Anda di halaman 1dari 9

NAMA

NIM
Program Studi
Mata Kuliah

:
:
:
:

RATNAWATY
041514253014
Magister Akuntansi Star BPKP Unair Batch V
Teori Akuntansi

AKTIVA/ASET
A. Definisi Aset
Aset adalah manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti atau diperoleh atau
dikuasai/dikendalikan oleh suatu entitas akibat transaksi atau kejadian masa lalu (FASB,
SFAC No.6).
Aset adalah Suatu sumber daya yang dapat dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari
peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan yang diharapkan untuk
kelangsungan entitas (IASB).
Aset adalah manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti atau diperoleh atau
dikuasai/dikendalikan oleh suatu entitas akibat transaksi atau kejadian masa lalu dan
mempunyai kemampuan untuk ditukar dengan aktiva lainnya (Para Akuntan).
B. Karakteristik Utama Aset
1. Memiliki manfaat ekonomi di masa mendatang
Untuk dapat disebut sebagai aset, suatu objek harus mengandung manfaat ekonomik di
masa datang yang cukup pasti. Uang atau kas mempunyai manfaat atau potensi jasa
karena daya belinya atau daya tukarnya. Sumber selain kas mempunyai manfaat
ekonomik karena dapat ditukarkan dengan kas, barang, atau jasa, karena dapat
digunakan untuk memproduksi barang dan jasa, atau karena dapat digunakan untuk
melunasi kewajiban.
2. Dikuasai atau dikendalikan entitas
Untuk dapat disebut sebagai aset, suatu objek atau pos tidak harus dimiliki oleh entitas
tetapi cukup dikuasai oleh entitas. Oleh, karena itu, konsep penguasaan atau kendali
lebih penting daripada konsep kepemilikan. Penguasaan disini berarti kemampuan
entitas untuk mendapatkan, memelihara/menahan, menukarkan, menggunakan manfaat
ekonomik dan mencegah akses pihak lain terhadap manfaat tersebut. Hal ini dilandasi
oleh konsep dasar substansi mengungguli bentuk yuridis (substance over form).
Pemilikan (ownership) hanya mempunyai makna yuridis atau legal.
3. Hasil dari transaksi masa lalu
Kriteria ini sebenarnya menyempurnakan kriteria penguasaan dan sekaligus sebagai
kriteria atau tes pertama (first-test) pengakuan objek sebagai aset. Aset harus timbul
akibat dari transaksi atau kejadian masa lalu adalah kriteria untuk memenuhi definisi.
Penguasaan harus didahului oleh transaksi atau kejadian ekonomik. FASB memasukkan
transaksi atau kejadian sebagai kriteria aset karena transaksi atau kejadian tersebut dapat
menimbulkan (menambah) atau meniadakan (mengurangi) aset. Misalnya perubahan
tingkat bunga, punyusutan atau kecelakaan.
C. Pengukuran Aset
Pengukuran biasanya digunakan dalam akuntansi untuk menunjuk proses penentuan jumlah
rupiah yang harus dicatat untuk objek pada saat pemerolehan
D. Penilaian Aset
Resume Aktiva, Kewajiban, Ekuitas

Page 1

Penilaian biasanya digunakan untuk menunjuk proses penentuan jumlah rupiah yang harus
dilekatkan pada tiap elemen atau pos statemen keuangan pada saat penyajian. Tujuan
penilaian aset harus berpaut dengan tujuan pelaporan keuangan.
Dasar penilaian aset menurut FASB (SFAC No. 5, prg. 67)
1. Historical cost. Tanah, gedung, perlengkapan, perlengkapan pabrik, dan kebanyakan
sediaan dilaporkan atas dasar kos* historisnya yaitu jumlah rupiah kas atau setaranya
yang dikorbankan untuk memperolehnya. Kos historis ini tentunya disesuaikan dengan
2.

jumlah bagian yang telah didepresiasi atau diamortisasi.


Current (replacement) cost. Beberapa sediaan disajikan sebesar nilai sekarang atau
penggantinya yaitu jumlah rupiah kas atau setaranya yang harus dikorbankan kalau aset

3.

tertentu diperoleh sekarang.


