bersin
Proses ini terjadi di saluran pernapasan bagian atas (faring) yang
proses terjadinya sama seperti batuk, yaitu akibat benda asing.
c. Produksi Mukosa => Sel goblate
Saluran Pertahanan Nafas |5

Mukosa yang berfungsi untuk tempat penyaringan udara diproduksi


oleh sel goblate guna melawan benda asing yang masuk melalui
saluran pernapasan.
d. Makrofag => memakan debu yang ada di udara
Debu yang berhasil masuk ke dalam alveolus dengan ukuran yang
sangat kecil akan dimakan oleh makrofag agar tidak menimbulkan
penyakit lanjut.
e. Penyaringan oleh Konka
Bagian berkelok-kelok di cavum nasi ini berfungsi untuk penyaringan
udara agar dapat terjebak (menempel) di bagian mucus konka.
f. Silia/Vibrissae
Sebelum udara masuk kedalam paru-paru, bagian pertama yang
bertugas melakukan penyaringan dan pembersihan adalah rambut
hidung / vibrissae.

STEP 4. CONCEPTING MAP

Pertahanan Saluran Pernapasan

Macam- macam
Pertahanan Saluran Pernapasan

Batuk

Gangguan Pernapasan

Faktor Penyebabnya

Hubungan
Pernapasan
dan
Penciuman
Bau

Pencegahan Gangguan
Pernapasan

Chonca

Pilek

Vibrisae

Bersin

Sekl Goblet

Makrofag

Hubungan
Pernapasan dengan
Pita Suara

Saluran Pertahanan Nafas |6

STEP 5. LEARNING OBJECTIVE


Mahasiswa dapat mengetahui dan mengenal sistem memori meliputi:
1.
2.
3.
4.

Mekanisme pertahanan saluran pernapasan.


Mekanisme indra penciuman
Vokalisasi
Organ-organ yang terlibat dalam pertahanan saluran nafas beserta
fungsinya

STEP 6. BELAJAR MANDIRI


Pada step ini mahasiswa belajar masing-masing untuk mencari referensi
sesuai dengan LO (Learning Object) yang telah ditetapkan dan akan didiskusikan
pada DKK 2.
STEP 7. SINTESIS
PERTAHANAN SALURAN NAFAS
1. Mekanisme pertahanan saluran pernapasan atas
a. Batuk
Proses perjalanannya : Impuls aferen >> Nervus vagus >> Medulla
oblongata >> Neural medula
1) Inspirasi 2,5 L udara
2) Epiglottis dan glottis tertutup
3) Otot pada abdomen dan otot ekspirasi berkontraksi sehingga
menimbulkan

tekanan

tekanan

pada

paru-paru,

diafragma

memmenekan menyebabkan tekanan sebesar >100 mmHg


4) Kemudian udara keluar dengan kecepatan 75 100 km/jam melewati
mulut
5) Benda asing yang ada dalam saluran pernapasan terbawa keluar

Saluran Pertahanan Nafas |7

6) Proses kolaps: kembali ke posisi awal

Batuk terdiri dari 4 fase:


a) Iritasi
Penginfeksian saluran pernapasan oleh benda asing yang
masuk.
b) Inspirasi
Proses pengambilan udara dari luar untuk melakukan tekanan
besar saat tekanan paru-paru meningkat.
c) Kompresi
Keadaan dalam paru-paru sudah tidak mampu ditahan lagi,
akibat dorongan dari otot abdomen dan interkostalis internus.
d) Ekspulsi / ekspirasi
Udara yang telah di siapkan tadi saatnya untuk dikeluarkan dan
menimbulkan ledakan yang cukup kuat.
b. Bersin:
Prioses perjalananya : Impuls aferen >> Nervus trigominus >> Medulla
oblongata >> Neural medulla
1) Inspirasi 2,5 L udara
2) Epiglottis dan glottis tertutup
3) Otot pada abdomen dan otot ekspirasi berkontraksi sehingga
menimbulkan

tekanan

tekanan

pada

paru-paru,

diafragma

memmenekan menyebabkan tekanan sebesar >100 mmHg


4) Kemudian udara keluar dengan kecepatan 75 100 km/jam
melewati mulut
5) Benda asing yang ada dalam saluran pernapasan terbawa keluar
6) Diikuti dengan tekanan kuat pada uvula
c. Muntah
Muntah terjadi karena perangsangan pada pusat muntah, sehingga terjadi
efek: bernafas dalam-dalam, mengangkat osteon hyoid dan laryng untuk
mendorong Sfingter krikopsofageal terbuka, menutup glottis dan
mengangkat Palatum molle untuk menutup Nares posterior. Kemudian
timbul reaksi kuat yang menuju ke bawah, ke semua otot abdomen
sehingga memeras lambung dan menyebabkan tekanan intragastrik yang