Current market value. Beberapa jenis investasi dalam surat berharga disajikan atas dasar
nilai pasar sekarang yaitu jumlah rupiah kas atau setaranya yang dapat diperoleh
kesatuan usaha dengan menjual aset tersebut dalam kondisi perusahaan yang normal
(tidak akan dilikuidasi). Nilai pasar sekarang juga digunakan untuk aset yang

4.

kemungkinan akan laku dijual dibawah nilai bukunya.


Net realizable value. Beberapa jenis piutang jangka pendek dan sediaan barang
disajikan sebesar nilai terealisasi bersih yaitu jumlah rupiah kas atau setaranya yang
akan diterima (tanpa didiskun) dari aset tersebut dikurangi dengan pengorbanan (kos)

5.

yang diperlukan untuk mengkonversi aset tersebut menjadi kas atau setaranya.
Present (or discounted) value of future cash flows. Piutang dan investasi jangka panjang
disjikan sebesar nilai sekarang penerimaan kas di masa mendatang sampai
piutangterlunasi (dengan tarif diskun implisit) dikurangi dengan tambahan kos yang
mungkin diperlukan untuk mendapatkan penerimaan tersebut.

E. Pengakuan Aset
1. Berdasarkan hukum atau ketergantungan pada hukum
Apakah kita memiliki hak hukum untuk manfaat masa depan? Pengakuan aset banyak
bergantung pada konsep hukum dari aset. Pencatatan piutang usaha karena penjualan
persediaan dan pembelian aktiva tetap memberikan hak hukum untuk menggunakannya.
Pengakuan terhadap aktiva tergantung pada konsep legal dari aktiva yang bersangkutan.
Kriteria ini berhubungan dengan informasi akuntansi yang relevan dan reliable.
Keberadaan hak-hak hukum adalah indikator, bukan kriteria untuk pengakuan aset.

2. Penentuan suatu transaksi memiliki substansi ekonomi


Tentukan substansi ekonomi dari transaksi tersebut berhubungan dengan tujuan
pelaporan informasi yang relevan dan dapat diandalkan. Apabila suatu transaksi ditinjau
dari makna ekonominya telah terjadi, maka suatu pos dapat segera dicatat dan
dilaporkan dalam laporan keuangan. Kriteria ini dimaksudkan untuk menentukan makna
ekonomi dari suatu transaksi yang berhubungan dengan pelaporan informasi yang
relevan dengan tetap mempertahankan faktor materialitas.
3. Penggunaan prinsip konservatisme
Prinsip konservatif mensyaratkan perlunya mengantisipasi kerugian dari pada
keuntungan. Kerugian boleh diakui meskipun belum terealisir tapi keuntungan belum
Resume Aktiva, Kewajiban, Ekuitas

Page 2

boleh diakui sebelum terealisir. Hutang diakui lebih awal. Pendapatan diakui jika benarbenar telah terealisir.
F. Penyajian Aset
Prinsip akuntansi berterima umum memberi pedoman penyajian aset, yaitu :
1. Aset disajikan di sisi debit atau kiri dalam neraca berformatakun atau di bagian atas
2.
3.

dalam neraca berformat laporan.


Aset diklasifikasi menjadi aset lancar dan aset tetap.
Aset diurutkan penyajiannya atas dasar likuiditas atau kelancarannya, yang paling

4.

lancar dicantumkan pada urutan pertama.


Kebijakan akuntansi yang berkaitan dengan pos-pos tertentu harus diungkapkan
(misalnya metoda depresiasi aset tetap dan dasar penilaian sediaan barang.

KEWAJIBAN/HUTANG
a.

Definisi Hutang
Hutang adalah Pengorbanan manfaat ekonomi masa mendatang yang mungkin timbul karena
kewajiban sekarang suatu entitas untuk menyerahkan aktiva atau memberikan jasa kepada
entitas lain di masa mendatang sebagai akibat transaksi masa lalu (FASB in SFAC No.6).
Kewajiban merupakan hutang masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaiannya
diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung
manfaat ekonomi (IAI, 1994 paragraph 62).

b. Karakteristik Hutang
1. Pengorbanan Manfaat Ekonomi
2. Menjadi kewajiban pada saat pelaporan
3. Hasil dari transaksi masa lalu

c.

Kewajiban Sekarang
Kewajiban sekarang memiliki arti bahwa kewajiban tersebut timbul karena pada saat sekarang
suatu entitas memiliki tanggung jawab yang tidak dapat dihindari untuk menyerahkan
barang/jasa. Kewajiban tersebut mungkin timbul dari pembelian barang/jasa, kerugian-kerugian
yang dialami dan harus ditanggung oleh perusahaan dan lain-lain. Kewajiban yang masih
tergantung pada peristiwa masa mendatang tidak boleh diakui sebagai hutang kecuali ada suatu
kemungkinan yang cukup besar bahwa peristiwa tersebut akan terjadi.
Kewajiban dikelompokkan dua jenis, yaitu : Kewajiban pada kreditor/hutang dan Kewajiban
pada pemilik (owners equity). Kedua pihak tersebut memiliki hak yang berbeda terhadap
aktiva. Kreditor memiliki hak untuk didahulukan pelunasannya dalam kasus likuidasi. Klaim
pelunasan tersebut cenderung bersifat pasti, baik jumlah maupun waktu pembayarannya.
Sedang untuk pemilik, hak atas aktiva hanya didasarkan pada sisa aktiva setelah kewajiban
tehadap kreditor dipenuhi. Konsekuensinya, jika kewajiban (misalnya ada pengumuman

Resume Aktiva, Kewajiban, Ekuitas

Page 3

pembagian deviden), entitas tersebut memiliki kewajiban yang harus dipenuhi (berupa hutang
deviden).
d. Pembuktian Secara Hukum
Kewajiban atau hutang seyogyanya didukung dokumen hukum, meskipun dalam praktiknya,
masih ada hutang yang tidak didukung oleh dokumen kontrak yang lengkap atas nama menjaga
hubungan baik. Namun praktik seperti itu akan menimbulkan inkonsistensi.
.

e. Penyelesaian Hutang
IAI (1994) dalam SAK menyebutkan bahwa penyelesaian kewajiban masa kini biasanya
melibatkan perusahaan untuk mengorbankan sumber daya yang memiliki manfaat masa depan
demi untuk memenuhi tuntutan pihak lain. Penyelesaian kewajiban yang ada sekarang dapat
dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan pembayaran kas, penyerahan aktiva,
pemberian jasa, pemberian kewajiban dengan kewajiban lain, konversi kewajiban menjadi
ekuitas.
1. In- Subtance Defeseance
Alternative yang dapat melunasi hutang menurut FSB statement FASB Statement nomor 76
yaitu dengan cara Insubtance Defeseance. Insubtance Defeseance suatu rencana perjanjian
dimana seorang debitur menempatkan jumlah tertentu harga moneter secukupnya yang bebas
resiko pada kuasa badan perwalian (Trust) tertentu untuk digunakan sebagai pembayaran hutang
dimasa mendatang.
2. Kredit Tangguhan (Defered Credit)
Dalam APB nomot.4, hutang didefinisikan sebagai kewajiban ekonomi yang diakui dan diukur
sesuai dengan prinsip akuntansi. Definisi tersebut meliputi juga kredit tangguhan yang bukan
merupakan kewajiban ekonomi.
3. Hutang dan Rugi Kontijensi (Contigent Loss/Liabilities)
Suatu kondisi atau situasi yang menimbulkan ketidakpastian akan timbulnya kemungkinan
hutang/rugi suatu perusahaan, dimana timbulnya kemungkinan tersebut tergantung pada
terjadinya/tidaknya satu peristiwa atau lebih dimasa mendatang.
f.

Hasil Transaksi Masa Lalu


Hutang adalah berasal dari transaksi masa lalu. Transaksi tersebut menunjukkan transaksi yang
benar-benar telah terjadi sehingga dapat digunakan untuk memastikan bahwa hanya kewajiban
sekarang yang harus dicatat sebagai hutang dalam neraca. Syarat ini membutuhkan adanya
suatu criteria khusus untuk menentukan apakah suatu kewajiban telah terjadi atau belum,
misalnya suatu perusahaan melakukan pemesanan pembelian barang secara kredit dengan
supplier tertentu, aturan yang sekarang ada menjelaskan bahwa pada saat pemesanan tersebut
dilalukan belum terjadi adanya kewajiban yang harus diakui sampai barang yang dibeli benarbenar diterima oleh perusahaan atau telah terjadi perpindahan hak milik atas barang tersebut,
jadi dalam hal ini yang dikatakan sebagai peristiwa masa lalu adalah saat penerimaan barang,
bukan saat dilakukannya pemesanan.

g.