Saluran Pertahanan Nafas |8

tinggi, akhirnya Os hyoid relaksasi, memungkinkan keluarnya isi lambung


ke atas melalui iesofagus.
d. Hidung tersumbat
Terjadi akibat alergi yang kemudian terjadi pembengkakan-pembengkakan
pada dinding-dinding pembuluh darah yang ada dihidung. Akibat
pembengkakan tersebut hidung kita jadi tersumbat.
2. Mekanisme indra penciuman adalah
a. Udara yang mengandung bau mula-mula harus mendapatkan
respon

dari

mukosa

olfaktorius,

jika

bau

tersebut

tidak

mendapatkan respon maka tidak akan terjadi mekanisme


penciuman. Bau yang ditangkap oleh mukosa olfaktorius masuk
ke cavum nasal, kemudian direspon oleh impulus aferen dan
bertabrakan dengan konka, selanjutnya akan dibawa dengan
olfaktorius menuju ke bagian selanjutnya, dan diteruskan oleh
saraf-saraf yang erlibat didalamnya.

b. Dalam mukosa olfaktorius terdapat :


Sel penunjang menghasilkan mukus untuk melapisi saluran hidung
Sel basal mengganti sel-sel reseptor yang lama dengan yang baru
Olfaktorius berupa kepala yang menggelembung , kemudian silia
menghantarkan bau.
Syarat bau itu adalah :
1.

Suatu bahan harus mudah menguap sehingga


sebagian molekulnya dapat masuk ke hidung melalui

udara inspirasi
2.
Cukup larut dalam air sehingga dapat masuk ke
lapisan mukus yang menutupi mukosa olfaktorius.

c. Dalam traktus olfaktorius, itu mempersepsikan bau

secara

sadar.

d. Udara menyebar ke dalam mukus melalui proses difusi, kemudian


direspon oleh membrane mukosa yang selanjutnya dibawa oleh reseptor
olfaktorius. Kemudian

protein reseptor itu melalui membran siliaris

mengaktifkan protein G. Setelah itu protein tersebut mengubah ATP


(Adenin Triphiosphat) menjadi cAMP (Adenin Monophosphat siklik) di

Saluran Pertahanan Nafas |9

membran olfaktori, pembentukan molekul cAMP berkali-kali kemudian


mengaktifkan membran lain di sekitarnya yaitu pintu saluran Na +,
kemudian masuk ke sitoplasma reseptor sehingga terjadi rangsangan.
Serat-serat aferen yang berasal dari reseptor tersebut menuju lubanglubang kecil yang memisahkan otak dengan hidung (membrane mukosa
olfaktorius). Saraf-saraf yang telah mencapai bagian otak akan membentuk
bilbus olfaktorius yang terdiri dari berbagaimacam rangsangan. Bilbus
olfaktorius ini dilindungi oleh gromerolus yang berfungsi sebagai arsip
bau dan pemancar bau pertama untuk selanjutnya di respon. Respon kita
terhadap bau tersebut ada 2, yaitu rute subkorteks (dimana kita merespon
bau dengan selanjutnya diikuti dengan tindakan/prilaku) dan rute thalamus
korteks (dimana kita merespon bau tersebut dengan respon halus, yaitu
pergi).
3. Vokalisasi Suara Normal
a. Fonasi
Laring sebagai penggetar (vibrator)
Unsur penggetar (vibrator) itu adalah pita suara
Pita suara dibedakan jadi 2, yaitu :
1.
Plica ventrikularis menghasilkan suara palsu (false)
2. Plica vokalis menghasilkan suara asli
Vokalisasi itu terjadi akibat adanya getaran pada tepi pita suara
yang diantara pita suara tersebut terdapat udara. Otot-oto laring
berperan untuk menentukan apakah suara tersebut tinggi atau
rendah.
Posisi pita suara terbagi jadi 2, yaitu :
1.
Adductor, dimana pita suara

berdekatan

hingga

menghasilkan suara yang tinggi.


Abductor, dimana pita suara menjauh hingga menghasilkan

2.

suara yang rendah (bass).