Pengakuan Hutang/Kewajiban

Resume Aktiva, Kewajiban, Ekuitas

Page 4

Hutang harus diakui dalam laporan keuangan apabila memenuhi kriteria , yaitu Adanya
kemungkinan bahwa pengorbanan potensi jasa/manfaatt ekonomi masa mendatang akan
dilakukan atau akan terjadi dan Jumlah hutang dapat diukur dengan cukup pasti
Hutang dapat diakui berdasarkan kondisi berikut ini :
1.
2.
3.
4.

Didasarkan pada hokum


Pemakaian prinsip konservatisme
Substansi ekonomi suatu transaksi
Kemampuan mengukur nilai hutang.

h. Pengukuran Hutang/Kewajiban
Hutang diakui bila transaksi yang menimbulkan kewajiban telah terjadi Hutang diukur
berdasarkan jumlah uang pada suatu transaksi. Kewajiban baru dapat diakui bila memenuhi
kriteria definisi, dapat diukur, relefan, dan dapat diandalkan Besarnya nilai hutang harus
didiskontokan dengan tingkat bunga tertentu dengan rumus :
PV = F (1+r)-1
PV

= Nilai sekarang dari hutang pada tanggal pembelian

= Aliran kas masa mendatang pada periode t dari tanggal penilaian

= Tingkat bunga

Pendiskontoan terhadap elemen laporan keuangan hanya dapat dilakukan antara lain bila :
1. Elemen tersebut menunjukkan kewajiban untuk membayar sejumlah tertentu yang dapat
ditaksir dengan cukup pasti
2. Perusahaan akan membayar jumlah tersebut dalam periode lebih dari satu tahun setelah
tanggal neraca
i.

PenyajianHutang/Kewajiban
Secara umum, kewajiban disajikan dalam neraca berdasarkan urutan kelancarannya sejalan
dengan aset. PSAK No. 1 menggariskan bahwa aset lancar disajikan menurut urutan likuiditas
sedangkan kewajiban disajikan menurut urutan jatuh tempo. Ini berarti kewajiban jangka
pendek disajikan lebih dahulu daripada kewajiban jangka panjang .
Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pembaca untuk mengevaluasi likuiditas perusahaan.
PSAK No. 1 menentukan bahwa semua kewajiban yang tidak memenuhi kriteria sebagai
kewajiban jangka pendek diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang. Kriteria tersebut
adalah (a) diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu siklus normal operasi
perusahaan, atau (b) jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan dari tanggal neraca.
Penyajian kewajiban lancar dalam dalam praktek, kewajiban lancar biasanya dicatat
dalam catatan akuntansi dan dilaporkan dalam laporan keuangan pada nilai penuh jatuh
temponya. Karena singkatnya priode waktu yang terlibat, yang sering kali kurang dari satu
tahun. Maka perbedaan antara nilai sekarang kewajiban lancar dan nilai jatuh temponya
biasanya tidak besar. Akun kewajiban lancar biasanya disajikan sbagai klasifikasi pertama
dalam kelompok kewajiban dan ekuitas pemegang saham di neraca. Dalam kelompok
kewajiban lancar akun-akun itu dapat dicantumkan menurut jatuh temponya, dalam jumlah
yang menurun, atau menurut prefensi likuiditasnya. Penyajian hutang atau kewajiban jangka
panjang Perusahaan yang mempunyai banyak terbitan hutang jangka panjang dalam jumlah
besar seringkali hanya melaporkan satu akun dalam neraca dan mendukungnya dengan
komentar serta skedul dalam catatan yang menyertainya. Pengungkapan catatan umumnya

Resume Aktiva, Kewajiban, Ekuitas

Page 5

berisi dari kewajiban, tanggal jatuh tempo, suku bunga, provisi penarikan, pembatasan yang
dilakukan oleh kreditor, dan aktiva yang disepakati atau digadaikan sebagai jaminan.
j. Off balance sheet financing
Off balance sheet financing adalah kewajiban keuangan yang tidak dicatatkan ke dalam laporan
keuangan. Tidak mencatat kewajiban di neraca dipandang meningkatkan kualitas informasi .
Transaksi dilakukan off balance sheet financing adalah Pembelian dengan sewa guna usaha
(Leasing), joint venture (proyek bersama beberapa perusahaan), Persekutuan Terbatas. Tujuan
dari off balance sheet ini adalah untuk membuat laporan keuangan perusahaan menjadi sangat
perform. Dengan melakukan lease, khususnya operational lease, maka perusahaan mendapatkan
hasil yang maksimal tanpa harus terbebani melakukan adjustment pada account Depreciation of
Fixed Asset nya. Biaya yang harus dicatatkan oleh perusahaan hanya berupa Rent expanse, pada
bagian Operating Expanse. Tanpa ada penjelasan lebih lanjut Rent Expanse nya digunakan untuk
apa saja. Padahal secara manfaat ekonomi perusahaan mendapatkan manfaat yang paling besar
dari digunakannya aktiva tetap tersebut.
Pada Capital Lease atau Financial Lease yang harus dibayarkan oleh perusahaan hanya berupa
Interest