Pada saat vokalisasi juga terdapat ligament vokalis, yang terdiri
dari kartilago tiroid (dekat jakun), kartilago aritenoid, dan kartilago
krikoid. Pada saat kita ingin menghasilkan suatu suara kartilago
tiroid dan aritenoid melakukan kerjanya. Dintara mereka dibantu
oleh otot tiroaritenoid yang berfungsi untuk mendekatkan atau

S a l u r a n P e r t a h a n a n N a f a s | 10

menjauhkan kartilago aritenoid ke kartilago tiroid. Jika terjadi


pendekatan maka suara yang dihasilkan tinggi karena katup pita
suara mendekat, sebaliknya jika terjadi penjauhan maka suara yang
dihasilkan rendah karena kondisi pita suara merenggang.
b. Artikulasi & Renonansi
Tiga organ artikuasi yang utama adalah bibir, lidah, dan palatum
molle, kejelasan suara juga dipengaruhi dengan kondisi lidah kita,
jika lidah kita mengalami cadal (susah menyebut huruf r) maka

artikulasi suara yang terdengarpun tidak begitu jelas.


Yang termasuk resonator adala mulut, hidung, sinus, nasal,
pharynx, dan rongga dada itu sendiri. Fungsi resonator pada hidung
diperlihatkan oleh perubahan kualitas pita suara bila seseorang
mederita pilek berat yang menghambat aliran udara ke resonator-

resonator ini.
c. Pita suara diatur oleh beberapa bagian, yaitu :
Pusat bicara di korteks cerebri
Pust pernapasan di otak
Struktur resonansi kita
Suara memiliki 2 output, yaitu
a. Nostril
Menghasilkan unvoiced sound, karena epiglottis relaksasi,

hembusan nafas melewati velom (rongga sempit).


Sering terjai iritasi, peradangan, dan penyumbatan

b. Mulut
Menghasilkan voiced speech sound, karena epiglottis tegang /
berkontraksi

velom

ke

saluran

yang

lebar

sehingga

menghasilkan suara yang bisa di dengar


Gangguan akibat pernapasan
Serak, akibat gangguan pada fonasi pada pita suara/resonator
akibat adanya peradangan aliran darah meningkat, protein keluar dari

S a l u r a n P e r t a h a n a n N a f a s | 11

darah ang berfungsi menghalangi zat asing yang masuk, karena itu ada
gumpalan kualitas suara terganggu.
4. Organ-organ yang terlibat dalam pertahanan saluran nafas beserta fungsinya
adalah

Hidung
Menghangatkan udara
Menyaring udara
Membersihkan udara
Menjaga kelembapan
Sebagai turbulen pada concha
Pharynx
Sebagai pelindung yaitu jaringan limfatik dan tonsila faringeal dan
laryngeal membentuk antibody untuk melawan antigen,mikroba,dll
Menghangatkan udara
Menjaga kelembapan
Sebagai penghubung ke larynx
Epiglotis
Membuka / menutup saluran ke trakea
Larynx
Sebagai pelindung terhadap saluran pernafasan bawah
Mencegah makanan / benda asing masuk ke trakea

Trakea
Sebagai salah satu filter atau penyaringan udara yang masuk kedalam

bronkus karena memiliki mukus.


Sebagai pertahanan dari benda asing yang menyebabkan iritasi pada

dinding trakea (karina).


Bronkus
Sebagai salah satu filter atau penyaringan udara yang masuk kedalam
bronkioulus karena memiliki mukus.
Bronkioulus terminalis dan Alveolus
Terdapat makrofag alveolar, yang berfungsi untuk memakan bendabenda asing, seperti debu yang berhasil masuk ke dalam alveolus paruparu (hingga menggumpal yang disebut dengan dassel).

S a l u r a n P e r t a h a n a n N a f a s | 12

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Melalui hasil belajar mandiri yang telah didiskusikan pada diskusi
kelompok kecil (DKK) ke-2 kelompok VI dengan judul Saluran Pertahan Nafas
kami mendapatkan Learning Objective atau sasaran pembelajaran tentang
mekanisme pertahanan saluran nafas, organ-organ yang terlibat beserta fungsinya,
mekanisme penciuman, dan vokalisasi.

SARAN

S a l u r a n P e r t a h a n a n N a f a s | 13

Mengingat masih banyaknya kekurangan dari kelompok kami, baik dari


segi diskusi kelompok, penulisan tugas tertulis dan sebagainya, untuk itu kami
mengharapkan kritik dan saran dari dosen-dosen yang mengajar baik sebagai tutor
maupun dosen yang memberikan materi kuliah, dari rekan-rekan angkatan 2011
dan dari berbagai pihak demi kesempurnaan laporan ini.

S a l u r a n P e r t a h a n a n N a f a s | 14