Expanse

dari

transaksi

Capital

Lease

atau

Financial

Lease

tersebut.

Oleh karena itu kemudian didengungkan mengenai konsep GCG, atau Good Corporate
Governance, atau Tata Kelola Perusahaan. Yang mengharuskan untuk mengungkapkan fakta dan
realita (openness) dalam setiap pelaporan dari manajemen kepada seluruh stakeholders.

EKUITAS
1.

Definisi Ekuitas
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia ( IAI ), ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan
setelah dikurangi semua kewajiban. Berbagai sumber yang lain mendefinisi ekuitas yang tidak
berbeda denagn definisi menurut IAI. Ekuitas didefinisikan sebagai hak residual untuk
menunjukkan bahwa ekuitas bukan kewajiban. Ini berarti ekuitas bukan pengorbanan sumber
ekonomik masa datang. Karena didefinisi atas dasar asset dan kewajiban, nilai ekuitas juga
bergantung pada bagaimana asset dan kewajiban diukur.
Menurut FASB ekuitas adalah hak sisa terhadap aktiva suatu entitas setelah dikurangi
hutang .Ada karakteristik ekuitas:
1. Ekuitas sama dgn aktiva netto, yaitu selisih antara aktiva perusahaan dgn gutang perusahaan
2. Ekuitas dpt bertambah atau berkurang karena kenaikan atau penurunan aktiva netto baik yg
berasal dr sumber bukan pemilik (pendapatan dan biaya) maupun investasi oleh pemilik atau
distribusi kepada pemilik

2.

Komponen Ekuitas

Resume Aktiva, Kewajiban, Ekuitas

Page 6

Komponen ekuitas terdiri dari :


a. Modal setoran (contributed capital),
terdiri dari modal yuridiksi (legal capital) yang dihitung berdasar nilai pari (par value)
menunjukkan aktiva netto yang tidak dapat distribusikan. Kelebihan nilai diatas nilai
nominal diakui sebagai agio saham (additional paid in capital)
b. Laba Ditahan (retained earnings)
terdiri dari laporan laba rugi, penyesuaian periode sebelumnya, dan deviden
c. Penyesuaian modal belum terealisasi (unrealized capital adjustment).
3. Tujuan Penyajian Ekuitas
Pengungkapan informasi ekuitas pemegang saham akan sangat dipengaruhi oleh tujuan
penyajian informasi tersebut kepada pemakai statemen keuangan. Pada umumnya, tujuan
pelaporan informasi ekuitas pemegang saham adalah menyelidiki akan informasi kepada yang
berkepentingan

tentang

efisiensi dan kepengurusan (stewardship) manajemen

serta

menyediakan informasi tentang riwayat serta prospek investasi pemilik dan pemegang ekuitas
lainnya. Informasi tentang kewajiban yuridis perseroan terhadap para pemegang saham dan
pihak lainnya juga merupakan tujuan penyajian ekuitas pemegang saham ini.
4. Teori Ekuitas
Teori ekuitas adalah teori yang menjelaskan sudut pandang yang digunakan dalam akuntansi
berkaitan dengan penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Teori ini membahas pihak yang
dianggap paling dominan dan menjadi sudut pandang dalam pelaporan keuangan. Pemakaian
sudut pandang yang berbeda dapat menghasilkan format pelaporan yang berbeda pula.

a.

Teori Propietary
Pada awalnya teori ini muncul sebagai perwujudan dari sistem pembukuan berpasangan. Teori
ini memusatkan perhatiannya kepada pemilik. Persamaan akuntansi yang digunakan adalah :
Aktiva-hutang = modal. Teori proprietary sangat cocok diterapkan untuk organisasi
perusahaan perseorangan dan firma oleh karena dalam bentuk organisasi ini ada hubungan
personal antara manajemen dengan pemilik.

b.

Teori Entitas (Kesatuan Usaha)


Teori entitas muncul untuk mengatasi kelemahan yang melekat pada teori proprietary.
Terdapat pemisahaan antara kepentingan pribadi pemilik dengan kepentingan perusahaan.
Dengan demikian, transaksi / kejadian yang dicatat dan dipertanggungjawabkan adalah
transaksi yang melibatkan perusahaan. Perusahaan dianggap bertindak atas nama dan
kepentingannya sendiri terpisah dari pemilik. Persamaan akuntansinya : Aktiva = Hutang +
Modal atau Aktiva = Modal (Hutang + Modal Pemilik)
Teori entitas cocok diterapkan untuk organisasi yang berbentuk perseroan terbatas, tetapi juga
relevan untuk perusahaan lain yang memiliki eksistensi yang terpisah dari individu pemilik.
Ada dua versi teori entittas, yaitu:

Resume Aktiva, Kewajiban, Ekuitas

Page 7

1. Versi Tradisional Menurut pandangan tradisional, perusahaan beroperasi untuk pemegang


ekuitas yaitu pihak yang memberi dana bagi perusahaan. Dengan demikian, perusahaan
harus melaporkan status investasi dan konsekuensi investasi yang dilakukan pemilik.
Melihat pemegang ekuitas sebagai partner dalam kegiatan usaha yand dijalankan.
2. Versi Baru Pandangan ini menyatakan bahwa perusahaan beroperasi atas namanya sendiri
dan berkepentingan terhadap kelangsungan hidupnya sendiri. Melihat pemegang ekuitas
sebagai pihak di luar perusahaan.
c.

Teori Ekuitas Residual William Paton ( 1962 )


Menyatakan bahwa ekuitas residual merupakan salah satu jenis ekuitas dalam kerangka teori
entitas. Pemegang saham memiliki ekuitas di perusahaan seperti pemegang ekuitas lainnya,
tetapi pemegang saham tidak dianggap sebagai pemilik. Jadi teori ekuitas residual merupakan
pandangan antara teori proprietary dan teori entitas. Dalam pandangan ini persamaan
akuntansinya menjadi : Aktiva Ekuitas khusus = Ekuitas Residual
Tujuan pendekatan teori ekuitas residual adalah memberikan informasi yang lebih baik
kepada pemegang saham biasa dalam rangka pengambilan keputusan investasi.

d.

Teori Enterprise
Teori enterprise suatu perusahaan merupakan konsep yang lebih luas dibandingkan teori
entitas, tetapi kurang terdefinisikan dengan baik dalam skope maupun aplikasinya. Dalam
teori ini, perusahaan dipandang sebagai unit ekonomi terpisah yang dioperasikan dalam
rangka memberikan manfaat bagi pemegang saham, sedangkan dalam teori entreprise,
perusahaan dipandang sebagai lembaga sosial yang dioperasikan dalam rangka memberikan
manfaat bagi banyak pihak yang berkepentingan.

Konsep ini cocok diterapkan skala besar dan modern dan memiliki kewajiban untuk
mempertimbangkan pengaruh dari tindakannya kepada beberapa kelompok dan masyarakat
secara keseluruhan. Konsep income yang paling relevan dengan teori enterprise adalah
laporan keuangan nilai tambah yaitu laporan keuangan yang menunjukkan kontribusi pihakpihak yang berkepentingan terhadap perusahaan didalam menghasilkan nilai tambah
perusahaan.
e.

Teori Dana
Teori dana mengabaikan asumsi hubungan personal dalam teori proprietary dan asumsi
personifikasi perusahaan sebagai unit ekonomi legal secara artifisal dalam teori entitas. Teori
dana berdasarkan pada persamaan akuntansi sebagai berikut : Aktiva = Restriksi Aktiva
Konsep teori dana banyak digunakan di sektor pemerintahan dan lembaga nir-laba. Di dalam
pemerintahan dana yang umumnya digunakan meliputi dana umum , dana pendapatan khusus,
dana proyek, dan dana pelunasan hutang jangka panjang.

Resume Aktiva, Kewajiban, Ekuitas

Page 8

Finally_ThanksForCorrection
Respectfully of Ratnawaty

Resume Aktiva, Kewajiban, Ekuitas

Page 9